cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Gambaran Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Toddler di Panti Asuhan Pekanbaru Dian Kahfi Rivya; Syeptri Agiani Putri; Ririn Muthia Zukhra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.882

Abstract

Pendahuluan: perkembangan bahasa pada Toddler merupakan dasar untuk belajar, berinteraksi sosial, dan mengelola emosi, sehingga berperan penting dalam proses tumbuh kembang. Skrining perkembangan bahasa dibutuhkan guna mendeteksi dini risiko keterlambatan bicara pada Toddler. Anak-anak di panti asuhan merupakan kelompok rentan yang perlu perhatian khusus dalam pemantauan tumbuh kembang, mengingat kondisi pengasuhan yang unik. Namun, skrining perkembangan bahasa pada Toddler di panti asuhan masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan bahasa Toddler di panti asuhan Pekanbaru. Metode: penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik total sampling terhadap 38 anak. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Early Language Milestone Scale-2 (ELMS-2). Hasil: sebagian besar Toddler berusia 25-36 bulan sebanyak 19 anak (50,0%), perempuan sebanyak 21 anak (55,3%), dengan lama tinggal 1-2 tahun di panti asuhan sebanyak 17 anak (44,7%). Sebagian besar anak yang belum mencapai perkembangan bahasa sesuai usia, yaitu 26 anak (68,4%). Domain yang didominasi kategori tidak sesuai adalah bahasa ekspresif, yaitu 24 anak (63,2%), sementara bahasa reseptif dan visual mayoritas sudah sesuai usia masing-masing 30 dan 34 anak (78,9% dan 89,5%). Kesimpulan: sebagian besar Toddler di panti asuhan Pekanbaru belum mencapai tahap perkembangan bahasa yang seharusnya untuk usianya. Maka, diperlukan pemantauan berkala serta stimulasi yang sesuai, seperti percakapan sehari-hari, membacakan cerita, dan aktivitas bermain interaktif, demi mendukung optimalisasi bahasa anak.
Penilaian Tingkat Kebisingan Mesin Produksi dan Potensi Resikonya terhadap Kesehatan Pendengaran Pekerja di Industri Plastik Gita Preety Ronatio Tampubolon; Nasywa Dzatul Ulya; Nur Sya'bani Ziyadatul Khair; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.884

Abstract

Kebisingan akibat operasional mesin produksi merupakan faktor bahaya fisik yang umum dijumpai di fasilitas pengolahan plastik. Pemaparan suara keras secara berulang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pendengaran maupun efek kesehatan di luar sistem pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat kebisingan di area produksi sebuah pabrik plastik di kawasan industri Bantar Gebang, Bekasi, serta menggambarkan kondisi lingkungan kerja berdasarkan observasi langsung dan wawancara pekerja. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif observasional. Data tingkat kebisingan bersumber dari laporan uji lingkungan perusahaan tahun 2023 menggunakan metode SNI 7231:2009, yang dilengkapi dengan data observasi dan wawancara. Intensitas kebisingan yang terukur di area produksi adalah 74 dB(A), masih berada di bawah ambang batas 85 dB(A) yang dipersyaratkan dalam Permenaker No.  5 Tahun 2018. Namun demikian, temuan lapangan mengungkap bahwa durasi kerja aktual pekerja mencapai 12 jam per hari, posisi kerja berada kurang dari satu meter dari mesin yang beroperasi kontinu, dan tidak ada pekerja yang menggunakan alat pelindung pendengaran. Pekerja juga melaporkan keluhan berupa tinnitus, kesulitan berkomunikasi di area kerja, kelelahan, dan nyeri kepala. Temuan ini menegaskan bahwa penilaian resiko yang hanya berfokus pada intensitas suara tidak memadai apabila durasi paparan aktual dan perilaku protektif pekerja diabaikan. Pemeriksaan audiometri berkala dan program kewajiban penggunaan alat pelindung pendengaran sangat direkomendasikan sebagai langkah pengendalian awal.
Pemberian Rebusan Air Jahe terhadap Frekuensi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I dengan Emesis gravidarum di Bidan Praktek Mandiri Riri Febriari, S.ST., Bd. Kota Banda Aceh Nurul Husna; Evi Evi urniawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.885

Abstract

Beberapa masalah yang sering terjadi selama kehamilan awal seperti rasa terbakar di dada (heartburn), hipersalivasi, pusing, mudah lelah, peningkatan frekuensi berkemih, konstipasi, dan muntah. Perubahan fisiologis yang disebabkan oleh sekresi hormon merupakan salah satu perubahan yang pasti terjadi selama kehamilan Dampak yang dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum adalah penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan ibu mengalami gizi kurang serta dapat menyebabkan ibu mengalami dehidrasi yang dapat membahayakan ibu dan janin.Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jahe terhadap frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum Trimester I di Bidan Praktek Mandiri Riri Febriari, S.ST., Bd. Kota Banda Aceh Tahun 2026.Metode penelitian ini quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel secara Total Populasi dengan jumlah sampel 15 orang ibu hamil dengan emesis gravidarum. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 s/d 18 Mei 2026 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji ppaired t-test. Hasil penelitian dari 15 orang ibu hamil sebelum pemberian jahe sebagian besar mengalami mual dan muntah pada kategori sedang yaitu sebanyak 14 (93,3%), setelah diberikan jahe sebagian besar mengalami mual dan muntah pada kategori ringan yaitu sebanyak 10 orang (66,7%). Sebelum diberikan air jahe rata-rata mual dan muntah sebesar 9.13, sedangkan setelah pemberian air jahe rata-rata menjadi 4.40 dengan nilai penurunan sebesar 4,73 dan P-Value 0,001.
Analisis Tingkat Kebisingan dan Upaya Pengendalian Penyakit Akibat Kerja di Area DTY pada PT X Anjani Janitra Satyaningtias; Annisa Auliya Cahya; Ratu Nurhalimah Nasution; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.887

Abstract

Kebisingan merupakan faktor risiko bahaya fisik dominan di industri manufaktur tekstil yang berpotensi menimbulkan Penyakit Akibat Kerja (PAK) berupa Noise Induced Hearing Loss (NIHL) secara kumulatif dan ireversibel. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebisingan, mengidentifikasi potensi PAK, mengevaluasi efektivitas pengendalian, serta merumuskan rekomendasi perbaikan di area Draw Texturing Yarn (DTY) PT X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, melalui pengukuran intensitas kebisingan menggunakan Sound Level Meter berdasarkan SNI 7231:2009, observasi lapangan, dan wawancara dengan tim keselamatan. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisingan di area DTY mencapai 88 dBA, melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018 untuk durasi kerja 8 jam per shift. Sumber kebisingan utama berasal dari mesin twisting, heater, roll pengatur tegangan, cooling plate, dan take up unit yang beroperasi kontinu. Paparan melebihi NAB selama 8 jam melampaui batas aman 4 jam yang diperbolehkan pada intensitas 88 dBA, sehingga risiko NIHL pada pekerja tergolong tinggi. Perusahaan telah menerapkan pengendalian berupa penyediaan earplug, pemasangan tanda peringatan, pengaturan shift dengan istirahat setiap 4 jam, dan pemeriksaan kesehatan berkala (MCU), namun pengendalian teknik seperti pemasangan peredam suara dan perawatan mesin belum dioptimalkan. Program kesehatan kerja perusahaan mencakup lima pilar: promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pengendalian teknik, administratif, dan APD perlu ditingkatkan secara sinergis guna menekan pajanan kebisingan di bawah NAB dan melindungi kesehatan pendengaran pekerja di industri tekstil sintetis.
Perbedaan Pengaruh Brain Gym Dan Play Therapy Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di TK ABA Mlangi Tasya Fadila Andriani Putri; Abdillah Choirul Chisholi; Nindha Prabaningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.888

Abstract

Latar belakang: Keterlambatan motorik kasar pada anak merupakan permasalahan serius yang berdampak pada fungsi kognitif, koordinasi, dan prestasi akademik. Usia 5–6 tahun merupakan periode kritis yang memerlukan intervensi, karena keterlambatan yang tidak ditangani dapat menghambat perkembangan jangka panjang. Brain gym dan play therapy merupakan intervensi yang terbukti efektif dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh brain gym dan play therapy terhadap  kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Metodologi  penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan desain pre-test and post-test two group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel 28 anak usia 5–6 tahun di TK Aba Mlangi yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 14 anak, dengan pertemuan 3 kali perminggu selama 4 minggu. Pengukuran kemampuan motorik kasar menggunakan test of gross motor development-2 (TGMD-2). Analisis data menggunakan paired sample t-test untuk kelompok I dan II, serta Independent Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil penelitian uji paired sample t-test kelompok brain gym menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti  intervensi berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak. Uji paired sample t-test kelompok play therapy menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti intervensi berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak. uji independent sample t-test menghasilkan nilai p = 0,725 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan pengaruh antara brain gym dan play therapy. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan pengaruh brain gym dan play therapy terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun TK ABA Mlangi.
Analisis Penyakit Akibat Kerja dan Upaya Kesehatan Kerja pada Proyek Pembangunan Gedung dan Prasarana Penunjang Perkeretaapian PT X Keyza Bunga Adelia; Muhamad Bagas Anggoro Putro; Muhammad Faqih Akram Wira Atmaja; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.889

Abstract

Paparan debu semen merupakan salah satu risiko kesehatan kerja yang paling dominan pada proyek konstruksi gedung dan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko penyakit akibat kerja (PAK) akibat paparan debu semen berdasarkan dokumen Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), Aspek Dampak dan Manajemen (ASDAM), serta pelaksanaan program kesehatan kerja di Perusahaan X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari hasil Medical Check Up (MCU) periode 6–15 Mei 2025 terhadap 38 tenaga kerja yang seluruhnya dinyatakan Fit to Work. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dibandingkan dengan PP No. 28 Tahun 2024 dan PP No. 5 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan debu semen teridentifikasi pada 14 aktivitas konstruksi dengan tingkat risiko dominan kategori Medium (2c). Upaya pengendalian yang diterapkan meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, terutama pada pengukuran kadar debu, pemeriksaan spirometri, dan pengendalian teknis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan surveilans kesehatan kerja dan pengendalian risiko berbasis HIRADC secara berkala.
Pengaruh Pisang Ambon (Musa paradisiaca L.) terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester Tiga Asma Alfiah Khoerunnisa; Ai Santi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.893

Abstract

Anemia pada ibu hamil trimester tiga masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Salah satu penyebab utama anemia adalah rendahnya kadar hemoglobin akibat defisiensi zat besi. Upaya melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, seperti pisang ambon (Musa paradisiaca L.), berpotensi membantu meningkatkan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi, vitamin C, dan nutrisi pendukung lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pisang ambon (Musa paradisiaca L.) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester tiga di wilayah kerja Puskesmas DTP Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026. Metode penelitian true experimental bentuk the randomized pretest-posttest control group design, dilakukan bulan April-Mei 2026 dengan responden 44 ibu ibu hamil trimester tiga dengan anemia dan dipilih dengan teknik stratified random sampling di wilayah kerja Puskesmas DTP Gununghalu. Kelompok intervensi dibagi menjadi kelompok eksperimen (pisang ambon dan tablet Fe) serta untuk kelompok kontrol (tablet Fe). Kelompok eksperimen diberikan pisang ambon 2 x 100 gr per hari selama delapan minggu. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian terdapat pengaruh pisang ambon (Musa paradisiaca L.) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester tiga di wilayah kerja Puskesmas DTP Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026 (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa pemberian pisang ambon (Musa paradisiaca L.) terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester tiga. Pisang ambon dapat direkomendasikan sebagai upaya pendukung dalam pencegahan anemia pada ibu hamil.
Analisis Program Promotif dan Preventif Kesehatan Kerja pada Industri Baja: Studi Observasional di PT X Azra Hanifah Amalia; Farhan Muzakki; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.894

Abstract

Industri baja merupakan sektor dengan risiko kesehatan kerja yang tinggi akibat paparan kebisingan, debu, asap pengelasan, dan bahan kimia berbahaya. Program promotif dan preventif kesehatan kerja menjadi upaya kunci dalam melindungi kesehatan pekerja dan mencegah penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program promotif dan preventif kesehatan kerja di PT X serta menganalisis kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan departemen Health, Safety, and Environment (HSE), dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT X telah melaksanakan program promotif yang meliputi Health talk bulanan, media komunikasi informasi dan edukasi, edukasi digital melalui aplikasi Darwinbox, safety talk harian, senam bersama, serta program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Pada aspek preventif, perusahaan menerapkan Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), pemeriksaan lingkungan kerja setiap enam bulan, pemeriksaan kesehatan berkala (audiometri, spirometri), penyediaan alat pelindung diri, serta prosedur tanggap darurat. Analisis kesesuaian menunjukkan bahwa sebagian besar program telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024, Permenaker PER-02/MEN/1980, dan UU No. 13 Tahun 2003. Namun, terdapat kesenjangan pada aspek biomonitoring logam berat, pemeriksaan kesehatan purna kerja, dan dokumentasi prosedur tertulis program Return to Work. Perusahaan perlu memperkuat surveilans kesehatan berbasis risiko dan dokumentasi program untuk meningkatkan perlindungan kesehatan pekerja secara berkelanjutan.
Stigma Sosial Terhadap ODGJ: Pendekatan Nilai Rahmah Dalam Perspektif Islam Raditya Hafizh Sopian; Ananda Sekarbumi; Ine Febrianty; Halimah Sadiyah Desky; Tiara Rifqi; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.895

Abstract

Stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menimbulkan diskriminasi serta menghambat proses pemulihan pasien. Dalam ajaran Islam, nilai rahmah (kasih sayang) menekankan pentingnya sikap empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat manusia, termasuk terhadap individu dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap ODGJ serta peran nilai rahmah dalam mengurangi stigma di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga partisipan yang terdiri dari p agama, perawat spesialis jiwa, dan perwakilan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap ODGJ masih cukup kuat, dipengaruhi oleh persepsi negatif, anggapan sebagai aib keluarga, serta kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan mental. Penerapan nilai rahmah dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi pendekatan penting untuk mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan sosial terhadap ODGJ. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya pelurusan pemahaman keagamaan, edukasi kesehatan mental berbasis nilai Islam yang humanis, serta penguatan peran tokoh agama untuk membentuk implikasi keperawatan jiwa komunitas yang lebih inklusif dan suportif.
Hubungan Pengetahuan Keluarga terhadap Kesiapan Keluarga dalam Merawat Pasien Pascastroke Wirda Zuhrita; Wasisto Utomo; Aminatul Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.896

Abstract

Stroke merupakan gangguan pada sistem saraf akibat serangan pada otak yang dapat menimbulkan kelumpuhan dan penurunan fungsi tubuh. Pengetahuan keluarga memiliki peran penting dalam membantu memahami kondisi pasien, tujuan perawatan, serta pengambilan keputusan yang tepat. Kesiapan keluarga diartikan sebagai kemampuan dan keyakinan keluarga dalam menjalankan peran sebagai perawat pasien Pascastroke. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien Pascastroke di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 57 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05 untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan kesiapan merawat pasien Pascastroke. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (61,4%), berusia 46–55 tahun (40,5%), berpendidikan SD (35,1%), dan bekerja sebagai wiraswasta (36,8%). Sebagian besar responden memiliki pengalaman merawat pasien stroke sebanyak dua kali (42,1%) dan memperoleh informasi melalui media (36,8%). Distribusi data menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan tidak siap merawat pasien Pascastroke sebanyak 41 orang (71,9%). Hasil uji Chi-Square memperoleh P-Value 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kesiapan merawat pasien Pascastroke. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin tinggi tingkat pengetahuan keluarga, semakin baik pula kesiapan mereka dalam memberikan perawatan. Oleh karena itu, perlu diperlukan edukasi dan penyuluhan kesehatan mengenai stroke, perawatan, serta pencegahan komplikasi untuk meningkatkan kesiapan keluarga.

Page 84 of 107 | Total Record : 1062