cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
ANALISIS DIKSI, RIMA, DAN GAYA BAHASA PADA PUISI KARYA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINDANGAGUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Yusida Gloriani; Taty Novia
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/heq94y34

Abstract

Puisi adalah bentuk karya sastra yang memiliki unsur-unsur seperti pemilihan kata, rima, dan gaya bahasa. Namun, para siswa cenderung belum memahami unsur-unsur puisi, dan terdapat anggapan bahwa puisi hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki bakat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas puisi mereka, agar siswa memahami bahwa puisi bukanlah karya sastra yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki bakat. Berdasarkan latar belakang masalah ini, apa itu rima, apa itu diksi, dan apa itu gaya bahasa yang terkandung dalam puisi yang dibuat oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Sindangagung KuninganKabupaten pada tahun ajaran 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diksi, rima, dan stilistik puisi yang ditulis oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Sindangagung Kabupaten Kuningan pada tahun ajaran 2012/2013. Berdasarkan tujuan tersebut, populasi penelitian ditentukan sebanyak 144 orang, dengan sampel sebanyak 40 orang (40 puisi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, yaitu metode yang menggambarkan hasil analisis diksi, rima, dan stilistika pada karya puisi siswa. Teknik penelitian yang digunakan meliputi teknik pengumpulan data dan teknik pengolahan data. Teknik pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap, yaitu dokumentasi teknik dan tugas teknik. Dalam teknik pengolahan data, penulis melakukan analisis puisi karya siswa berdasarkan diksi, rima, dan stilistika. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa diksi yang paling banyak digunakan dalam puisi adalah diksi bermakna dalam karya siswa, banyak rima langsung yang digunakan dalam puisi oleh siswa adalah rima, gaya bahasa eksternal yang digunakan dalam puisi karya siswa adalah stilistika alusio, anaphora, paralelisme, dan metafora.
ANALISIS KATA-KATA SERAPAN ASING DALAM CERITA PENDEK “MALAM TAKBIR” KARYA HAMSAD RANGKUTI BERDASARKAN ASAL BAHASA DAN KLASIFIKASI JENIS KATANYA Ahmad Dedi Mutiadi; Gita Karisma
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fk3xkk25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penyerapan kata-kata asing yang terdapat dalam cerpen “Night Takbir” karya Hamsad Rangkuti. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui asal-usul bahasa dan klasifikasi jenis kata-kata asing yang digunakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitikyaitu cara untuk menggambarkan analisis. Dari hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa dalam cerpen “Night Takbir” karya Hamsad Rangkuti terdapat penyerapan kata-kata asing yang berasal dari bahasa Arab, Belanda, Jawa-Sanskrit Kuno, Inggris, Cina, Melayu, dan Portugis.
ANALISIS SK DAN KD PADA STANDAR ISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA BERDASARKAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN (Analisis isi SK dan KD Mendengarkan, Berbicara, Membaca, dan Menulis) Aan Sugiantomas; Eli Nuraliyah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/krebn618

Abstract

Penelitian tentang analisis SK dan KD pada standar isi mata pelajaran bahasa Indnesia SMA berdasarkan keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan memiliki rumusan masalah: (1) Bagaimana isi SK dan KD pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia tentang keterampilan berbahasa mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis?; (2) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD mendengarkan pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (3) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD berbicara pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (4) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD membaca pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (5) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dalam SK dan KD menulis pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (6) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD mendengarkan pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (7) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD berbicara pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (8) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD membaca pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (9) Bagaimana cakupan ilmu kesastraan dalam SK dan KD menulis pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia?; (10) Bagaimana cakupan ilmu kebahasaan dan kesastraan dalam keseluruhan SK dan KD pada standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, dengan teknik pengolahan data berupa studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Populasinya adalah standar isi SD, SMP, dan SMA mata pelajaran bahasa Indonesia yang ada di Kabupaten Kuningan yangmengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan mengambil standar isi SMA mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai sampel. Berdasarkan hasil analisis data tentang analisis SK dan KD pada standar isi mata pelajaran bahasa Indnesia SMA berdasarkan keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan, yang mendominasi pada pembelajaran siswa di kelas X sampai dengan kelas XII adalah Keterampilan Menulis. Dilihat dari Ilmu Kebahasaan, yang mendominasi pada pembelajaran siswa di kelas X sampai dengan kelas XII adalah Ilmu Kebahasaan Semantik. Dilihat dari Ilmu Kesastraan, yang mendominasi pada pembelajaran siswa di kelas X sampai dengan kelas XII adalah Ilmu Kesastraan Prosa Fiksi.
PERIMBANGAN SOAL DAN TINGKAT KESULITAN HASIL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA DILIHAT DARI STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR (Kajian Hasil Ujian Nasional SMP Negeri 2 Kadugede Tahun Ajaran 2012/2013) Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7efdst91

Abstract

Penelitian tentang analisis perimbangan soal dan tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar memilikirumusan masalah: (1) Bagaimana perimbangan soal Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP tahun ajaran 2012/2013?; (2) Bagaimana tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP Negeri 2 Kadugedetahun ajaran 2012/2013?.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui perimbangan soal Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari stadar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP tahun ajaran 2012/2013. (2) Untuk mengetahui tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP Negeri 2 Kadugede tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengolahan data berupa studi pustaka, dan dokumentasi. Populasinya adalah 50 soal pilihan ganda dan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia yang berbentuk lembar jawaban siswa kelas IX dari sekolah SMPN 2 Kadugede tahun ajaran 2012/2013 dan mengambil 50 soal pilihan ganda dan hasil UjianNasional bahasa Indonesia yang berbentuk lembar jawaban siswa kelas IX dari sekolah SMPN 2 Kadugede tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 40% sebagai sampel. Berdasarkan hasil analisis data tentang Perimbangan soal dan tingkat kesulitan hasil Ujian Nasionalbahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang mendominasi soal Ujian Nasional bahasa Indonesia adalah standar kompetensi membaca sebanyak 50% dan menulis sebanyak 50%. Tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional Bahasa Indonesia di SMPN 2 Kadugede yang mendominasi adalah kategori soal sulit yang terdiri dari soal nomor 1, 2, 3, 6, 8, 9, 10, 13, 14, 18, 21, 24 SK membaca, dan soal nomor 27, 28, 30, 33, 40, 44, 49 SK menulis, dan soal tidak sulit yang terdiri dari soal nomor 4, 5, 11, 12, 15, 19, 20, 22, 23 SK membaca, dan soal nomor 29, 34, 35, 42, 43, 45, 46, 47, 48, 50 SK menulis.
KEEFEKTIFAN KALIMAT DAN EJAAN DALAM KARANGAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KRAMATMULYA TAHUN AJARAN 2012/2013 AJat Sudrajat; Firman
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/n86ndv38

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia tulis yang wajib mematuhi aturan baku berbahasa yang dinyatakan dalam EYD, terutama saat kita dituntut untuk mampu berbahasa dengan baik dan benar dalam forum resmi atau saat menyajikan satu bentuk tulisan ilmiah. Kenyataannya, tidak semua penutur bahasa Indonesia yang mampu berbahasa Indonesia sesuai dengan aturan ejaan. Seseorang seringkali kesulitan jika menuliskan huruf capital atau huruf kecil dalam tulisannya. Kesulitan lainnya dalam menggunakan tanda baca. Kedua permasalahan tersebut, merupakan sebagian kecil contoh permasalahan yang sering dihadapi oleh para penulis terutama penulis pemula. Permasalahan tersebut cukup diselesaikan secara manasuka, asalkan kata atau kalimat tersebut dapat dipahami. Kondisi ini mengakibatkan kekacauan dalam pemakaian bahasa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana keefektifan kalimat dalam karangan siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013?. 2) Bagaimana pengunaan ejaan dalam karangan siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode deskriptif kuntitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) Studi pustaka. 2) Observasi. 3) Tes. 4) dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A, dan VII E SMP Negeri 1 Kramatmulya tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 72 Siswa. Teknik analisis data yaitu dengan cara meminta siswa menulis karangan yang selanjutnya mengumpulkan dan menganalisis keefektifan dan ejaan dalam karangan siswa. Berdasarkan penelitian tentang keefektifan kalimat dalam karangan siswa kelas VII SMPN 1 Kramatmulya diperoleh hasil penulisan kalimat efektif banyak ditemukan kesalahan seperti, kesatuan gagasan yang tidak padu sehingga dalam penyampaianya tidak jelas. Selain itu, koherensi dalam kalimat maupun paragraf pun tidak jelas hal ini dikarenakan penempatan kata depan, kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya. Selain itu dalam penulisan ejaan masih mengalami kendala dalam penulisan huruf kapital pada nama, nama tempat, bulan, hari, kota, kabupaten, propinsi dan penggunaan huruf kapital pada pertengahan paragraf.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR ISI PUISI DENGAN TEKNIK MENYIMAK MUSIKALISASI PUISI DAN MENYIMAK PEMBACAAN PUISI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Asep Jejen Jaelani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/c9e29v77

Abstract

Perumusan masalah dalam penelitian ini 1) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2012/2013 dalam memahami unsur isi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono dengan teknik menyimak musikalisasi puisi? 2) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2012/2013 dalam memahami unsur isi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono dengan teknik menyimak pembacaan puisi? 3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan siswa kelas XI IPS 4 dan XI IPS 1 SMA Negeri 3 Kuningan tahun pelajaran 2013/2014 dalam memahami unsur isi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono antara yang memakai teknik menyimak pembacaan puisi dengan menyimak musikalisasi puisi? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pemerolehan data: (studi kepustakaan, observasi dan tes). Populasi: Populasi dalam penelitian ini, siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 133 siswa. Sampel: Dalam penelitian ini 68 siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Simpulan: 1) Kemampuan siswa kelas XI IPS 1 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak pembacaan puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono berada pada kriteria gagal, karena pemerolehan nilai rata-rata berada pada nilai 48,00 yang berada pada rentan (00 – 40,00). Jadi hipotesis ditolak. 2) Kemampuan siswa kelas XI IPS 4 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak musikalisasi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono berada pada criteria kurang, karena pemerolehan nilai rata-rata berada pada nilai 41,17 yang berada pada rentan (41,00 – 55,00). Jadi hipotesis ditolak. 3) Perbedaan kemampuan siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 4 SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2013/2014 dalam memahami unsur isi puisi antara teknik menyimak pembacaan puisi dengan menyimak musikalisasi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono. Hasilnya adalah sebagai berikut. (1) Hasil uji perbedaan dengan menggunakan uji t dari kedua kelas tersebut dan dengan kedua teknik memahami unsur isi puisi yang berbeda. Nilai t tabel (dk 66) dengan taraf signifikasi 0,05 atau 5% diperoleh 2,000. Sedangkan nilai t hitung diperoleh -2,30. Ternyata t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor pemahaman siswa kelas XI IPS 1 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak pembacaan puisi dan siswa kelas XI IPS 4 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak musikalisasi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono, tidak menunjukan perbedaan atau tidak signifikan. Jadi hipotesis ditolak.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM TEKS WACANA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/c0m8tv93

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menemukan gagasan utama dalam teks wacana masih rendah, hal ini dibuktikan dari hasil tes menemukan gagasan utama dalam bentuk wacana sebagian besar siswa yaitu sebesar 70% memperoleh nilai di bawah KKM yang telah ditetapkan yaitu 71. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana rencana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013 ?, 2) bagaimana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013?, dan 3) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013?. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, 2) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, dan 3) untuk mengetahui hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan rasional dan memperbaiki proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menemukan gagasan utama dalam teks wacana. Objek penelitian adalah siswa kelas VII.2 yang berjumlah 24 siswa. Berdasarkan pengolahan data siklus 1 memperoleh nilai rata-rata sebesar 68,417 berada di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sedangkan siklus 2 memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,54 berada di atas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan sebesar 71, hal ini membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran Question Student Have sudah berhasil meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama dalam teks wacana pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI PUISI MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENDENGARKAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 LEBAKWANGI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ay693621

Abstract

Tujuan pembelajaran puisi adalah agar siswa memperoleh pengalaman berapresiasi dan berekspresi puisi. Pengalaman tersebut dilakukan siswa dengan membaca puisi dan mendengarkan pembacaan puisi sehingga siswa mampu berekspresi terhadap puisi. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013? (2) Bagaimanakah kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013? (3) Adakah perbedaan kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca dan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013? Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, baik. 2) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, cukup. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca dan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif, tujuannya adalah untuk mencari perbandingan (perbedaan dan persamaan) dua variabel dengan memberi perlakuan-perlakuan tertentu pada dua kelompok, sehingga dapat diketahui perlakuan cara yang terbaik antara dua kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi Kabupaten Kuningan tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 120 siswa. Penulis mengambil sampel dengan cara sampling cluster. Dalam sampling cluster ini populasi dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok atau cluster. Secara acak sampel cluster yang diperlukan diambil dengan proses pengacakan. Setelah dilakukan pengundian terhadap 4 (empat) kelompok dari kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi, diperoleh sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII A sebanyak 30 orang dan kelas VII C sebanyak 30 orang. Berdasarkan data dan pengolahan data penelitian, diperoleh hasil berikut. 1) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, berketegori baik, dengan nilai-rata-rata 77,50. Jadi, hipotesis yang penulis ajukan, diterima. 2) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, berkategori cukup, dengan nilai-rata-rata 69,48. Jadi, hipotesis yang penulis ajukan, diterima. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca dan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013. Hal tersebut dibuktikan dari hasil penghitungan dengan uji t yang menghasilkan t hitung lebih besar daripada t tabel, yaitu 4,01 > 2,660. Artinya, kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca lebih baik daripada kegiatan mendengarkan.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG MENULIS PUISI BEBAS PADA SISWA KELAS VIII C SMPN 1 CIBEUREUM Yusida Gloriani; Cece Hudaya
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/2fmn0525

Abstract

Menulis merupakan suatu kegiatan untuk berekspresi, berimajinasi, menuangkan ide atau gagasan, dan perasaan. Sehingga siswa mampu untuk berpikir tentunya dalam bentuk tulisan khususnya menulis puisi bebas. Rumusan masalah 1) Bagaimanakah rencana pelaksanaan pembelajaran tentang menulis puisi bebas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 2) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran tentang menulis puisi bebas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 3) Bagaimanakah hasil pembelajaran tentang menulis puisi bebas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Cibeureum? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pemerolehan data yang digunakan dalam penelitia ini adalah studi pustaka, Teknik observasi, dan tes. Setting waktu diselenggarakan pada bulan Mei sampai Juni 2013. Tempat penelitian dilaksanakan di kelas VIII C SMP Negeri 1 Cibeureum. Hasil pengamatan rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mencapai nilai akhir 2,37 dengan kriteria cukup. 1) Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II pada siklus II mencapai nilai akhir 3,60 dengan kriteria baik. 2) Pada proses pembelajaran siklus I umumnya mencapai 63,63% artinya kinerja guru cukup pada proses pembelajaran siklus II mencapai 81,81%, guru sudah melakukan tahapan pembelajaran menulis puisi bebas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran guru telah melakukan tahapan proses pembelajaran menulis puisi bebas dengan baik. Dan proses pembelajaran aktivitas siswa pada siklus I yang dianggap baik mencapai 9 siswa (27,27%) sedangkan proses pembelajaran aktivitas siswa pada siklus II yang dianggap baik mencapai 19 siswa (57,57%) artinya proses pembelajaran aktivitas siswa meningkat. 3) Hasil pembelajaran menulis puisi bebas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Cibeureum siklus I dari jumlah 33 siswa yang dianggap tuntas 11 siswa (33,33%) dan yang tidak tuntas 22 siswa (66,66%) dengan mencapai nilai rata-rata 65,36 ini berarti belum mencapai kriteria ketuntasan minimal, karena kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan oleh SMP Negeri 1 Cibeureum pada mata pelajaran bahasa Indonesia untuk KD “Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai)” adalah 72. Sedangkan pada siklus II dari jumlah 33 siswa yang dianggap tuntas 28 siswa (81,81%) dan yang tidak tuntas 5 siswa (15,15%) dengan mencapai rata-rata 77,87 artinya pada siklus II mengalami peningkatan.
PERBEDAAN GAYA MENULIS CERITA PENDEK SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMA ISLAM TERPADU (IT) BINAUL UMMAH KELAS XI TAHUN AJARAN 2013/2014 Aan Sugiantomas; Nadiyaturahmah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/frcxbh31

Abstract

Dalam pelaksanaan pembelajaran menulis cerita pendek, setiap siswa khususnya siswa laki-laki dan perempuan pasti mendapatkan hasil yang berbeda. Hal tersebut didukung oleh pendapat seorang ahli mengenai perbedaan laki-laki dan perempuan baik dari segi fisik, perilaku, keterampilan berbahasa, serta pola pikir. Karena itulah, bisa saja perbedaan tersebut terjadi dalam hal menulis cerita pendek baik dari segi pengambilan alur, penokohan, latar yang dibangun, titik pengisahan atau sudut pandang serta gaya bahasa berdasarkan subjek dan tempat yang digunakan sebagai unsur-unsur pembangun cerita. Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini ialah karena ingin mengetahui bagaimana gaya menulis cerita pendek siswa laki-laki di SMA Islam Terpadu Binaul Ummah kelas XI, bagaimana gaya menulis cerita pendek siswa perempuan di SMA Islam Terpadu Binaul Ummah kelas XI, serta bagaimana perbedaan gaya menulis cerita pendek siswa laki-laki dan perempuan di SMA Islam Terpadu Binaul Ummah kelas XI. Penelitian ini menggunakan cerita pendek sebagai objek penelitian dan cerita pendek tersebut berjumlah 18, terdiri dari 9 cerita pendek yang ditulis oleh siswa laki-laki dan 9 cerita pendek yang ditulis oleh siswa perempuan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif komparatif yang termasuk ke dalam metode penelitian kualitatif. Sementara itu, teknik penelitian yang digunakan ialah dengan melakukan tes menulis cerita pendek yakni meminta siswa untuk mengerjakan tes tersebut dalam waktu 1 minggu sebagai pekerjaan rumah. Setelah data yang diperlukan terkumpul, maka penulis menganalisis satu persatu cerita pendek dan mengelompokkannya berdasarkan jenis kelamin pengarang, yakni pengarang laki-laki dan pengarang perempuan kemudian agar lebih mudah mengetahui letak perbedaan cara menulis cerita pendeknya, maka penulis membuat tabel sebagai alat untuk memperjelas data. Hasil dari pengolahan data tersebut ialah, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kegiatan menulis cerita pendek, siswa laki-laki lebih sedikit menggunakan alur nonkonvensional dibandingkan siswa perempuan, selain itu siswa laki-laki lebih senang menggunakan titik pengisahan orang ketiga, sementara siswa perempuan lebih senang menggunakan titik pengisahan orang kesatu dalam bercerita.

Page 4 of 35 | Total Record : 341