cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Care Management Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya Jesica Santika; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1356

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis utama pada lansia yangmembutuhkan self-care management jangka panjang, di mana keterbatasan fisik dan kognitiflansia menjadikan dukungan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Survei pendahuluanterhadap 17 lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung menunjukkan 58,8%memiliki dukungan keluarga kurang dan 58,8% memiliki self-care management kurang.Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-care management lansiapenderita hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 61 responden yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis dengan ujiSpearman Rank.Hasil: Sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga kategori cukup (35 responden,57,4%), dengan dimensi informasi menjadi paling lemah, terbukti 21 responden (34,4%)tidak rutin minum obat, di antaranya 4 responden (19,0%) lupa karena tidak diingatkankeluarga. Self-care management juga mayoritas kategori cukup (35 responden, 57,4%),dengan komponen kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan paling belum optimal, terbuktihanya 7 responden (11,5%) yang selalu mengikuti saran dokter atau perawat dalammengontrol tekanan darah. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 (p<0,05) dan r =0,537.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan self-caremanagement lansia penderita hipertensi dengan kekuatan sedang dan arah positif, artinyasemakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula self-care management lansia.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di RS PMI Bogor Rindu Meira Utami; Desi Afriyanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1358

Abstract

Hemodialisis merupakan terapi jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien,sehingga dukungan keluarga diperlukan dalam membantu pasien menjalani terapi. Penelitian inibertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien yang menjalanihemodialisis di RS PMI Bogor Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectionaldengan 68 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakankuesioner dukungan keluarga dan Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SF36),kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan 53 responden (77,9%)memiliki dukungan keluarga baik dan 52 responden (76,5%) memiliki kualitas hidup baik. Terdapathubungan yang signifikan dan kuat antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasienhemodialisis (r = 0,628; p < 0,001). Semakin baik dukungan keluarga, semakin baik kualitas hiduppasien yang menjalani hemodialisis.
Gangguan Tidur Terhadap Capaian Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah Feby Meuthia Fitri; Fitriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1359

Abstract

Gangguan tidur pada anak usia prasekolah masih memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, yaitu mencapai 44,2%. Namun, penelitian mengenai hubungan gangguan tidur dengan perkembangan kognitif pada anak usia prasekolah masih terbatas, khususnya di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara gangguan tidur dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TKIT Raflesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 64 anak usia prasekolah yaitu 4-6 tahun dengan teknik total sampling. Gangguan tidur diukur menggunakan Children's Sleep Habits Questionnaire (CSHQ) dan kuesioner perkembangan kognitif. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Sebanyak 43 responden (67,2%) mengalami gangguan tidur dan 29 responden (45,3%) memiliki perkembangan kognitif kategori kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan tidur dengan perkembangan kognitif (p < 0,001; r = 0,641). Maknanya, nilai r = 0,641 menunjukkan arah korelasi positif sehingga semakin tingginya skor gangguan tidur semakin rendah kategori perkembangan kognitif anak. Kesimpulan: Masalah gangguan tidur berhubungan kuat dengan kognitif anak usia prasekolah di TKIT Raflesia. Perawat anak dan institusi sekolah disarankan mengintegrasikan sleep hygiene serta pemantauan perkembangan kognitif secara rutin. Kata kunci: Anak Usia Prasekolah, Gangguan Tidur, Perkembangan Kognitif
Perubahan Tekanan Darah Intraoperatif Pada Lansia Hipertensi Yang Menjalani General Anestesi Intubasi Adim Lintar Nur Febriono; Suryanto; Widigdo Rekso Negoro; Anjarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1362

Abstract

Perubahan fisiologis akibat proses penuaan, seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan sensitivitas baroreseptor, menyebabkan lansia lebih rentan mengalami fluktuasi tekanan darah intraoperatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan stabilitas hemodinamik tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi yang menjalani operasi elektif dengan general anestesi. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kriteria inklusi meliputi pasien berusia ≥ 60 tahun, menjalani operasi elektif, dan mendapatkan induksi anestesi propofol. Adapun kriteria eksklusi meliputi pasien dengan data rekam medis yang tidak, serta pasien yang memiliki riwayat penyakit selain hipertensi. Data tekanan darah sistol dan diastol diukur pada fase pra anestesi dan intra anestesi. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan seluruh data berdistribusi normal (p > 0,05), sehingga dilakukan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistol menurun dari 164,10 ± 5,21 mmHg menjadi 145,10 ± 4,35 mmHg (p = 0,000), sedangkan tekanan darah diastol menurun dari 96,15 ± 4,18 mmHg menjadi 84,30 ± 2,90 mmHg (p = 0,000). Disimpulkan bahwa terdapat perubahan signifikan tekanan darah sistol dan diastol selama intra anestesi pada pasien lansia dengan hipertensi yang menjalani operasi elektif dengan general anestesi.
Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Posyandu Asoka II Kelurahan Ciparigi Ananda Junita Rahadian; Priharyanti Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1364

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalammeningkatkan status kesehatan bayi karena mampu mendukung pertumbuhan, perkembangan, sertameningkatkan daya tahan tubuh, meskipun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum mencapaitarget yang diharapkan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusifadalah status pekerjaan ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status pekerjaan ibudengan pemberian ASI eksklusif di Posyandu ASOKA II Kelurahan Ciparigi. Metode: Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 ibu yangmemiliki anak usia 6–24 bulan dan memiliki riwayat menyusui, dipilih menggunakan teknik total sampling.Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besarresponden merupakan ibu yang tidak bekerja sebanyak 47 orang (52,8%), sedangkan ibu bekerja sebanyak 42orang (47,2%), Mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif, sebanyak 53 orang (59,6%), sedangkan36 orang (40,4%) memberikan ASI eksklusif. Pada kelompok ibu bekerja, sebagian besar tidak memberikan ASIeksklusif (81,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara statuspekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p &lt; 0,001; OR = 0,160). Kesimpulan: Status pekerjaan ibuberhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI eksklusif di Posyandu ASOKA II Kelurahan Ciparigi. Ibuyang bekerja cenderung memiliki peluang yang lebih rendah dalam memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibuyang tidak bekerja. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta lingkungan tempat kerja diperlukan untukmeningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Seks Bebas Arsih; Hajar Nur Fathur Rohmah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1367

Abstract

Pengetahuan remaja putri tentang seks bebas masih tergolong rendah sehingga diperlukan pendidikankesehatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan remajaputri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Penelitian menggunakan metodekuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 445 siswi, dengan sampelsebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified RandomSampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum (pretest)dan sesudah (posttest) intervensi pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet. Analisis datamenggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatanpengetahuan setelah pemberian pendidikan kesehatan. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar &lt;0,001(p&lt;0,05) menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet berpengaruhsignifikan terhadap pengetahuan remaja putri tentang seks bebas. Media leaflet dapat digunakansebagai alternatif edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan remaja dilingkungan sekolah.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Rangsangan Sensori Terhadap Pengetahuan Ibu Mengenai Perkembangan Bayi 6-12 Bulan Di TPMB Tiara Sari A.Md.Keb Tiara Sari; Ika Kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih; Neneng Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1368

Abstract

Stimulasi dini sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, namun tingkatpengetahuan ibu sering kali masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh edukasi stimulasi sensori terhadap pengetahuan ibu tentang perkembangan bayi usia 6–12bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain Pre-Experimental menggunakanpendekatan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yangmemiliki bayi berusia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari pada tahun 2026 yang berjumlah 40 responden,diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstrukturdengan analisis data menggunakan uji alternatif Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidakberdistribusi normal. Hasil penelitian pada pre-test menunjukkan mayoritas responden memilikipengetahuan kategori cukup sebanyak 23 orang (57,5%). Setelah intervensi (post-test), mayoritasresponden mengalami peningkatan ke kategori baik yaitu sebanyak 33 orang (82,5%). Nilai rata-rata(mean) pengetahuan meningkat secara signifikan dari 1,43 menjadi 1,83 (selisih 0,40). Hasil ujiWilcoxon memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p-value &lt; 0,05), sehingga dapatdisimpulkan bahwa edukasi stimulasi sensori berpengaruh nyata dalam meningkatkan pengetahuanibu. Tenaga kesehatan khususnya bidan disarankan untuk mengintegrasikan edukasi stimulasi sensorike dalam layanan posyandu atau kelas ibu balita secara berkala.
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Saat Menghadapi Uji Skill pada Mahasiswa Semester VI di STIKES Maharani Malang.: Indonesia Fadilatus Sifa Salsabila; Achmad Dafir Firdaus
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1370

Abstract

Kecemasan merupakan respon psikologis yang sering dialami mahasiswa, terutama ketika menghadapi ujian praktik atau uji skill. Kondisi kecemasan yang meningkat dapat memengaruhi kondisi psikologis dan berpotensi menyebabkan gangguan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur saat menghadapi uji skill pada mahasiswa semester VI di STIKES Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self Rating Anxiety Scale (ZARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 27 responden (30,3%), kecemasan berat 24 responden (27,0%), kecemasan ringan 20 responden (22,5%), dan panik 18 responden (20,2%). Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 76 responden (85,4%), sedangkan 13 responden (14,6%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,545, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan sedang dan arah negatif. Semakin tinggi tingkat kecemasan mahasiswa, semakin buruk kualitas tidurnya. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan strategi pengelolaan kecemasan dan menjaga pola tidur untuk mendukung kesiapan menghadapi uji skill. Kata kunci: kecemasan, kualitas tidur, mahasiswa keperawatan, uji skill
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Menarche Remaja SDN Ciledug 03 Bekasi 2026 Dita Ayu Lestari; Hajar Nur Fathur Rohmah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1371

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang menandai dimulainya fungsi reproduksi pada remajaputri. Kurangnya pengetahuan tentang menarche masih menjadi permasalahan sehingga diperlukanpendidikan kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikankesehatan menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentangmenarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan desainone group pretest-posttest dengan sampel 42 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p =0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan mediaaudiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche. Keterbatasan penelitian iniadalah tidak menggunakan kelompok kontrol dan hanya dilakukan pada satu sekolah. Penelitianselanjutnya disarankan menggunakan desain penelitian yang lebih kuat dengan jumlah responden yanglebih besar. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual efektifmeningkatkan pengetahuan remaja tentang menarche. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahaninformasi dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah guna meningkatkanpengetahuan dalam menghadapi menarche.
Penerapan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi Di RSU Hasanah Graha Afiah Aprijal; Ritta Farma
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1372

Abstract

Appendiktomi adalah prosedur bedah untuk mengeluarkan apendiks yang meradang. Salah satu tantangan utama yang dihadapi pasien setelah operasi adalah rasa sakit yang hebat yang bisa mengganggu proses penyembuhan. Penanganan nyeri dilakukan dengan menggunakan metode farmakologismaupun pendekatan nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang bisa dipilih adalah terapi relaksasi Benson. Relaksasi Benson adalah metode relaksasi yang memanfaatkan teknik pernapasan, sering diterapkan di rumah sakit untuk pasien yang mengalami nyeri atau kecemasan. Metode ini merupakan perkembangan dari teknik pernapasan dalam yang melibatkan kepercayaan pasien, yang bertujuan untuk memberikan efek menenangkan dan membantu mengurangi tingkat rasa sakit. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui penerepan terapi relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi appendiktomi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 10 pasien setelah menjalani operasi appendiktomi yang merasakan nyeri ringan sampai sedang. Tingkat nyeri di evaluasi sebelum dan setelah dilakukan terapi relaksasi Benson selama tiga hari menggunakan skala nyeri.Hasil penelitian sebelum terapi relaksasi Benson dilakukan, rata-rata tingkat nyeri yang dirasakan oleh responden adalah pada skala 4 (nyeri sedang). Setelah menjalani terapi relaksasi Benson selama tiga hari, rata-rata tingkat nyeri turun menjadi skala 3 (nyeri ringan). Hasil ini menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada seluruh responden setelah diberikan intervensi.Dapat disimpulkan penerapan terapi relaksasi Benson dapat menurunkan intensitas nyeri postoperasi appendiktomi. Intervensi ini bisa digunakan sebagai pendekatan keperawatan yang bukan berbasis obat, yang membantu dalam penanganan rasa sakit dan mempercepat pemulihan pasien pascaoperasi.