cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA" : 5 Documents clear
Hubungan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kebugaran (VO2 MAX) Atlet Pencak Silat, Sepak Takraw, dan Judo Simanungkalit, Sintha Fransiske; Sofianita, Nur Intania; Syah, Muhammad Nur Hasan; Listiyawati, Margareta Dias; Sairah, Nurul Amrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.8568

Abstract

Athletes with good physical fitness will have optimal performance quality. Fitness is a crucial factor in building an athlete's performance in achieving the expected competencies. One strategy for maintaining physical fitness levels is to consume foods with balanced nutrients, especially energy and macronutrients (Carbohydrates, Protein and Fat). In this study, the relationship between energy and macronutrient intake and the fitness of Pencak Silat, Sepak Takraw and Judo athletes at DKI Jakarta Province will be examined. This research uses a quantitative observational analytical method with a cross-sectional design and is analyzed descriptively analytically to determine the desired relationship. The data normality test used the Kolmogorov-Smirnov test, resulting in normally distributed data (p>0.05). The total population in this study was 75 people, 45 men and 30 women. The results of the analysis of Recall and VO2Max data which describe each variable show that there is a significant relationship between energy and macronutrient intake and athlete fitness. Marked with a P value = 0.00 (p value < 0.05). By understanding this relationship, it is hoped that it can help design a diet program that is more effective and suits the athlete's needs based on the type of sport they are involved in, so that the athlete can achieve optimal physical fitness.
PENGARUH EDUKASI DAN PENDAMPINGAN SELF EFFICACY IBU SETELAH PEMBERIAN TELUR 1 BUTIR SETIAP HARI TERHADAP STATUS GIZI BALITA WASTING Auliany, Diah; Thaha, Ahmad Razak; Purnamawati, Dewi; Fauziah, Munaya; Fadhilah, Fadhilah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.8539

Abstract

Latar belakang: Gizi buruk anak dan balita menjadi kondisi kesehatan darurat akibat tidak seimbangnya pemberian gizi salah satunya protein hewani telur, daging/ikan selain pemberian asi. Menurut data BPS tahun 2023 dinyatakan bahwa konsumsi telur penduduk Indonesia hanya 10 butir perbulan sedangkan berdasarkan anjuran 1 butir telur dikonsumsi setiap harinya.Tujuan: Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dan pendampingan Self efficacy dengan tambahan pemberian telur 1 butir perhari terhadap status gizi balita gizi kurang.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dan uji yang dilakukan adalah uji univariat, bivariat dengan T-Test Independen two tail dan T-Test Dependen.Hasil: Edukasi dan pendampingan self efficacy ibu pada pretest kelompok intervensi maupun kontrol menunjukkan dimana pernyataan nomor 18 tentang “Saya akan membuat jadwal makan yang konsisten” memiliki hasil terendah sedangkan pada posttest pernyataan nomor 21tentang “Saya yakin dapat memberikan MP-ASI pada anak saya setelah berusia 6 bulan” tidak terjadi peningkatan. Kedua kelompok ini menunjukkan adanya peningkatan status gizi pada balita gizi kurang, tetapi kenaikan status gizi kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Penurunan angka balita wasting pada kelompok intervensi terlihat sebanyak 10 anak (33,33%), sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 8 anak (26,67%).Kesimpulan: terjadi kenaikan status gizi dengan pendampingan self-efficacy dan juga dengan pemberian 1 telur setiap harinya namun kenaikannya tidak terlalu signifikan tidak signifikan pada kelompok intervensi terhadap kontrol.Saran: mungkin penelitian selanjutnya dapat dilakukan pendampingan setiap minggu dan waktu yang lebih dari 28 hari sehingga akan menghasilkan hasil yang lebih baik.Kata kunci: gizi kurang, balita , telur, self-efficacy
HUBUNGAN SKOR INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN SKOR KUALITAS HIDUP LANSIA DI KECAMATAN LOWOKWARU Wilujeng, Catur Saptaning; Habibie, Intan Yusuf; Ventiyaningsih, Agustiana Dwi Indiah; Maulidiana, Annisa Rizky; Kinasih, Adiandari Astu; Cedarta, Marchya Karima; Kharisma, Merinda Yolla; Fitri, Annisa; Putri, Ristavia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.7763

Abstract

Indonesia's population structure is starting to enter an aging population, characterized by the percentage of the elderly population from 2020 which is expected to reach more than 10 percent. In fact, from BPS projections, in 2045 Indonesia's elderly are estimated to reach almost one-fifth of Indonesia's entire population (BPS, 2020). Older people will experience a decrease in the function of several body organs which can cause decreased absorption of nutrients. This situation will of course affect the nutritional status of the elderly themselves, both undernutrition and overweight (overweight and obesity). Apart from that, it is necessary to pay attention to health problems which are currently a health problem often experienced by the elderly, namely hypertension. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The research sample was taken using a purposive sampling method with a minimum sample size of 100 elderly people. Nutritional status data was obtained by anthropometric measurements, blood pressure data was obtained by measuring the blood pressure of the elderly, and quality of life data was obtained by interviewing the WHOQOL BREF questionnaire. The results of the study showed that there was a significant relationship between Body Mass Index (BMI) and systolic blood pressure in the elderly (p=0.035, r=0.211) and there was a relationship between Body Mass Index (BMI) and the quality of life score in the elderly (p=0.034, r=0.212 ). The conclusion of this research is that the greater the body mass index (BMI) score of an elderly person, the higher the systolic blood pressure and the higher the quality of life score of an elderly person. Keyword: elderly, systolic blood pressure, quality of life, body mass index
Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Kue Sus Kering dengan Subtitusi Tepung Kacang Merah dan Tepung Hati Ayam sebagai Makanan Kudapan untuk mencegah Anemia pada Remaja Putri Hasanah, Novia Zahratul; Permatasari, Tria Astika Endah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.6978

Abstract

Latar Belakang: Salah satu makanan kudapan yang disukai oleh remaja putri adalah kue sus. Kue sus dipilih karena merupakan salah satu jenis makanan ringan yang diminati masyarakat. Kue sus dikenal oleh banyak orang, baik anak-anak, usia remaja maupun dewasa. Salah satu upaya meningkatkan nilai gizi pada kue sus kering, menambah cita rasa dan mengurangi penggunaan bahan dasar tepung terigu, untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu dalam pembuatan kue sus diperlukan alternatif substitusi tepung dari pangan lokal salah satunya tepung kacang merah dan tepung hati ayam dimana kacang merah mengandung protein tinggi dan hati ayam mengandung tinggi zat besi (Fe), maka bahan dasar kue sus dilakukan dengan menambahkan tepung yang berasal dari protein nabati dan hewani, protein yang bersumber dari nabati salah satunya terdapat pada kacang merah). Tujuan: Menganalisis kandungan gizi meliputi energi, protein, lemak, karbohidrat, dan zat besi (Fe) kue sus kering dengan subtitusi tepung kacang merah dan tepung hati ayam. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan design eksperimental. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 1 kontrol dan 3 perlakuan. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS. Menggunakan metode  uji Kruskal Wallis dan  uji Mann-Whitney. Untuk penentuan formula terpilih atau yang paling disukai ditentukan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil: Pada uji mutu hedonik terdapat perbedaan antara F0, F1, F2 dan F3 terhadap mutu warna, aroma, tekstur dan after taste tetapi tidak menunjukkan perbedaan terhadap mutu rasa kue sus kering setiap formulanya. Pada uji hedonik terdapat perbedaan antara F0, F1, F2 dan F3 terhadap aroma, rasa, tekstur, after taste dan penilain keseluruhan produk tetapi tidak menunjukan perbedaan terhadap warna untuk uji hedonik. Pada metode MPE didapatkan formulasi terpilih adalah F1 dengan total skor 2. Kandungan gizi kue sus kering formula F1 yaitu protein 12,37%, kadar lemak total 33,29%, karbohidrat 38,30%, energi 500,75 kkal dan zat besi (Fe) 4,68 mg. Simpulan: Formula terpilih pada penelitian ini adalah kue sus kering formula F1. kue sus kering tepung kacang merah dan tepung hati ayam dapat dikatakan telah memenuhi klaim sebagai “sumber zat besi pada remaja yaitu pada F1 karena mengandung zat besi sebesar 4,65 mg/100 gram”. Penelitian selanjutan disarankan untuk melihat daya terima dan intervensi produk kue sus kering tepung kacang merah dan tepung hati ayam kepada remaja putri anemia Kata Kunci: Remaja, Anemia, Kue Sus, Kacang Merah, Hati Ayam
Hubungan Pengetahuan PMBA dengan Kejadian Stunting di Desa Langensari UPT Puskesmas DTP Saketi Silfianti, Silfianti; Nuzrina, Rachmanida; Sitoayu, Laras; Fitri, Yuni Pradilla
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.6443

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kurangnya pengetahuan dan informasi selama masa PMBA merupakan salah satu penyebab tidak  tercukupinya kebutuhan anak, yang dapat berpengaruh pada status gizi anak. hasil SSGI 2021 prevalensi balita stunted di Provinsi Banten sebesar 24,5% dan salah satu penyumbang tertinggi berasal dari Kabupaten Pandeglang sebesar 37,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan PMBA dengan kejadian stunting di desa Langensari UPT Puskesmas DTP Saketi. Metode pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jenis data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Kuesioner berisi tentang data karakteristik responden (umur, jenis kelamin, nama anak, nama ibu, TB, BB) dan bagaimana pemberian makan balita dan anak yang berjumlah 12 soal dengan dua pilihan jawaban yaitu benar dan salah. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil : terdapat hubungan hubungan yang signifikan antara pengetahuan PMBA Ibu dengan kejadian stunting pada balita di Posyandu X Desa Langensari Wilayah Kerja UPT Puskesmas DTP Saketi Pandeglang dengan hasil p-value= 0,001 (p<0,05). Kata Kunci: Stunting, SSGI, PMBA 

Page 1 of 1 | Total Record : 5