cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Prenatal Yoga dan Support System Keluarga Terhadap Lama Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Primigravida. Fitria Firdaus Hammami; Setiana Andarwulan; Yuni Khoirul Waroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1412

Abstract

Latar Belakang; Persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida sering berlangsung lebih lama karena dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikologis, seperti kecemasan, ketegangan, serta kurangnya dukungan emosional dari keluarga. Persalinan yang memanjang dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal, termasuk infeksi, perdarahan postpartum, dan kelelahan ibu. Prenatal yoga dan support system keluarga merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan kesiapan fisik dan psikologis ibu sehingga proses persalinan berlangsung lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prenatal yoga dan support system keluarga terhadap lama persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida di Klinik Alfa Medika Asemrowo Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing sebanyak 15 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan partograf, kemudian dianalisis menggunakan Independent T-Test. Hasil: Penelitian menunjukkan rerata lama persalinan kala I fase aktif pada kelompok intervensi sebesar 4,40 ± 0,93 jam, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 8,23 ± 1,79 jam. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa prenatal yoga dan support system keluarga berpengaruh signifikan dalam mempercepat lama persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida serta dapat meningkatkan kesiapan fisik dan psikologis ibu dalam menghadapi persalinan.
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamban Dewi Suhartini; Darmayanti Wulandatika; Izma Daud; Mahfuzhah Deswita Puteri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1415

Abstract

Tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil baik secara global maupun nasional, adanya peningkatan jumlah kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tamban dari tahun 2024 ke 2025. Di Indonesia prevalensinya masih cukup tinggi, khususnya pada kelompok usia 35–44 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian analisis korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil Trimester 3 yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tamban dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang, teknik sampling menggunakan teknik total sampling, Penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil paling banyak berada pada kategori normal dengan jumlah 35 orang atau 83,3%, Status sosial ekonomi ibu hamil berada pada kategori < Upah Minimum Provinsi (UMP) sebanyak 24 orang atu 57,1%, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) oleh ibu hamil berada pada kategori pastuh sebanyak 24 atau orang atau 57,1%, ibu hamil tidak mengalami anemi sebanyak 23 orang atau 54,8%. Tidak ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil p value 0,500 < 0,05 dan ada hubungan status sosial ekonomi (p value 0,050 < 0,05) dan kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p value 0,000 < 0,05). Terdapat dua faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil yaitu faktor status sosial ekonomi dan faktor kepatuhan konsumsi TTD, sedangkan faktor status gizi tidak memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Perbedaan Pengaruh Pemberian Square Stepping Exercise Dan Gaze Stability Exercise Terhadap Kualitas Hidup Lansia Tiara Wally; Tyas Sari Ratna Ningrum; Tri Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1423

Abstract

Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisik, keseimbangan, mobilitas, dan kemandirian yang dapat berdampak pada kualitas hidup lansia. Square Stepping Exercise dan Gaze Stability Exercise berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional melalui latihan keseimbangan, koordinasi, kontrol visual, dan stabilitas postural. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh SquareStepping Exercise dan Gaze Stability Exercise terhadap kualitas hidup lansia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment pre and post test two group design. Sampel terdiri dari 36 lansia usia 60–75 tahun di Posyandu ELOK EDY yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 18 responden. Intervensi diberikan selama empat minggu. Kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Wilcoxon, dan Mann-Whitney. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan Square Stepping Exercise berpengaruh terhadap domain fisik (p=0,001), psikologis (p=0,004), hubungan sosial (p=0,025), lingkungan (p=0,002), dan total skor (p=0,000). Gaze Stability Exercise juga berpengaruh terhadap domain fisik (p=0,017), psikologis (p=0,027), hubungan sosial (p=0,003), lingkungan (p=0,034), dan total skor (p=0,002). Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,120). Kesimpulan: Square Stepping Exercise dan Gaze Stability Exercise sama-sama berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup lansia, tetapi tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan. Kedua latihan dapat menjadi alternatif intervensi fisioterapi geriatri di posyandu karena sederhana, terstruktur, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan lansia.
Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Hidup Pada Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Gambirang Julmira dos Santos de Jesus; Ady Irawan AM; Endrat Kartiko Utomo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1428

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yangdapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung, terutamapada lansia. Menurut Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi hipertensi masihcukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Sukoharjo. Salah satupenatalaksanaan nonfarmakologis yang efektif adalah senam Tai Chi, yaitulatihan yang memadukan gerakan lembut, teknik pernapasan, dan relaksasisehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkankualitas hidup. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhsenam Tai Chi terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pada lansia denganhipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Metode: Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental menggunakan desainone group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 respondenyang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tekanan darah diukurmenggunakan tensimeter (sfigmomanometer) dan stetoskop, sedangkan kualitashidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Intervensi senam TaiChi dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dengan frekuensi 2 kali per minggu,masing-masing selama 20–30 menit. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolikmenurun dari 152,97 mmHg menjadi 125,43 mmHg, dan tekanan darahdiastolik menurun dari 84,23 mmHg menjadi 75,27 mmHg. Rata-rata skorkualitas hidup meningkat dari 58,67 menjadi 97,43. Hasil uji paired t-testmenunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan bahwasenam Tai Chi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah danpeningkatan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Kesimpulan : Senam Tai Chiberpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatankualitas hidup pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Gambirang. Senam TaiChi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologisyang aman dan mudah dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanandarah serta meningkatkan kualitas hidup lansia.
Perilaku Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMP Negeri 2 Gatak Sukoharjo Magdalena Mardella Bellen Babaubun; Andriani Mei Astuti; Ady Irawan AM
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1431

Abstract

Penggunaan gadget pada remaja terus meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Penggunaan berlebihan, terutama sebelum tidur, dapat menghambat sekresi hormon melatonin akibat paparan cahaya biru sehingga menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 2 Gatak Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 56 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 14 tahun (73,2%) dan berjenis kelamin laki-laki (55,4%). Perilaku penggunaan gadget terbanyak berada pada kategori rendah (35,7%), sedangkan kualitas tidur baik dan buruk masing-masing 50,0%. Uji Chi-Square menunjukkan nilai χ²=12,978; df=2; p=0,002 (p<0,05). Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 2 Gatak Sukoharjo semakin tinggi perilaku penggunaan gadget, semakin buruk kualitas tidurnya. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mengedukasi penggunaan gadget yang bijaksana.
Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Cemani Grogol Sukoharjo Natalia Francisca Ladjar Soares; Witriyani; Musta’in
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1433

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yangbanyak dialami oleh lansia dan sering disebut sebagai silent killer karena dapatberlangsung tanpa gejala yang jelas, namun berisiko menyebabkan komplikasiseperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu upayanonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan tekanandarah adalah terapi relaksasi otot progresif. Terapi ini bekerja dengan memberikanefek relaksasi pada otot sehingga menurunkan aktivitas saraf simpatis,meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, dan membantu melebarkan pembuluhdarah sehingga tekanan darah dapat menurun. Tujuan : Mengetahui efektivitasrelaksasi otot progresif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderitahipertensi di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Metode :Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitianberjumlah 35 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Intervensi relaksasi otot progresif diberikan selama 2 minggudengan 6 kali pertemuan. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan PairedSample t-test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darahsistolik mengalami penurunan dari 154,06 mmHg menjadi 128,60 mmHg,sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik menurun dari 91,77 mmHg menjadi75,09 mmHg. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansisebesar 0,001 (p&lt;0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antaratekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi otot progresif.Kesimpulan : Terapi relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tekanandarah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cemani, Kecamatan Grogol,Kabupaten Sukoharjo. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan efektif dalam membantumengendalikan tekanan darah pada lansia.
Pengaruh Kompres Dingin terhadap Penurunan Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri Tinta Julianawati; Fitriani Fitriani; Siti Marliyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1436

Abstract

Disminorea merupakan keluhan umum yang dialami remaja putri saat menstruasi, ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan konsentrasi belajar. Penggunaan terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk mengurangi nyeri haid. Kompres dingin bekerja melalui mekanisme vasokonstriksi, penghambatan konduksi saraf nyeri, dan efek mati rasa lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kompres dingin dalam menurunkan intensitas nyeri disminorea pada remaja putri di SMP Islam Integral Luqman Al-Hakim. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 51 siswi dipilih dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian kompres dingin menggunakan kantong es bersuhu 15-18°C pada perut bagian bawah selama 10 menit. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test. Rata-rata skala nyeri sebelum intervensi adalah 6,65 dan sesudah intervensi menjadi 3,75, dengan rata-rata penurunan sebesar 2,9 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin.Kompres dingin terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri disminorea pada remaja putri. Terapi ini dapat menjadi alternatif penatalaksanaan nonfarmakologis yang praktis, aman, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh remaja.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Posyandu Remaja Desa Dandang Wilayah Kerja Puskesmas Pangkoh Hamdanah; Fika Aulia; Yaolanda Rizqi Agustina; Afiatun Rahmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1442

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih dengan nilai lebih rendah dari 12 g/d. Usia remaja merupakan kelompok rentan anemia dengan mekanisme kehilangan darah menstruasi bulanan. Anemia remaja yang dibiarkan berlanjut menjadi bibit stunting, baik saat hamil maupun pada bayi yang dilahirkan. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di Desa Dandang wilayah kerja Puskesmas Pangkoh Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 153 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 60 responden dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji Spearman Rho digunakan sebagai analisis data. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value =0,001 (<0,005) dan nilai r=0,419 maknanya terdapat hubungan dengan kekuatan sedang antara Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di posyande desa Dandang wilayah puskesmas Pangkoh. Hubungan bersifat positif dimana rendah tingkat kepatuhan maka semakin tinggi risiko anemia.
Asuhan Keperawatan pada Lansia Stroke dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Desa Pasirbiru Kelurahan Pasirbiru Kota Bandung Siti Rahayu; Tiarmaida Sitio
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1444

Abstract

Stroke pada lansia dapat menimbulkan kelemahan ekstremitas, penurunan kekuatan otot, keterbatasan rentang gerak, gangguan keseimbangan, dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Studi ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan pada lansia stroke dengan gangguan mobilitas fisik di Desa Pasirbiru Kelurahan Pasirbiru Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Partisipan terdiri atas dua lansia perempuan dengan riwayat stroke. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi berfokus pada dukungan mobilisasi, latihan Range of Motion (ROM), pemantauan kondisi umum dan tanda vital, edukasi keluarga, stimulasi memori, serta pencegahan risiko jatuh. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. P berusia 67 tahun dan Ny. W berusia 73 tahun, keduanya memiliki riwayat hipertensi, kelemahan ekstremitas, keterbatasan rentang gerak, gangguan keseimbangan, dan kebutuhan bantuan keluarga pada sebagian aktivitas. Diagnosis utama pada kedua klien adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot, disertai gangguan memori dan risiko jatuh. Setelah implementasi, kedua klien mampu mengikuti latihan ROM dan menunjukkan respons kooperatif, tetapi kekuatan otot, rentang gerak, dan kemandirian belum meningkat optimal. Masalah gangguan mobilitas fisik dinilai teratasi sebagian. Kesimpulannya, dukungan mobilisasi dan latihan ROM dapat digunakan sebagai bagian dari asuhan keperawatan lansia stroke untuk mempertahankan fungsi gerak dan mencegah komplikasi imobilisasi, dengan kebutuhan latihan berkelanjutan serta keterlibatan keluarga.
Efektivitas Edukasi Self-Management Berbasis Keluarga terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Pascastroke Annalia Wardhani; Insana Maria; Amevia Damayanti; Nabilla Faraditha
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1448

Abstract

Pasien pascastroke memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi dan kekambuhan. Keterbatasan fisik, kognitif, dan kemampuan mengingat dapat menjadi hambatan dalam mempertahankan kepatuhan pengobatan. Edukasi self-management yang melibatkan anggota keluarga berpotensi membantu pasien mengelola pengobatan secara lebih konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi self-management berbasis keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien pascastroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test and post-test. Penelitian dilakukan di Desa Sungai Alat, Kecamatan Astambul, dengan 30 pasangan pasien pascastroke dan anggota keluarga yang dipilih menggunakan purposive sampling. Kepatuhan pengobatan diukur menggunakan 8-item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank karena data tidak berdistribusi normal. Ukuran efek dihitung menggunakan nilai r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median skor kepatuhan pengobatan meningkat dari 1,60 (IQR 1,50–2,50) sebelum intervensi menjadi 6,625 (IQR 6,25–7,00) setelah intervensi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001), dengan ukuran efek yang sangat besar (r = 0,873). Edukasi self-management berbasis keluarga berpotensi efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien pascastroke. Anggota keluarga sebagai mitra aktif dapat mendukung penerapan strategi pengelolaan pengobatan dalam kehidupan sehari-hari.