cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Efektivitas Mobile Phone Application Untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke: Kajian Literatur Gita Cahyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.445

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang di dunia, dan keterbatasan akses rehabilitasi konvensional menyebabkan banyak penyintas tidak memperoleh terapi optimal. Perkembangan teknologi mobile phone application menawarkan pendekatan alternatif melalui aplikasi rehabilitasi mandiri yang lebih fleksibel, mudah diakses, dan berbiaya rendah. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan mobile phone application dalam rehabilitasi pasien pasca stroke. Penelusuran artikel dilakukan pada Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang 2015-2025 menggunakan kata kunci terkait stroke rehabilitation dan mobile application. Seleksi mengikuti alur PRISMA dengan kriteria inklusi berupa penelitian asli yang menggunakan intervensi aplikasi mobile pada pasien pasca stroke dan melaporkan luaran rehabilitasi. Hasil telaah menunjukkan bahwa mobile phone application efektif meningkatkan fungsi motorik, keseimbangan, kekuatan ekstremitas atas, kepatuhan latihan, serta kemampuan self-management pasien. Beberapa studi juga melaporkan peningkatan motivasi dan kemandirian melalui fitur umpan balik dan pengawasan jarak jauh. Namun, terdapat keterbatasan berupa variasi desain aplikasi, ukuran sampel yang kecil, kurangnya standarisasi intervensi, serta minimnya studi jangka panjang. Secara keseluruhan, penggunaan mobile phone application berpotensi menjadi pelengkap penting rehabilitasi konvensional dengan efektivitas yang menjanjikan. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain metodologis lebih kuat untuk memastikan konsistensi manfaat, mengembangkan standar intervensi, dan mengevaluasi efektivitas jangka panjang dalam praktik klinis.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Fibroadenoma Mammae (FAM) Terhadap Perilaku Sadari Di SMA N 1 Banda Aceh Evi Kurniawati; Sirajul Muna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.446

Abstract

Terdapat kelainan sebanyak 493 (77,6%) yang merupakan penyakit tumor jinak payudara pada usia kurang dari 30 tahun dan 142 (22,4%) penyakit tumor payudara ganas pada rentang usia 40-49 tahun. Dari seluruh kejadian tumor jinak payudara, yang paling sering terjadi adalah FAM sebanyak 318 kasus (44%) yang sering terjadi pada usia rata-rata 16-32 tahun. Belum pernah dilakukan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi oleh petugas kesehatan mengenai kesehatan reproduksi di SMA N 1 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang FAM terhadap perilaku SADARI di SMA N 1 Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional study. Populasi penelitian ini adalah remaja putri kelas XII dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling berjumlah 62 orang. Penelitian ini dilakukan 1 hari pada tanggal 12 Februari dan dilanjutkan dengan pengolahan data. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan tentang FAM terhadap perilaku SADARI dengan p value = 0,000 dan ada hubungan antara sikap tentang FAM terhadap perilaku SADARI dengan p value = 0,001.
Penerapan Intervensi Suctioning Dalam Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gastric Outlet Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Kardinah Tegal Auliya Anisa Putri; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.447

Abstract

Gastric Outlet Obstruction (GOO) adalah kondisi yang menyebabkan hambatan pengosongan lambung menuju duodenum sehingga dapat menimbulkan penumpukan isi lambung, mual, muntah, dan risiko aspirasi. Gastric Outlet Obstruction (GOO) merupakan penyumbatan pada keluaran lambung yang menyebabkan mual, muntah, dan distensi abdomen sehingga memerlukan tindakan laparotomi. Pasien pascaoperasi dengan GOO yang dirawat di ICU sering mengalami penurunan refleks batuk akibat efek anestesi dan penggunaan ventilator, sehingga terjadi retensi sekret yang mengganggu bersihan jalan napas. Masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif. Salah satu intervensi penting untuk mengatasinya adalah tindakan suction melalui jalan napas atau dekompresi lambung. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas tindakan suction terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien pascaoperasi laparotomi dengan GOO di ICU RSUD Kardinah Kota Tegal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian satu orang yaitu pasien berusia 47 tahun dengan keluhan sesak napas dan sekret berlebih. Tindakan suction dilakukan selama tiga hari dengan pemantauan frekuensi napas dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan.Hasil menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 85–90% menjadi 93–96% serta penurunan bunyi napas tambahan setelah dilakukan suction. Pasien tampak lebih tenang dan pola pernapasan menjadi lebih efektif. Tindakan suction terbukti mampu meningkatkan bersihan jalan napas, memperbaiki pertukaran gas, serta menurunkan risiko aspirasi. Kesimpulannya, tindakan suction merupakan intervensi keperawatan yang efektif dan aman bila dilakukan dengan teknik yang benar, meliputi praoksigenasi, tekanan negatif yang sesuai, durasi singkat, dan penerapan prinsip aseptik.
Implementasi Kompres Hangat Dan Aroma Terapi Untuk Menurunkan Skala Nyeri Dan Tingkat Kecemasan Anak Dengan Acute Myeloid Leukimia Di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Putri Sella Adelia; Etika Dewi Cahyaningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.448

Abstract

Acute Myeloid Leukemia (AML) merupakan keganasan hematologi yang sering menimbulkan keluhan nyeri akut dan kecemasan akibat proses penyakit maupun tindakan medis yang dijalani. Kondisi ini berdampak pada penurunan kenyamanan, gangguan tidur, serta peningkatan respons fisiologis seperti perubahan pola napas. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah kompres hangat dan inhalasi aromaterapi. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan kompres hangat dan aromaterapi pada anak dengan AML yang mengalami nyeri akut di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Studi dilakukan melalui observasi selama 3 hari dengan intervensi kompres hangat 3 kali sehari dan inhalasi aromaterapi sebelum tidur pada tanggal 8–11 Juli 2025. Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari pertama, pasien mengeluhkan nyeri dengan skala sedang dan tampak cemas. Setelah intervensi hari kedua, pasien mulai menunjukkan penurunan nyeri menjadi skala 4, pola napas lebih teratur, serta tidur malam lebih nyenyak. Pada hari ketiga, keluhan nyeri lebih lanjut menurun menjadi skala 2, kecemasan berkurang, pola tidur membaik, dan pasien tampak lebih rileks serta ceria. Penerapan kompres hangat dan inhalasi aromaterapi selama 3 hari terbukti membantu menurunkan nyeri, memperbaiki kenyamanan, dan menurunkan kecemasan pada anak dengan AML.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Memiliki Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Asep Toha Mustopa Ahmad; Yudo Triono; Riska Subhianti Putri; Cecilia Nony Ayuningsih Bratajaya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.449

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik. Kesimpulan: Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penerapan Guided Imagery Untuk Mengurangi Nyeri Pada Ny. S Post Op Dengan Diagnosa Medis Ca Cervix Uteri Di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Nindia Sefi Utami; Ema Wahyu Ningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.451

Abstract

Kanker merupakan suatu jenis penyakit ditandai dengan pertumbuhan abnormal yang tidak terkendali dari sel tubuh dan menjadi salah satu penyebab kematian terbesar saat ini. Kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia adalah Ca Cervix. Kanker adalah penyakit kronis dengan mengakibatkan sel – sel pada tubuh berubah hingga bertumbuh diluar kendali tubuh, Ca Cervix adalah sejenis kanker di organ leher rahim. Ca Cervix dikarenakan adanya infeksi subtipe onkogenik seperti infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV). Salah satu penatalaksanaan Ca Cervix adalah pembedahan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi nyeri Post Op adalah teknik Guided Imagery. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teknik Guided Imagery pada pasien post laparatomi BSO radikal ec Ca Cerviks Uteri dengan nyeri akut di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Studi dilakukan melalui observasi selama 3 hari, dengan intervensi Guided Imagery selama 3 x 24 jam pada tanggal 26-28 Agustus 2025. Hasil studi menunjukan bahwa pada hari pertama, pasien mengalami nyeri berat pada skala 7. Setelah dilakukan intervensi Guided Imagery, hari kedua menunjukan adanya penurunan skala nyeri pada skala 5 dan pasien merasa lebih nyaman. Pada hari ketiga, nyeri semakin menurun pada skala 3. Penerapan teknik Guided Imagery selama 3 x 24 jam terbukti efektif dalam menurunkan keluhan nyeri Post Operasi.
Hubungan Faktor-Faktor Dengan Pemberian Susu Formula Pada Bayi Usia 0–6 Bulan Di Desa Taman Mekar Tahun 2025 Yuyun Yuhanah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.452

Abstract

Pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Meskipun WHO dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian ASI eksklusif, kenyataannya masih banyak ibu yang memberikan susu formula karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan di Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 100 orang, dengan sampel 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,018) dan dukungan keluarga (p = 0,030) dengan pemberian susu formula, sedangkan pendidikan ibu (p = 0,612), pekerjaan ibu (p = 0,416), dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,222) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan ibu dan semakin kuat dukungan keluarga, maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar Puskesmas dan kader kesehatan meningkatkan kegiatan penyuluhan, pendampingan, serta edukasi kepada keluarga untuk memperkuat dukungan terhadap ibu dalam pemberian ASI eksklusif.
Hubungan Aktivitas Di Kampus Dengan Gejala Flour Albus Pada Mahasiswa Keperawatan Syava Ardilawati; Ari Rahmat Aziz; Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.453

Abstract

Keputihan (flour albus) merupakan kondisi umum yang dialami oleh perempuan usia reproduktif, termasuk mahasiswa keperawatan. Salah satu faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap gejala flour albus adalah aktivitas harian yang padat selama berada di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi aktivitas dan aktivitas fisik di kampus dengan gejala flour albus pada mahasiswa keperawatan. Dimana variabel aktivitas dibagi menjadi dua sub-variabel yaitu durasi dan jenis aktivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi aktivitas, aktivitas fisik (adaptasi kuesioner IPAQ SF), dan flour albus. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori durasi aktivitas tinggi di kampus (46,5%) dan tingkat aktivitas fisik berat (45,3%) merupakan yang paling dominan. Gejala flour albus ditemukan pada 70,9% responden. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas di kampus dengan gejala flour albus (p-value = 0,000) < α (0,05), serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik di kampus dengan gejala flour albus (p-value = 0,000) < α (0,05). Durasi aktivitas dan aktivitas fisik di kampus memiliki hubungan yang signifikan dengan gejala flour albus. Mahasiswa dengan durasi aktivitas dan aktivitas fisik yang tinggi cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami flour albus.
Determinasi Partus Lama Pada Ibu Bersalin Di RSIA Nurul Anisa 2025 Euis Atikah; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ida Widaningsih; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.454

Abstract

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2022, Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi, yaitu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, berdasarkan laporan dari RSIA Nurul Anisa, dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024 tercatat 70 kasus partus lama dari total 389 persalinan yang terjadi. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa angka kejadian partus lama masih tergolong tinggi, dengan prevalensi sekitar 18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama kala II pada ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa, baik yang menjalani persalinan pervaginam maupun sectio caesarea (SC), dengan total 389 responden selama dua tahun terakhir (2023–2024). Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Analisis data dilakukan melalui analisis proporsi (persentase) untuk analisis univariat, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR) untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beberapa faktor dengan kejadian partus lama kala II, yaitu: Usia ibu (p = 0,003), Paritas (p = 0,017), Taksiran berat janin (p = 0,004), dan His (kontraksi uterus) (p = 0,005).
Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Proses Persalinan: Systematic Literature Review Yenni Yenni; Ari Yuniastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.455

Abstract

Kehamilan adalah proses alami, perubahan psikologis yang ekstrem, termasuk kekhawatiran, dapat menyebabkan persalinan tertunda atau mengalami beberapa kesulitan. Yoga prenatal adalah salah satu terapi komplementer yang dapat membantu ibu hamil yang mengalami kecemasan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mengkaji jurnal yang berkaitan dengan pengaruh prenatal yoga terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi proses persalinan. Jenis penelitian ini yaitu Systematic Literature Review dengan mencari jurnal menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Garuda dari tahun 2016 – 2025 dan proses seleksi literatur menggunakan diagram PRISMA dengan desain penelitian Quasy Experimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 artikel menunjukkan mengalami penurunan kecemasan setelah melakukan prenatal yoga. Kesimpulan bahwa prenatal yoga sangat efektif dalam menurukan kecemasan pada ibu hamil trimester III dalam menghadapi proses persalinan.

Page 41 of 107 | Total Record : 1062