cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Motivasi Belajar Siswa SDN Pamarunan 1 Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Natanael Apan Taib; Putria Carolina; Isnawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1336

Abstract

Sarapan pagi merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan dalam memenuhikebutuhan energi setelah berpuasa semalaman. Asupan energi pada pagi hari mendukung fungsikognitif, seperti konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir, sehingga dapat meningkatkanmotivasi belajar siswa. Namun, masih terdapat siswa yang belum terbiasa sarapan sebelum berangkatke sekolah sehingga berpotensi menurunkan kesiapan dan motivasi belajar.Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan motivasi belajar siswa SDNPamarunan 1 Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan pagi dan motivasi belajar, kemudiandianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansiα = 0,05.Hasil: Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori sedang sebanyak 19 siswa(41,3%) dan motivasi belajar kategori sedang sebanyak 22 siswa (47,8%). Hasil uji Spearman Rankmenunjukkan nilai r = 0,904 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubunganpositif, sangat kuat, dan signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan motivasi belajar siswa.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan motivasibelajar siswa. Semakin baik kebiasaan sarapan pagi, semakin tinggi motivasi belajar siswa. Hasilpenelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalammeningkatkan edukasi mengenai pentingnya sarapan bergizi seimbang untuk mendukung motivasibelajar.
Hubungan Dukungan Emosional Keluarg Dengan Kontrol Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilodong Putri Cahya Kamila; Masdiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1338

Abstract

Lansia dengan Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 memerlukan dukungan keluarga dalam pengelolaan penyakit untukmencapai kontrol glukosa darah yang optimal. Dukungan emosional keluarga berperan dalam meningkatkanmotivasi, kepatuhan terhadap pengobatan, dan perilaku perawatan diri pada lansia dengan DM Tipe 2. Penelitianini bertujuan menganalisis hubungan dukungan emosional keluarga dengan kontrol gula darah pada lansia denganDM Tipe 2 di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif denganpendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 90 lansia penderita DM Tipe 2, dengan sampel sebanyak47 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan padapenelitian ini adalah kuesioner MOS Social Support Survey. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan emosional keluarga dalamkategori kurang (40,4%) dan memiliki kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) yang tidak terkontrol (70,2%). Hasiluji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dankontrol gula darah (p < 0,001), dengan arah hubungan positif. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baikdukungan emosional yang diterima lansia, semakin baik kecenderungan kontrol gula darahnya. Disimpulkanbahwa dukungan emosional keluarga berhubungan secara signifikan dengan kontrol gula darah pada lansia denganDM Tipe 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi keluargauntuk meningkatkan dukungan emosional terhadap lansia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 guna mendukungpengendalian gula darah
Gambaran Phubbing Pada Generasi Z Di Universitas Riau Welia Niranti; Fathra Annis Nauli; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1341

Abstract

tingginya penggunaan smartphone pada generasi Z, khususnya mahasiswa, memicu munculnyaperilaku phubbing, yaitu kecenderungan mengabaikan lawan bicara saat berinteraksi secara tatap muka karenalebih memusatkan perhatian pada smartphone .. Perilaku ini berdampak negatif terhadap kualitas komunikasiinterpersonal, menurunkan rasa dihargai dalam hubungan sosial, serta berpotensi menyebabkan gangguan interaksidan keterasingan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran phubbing pada generasi Z diUniversitas Riau. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilakukan secara online.Sampel penelitian berjumlah 395 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan metodeproportional random sampling. Kuesioner yang digunakan Generic Scale of Phubbing (GSP) untuk mengukurphubbing. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil:berdasarkan karakteristik responden, mean usia responden yaitu 20,65 (21 tahun), mayoritas responden berjeniskelamin perempuan dengan jumlah 264 orang (66,8%), sementara laki-laki berjumlah 131 orang (33,2%). Durasipenggunaan smartphone oleh mayoritas responden adalah lebih dari 6 jam dengan jumlah 249 orang (63%).Terdapat 206 responden (52.2%) memiliki skor phubbing tinggi dan 189 responden (47.8%) memiliki skorphubbing rendah. Kesimpulan: Sebagian besar responden generasi Z (mahasiswa) di Universitas Riau berada dikategori phubbing tinggi. Diharapkan agar mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran dan pengendalian diri dalampenggunaan smartphone .
Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Andini Noor Jannah; Hermanto1; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1342

Abstract

Pengetahuan gizi memiliki peran penting dalam menentukan perilakukonsumsi makanan selama kehamilan. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baikcenderung mampu memilih makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh danjanin, sehingga berisiko lebih rendah mengalami KEK. Sebaliknya, pengetahuan yangrendah menyebabkan pola makan yang tidak seimbang dan rendahnya kesadaran akanpentingnya nutrisi. Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalahkesehatan di dunia, terutama di negara-negara berkembang, yang hingga saat ini masihmenjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat. Kondisi KEK pada ibu hamildapat berdampak KEK ditandai dengan LiLA <23,5 cm dan merupakan kondisidefisiensi energi serta protein jangka Panjang, yang dapat berdampak pada komplikasikehamilan, persalinan prematur, bayi stunting, maupun kematian ibu dan bayi.Tujuan : Mengetahui “ Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamildengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di UPTD Puskesmas Menteng KotaPalangka Raya ”Metode : Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif Pendekatan Cross Sectional.sampel 73 responden yang di ambil secara Accidental sampling. instrumen yangdigunakan berupa kuisioner dan Pita LILA. kuisioner untuk mengukur tentangpengetahuan Ibu Hamil tentang gizi sedangkan Pita LILA untuk mengukur StatusKekurangan energi Kronik. Analisa data yang di gunakan Uji Chi-Square.Hasil : hasil Uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi P=0,001 (P<0,05), yangberarti terdapat Hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamildengan Kekurangan Energi Kronik (KEK).Kesimpulan: Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan gizi yang baik cenderung tidakmengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK), sedangkan ibu hamil dengan tingkatpengetahuan cukup dan kurang lebih banyak mengalami KEK. Hal ini menunjukkanbahwa pengetahuan gizi memiliki pengaruh penting terhadap kemampuan ibu hamildalam menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menjaga status giziselama kehamilan. Semakin baik pengetahuan ibu hamil mengenai gizi, maka semakinrendah risiko terjadinya KEK.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Cara Menyikat Gigi Pada Anak Tunagrahita Di Sekolah Dasar Luar Biasa Untung Tuah Kota Samarinda Destiani Cika Sepang; Emelia Tonapa; Bernadetha; Dwi Hendriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1344

Abstract

Anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam menerima dan menerapkan informasi sehingga memerlukanpendekatan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Salah satu permasalahan yangperlu mendapat perhatian adalah pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, khususnya kemampuan menyikat gigisecara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metodedemonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan cara menyikat gigi pada anak tunagrahita di Sekolah DasarLuar Biasa Untung Tuah Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experiment dan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa tunagrahita kelasIII–VI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pendidikan kesehatan diberikan melalui metodedemonstrasi sebanyak tiga kali, sedangkan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuandan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalamkategori kurang dan keterampilan menyikat gigi dalam kategori perlu bimbingan. Setelah intervensi, seluruhresponden mencapai kategori pengetahuan baik dan keterampilan sangat baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkannilai p = 0,000 (<0,05) pada pengetahuan dan keterampilan, sehingga terdapat perbedaan yang signifikansebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan melalui metode demonstrasi. Metode demonstrasi dapatmenjadi pendekatan pendidikan kesehatan yang efektif karena memberikan pengalaman belajar secara konkret,visual, dan melalui praktik langsung yang sesuai dengan karakteristik anak tunagrahita.
Hubungan Self-Efficacy Dan Status Ekonomi Dengan Tingkat Kekambuhan Pasien Skizofrenia Putri Rishka; Abdul Rokhman; Arifal Aris
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1350

Abstract

Skizofrenia tergolong sebagai salah satu gangguan mental menahun bisa ditandai dengan tingginya risiko kekambuhan. Kejadian kekambuhan tidak terlepas dari beragam determinan, termasuk efikasi diri serta kondisi sosial ekonomi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan efikasi diri dan sosial ekonomi dengan kejadian kekambuhan pasien skizofrenia di Puskesmas Sugio, Kabupaten Lamongan. Berdasarkan studi menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini mengikutsertakan 120 pasien sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengukuran efikasi diri dilakukan menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES), status sosial ekonomi ditentukan berdasarkan Upah Minimum Kabupaten (UMK), sedangkan tingkat kekambuhan dinilai menggunakan Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki efikasi diri tinggi (82,8%), status sosial ekonomi tinggi (80,0%), dan tingkat kekambuhan rendah (58,3%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan tingkat kekambuhan (p=0,000; rs=-0,379), serta antara status sosial ekonomi dengan tingkat kekambuhan (p=0,000; rs=-0,464). Koefisien korelasi yang bernilai negatif mengindikasikan bahwa peningkatan efikasi diri maupun status sosial ekonomi diikuti oleh penurunan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan efikasi diri serta dukungan sosial dan ekonomi sebagai strategi mencegahan kekambuhan pasien skizofrenia.
Gambaran Perilaku Merokok Pada Remaja Di Sekolah Menengah Pertama Islam Ar-Ridho Andini Wahyu Sari; Fitriana; Feby Meuthia Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1351

Abstract

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, penyakit kardiovaskular, serta mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Di SMP Islam Ar-Ridho, pada tahun 2025 tercatat 10 siswa kelas VII dan VIII diketahui melakukan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada remaja di SMP Islam Ar-Ridho. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling pada 42 siswa kelas VII dan VIII berusia 12–15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan Glover Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire (GN-SBQ) dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori perilaku merokok berat sebanyak 20 siswa (31,7%), sedangkan kategori ringan sebanyak 3 siswa (4,8%). Alasan pertama kali merokok paling banyak dipengaruhi oleh teman sebaya, yaitu 30 responden (71,4%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku merokok pada remaja di SMP Islam Ar-Ridho didominasi kategori berat dengan pengaruh teman sebaya sebagai alasan utama pertama kali merokok. Oleh karena itu, sekolah diharapkan meningkatkan pendidikan kesehatan dan penyuluhan mengenai bahaya merokok serta memperkuat upaya pencegahan agar siswa mampu menolak pengaruh negatif teman sebaya.
Hubungan Asupan Natrium Dan Kalium Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Riskawati; Hermanto; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1352

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang dipengaruhi olehketidakseimbangan asupan natrium dan kalium. Secara global, rata-rata konsumsi natriumorang dewasa mencapai 4.310 mg/hari, jauh melebihi batas anjuran WHO sebesar 2.000mg/hari. Di Indonesia, rata-rata asupan natrium harian mencapai sekitar 4.200 mg, sementara96,7% penduduk usia 20–60 tahun masih kurang mengonsumsi sayur dan buah sebagaisumber kalium utama.Tujuan: Menjelaskan dan membuktikan hubungan asupan natrium dan asupan kaliumdengan tekanan darah pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi terjangkau berjumlah 193 orang yang melakukan kunjungan pada bulanFebruari 2026 di UPTD Puskesmas Bukit Hindu, dengan sampel sebanyak 180 respondenmenggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner FoodFrequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur asupan natrium dan kalium, serta tensimeteruntuk mengukur tekanan darah.Hasil: Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupannatrium dengan tekanan darah (p = 0,000; Contingency Coefficient = 0,566), dengan kategorihubungan cukup kuat. Responden dengan asupan natrium tinggi sebagian besar berada padakategori hipertensi (43,9%), sedangkan responden dengan asupan natrium rendah sebagianbesar berada pada kategori pra-hipertensi (14,4%). Terdapat pula hubungan yang signifikanantara asupan kalium dengan tekanan darah (p = 0,002; Contingency Coefficient = 0,258),dengan kategori hubungan rendah. Responden dengan asupan kalium rendah sebagian besarmengalami hipertensi (44,4%), sementara tidak ada responden dengan asupan kalium tinggiyang masuk kategori hipertensi (0,0%).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dan asupan kaliumdengan tekanan darah pada pasien di UPTD Puskesmas Bukit Hindu. Semakin tinggi asupannatrium, semakin besar risiko terjadinya hipertensi, sedangkan asupan kalium yang tinggiberkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas 4 Dan 5 Di SDN Mekarjaya 14 Kota Depok Savila Nurfajrina; Priharyanti Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1353

Abstract

Menstruasi perdana atau menarche merupakan peristiwa fisiologis yang menandaimulai matangnya fungsi reproduksi pada remaja perempuan. Kesiapan siswi dalam menghadapimenarche dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya sikap, dukungan orang tua, dan tingkatkecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap, dukungan orang tua,dan kecemasan dengan kesiapan siswi kelas 4 dan 5 SDN Mekarjaya 14 Kota Depok dalammenghadapi menarche. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel penelitian berjumlah 96 siswi kelas 4 dan 5 yang belum mengalami menstruasipertama, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dandianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 59 responden (61,5%) termasuk kategorisiap menghadapi menarche, 52 responden (54,2%) memiliki sikap positif, 50 responden (52,1%)memperoleh dukungan orang tua pada kategori kurang, dan 44 responden (45,8%) mengalamikecemasan berat. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap (p =0,034), dukungan orang tua (p = 0,048), dan kecemasan (p = 0,049) dengan kesiapan menghadapimenarche. Kesimpulan: Sikap, dukungan orang tua, dan kecemasan berhubungan secara signifikandengan kesiapan siswi dalam menghadapi menstruasi perdana. Oleh karena itu, sekolah perlu menjalinkerja sama dengan keluarga dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi kesehatan reproduksiguna mendukung kesiapan siswi menghadapi menarche.
Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone Dengan Perkembangan Bicara Dan Bahasa Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di BA/KB Arafah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Silfi Alif Puspitasari; Sismala Harningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1354

Abstract

Intensitas penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi mengurangi interaksi langsung antara anak dengan orang tua serta lingkungan sekitar sehingga menghambat stimulasi verbal yang dibutuhkan untuk memperkaya kosakata dan melatih struktur kalimat anak. Perkembangan bicara dan bahasa merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini karena sangat menentukan kemampuan komunikasi, kognitif, dan sosial anak di masa depan, namun proses ini dapat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan smartphone yang semakin meningkat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 5–6 tahun di BA/KB Arafah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 39 anak yang diambil melalui teknik total sampling. Intensitas penggunaan smartphone diukur menggunakan kuesioner, sedangkan perkembangan bicara dan bahasa dinilai menggunakan instrumen Denver II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% anak berada pada kategori intensitas penggunaan smartphone tinggi dan 43,5% kategori sedang, sementara 53,9% anak mengalami keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa. Analisis menggunakan uji Spearman Rank memperoleh nilai koefisien korelasi r = 0,621 dengan p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan bicara dan bahasa. Semakin tinggi intensitas penggunaan smartphone maka semakin besar risiko keterlambatan perkembangan bahasa anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan pendidik dalam membatasi durasi penggunaan smartphone, mengawasi jenis tontonan, serta meningkatkan frekuensi komunikasi dua arah untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.