cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
NILAI MORAL DALAM NOVEL REMAJA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Luthfi Ahmad Fadilah; Suherli Kusmana; Dede Endang Mascita
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/v7pp8w10

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bahan ajar teks novel yang memiliki nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian pengembangan / R&D dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Bahan ajar merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar sebagai salah satu alat untuk mencapai kurikulum. Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang dirancang dengan bahan yang dekat dengan peserta didik. Pembelajaran menulis novel dalam kurikulum 2013 terdapat pada kelas 12. Peserta didik dituntut untuk memahami dan menulis karya fiksi. Pembuatan bahan ajar yang cocok dengan siswa mutlak diperlukan. Ketepatan guru dalam membuat bahan ajar yang tepat dapat membantu peserta didik memahami materi lebih dalam.  Seyogyanya bahan ajar yang akan disampaikan pada peserta didik dibuatkan langsung oleh guru yang bersangkutan. Penelitian ini merupakan penelitian terhadap nilai moral yang terdapat dalam novel remaja. Novel remaja yang dimaksudkan adalah novel yang bercerita mengenai kehidupan remaja seusia sekolah. Pemilihan novel yang bercerita mengenai kehidupan remaja sengaja dipilih supaya peserta didik merasa dekat dengan materi yang akan disampaikan. Penelitian ini dilengkapi dengan modul bahan ajar yang memiliki kelengkapan sehingga dapat digunakan oleh siswa secara mandiri. Kelebihan modul bahan ajar adalah tersedia berbagai muatan yang memungkinkan siswa belajar, berlatih, dan mengevaluasi diri. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai moral dalam novel remaja dapat dijadikan bahan ajar di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat membantu tugas para guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terutama dalam pembelajaran menulis novel di kelas 12. KATA KUNCI: Bahan Ajar Novel; Nilai Moral; Novel Remaja   MORAL VALUES ​​IN YOUTH NOVELS AND THEIR UTILIZATION AS TEACHING MATERIALS IN HIGH SCHOOLS     ABSTRACT: This study aims to provide teaching materials for novel texts that have moral values. This study uses a research development / R&D approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teaching materials are an important part of the teaching and learning process as one of the tools to achieve the curriculum. Good teaching materials are teaching materials that are designed with materials that are close to students. Learning to write novels in the 2013 curriculum is in grade 12. Students are required to understand and write works of fiction. Making teaching materials suitable for students is absolutely necessary. The teacher's accuracy in making the right teaching materials can help students understand the material more deeply. The teaching materials that will be delivered to students should be made directly by the teacher concerned. This research is a study of the moral values contained in youth novels. The intended youth novel is a novel that tells about the lives of school-aged teenagers. The selection of novels that tell about the lives of teenagers is deliberately chosen so that students feel close to the material to be conveyed. This study is equipped with teaching material modules that have completeness so that they can be used by students independently. The advantage of the teaching material module is that it provides a variety of content that allows students to learn, practice and self-evaluate. The results of this study indicate that moral values in youth novels can be used as teaching materials in schools. This research is expected to be able to assist teachers in carrying out teaching and learning activities, especially in learning to write novels in grade 12. KEYWORDS:  Novel Teaching Materials; Moral Values ;  Teen Novels Diterima: 1 Oktober 2025 Direvisi: - Disetujui: 10 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Fadilah, L. A., Kusmana, S., & Mascita, D. E. (2025). Nilai moral dalam novel remaja dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar di SMA. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 624-635.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
ANALISIS SK DAN KD PADA STANDAR ISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP BERDASARKAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Aan Sugiantomas; Ratna Risniawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/4b5ave14

Abstract

Analisis SK dan KD pada Standar Isi Bahasa Indonesia merupakan salah satu tujuan penelitian untuk menentukan isi, muatan, atau cakupan SK dan KD berdasarkan keterampilan, pengetahuan bahasa, dan literatur yang ada mengenai Standar Isi Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data (pengamatan dan dokumentasi) dan teknik pengolahan data (analisis). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah standar konten kelas VII, VIII, dan IX. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, berdasarkan persepsi konten SK dan KD pada standar konten Bahasa Indonesia untuk kelas junior, urutan keterampilan bahasa yang diteliti adalah berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan. Ilmu linguistik yang mencakup SK dan KD mendengarkan meliputi sintaksis/kalimat, fonologi/suara suprasegmental (intonasi, volume, tekanan), semantik/makna, dan morfologi/kata. Ilmu linguistik yang mencakup SK dan KD berbicara meliputi sintaksis/kalimat, fonologi/suara suprasegmental, semantik/makna, dan morfologi. Ilmu linguistik yang mencakup SK dan KD dalam urutan membaca meliputi sintaksis/kalimat, fonologi/suara suprasegmental, dan semantik/makna. Ilmu linguistik yang mencakup SK dan KD dalam urutan menulis meliputi sintaksis/kalimat dan morfologi/pilihan kata. Karya sastra yang mencakup urutan SK dan KD dalam mendengarkan adalah prosa fiksi/novel/cerita, puisi, dan drama. Karya sastra yang mencakup urutan SK dan KD dalam berbicara adalah prosa fiksi/cerpen, drama, dan puisi. Karya sastra yang mencakup urutan SK dan KD dalam membaca adalah prosa fiksi/novel/cerita anak-anak, puisi, dan drama. Sastra ilmiah yang mencakup SK dan KD dalam urutan penulisan adalah puisi, drama, dan prosa fiksi. Secara keseluruhan, berdasarkan penelitian para ahli, disimpulkan bahwa dalam bidang ilmu linguistik, aspek yang paling banyak diteliti adalah sintaksis (kalimat). Dan, dalam cakupan sastra ilmiah, aspek yang paling banyak diteliti adalah prosa fiksi.
ANALISIS SK DAN KD PADA STANDAR ISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD BERDASARKAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN (Analisis isi SK dan KD Mendengarkan, Berbicara, Membaca, dan Menulis) Aan Sugiantomas; Mahpudin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jk4tgw68

Abstract

Isi kurikulum standar merupakan hasil kerja pemerintah untuk unit pendidikan dan kemudian dikembangkan oleh masing-masing unit pendidikan. Isi kurikulum standar terdiri dari kompetensi standar dan dasar kompetensi yang mencakup keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, serta ilmu linguistik yang mencakup fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, serta ilmu sastra yang mencakup puisi, prosa fiksi, dan drama. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin menganalisis sejauh mana cakupan materi antara keterampilan bahasa, ilmu linguistik, dan ilmu sastra. Berdasarkan hasil penelitian tentang SK dan KD dalam konten mata pelajaran bahasa Indonesia di SD, terlihat bahwa urutan tertinggi dalam keterampilan berbicara, dilihat dari ilmu linguistik, terlihat bahwa urutan tertinggi dalam ilmu semantik linguistik, dan dilihat dari ilmu sastra, terlihat bahwa urutan tertinggi dalam ilmu sastra puisi.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK TEMA, TOKOH, PERWATAKAN DAN AMANAT YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL “TERBANGLAH MERPATI” KARYA ACHMAD MUNIF SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/y67vwj28

Abstract

Dengan alasan bahwa tema, karakter, alur, dan pesan merupakan unsur-unsur penting dalam sebuah karya sastra. Penelitian ini mengusung judul ‘Analisis Unsur-unsur Intrinsik Tema, Karakter, Alur, dan Pesan yang Terdapat dalam Novel “Pigeons Fly” Karya Achmad Munif sebagai Literatur Pembelajaran Alternatif di Sekolah Menengah Atas.’ Formulasi masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana tema-tema dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif? 2) Bagaimana karakter dan suasana hati dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif? 3) Bagaimana pesan yang terkandung dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif? 4) Apakah unsur-unsur intrinsik tema, karakter, suasana hati, dan pesan dapat digunakan sebagai bahan ajar di SMA? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik: Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: penelitian perpustakaan, dokumentasi, dan analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif. Sampel dalam penelitian ini meliputi tema, karakter, karakterisasi, pesan, dan bahan ajar yang terdapat dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif. Kesimpulan: 1) Bahwa terdapat tema dalam novel Fly Pigeons karya Munif Ahmad tentang seorang mantan pelacur yang bertobat dari dunia gelap yang pernah ia jalani. 2) Karakter dan disposisi, karakter tokoh Ken Ratri memiliki keteguhan hati, kesabaran, kegelisahan, sopan santun, dan penyesalan, Tokoh Satrio memiliki karakter yang plin-plan, malu, dan bersalah. Tokoh Hanafiah memiliki karakter yang pemarah, pendendam, dan tidak mau menyerah. Tokoh Dr. Sustiwi Pranoto memiliki karakter yang berjiwa besar, baik hati, berani, dan penuh kasih sayang. Tokoh Fatimah memiliki karakter yang baik hati dan rajin beribadah. 3) Mandat/Perintah yang terkandung dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif adalah jangan mengejek/mencemooh orang, harus dapat menjaga kesucian, harus lebih dekat dengan Allah SWT, dan selalu bersyukur dalam segala hal. Elemen intrinsik tema, karakter, disposisi, dan mandat yang terkandung dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif dapat dijadikan bahan studi dalam pelajaran sastra di sekolah menengah atas, terutama dalam hal elemen intrinsik dan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Sastra di sekolah menengah atas karena telah tercantum dalam kurikulum.
PERBEDAAN ANTARA KEMAMPUAN SISWA LAKI-LAKI DAN SISWA PEREMPUAN KELAS VII SMP NEGERI 1 KRAMATMULYA DALAM MEMAHAMI UNUR-UNSUR INTRINSIK YANG TERDAPAT PADA CERPEN YANG BERJUDUL HUKUMAN MANIS BUAT ARYA KARYA WENDI WIDYA RATNA DEWI H. Ajat Sudrajat; Ilman Muzaki
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0q6daf98

Abstract

Perbedaan kemampuan siswa laki-laki dan perempuan kelas VII SMP 1 Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik yang tidak jelas dalam cerpen berjudul “Sweet Punishment” karya Wendi Widya Arya Ratna Dewi. Penelitian ini membahas perbedaan kemampuan siswa laki-laki dan perempuan kelas VII SMP 1 Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen berjudul “Sweet Punishment” karya Wendi Widya Arya Ratna Dewi. Tujuan penelitian ini sebagai berikut. 1) Ingin mengetahui kemampuan siswa laki-laki kelas VII SMP 1 Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen berjudul “Sweet Punishment Make” karya Wendi Widya Arya Ratna Dewi. 2). Perempuan ingin mengetahui kemampuan siswa perempuan Kelas VII SMP 1 Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen berjudul “Sweet Punishment Make” karya Wendi Widya Arya Ratna Dewi. 3). Ingin mengetahui perbedaan kemampuan antara siswa laki-laki dan perempuan Kelas VII SMP 1Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam cerita pendek berjudul “Sweet Punishment Make Work” karya Wendi Widya Arya Ratna Dewi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif, yaitu metode penelitian yang dapat digunakan untuk menggambarkanperbandingan (perbedaan dan kesamaan) antara dua variabel, sehingga melalui proses penilaian dapat ditentukan perbedaan di antara keduanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: observasi, penelitian perpustakaan, dan tes. Teknik pengolahan data yang digunakan untuk membedakan dua variabel adalah uji t. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII dengan jumlah 165 siswa. Dalam penelitian ini, penulis mengambil sampel siswa kelas VII sebanyak 40 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Berdasarkananalisis, dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Kemampuan siswa laki-laki kelas VII SMP 1 Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik berjudul “Sweet Punishment Make Wendi” karya Widya Arya Ratna Dewi, silakan. Dengan nilai rata-rata62,25. Oleh karena itu, hipotesis 1 diterima. 2) Perbedaan kemampuan siswa perempuan kelas VII SMP 1 Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik berjudul “Sweet Punishment Make Wendi” karya Widya Arya Ratna Dewi, baik.Dengan nilai rata-rata 72. Oleh karena itu, hipotesis 2 diterima. 3) Perbedaan rata-rata kemampuan siswa laki-laki dan perempuan kelas VII SMP 1 Kramatmulya dalam memahami unsur-unsur intrinsik berjudul “Sweet Punishment Make Wendi” karya Widya Arya Ratna Dewi diperoleh dengan menghitung t-test, di mana t hitung diperoleh lebih besar dari t tabel (3,52 > 1,6646) pada tingkat signifikansi 5%. Oleh karena itu, hipotesis 3 diterima.
PERBANDINGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEKKARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI I CIWARU KABUPATEN KUNINGAN DENGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEK KARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI 1 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Asep Jejen Jaelani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rkj86v83

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru Kabupaten Kuningan dengan Tema, Setting, dan Titik Pengisahan Cerita Pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013. Rumusan masalah: 1) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013? 2) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013? 3) bagaimanakah perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan? Tujuanpenelitian: 1) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru.2) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 Kuningan. 3) untuk mengetahui perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 kuningan. Metode : deskriptif kualitatif. Teknik:teknikperolehan data (studi kepustakaan, observasi, penugasan) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi : yaitu seluruh cerpen karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan dengan dengan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013 jumlah keseluruhan sebanyak 204 siswa. Sampel : adalah 20% dari keseluruhan jumlah populasi yaitu 40 cerpen. Simpulan: 1) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu tentang percintaan, penyesalan, persahabatan, kehidupan, keindahan alam, pengalaman, perjuangan, dan keluarga. Dari cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 CiwaruTernyatatema tentang percintaan dan persahabatan lebih mendominasi. 2) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu tentang kehidupan, pengalaman, perjuangan, persahabatan, percintaan, dan cita-cita. Dan tema tentang kehidupan lebih mendominasi. Perbandingan tema cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 kuningan dengan tema cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa pokokpersoalan yang ingin disampaikan atau diungkapkan siswa sebagai pengarang sangat dipengaruhi oleh perkembangan intelektual dan pengalaman pendidikan di samping tingkat kepekaan terhadap gejala-gejala sosial yang ada di lingkungannya. Sehingga temapercintaan dan persahabatan muncul mendominasi pada cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru sebagai tanda dimulainya proses pencarian identitas diri. Begitu juga pada cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan temakehidupan muncul mendominasi sebagai tanda pencapaian pendewasaan yang matang. 3) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting kota, kampus, kelas, candi, jalan, panti asuhan, pedesaan, pasar, rumah. Setting tentang perkotaan lebihmendominasiini artinya meskipun berada di daerah pedesaan tetapi mereka mampu bersaing dengan daerah perkotaan. Untuk setting waktu banyak menggunakan settingtahun, bulan, hari. Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana sedih, dan bahagia. 4) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting seperti kampus, sekolah, kelas, mesjid, rumah sakit, pabrik, cafe, angkot, desa, jalan, gunung, lapangan, puncak, kebun, taman, rumah, meja belajar, duduk di bangku, sudut kamar, dan tempat tidur. Dan setting tentang pedesaan dan pegunungan lebih mendominasi ini artinya dikarenakan kehidupan sehari-hari mereka di wilayah kota sehingga mereka beralih dan lebih merasa sejuk mengambil pedesaan.Untuk setting waktu banyak menggunakan setting tahun, bulan, hari.Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana suasana sedih, bahagia, dan haru. 5) titik pengisahanyang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 14 cerpen. Titik pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 1 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 21 cerpen. titik pengisahan yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 15 cerpen. pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 3 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 18 cerpen. Perbandingan titik pengisahan cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan dengan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini menunjukan bahwa pengalaman yang mereka alami secara langsung mereka sampaikan tanpa perantara orang lain, sedangkan untuk siswa yang memposisikan diri sebagai pengamat mereka lebih suka meninjau pengalaman yang mereka alami agar lebih bisa menikmati diri mereka sebagai pengarang yang memegang jalan cerita. Dalam penggunaan titik pengisahan sebagai tokoh utama tidak ada perbedaan hanya saja untuk cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan pengarang sebagi pengamat banyak pula digunakan, hal ini membuktikan bahwa sikap pengarang terhadap objek atau pokok persoalannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kepekaan individu tersebut terhadap keinginan masing-masing sesuai imajinasi yang mereka harapkan untuk terjun secara langsung maupun hanya mengamati dan mengatur jalan cerita.
ANALISIS KARAKTER DAN KONFLIK PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL”SURAT KECIL UNTUK TUHAN” KARYA AGNES DAVONAR SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN DI SMP Asep Jejen Jaelani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fkxy2t65

Abstract

Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui siapa karakter-karakter dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar 2) Untuk menentukan bagaimana karakter utama dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar 3) Untuk mengetahui bagaimana konflik dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar 4) Untuk menentukan apakah novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk tingkat junior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif analitis. Sebagai implementasi, digunakan teknik penelitian perpustakaan dan dokumentasi dengan mengumpulkan data tentang teori-teori yang mendukung penelitian ini, kemudian melakukan klasifikasi data, dan menganalisis data yang telah diklasifikasikan. Langkah selanjutnya adalah menafsirkan analisis data sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu evaluasi, dan pemeriksaan akhir terhadap hasil analisis data untuk menyelidiki kebenarannya. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Tokoh-tokoh dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar meliputi Keke sebagai tokoh utama, ayah, Chika kak, kak Kiki, Andi, Pak Iyus, teman-teman Keke, dan Prof As sebagai tokoh tambahan atau tokoh pembantu. 2) Tokoh Keke adalah seorang gadis yang kuat, sabar, dan tidak menyerah. 3) Konflik yang terjadi dalam novel ini adalah ketika Keke harus berjuang melawan kanker stadium akhir dan menghadapi pengorbanan serta kesabaran. 4) Novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran alternatif di sekolah menengah pertama, karena memenuhi kriteria pemilihan bahan ajar dalam sastra.
PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS VII C SMP NEGERI 1 CIBEUREUM TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ahmad Dedi Mutiadi; Bayu Sugianto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/3cp6v725

Abstract

Keterampilan membaca adalah kegiatan untuk menemukan informasi atau pesan. Oleh karena itu, manusia diharuskan untuk membaca agar dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan guna bersaing dengan sesama manusia. Oleh karena itu, keterampilan membaca perlu dilatih sejak usia dini ketika seorang anak memasuki dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi. Formulasi Masalah 1) Bagaimana rencana implementasi pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 2) Apa proses pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 3) Apa hasil dari pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Studi Perpustakaan, Teknik Observasi, dan Teknik Uji. Pengaturan (Waktu dan Tempat) Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Penelitian lapangan dilakukan di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum. Kesimpulan 1 Rencana observasi pembelajaran pada siklus pertama mencapai nilai akhir 2.00 dengan kriteria memadai. Rencana implementasi pembelajaran siklus II pada siklus kedua mencapai nilai akhir 3.01 dengan kriteria baik. 2. Pada siklus pertama proses pembelajaran secara umum mencapai 72,7%, artinya kinerja guru pada siklus pembelajaran II mencapai 84,4%, guru telah melaksanakan tahapan pembelajaran membaca cepat dengan teknik pemecahan masalah. Tahapan pengolahan yang dilakukan guru dalam pembelajaran membaca cepat telah dilakukan dengan baik. 3. Nilai akhir evaluasi siklus pertama pembelajaran ‘Menjumlahkan pekerjaan ini setelah membaca cepat 200 kata per menit’ menunjukkan bahwa penguasaan pembelajaran kelas VII SMP Negeri 1 Cibeureum belum berhasil. Dari 35 siswa, 17 siswa belum mencapai KKM dan 18 siswa telah mencapai nilai KKM, dengan persentase 51,4% yang tidak mencapai persentase lulus minimum. Dengan nilai rata-rata akhir kelas 70,58, siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum berhasil pada siklus kedua dari 35 siswa, 27 siswa telah mencapai kriteria minimal, jika dipersentasikan mencapai 77,2% dari siswa kelas VII C dan 8 siswa yang belum mencapai KKM dengan persentase 22,8%. Dengan nilai rata-rata akhir kelas 78,44.
KORELASI KEGEMARAN MEMBACA CERPEN DENGAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rx6v6h87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kecenderungan membaca cerpen, untuk menentukan kemampuan siswa dalam menulis cerpen, dan untuk menentukan apakah ada korelasi antara kecenderungan membaca cerpen dengan keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMA 3 Kuningan pada Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan teknik tes. Sampel yang diambil sebanyak 72 siswa dari total populasi siswa sebanyak 310. Hasil penelitian ini sebagai berikut. 1) Kecenderungan membaca cerpen siswa kelas XI SMA 3 Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013 cukup tinggi. Hal ini terlihat dari tingkat kecenderungan membaca yang diperoleh rata-rata 40,46. 2) Kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA 3 Kuningan pada Tahun Ajaran 2012/2013 cukup baik. Hal ini terlihat dari kemampuan menulis cerpen yang diperoleh rata-rata 55,58. 3) Terdapat korelasi antara kecenderungan membaca dan menulis cerpen pada siswa kelas XI SMA 3 Kuningan pada Tahun Ajaran 2012/2013. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis korelasi antara kecenderungan membaca dan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI SMA 3 Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, dengan nilai r sebesar 0,202. Maka dapat diinterpretasikan bahwa kecenderungan membaca cerita pendek dan keterampilan menulis cerita pendek memiliki korelasi yang rendah.
TINDAK TUTUR GURU BAHASA INDONESIA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SMK NEGERI SE-KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Studi deskriptif dilihat dari lokusi, ilokusi, dan perlokusi) Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/bsev5x88

Abstract

Masalah penelitian dalam artikel ini adalah bagaimana bentuk tindakan bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass pada tahun ajaran 2012/2012? Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bentuk tindakan bahasa yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass pada tahun ajaran 2011/2012. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analitis dan deskriptif untuk memperoleh data, yang dianalisis menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ucapan guru Bahasa Indonesia di SMK Brass. Hasil analisis ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Lokusi yang diucapkan oleh guru Bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass se-kabupaten berdasarkan jenis tindakan bahasa lokusi terdiri dari 162 ucapan, terdiri dari 26 ucapan tindakan bahasa naratif, 12 ucapan tindakan bahasa deskriptif, dan 124 ucapan tindakan bahasa informatif, 2) Ikuti ilokusi yang diucapkan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass se-kabupaten berdasarkan kriteria ilokusi terdapat 179 ucapan tindakan bahasa ilokusi, terdiri dari 6 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria asertif, 146 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria direktif, 10 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria komissif, dan 9 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria ekspresif; ilokusi 9 ucapan, dan ilokusi 8 ucapan deklaratif; 3) Tindakan perlokusi yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK di Kabupaten Kuningan berdasarkan bagian-bagian tindakan perlokusi yang terkandung dalam 95 ucapan, terdiri dari tindakan perlokusi bagian yang mendorong mitra untuk belajar tentang sesuatu (5 ucapan), tindakan perlokusi bagian yang membuat mitra mengatakan untuk melakukan sesuatu (69 ucapan), dan tindakan perlokusi bagian yang membuat mitra mengatakan sesuatu untuk dipikirkan (21 ucapan).

Page 3 of 35 | Total Record : 341