cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Digitalisasi Pelaporan Potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Di BBPOM Palembang Christinawaty Christinawaty
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.519

Abstract

Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB) Keracunan Pangan adalah suatu kejadian yang terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengonsumsi pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber keracunan, terjadi dikarenakan kondisi pangan yang tidak aman dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Pada tahun 2025 terdapat program nasional di Indonesia yaitu program MBG yang merupakan Program Makan Bergizi Gratis, sebuah program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan makanan bergizi secara cuma-cuma kepada anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Ketergantungan Activity Daily Living (ADL) Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Septina Aulia Putri; Arneliwati Arneliwati; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.520

Abstract

Latar Belakang: Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan peradangan sendi, nyeri, serta kekakuan yang dapat menyebabkan keterbatasan fisik. Kondisi ini berpotensi menurunkan kemampuan lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL) sehingga meningkatkan tingkat ketergantungan. Dukungan keluarga berperan sebagai sumber daya eksternal yang penting dalam membantu lansia beradaptasi dengan keterbatasan fisik dan mempertahankan kemandirian fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL) pada lansia penderita rheumatoid arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 61 lansia penderita rheumatoid arthritis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Indeks Barthel untuk menilai tingkat ketergantungan ADL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 60–74 tahun (54,1%), berjenis kelamin perempuan (70,0%), tidak bekerja (55,7%), berpendidikan terakhir sekolah dasar (39,3%), dan tinggal bersama anak (60,7%). Sebagian besar responden menderita rheumatoid arthritis selama 3–5 tahun (47,5%). Berdasarkan variabel dukungan keluarga, sebanyak 41,0% responden memperoleh dukungan keluarga kategori sedang, sedangkan berdasarkan tingkat ketergantungan ADL, sebanyak 39,3% responden mengalami ketergantungan ringan. Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,003 (< 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL). Kesimpulan: Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL) pada lansia penderita rheumatoid arthritis dan berperan dalam mempertahankan kemampuan fungsional lansia.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso Risma Putri Utama; Sri Hardiyanti; Musdalifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.521

Abstract

Manfaat ASI eksklusif telah banyak diketahui, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum mencapai target yang diharapkan. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah tingkat pengetahuan ibu. Tujuan : penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang ASI Eklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 88 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang ASI Eklusif diperoleh 35 responden memiliki pengetahuan baik, 42 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 11 responden memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan: sebagian besar pengetahuan ibu tentang ASI eklusif dalam kategori baik.
Penerapan Guided Imagery Dalam Menurunkan Nyeri Preoperatif Pada Pasien Orif Fraktur Maksilofasial: Studi Kasus Di Ruang Seruni Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Raswati; Suci Khasanah; Pancarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.522

Abstract

Latar Belakang: Nyeri preoperatif merupakan masalah yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis serta kesiapan psikologis pasien. Pada pasien fraktur maksilofasial yang akan menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF), nyeri preoperatif cenderung lebih kompleks karena dipengaruhi oleh kerusakan jaringan, inflamasi, serta kecemasan terhadap prosedur operasi. Intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai pendukung terapi farmakologis untuk membantu menurunkan nyeri secara optimal. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi imajinasi terbimbing (guided imagery). Tujuan: studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) dalam menurunkan nyeri preoperatif pada pasien ORIF dengan fraktur maksilofasial di Ruang Seruni Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan subjek satu pasien fraktur maksilofasial yang direncanakan menjalani tindakan ORIF. Intervensi guided imagery diberikan selama tiga hari dengan durasi 15–20 menit per sesi. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: studi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi guided imagery. Skala nyeri pasien mengalami penurunan secara bertahap setelah dilakukan intervensi, disertai dengan peningkatan rasa nyaman dan relaksasi. Penerapan guided imagery terbukti dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam manajemen nyeri preoperatif pada pasien fraktur maksilofasial. Kesimpulan: Terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dan aman dalam membantu menurunkan nyeri preoperatif pada pasien fraktur maksilofasial yang menjalani tindakan ORIF.
Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Dalam Mengurangi Nyeri Akut Pada Pasien Kanker Ovarium Stadium III Di Ruang Teratai RSUD Soekarjo Purwokerto Rochayati; Atun Raudotul Marifah; Yuli Dwi H.; Pramesti Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.523

Abstract

Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium sesuai dengan klasifikasi histopatologis, karsinoma ovari dapat berupa primer berasal dari epithel ovarium, germ cell, stroma dan sekunder berasal dari metastase kanker di bagian tubuh yang lain. Tujuan studi kasus in adalah untuk mengetahui pengaruh genggam jari dalam menurunkan nyeri pada pasien post operasi kanker ovarium. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yaitu mengambil 1 pasien sebagai analysis deskriptif. Metode pelaksanaan dalam studi kasus ini berupa metode asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. 14-16 Juli 2025 di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil studi kasus menunjukkan adanya Penurunan skala nyeri pada hari pertama dari skala 7 menjadi 6, hari kedua dari skala 6 menjadi 5, Dan hari ke tiga dari 6 ke 5 pada pasien post operasi kanker ovarium setelah setelah dilakukan tindakan genggam jari. Dari hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan terapi genggam jari terhadap perubahan nyeri pada pasien post operasi kanker ovarium.
Gambaran Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Terpasang AV-Shunt Di Ruang Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Helga Rahma Izzati; Niken Yuniar Sari; Yulia Rizka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.524

Abstract

Pendahuluan: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis dengan akses vaskular AV-Shunt berisiko mengalami kecemasan, terutama karena prosedur kanulasi yang dilakukan secara berulang. Kecemasan yang tidak ditangani dapat mempengaruhi kenyamanan, kerja sama, dan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien GGK dengan AV-Shunt saat menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 112 responden yang menggunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) yang telah diterjemahkan dan teruji validitas. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan yaitu 105 responden (93,8%), kecemasan sedang ditemukan pada 5 responden (4,5%) dan kecemasan berat pada 2 responden (1,8%). Tidak ada responden yang mengalami kecemasan panik (0%). Kesimpulan: Tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik dengan AV-Shunt di ruang hemodialisis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru berada pada kategori kecemasan ringan. Meskipun prevalensi kecemasan sedang dan berat relatif rendah, faktor sosial dan ekonomi tetap berkontribusi terhadap munculnya kecemasan pada pasien. Selain itu, walaupun pasien telah rutin menjalani hemodialisis, kecemasan masih dapat muncul, terutama terkait dengan prosedur kanulasi AV-Shunt yang bersifat invasif dan dilakukan secara berulang. Oleh karena itu, asuhan keperawatan perlu difokuskan pada upaya promotif dan preventif melalui pemberian edukasi kesehatan, penerapan komunikasi terapeutik, serta pendampingan keluarga untuk mencegah peningkatan tingkat kecemasan ke kategori yang lebih berat.
Pengaruh Herbal Medicine Rosemary (Rosmarinus Officinalis) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Asma Alfiah Khoerunnisa; Annisa Susilawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.525

Abstract

Luka perineum merupakan kondisi yang sering terjadi pada ibu postpartum dan berpotensi menimbulkan nyeri, infeksi, serta keterlambatan pemulihan jika tidak ditangani secara optimal. Penggunaan obat herbal sebagai terapi komplementer semakin diminati karena dinilai lebih aman dan memiliki efek samping minimal. Rosemary (Rosmarinus officinalis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, asam fenolat, dan minyak atsiri yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian herbal medicine rosemary (Rosmarinus officinalis) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di TPMB Tuty Tahun 2025. Metode penelitian true experimental bentuk the randomized pretest-posttest control group design, dilakukan bulan Oktober 2025 dengan responden 32 ibu postpartum hari kesatu dengan luka perineum derajat dua dan dipilih dengan teknik random sampling di wilayah kerja TPMB Tuty. Kelompok intervensi dibagi menjadi kelompok eksperimen (air rebusan rosemary) dan kontrol(perawatan perineum biasa/membersihkan menggunakan sabun dan air mengalir), masing-masing diberikan 2x1 per hari selama tujuh hari. Data analisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian perbedaan penyembuhan luka perineum derajat dua pada ibu postpartum tampak pada hari ke-5 hingga hari ke-7, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Pada hari ke-5, skor REEDA kelompok intervensi lebih rendah dari pada kelompok kontrol dengan nilai p=0,013. Pada hari ke-6, perbedaannya menjadi lebih signifikan (nilai p=0,001), dan pada hari ke-7, perbedaannya tetap signifikan (nilai p=0,035). Dapat disimpulkan bahwa penyembuhan luka perineum pada kelompok intervensi (pemberian rebusan rosemary) berlangsung lebih cepat dan lebih baik dari pada kelompok kontrol, yang berarti pemberian rebusan rosemary efektif dalam mempercepat penyembuhan luka perineum.
Hubungan Peran Keluarga Terhadap Perilaku Pencegahan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Puskesmas Pembantu Petogogan Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru Jakarta Selatan Juminatun Nur Kasanah; Rima Berlian Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.526

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peran keluarga terhadap perilaku pencegahan kejadian DBD di Puskesmas Pembantu Petogogan, Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tahun 2024. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil : Dari 100 responden, 76% perempuan, 64% berpendidikan menengah, 50% bekerja, dan 50% tidak bekerja. Sebanyak 36% memiliki peran keluarga yang baik, sementara 64% kurang baik. Hanya 15% yang memiliki perilaku pencegahan DBD yang baik, dan 85% kurang baik. Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,017 < 0,05 menunjukkan hubungan signifikan antara peran keluarga dan perilaku pencegahan DBD. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara peran keluarga terhadap perilaku pencegahan DBD.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Penggunaan Gadget Pada Anak Sekolah Di SDN 15 Ampalu Kota Pariaman Fajri Febrini Aulia; Rani Samira
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.527

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia sekolah dasar menjadi perhatian serius karena berdampak negatif terhadap kesehatan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kesehatan mata terhadap perilaku penggunaan gadget pada anak sekolah. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 15 siswa kelas V SDN 15 Ampalu yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan selama 30 menit menggunakan media flip chart. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 73,3% menjadi 93,3% serta penurunan perilaku penggunaan gadget yang berisiko dari 46,7% menjadi 6,7%. Analisis statistik menunjukkan pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku (p = 0,000). Kesimpulannya, pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengurangi perilaku penggunaan gadget yang berisiko pada anak sekolah dasar. Disarankan agar sekolah mengintegrasikan pendidikan kesehatan mata dalam kurikulum serta melibatkan guru dan orang tua secara aktif.
Analisis Bibliometrik : Penelitian Tentang Sistem Triase Dan Outcome Pasien Di Ruang Gawat Darurat Ahmad Bahri; Al-Afik; Erna Rochmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.528

Abstract

 Sistem triase yang dilakukan di IGD adalah sebagai salah satu upaya untuk memberikan penanganan pasien yang mengalami kegawatdaruratan. Ketepatan dalam melakukan triase berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan pasien. Penelitian sebelumnya yang membahas terkait sistem triase dan outcome pasien sudah banyak dilakukan namun belum ada yang melakukan pemetaan dan menganalisis tren penelitian yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi global, produktivitas negara dan penulis, serta pemetaan tematik penelitian terkait sistem triase dan outcome pasien di ruang gawat darurat. Penelitian ini menggunakan Analisis Bibliometrik dengan pencarian data yang dilakukan di Scopus dengan jumlah artikel yang dianalisis adalah 229 artikel yang di terbitkan pada tahun 2015-2025. Analisis yang dilakukan menggunakan aplikasi Vos Viewer dan Map Chart. Hasil penelitian menunjukkan Negara yang paling produktif yaitu Amerika Serikat (34 artikel). Jumlah publikasi terbanyak dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah 50 artikel. Analisis kata kunci yang muncul didapatkan lima kluster utama: evaluasi dan outcome pasien, pengambilan keputusan, mutu pelayanan, tingkat kepuasan pasien dan pelayanan gawat darurat pra rumah sakit. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem triase tidak hanya berfokus pada outcome pasien namun juga dapat meningkatkan tingkat kepuasan pasien.