cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Analisis Implementasi Program Return To Work (RTW) Berbasis Fit Grade Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 Di PT XYZ S. Gohantua Sinaga; Nico Linggi Pomangsangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.866

Abstract

Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja merupakan tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas pekerja serta keberlangsungan operasional industri kimia. Program Return to Work (RTW) menjadi salah satu upaya strategis untuk mendukung reintegrasi pekerja pascakecelakaan atau penyakit akibat kerja ke lingkungan kerja secara aman dan produktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program RTW berbasis Fit Grade di PT XYZ Indonesia Site Merak, mengevaluasi kesesuaiannya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja, serta menyusun model konseptual RTW yang dapat diterapkan pada industri kimia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi daring bersama tim Environment, Health, and Safety (EHS) PT XYZ Indonesia pada April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program RTW telah diimplementasikan secara sistematis melalui enam tahapan yang didukung oleh dokumen Letter of Recommendation dan Fit Grade Standard. Sistem Fit Grade mengelompokkan pekerja ke dalam empat kategori, yaitu Fit to Work, Fit for Limited Duties, Temporary Unfit, dan Unfit to Work, sebagai dasar penentuan kelayakan kerja dan penyesuaian tugas. Implementasi program secara substantif telah selaras dengan prinsip yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019, meskipun koordinasi formal dengan BPJS Ketenagakerjaan belum terdokumentasi secara eksplisit. Kendala utama yang ditemukan adalah subjektivitas pekerja dalam menilai kondisi kesehatannya. Penelitian ini menghasilkan model konseptual RTW berbasis Fit Grade yang berpotensi menjadi acuan pengembangan program RTW pada industri kimia di Indonesia.
Analisis Risiko Paparan Kebisingan terhadap Keluhan Pendengaran pada Pekerja Industri Semen di PT X Natasya Alika Ramadhina; Shalwa Amanda Wicaksono; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.867

Abstract

Kebisingan menjadi salah satu bahaya fisik yang kerap dijumpai di lingkungan kerja industri semen, khususnya pada area produksi yang mengoperasikan mesin berkapasitas besar secara kontinu. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko paparan kebisingan terhadap keluhan pendengaran pada pekerja industri semen di PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan desain cross-sectional dan penilaian risiko menggunakan metode HIRADC. Sebanyak 30 pekerja area produksi dilibatkan sebagai sampel. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sementara data sekunder bersumber dari hasil pengukuran kebisingan Plant 5 periode 2023–2025. Analisis dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengukuran, sejumlah divisi tercatat memiliki intensitas kebisingan yang melampaui Nilai Ambang Batas 85 dBA/8 jam, antara lain Finish mill, Kiln Production, Electric, Raw mill, Coal Mill, dan Packing. Hasil kuesioner mengungkapkan bahwa 46,7% pekerja mengeluhkan telinga berdenging, 43,3% mengalami penurunan kemampuan mendengar setelah shift kerja, dan 23,3% tidak menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian teknis, pemeriksaan audiometri secara rutin, dan peningkatan kedisiplinan pemakaian alat pelindung telinga perlu diperkuat di PT X.
Analisis Faktor Bahaya Kesehatan Kerja Dan Potensi Penyakit Akibat Kerja Di PT. X Sheila Aldri Ananda; Adinda Putri Santoso; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.868

Abstract

The manufacturing industry faces a high risk of work-related illnesses (WRI), which reduce productivity. This descriptive observational study aims to identify occupational health hazards at PT X Cikarang, analyze the potential for WRI (Presidential Regulation No. 7/2019), and evaluate the compliance of control measures with occupational safety and health (OSH) regulations. Data were collected from March to May 2025 through production area observations, interviews with the SHE team, and document reviews. The study identified four main hazard factors: physical (noise and temperature), chemical (welding fumes), ergonomic (repetitive movements and awkward postures), and psychosocial (night shift systems and production targets). These factors have the potential to trigger occupational health and safety issues such as Noise-Induced Hearing Loss (NIHL), reduced lung function, Musculoskeletal Disorders (MSDs), and chronic fatigue. In general, PT X has complied with Law No. 1/1970 and Minister of Manpower Regulation No. 5/2018 through periodic workplace monitoring, the provision of PPE, and specialized health examinations (audiometry and spirometry). However, the implementation of SMK3 (Government Regulation No. 50/2012) has not been optimal because the company has not yet been formally certified and has not conducted a comprehensive ergonomic evaluation. It is concluded that OSH control at PT X is already functioning well, but requires strengthening in the ergonomic assessment of workstations and the acceleration of SMK3 certification. Keywords: occupational health hazards, occupational disease, automotive manufacturing, NIHL, ergonomics.
Integrasi Etika Medis dan Perspektif Hukum Islam dalam Tindakan Aborsi Indikasi Medis berdasarkan Urgensi Klinis Astri Agustin; Nazwa Aulia Rahman; Rd. Natasya Aurellia Putri; Annisa Rahma; Rizka Dwi Putri Aghista; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.869

Abstract

Aborsi atas indikasi medis sering menimbulkan dilema antara rekomendasi klinis untuk menyelamatkan nyawa ibu dan nilai-nilai keagamaan yang menghormati hak hidup janin, terutama dalam masyarakat religius seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi perspektif keperawatan maternitas dan hukum Islam dalam praktik aborsi indikasi medis serta merumuskan model asuhan holistik yang dapat menjembatani kedua sudut pandang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan yang dipilih melalui purposive sampling terdiri dari empat orang, yaitu dua bidan dan dua ahli agama Islam di wilayah Kabupaten Bandung dan Sumedang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama: indikasi dan batasan aborsi medis, peran bidan sebagai edukator, counselor, dan mediator, pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, perspektif agama yang memberikan kelonggaran (rukhsah) dalam kondisi darurat, dilema etik dalam menghadapi penolakan pasien atau keluarga, serta stigma sosial akibat penyamaan aborsi medis dengan aborsi ilegal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aborsi medis memiliki legitimasi hukum (Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023) dan dapat dibenarkan secara agama dalam kondisi darurat demi menyelamatkan nyawa ibu sebagai prioritas utama. Kontribusi penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health and Well-being/Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan) melalui dukungan terhadap pelayanan kesehatan maternal yang aman, serta SDGs poin 16 (Peace, Justice and Strong Institutions/Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan pemahaman hukum dan etika yang seimbang dalam praktik aborsi medis.
Analisis Program Kesehatan Kerja dalam Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja pada Pekerja PT X Ardenta Talitha Yafi Angelo; Golda Irene Triana; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.870

Abstract

Industri pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) memiliki potensi tinggi menyebabkan Penyakit Akibat Kerja (PAK) akibat paparan faktor bahaya kimia, fisik, biologis, ergonomi, dan psikologi kerja. PT X telah menerapkan berbagai program kesehatan kerja sebagai upaya perlindungan pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis program kesehatan kerja dalam upaya pencegahan Penyakit Akibat Kerja pada pekerja PT X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan mixed methods. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan divisi HSE/SHEQ, dan kuesioner skala Likert kepada 31 pekerja menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment dengan r tabel 0,355 dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil pengujian menunjukkan 27 dari 35 item dinyatakan valid dengan nilai reliabilitas 0,627–0,876. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja terpapar berbagai faktor risiko kesehatan kerja seperti bahan kimia, kebisingan, panas kerja, ergonomi, dan psikologi kerja. PT X telah menerapkan program kesehatan kerja meliputi Medical Check Up (MCU), penggunaan APD, emergency response system, edukasi kesehatan kerja, serta program hygiene dan sanitasi lingkungan kerja. Sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap kebijakan K3, implementasi program kesehatan kerja, dan dukungan organisasi terhadap kesehatan kerja. Program kesehatan kerja di PT X berperan dalam mendukung pencegahan PAK melalui pengendalian faktor risiko, medical surveillance, promosi kesehatan kerja, dan penguatan budaya keselamatan kerja.
Perbedaan Pola Kontrol Ulang pada Pasien Hipertensi antara Wilayah Pedesaan dan Perkotaan di Kota Manado Conny Rumintjap; Dian Pitaloka Priasmoro
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.871

Abstract

Kontrol ulang secara rutin merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian hipertensi untuk mencegah komplikasi. Akses terhadap pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh wilayah tempat tinggal dapat mempengaruhi perilaku kontrol ulang pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara wilayah tempat tinggal dengan pola kontrol ulang pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder pada 145 penderita hipertensi. Variabel yang diteliti meliputi wilayah tempat tinggal dan pola kontrol ulang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Cramér’s V. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara wilayah tempat tinggal dengan pola kontrol ulang pasien hipertensi (χ² = 8,474; P-Value = 0,014). Nilai Cramér’s V sebesar 0,242 menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbedaan wilayah tempat tinggal berhubungan dengan variasi perilaku kontrol ulang pada pasien hipertensi.Wilayah tempat tinggal berhubungan dengan pola kontrol ulang pasien hipertensi. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemerataan akses dan penguatan layanan kesehatan primer dalam mendukung pengendalian hipertensi di masyarakat.
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Discharge Planning di Ruang Rawat Inap RSUD Toto Kabila Khairunnisa I. Onggilu; Siti Rahma; Rachmawaty D. Hunawa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.872

Abstract

Discharge planning is a critical process in the transition of care aimed at improving patients’ quality of life, reducing length of stay, and enhancing the readiness of patients and their families. However, its implementation across various healthcare facilities has not yet been optimal. Discharge planning can be carried out effectively if nurses possess adequate knowledge. This study aims to determine the relationship between nurses’ knowledge and the implementation of discharge planning in the inpatient ward of Toto Kabila Regional General Hospital. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 125 respondents, with a sample of 56 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted using a questionnaire assessing knowledge and the implementation of discharge planning. Data were statistically analyzed using the Spearman Rank test. The results revealed that the majority of respondents had a good level of knowledge (27 individuals, 48.2%), and the majority of respondents were categorized as having adequate implementation of discharge planning (23 individuals, 41.1%). Based on the test results, the p-value was 0.000 (p < 0.05), leading to the conclusion that there is a significant relationship between nurses’ knowledge and the implementation of discharge planning in the inpatient ward at Toto Kabila Regional General Hospital.
Hubungan Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual pada Remaja Putri di SMP N 1 Suwawa Kabupaten Bone Bolango Khairunnisa Otolomo; Ita Sulistiani; Nirwanto K. Rahim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.873

Abstract

Pelecehan seksual pada remaja putri merupakan masalah yang semakin memprihatinkan karena dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, dan akademik. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mencegah terjadinya pelecehan seksual adalah tingkat pengetahuan remaja mengenai bentuk, risiko, dampak, dan cara pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan pelecehan seksual pada remaja putri di SMP Negeri 1 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Suwawa sebanyak 92 orang, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner upaya pencegahan pelecehan seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 27 responden (36%), kategori cukup 25 responden (33,3%), dan kategori kurang 23 responden (30,7%). Upaya pencegahan pelecehan seksual sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 34 responden (45,3%), kategori cukup 27 responden (36%), dan kategori kurang 14 responden (18,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai P-Value = 0,000 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,798 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi kuat. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan pelecehan seksual pada remaja putri di SMP Negeri 1 Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri, maka semakin baik pula upaya pencegahan pelecehan seksual yang dilakukan.
Implementasi Program Kesehatan melalui Pemanfaatan Aplikasi Darwinbox sebagai Media Edukasi Kesehatan di PT X Nadia Najwa Zhafira; Alda Armelia Putri; Muhammad Daffa Parahita; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.875

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan berbagai program kerja ke dalam platform digital, termasuk program kesehatan kerja. PT X sebagai salah satu perusahaan manufaktur baja terbesar di Indonesia memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan pekerja sehingga diperlukan upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kesehatan melalui pemanfaatan aplikasi Darwinbox sebagai media edukasi kesehatan di PT X. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional melalui pengumpulan data sekunder berupa dokumen perusahaan, informasi implementasi aplikasi, serta kajian regulasi terkait kesehatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Darwinbox dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi dan edukasi kesehatan kepada pekerja melalui berbagai fitur digital yang memungkinkan penyebaran informasi secara cepat, mudah diakses, dan berkelanjutan. Materi edukasi yang disampaikan meliputi promosi kesehatan, pencegahan penyakit akibat kerja, kesehatan mental, ergonomi kerja, serta perilaku hidup sehat. Pemanfaatan Darwinbox mendukung pelaksanaan upaya promotif kesehatan kerja dengan meningkatkan akses pekerja terhadap informasi kesehatan dan memperluas jangkauan komunikasi perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi program kesehatan melalui aplikasi Darwinbox telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2019 tentang Kesehatan Kerja, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pelayanan Kesehatan Penyakit Akibat Kerja. Dengan demikian, pemanfaatan Darwinbox dapat menjadi salah satu inovasi digital yang efektif dalam mendukung program kesehatan kerja serta meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan kerja.
Hubungan Kualitas Tidur terhadap Tingkat Stres pada Remaja Fitri Sekar Sari; Yunisman Roni; Yulia Rizka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.879

Abstract

Kualitas tidur memiliki peranan penting dalam kesehatan mental dan emosional remaja. Kualitas tidur merupakan perasaan puas terhadap aktivitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan kualitas tidur terhadap tingkat stres pada remaja. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif korelasi dengan sampel 269 remaja menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar remaja memiliki kualitas tidur yang baik, yaitu sebanyak 147 responden (54,6%), dan sebagian besar remaja mengalami tingkat stres ringan 135 (50,2%) responden. Meningkat kualitas tidur pada remaja agar masalah konsentrasi dan pemahaman akademik remaja dapat diatasi, diminimalkan bahkan dapat dicegah.

Page 83 of 107 | Total Record : 1062