cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Wilayah Pesisir Kelurahan Meranti Pandak Alisia Oktaviani Marito Siahaan; Reni Zulfitri; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.456

Abstract

Pendahuluan: Lansia mengalami proses penuaan yang berdampak pada perubahan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual, sehingga memengaruhi kualitas hidup. Gaya hidup menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kualitas hidup yang baik. Tujuan: Mengetahui hubungan gaya hidup dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Pesisir Kelurahan Meranti Pandak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 93 responden lansia yang dipilih dengan teknik Slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner gaya hidup dan kualitas hidup lansia WHOQOL-OLD. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden termasuk kategori usia elderly (60–74 tahun) sebesar 78,5%, berjenis kelamin perempuan 66,7%, lulusan pendidikan dasar 36,6%, dan tidak bekerja 46,2%. Sebanyak 54,8% lansia memiliki gaya hidup sehat, sementara 45,2% menjalani gaya hidup tidak sehat. Kualitas hidup lansia dikategorikan rendah (33,3%), sedang (22,6%), dan tinggi (44,1%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dengan kualitas hidup lansia (p value = 0,001). Kesimpulan: Lansia dengan gaya hidup sehat cenderung memiliki kualitas hidup tinggi, sementara lansia dengan gaya hidup tidak sehat lebih banyak berada pada kualitas hidup rendah. Hasil ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam memberikan edukasi dan pendampingan berkelanjutan terkait penerapan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, khususnya di wilayah pesisir.
Perbedaan Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Dan Three Corner Drill Terhadap Agility Pemain Sepakbola Baturetno Football School U-16 Fachrizal Aditya Perdana; Muhamad Ali Jafar; Andry Ariyanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.457

Abstract

Agility merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam olahraga, terutama sepak bola, karena berperan dalam kemampuan pemain untuk bergerak cepat, menjaga keseimbangan, serta melakukan perubahan arah tanpa kehilangan kontrol tubuh. Peningkatan agility dapat dicapai melalui program latihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan Zig-zag run dan Three corner drill terhadap peningkatan agility pada pemain Baturetno Football School U-16. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 22 pemain laki-laki berusia 16 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok Zig-zag run mendapatkan latihan dengan dosis 8 detik × 3 repetisi, dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu (12 sesi latihan). Kelompok Three corner drill berlatih dengan frekuensi yang sama selama empat minggu dengan dosis 4 repetisi × 3 set berdurasi 8 detik pada minggu pertama dan disesuaikan sesuai program. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test untuk melihat peningkatan dalam masing-masing kelompok dan independent t-test untuk mengetahui perbedaan antar kelompok, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis latihan memberikan peningkatan agility yang signifikan. Kelompok Zig-zag run memperoleh nilai p = 0,001, sedangkan Three corner drill memperoleh p = 0,002. Hasil independent t-test menunjukkan adanya perbedaan pengaruh yang signifikan (p = 0,042), di mana Zig-zag run memberikan peningkatan agility lebih besar. Kesimpulannya, kedua bentuk latihan efektif dalam meningkatkan agility pemain sepak bola usia 16 tahun, namun Zig-zag run terbukti lebih dominan dalam meningkatkan kemampuan perubahan arah cepat. Latihan ini direkomendasikan untuk digunakan secara konsisten dalam program pembinaan pemain muda.
Tingkat Pengetahuan Atlet Kempo Riau Dalam Penanganan Cedera Berbasis Metode Rice Ova Tsabita; Ari Pristiana Dewi; Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.458

Abstract

Pendahuluan: Atlet Kempo sering mengalami cedera, sehingga penting bagi atlet untuk memiliki pengetahuan yang memadai dalam melakukan penanganan awal cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan atlet Kempo Riau terkait penanganan cedera berbasis metode RICE. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan 62 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan metode statistik univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan atlet Kempo terkait metode RICE berada di kategori baik, dimana 56 atlet (90,3%) memiliki pengetahuan yang baik, 5 atlet (8,1%) memiliki pengetahuan sedang, dan hanya 1 atlet (1,6%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait metode RICE. Spesifiknya, pada kategori Rest, 85,5% atlet berpengetahuan baik dan 14,5% atlet berpengetahuan cukup. Pada kategori Ice, 82,3% atlet berpengetahuan baik, 16,1% atlet berpengetahuan cukup dan 1,6% atlet berpengetahuan kurang.  Selanjutnya pada kategori Compression, 75,8% atlet berpengetahuan baik, 19,4% atlet berpengetahuan cukup dan 4,8% atlet berpengetahuan kurang. Pada kategori Elevation, 80,6% atlet berpengetahuan baik, 14,5% atlet berpengetahuan cukup dan 4,8% atlet berpengetahuan kurang. Kesimpulan: Mayoritas tingkat pengetahuan atlet Kempo di Riau mengenai metode RICE dalam penanganan cedera berkategori baik. Disarankan keterlibatan dari perawat tim medis atlet atau perawat kegawat daruratan untuk bisa lebih memberi pemahaman lagi terkait dengan penanganan cedera berbasis metode RICE.
Hubungan Asupan Vitamin D Dengan Tingkat Depresi Pada Mahasiswa Di Yogyakarta Anisatun Mahmudah; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dewi Rizzky Mutiasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.459

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang banyak terjadi, terutama pada usia produktif. Mahasiswa tergolong rentan mengalami tekanan psikologis akibat beban akademik, transisi menuju kedewasaan, serta tantangan dalam proses adaptasi sosial. Kecukupan asupan vitamin D melalui konsumsi pangan bergizi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kestabilan suasana hati, pengendalian emosi, dan pemeliharaan kesehatan mental secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan vitamin D dengan tingkat depresi pada mahasiswa di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan survei analitik data sekunder dari penelitian yang dilakukan oleh (Dhiemitra Aulia Dewi et al., 2023). Variabel independen pada pelitian ini adalah asupan vitamin D, sedangkan variabel dependen adalah tingkat depresi. Sampel penelitian ini sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner DASS-21 dan kuesioner SQ-FFQ Quantitative. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Microsoft Excel dan STATA versi 14 dengan uji statistik uji Spearman. Hasil penelitian dari 96 responden menunjukkan bahwa rerata asupan vitamin D pada mahasiswa adalah 5,28±8,97 mcg termasuk dalam kategori kurang dan rerata skor depresi adalah 4,84±4,05 kategori mahasiswa tidak mengalami gangguan depresi. Tidak terdapat hubungan antara asupan vitamin D dengan tingkat depresi pada mahasiswa di Yogyakarta, dibuktikan dengan p =  0.6140. Mayoritas mahasiswa yang tidak depresi memiliki asupan vitamin D yang kurang. 
Pengaruh Terapi Seni Mandala Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Puskesmas Limboto Barat Mohamad Jufri Mahmud; Rona Febriyona; Firmawati; Nur Uyuun I. Biahimo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.460

Abstract

Seni Mandala Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Skizofrenia di wilayah Puskesmas Limboto Barat. Desain penelitian: desain penelitian kuantitatif Quasi-Eksperimen dengan rancangan One grup pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosa skizofrenia di puskesmas limboto barat yang tercatat sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 27 orang. Hasil Penelitian: menunjukan bahwa ada pengaruh 100% terapi seni mandala terhadap penurunan kecemasan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Barat. Saran: Hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu media pembelajaran, sumber informasi, pertimbangan tentang Pengaruh terapi seni mandala terhadap penurunan kecemasan pada pasien skizofrenia serta menjadi informasi untuk keluarga dan orang tua tentang pengaruh terapi seni mandala untuk penurunan kecemasan.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Buku Saku Pengendalian Hipertensi Terhadap Kepatuhan Pasien Dalam Minum Obat Hipertensi Di Puskesmas Pembantu Tegalrandu Klakah Ali Riono; Marfuah Marfuah; Erna Handayani; Rizka Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.461

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dari pasien untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan adalah melalui edukasi kesehatan dengan media buku saku. Penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, besar sampel yaitu 50 pasien hipertensi di Puskesmas Pembantu Tegalrandu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Intervensi ini dilakukan selama 10 hari dengan 2 kali observasi dengan durasi 4 hari intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, hampir seluruh responden (80%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah intervensi, sebagian besar responden (56%) berada pada kategori kepatuhan sedang. Dan (16%) berada pada kategori kepatuhan tinggi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -5,667 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan buku saku efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat hipertensi. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa media edukatif yang mudah diakses dan dipahami dapat mempengaruhi perilaku kesehatan pasien secara positif.
Hubungan Self-Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Ranuyoso Yudhi Anggara Kurniawan; Dodik Hartono; Ainul Yaqin Salam; Suhari Suhari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.462

Abstract

Menjadi lansia merupakan salah satu tahap alami dalam siklus kehidupan manusia. Penurunan daya tahan tubuh merupakan salah satu dampak dari penuaan yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya masalah kesehatan pada lansia. Posyandu lansia merupakan program yang bertujuan untuk memantau kesehatan lansia secara efektif, sehingga dapat meminimalisir risiko kesehatan yang mungkin timbul. Dukungan dari keluarga juga sangat penting dalam meningkatkan motivasi lansia untuk rutin menghadiri posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia sebanyak 62 responden, sedangkan penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 54 responden. Instrumen yang digunakan meliputi lembar kuesioner General Self-efficacy Scale (GSES) untuk mengukur self-efficacy, kuesioner modifikasi berdasarkan Nursalam (2019) dan Firdaus (2021) untuk mengukur dukungan keluarga, serta observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rho-test. Hasil uji Spearman rho-test menunjukkan nilai ρ-value = 0,000 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam kegiatan posyandu di Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga tentang pentingnya kegiatan posyandu lansia dalam memantau kesehatan lansia. Selain itu perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit pada lansia dalam kegiatan posyandu lansia.
Pengaruh Inovasi Halo TB Satap Terhadap Tingkat Kepuasan Pelayanan Di Ruang Pemeriksaan Khusus UPT. Puskesmas Kedungjajang Kabupaten Lumajang Irma Septiani Maulana; Dodik Hartono; Suhari Suhari; Nafolion Nur Rahmat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.463

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penanganan TBC memerlukan pelayanan yang cepat, terintegrasi, dan berfokus pada pasien. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan adalah melalui inovasi “Halo TB Satap”, yaitu sistem pelayanan satu pintu yang dirancang untuk mempermudah proses pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan pasien TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi Halo TB Satap terhadap tingkat kepuasan pelayanan pada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Sebanyak 32 responden mengalami peningkatan kepuasan, 19 responden tidak mengalami perubahan, dan 1 responden mengalami penurunan kepuasan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,959 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penerapan inovasi terhadap peningkatan kepuasan pasien. Peneliti menilai bahwa Inovasi Halo TB Satap dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan kepuasan pelayanan, khususnya pada ruang pemeriksaan khusus. Inovasi yang responsif dan terfokus pada kebutuhan pasien dinilai mampu memperbaiki kualitas layanan secara nyata. Inovasi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam rangka mendukung program eliminasi TBC.
Penerapan Vap Bundle Dan Rom Exercise Untuk Pencegahan Komplikasi Prolonged Mechanical Ventilation Dan Imobilisasi Pada Asuhan Keperawatan Ny. N Post Re-Laparatomi Dengan PDT Di Ruang ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Krisviadi Ahmat Solikhin; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.464

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan komplikasi umum pada pasien ICU yang menggunakan ventilator mekanik lebih dari 48 jam, berkontribusi pada peningkatan morbiditas dan mortalitas. Selain itu, pasien ICU berisiko mengalami komplikasi imobilisasi seperti kelemahan otot dan kekakuan sendi. Studi kasus ini bertujuan menerapkan VAP bundle dan latihan Range of Motion (ROM) pada Ny. N, pasien post re-laparatomi dengan Percutaneous Dilatational Tracheostomy (PDT) di ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan VAP bundle dan latihan ROM. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan bersihan jalan napas, penurunan produksi sputum, dan perbaikan nilai analisa gas darah. Latihan ROM mampu mempertahankan rentang gerak sendi dan mencegah kekakuan. Kesimpulan studi ini adalah penerapan VAP bundle dan latihan ROM efektif dalam mencegah komplikasi prolonged mechanical ventilation dan imobilisasi pada pasien ICU dengan ventilasi mekanik jangka panjang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Bayi Berat Lahir Rendah Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Intan Laroiba Khurijati Hajid; Fitnaningsih Endang Cahyawati; Sholaikhah Sulistyaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.465

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi lahir <2.500 gram, indikator utama kesehatan perinatal karena tingkatkan risiko kesakitan dan kematian bayi. Faktor ibu pengaruhnya usia muda (<20 tahun) atau tua (>35 tahun), paritas tinggi, usia kehamilan, status gizi (IMT), serta komplikasi seperti anemia, hipertensi, atau diabetes melitus. Data UNICEF 2020 terdapat 19,8 juta bayi BBLR, sedangkan Indonesia 0,7%, dan Sleman menduduki peringkat ketiga di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu 7,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan status gizi (IMT) dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir pada periode Januari–Desember 2024 sebanyak 404 bayi. Sampel penelitian berjumlah 132 bayi dengan perbandingan 1:1, terdiri dari 66 bayi BBLR (<2500 gram) sebagai kelompok kasus yang ditentukan dengan total sampling, dan 66 bayi tidak BBLR (≥2500 gram) sebagai kelompok kontrol yang ditentukan menggunakan simple random sampling. Data penelitian menggunakan data sekunder dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Usia kehamilan kunci pencegahan BBLR. Saran: kepada tenaga kesehatan untuk tingkatkan edukasi prenatal perencanaan kehamilan usia ideal (20-35 tahun), pemantauan gizi, dan deteksi dini komplikasi untuk mengurangi terjadinya BBLR di RS PKU Muhammadiyah Gamping

Page 42 of 107 | Total Record : 1062