cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa yang Menjalani Perkuliahan Menggunakan Metode Case Based Learning Tasya Rosa; Jumaini; Niken Yuniar Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.495

Abstract

Case Based Learning (CBL) merupakan metode pembelajaran berbasis kasus yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan aktif. Penerapan metode ini dapat menjadi bagian dari beban akademik yang kompleks, sehingga berpotensi menimbulkan stres akademik dan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Keperawatan yang menjalani perkuliahan menggunakan metode CBL. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 254 mahasiswa yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stres akademik yang dimodifikasi dari Perception of Academic Stress Scale (PASS) dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (82,3%) dan berusia 20 tahun (36,6%). Tingkat stres akademik paling banyak berada pada kategori sedang (63,0%), sedangkan kualitas tidur paling banyak berada pada kategori buruk (75,2%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa (p < 0,05). Perkuliahan yang menggunakan metode CBL dapat mempengaruhi tingkat stres akademik dan kualitas tidur mahasiswa, sehingga stres yang muncul perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif terhadap kualitas tidur.   
Pengaruh Permainan Piring Sehat Terhadap Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Pada Remaja Resti Saputri; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Ganis Indriati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.496

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi akibat kurangnya pengetahuan mengenai pemilihan makanan yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Media edukasi yang interaktif diperlukan untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan piring sehat terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment menggunakan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel adalah remaja berjumlah 82 responden, terdiri dari 41 responden pada kelompok eksperimen dan 41 responden pada kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Analisis yang digunakan adalah bivariat menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian diperoleh hasil terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan intervensi permainan piring sehat (p < 0,05). Uji Mann-Whitney juga menunjukkan perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah intervensi (p < 0,05). Permainan piring sehat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dapat dijadikan sebagai alternatif media edukasi kesehatan yang menarik dan interaktif.
Pengaruh Pelatihan Rawat Luka Terbuka Metode Drill And Practice Terhadap Keterampilan Anggota Palang Merah Remaja (PMR) MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang Damasa Luthfiya Laili; Musthika Wida Mashitah; Riki Ristanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.497

Abstract

Anggota Palang Merah Remaja (PMR) merupakan kader kesehatan di lingkungan sekolah yang diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama, termasuk keterampilan perawatan luka terbuka. Namun kemampuan anggota PMR masih rendah akibat minimnya pelatihan dan praktik. Salah satu metode pelatihan yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan psikomotor adalah Drill and Practice. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan perawatan luka terbuka menggunakan metode Drill and Practice terhadap keterampilan anggota PMR di MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain pre-test and post-test without control. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik total sampling. Pengukuran keterampilan dilakukan menggunakan lembar observasi SOP perawatan luka terbuka. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keterampilan responden sebelum pelatihan adalah 28,00 dan meningkat menjadi 96,67 setelah pelatihan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan menggunakan metode Drill and Practice efektif meningkatkan keterampilan perawatan luka terbuka pada anggota PMR dan dapat dijadikan metode pembelajaran dalam pelatihan berbasis keterampilan.
Pengaruh Umur Ibu, Jumlah Anak Dan Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologi Masa Pengasuhan (Child Bearing) Di Desa Bojongsari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Mariah Ulfah; Yuli Dwi Hartanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.498

Abstract

Masa pengasuhan anak (child bearing) merupakan fase penting dalam kehidupan seorang ibu yang ditandai oleh meningkatnya tuntutan fisik, emosional, dan sosial. Pada fase ini, ibu dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan peran, pembentukan identitas keibuan, serta dinamika hubungan keluarga yang kompleks, sehingga berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah ibu pada masa pengasuhan anak yang berdomisili di Desa Bojongsari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan dengan jumlah 91 ibu. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh antara umur ibu dan jumlah anak dengan kesejahteraan psikologis, dan terdapat dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis.
Hubungan BMI Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Modayag Bolaang Mongondow Timur Dini Tiarani Puspita Sari; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.499

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan berkaitan erat dengan peningkatan Body Mass Index (BMI). Kelebihan berat badan pada usia lanjut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui mekanisme fisiologis seperti resistensi perifer dan aktivasi sistem saraf simpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BMI dan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan alat terstandar. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,3% responden mengalami hipertensi, dengan proporsi tertinggi pada kelompok overweight (68,2%) dan obesitas (80%). Hasil uji menunjukkan hubungan signifikan antara BMI dan hipertensi (p = 0,012). Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pengendalian berat badan melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan tekanan darah perlu diperkuat dalam pelayanan kesehatan lansia.
Penerapan Guided Imagery Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Pada Anak Dengan Gastritis Erosiva Salsabila Saputri; Murniati; Devi Tri Nur
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.500

Abstract

Gastritis erosiva merupakan peradangan mukosa lambung yang dapat menimbulkan nyeri epigastrium akut dan mengganggu kenyamanan pasien, termasuk pada usia anak. Nyeri yang tidak tertangani secara adekuat berpotensi memperlambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada An. T usia 13 tahun dengan diagnosis medis gastritis erosiva yang dirawat di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, dengan fokus pada penatalaksanaan nyeri akut menggunakan teknik relaksasi guided imagery. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu pasien anak dengan diagnosis gastritis erosiva, mengalami nyeri epigastrium, dalam kondisi sadar dan kooperatif. Asuhan keperawatan diberikan selama 3 × 24 jam dengan intervensi utama berupa teknik relaksasi guided imagery yang dikombinasikan dengan terapi kolaboratif. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap, yang ditunjukkan oleh penurunan skala nyeri berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS) dari skala 7 (nyeri berat) menjadi skala 4 (nyeri sedang), disertai berkurangnya ekspresi meringis, gelisah, serta peningkatan kenyamanan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik guided imagery dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri pada anak dengan gastritis erosiva. Disimpulkan bahwa penerapan evidence-based nursing melalui intervensi nonfarmakologis guided imagery berperan penting dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan luaran klinis pada pasien anak dengan gastritis erosiva.
Self-Management Behaviour dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah Riami; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.501

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Di samping upaya medis, peran individu dalam manajemen hipertensi juga sangat penting. Perawatan hipertensi yang efektif mengharuskan pasien untuk bekerjasama dengan penyedia layanan kesehatan mereka dan mengikuti pedoman self-management. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan self-management behaviour dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desai analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling sejumlah 58 pasien hipertensi yang kontrol/menjalani pemeriksaan di UPT Puskesmas Pujon. Self-management behaviour diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan tekanan darah diukur menggunakan spigmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien dengan self-management behaviour baik (65,5%) dan dengan hipertensi derajat 2 (67,2%). Tidak ada hubungan antara self-management behaviour dengan tekanan darah (p=0,076). Namun, ada hubungan signifikan aspek regulasi diri dari self-management dengan tekanan darah (p=0,001). Pasien dengan regulasi diri yang baik memiliki proporsi hipertensi tingkat 1 yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan regulasi diri kurang. Dari hasil ini, intervensi keperawatan pada pasien hipertensi di pelayanan primer perlu difokuskan pada penguatan regulasi diri, bukan hanya edukasi dan kepatuhan umum, untuk meningkatkan efektivitas self-management sehingga berdampak nyata pada pengendalian tekanan darah pasien.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Buhut Jaya Tahun 2025 Selmiati Selmiati; Indari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.502

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi penyebab utama kematian dini di dunia. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi garam berlebihan, rendah asupan buah dan sayur, serta tingginya konsumsi makanan berlemak dan instan. Berdasarkan data Puskesmas Pembantu (PUSTU) Buhut Jaya, jumlah penderita hipertensi masih cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian terkait faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi, khususnya pola makan masyarakat. Tujuan : untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pembantu (PUSTU) Buhut Jaya tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja PUSTU Buhut Jaya sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data tekanan darah diperoleh melalui pengukuran menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan tidak sehat dan berada pada kategori hipertensi derajat 1 dan 2. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja PUSTU Buhut Jaya tahun 2025 (p < 0,05). Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja PUSTU Buhut Jaya. Pola makan yang tidak sehat berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hipertensi. 
Hubungan Kebiasaan Tidur Siang Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu Lanjar Wicaksono; Amin Zakaria; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.503

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologis. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan terjadinya insomnia adalah kebiasaan tidur siang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi berjumlah 70 lansia. Data kebiasaan tidur siang diukur menggunakan Napping Behaviour Questionaire (NBQ) dan tingkat insomnia menggunakan Insomnia Severity Index (ISI). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi á = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia memiliki kebiasaan tidur siang rendah (55,7%) dan insomnia ringan (32.9%). Terdapat hubungan signifikan antara kebiasan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia (p=0,006). Kebiasaan tidur siang yang tinggi cenderung menyebabkan insomnia berat. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi dan pola tidur siang perlu dikelola dengan baik sebagai bagian dari upaya pencegahan insomnia pada lansia. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pola tidur sehat serta memonitor kondisi tidur lansia secara berkelanjutan.
Mobilisasi Dini ≥24 Jam Pasca Kraniotomi Terhadap Pemulihan Fungsi Motorik Pada Pasien Tumor Serebri: Studi Kasus Di Ruang Amarilis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Unit Geriatri Paviliun Abiyasa Siska Tri Wahyuningsih; Suci Khasanah; Agus Kurniadi Hananta K.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.504

Abstract

Tumor serebri merupakan gangguan pada sistem saraf pusat yang sering memerlukan tindakan kraniotomi sebagai terapi utama. Pasca kraniotomi, pasien berisiko mengalami penurunan fungsi motorik akibat imobilisasi yang berkepanjangan, ditandai dengan kelemahan otot dan keterbatasan aktivitas. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah mobilisasi dini. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan mobilisasi dini ≥24 jam pasca kraniotomi terhadap pemulihan fungsi motorik pada pasien tumor serebri di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Studi dilakukan melalui observasi selama 3 hari dengan penerapan mobilisasi dini secara bertahap mulai dari latihan pernapasan, perubahan posisi, duduk, berdiri, hingga ambulasi sesuai toleransi pasien pada tanggal 12–14 Agustus 2025. Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari pertama pasien mengalami kelemahan otot dengan kekuatan otot skala 3/5 dan aktivitas masih terbatas di tempat tidur. Setelah dilakukan mobilisasi dini, pada hari kedua terjadi peningkatan kekuatan otot menjadi 4/5 dan pasien mampu duduk serta berdiri dengan bantuan. Pada hari ketiga, kekuatan otot meningkat menjadi 5/5 dan pasien mampu berjalan dengan bantuan minimal tanpa keluhan berarti. Penerapan mobilisasi dini ≥24 jam pasca kraniotomi terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik dan mendukung proses pemulihan pasien.