cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Gambaran Kondisi Hubungan Sosial Siswa Korban Bullying Verbal Dan Fisik Ringan Di SMP Hasanuddin 10 Semarang (Studi Kasus Siswa Korban Bullying di SMP Hasanuddin 10 Semarang) Isyroqul Mubarok; Rini Sugiarti; Erwin Erlangga
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika kondisi hubungan sosial siswa yang menjadi korban bullying verbal dan fisik ringan di SMP Hasanuddin 10 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan lima responden yang mengalami bullying serta sembilan informan pendukung yang terdiri dari guru, wali kelas, serta teman sebaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban bullying mengalami gangguan pada aspek fisik, psikis, dan sosial yang saling berkaitan. Pada aspek fisik, korban sering merasakan ketegangan, kelelahan, serta keluhan psikosomatis. Pada aspek psikis, muncul kecemasan, penurunan rasa percaya diri, serta sensitivitas emosional. Sementara itu, pada aspek sosial, korban cenderung menarik diri, membatasi interaksi, dan kesulitan membangun relasi yang lebih luas. Penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan sosial, situasional, dan kontekstual yang membentuk pola hubungan sosial korban. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan menyeluruh dari pihak sekolah, teman sebaya, dan keluarga agar siswa korban bullying dapat kembali memiliki rasa aman serta kemampuan berinteraksi yang sehat.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Agresif Pada Anak Sekolah Dasar Leyra Firnawati; Musthika Wida Mashitah; Maulana Arif Murtadho
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.485

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap perkembangan perilaku. Penggunaan yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat membuat anak-anak terpapar konten agresif yang memengaruhi regulasi emosi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dan perilaku agresif pada anak SDIT Al-Ikhlas dan SDN Ampel 2 Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian ini sejumlah 60 siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Penggunaan media sosial diukur menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS), dan perilaku agresif dinilai menggunakan Kuesioner Agresi Buss–Perry (BPAQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi peringkat Spearman (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar dengan penggunaan media sosial tinggi (67%) dan perilaku agresif tinggi (62%). Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial dan perilaku agresif (p = 0,003). Penggunaan media sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan perilaku agresif di kalangan anak-anak sekolah dasar, yang menyoroti perlunya pengawasan orang tua, pendidikan literasi digital.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prokrastinasi Akademik dalam Pengerjaan Skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Dhea Annisa Savitri; Tesha Hestyana Sari; Jumaini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.486

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda tugas, termasuk penyusunan skripsi, dan banyak dialami mahasiswa tingkat akhir. Survei awal di Fakultas Keperawatan Universitas Riau memperlihatkansebagian besar responden berpotensi mengalami prokrastinasi. Beberapa faktor yang diduga berperan adalah kontrol diri, self efficacy, serta kemampuan mengatur waktu. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui desainnya berupa deskriptif korelasional dan metode cross-sectional.Sebanyak 168 mahasiswa dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian mempergunakan kuesioner prokrastinasi akademik, kuesioner kontrol diri, kuesioner self efficacy dan kuesioner manajemen waktu yang sudah diujikanvaliditas dan reliabilitasnya. Data dianalisis mempergunakan pengujian chi square. Penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan mahasiswa mengalami prokrastinasi pada kategori sedang (54,2%), kontrol diri sedang (48,8%), self efficacy rendah (42,3%) dan manajemen waktu rendah (35,7%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik (0,000), self efficacy dengan prokrastinasi akademik (0,023), manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik (0,017). Makin rendah kontrol diri, self efficacy dan manajemen waktu, maka tingkat prokrastinasi akademikdalam pengerjaan skripsi makin tinggi. Disarankan  mahasiswa dapat meningkatkan keteraturan dalamkegiatan akademik dengan menerapkan pengelolaanwaktu yang lebih efektif serta penerapan disiplinbelajar, sehingga kecenderungan prokrastinasi dalampenyelesaian skripsi dapat berkurang.
Kapsul Sacha Inchi Sebagai Intervensi Nutrigenomik Untuk Meningkatkan Biomarker Prakonsepsi Wanita Usia Subur Dengan Anemia Defisiensi Besi Ririn Lestari; Vera Nurviana; Arifah Septiane Mukti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.488

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan utama pada wanita usia subur dan berimplikasi terhadap kesehatan prakonsepsi. Pendekatan nutrigenomik berbasis pangan fungsional menjadi alternatif intervensi yang potensial dalam meningkatkan status hematologis. Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) merupakan sumber pangan lokal yang kaya protein dan asam lemak omega-3 yang berperan dalam metabolisme zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kapsul Sacha Inchi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita usia subur dengan anemia defisiensi besi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pre-test post-test with control group yang melibatkan 30 wanita usia 18–35 tahun dengan kadar hemoglobin <12 g/dL. Subjek dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) yang menerima kapsul Sacha Inchi dosis 1.000 mg dua kali sehari selama 12 minggu dan kelompok kontrol (n=15) yang menerima edukasi kesehatan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan sebesar 0,93 g/dL (p=0,034), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p=0,138). Nilai hemoglobin pascaintervensi pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p=0,001). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kapsul Sacha Inchi efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan berpotensi sebagai intervensi nutrigenomik berbasis pangan lokal untuk mendukung kesehatan prakonsepsi.
Pengaruh Aktivitas Fisik Jalan Kaki 30 Menit Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Jombang Yulia Ervianti; Tiara Fatma Pratiwi; Niafatun Nofiah; Luxman Nul Khakim```
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.489

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenaratif yang sering dialami oleh Masyarakat indosesia. Banyak diantaranya yang menderita hipertensi tidak hanya menyerang orang tua saja, tapi juga menyerang anak usia muda karena faktor pola makan dan pola hidup tidak sehat. Tindakan yang dilakukan untuk menanggulangi dan mengobati pasien atau penderita hipertensi, tidak hanya dengan obat farmakologis saja, tetapi juga dengan cara non farmakologis salah satunya menerapkan pola hidup yang sehat yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian quasy experiment dengan menggunakan pendekatan Pretest post test control group design. Variabel independen penelitian yaitu aktivitas fisik jalan kaki. Variabel dependen yaitu tekanan darah. Populasi penelitian yaitu pasien Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Jombang dengan jumlah sebanyak 150 pasien. Sampel diambil dengan teknik Non probability sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden dengan penentuan menggunakan rumus minimal besar sampel yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan dianalisa dengan uji paired t test. Hasil uji paired t test menunjukkan nilai signifikansi kedua kelompok ρ = 0,000 < α = 0,05 sehingga H1 diterima berarti terdapat Pengaruh aktivitas fisik jalan kaki 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tambakrejo Kabupatan Jombang.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Stres pada Keluarga yang Merawat Anak dengan Leukemia Resti Maharani; Nurul Huda; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.490

Abstract

Pendahuluan: Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang anak-anak dan memerlukan perawatan jangka panjang di rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan beban fisik, emosional, dan psikologis bagi keluarga. Dukungan sosial dari anggota keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan berperan penting dalam membantu keluarga mengelola stres selama proses perawatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian terdiri dari 41 responden, yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling . Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan skala Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk menilai tingkat stres. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar keluarga memperoleh dukungan sosial pada kategori tinggi (48,8%), sedangkan tingkat stres yang dialami berada pada kategori sedang (46,3%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat stres keluarga (p = 0,029 < 0,05), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan tekanan psikologis keluarga. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan melibatkan keluarga dalam perawatan anak, memberikan edukasi, serta menyediakan dukungan psikososial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel lain yang berhubungan dengan stres keluarga, seperti strategi penanggulangan dan kualitas hidup.
Penerapan Terapi Oromotor Pada Neonatus Dengan Menyusui Tidak Efektif Di Ruang Perinatologi Susan Venasari; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.491

Abstract

Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus, khususnya di ruang perinatologi, dan dapat berdampak pada ketidakcukupan asupan nutrisi serta peningkatan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi oromotor, yang bertujuan meningkatkan kekuatan dan koordinasi refleks oral bayi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi oromotor pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif di ruang perinatologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan keperawatan (KIAN) pada satu neonatus yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Dr. Margono Soekarjo. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 14–16 Juli 2025. Subjek penelitian adalah neonatus usia 3 hari dengan berat badan lahir 2000 gram yang mengalami menyusui tidak efektif. Intervensi keperawatan berupa terapi oromotor dan edukasi menyusui diberikan dua kali sehari selama 3 × 24 jam, dengan durasi ±10–15 menit setiap sesi, dan evaluasi dilakukan secara harian berdasarkan indikator status menyusui. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan efektivitas menyusu setelah penerapan terapi oromotor, yang ditandai dengan perbaikan refleks hisap, peningkatan kemampuan perlekatan pada payudara ibu, serta peningkatan volume asupan ASI dari 5 cc/2 jam pada hari pertama menjadi 10 cc/2 jam pada hari kedua dan 15 cc/2 jam pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan terapi oromotor secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan efektivitas menyusui pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif dan direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan di ruang perinatologi.
Penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) Dalam Upaya Mengatasi Hipotermia Dan Refleks Hisap Lemah Pada Bayi Ny. R Dengan BBLR Di Ruang Melati RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Eliana Septi Maharani; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.492

Abstract

Latar belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi, yang dapat berdampak pada penurunan refleks hisap dan keberhasilan menyusui. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Kangaroo Mother Care dalam mengatasi hipotermia dan refleks hisap lemah pada bayi BBLR. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi dilakukan di Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 8–9 September 2025 dengan subjek satu bayi BBLR yang mengalami hipotermia. Intervensi berupa Kangaroo Mother Care diberikan sebanyak dua kali sesi dengan durasi minimal 60 menit. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan suhu tubuh bayi dari 35,3°C sebelum intervensi menjadi 36,8°C setelah dua kali intervensi, serta perbaikan refleks hisap yang ditandai dengan peningkatan kemampuan menyusu dan berkurangnya kebutuhan nutrisi melalui orogastric tube. Kesimpulan: Kangaroo Mother Care efektif dalam mengatasi hipotermia dan membantu meningkatkan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah serta direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal.
Implementasi ROM Aktif Pada Pasien Osteosarkoma Di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Harisma Aulia Imanda; Noor Yunida Triana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.493

Abstract

Osteosarcoma merupakan kanker tulang yang bersifat agresif dan dapat bermetastasis, sehingga menyebabkan gangguan fungsi gerak akibat kerusakan jaringan serta proses pengobatan yang dijalani. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak pada pasien post operasi adalah latihan Range of Motion (ROM) aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ROM aktif terhadap peningkatan aktivitas gerak pada pasien post operasi osteosarcoma. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian hingga evaluasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27–29 Agustus 2025 di Ruang Aster RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap satu responden yang diberikan latihan ROM aktif selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan aktivitas gerak, penurunan kekakuan, serta membaiknya kekuatan otot setelah dilakukan intervensi, ditandai dengan meningkatnya kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas ringan secara mandiri. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ROM aktif efektif dalam meningkatkan fungsi mobilisasi pada pasien post operasi. Kesimpulannya, latihan ROM aktif terbukti efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk meningkatkan kemampuan gerak pasien osteosarcoma dan dapat menjadi intervensi pendukung yang dipadukan dengan terapi farmakologis guna mempercepat proses pemulihan.
Pengaruh Akupresur (P6) Terhadap Keluhan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Sri Nurfadilla Oktaviani; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.494

Abstract

Mual dan muntah merupakan keluhan fisiologis yang sering dialami ibu hamil pada trimester pertama dengan prevelensi 70-80%. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan asupan nutrisi, dan berdampak negatif pada pertumbuhan janin apabila tidak ditangani. Akupresur pada tiitk Pericardium 6 (P6) merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman untuk meredakan keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Akupresur titik P6 terhadap keluhan mual dan muntah pada ibu hamil tirmester pertama. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 38 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual dan muntah, dipilih dengan teknik total sampling, dilaksanakan di TPMB Bidan Siska, Bekasi pada Mei-Juni 2025. Tingkat mual muntah diukur menggunakan kuesioner PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea), sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena distribusi data tidak normal (P <0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami mual muntah sedang (76,3%), dan setelah diberikan akupresur mayoritas bergeser ke kategori ringan (71,1%). Uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan bermakna tingkat mual muntah sebelum dan sesudah Akupresur (Mean rank=10,0 P=0,000). Kesimpulan : Akupresur titik P6 terbukti efektif menurunkan keluhan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat menjadi pilihan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil.