cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Polisi Lalu Lintas Dalam Pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Di Kabupaten Poso Detrina F. Uramako; Siti Nurhaliza; Juliana Novly Ratuanik
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.965

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang utama dan dapat dicegah. WHO juga melaporkan bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian pada kelompok usia 5-29 tahun. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap polisi lalu lintas dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan di Kabupaten Poso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Sampel berjumlah 39 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap sikap polisi lalu lintas dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan (p<0,05), Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut memiliki sikap yang positif. Kesimpulan: 6.  Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan di Kabupaten Poso.
Penerapan Edukasi Audiovisual Terhadap Pengetahuan OAT Pada Pasien TB Paru: Studi Kasus Dua Pasien Di Kecamatan Haharu Tahun 2026 (Studi Kasus) Arnesta Babang Haloy; Melkisedek Landi; Umbu Nggiku Njakatara
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.970

Abstract

Latar Belakang: TB paru adalah salah satu isu kesehatan utama di Indonesia. Tantangan utama pengobatan TB adalah ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat yang dapat mengakibatkan resistensi dan kegagalan pengobatan. Salah satu faktor penyebabnya adalah durasi pengobatan TB yang panjang, sehingga banyak pasien yang keluar dari perawatan. Survei Kesehatan 2023 di Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat mencapai 28,42%. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman mengenai kepatuhan pengobatan pada pasien TB Paru. Metode: Studi ini adalah analisis deskriptif yang berfokus pada dua pasien, yaitu pasien Ny. R dan Ny. P. menghadapi masalah kurangnya pemahaman mengenai pengobatan TB Paru. Hasil: kegiatan dilaksanakan dari tanggal 06 Januari sampai 1 Januari 2026, Penelitian dilakukan melalui edukasi langsung menggunakan audio visual yang memuat informasi tentang TB paru serta pentingnya kepatuhan dalam terapi dan minum obat. Pada 2 pasien dengan kasus TB, terlihat adanya peningkatan pengetahuan serta kepatuhan Klien dalam mengonsumsi obat. Sebelum dilakukannya intervensi, Subjek 1 dan 2 mencatat skor 0. Usai edukasi menggunakan media audio visual, nilai Subjek 1 naik menjadi 4 dan nilai Subjek 2 menjadi 5. Keduanya menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap pengobatan. Kesimpulan: Media audio visual dalam pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB paru dalam mengonsumsi obat. Disarankan agar media audio visual dimanfaatkan secara terus-menerus sebagai bagian dari program pendidikan rutin di Puskesmas Rambangaru untuk mendukung keberhasilan pengobatan TB paru. Saran: Pemanfaatan media audio visual berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien TB paru, didukung oleh partisipasi keluarga dalam pengawasan konsumsi obat, serta keterlibatan aktif petugas kesehatan dalam memberikan pendidikan sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Bontomate’ne Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Tahun 2025 Irmayanti AR. Irmayanti AR.; Yesi Gusnawati; Rosmina Rosmina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.980

Abstract

Anemia dalam kehamilan dapat mempengaruhi kehamilan karena anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh yang berakibat kematian janin dalam kandungan, abortus, cacat bawaan, berat badan lahir rendah (BBLR). Pada persalinan dapat menyebabkan inersia uteri, ibu menjadi lemas sehingga menimbulkan partus lama, sedangkan pada masa nifas dapat terjadi perdarahan dan pada keadaan ini tubuh tidak dapat mentoleransi seperti ibu yang sehat tidak menderita anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor pendidikan, umur ibu dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bontomate’ne Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Tahun 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei analitik  dengan menggunakan pendekatan cross sectional study, Besar sampel yaitu 1020 secara simpel rendom sampling dengan menggunakan uji hipotesa dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara faktor pendidikan dengan anemia pada ibu hamil X2h= 23,407 < X2t=  3,841, ada hubungan antara umur ibu dengan anemia pada ibu hamil di dapatkan X2h= 15,134W > X2t=  3,841 dan hubungan paritas dengan anemia pada ibu hamil didapatkan X2h= 9,826> X2t=  3,841. Kesimpulan bahwa, pendidikan umur ibu dan paritas memiliki hubungan bermakna dengan anemia pada ibu hamil. Oleh karena itu disarankan perlunya peningkatan kesadaran ibu hamil yang memiliki umur dan paritas berisiko tinggi terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisinya selama kehamilan, ibu yang memiliki pekerjaan agar memeriksakan kehamilan secara rutin dan bersedia mengkonsumsi tablet Fe guna mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil.
Implementasi Penerapan Pemberian Jus Labu Siam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Parifer Tidak Efektif Puskesmas Waingapu (Studi Kasus): Hipertensi Anjenita Djaga Ulle; Melkisedek Landi; Ester Randandima; Umbu Nggiku Najakatara
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.981

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan pemberian jus labu siam (Sechium edule) yang mengandung flavonoid sebagai agen hipotensi. Tujuan: untuk mengetahui penerapan pemberian jus labu siam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien hipertensi. Intervensi dilakukan dengan memberikan jus labu siam yang dibuat dari 100 gram labu siam  dan 180 ml air. Jus labu  diberikan satu kali sehari selama lima hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum pemberian intervensi dan diulang 30 menit setelah konsumsi jus labu siam . Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan tekanan darah harian. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian jus labu siam selama 5 hari, terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien serta perbaikan gejala seperti sakit kepala dan pusing. Selain itu, terdapat peningkatan kondisi perfusi perifer yang ditandai dengan perbaikan warna kulit, penurunan nyeri ekstremitas, dan peningkatan aktivitas pasien. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah pemberian jus labu siam efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gouth Arthritis Pada Lansia Di Desa Tungulo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Arham Laita; Rosmin Ilham; Nur Uyuun I. Biahimo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.982

Abstract

Gout artharitis merupakan salah satu penyakit degeneratip yang banyak terjadi pada lansia dan berhubungan eratdengan pola makan,khususnya konsumsi makanan tinggi purin . Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkankadar asam urat dalam darah sehingga memicu terjadinya gout arthritis. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahuihubungan pola makan dengan kejadian gout artharitis pada lansia di desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat,Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik mengunakan pendekatancross-sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di desa tunggulo dengan jumlahsampel sebanyak 47 responden yang di ambil menggunakan Teknik total samping. Data di kumpulkan melaluikuisoner mengenai pola makan dan pemeriksaan kadar asam urat,kemudian di analisis mengunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang tidak baik. Analisabivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gout artharitis pada lansiadengan p-value = 0,000 (p&lt;0,05).Hal ini menunjukan bahwa pola makan merupakan salah satu faktor yangmempengaruh terhadap kejadian gout artharitis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara polamakan dengan kejadian gouth artharitis pada lansia. untuk memperbaiki pola makan dengan mengurangi konsumsimakanan tinggi purin serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat guna mencegah terjadinya goutartharitis.
Pengaruh Pemberian Sari Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Siti Fatimah; Ary Oktora Sri R; Wira Ekdeni Aifa; Komaria Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.998

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah pemberian sari kurma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Alah Air tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 ibu hamil dengan anemia yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian sari kurma sebanyak tiga kali sehari selama dua minggu. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, seluruh responden mengalami anemia dengan nilai rata-rata Hb sebesar 2,73. Setelah pemberian sari kurma, rata-rata kadar Hb meningkat menjadi 1,33. Secara klinis, 100% responden mengalami perbaikan kadar hemoglobin, dengan 66,7% mencapai kategori Hb normal dan 33,3% masih anemia ringan. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian sari kurma berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.
Finger Hold Relaxation Sebagai Intervensi Keperawatan Pada Anak Dengan Hidronefrosis Bilateral Dan Komorbid Acute Lymphoblastic Leukemia: Studi Kasus Sulis Tyaningsih; Etika Dewi Cahyaningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.1004

Abstract

Hidronefrosis merupakan pelebaran sistem pelvikalises ginjal akibat obstruksi aliran urin yang dapatmenyebabkan gangguan fungsi ginjal apabila tidak ditangani secara tepat. Pada pasien anak dengan komorbidpneumonia dan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL), kondisi ini menjadi lebih kompleks sehinggamemerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapanintervensi Finger Hold Relaxation dalam menurunkan nyeri sebagai bagian dari asuhan keperawatan pada pasienanak dengan hidronefrosis bilateral ringan disertai pneumonia dan ALL. Metode yang digunakan adalah studikasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil menunjukkan bahwa setelah penerapan Finger HoldRelaxation selama 3×24 jam yang dikombinasikan dengan terapi farmakologis, intensitas nyeri menurun dariskala 5 menjadi skala 3. Selain itu, diperoleh luaran tambahan berupa peningkatan frekuensi berkemih dari 1–2kali/hari menjadi 3–4 kali/hari dengan keluhan mengejan yang berkurang, sputum mulai dapat dikeluarkandisertai penurunan ronki sehingga pasien melaporkan napas lebih nyaman, peningkatan porsi makan dari ½menjadi ±¾ porsi dengan penurunan keluhan mual, serta tidak ditemukan tanda-tanda infeksi selama masaperawatan. Penerapan Finger Hold Relaxation sebagai intervensi nonfarmakologis terbukti efektif dalammenurunkan nyeri dan dapat dikombinasikan dengan terapi lainnya untuk meningkatkan hasil asuhankeperawatan secara menyeluruh.
Hubungan Persepsi Dukungan Sosial Dengan Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Angkatan 2023 Di STIKes Maharani Malang Rizki Dwi Amiliya; Sismala Harningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.1009

Abstract

Tekanan akademik yang tinggi selama menempuh pendidikan keperawatan dapat memicu academic burnout, terutama apabila mahasiswa merasa kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Persepsi dukungan sosial menggambarkan penilaian subjektif individu terhadap ketersediaan bantuan dari keluarga, teman, dan orang-orang terdekat, dan diyakini berperan sebagai faktor pelindung terhadap academic burnout. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi dukungan sosial dan academic burnout pada mahasiswa keperawatan angkatan 2023 di STIKes Maharani Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh populasi sebanyak 100 mahasiswa melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS), dengan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi dukungan sosial rendah (83%) serta mengalami academic burnout tinggi (78%). Uji statistik memperlihatkan hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p = 0,000) dengan koefisien korelasi r = -0,579, yang menunjukkan hubungan negatif berkekuatan sedang. Semakin rendah persepsi dukungan sosial yang dirasakan mahasiswa, semakin tinggi tingkat academic burnout yang dialami. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan persepsi dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan akademik sebagai upaya pencegahan academic burnout pada mahasiswa keperawatan.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Dan Gizi Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sarah Fitria; Nova Avianti Rahayu; Siska Indrayani; Muhammad Wildan; Lidia Sari; Priawansyah Priawansyah; Prasetya Prasetya; Aidil Haris; Muhammad Ahyarudin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1022

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas individu di masa depan. Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa remaja, khususnya melalui peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi dan gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 50 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 56,3 meningkat menjadi 82,7 setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Edukasi kesehatan reproduksi dan gizi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja sebagai upaya pencegahan stunting. Diperlukan implementasi program edukasi berkelanjutan di sekolah dan masyarakat untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Pengaruh Kualitas Sistem, Kualitas Informasi Dan Tingkat Pengetahuan Pada Aplikasi Mobile JKN Terhadap Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Di RS Hermina Samarinda Nisfi Ruwaidah Zahro; Rian Andriani; Wiseto P. Agung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1023

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas sistem, kualitas informasi, dan tingkat pengetahuan/literasi digital pengguna aplikasi Mobile JKN terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan di RS Hermina Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda melalui uji F dan uji t terhadap 190 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan tingkat pengetahuan/literasi digital secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan, dengan kualitas informasi sebagai variabel yang paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas aplikasi, akurasi informasi, dan literasi digital pengguna guna mendukung pelayanan pendaftaran rawat jalan yang lebih efektif.

Page 86 of 107 | Total Record : 1062