cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Efektivitas Kombinasi Breast Care Dan Pijat Oksitosin Dalam Peningkatan Produksi ASI Di Klinik Zhafira Zarifa Enok Ulfah Shintia; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.318

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, namun tidak sedikit ibu postpartum yang menghadapi kendala berupa rendahnya produksi ASI. Upaya nonfarmakologis seperti pijat breast care dan pijat oksitosin diketahui mampu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest pada 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri atas kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk menilai perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden pada kelompok kontrol berada pada kategori rendah sedang, sedangkan kelompok intervensi berada pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya mengalami sedikit peningkatan (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kedua kelompok, yaitu kontrol (p=0,006) dan intervensi (p<0,001), sedangkan uji Independent Samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Emosional Pada Anak Usia Preschool Di TK Pertiwi Tampingan Tegalrejo Magelang Susi Indriyani; Yekti Satriyandari; Fathiyatur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.320

Abstract

Emosional merupakan aspek psikologis individu, yang menjadi dasar dalam memahami emosional anak secara lengkap, bagaimana emosi mampu meningkatkan prestasi, kinerja atau menggapai kesuksesan dalam hidup dan bagaimana emosi dapat dikelola menjadi emosi yang cerdas. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sekitar 9,6% anak di Indonesia mengalami gangguan mental-emosional, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari adanya masalah kesehatan mental pada anak, meskipun masih banyak yang belum mengetahui detail tentang jenis dan dampak gangguan tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak usia prasekolah diantaranya keluarga, lingkungan, perbedaan usia, dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) seperti penggunaan gadget. Untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional pada anak usia preschool. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di TK Pertiwi Tampingan Tegalrejo Magelang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tenik total sampling, sampel berjumlah 67 anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. instrument penelitian ini menggunakan Kuisioner SDQ. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rho menunjukkan nilai (ρ=0,023) (ρ<0.05) yang menunjukkan adanya hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional (skala kekuatan) pada anak usia preschool. pada skala kesulitan menunjukkan nilai (р=0,000) (р<0.05) yang menunjukkan adanya hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional (skala kesulitan) pada anak usia preschool. Terdapat hubungan yang signifikan terhadap penggunaan gadget dan perkembangan emosi anak usia prasekolah.
Kombinasi Aromaterapi Lemon Dengan Guided Imagery Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur Solange Julita Fernandez Alves; Emiliani Elsi Jerau; Suci Khasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.321

Abstract

Pendahuluan: Nyeri setelah operasi fraktur merupakan masalah umum yang memengaruhi proses pemulihan dan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, manajemen nyeri yang efektif sangat penting. Intervensi nonfarmakologi, seperti aromaterapi lemon dan guided imagery, memiliki potensi besar sebagai terapi pelengkap untuk mengatasi nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri pasien pascaoperasi fraktur sebelum dan sesudah diberikan intervensi kombinasi aromaterapi lemon dan guided imagery. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 61 orang, pasien pascaoperasi fraktur di RSD Gunung Jati Kota Cirebon dengan rentang usia 17 - 65 tahun. Peneliti mengukur tingkat nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) yang telah teruji validitasnya (nilai ICCS 0,941). Hasil: Penelitian ini menunjukkan sebelum intervensi dilakukan mayoritas responden mengalami nyeri sedang sejumlah 56 responden (91,8%), setelah intervensi diberikan, mayoritas responden mengalami nyeri ringan sejumlah 34 responden (55,7%) dengan p value 0,000 (<0,05), sehingga membuktikan adanya perbedaan tingkat nyeri pasien post operasi fraktur yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Kombinasi aromaterapi lemon dan guided imagery terbukti efektif menurunkan tingkat nyeri pada pasien pascaoperasi fraktur. Hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan terapi non-farmakologi ini sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk manajemen nyeri setelah operasi.
Pengaruh Resusitasi Cairan Kristaloid Terhadap Kejadian Syok Hipovolemik: A Systematic Literature Review Moh Diyaul Anshar; Magenda Bisma Yudha; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.322

Abstract

Pendahuluan: Syok hipovolemik adalah kondisi darurat medis yang mengancam jiwa akibat kehilangan volume darah signifikan, sebanyak 500.000 pasien pertahunnya dan 99% kematian terkait perdarahan obstetri pada wanita. Meskipun resusitasi cairan sangat krusial, efektivitas kristaloid sebagai pilihan utama masih diperdebatkan, mengingat prevalensinya dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti terkini mengenai peran dan dampak kristaloid dalam tatalaksana syok hipovolemik untuk meningkatkan pemahaman dan hasil akhir pasien. Tujuan: Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui efektivitas resusitasi cairan kristaloid dalam penanganan pasien dengan kejadian syok hipovolemik. Metode: Pencarian data melalui website portal jurnal yang dapat dengan mudah diakses seperti Pubmed, Proquest, Scincedirect, dan Crossreff. Hasil dari pencarian ini terbatas pada Randomized Control Trial, Cohort Study dan Kuantitatif, disusun dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Fokus review adalah artikel yang diterbitkan selama sepuluh tahun terakhir dari oktober 2014 sampai oktober 2024. Hasil: Setelah menyaring 1427 artikel, 8 di antaranya terpilih untuk direview. Hasilnya menunjukkan bahwa, meskipun koloid dapat memberikan respons hemodinamik awal yang lebih cepat, efektivitas jangka panjangnya tidak berbeda signifikan dari kristaloid. Secara krusial, mayoritas studi tidak menemukan perbedaan signifikan dalam tingkat kematian dan komplikasi antara pasien syok hipovolemik (termasuk yang menjalani bedah) yang diobati dengan kristaloid atau koloid. Beberapa penelitian juga mengevaluasi jenis larutan Ringer's yang berbeda, dengan karakteristik sampel (usia dan jenis kelamin) yang bervariasi antar studi.
Hubungan Tingkat Stress Dengan Praktik Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Saskia Felisha Zahrani; Ririn Wahyu Hidayati; Siti Fadhilatun Nashriyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.323

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Bayi yang tidak menerima ASI eksklusif dapat mengalami dampak negatif terhadap kesehatannya, salah satu risiko yang dapat timbul adalah stunting. Jika bayi tidak memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya, maka mereka berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan di masa mendatang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat stress pada ibu menyusui dengan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1. Pengambilan data ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional, yaitu metode penelitian observasional. Populasi pada penelitian ini merupakan ibu menyusui dengan bayi usia 6 – 7 bulan yang berdomisili di wilayah Kerja Puskesmas Gamping 1. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling (Sampel bertujuan) dan didapatkan 65 sampel. Pada penelitian ini, instrument yang dugunakan untuk mengukur tingkat stress pada ibu menyusui yaitu kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Selain itu, instrument yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner ASI eksklusif. Analisis uji hubungan tingkat stress pada ibu menyusui dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini menggunakan analisis chi-square. ibu yang memberikan ASI eksklusif memiliki tingkat stress yang normal (80%) dan tingkat stress ringan (47,83%). Sementara mayoritas ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif memiliki tingkat stress berat (72%) dan tingkat stress cukup berat (85,71%). Uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stress dengan praktik pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value = 0,015.
Pengaruh Edukasi Nutrisi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di Puskesmas Bilato Kabupaten Gorontalo Pebriyanti Hasan; Zuriati Muhamad; Levana Sondakh; Rizky Nikmathul Husna Ali
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.324

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan periode kritis yang memerlukan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi. Pengetahuan yang kurang mengenai gizi dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan janin, seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, hingga kelahiran bayi dengan berat badan rendah (BBLR). Upaya peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Leaflet sebagai media cetak edukatif bersifat praktis, mudah dipahami, dan dapat dibaca berulang, sehingga efektif dalam menyampaikan informasi gizi. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi nutrisi menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bilato, Kabupaten Gorontalo. Metode: Desain penelitian kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group dan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 ibu hamil yang dibagi purposive menjadi dua kelompok: intervensi dengan edukasi leaflet (n=16) dan kontrol tanpa intervensi (n=16). Instrumen berupa kuesioner diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu hamil pada kelompok intervensi meningkat dari 47,81 menjadi 63,75 setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,739). Uji Mann-Whitney memperlihatkan perbedaan signifikan hasil posttest antara kedua kelompok (p=0,000). Kesimpulan: Edukasi nutrisi menggunakan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Media ini direkomendasikan sebagai alat edukatif bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran gizi selama kehamilan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dan Usia Menarche Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Kelas VII SMP Negeri 1 Gamping Listia Ningsih; Nuli Nuryanti Zulala; Fathiyatur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.326

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2023 melaporkan prevalensi dismenore primer di dunia mencapai 50%, di Indonesia 64,25% dan menurut data Dinas Kesehatan Yogyakarta menyebutkan prevalensi dismenore sebesar 56%. Dismenore primer merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling umum dialami oleh remaja putri, ditandai dengan nyeri perut bagian bawah tanpa disertai penyakit reproduksi. Dismenore primer disebabkan oleh berbagai faktor risiko seperti usia menarche, keturunan atau riwayat keluarga, siklus menstruasi, lama menstruasi, indeks massa tubuh (IMT), dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan usia menarche dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas VII di SMP Negeri 1 Gamping. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik crosssectional yang menggunakan data primer. Sampel yang digunakan sebanyak 56 remaja putri yang diambil dengan menggunakan teknik Total Sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Dari hasil analisis IMT diperoleh 44,5% remaja putri dengan indeks massa tubuh normal dan 55,4% tidak normal, usia menarche normal 57,7% dan 49,2% tidak normal, mengalami dismenore primer 94,6% dan tidak mengalami dismenore primer 5,4%. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian dismenore primer (p = 0,083) dan antara usia menarche dengan kejadian dismenore primer (p = 0,073). Kesimpulan yang diperoleh mayoritas responden memiliki IMT dan usia menarche normal dengan mayoritas mengalami dismenore primer tetapi antara variabel tersebut tidak ada hubungan.
Penggunaan Media Sosial Dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental Remaja Putri MTSN 3 Karawang Dita Utari Basuki; Hajar Nur Fathur Rohmah; Herlina Simanjuntak; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.327

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang tidak hanya diartikan sebagai ketiadaan gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan mengatasi tekanan, produktif, serta berperan dalam lingkungan sosial. Remaja putri rentan mengalami gangguan mental akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk paparan cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional pada 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun, dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji chi- square, dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan 43 responden (50,6%) termasuk kategori penggunaan media sosial berisiko, sementara 77 responden (90,6%) mengalami risiko gangguan kesehatan mental. Uji chi-square menghasilkan p = 0,023 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental. Nilai OR = 8,400 (95% CI: 1,02–69,0) menunjukkan bahwa remaja dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang delapan kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan yang tidak berisiko. Keterbatasan penelitian ini terletak pada lingkup sampel yang terbatas pada satu sekolah sehingga hasil belum dapat digeneralisasi lebih luas, namun temuan ini dapat menjadi dasar intervensi keluarga dan sekolah dalam pendampingan penggunaan media sosial yang sehat. Simpulan, terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Seyegan Fitriyanti Jaya; Ellyda Rizki Wijhati; Dhesi Ari Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.328

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kejadian stunting, di antaranya pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, penyakit infeksi, status gizi ibu, pendidikan, dan kelahiran prematur. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Puskesmas Seyegan. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis observasional analitik menggunakan desain case control, dengan perbandingan kelompok kasus dan kontrol 1:1. Sampel dalam penelitian ini adalah 264 balita usia 24–59 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sumber data adalah laporan gizi Puskesmas Seyegan tahun 2024. Instrumen dalam penelitian ini adalah master tabel. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, status gizi ibu dan bayi prematur dengan kejadian stunting (p < 0,05). Nilai Odds Ratio (OR) tertinggi adalah pemberian ASI eksklusif yakni sebesar (OR: 52,572 ) artinya anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko 52 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang mendapat ASI eksklusif. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, status gizi, dan bayi prematur dengan kejadian stunting. Saran: Petugas kesehatan diharapkan fokus pada edukasi pentingnya ASI eksklusif sejak persiapan kelahiran, status gizi ibu, pencegahan BBLR, dan riwayat premature.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Perubahan Berat Badan Akseptor Di Puskesmas Umbulharjo I Aqila Hana Amadea; Ismarwati; Nurul Kurniati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.329

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah salah satu metode yang banyak diminati dan praktis digunakan oleh wanita untuk mencegah kehamilan. Namun, salah satu efek samping yang sering dilaporkan oleh pengguna kontrasepsi ini adalah perubahan berat badan. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan hormon progesteron yang dapat meningkatkan nafsu makan dan mengubah metabolisme tubuh, sehingga memicu penumpukan lemak. Perubahan ini menjadi keluhan yang signifikan dan menjadi alasan utama penghentian penggunaan kontrasepsi oleh sebagian wanita. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan pada akseptor di Puskesmas Umbulharjo I. Metode penelitian ini berupa deskriptip korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Umbulharjo I, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder, yaitu melalui telaah rekam medis akseptor, serta perubahan berat badan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden yang telah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan selama > 2 tahun sebanyak 44 responden (55,0%) mengalami kenaikan berat badan naik 33 responden (41,3%), serta responden yang menggunakan kontrasepsi < 2 tahun 36 (45,0%) mengalami penurunan berat badan sebanyak 11 responden (13,8%). Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan (p-value = 0,000) dan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,977 yang menunjukkan hubungan sangat kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan. Diharapkan bidan untuk mengevaluasi akseptor KB suntik 3 bulan yang telah menggunakannya >2 tahun dan mengalami peningkatan berat badan, serta mempertimbangkan pemberian alternatif metode kontrasepsi lain yang lebih sesuai.