cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
KAJIAN RESEP SECARA ADMINISTRASI DAN FARMASETIK DI APOTEK K24 ASMAWI PADA TAHUN 2023 DAN 2024 Kurnia Kusumawati; Edgina Windi; Rori Theresia KA; Honifa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/z8w7fg97

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang berkualitas menuntut kelengkapan resep. Kelengkapan resep secara administratif maupun farmasetik diperlukan untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi pasien. Ketidaklengkapan resep dapat meningkatkan risiko medication error, terutama pada tahap dispensing dan pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kelengkapan resep pasien di Apotek K24 Asmawi pada tahun 2023 dan 2024, sebagai upaya evaluasi mutu dokumentasi resep dan peningkatan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode retrospektif terhadap 672 lembar resep pasien yang diterima di Apotek K24 Asmawi pada tahun 2023 dan 2024. Data diklasifikasikan berdasarkan kelengkapan administratif (identitas pasien dan dokter) serta farmasetik (bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan dosis). Analisis dilakukan dengan menghitung persentase kelengkapan setiap elemen resep pada kedua tahun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek administratif seperti nama pasien, nama dokter, SIP, alamat praktik, paraf, dan tanggal resep telah terpenuhi 100% pada kedua tahun. Untuk penulisan data berat badan menunjukkan peningkatan dari tahun 2023 – 2024 yaitu 73,3% dan 98,5%, dan data tinggi badan serta 61,6% dan 90,8%. Pada aspek farmasetik, penulisan dosis telah konsisten 100%, sementara bentuk dan kekuatan sediaan menunjukkan peningkatan dari tahun 2023 ke 2024. Studi menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan penulisan data berat badan dan tinggi badan pada resep di Apotek K24 Asnawi pada tahun 2023 – 2024, sedangkan kelengkapan administratif identitas pasien dan dokter resep) dan kelengkapan farmasetik (bentuk sediaan, kekuatan sediaan, dan dosis) telah terpenuhi sepenuhnya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SALAGEDANG Yudha Fahmi; Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi; Almanda Amelia Utami
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/571p6h36

Abstract

Anemia pada ibu hamil disebabkan karena meningkatnya volume plasma dalam darah dan defisiensi zat besi. Pada ibu hamil konsumsi zat besi digunakan sebagai salah satu upaya penanggulangan kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan minum tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Salagedang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji Univariat dan Uji Bivariat. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil berada pada kategori baik sebesar 70%, kategori cukup 23%, dan kategori kurang 6%. Tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah berada pada kategori kepatuhan tinggi sebesar 76%, kepatuhan sedang 20%, dan kepatuhan rendah 3%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil, dengan nilai p = 0,001 (p ≤ 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di Puskesmas Salagedang tahun 2024.
ANALISIS KADAR ASAM SALISILAT PADA SEDIAAN SHEET MASK ANTI JERAWAT DI TOKO KOSMETIK X KOTA BATAM Suci Fitriani Sammulia; Ayu Amelia; Syifa Zatalini Zakirah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/6k54nj60

Abstract

Asam salisilat merupakan senyawa golongan beta-hidroksi yang banyak digunakan dalam produk dermatologi dan kosmetik karena memiliki sifat keratolitik, antiinflamasi, serta antimikroba. Senyawa ini efektif dalam mengatasi jerawat dengan cara membantu pengelupasan sel kulit mati dan menjaga pori-pori tetap bersih. Namun, penggunaan asam salisilat dengan kadar melebihi 2% dapat menimbulkan iritasi, dermatitis kontak, hingga peradangan kulit, sehingga pengawasan kadar dalam kosmetik sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar asam salisilat pada produk sheet mask anti jerawat yang dijual bebas di Toko Kosmetik X Kota Batam. Analisis dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl₃ 1% dan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui keberadaan senyawa asam salisilat, serta kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum asam salisilat yaitu 296,5 nm untuk menentukan kadarnya. Enam sampel diuji, di mana lima di antaranya tidak memiliki nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa tiga sampel positif terdapat asam salisilat, yang ditunjukkan dengan warna larutan sampel berubah menjadi warna ungu pada pereaksi FeCl₃ dan adanya serapan spesifik pada spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa kadar asam salisilat pada sampel A sebesar 1%, sampel E sebesar 1,31%, dan sampel F sebesar 1,19%. Kesimpulannya, ketiga sampel yang positif mengandung asam salisilat memiliki kadar di bawah batas maksimal 2% sesuai regulasi BPOM.
LEAFLET SEBAGAI MEDIA EDUKASI NAPZA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU Rizki Rahmah Fauzia; Bambang Karsidin; Yulianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/3b11es40

Abstract

Latar Belakang. Menurut hasil survei nasional tahun 2023, ada 1,73% dari orang usia 15 hingga 24 tahun yang mengalami penyalahgunaan napza, sementara hasil data dari Polres Sumedang terjadi 17 kasus penyalahgunaan napza dalam dua bulan dikarenakan masih adanya penyalahgunaan napza. Oleh karena itu diperlukan cara untuk melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi melalui media leaflet. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan setelah mendapat edukasi serta menguji pengaruh edukasi dan hubungan antara data demografi terhadap pengetahuan dan sikap siswa terkait napza. Metode. Desain pre-eksperimen digunakan untuk menguji kelompok sebelum dan sesudah intervensi. Sampling proporsional, atau purposive, digunakan untuk mengumpulkan sampel, yang terdiri dari 70 siswa dari SMK Pemuda 1 Sumedang. Analisis data menggunakan uji sampel berpasang-pasang t dan uji chi-kuadrat. Kuesioner pre-test dan post-test, yang disajikan dalam bentuk leaflet, digunakan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, pekerjaan orang tua, dan tingkat pendidikan tidak terbukti memiliki hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa. Rata-rata pengetahuan siswa sebelum pendidikan adalah 82% dan setelah pendidikan meningkat menjadi 98%, dan sikap siswa rata-rata adalah 75% dan setelah pendidikan meningkat menjadi 87%. Hasil uji t-paired sample test menunjukkan nilai 0,000. Kesimpulan. Tingkat pengetahuan siswa terjadi peningkatan persentase, sedangkan pada tingkat perilaku siswa terjadi peningkatan dari kategori baik menjadi sangat baik setelah menggunakan leaflet sebagai media edukasi napza.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN ADHERENCE MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN KALIJAGA CIREBON Dwi Meiria A; Ahmad Azrul Zuniarto; Yenny Sri Wahyuni; Apriyadi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/ezzrct60

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg  pada dua kali pengukuran dalam keadaan istirahat, sesuai pedoman World Health Organization (WHO, 2021). Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi yang tinggi, termasuk di Kota Cirebon dengan 2.319 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan, tingkat adherence, hubungan tingkat pengetahuan dengan adherence, serta hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi pada lansia di Kelurahan Kalijaga, Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat korelasi dengan menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 32 lansia. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi yang tervalidasi, terdiri dari 15 item, dengan kategori skor rendah (<56%), sedang (56-75%), dan tinggi (>75%). Pengukuran tingkat adherence minum obat diukur menggunakan instrument Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang diklarifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang, namun tingkat adherence minum obat masuk dalam kategori rendah. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi (χ², p < 0,001; OR= 48,75). Selain itu, tingkat pendidikan juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan adherence minum obat (p = 0,046). Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan berupa jumlah sampel yang relative kecil, desain cross-sectional, serta penggunaan instrument self-report. Hasil penelitian mengindikasikan perlunya intervensi edukasi yang lebih terstruktur dan pemantauan minum obat untuk meningkatkan adherence pada lansia hipertensi.
PENGARUH KOPI ROBUSTA DAN ARABIKA TERHADAP KENAIKAN TEKANAN DARAH Dhea Novakinanda Regar; Nadira Alvi Syahrina; Fitri Nurul Ramadhani; Ahmad Azrul Zuniarto; Aman Budi Santoso; Siti Pandanwangi; Dede Willy
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/7q5www60

Abstract

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi dan mengandung kafein, yang dapat memengaruhi tekanan darah. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf simpatik, meningkatkan denyut jantung, dan menyebabkan vasokonstriksi sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Jenis kopi yang umum dikonsumsi adalah robusta dan arabika, yang memiliki kadar kafein berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi robusta dan arabika terhadap kenaikan tekanan darah, serta melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh konsumsiopi Robusta dan Arabika berdasarkan jenis kopi dan dosis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan teknik purposive sampling, partisipan berjumlah 24 orang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Masing-masing mengonsumsi kopi robusta atau arabika dengan dosis 10 gram dan 15 gram per 200 mL air. Setiap partisipan menjalani proses pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan 30 menit setelah konsumsi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara keseluruhan memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan tekanan darah (p < 0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara jenis kopi robusta dan arabika (p > 0,05). Sebaliknya, perbedaan dosis memberikan pengaruh yang signifikan, di mana konsumsi 15 gram menghasilkan peningkatan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan 10 gram (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dosis kopi lebih memengaruhi tekanan darah dibandingkan jenis kopi. Oleh karena itu, pengaturan dosis konsumsi kopi perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan sensitivitas terhadap kafein.
FORMULASI EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCEA INDICA L.) SEBAGAI SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT UNTUK MENINGKATKAN NILAI KESUKAAN Rahma Nafi’ah; Subagja; Ayu Puji Astuti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/9vq75e28

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L.) mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, polyninyl, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik formula granul effervescent ekstrak daun beluntas dan uji kesukaan dari 3 formula yang menvariasikan komponen asam dan basa. Granul effervescent dibuat dengan metode granulasi basah dengan perbandingan asam sitrat : asam tartrat : natrium bikarbonat, yaitu : F1 (7% : 10% : 33%), F2 (6% : 12% : 32%), F3 (5% : 14% : 31%). Formula diuji evaluasi fisik meliputi: uji organoleptis, uji sudut diam, uji kadar air, uji waktu dispersi, uji ketinggian buih, dan uji kesukaan pada 20 orang panelis. Hasil uji evaluasi menunjukkan bahwa formula memiliki warna hijau dengan aroma khas beluntas. F1 merupakan formula yang memiliki kelembaban yang paling rendah yaitu 0,65% dengan sudut diam 26,80°, waktu dispersi 136 detik, dan ketinggian buih 1,3 cm. Pada uji kesukaan menunjukkan bahwa formula yang paling disukai oleh panelis adalah F2 dengan nilai tingkat kesukaan 4. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu formula dengan ekstrak kental sangat terbatas untuk diformulasikan dalam granul effervescent. Uji kesukaan dapat digunakan untuk menilai tingkat kesukaan formula pada panelis.
TANTANGAN DAN PELUANG PERBAIKAN TENTANG PRAKTIK PERESEPAN OBAT ANTITUBERKULOSIS DI INDONESIA : TINJAUAN NARATIF Kautsarul Aziz; Githa Fungie Galistiani; Elza Sundhani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/txv19455

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu bagian dari permasalahan kesehatan terbesar didunia dan Indonesia menjadi salah satu negara yang memilki jumlah kasus TB tertinggi. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan komponen utama dalam terapi TB, namun praktik peresepan di lapangan seringkali belum sesuai dengan pedoman nasional yang berlaku. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam praktik peresepan OAT serta mengeksplorasi peluang perbaikan yang dapat dilakukan di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah literatur ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir  melalui pencarian di Google Scholar. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi ketidaksesuaian resep dengan pedoman, keterbatasan pelatihan bagi tenaga kesehatan, rendahnya kepatuhan pasien, fragmentasi layanan antara sektor publik dan swasta, serta keterbatasan akses terhadap obat dan fasilitas. Meskipun demikian, terdapat sejumlah peluang perbaikan seperti penguatan implementasi pedoman terapi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan, integrasi layanan kesehatan, serta pemanfaatan teknologi digital seperti sistem resep elektronik dan Video Observed Treatment (VOT). Studi ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan sistematis untuk mewujudkan praktik peresepan OAT yang rasional, efektif, dan berkelanjutan dalam rangka mencapai target eliminasi TB di Indonesia.
ANALISIS PENGGUNAAN OBAT GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD CILACAP TAHUN 2024 Muhammad Agus Salim; Firza Nurfia Maharani; Nikmah Nuur Rochmah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jjbcy405

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan terapi farmakologis kompleks sehingga berisiko menimbulkan masalah terkait obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan obat pada pasien GGK rawat inap di RSUD Cilacap tahun 2024. Penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif dilakukan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien periode Januari–Desember 2024. Dari 124 kasus, sebanyak 95 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah perempuan (56,84%) dengan usia terbanyak 56–65 tahun (30,53%). Sebagian besar berpendidikan rendah dan bekerja sebagai petani (36,84%) serta nelayan (21,05%). Lama rawat inap terbanyak 16–20 hari (44,21%). Profil penggunaan antihipertensi didominasi diuretik furosemid (31,57%), diikuti ARB candesartan (26,31%), CCB amlodipine (21,05%), clonidine (13,68%), dan bisoprolol (5,26%). Evaluasi ketepatan penggunaan obat menunjukkan 100% tepat pasien, indikasi, diagnosis, obat, dosis, dan cara pemberian. Namun, terdapat hubungan signifikan pada ketepatan interval pemberian obat (p=0,005). Secara umum, penggunaan obat telah sesuai pedoman terapi GGK, meskipun pemantauan interval dosis tetap diperlukan untuk mengoptimalkan luaran klinis dan keselamatan pasien.