cover
Contact Name
Ahmad Rayhan
Contact Email
ahmadrayhan30@gmail.com
Phone
+6281917637016
Journal Mail Official
conference.sinesia@gmail.com
Editorial Address
Puri Cempaka Azalea A9 No. 22, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Proceedings National Conference Sisi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31101062     DOI : https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia
Proceedings National Conference Sisi Indonesia (E-ISSN : 3110-1062) is a scientific proceeding resulting from the national conference organized as a forum for collaboration and dissemination of research findings as well as community service activities across various fields of study. The proceedings aim to document and disseminate the ideas, findings, and innovations of academics, researchers, practitioners, and students to a wider audience, both at the national and international levels. These proceedings are published by the Sisi Indonesia Research and Community Service Foundation, as part of its commitment to supporting the improvement of scientific quality and contributing meaningfully to research-based development and community engagement in Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Rancang Bangun Sistem Informasi Pendaftaran Antrean Online Puskesmas Berbasis Website Fathimatus Zahrotun Nisa'; Navy Nurlyn Ajrina; Ganes Dwi Febrianti
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.126

Abstract

Layanan kesehatan di puskesmas masih banyak mengandalkan sistem antrean manual yang menyebabkan penumpukan antrean, ketidakpastian waktu tunggu, dan rendahnya efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe sistem informasi pendaftaran antrean online puskesmas berbasis website, dengan data puskesmas Kabupaten Sidoarjo sebagai studi kasus pengembangan. Sistem dikembangkan menggunakan metode Waterfall dengan Next.js pada sisi frontend, Express.js dan PostgreSQL pada sisi backend, serta Firebase Authentication untuk manajemen autentikasi petugas. Prototipe yang dibangun mencakup fitur pendaftaran antrean daring dengan pemilihan puskesmas, poli, dan jadwal layanan, pemantauan status antrean secara real-time dengan estimasi waktu layanan yang dihitung secara dinamis berdasarkan rata-rata durasi layanan aktual harian, pembatalan antrean, pengelolaan konten informasi kesehatan, serta dasbor statistik untuk petugas. Mekanisme estimasi waktu dirancang dengan dua skema: estimasi berbasis slot waktu default yang dicetak pada nota pendaftaran, serta estimasi dinamis berbasis log aktivitas antrean yang ditampilkan pada halaman pemantauan real-time. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing terhadap seluruh fungsionalitas sistem dengan tingkat keberhasilan 100%. Hasil penelitian berupa prototipe sistem informasi berbasis website yang mampu mendigitalisasi proses pendaftaran antrean puskesmas dan dirancang agar dapat diadaptasi oleh kabupaten atau kota lain sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe yang dibangun berhasil memenuhi seluruh kebutuhan fungsional yang ditetapkan dan berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi untuk digitalisasi layanan antrean kesehatan primer di berbagai daerah di Indonesia.
Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA: Tantangan dan Implikasinya bagi Layanan Bimbingan dan Konseling Fairul Fikam; Sunu Herawan
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.127

Abstract

Prokrastinasi akademik menjadi salah satu permasalahan psikopedagogis yang banyak ditemukan pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Fenomena ini tidak hanya berdampak pada penurunan prestasi belajar, tetapi juga berkaitan dengan stres akademik, kecemasan, dan rendahnya kemampuan regulasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk prokrastinasi akademik, faktor penyebab, dampak psikologis dan akademik, serta implikasinya terhadap pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan thematic synthesis terhadap 20 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2026. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion berdasarkan relevansi topik, kualitas sumber, serta keterkaitan dengan konteks siswa SMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik termanifestasi melalui perilaku menunda pengerjaan tugas, sistem kebut semalam (SKS), avoidance behavior, dan ketergantungan terhadap distraksi digital. Faktor penyebab prokrastinasi terdiri atas faktor internal berupa rendahnya self-efficacy, kecemasan akademik, kegagalan regulasi diri, perfeksionisme, dan motivasi intrinsik yang rendah, serta faktor eksternal seperti penggunaan media sosial, pengaruh teman sebaya, pola asuh permisif, dan sistem pembelajaran yang kurang terstruktur. Dampak prokrastinasi meliputi penurunan prestasi akademik, academic burnout, stres, gangguan manajemen waktu, dan menurunnya kesejahteraan psikologis siswa. Hasil sintesis juga menunjukkan bahwa intervensi berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), cognitive restructuring, self-management, dan pelatihan self-regulation efektif dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik. Oleh karena itu, layanan BK perlu dikembangkan secara preventif, kuratif, dan kolaboratif melalui program yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah dan keluarga.
Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Curhat: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Elsya Ameylia Pradina; Erlin Yunisa Anggraini; Indah Wulandari; Lavenia Mardi Astuti
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.129

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu mengekspresikan emosi dan mencari dukungan psikologis. Salah satu fenomena yang semakin muncul adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media curhat. Banyak individu, khususnya remaja dan dewasa muda, mulai memanfaatkan AI untuk berbagi perasaan, menceritakan masalah pribadi, hingga mencari saran ketika menghadapi kesulitan emosional. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena dapat memengaruhi cara individu memperoleh dukungan psikologis serta memiliki implikasi terhadap praktik bimbingan dan konseling di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan individu menggunakan AI sebagai media curhat serta melihat implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam konteks dukungan emosional dan komunikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendorong individu menggunakan AI sebagai media curhat, antara lain rasa anonimitas yang memberikan perlindungan identitas, kemudahan akses selama 24 jam dengan respons yang cepat, perasaan tidak dihakimi ketika menyampaikan masalah, adanya kontrol yang lebih besar terhadap proses interaksi, serta tidak adanya tuntutan komunikasi nonverbal seperti dalam interaksi langsung dengan manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alternatif ruang ekspresi emosional bagi individu di era digital. Namun demikian, fenomena ini juga memberikan tantangan sekaligus peluang bagi praktik bimbingan dan konseling untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dalam memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat.
Best Practices Strategi Penguatan Komunikasi Efektif Pada Santri Melalui Layanan Klasikal dan Video Based Learning Dhanang Budi; Sofi Azizah
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.132

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan angket terdapat beberapa permasalahan mengenai komunikasi dalam keluarga, yaitu anak kurang memahami cara yang efektif dalam berkomunikasi dalam keluarga dan anak kurang bisa mengekspresikan perasaanya kepada keluarga dikarenakan satu dan lain hal. Dalam praktikum ini dilakukan pada santri ponpes Madrosatul Qur’anil Aziziyyah, dengan menggunakan metode klasikal dan video based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan 30 santri sebagai partisipan penelitian. Data diperoleh melalui angket komunikasi efektif dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil dari Pre-test dan Post-test yang diberikan kepada santri putra menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.004 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan layanan klasikal dan video based learning. Banyak tantangan yang terjadi selama proses pemberian layanan salah satunya adalah kurangnya sarana dan prasarana yang ada di ponpes.
Systematic Literature Review: Implementasi Psikologi Positif untuk Mengoptimalisasi Potensi Generasi Alpha Ramjani Novita Fajar Ningrum; I'anatun Sitya Istaulinda
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.134

Abstract

Generasi Alpha tumbuh sebagai digital native dalam lingkungan yang sangat dinamis dan kompleks, sehingga berpotensi besar untuk berkembang sekaligus menghadapi tantangan psikologis. Kondisi demikian menuntut adanya pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah, melainkan juga pada pengembangan kekuatan Generasi Alpha dalam mengoptimalkan potensi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi psikologi positif dalam mengoptimalkan potensi Generasi Alpha melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan melalui proses pengumpulan, seleksi, evaluasi, dan sintesis berbagai literatur ilmiah yang relevan terkait pendekatan dalam psikologi positif dan karakteristik Generasi Alpha. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikologi positif dengan Strength-Based Approach (SBA) berperan penting dalam mendukung optimalisasi potensi Generasi Alpha. Pendekatan Realita membantu meningkatkan tanggung jawab, kesadaran diri, dan kemampuan pengambilan keputusan, sedangkan SFBC berkontribusi dalam penguatan kemampuan pemecahan masalah dan orientasi solusi. Integrasi kedua pendekatan tersebut efektif dalam membantu Generasi Alpha menghadapi tantangan psikologis sekaligus mengembangkan potensi diri secara adaptif. Implikasi penelitian ini secara teoritis memperkuat kajian psikologis positif dalam pengembangan potensi individu berbasis kekuatan, sedangkan secara praktis menjadi rujukan bagi konselor dalam merancang layanan bimbingan dan konseling yang bersifat preventif dan developmental.
Hubungan Antara Sanksi dan Kepatuhan Karyawan terhadap Kebijakan Area Bebas Rokok di Kota Pekanbaru Inne Fadila; Yoga Saputra; Meisa Apriyanti; Muhammad Amirul Nur; Qayla Meylani
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.135

Abstract

Kebijakan Kawasan Bebas Asap Asap (SFA) merupakan upaya penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari efek berbahaya asap rokok, khususnya di dalam lembaga pemerintah. Namun, kepatuhan karyawan terhadap kebijakan Kawasan Bebas Rokok di Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru masih dinilai rendah. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kepatuhan karyawan adalah penerapan sanksi atas pelanggaran kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara sanksi dan kepatuhan karyawan terhadap kebijakan Kawasan Bebas Rokok di Kantor PP Satpol Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini melibatkan 238 pegawai di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru, dengan sampel 130 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berturut-turut. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,4% responden tidak mematuhi kebijakan Kawasan Bebas Rokok, sedangkan 59,2% tidak setuju dengan penerapan sanksi. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara sanksi dan kepatuhan karyawan dengan nilai p 0,050 (≤0,05). Kesimpulannya, sanksi memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan karyawan terkait kebijakan Kawasan Bebas Rokok di Kantor PP Satpol Kota Pekanbaru.
Antara Kedekatan Dan Batasan (Anggapan Guru Sebagai Teman Terhadap Attitude Dalam Perspektif Bimbingan Dan Konseling) Nuris Sai'dah Rahmah Maulidiyah
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.136

Abstract

Perubahan pola hubungan antara siswa dan guru di era modern menunjukkan pergeseran menuju interaksi yang lebih terbuka dan egaliter. Meskipun kondisi ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan komunikatif, hal ini juga berpotensi mengurangi rasa hormat siswa terhadap guru. Masalah ini tercermin dalam perilaku seperti komunikasi yang tidak sopan, kurangnya perhatian selama kegiatan belajar, dan pelanggaran peraturan sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan rasa hormat siswa terhadap guru dan untuk meneliti peran bimbingan dan konseling dalam mengatasi fenomena ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal, buku, penelitian sebelumnya, dan artikel terkait yang berhubungan dengan hubungan siswa-guru, perkembangan remaja, pendidikan karakter, dan pendekatan bimbingan dan konseling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena tersebut. Temuan menunjukkan bahwa penurunan rasa hormat siswa terhadap guru dipengaruhi oleh karakteristik perkembangan remaja, media sosial dan pola komunikasi, lingkungan keluarga, budaya sekolah, dan distorsi kognitif dalam memandang guru sebagai teman sebaya tanpa batasan yang jelas. Dari perspektif bimbingan dan konseling, Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dianggap efektif dalam membantu siswa merekonstruksi pola pikir irasional dan mengembangkan sikap sosial yang lebih adaptif. Kesimpulannya, menjaga keseimbangan antara kedekatan dan batasan dalam hubungan siswa-guru sangat penting untuk mendukung pengembangan karakter dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tentang pendidikan berkualitas.
Strategi Mereduksi Fear of Missing Out (FoMO) Pada Remaja di Era Digital Zahrotunnisa Lailatun Nafiah; Syifa Aulia; Nadya Riza Nuraini Fashya; Syahbanu; Dinda Hafizha Auliandi
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.137

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja memunculkan fenomena fear of missing out (FoMO), yaitu kondisi psikologis berupa kecemasan karena merasa tertinggal dari pengalaman orang lain. Penelitian sebelumnya umumnya lebih berfokus pada dampak psikologis FoMO dan kecanduan media sosial, sedangkan kajian mengenai strategi reduksi FoMO secara integratif masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi mereduksi FoMO pada remaja di era digital melalui pendekatan psikologis, edukatif, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan lainnya. Data dikumpulkan melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, serta sintesis berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa FoMO merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis, pola interaksi digital, dan lingkungan sosial. Strategi yang dinilai efektif untuk mereduksi FoMO meliputi bimbingan kelompok berbasis self-awareness, pengelolaan media sosial melalui model SoMe (Share, Optimize, Manage, Engage), pendekatan mindfulness, penguatan literasi digital, optimalisasi layanan bimbingan dan konseling, serta penguatan dukungan sosial. Strategi tersebut tidak hanya membantu remaja mengelola penggunaan media sosial secara lebih sadar, tetapi juga meningkatkan regulasi emosi, kontrol diri, dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, reduksi FoMO memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial agar remaja mampu beradaptasi secara sehat di era digital.
Persepsi Siswa dan Guru terhadap Game-Based Assessment dan PaperBased Assessment dalam Pembelajaran Fisika Aulia Zayyan Hanifah; Abella Hasya Putria Wardani; Elvin Yusliana Ekawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.141

Abstract

Dominannya asesmen berbasis kertas dalam pembelajaran fisika dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi keterlibatan murid dan pengembangan deep learning. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif komparatif yang mengeksplorasi persepsi murid dan guru terhadap game-based assessment melalui model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan aplikasi Bamboozle dan paper-based assessment melalui model Team Assisted Individualization (TAI), serta implikasinya terhadap kemampuan deep learning murid dalam pembelajaran fisika — suatu perbandingan yang belum banyak dikaji secara mendalam dalam literatur sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif interpretatif dengan partisipan 2 kelompok kelas dan dua guru fisika di SMAN 4 Surakarta dan SMAN 1 Karanganyar. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 10 murid terpilih dan kedua guru, serta dokumentasi pembelajaran. Analisis mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana dengan validasi triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) game-based assessment melalui TGT meningkatkan keterlibatan aktif, motivasi, dan komunikasi murid melalui mekanisme kompetisi berbasis poin dan umpan balik real-time; (2) paper-based assessment melalui TAI lebih efektif mendorong proses berpikir sistematis, reflektif, dan analitis melalui pengerjaan soal individu sebelum diskusi kelompok; (3) dalam konteks deep learning, TGT unggul dalam mendorong berpikir kritis dan adaptif, sedangkan TAI lebih kuat dalam membangun kedalaman pemahaman konsep secara terstruktur. Kedua pendekatan bersifat saling melengkapi dan tidak dapat saling menggantikan. Guru fisika perlu mengintegrasikan keduanya secara sinergis untuk menciptakan pembelajaran yang sekaligus mengoptimalkan keterlibatan dan kedalaman konseptual. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka asesmen inovatif berorientasi deep learning dalam pembelajaran fisika abad ke-21.
Peran Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Literasi Informasi dan Literasi Digital: Studi Literatur Syifana Qolbi Zain; Fina Husnawati; Yulianto Agung Rezeki
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.142

Abstract

Perkembangan teknologi digital di abad ke-21 mendorong integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep serta literasi digital peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran fisika serta mengkaji perannya sebagai sumber informasi digital dalam mendukung literasi informasi dan digital peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah lima artikel jurnal yang relevan yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2026 melalui basis data Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran fisika, seperti penggunaan chatbot, sistem pembelajaran adaptif, simulasi virtual, dan platform digital berbasis AI, mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan belajar, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, AI berperan sebagai sumber informasi digital yang memudahkan peserta didik dalam mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara mandiri, sehingga mendukung pengembangan literasi informasi dan digital. Meskipun demikian, implementasi AI masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kompetensi digital pendidik, serta potensi ketergantungan peserta didik terhadap teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penerapan yang tepat agar pemanfaatan AI dapat optimal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika.

Page 6 of 12 | Total Record : 112