cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA SUSPENSI EKSTRAK AKAR SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KALIUM BROMAT Subagja; Bambang Karsidin; Seftiviani Mustafa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1ej82403

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Antihiperurisemia Suspensi Ekstrak Akar Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Kalium Bromat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antihiperurisemia suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) terhadap tikus putih jantan dan pada dosis tertentu suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) memberikan efektivitas antihiperurisemia dibandingkan dengan kontrol positif. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok selama 21 hari. Kelompok 1 diberikan kontrol positif Allopurinol dan kelompok 2 diberikan kontrol negatif basis suspensi. Kelompok 3, 4, dan 5 masing-masing diberikan suspensi ekstrak akar seledri dengan dosis yang berbeda-beda 50mg/kgBB, 100mg/kgBB, dan 200mg/kgBB secara peroral. Semua kelompok diinduksi dengan Kalium Bromat dosis 22,2mg/200gram BB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada minggu ke 1, ke 2, dan ke 3. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan analisa data menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan suspensi ekstrak akar Seledri (Apium graveolens L.) dengan dosis : 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB tidak memiliki efektivitas sebagai antihiperurisemia terhadap tikus putih jantan. 
UJI AKTIVITAS MUKOLITIK SUSPENSI EKSTRAK DAUN DELIMA (Punica granatum L.) TERHADAP VISKOSITAS MUKUS USUS SAPI SECARA IN VITRO Yenny Sri Wahyuni; Siti Pandanwangi; Toyyib Viat Febriawan
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/twz02d29

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas mukolitik suspense ekstrak daun delima (Punica granatum L.) terhadap viskositas mukus usus sapi secara in vitro. Delima mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan tanin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas dan dosis daun Delima (Punica granatum L.) yang diformulasikan dalam bentuk sediaan suspensi yang dapat menurunkan viskositas mukus usus sapi. Uji aktivitas menggunakan mukus usus sapi dan suspensi ekstrak daun Delima dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, kontrol positif (Asetilsistein Dry Syrup) dan kontrol negatif (basis suspensi). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok perlakuan yaitu konsentrasi 2%, 4%, dan 6% suspensi ekstrak daun Delima (Punica granatum L.) dapat menurunkan viskositas mukus usus sapi sebesar 3357 cp, 3091.5 cp, dan 2568.8 cp setelah 60 menit pengujian secara berurutan. Dan pada konsentrasi 6% suspensi ekstrak daun delima dapat menurunkan viskositas usus mukus sapi setara dengan kontrol positif. 
UJI FORMULASI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HPMC (Hidroksipropil metilselulosa) DENGAN METODE DPPH (2,2–diphenyl–l- picrylhydrazil) Fitri Zakiah; Bambang Karsidin; Fitri Nisa Muslimah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ec2gzv51

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji formulasi antioksidan gel ekstrak biji Alpukat dengan variasi konsentrasi HPMC dengan metode DPPH. Biji Alpukat banyak digunakan masyarakat untuk mengatasi penyakit seperti hipertensi, gangguan pencernaan, dan salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi dan stabilitas fisik yang baik, daya antioksidan dan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap antioksidan. Pengujian antioksdian dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Biji alpukat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Evaluasi gel meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, sineresis dan uji iritasi. Hasil penelitian ekstrak biji alpukat memiliki nilai IC50 sebesar 26,46 ppm  Konsentrasi ekstrak yang digunakan pada gel sebesar 2,5% dengan konsentrasi HPMC 1% (F1), 1,5% (F2) dan 2% (F3) dengan nilai IC50 sebesar 38,20 ppm (F1), 56,43 ppm (F2), 128,26 ppm (F3). Sediaan gel yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi pada F1. Semua formula memiliki stabilitas fisik yang baik. Berdasarkan uji regresi linier menggunakan aplikasi SPSS menunjukan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap viskositas dan daya antioksidan 
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK SIRUP INFUSA BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi TW; Alfriani Melia Zanki
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/sea8pf90

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sirup infusa buah Asam Jawa (Tamarindus indica L.) yang memiliki efektivitas analgetik pada mencit putih jantan. Buah Asam Jawa telah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional seperti digunakan untuk pereda rasa nyeri (analgetik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik dari sirup infusa buah asam Jawa pada mencit putih jantan dan mengetahui dosis yang paling efektif sebagai analgetik. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi buah asam Jawa metode infudasi Hewan uji yang digunakan 15 ekor dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok I digunakan sebagai kontrol negatif (aquades). Kelompok II sebagai kontrol positif (norages sirup 250 mg/5ml). Kelompok III, IV, V sebagai kontrol perlakuan yang diberi infusa buah asam jawa dengan dosis berurutan 50 mg/kgBB; 100 mg/kgBB; dan 150 mg/kgBB. Selang 5-10 menit diberi perlakuan secara oral. Data yang didapatkan berupa jumlah jentikan ekor Grotto-Sulman yang diamati pada mencit. Berdasarkan hasil Area Under Curva menghasilkan adanya peningkatan ambang nyeri yang ditimbulkan mencit putih jantan. Sedangkan hasil uji Krusakal Wallis diperoleh bahwa adanya efektifitas analgetik sirup infusa buah asam Jawa. Dan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa infusa buah asam jawa mempunyai efek analgetik yang paling efektif pada dosis 150 mg/kgBB. Senyawa yang memberikan efek analgetikayaitu flavonoid, fenol dan gliserol. 
PENGARUH PEMBERIAN ANTIOKSIDAN JUS BUAH STROBERI (Fragaria x annanassa) PADA MENCIT HAMIL YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Rizki Rahmah Fauzia; Ahmad Azrul Zuniarto; Muhammad Febri Auliya
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1bns6488

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian antioksidan jus Stroberi pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok. Buah Stroberi mengandung vitamin C dan asam ellagic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis paling efektif dalam pemberian antioksidan jus buah Stroberi (Fragaria x annanassa) pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok. Penelitian menggunakan hewan uji Mencit hamil dengan berat ± 20 gramsebanyak 10 ekor, dibagi 5 kelompok secara random. Kelompok I diberi 0,3 mL jus buah Stroberi, Kelompok II diberi 0,5 mL jus buah Stroberi, Kelompok III diberi 0,7 mL jus buah Stroberi, Kelompok IV diberi 0,2 mL You C 1000 mg, Kelompok V diberi 0,2 mL aquadest yang semuanya diberikan secara oral sebanyak 3x sehari. Pemaparan asap rokok (1 batang per hari) dan pemberian jus Stroberi pada Mencit hamil diberikan dari hari ke-8 hingga melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan jus buah Stroberi dosis 0,3 mL, 0,5 mL, dan 0,7 mL mempunyai pengaruh sebagai antioksidan pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok, dan jus buah Stroberi dosis 0,7 mL paling efektif sebagai antioksidan pada Mencit hamil yang dipapar asap rokok. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULA SABUN PADAT EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Eti Haryati; Nurpatmawati; Elfarida Lapekoli
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/t1yyep48

Abstract

Biji alpukat (Persea americana Mill.) memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tannin yang merupakan komponen aktif sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sabun padat ekstrak biji alpukat terhadap bakteri Escherichia coli, dan berapa konsentrasi yang paling efektif memiliki aktivitas antibakteri yang paling besar terhadap bakteri Escherichia coli. Uji aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi sabun padat ekstrak biji alpukat berupa variabel X1 yaitu 10%, variabel X2 yaitu 15%, variabel X3 yaitu 20% dan kontrol positif yaitu sabun padat Dettol. Data aktivitas antibakteri dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian satu arah (ANOVA). Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri formula sabun padat ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) diperoleh pada X1 (10%) dengan zona bening sebesar 2,55 mm, pada X2 (15%) dengan zona bening sebesar 4,33 mm, pada X3 (20%) dengan zona bening sebesar 7,09 mm, pada kontrol positif dengan zona bening sebesar 9,05 mm dan kontrol negatif dengan zona bening 0 mm. Kesimpulan diperoleh bahwa sediaan sabun padat ekstrak biji alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan nilai sig F hitung (134,344) > F tabel (2,95). Sabun padat ekstrak biji alpukat konsentrasi 20% memiliki aktivitas antibakteri paling besar terhadap Escherichia coli dengan nilai sig 0,000 < 0,05.
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SUSPENSI DAUN CINCAU HIJAU RAMBAT (Cyclea barbata, Miers) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Subagja; Asep Suparman; Elis Nida Gustiani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/9bywj257

Abstract

Panas tinggi atau demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi daripada biasanya atau diatas suhu normal. Umunya terjadi ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan. Suhu badan normal manusia biasanya berkisar antara 36-370C. Demam dapat diderita oleh siapa saja, dari bayi hingga orang berusia paling lanjut sekalipun. Demam sesungguhnya merupakan reaksi alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit yang masuk atau berada di dalam tubuh. Dengan kata lain, demam adalah bentuk mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Salah satu pengobatan tradisional untuk demam adalah dengan menggunakan daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas antipiretik suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) terhadap tikus putih, serta mengetahui stabilitas sediaan suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Parameter yang digunakan adalah penurunan suhu tubuh meliputi besar penurunan suhu tubuh pada pengamatan 3 jam setelah induksi vaksin DTP-HB-Hib. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 15 ekor, terbagi menjadi 5 kelompok, suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G1 (0,8g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G2 (0,65g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G3 (0,5g/200gBB), kontrol positif (Parasetamol sirup 0,009g/200gBB), kontrol negatif (Larutan Na-CMC 1%). Analisis data menggunakan metode Analysis Of Variance ANOVA) satu jalur dan dilanjutkan dengan metode Uji T. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh tikus putih yang diinduksi vaksin DTP-HB-Hib oleh suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Adanya efek antipiretik paling efektif yaitu pada dosis G2 (0,65g/200gBB tikus).
PENGARUH PEMUTARAN VIDEO SWAMEDIKASI OBAT MAAG TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DI PUSKESMAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH Yenny Sri Wahyuni; Bambang Karsidin; Saifatul Husna Rodiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/q2en2f33

Abstract

Penyakit maag merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat dan salah satu penyakit yang dapat diobati dengan cara swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemutaran video swamedikasi obat maag terhadap tingkat pengetahuan pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan sampel 118 pasien. Insrumen yang digunakan berupa kuesioner pretest dan post test serta video sebagai media edukasi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji T paired sample test dengan nilai sig (2-tailed) <0,05. Hasil uji T paired sample test memberikan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan video terhadap pengetahuan swamedikasi obat maag pada pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah dimana tingkat pengetahuan pasien meningkat setelah adanya penayangan video dengan rata-rata nilai pretest dan posttest adalah 60,72 (kategori cukup) dan 83,51(kategori baik) 
PENGARUH MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAGUSIBU OBAT PADA KELUARGADI DESA KRAMATMULYA KABUPATEN KUNINGAN Aman Budi Santoso; Rizki Rahmah Fauzia; Alvina Iza Fauziah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/sdcbdt76

Abstract

DAGUSIBU obat usaha untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai signifikansi dalam memahami penggunaan obat secara bijaksana tujuannya untuk menyokong wawasan dan pemahaman diri masyarakat mengenai pentingnya pemakaian obat yang rasional. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk memahami tingkat pengetahuan tentang DAGUSIBU obat sebelum dan setelah diberikan informasi dengan media poster. Kedua, untuk menilai dampak dari penyampain informasi dengan menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terkait obat DAGUSIBU dalam keluarga di Desa Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Cara pengambilan sampel yang digunakan yakni Purposive sampling yang diterapkan terhadap 84 responden masyarakat di Desa Kramatmulya Kabupaten Kuningan, serta alat penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang dilakukan dengan Uji statistik Chi Square. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat setelah pemberian poster obat DAGUSIBU dari 53,09% (pengetahuan cukup) menjadi 76,96% (pengetahuan baik). Berdasarkan hasil analisis data Uji T (Paired Sample Test) menunjukkan sig (0,00>0,05) sehingga terdapat perbedaan penegtahuan antara sebelum dan sesudah menggunakan media poster. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian poster terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terhadap DAGUSIBU di Desa Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. 
ANALISIS DRPs PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PELAYANAN RAWAT INAP DI RSUD X KABUPATEN KUNINGAN Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi TW; Arum Mariya; Ade Joharudin; Dedy Setriyadi; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/xff8gp48

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan sekresi insulin yang progresif yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Ini terjadi karena tetapi insulin tidak bisa membawa glukosa masuk ke dalam jaringan karena terjadi resistensi insulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa oleh hati, sehingga mengakibatkan rentan terjadinya Drug related problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepatan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, interaksi obat, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien dalam terapi pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pengambilan data rekapitulasi medik secara retrospektif. Dari 254 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan, jumlah sampel yang diambil sebanyak 72 pasien yang mmemenuhi kriteria inklusi. Analisis kejadian DRPs dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan buku standar secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada kejadian Drug related problems pada pasien diabetes melitus tipe 2 diRSUD X Kabupaten Kuningan. Persentase kejadian DRPs kategori indikasi tanpa obat tidak terdapat kasus yang terjadi, obat tanpa indikasi terdapat 1 kasus (1,4%), ketidaktepatan pemilihan obat sebanyak 5 kasus (6,9%), dosis rendah sebanyak 4 kasus (5,6%), dosis tinggi sebanyak 4 kasus (5,6%), interaksi obat sebanyak 21 kasus (29,1%), kategori efek samping 35 kasus (48,6%), dan tingkat kepatuhan pasien rendah sebanyak 37 kasus (51,4%) .

Page 5 of 14 | Total Record : 139