cover
Contact Name
Ahmad Rayhan
Contact Email
ahmadrayhan30@gmail.com
Phone
+6281917637016
Journal Mail Official
conference.sinesia@gmail.com
Editorial Address
Puri Cempaka Azalea A9 No. 22, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Proceedings National Conference Sisi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31101062     DOI : https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia
Proceedings National Conference Sisi Indonesia (E-ISSN : 3110-1062) is a scientific proceeding resulting from the national conference organized as a forum for collaboration and dissemination of research findings as well as community service activities across various fields of study. The proceedings aim to document and disseminate the ideas, findings, and innovations of academics, researchers, practitioners, and students to a wider audience, both at the national and international levels. These proceedings are published by the Sisi Indonesia Research and Community Service Foundation, as part of its commitment to supporting the improvement of scientific quality and contributing meaningfully to research-based development and community engagement in Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
Implementasi Aksi Kolaboratif Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 8 dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi di SD Negeri Kendalrejo Surakarta Muhammad Nizar Ardhani
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.1

Abstract

Kampus Mengajar merupakan strategi kolaboratif nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya pada aspek literasi dan numerasi. Masalah yang dihadapi oleh SD Negeri Kendalrejo, Surakarta, mencakup rendahnya minat baca peserta didik, keterbatasan sarana literasi, serta belum optimalnya penerapan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk aksi kolaboratif yang dilakukan mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 8 dalam menjawab permasalahan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan kolaboratif berjalan efektif melalui penguatan budaya literasi dan numerasi, optimalisasi adaptasi teknologi, serta variasi metode pembelajaran. Kesimpulannya, aksi kolaboratif mahasiswa Kampus Mengajar mampu menjawab kebutuhan sekolah dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi dasar peserta didik. Dampak jangka panjang dari program ini adalah terbentuknya budaya belajar yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan karakter kepemimpinan dan empati sosial mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan.
Kebijakan Pembangunan vs Hak Masyarakat Adat: Konflik Sumber Daya dan Kekerasan di Papua Januar Rahadian Mahendra; Supanto
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.4

Abstract

Studi ini mengkaji dinamika konflik sumber daya serta manifestasi kekerasan struktural yang dialami oleh masyarakat adat Papua sebagai konsekuensi dari kebijakan pembangunan nasional yang tidak mengindahkan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC). Dengan menerapkan metode penelitian normatif dan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengevaluasi bagaimana inisiatif-inisiatif pembangunan seperti proyek Jalan Trans-Papua dan program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) telah memicu perampasan tanah, kerusakan lingkungan, serta eksklusi sosial terhadap komunitas adat. Dalam kerangka teori kekerasan struktural yang dirumuskan oleh Johan Galtung, penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan tidak selalu bersifat fisik, melainkan dapat beroperasi melalui instrumen hukum, kebijakan publik, serta struktur sosial-ekonomi yang secara sistematis menyingkirkan masyarakat adat dari akses terhadap sumber daya dan pengambilan keputusan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa ketidakterlibatan masyarakat adat dalam proses pembangunan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan merupakan wujud kekerasan institusional yang berlangsung secara berulang dan terlembaga. Prinsip FPIC, yang seharusnya menjadi mekanisme perlindungan hak-hak masyarakat adat, dalam praktiknya kerap direduksi menjadi formalitas administratif yang minim substansi. Kondisi ini tidak hanya memperparah konflik agraria, tetapi juga mempertahankan ketimpangan relasi kuasa antara negara, korporasi, dan komunitas adat. Oleh karena itu, studi ini menekankan pentingnya reformasi pendekatan pembangunan nasional melalui penguatan pengakuan hukum terhadap hak-hak kolektif masyarakat adat dan implementasi prinsip FPIC yang autentik sebagai langkah strategis untuk mencegah berlanjutnya kekerasan struktural di Papua.
Suplementasi Udang Rebon untuk Meningkatkan Kadar Zink pada Anak Stunted Sri Sulistyawati Anton; Agussalim Bukhari; Aidah Juliati A Baso; Kadek Ayu Erika; Anton Anton; Fatmah Fatmah; Isymiarni Syarif
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.7

Abstract

Defisiensi zink sangat berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan peningkatan risiko infeksi, terutama pada anak stunting. Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di wilayah dengan sumber daya terbatas, sering kali disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan asupan mikronutrien yang tidak memadai. Udang rebon, sebagai pangan lokal yang kaya protein dan zink, memiliki potensi sebagai intervensi gizi untuk mengatasi masalah ini. Penelitian quasi-eksperimen ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian makanan tambahan berbahan dasar udang rebon terhadap kadar zink serum pada anak stunting usia 24–60 bulan. Sebanyak 88 anak stunting dibagi secara acak menjadi dua kelompok: intervensi (n=44) dan control (n=44). Kelompok intervensi menerima makanan tambahan berbahan dasar udang rebon setiap hari selama 90 hari, sedangkan kelompok kontrol menerima plasebo. Kadar zink serum diukur pada hari ke-0 dan hari ke-90 melalui sampel darah. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar zink serum yang signifikan pada kedua kelompok (p=0.0001), namun peningkatan lebih tinggi terjadi pada kelompok intervensi (75.25±6.49) dibandingkan kelompok kontrol (72,14±6,01). Temuan ini menunjukkan bahwa suplementasi berbasis udang rebon efektif dalam meningkatkan status zink anak stunting. Sebagai pangan lokal yang bergizi, terjangkau, dan mudah diakses, udang rebon berpotensi dikembangkan sebagai strategi alternatif dalam upaya penanggulangan stunting dan defisiensi mikronutrien.
Evaluasi Program Percepatan Pencegahan Stunting di Kota Madiun Tahun 2022 dan 2023 Hamii Datur Rosydah; Durrotun Nafisah
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.15

Abstract

Peraturan Presiden 42 Tahun 2013 mengawali gerakan nasional percepatan gizi, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan. Selanjutnya, pada tahun 2018 di Kota Madiun diluncurkan program stunting yang menyasar ibu hamil dan anak usia 6-59 bulan yang berisiko mengalami stunting dan gizi buruk. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mempercepat penurunan angka stunting, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden 72 Tahun 2021. Meskipun Kota Madiun telah mengalami kemajuan dalam menurunkan angka stunting, namun permasalahan tersebut masih ada. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari studi dokumen dan wawancara langsung. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2024 terhadap 10 responden (pelaksana program dan masyarakat terkait). Menganalisis evaluasi program berdasarkan input, proses, output dan outcome dari kedua program sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan program di tahun selanjutnya. Hasil: Pada tahun 2022, program WSS (Warung Stop Stunting) menunjukkan peningkatan output berat badan ibu hamil sebesar 93,38% dan peningkatan pada anak sebesar 65,18%. Sementara itu, program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pada tahun 2023 menunjukkan peningkatan output sebesar 7% lebih tinggi dibandingkan dengan program WSS. Kesimpulan: Dilihat dari keberlanjutan program, program WSS tahun 2022 menunjukkan tingkat keberlanjutan yang lebih rendah dibandingkan dengan program PMT daerah tahun 2023. Kegiatan PMT daerah memiliki potensi yang lebih besar untuk dilanjutkan sebagai program stunting di Kota Madiun. Lebih lanjut, program PMT dapat dilanjutkan sebagai program penurunan stunting di Kota Madiun dengan beberapa catatan evaluasi yang perlu diperhatikan untuk perbaikan.
Tinjauan Literatur: Pajak Hiburan dan Pajak Restoran dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Muhammad Sigro Amurwatpraja; Sri Trisnaningsih
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak hiburan dan pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendekatan literature review. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum optimalnya kontribusi pajak hiburan dan pajak restoran terhadap PAD di berbagai daerah, yang tercermin dari temuan sebelumnya yang menunjukkan hasil yang bervariasi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menelaah berbagai hasil studi terdahulu yang relevan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020–2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa pajak restoran cenderung memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD di sebagian besar daerah, terutama di wilayah dengan aktivitas konsumsi masyarakat yang tinggi. Sementara itu, pajak hiburan menunjukkan hasil yang beragam; di beberapa daerah pajak hiburan memberikan kontribusi positif, tetapi di daerah lain pengaruhnya tidak signifikan akibat terbatasnya sarana hiburan dan lemahnya pengawasan pajak. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengelolaan pajak oleh pemerintah daerah guna mengoptimalkan potensi kedua jenis pajak tersebut dalam meningkatkan PAD.
Modul Billing Berbasis Web untuk Pengelolaan Invoice di PT XYZ  dengan Laravel Abiyyu Umar Thoyyib; Ahmad Ridha; Wendi Maksalmina
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.20

Abstract

Sebuah perusahaan IT Managed Service, PT XYZ, masih menggunakan modul billing berbasis desktop sehingga mengakibatkan aksesnya terbatas, karena jika ingin melakukan perubahan pada aplikasi membutuhkan instalasi ulang. Penelitian ini mengembangkan sebuah modul billing berbasis web dengan framework Laravel untuk digitalisasi pembuatan dan pengelolaan invoice, serta menyajikan rekap data dalam format Excel. Metodologi pengembangan yang digunakan adalah Extreme Programming (XP) karena fleksibilitasnya dalam merespon perubahan kebutuhan dan mendorong kolaborasi intensif antara tim pengembang dan pengguna. Pengumpulan kebutuhan dilakukan melalui diskusi dan analisis alur kerja tim billing, dilanjutkan dengan perancangan use case, flowchart diagram, dan entity relationship diagram. Sistem telah diuji menggunakan User Acceptance Testing (UAT) dan menunjukkan bahwa semua fitur (pembuatan invoice otomatis, penyimpanan data terpusat, dan ekspor laporan Excel) berjalan sesuai ekspektasi. Implementasi ini dapat mengurangi risiko kesalahan manual, mempercepat proses administrasi, dan memperkuat budaya digital perusahaan.
Modul Monitoring Jaringan Berbasis Mobile dengan Framework Flutter Muhammad Alif Vidi; Ahmad Ridha; Wini Muthia Kansha
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.21

Abstract

Akses informasi mengenai kualitas layanan jaringan di internet service provider (ISP) seringkali hanya dapat dilakukan oleh tim operasional, sehingga pelanggan bergantung pada perantara untuk memperoleh data terkait layanan mereka. Untuk mengatasi hal tersebut, studi ini mengembangkan sebuah sistem Quality of Service Internet Monitoring berbasis mobile menggunakan framework Flutter yang kompatibel dengan platform Android dan iOS. Pengembangan dilakukan menggunakan kerangka kerja Scrum, dengan tiga sprint utama mencakup perencanaan kebutuhan, implementasi fitur dasar (daftar dan detail layanan), hingga penambahan grafik kualitas jaringan serta fitur pengubahan titik koordinat aktivasi layanan. Setiap sprint dievaluasi melalui Black-Box Testing untuk memastikan kesesuaian fungsi dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur, termasuk tampilan status layanan, grafik monitoring (Downlink Throughput, Latency, Signal Quality, Uplink Throughput, Ping Drop Rate, dan Obstruction), serta mekanisme interaktif untuk memperbarui koordinat, berjalan sesuai spesifikasi tanpa kendala. Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk memantau kondisi jaringan secara mandiri dan real-time, mendukung upaya transformasi digital layanan di lingkungan ISP.
Public Law as Incentive Architecture: Rethinking Legal Design for Policy Uptake in Civil Service Reform Ari Wibowo
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.24

Abstract

This study examines why legal mandates in Indonesia’s civil service reform—despite being embedded in strong formal frameworks such as Law No. 5/2014—often fail to drive behavioral change among public officials. The objective is to investigate the cognitive, motivational, and institutional barriers that undermine legal compliance and to propose an alternative legal design grounded in behavioral insights. Methods: The research applies a Behavioral Law and Economics (BLE) approach through qualitative-descriptive analysis, combining doctrinal legal interpretation with institutional case studies across government agencies. Data is drawn from secondary sources, regulatory reviews, and literature on bureaucratic behavior and public policy compliance. Results: Findings show that regulatory failure is not merely technical but behavioral. Legal norms—such as merit-based recruitment, electronic performance systems, and open promotion—are often implemented symbolically. Barriers include regulatory overload, status quo bias, loss aversion, informal norms that compete with formal law, and political interference that distorts incentives. These dynamics result in path dependency and ritualistic compliance that weaken reform outcomes. Conclusions: This study proposes a reconceptualization of public law as incentive architecture, integrating nudges, defaults, and behavioral feedback into regulatory design. It recommends the reformulation of priority legal provisions, pilot testing of BLE-based interventions in civil service institutions, and the establishment of a behavioral legal design unit under the Ministry of Administrative Reform. Ultimately, the law’s effectiveness depends not on command-and-control logic but on its capacity to align with human cognition, motivation, and institutional context—allowing law to guide behavior intelligently and sustainably.
Analisis Pengetahuan dan Persepsi Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Terapi Komplementer Ni Made Umi Kartika Dewi; Ni Made Diah Novikasari; I Gusti Ayu Rai Widowati; Luh Seri Ani
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.25

Abstract

Terapi Komplementer (PTK) semakin sering digunakan oleh pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), khususnya di wilayah Asia Tenggara. Namun, banyak pasien yang menganggap PTK secara otomatis aman dan efektif tanpa memahami risiko atau potensi interaksinya dengan pengobatan konvensional. Kesalahpahaman ini sering kali disebabkan oleh rendahnya literasi kesehatan serta kurangnya komunikasi dengan tenaga kesehatan, yang berpotensi menyebabkan keputusan pengobatan yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan persepsi pasien terhadap PTK pada konteks pengelolaan DMT2. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 104 pasien DMT2 yang menjalani perawatan di Osadha Klinik Pratama, Bali. Populasi total yang memenuhi syarat terdiri dari 141 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan tervalidasi untuk mengukur literasi kesehatan dan persepsi pasien terhadap PTK. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel. Hasil menunjukkan bahwa 83,7% responden memiliki literasi kesehatan rendah (skor rata-rata 1,98/16; SD = 3,416), dan 82,7% memiliki persepsi sedang (skor rata-rata 27,35/50; SD = 3,226). Uji Spearman menunjukkan korelasi positif sedang yang signifikan (ρ = 0,500; p = 0,000). Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi yang terarah untuk meningkatkan pemahaman pasien dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih aman dan berbasis bukti dalam penggunaan PTK oleh pasien DMT2.
Kembar Mayang: Simbol Harapan dan Doa dalam Pernikahan Etnis Jawa di Desa Denai Lama Afrillia Dinda Kumara
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali fungsi dan makna simbolik kembar mayang dalam tradisi pernikahan etnis Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan meliputi pengrajin kembar mayang, temok manten, serta masyarakat pengguna tradisi ini, yaitu etnis Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kembar mayang berfungsi sebagai media doa, arahan, dan nasihat bagi pasangan pengantin. Setiap unsur simboliknya mengandung makna mendalam: janur mencerminkan harapan akan keluarga harmonis, bunga pinang melambangkan kecantingkan, pohon pisang raja menggambarkan kemakmuran, daun beringin sebagai simbol perlindungan, daun andong mencerminkan tanggung jawab laki-laki, daun puring merepresentasikan pengendalian emosi, dan daun mangkok melambangkan rezeki.