cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Analisis Faktor Risiko Stroke Infark Berulang: Studi Kasus Jihan Nabila; Valentina Belinda Marlianti Lumbantobing
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1373

Abstract

Latar Belakang: Stroke berulang merupakan kejadian serius pascastroke pertama yang dapat meningkatkan risiko kecacatan, ketergantungan, dan risiko kematian. Salah satu penyebab utama stroke berulang adalah faktor risiko yang belum termodifikasi secara optimal akibat manajemen kesehatan yang kurang adekuat. Tujuan: Menganalisis faktor risiko stroke berulang pada pasien stroke infark. Metode: Desain studi yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan case review pada Ny. E (45 tahun), dengan diagnosa medis stroke infark. Data diperoleh berbasis dari pengkajian asuhan keperawatan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Analisis faktor risiko menggunakan Essen Stroke Risk Score (ESRS) dan guideline pencegahan sekunder stroke American Stroke Association (ASA) 2021. Hasil: Penilaian ESRS menunjukkan skor 3 (risiko tinggi), dengan hipertensi sebagai satu-satunya komponen yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko medis yang teridentifikasi melalui ASA 2021 meliputi hipertensi kronis tidak terkontrol (167/119 mmHg), LDL tinggi (137 mg/dL), obesitas (IMT 28,7 kg/m²), dan riwayat keluarga, riwayat penyakit jantung dengan kardiomegali. Seluruh faktor medis tersebut berakar dari pola gaya hidup pasien yang kurang optimal, yaitu diet tinggi garam dan lemak (gorengan), tidak pernah olahraga, pola tidur buruk (2–3 jam/malam) akibat stres berduka, serta ketidakpatuhan obat dan kontrol rutin. Kesimpulan: Faktor gaya hidup merupakan prioritas utama yang berkontribusi terhadap kejadian stroke infark berulang. Peran perawat melalui pemberian edukasi pencegahan sekunder berbasis faktor risiko individual sangat penting sebagai saran intervensi secara berkelanjutan.
Pertimbangan Etik Keputusan Do Not Resuscitate (DNR) pada Pasien Perdarahan Intraserebral di Intensive Care Unit: Laporan Kasus Finny Fauziah Hidayat; Etika Emaliyawati; Anastasia Anna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1377

Abstract

Intensive Care Unit (ICU) menjadi lingkungan pelayanan yang sering menghadapi dilema etik berkaitan dengan keputusan akhir kehidupan pasien, termasuk keputusan Do-Not-Resuscitate (DNR). Pasien dengan perdarahan intraserebral sebagian besar mendapatkan keputusan DNR karena kondisi neurologis yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertimbangan etik yang mendasari keputusan DNR pada pasien perdarahan intraserebral di ICU berdasarkan perspektif medis dan keluarga. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif pada seorang pria berusia 64 tahun yang dirawat di ICU. Pasien mengalami penurunan kesadaran hingga koma dengan volume perdarahan intraserebral sebanyak 91,2 cc di daerah ganglia basalis hingga substansia alba periventrikular lateralis kanan, disertai perdarahan intraventrikular, edema perifokal, dan midline shift sekitar 1 cm. Selama perawatan, tim medis dan keluarga berulang kali melakukan family meeting mengenai keputusaan DNR. Keputusan DNR pada kasus didukung oleh prognosis neurologis yang buruk, ditandai oleh volume hematoma besar, perdarahan intraventrikular, midline shift, dan ketergantungan ventilator yang mengarah pada medical futility. Berdasarkan proses komunikasi antara keluarga dan tim medis, keluarga memahami kondisi medis pasien dan menyetujui keputusan DNR. Pemberian perintah do-not-resuscitate pada pasien seharusnya dibuat berdasarkan prognosis klinis, nilai, dan preferensi pasien serta hasil diskusi antara keluarga dengan tenaga kesehatan.
Duka Masa Kecil Dan Perundungan Sebagai Faktor Predisposisi Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia Paranoid: A Case Report Riska Nur Assyifa Febrianti; Nur Oktavia Hidayati; Efri Widianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1378

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik kronis dengan halusinasi sebagai gejala utama. Pengalaman traumatis masa kanak-kanak, seperti duka akibat kehilangan orang tua dan perundungan, diketahui berperan sebagai faktor predisposisi munculnya gejala psikotik melalui peningkatan kerentanan stres dan gangguan atribusi makna. Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilakukan terhadap seorang pasien laki-laki berusia 22 tahun (Tn. S) dengan diagnosis skizofrenia paranoid di RSJ X Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui komunikasi terapeutik, observasi perilaku, dan penelusuran rekam medis selama periode perawatan 3-12 September 2025, dengan analisis data yang difokuskan pada integrasi asuhan keperawatan berbasis trauma. Pasien menunjukkan halusinasi pendengaran dan visual yang berorientasi pada figur orang tua yang telah meninggal, disertai agitasi dan perilaku agresif. Intervensi yang diberikan meliputi modifikasi teknik "menghardik" melalui validasi emosi dan afirmasi realitas, serta aktivitas "bercakap-cakap" menggunakan dengan orientasi masa depan untuk meningkatkan resiliensi dan memutus siklus trauma. Hasil menunjukkan perbaikan bertahap pada stabilitas emosi, peningkatan kemampuan kontrol halusinasi, dan penurunan perilaku agresif. Temuan ini menegaskan bahwa trauma masa kanak-kanak berkontribusi terhadap kekambuhan halusinasi melalui mekanisme sensitivitas stres yang persisten. Pendekatan keperawatan yang memprioritaskan pemulihan rasa aman, validasi emosional, dan pemberdayaan resiliensi terbukti krusial dalam menstabilkan gejala fase akut dan mencegah retraumatisasi.
Penerapan Terapi Distraksi Virtual Reality Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Saat Hospitalisasi Pada Anak Prasekolah Dengan Infeksi Saluran Akut Di Rumah Sakit Simpangan Depok Jihan; Nanda Sartika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1380

Abstract

Hospitalisasi pada anak usia prasekolah dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sering menimbulkan kecemasan akibat lingkungan rumah sakit yang asing, prosedur medis, serta keterbatasan kemampuan anak dalam beradaptasi. Penelitan ini dilakukan untuk menerapkan terapi distraksi Virtual Reality dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia 3-6 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Simpangan Depok. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan 7 responden anak usia 3–6 tahun yang mengikuti sesi terapi selama 1 hari dengan durasi terapi 10-15 menit. Data diperoleh melalui observasi langsung dan tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah terapi dengan lembar penilaian Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (m-YPAS), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar anak dengan 6 responden mengalami kecemasan sedang dan 1 responden dengan kecemasan berat. Selain itu, berdasarkan luaran Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) pada luaran Tingkat Kecemasan, terjadi peningkatan indikator yang ditandai dengan anak tampak lebih tenang, kooperatif selama menjalani tindakan keperawatan, tidak mudah menangis, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan perawatan. Setelah intervensi, seluruh responden mengalami penurunan tingkat kecemasan menjadi kategori ringan, disertai peningkatan perilaku kooperatif selama menjalani perawatan. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi distraksi Virtual Reality mampu mengalihkan perhatian anak dari stresor hospitalisasi sehingga membantu menurunkan kecemasan. Dengan demikian, terapi distraksi Virtual Reality dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam penerapan asuhan keperawatan anak selama hospitalisasi.
Pengaruh Penggunaan Media Wordwall terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Penyakit Diare pada Siswa SMPN 9 Kota Bontang Dinda Jihan Trisna Tammu; Joko Sapto Pramono; Andry Rachmadani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1387

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kondisi kesehatan, status gizi, serta aktivitas belajar siswa. Rendahnya pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan diare menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut. Pemanfaatan media pembelajaran digital yang interaktif, seperti Wordwall, dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Wordwall terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit diare pada siswa SMPN 9 Kota Bontang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 9 Kota Bontang sebanyak 108 siswa dengan teknik total sampling. Jumlah responden yang mengikuti penelitian hingga tahap akhir sebanyak 104 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi menggunakan media Wordwall. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap responden setelah diberikan intervensi. Tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 11,5% pada Pretest menjadi 96,2% pada Posttest. Sikap kategori baik juga meningkat dari 35,6% pada Pretest menjadi 99% pada Posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai P-value = 0,000 (p < 0,05) pada variabel pengetahuan maupun sikap, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media Wordwall terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit diare pada siswa. Media Wordwall berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit diare pada siswa SMPN 9 Kota Bontang. Media ini dapat digunakan sebagai alternatif media promosi kesehatan yang interaktif, menarik, dan efektif dalam mendukung edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.
Faktor yang Mempengaruhi Lama Rawat Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Pendengaran Pipit Fitri Setiawati; Indra Maulana; Titin Sutini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1394

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang dapat ditandai dengan munculnya halusinasi pendengaran dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Lama rawat (Length of Stay/LOS) merupakan salah satu indikator penting dalam pelayanan kesehatan jiwa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap lama rawat pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 16 tahun dengan diagnosis skizofrenia hebefrenik yang menjalani perawatan selama 22 hari di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Hasil studi menunjukkan bahwa lama rawat pasien dipengaruhi oleh keparahan gejala yang dialami, riwayat ketidakpatuhan terhadap pengobatan, keterbatasan insight, serta faktor psikososial berupa pengalaman perundungan, kehilangan figur ibu sejak usia dini, kurangnya dukungan emosional keluarga, dan pengalaman kehilangan akibat putus hubungan dengan pasangan. Dapat disimpulkan bahwa lama rawat pasien skizofrenia dipengaruhi oleh faktor klinis dan psikososial yang saling berinteraksi sehingga diperlukan pengkajian yang komprehensif selama proses perawatan.
Analisis Implementasi Manajemen Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Puskesmas Segiri Samarinda Fuad Syabani; Rindu; Harimat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1395

Abstract

Puskesmas menghadapi beragam bahaya kerja sehingga manajemen risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperlukan untuk melindungi tenaga kesehatan dan menjaga mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen risiko K3 di UPT Puskesmas Segiri Samarinda. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif pada Januari-Maret 2026. Tujuh informan dipilih secara purposive, terdiri atas pimpinan, penanggung jawab K3, tenaga kesehatan, dan petugas pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo versi 15. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan, SOP, APD, pengelolaan limbah, dan sarana keselamatan dasar telah tersedia, namun identifikasi bahaya dan penilaian risiko belum terdokumentasi secara formal menggunakan HIRADC. Kepatuhan terhadap APD dan SOP belum konsisten, monitoring cenderung menguat menjelang akreditasi, pelaporan near miss belum melembaga, simulasi tanggap darurat belum rutin, serta pemeriksaan kesehatan berkala dan imunisasi tenaga kesehatan belum merata. Implementasi K3 masih dominan compliance-based dan bersifat reaktif. Penguatan HIRADC, audit internal, pelaporan insiden, kesiapsiagaan darurat, perlindungan tenaga kesehatan, dan budaya keselamatan diperlukan untuk mendorong transisi menuju risk-based management.
Efektivitas Gerakan Pelvic Rocking Dan Aromaterapi Lemon Mix Lemongrass Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida Kala I Fase Aktif Nadia Shafa Salsabella; Setiana Andarwulan; Yuni Khoirul Waroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1400

Abstract

Persalinan pada ibu primigravida, terutama ketika memasuki kala I fase aktif, sering disertai munculnya kecemasan yang dapat memengaruhi kenyamanan ibu selama proses persalinan. Pendekatan nonfarmakologis seperti pelvic rocking yang dipadukan dengan aromaterapi lemon–lemongrass dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk membantu mengendalikan kecemasan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas kombinasi pelvic rocking dan aromaterapi lemon–lemongrass terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin primigravida kala I fase aktif. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan two group pretest-posttest. Sebanyak 30 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling dan terbagi menjadi 15 responden kelompok intervensi serta 15 responden kelompok kontrol. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan setelah perlakuan menggunakan instrumen penelitian yang telah ditentukan. Pada kelompok intervensi, rerata skor kecemasan mengalami penurunan dari 67,55 menjadi 49,33, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan dari 69,04 menjadi 60,74. Analisis Independent Sample T-Test menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan yang bermakna antara kedua kelompok. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi pelvic rocking dan aromaterapi lemon–lemongrass efektif sebagai salah satu alternatif intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan kecemasan ibu bersalin primigravida pada kala I fase aktif.
Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Skala Nyeri dan Kadar Eritrosit pada Remaja Dismenorea Siska Dewi Ayu Saputri; Nyna Puspita Ningrum; Nina Hidayatunnikmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1402

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri akibat peningkatan prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan dan penurunan oksigenasi jaringan. Dismenorea dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta memengaruhi kadar eritrosit akibat kehilangan darah menstruasi. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah yoga pranayama melalui teknik pengaturan pernapasan untuk meningkatkan relaksasi, sirkulasi darah, dan oksigenasi tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh yoga pranayama terhadap skala nyeri dan kadar eritrosit pada remaja Dismenorea. Metode penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group Pretest-Posttest. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Sidoarjo dengan 28 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Intervensi yoga pranayama dilakukan selama 1 bulan dengan frekuensi 2 kali seminggu selama 30 menit. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan kadar eritrosit diperiksa menggunakan Hematology Analyzer Mindray. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skala nyeri menurun dari 6,16 menjadi 3,97 dan kadar eritrosit meningkat dari 3,60 juta/µL menjadi 4,48 juta/µL. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai P-value 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan yoga pranayama terhadap penurunan skala nyeri dan peningkatan kadar eritrosit. Disimpulkan bahwa yoga pranayama efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri menstruasi dan meningkatkan kadar eritrosit pada remaja Dismenorea.
Evaluasi Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar pada Lansia dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi di Puskesmas Cijagra Kota Bandung Ade Herawati; Ricka Yuliassyahadah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1408

Abstract

Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia dan membutuhkan kemampuan perawatan diri secara berkelanjutan. Proses penuaan dapat disertai penurunan fungsi fisik, sensorik, kognitif, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari sehingga kebutuhan edukasi kesehatan pada lansia perlu disesuaikan dengan kondisi fungsional dan kemampuan Self-Management. Edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu pendekatan promotif dan preventif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapan lansia dalam melakukan perawatan diri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pengetahuan lansia mengenai pemenuhan kebutuhan dasar pada kondisi diabetes Melitus dan hipertensi setelah diberikan edukasi kesehatan. Penelitian menggunakan desain evaluatif dengan pendekatan one-group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 28 lansia dengan rata-rata usia 65 tahun yang mengikuti kegiatan edukasi di wilayah kerja Puskesmas pada 21 Mei 2026. Intervensi meliputi edukasi menggunakan leaflet dan media presentasi, demonstrasi senam kaki diabetes, diskusi, tanya jawab, serta pemeriksaan kesehatan. Pengetahuan dievaluasi melalui Pretest dan Posttest. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah intervensi. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 55 pada Pretest menjadi 85 pada Posttest. Terjadi peningkatan absolut sebesar 30 poin. Jika dibandingkan dengan nilai awal, peningkatan relatif sebesar 54,5%. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama demonstrasi senam kaki diabetes dan diskusi mengenai pengaturan pola makan. Beberapa peserta mengalami gangguan pendengaran sehingga penyampaian materi diperkuat melalui peningkatan volume suara dan penggunaan leaflet. Edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan media visual, demonstrasi, dan diskusi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai pemenuhan kebutuhan dasar pada diabetes Melitus dan hipertensi. Temuan ini mendukung penggunaan edukasi terintegrasi sebagai bagian dari pendekatan keperawatan komunitas. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan data individual, kelompok pembanding, instrumen tervalidasi, dan follow-up untuk menguji efektivitas intervensi secara lebih kuat.