cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Penerapan Foot Massage Pada Ny. Y Untuk Menurunkan Nyeri Post Sectio Caesarea Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Ruang Mawar RSUD Kardinah Kota Tegal Restu Puji Lestari; Ema Wahyuningrum; Elok Faola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.422

Abstract

Persalinan sectio caesarea adalah suatu bentuk proses persalinan yang dilakukan dengan melakukan insisi pada dinding abdomen dan dinding uterus untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Pasien yang melakukan persalinan dengan metode sectio cesarea biasanya akan merasakan berbagai ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang dirasakan salah satunya yaitu nyeri yang berasal dari insisi abdominal. Sehingga diperlukan suatu manajemen yang dapat menurunkan komplikasi dan meningkatkan kualitas pada ibu post partum, yaitu dengan melakukan teknik relaksasi foot massage. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh foot massage dalam menurunkan nyeri pada pasien post sectio cesarea. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yaitu mengambil 1 pasien sebagai analisis deskriptif. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, intervensi sebelum, pemberian intervensi, dan intervensi sesudah. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21-23 Juli 2025 di Ruang Mawar RSUD Kardinah Kota Tegal. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada hari pertama dari skala 7 menjadi 6, hari kedua dari skala 6 menjadi 5, dan hari ke tiga skala 6 menjadi 5 pada pasien post sectio caesarea setelah dilakukan tindakan foot massage. Dari hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan terapi foot massage terhadap perubahan nyeri pada pasien post sectio cesarea.
Edukasi Dalam Upaya Untuk Mengurangi Kecemasan Pasien Pra Pembedahan Dan Anestesi Di RS Jatiwinangun Purwokerto Rizki Ananda; Danang Tri Yudono; Linda Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.423

Abstract

Latar belakang: Kecemasan praoperasi dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung. Salah satu faktor penyebab utama kecemasan tersebut adalah kurangnya pemahaman pasien terhadap prosedur bedah dan anestesi yang akan dijalani. Pemberian informasi yang jelas kepada pasien mengenai tindakan   pre operasi sangat diperlukan, salah satunya adalah melalui pemberian edukasi preoperatif. Tujuan: mengetahui tingkat kecemasan sebelum dan sesudah edukasi pada pasien pra pembedahan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan studi deskriptif pada pasien pra operasi untuk mengetahui kecemasan sebelum dan sesudah edukasi. Responden dalam pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 pasien. Alar ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien dengan Kuesioner APAIS. Hasil: Usia yang paling dominan yaitu usia 26-35 tahun (53,3%), Pekerjaan yang paling dominan adalah Buruh (43,3%) dan tingkat pendidikan yang paling dominan yaitu SMP (30%).  Tingkat kecemasan sebelum dilakukan edukasi yang paling dominan adalah tingkat kecemasan yang paling dominan pada kategori sedang (60%). Hasil kecemasan setelah dilakukan edukasi yang paling dominan dengan kategori tidak cemas (43,4%).
Integrasi Penanganan Kelelahan Pasca Stroke Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan: Sebuah Literature Review Hety Meiliany; Wiwik Kusumawati; Azizah Khoiriyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.424

Abstract

Kelelahan pasca stroke (Post-Stroke Fatigue / PSF) merupakan salah satu komplikasi non-motorik paling umum yang dialami oleh penyintas stroke, dengan prevalensi mencapai 30–70%. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, proses rehabilitasi, serta risiko kekambuhan dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai literatur ilmiah mengenai pendekatan penanganan PSF dan menganalisis integrasi intervensi tersebut dalam sistem pelayanan kesehatan, guna menghasilkan rekomendasi bagi peningkatan kualitas rehabilitasi pasca stroke yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar selama periode 2015–2025. Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas epidemiologi, mekanisme, serta manajemen PSF dalam konteks sistem pelayanan kesehatan. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa PSF disebabkan oleh interaksi kompleks antara faktor biologis (disfungsi neurotransmiter dan inflamasi), psikologis (depresi, stres, gangguan tidur), dan sosial (dukungan keluarga, isolasi sosial). Pendekatan multidisipliner dan terintegrasi terbukti paling efektif dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan hasil rehabilitasi. Implementasi integrasi layanan di beberapa negara (misalnya Inggris dan Skandinavia) terbukti menurunkan angka rehospitalisasi hingga 18–22%, namun di Indonesia penerapannya masih terbatas, dengan hanya 27% rumah sakit rujukan stroke memiliki program rehabilitasi komprehensif. Integrasi penanganan PSF dalam sistem pelayanan kesehatan merupakan langkah penting dalam meningkatkan efektivitas rehabilitasi dan kualitas hidup penyintas stroke.
Hubungan Pengetahuan Alat Kontrasepsi Sederhana Dengan Sikap Seks Pranikah Pada Remaja SMA Negeri 1 Nanga Pinoh Sindy Valencia Angelica; Indah Purnamasari; Chentia Misse Issabella; Zesika Intan Navelia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.425

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap kesehatan reproduksi, khususnya perilaku seks pranikah. Di Indonesia, jumlah remaja (usia 10–24 tahun) mencapai 65,82 juta jiwa atau sekitar 24% dari total penduduk. Secara global, terdapat sekitar 1,2 miliar remaja, yang mencakup 18% dari populasi dunia. Data menunjukkan bahwa sekitar 15–20% remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan seksual pranikah, yang berisiko menimbulkan kehamilan tidak diinginkan maupun penyakit menular seksual. Di Kabupaten Melawi, hasil SUSENAS 2023 mengungkapkan bahwa 28,63% pemuda menikah pertama kali pada usia 16–18 tahun, dan 7,28% menikah di bawah usia 16 tahun. Angka pernikahan dini pada perempuan (40,80%) jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki (6,90%). Kondisi ini menunjukkan masih tingginya kerentanan remaja terhadap perilaku seks pranikah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Pengetahuan Alat Kontrasepsi Sederhana dengan Sikap Seks Pranikah pada Remaja SMAN 1 Nanga Pinoh. Jenis penelitian yang digunakan berupa observasional dengan metode survei analitik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi sederhana dengan sikap terhadap seks pranikah (p-value < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik pengetahuan remaja mengenai alat kontrasepsi, semakin positif pula sikap mereka terhadap pengendalian perilaku seksual sebelum menikah. Kesimpulan yaitu semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja mengenai kontrasepsi sederhana, semakin baik pula sikap mereka dalam menolak perilaku seks pranikah.
Efektivitas Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laminektomy Dengan Herniated Nucleus Pulposus (HNP): Studi Kasus Di Ruang Amarilis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Unit Geriatri Paviliun Abiyasa Erfina Dwi Yuliani; Suci Khasanah; Agus Kurniadi Hanata
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.426

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) menyebabkan nyeri punggung bawah akibat penekanan akar saraf. Salah satu tindakan penatalaksanaan adalah laminektomi, namun pasien sering mengalami nyeri pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap penurunan nyeri pasien post-laminektomi. Desain penelitian studi kasus deskriptif dilakukan pada satu pasien HNP post-laminektomi di Ruang Amarilis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Terapi SEFT diberikan selama tiga hari (±20 menit/sesi). Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari skala 7 menjadi 3, dengan peningkatan rasa tenang dan tanda vital stabil. SEFT terbukti efektif dan aman sebagai intervensi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pascaoperasi.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Quran Terhadap Tingkat Kecemasan Pre Operasi Spinal Anestesi Di RSI Purwokerto Abid Fadillah Triatmaja; Magenda Bisma Yudha; Amelia Andini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.427

Abstract

Kecemasan pre operasi sering dialami pasien dan dapat memengaruhi jalannya pembedahan, termasuk pada operasi dengan spinal anestesi. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mendukung kesiapan fisik dan psikologis pasien, salah satunya melalui terapi murottal Al-Qur’an sebagai intervensi non farmakologis untuk menurunkan kecemasan. Penelitian ini mengkaji efektivitas terapi murottal Al-Qur’an sebagai metode nonfarmakologis dalam mengurangi kecemasan pasien preoperasi spinal anestesi di RSI Purwokerto. Desain penelitian adalah pre-experimental one group pretest-posttest dengan 79 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah terapi murottal Al-Qur’an selama 10 menit melalui MP3 dan earphone. Hasil menunjukkan efektivitas terapi murottal Al-Qur’an dalam menurunkan kecemasan, ditandai dengan perubahan sebagian besar responden dari tingkat kecemasan sedang menjadi ringan atau tidak cemas. Terapi ini memberikan efek relaksasi melalui stimulus auditori yang menurunkan aktivitas saraf simpatis, denyut nadi, dan tekanan darah. Disimpulkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an efektif menurunkan kecemasan preoperasi pada pasien spinal anestesi, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan perioperatif.
Hubungan Motivasi ibu dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Rizki Muji Lestari; Lensi Natalia Tambunan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.428

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi merupakan permasalahan yang besar dan perlu penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak masyarakat dan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi di Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Dari hasil analisis data menggunakan Chi Square didapatkan ada hubungan antara motivasi ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi (p = 0,000) dan ada hubungan antara dukungan suami dengan pemilihan metode kontrasepsi (0,004). Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa motivasi ibu dalam pemilihan metode kontrasepsi mayoritas memiliki motivasi tinggi. Hal ini bisa terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat pendidikan, usia, maupun paritas.
Hubungan Asupan Protein Dan Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 12 Kota Yogyakarta Sri Nugraha Lestari; Ibtidau Niamilah; Siti Fadhilatun Nashriyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.429

Abstract

Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri. Menurut Data WHO 2022 prevalensi anemia global anemia pada wanita berusia 15–49 tahun adalah 29,9% pada tahun 2021. Sedangkan untuk data negara Indonesia sendiri, menyebutkan prevalensi anemia pada wanita berusia 15-49 tahun sebesar 31,2% menurut Buku Data Kesehatan DIY 2023 prevalensi anemia pada remaja putri memiliki angka anemia terbanyak ke dua dengan prevalensi 29,51%. Faktor risiko yang sering dikaitkan adalah rendahnya asupan protein dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Remaja putri merupakan kelompok yang sangat rentan mengalami anemia karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan cepat yang membutuhkan energi serta zat gizi tinggi. Berbagai faktor memengaruhi kejadian anemia pada remaja, meliputi asupan zat gizi (protein, zat besi), kepatuhan konsumsi TTD, pola menstruasi, tingkat pengetahuan, hingga kondisi sosial ekonomi Tujuan: Mengetahui hubungan asupan protein dan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 12 Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross sectional. Responden berjumlah 20 siswi yang dipilih menggunakan quota sampling. Data asupan protein dikumpulkan menggunakan SQ-FFQ dengan jangka waktu 1 tahun terakhir, kepatuhan konsumsi TTD melalui kuesioner, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan Hb meter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki asupan protein kurang (81,25%) dan tidak patuh mengonsumsi TTD (93,75%). Prevalensi anemia sebesar 15% Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian anemia (p=1,000) maupun antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia (p=0,088). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan protein maupun kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 12 Kota Yogyakarta.
Gambaran Gangguan Mental Emosional Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Arifin Achmad Anisa Amelya; Fathra Annis Nauli; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.430

Abstract

Pendahuluan: Gangguan mental emosional (GME) adalah masalah psikologis yang memengaruhi kondisi emosional, fisik, dan psikososial pasien hemodialisis akibat penyakit serta pengobatannya. Tujuan: Mengetahui gambaran GME pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Arifin Achmad, karakteristik responden serta gejala depresi, kecemasan, somatik, kognitif, dan penurunan energi. Metode: deskriptif kuantitatif dengan 94 responden menggunakan total sampling. Instrumen SRQ-20, dianalisis secara univariat. Kriteria inklusi pasien hemodialisis berusia 18–65 tahun, menjalani terapi mulai dari 3 bulan keatas, berbahasa Indonesia, bersedia berpartisipasi, eksklusi yaitu pasien yang menolak atau penurunan kesadaran. Hasil: paling banyak responden berusia 46–55 tahun (36,2%), laki-laki (57,4%), berpendidikan terakhir SMA (36,2%), tidak bekerja (64,9%), dan lama menjalani hemodialisis lebih dari 6 bulan yaitu (87,2%). Sebanyak (89,4%) mengalami GME. Gejala depresi kehilangan minat untuk melakukan berbagai macam hal (62,8%), gejala kecemasan meliputi sulit tidur nyenyak (72,3%), gejala somatik yaitu merasa tidak nyaman di perut (67%), gejala kognitif hasil kerja sehari-hari memburuk (69,1%), gejala penurunan energi mudah merasa lelah (92,6%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pasien hemodialisis mengalami GME dengan gejala dominan penurunan energi, kecemasan, gangguan kognitif, keluhan somatik, dan depresi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis sosial perlu mendapatkan perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan mental pasien hemodialisis.
Pengaruh Pemberian Terapi Massage Kaki Terhadap Nilai Ankle Brachial Index Dan Sensitivitas Kaki Pada Pasien DM Tipe II Di Wilayah Puskesmas Pakisaji Malang Soraya Qonita Zakia Athuf; Supono; Nurul Hidayah; Tri Nataliswati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.431

Abstract

Neuropati atau kerusakan saraf adalah komplikasi mikrovaskular yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus, terapi massage kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang minim resiko dan fleksibel serta dapat diterapkan dengan mudah untuk mengatasi masalah neuropati perifer namun jarang sekali di implementasikan sebagai intervensi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi massage kaki terhadap nilai Ankle Brachial Index dan sensitivitas kaki pada pasien DM tipe II. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre-post test control group design. Populasi penelitian adalah pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji sebanyak 126 orang, dengan sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelompok perlakuan diberikan terapi massage kaki selama 5–10 menit setiap pagi dan sore selama dua hari. Variabel yang diamati adalah nilai ABI dan sensitivitas kaki, menggunakan instrumen berupa SOP pijat kaki, stetoskop, tensimeter, monofilamen 10g, dan lembar observasi. Rata-rata peningkatan nilai ABI sebesar 0,05 dan sensitivitas kaki sebesar 0,5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi massage kaki efektif sebagai tindakan alternatif dalam mencegah komplikasi neuropati diabetic. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value = 0,008 (α < 0,05), dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh terhadap sensitivitas kaki dengan p-value = 0,020 (α < 0,05). Dengan demikian, terapi massage kaki dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan yang bersifat preventif dan promotif dalam penanganan neuropati diabetik. Penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih lama dan pengukuran lanjutan disarankan untuk melihat efek jangka panjangnya.