cover
Contact Name
Taufik
Contact Email
taufikbima25@gmail.com
Phone
+6281310588960
Journal Mail Official
admin@lppmamanah.org
Editorial Address
Jln. Lintas Sumbawa–Bima, No. 32, RT 014/RW 000, Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu - NTB
Location
Kab. dompu,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 30905362     DOI : https://doi.org/10.66371/jadika
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar (e-ISSN 3090-5362). Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) AMANAH. Jurnal ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil penelitian asli serta membahas isu-isu terkini terkait pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar, dengan topik kajian yang mencakup: sains, matematika, sosial, kewarganegaraan, bahasa, seni, budaya, agama, keolahragaan, teknologi, lingkungan, belajar dan pembelajaran, teknologi pendidikan, perangkat dan media pembelajaran, model, pendekatan, metode serta strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, psikologi pembelajaran, pedagogi, dan pendidikan inklusif. JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan artikel penelitian komprehensif. Setiap naskah yang masuk diseleksi berdasarkan kajian ilmiah serta kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan dasar. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Analisis Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Kurikulum Merdeka Nur Islamiati; Habiburrahman Habiburrahman
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v2i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa Sekolah Dasar dalam pembelajaran matematika berbasis Kurikulum Merdeka di SDN 28 Dompu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Dasar di SDN 28 Dompu pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes literasi numerasi dan observasi pembelajaran. Tes literasi numerasi disusun berdasarkan indikator kemampuan memahami masalah, menggunakan konsep dan prosedur matematika, serta menafsirkan dan menyelesaikan masalah matematika kontekstual. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa masih berada pada kategori sedang hingga rendah. Sebanyak 35% siswa mampu menyelesaikan soal matematika kontekstual dengan benar, sementara 65% siswa masih mengalami kesulitan. Hasil observasi menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih didominasi oleh aktivitas berpusat pada guru. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan literasi numerasi perlu dilakukan melalui pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan berpusat pada siswa sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Kesesuain Kurikulum Merdeka dengan Prinsip Developmentally Appropriate Practice dalam Pembelajaran Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur Faolina Margaretta Laia; Jesika Olivia Sitompul; Meisy Naina Saragih; Nayla Azkiya; Lidwina Dedea Br Ginting
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v2i2.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Kurikulum Merdeka dengan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP) sebagai landasan pedagogis dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, Kurikulum Merdeka dan DAP memiliki keselarasan konseptual dalam menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran; kedua, prinsip DAP dapat menjadi kerangka pedagogis yang mengarahkan fleksibilitas Kurikulum Merdeka agar benar-benar sesuai dengan tahap perkembangan, keunikan individu, dan latar sosial budaya peserta didik; ketiga, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman guru tentang prinsip DAP dengan penerapannya di kelas. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar akan lebih efektif dan bermakna apabila guru secara sadar mengintegrasikan prinsip DAP dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Pengaruh Penggunaan Gambar dalam Pembelajaran terhadap Pemahaman Cerita Pendek pada Siswa Sekolah Dasar Hermansyah Hermansyah; Arifudin Arifudin; Ferawati Ferawati
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v2i2.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gambar dalam pembelajaran terhadap pemahaman cerita pendek pada siswa kelas IV SDN 7 Woja. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest, yang melibatkan 21 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman cerita pendek yang diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) perlakuan pembelajaran menggunakan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa, yang tercermin dari peningkatan skor rata-rata dari 62,38 pada pretest menjadi 78,57 pada posttest. Penggunaan gambar membantu siswa dalam mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur cerita, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Hasil ini mendukung teori bahwa media visual, seperti gambar, dapat memperjelas informasi dan mempermudah siswa dalam memahami materi yang abstrak. Meskipun demikian, masih ada beberapa siswa yang belum menunjukkan perubahan signifikan, yang menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti keterampilan membaca dan pengalaman sebelumnya juga mempengaruhi pemahaman siswa. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar guru lebih sering mengintegrasikan media gambar dalam pembelajaran dan memadukannya dengan metode lain untuk meningkatkan keterampilan membaca dan pemahaman cerita siswa secara lebih menyeluruh. Penggunaan gambar dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman cerita pendek pada siswa sekolah dasar.
Penggunaan Quizizz sebagai Media Evaluasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa SD Syahru Ramadhan; Ida Faujiati; Suci Nurfadila
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v2i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran terhadap keaktifan siswa SDN 03 Dompu pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental design menggunakan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas V SDN 03 Dompu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari peningkatan rata-rata keaktifan siswa sebelum penggunaan Quizizz sebesar 56% menjadi 86,4% setelah penggunaan Quizizz diterapkan. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan Quizizz terhadap keaktifan siswa. Dengan demikian, Quizizz dapat digunakan sebagai media evaluasi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa sekolah dasar.
Pengalaman Guru dalam Menggunakan Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran di Sekolah Dasar Junari Yulianti; Siti Nurbaya; Muhammad Syaiful
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v2i2.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman guru sekolah dasar dalam menggunakan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk memahami pengalaman langsung guru dalam memanfaatkan AI pada proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada beberapa sekolah dasar di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Subjek penelitian terdiri atas guru sekolah dasar yang telah menggunakan AI dalam penyusunan materi, pembuatan media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan efisien. Namun, penggunaan AI masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi digital guru, kurangnya fasilitas teknologi, dan perlunya penyesuaian materi sesuai karakteristik siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan dukungan fasilitas untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam pembelajaran sekolah dasar.
Analisis Kemampuan Computational Thinking Siswa Sekolah Dasar pada Pemecahan Masalah Matematika A. Rasul A. Rasul; Subhanudin Subhanudin; Heny Julianingsih
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v2i2.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Computational Thinking siswa sekolah dasar pada pemecahan masalah matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Inauga Sempan Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Instrumen yang digunakan berupa tes Computational Thinking yang disusun berdasarkan empat indikator, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithmic thinking. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase capaian setiap indikator dan mengelompokkannya ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Computational Thinking siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 76,16%. Indikator decomposition memperoleh capaian tertinggi sebesar 82,14% dengan kategori tinggi, sedangkan indikator algorithmic thinking memperoleh capaian terendah sebesar 69,64% dengan kategori sedang. Sementara itu, indikator pattern recognition dan abstraction masing-masing memperoleh persentase sebesar 78,57% dan 74,29% dengan kategori sedang. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa siswa telah memiliki kemampuan Computational Thinking yang cukup baik, namun masih memerlukan penguatan, terutama pada aspek algorithmic thinking. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional secara lebih optimal.

Page 3 of 3 | Total Record : 26