cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DENGAN METODE DRILL TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA MELALUICHANNEL YOUTUBE TRIBUNNEWS PADA SISWA Isthifa Kemal; Sulistianty Fay Siregar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/8rd27n36

Abstract

ABSTRAK: Penelitian dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam pembelajaran menyimak berita. Siswa jarang sekali belajar menggunakan media audiovisual, Pembelajaran sebelumnya dilakukan secara monoton yang membuat siswa merasa bosan. Guru melakukan pembelajaran dengan metode ceramah, Sehingga pembelajaran menyimak kurang efektif dan efisien jika berita disampaikan dengan cara dibacakan oleh guru. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah data yang dikumpulkan berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitiani ini, ujii normalitas dilakukan menggunakan program komputer SPSS dengan rumus Chi-Square, dan kriteria yang digunakan adalah bahwa data yan dikumpulkani berdistribusi normal apabila nila signifikan lebih besar dari 0,05. Hasil tes pada kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 21,59, yakni dari tes awal 34,14 mengalami peningkatan menjadi 55,73 sedangkan padai kelompok ekserimen mengalami peningkatan sebesar 46,14 dari 44,71 sampai 90,85. KATA KUNCI: Media audiovisual; Metode drill; Keterampilan menyimak berita   THE EFFECTIVENESS OF USING AUDIOVISUAL MEDIA WITH THE DRILL METHOD ON NEWS LISTENING SKILLS THROUGH THE TRIBUNNEWS YOUTUBE CHANNEL FOR STUDENTS     ABSTRACT: The research was motivated by students' lack of ability in learning to listen to news. Students rarely learn using audiovisual media. Previous learning was conducted monotonously, making students bored. Teachers used the lecture method, making listening less effective and efficient if the news was delivered by reading it aloud. This research employed a quantitative method. A normality test was used to determine whether the collected data were normally distributed. In this study, the normality test was conducted using the SPSS computer program with the Chi-Square formula. The criteria used were that the collected data were normally distributed if the significance value was greater than 0.05. Test results in the control group increased by 21.59 points, from the initial test of 34.14 to 55.73, while in the experimental group, the score increased by 46.14 points, from 44.71 to 90.85. KEYWORDS:  Audiovisual media; Drill method; News listening skills Diterima: 23 Juli 2025 Direvisi: 11 Agustus 2025 Disetujui: 12 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Kemal, I., & Siregar, S. F. (2025). Efektivitas penggunaan media audiovisual dengan metode drill terhadap keterampilan menyimak berita melalui channel YouTube Tribunnews pada siswa. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 445-462.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
ABREVIASI DALAM ISTILAH PENGGEMAR K-POP PADA MENFESS @NCTZENBASE: KAJIAN MORFOLOGI Hermalinda Tiwi; Puspa Kadir; Wagiati Wagiati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/m2rdqh23

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk abreviasi dalam istilah penggemar K-Pop pada menfess @nctzenbase serta untuk mendeskripsikan kategori kata pada bentuk abreviasi dalam istilah penggemar K-Pop yang terdapat pada menfess @nctzenbase Batas Bawah     : 2,5                   . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek pada penelitian ini adalah menfess @nctzenbase yang terdapat pada platform Twitter dengan pengikut sebanyak 910.923 ribu. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengalami proses abreviasi yang terdapat pada cuitan tweet dalam menfess @nctzenbase pada tahun 2024. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Bentuk abreviasi yang ditemukan pada penelitian ini terbagi ke dalam tiga bentuk yaitu, singkatan, penggalan, dan akronim. Berdasarkan unggahan cuitan pada menfess @nctzenbase tahun 2024, ditemukan sebanyak 15 data pada bentuk singkatan pada istilah penggemar K-Pop. Kemudian, ditemukan sebanyak 2 data pada bentuk penggalan dan ditemukan sebanyak 8 data pada bentuk akronim. Berdasarkan pola pembentukan abreviasi, pada bentuk singkatan ditemukan 2 bentuk pola pembentukan. Kemudian, pada bentuk penggalan ditemukan pola pembentukan pemertahanan dari satu atau dua suku pertama. Sementara itu, pada bentuk akronim ditemukan 3 bentuk pola pembentukan. KATA KUNCI: @nctzenbase; Abreviasi; Twitter.   Abbreviations in K-Pop Fan Terms on Menfess @nctzenbase: Morphological Study.   ABSTRACT: This research aims to describe the form of abbreviations in terms of K-Pop fans in the menfess @nctzenbase and to describe the categories of words in the forms of abbreviations in the terms K-Pop fans found in the menfess @nctzenbase. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The object of this research is the profile @nctzenbase which is on the Twitter platform with 910,923 thousand followers. The data in this research are words that underwent an abbreviation process contained in tweets in the statement @nctzenbase in 2024. The data analysis technique in this research uses content analysis techniques. The data collection technique used in this research is the listening and note-taking technique. The forms of abbreviation found in this research are divided into three forms, namely, abbreviations, fragments, and acronyms. Based on tweets uploaded to menfess @nctzenbase in 2024, 15 pieces of data were found in the abbreviated form of the term K-Pop fan. Then, 2 data were found in fragment form and 8 data were found in acronym form. Based on the abbreviation formation pattern, in the abbreviation form, 2 forms of formation patterns were found. Then, in the fragment form, a pattern of maintaining the formation of the first one or two terms is found. Meanwhile, in the acronym form, 3 forms of formation patterns were found. KEYWORDS: @nctzenbase; Abbreviation; Twitter.   Diterima: 24 Juli 2025 Direvisi: 19 September 2025 Disetujui: 24 September 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Pratiwi, H. R., Kadir, P. M., & Wagiati. (2025). Abreviasi dalam istilah penggemar K-Pop pada menfess @nctzenbase: Kajian morfologi. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 463-479.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
MEDIA FLIPCARD DALAM APLIKASI CARDA AKUSARA UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS AKSARA SUNDA (EKSPERIMEN TERHADAP SISWA KELAS VII SMP PASUNDAN 9 BANDUNG TAHUN AJARAN 2024/2025) Ira Rahmawati; Ruhaliah; Dede Kosasih
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/1syj2397

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flipcard dalam aplikasi Carda Akusara terhadap keterampilan menulis aksara Sunda siswa kelas VII SMP Pasundan 9 Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya motivasi serta kemampuan siswa dalam menulis aksara Sunda akibat pembelajaran yang masih berfokus pada metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yakni kelas VII E sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII F sebagai kelompok kontrol, yang masing-masing berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian berupa tes menulis aksara Sunda yang telah melalui proses validasi oleh ahli. Proses pembelajaran di kelas eksperimen memanfaatkan aplikasi Carda Akusara yang dilengkapi fitur visualisasi aksara, latihan menulis, kuis, dan evaluasi otomatis. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Uji independent sample t-test pada nilai posttest menunjukkan signifikansi yakni 0,008 (< 0,05), yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata hasil posttest siswa kelas eksperimen lebih tinggi sebesar 7,015 poin. Hasil observasi memperlihatkan bahwa siswa lebih aktif, antusias, serta menunjukan respons positif terhadap penggunaan media pembelajaran. Hasil ini menegaskan, bahwa penggunaan aplikasi Carda Akusara efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis aksara Sunda. Tidak hanya mendorong pelestarian literasi lokal, media ini juga relevan dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21 yang berbasis teknologi, interaktif, dan partisipatif.   KATA KUNCI: aksara Sunda, carda akusara, media flipcard digital   FLIPCARD MEDIA IN THE CARDA AKUSARA APPLICATION  FOR LEARNING TO WRITE SUNDA SCRIPT  (EXPERIMENT ON SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP PASUNDAN 9 BANDUNG IN THE 2024/2025 ACADEMIC YEAR)   ABSTRACT: This study aims to determine the effect of using flipcards in the Carda Akusara application on the Sundanese writing skills of seventh-grade students at SMP Pasundan 9 Bandung. The background of this study is based on the low motivation and ability of students in writing Sundanese due to learning that still focuses on conventional methods. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design through a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of two classes, namely class VII E as the experimental group and class VII F as the control group, each with 36 students. The research instrument was a Sundanese script writing test that had been validated by experts. The learning process in the experimental class utilized the Carda Akusara application, which is equipped with character visualization, writing exercises, quizzes, and automatic evaluation features. The normality and homogeneity test results showed that the data were normally distributed and homogeneous. The independent sample t-test on the posttest scores showed significance, namely 0.008 (< 0.05), which means that there was a significant difference between the experimental and control groups. The average posttest scores of students in the experimental class were 7.015 points higher. The observation results showed that students were more active, enthusiastic, and responded positively to the use of learning media. These results confirm that the use of the Carda Akusara application is effective in improving Sundanese script writing skills. Not only does it encourage the preservation of local literacy, this media is also relevant to the characteristics of 21st century learning, which is technology-based, interactive, and participatory.   KEYWORDS: Sundanese script, Carda Akusara, digital flipcard media.. Diterima: 4 Agustus 2025 Direvisi: 7 Agustus 2025 Disetujui: 7 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Rahmawati, I., Ruhaliah, Isnendes, R., & Kosasih, D. (2025). Media flipcard dalam aplikasi Carda Akusara untuk pembelajaran menulis aksara Sunda (Eksperimen terhadap siswa kelas VII SMP Pasundan 9 Bandung tahun ajaran 2024/2025). Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 480-494.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
RESPON NEUROTIK TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL MANTRA LILITH KARYA HENDRI YULIUS Salsabila Athira Santoso; Sumartini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/1xrtyk34

Abstract

ABSTRAK:  Tindak diskriminatif sebagai contoh dari konflik sosial merupakan faktor kebudayaan yang membentuk kepribadian seseorang. Fenomena ini dapat muncul di dalam karya sastra melalui tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Diskriminasi ini menjadi faktor seseorang berkembang menjadi pribadi yang neurotik. Tokoh-tokoh neurotik menggunakan pola atau cara untuk mengatasi kecemasannya. Objek penelitian ini berupa respon neurotik yang dilakukan tokoh-tokoh perempuan setelah mengalami diskriminasi yang diungkapkan menggunakan teori psikoanalisis sosial Karen Horney. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik baca catat. Data dianalisis melalui reduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan. Setelah penelitian dilakukan, ditemukan hasil bahwa bentuk diskriminasi berupa subordinasi perempuan, pembatasan nilai atau harga diri, kekerasan fisik, eksploitasi tenaga kerja, dan eksplotasi seksual.  Terdapat dua respon neurotik yang digunakan untuk mengatasi kecemasan, yaitu mendekati orang lain dan melawan orang lain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penelitian lain terkait psikologi sastra sekaligus edukasi pentingnya dukungan sosial terhadap perkembangan psikis seseorang. KATA KUNCI: Diskriminasi; psikologi sastra; psikoanalisis sosial; respon neurotik   NEUROTIC RESPONSES OF FEMALE CHARACTERS IN THE NOVEL MANTRA LILITH BY HENDRI YULIUS     ABSTRACT: Discriminatory acts, as an example of social conflict, are cultural factors that shape a person's personality. This phenomenon appears in literary works through the characters involved in them. This discrimination is a factor in someone developing into a neurotic personality. Neurotic characters use patterns or methods to overcome their anxiety. The object of this research is the neurotic responses carried out by female characters after experiencing discrimination, expressed using Karen Horney's social psychoanalytic theory. The research method used descriptive qualitative. Data were collected using reading and note-taking techniques. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. After the research was conducted, the results found that forms of discrimination include the subordination of women, actions of value or self-esteem, physical violence, labor exploitation, and sexual exploitation. There are two neurotic responses used to overcome anxiety: moving towards people and moving againts people. This research is expected to serve as a reference for other research related to literary psychology as well as education on the importance of social support for one's psychological development. KEYWORDS: Discrimination; neurotic response; psychology of literature; social psychoanalysis Diterima: 7 Agustus 2025 Direvisi: - Disetujui: 16 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Santoso, S. A., & Sumartini. (2025). Respons neurotik tokoh perempuan dalam novel Mantra Lilith karya Hendri Yulius. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 495-510.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
REPRESENTASI GENDER DAN KEKUASAAN DALAM “CANTIK ITU LUKA” MELALUI ARTIKULA SI & SANG Adityarini Kusumaningtyas; Roni Kurniawan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/b4arhg11

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini menganalisis dinamika kekuasaan dan stereotip gender dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dengan menggunakan pendekatan linguistik korpus. Fokus kajian terletak pada penggunaan artikula si dan sang dalam merepresentasikan relasi kuasa serta konstruksi gender tokoh-tokohnya. Hasil analisis frekuensi dan konteks menunjukkan bahwa artikula si lebih sering dilekatkan pada tokoh-tokoh berstatus sosial rendah, khususnya perempuan yang digambarkan dalam posisi subordinat. Sebaliknya, artikula sang cenderung digunakan untuk tokoh laki-laki atau individu dengan status sosial tinggi sebagai penanda penghormatan dan otoritas. Temuan ini mencerminkan dominasi sistem patriarki dalam narasi novel, di mana laki-laki menempati profesi bergengsi, sedangkan perempuan digambarkan tidak bekerja atau memiliki atribut status yang rendah. Namun demikian, penggunaan artikula sang pada tokoh Dewi Ayu—seorang pekerja seks—menunjukkan penyimpangan dari pola tersebut. Meskipun pekerjaan tersebut secara sosial dipandang rendah, tokoh ini tetap diberi artikula yang biasanya dilekatkan pada figur yang dihormati. Hal ini dapat ditafsirkan sebagai strategi naratif yang menantang norma sosial konvensional, mengingat Dewi Ayu digambarkan sebagai perempuan yang memiliki keberanian dan otonomi untuk melampaui batas-batas kuasa yang secara sosial dikenakan pada perempuan. Temuan ini memperkuat kajian-kajian sebelumnya mengenai dominasi laki-laki dalam novel tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bahasa dalam teks sastra tidak hanya merefleksikan struktur sosial, tetapi juga dapat berfungsi sebagai alat perlawanan terhadap stereotip gender.   KATA KUNCI: Analisis wacana kritis; linguistik korpus, relasi kuasa, stereotip gender     REPRESENTING GENDER AND POWER THROUGH THE ARTICLES SI AND SANG IN “CANTIK ITU LUKA”     ABSTRACT: This study analyzes the dynamics of power and gender stereotypes in Eka Kurniawan’s novel “Cantik Itu Luka” using a corpus linguistics approach. The focus is on the use of the articles si and sang in representing power relations and gender constructions of the characters. Frequency and context analyses reveal that si is more frequently associated with characters of lower social status, particularly women depicted in subordinate positions. Conversely, sang is typically used for male characters or those with high social status, signaling respect and authority. These findings reflect the patriarchal system’s dominance within the novel’s narrative, where men occupy prestigious professions, while women are portrayed as unemployed or with low-status attributes. However, the use of sang for Dewi Ayu—a sex worker—deviates from this pattern. Despite her socially stigmatized occupation, she is assigned an article typically reserved for respected figures, which can be interpreted as a narrative strategy challenging conventional social norms. This suggests that Dewi Ayu embodies courage and autonomy, transcending socially imposed gender constraints. These findings reinforce previous studies on male dominance in the novel while demonstrating that language in literary texts not only reflects social structures but can also serve as a tool for resisting gender stereotypes.   KEYWORDS: Corpus linguistics; critical discourse analysis; gender stereotype; power relations Diterima: 12 Agustus 2025 Direvisi: 26 September 2025 Disetujui: 27 September 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka: Kusumaningtyas, A., & Kurniawan, R. (2025). Representasi gender dan kekuasaan dalam "Cantik Itu Luka" melalui artikulasi si & sang. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 511-525.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
PRINSIP KODE DAN INFERENSIAL DALAM INTERAKSI JUAL BELI AKUN TIKTOK BASTIAN STELLONGOR: CYBERPRAGMATIC PERSPEKTIF SPERBER DAN WILSON Yudistira Andi Saputra; Agus Purnomo Ahmad P.
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/a8wje855

Abstract

ABSTRAK: TikTok, sebagai media sosial berbasis video singkat, telah berkembang menjadi ruang transaksi digital yang unik, di mana komunikasi penjual dan pembeli tidak hanya mengandalkan tuturan verbal secara langsung, tetapi juga isyarat nonverbal, komentar, dan simbol-simbol digital. Cyberpragmatic di sini salah satu ilmu yang mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi digital, salah satunya dalam TikTok. Maka  itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui prinsip kode dan inferensial yang terdapat dalam TikTok yang dikaji berdasarkan perspektif cyberpragamatic. Sumber data penelitian ini berasal dari media sosial TikTok yang dikumpulkan mulai bulan Mei-Juli 2025. Teknik mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik catat. Ditemukan beberapa kode dalam interaksi jual beli online yang di mana mengandung pesan secara tidak langsung atau tersirat. Hasil analisis menunjukkan bahwa komentar-komentar dalam jual beli online di TikTok sering kali bersifat implisit. Penjual maupun pembeli harus mengandalkan kemampuan inferensial untuk menangkap maksud sebenarnya di balik tuturan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi jual beli di TikTok tidak hanya bergantung pada penyampaian pesan yang eksplisit, tetapi juga pada interpretasi yang mengandalkan kontekstual, pengetahuan bersama, dan latar belakang. Studi ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman pragmatik dalam komunikasi digital, khususnya dalam ranah e-commerce berbasis media sosial. KATA KUNCI: kode; inferensial; cyberpragmatic THE PRINCIPLES OF CODE AND INFERENTIAL IN THE BUYING AND SELLING OF BASTIAN STELLONGOR TIKTOK ACCOUNT: SPERBER DAN WILSON CYBERPRAGMATIC PERSPECTIVE   ABSTRACT: TikTok, as a short video-based social media, has developed into a unique digital transaction space, where seller and buyer communication relies not only on direct verbal speech, but also nonverbal cues, comments, and digital symbols. Cyberpragamatic here is one of the sciences that studies how language is used in digital communication, one of which is in TikTok. Therefore, the purpose of this research is to find out the code and inferential principles contained in TikTok which are studied based on a cyberpragamatic perspective. The data source of this research comes from TikTok social media collected from May-July 2025. The technique of collecting data in this research is documentation technique and note-taking technique. Several codes were found in online buying and selling interactions which contain indirect or implied messages. The results of the analysis show that comments in online buying and selling on TikTok are often implicit. Sellers and buyers must rely on inferential skills to capture the true intent behind the utterance. The findings suggest that buying and selling interactions on TikTok depend not only on explicit message delivery, but also on interpretations that rely on contextualization, shared knowledge, and background. This study makes an important contribution to the understanding of pragmatics in digital communication, particularly in the realm of social media-based e-commerce. KEYWORDS: code; inferential; cyberpragmatic Diterima: 10 September 2025 Direvisi: 24 September 2025 Disetujui: 27 September 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Saputra, Y. A., & Putikadyanto, A. P. A. (2025). Prinsip kode dan inferensial dalam interaksi jual beli akun TikTok Bastian Stellongor: Cyberpragmatic perspektif Sperber dan Wilson. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 526-539.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
PERAN PEDAGOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA KREATIF PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Alfa Mitri Suhara; Vismaia S. Damayanti; Yeti Mulyati; Andoyo Sastromiharjo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0c61j838

Abstract

ABSTRAK: Keterampilan membaca pada pendidikan abad 21 tidak terbatas hanya pada pemahaman literal namun menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, imajinatif, dan kreatif dalam menafsirkan serta merespons teks. Pendekatan pedagogi digital sebagai inovasi pembelajaran yang mengintergrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi media digital dalam mengekspresikan pemahamannya terhadap teks bacaan secara kreatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pedagogi digital dalam pembelajaran membaca kreatif pada peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan peserta didik pada SMAN 2 Padalarang dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan wawancara. Adapun hasil penelitian yang diperoleh menunjukan penggunaan media digital seperti video, platform kolaboratif (canva, google classroom), dan aplikasi kreatif lainnya mampu memberikan motivasi, meningkatkan keaktifan siswa dalam membaca serta memberikan ruang yang cukup fleksibel bagi guru dalam melakukan proses pembelajaran membaca kreatif. Dengan demikian, pedagogi digital berperan dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan adaptif terhadap pembelajaran membaca kreatif peserta didik di SMA. Selain itu, pedagogi digital dapat menjadi inovasi pembejaran khususnya dalam kegiatan literasi di sekolah menengah atas. KATA KUNCI: pedagogi digital;  membaca kreatif; bahasa indonesia. THE ROLE OF DIGITAL PEDAGOGY IN CREATIVE READING LEARNING FOR HIGH SCHOOL STUDENTS   ABSTRACT: Reading skills in 21st-century education are no longer confined to literal comprehension but require learners to think critically, imaginatively, and creatively in interpreting and responding to texts. The digital pedagogy approach, as an instructional innovation that integrates technology into the learning process, enables students to explore digital media as a means of creatively expressing their understanding of reading materials. Therefore, this study aims to describe the role of digital pedagogy in creative reading instruction for senior high school students. This research employs a qualitative descriptive method, with teachers and students from SMAN 2 Padalarang as the subjects. The data were collected through observation sheets, questionnaires, and interviews. The findings indicate that the use of digital media such as videos, collaborative platforms (Canva, Google Classroom), and other creative applications can enhance students’ motivation and engagement in reading activities while also providing teachers with flexible space for facilitating creative reading instruction. In conclusion, digital pedagogy plays a significant role in fostering interactive, contextual, and adaptive learning environments for the development of students’ creative reading skills in senior high schools. Moreover, digital pedagogy presents a promising innovation, particularly in enhancing literacy practices at the secondary education level.  KEYWORDS: digital pedagogiy; creative reading; indonesian language. Diterima: 12 September 2025 Direvisi: 2 Oktober 2025 Disetujui: 2 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Suhara, A. M., Damayanti, V. S., Mulyati, Y., & Sastromiharjo, A. (2025). Peran pedagogi digital dalam pembelajaran membaca kreatif pada siswa sekolah menengah atas. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 540-553.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
KRITIK SOSIAL PRAKTIK KEAGAMAAN DALAM CERPEN ”ROBOHNYA SURAU KAMI”: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK Dewi Umi Kulsum; Ken Widyatwati; Muhammad Suryadi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kj3fta41

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini didasari oleh asumsi bahwa agama di Indonesia berperan penting dalam membentuk etika sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, praktik keagamaan masa kini cenderung bergeser menjadi lebih formalistik dan ritualistik, mengikis aspek sosial dan empati. Realitas ini juga dipotret dalam karya sastra, yang mengangkat isu-isu sosial keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial terhadap praktik keagamaan dalam cerpen  “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan dasar teori Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis struktur intrinsik cerita, konteks sosial pascakolonial, serta pandangan dunia tokoh sebagai cerminan kesadaran kolektif. Hasil penelitian menemukan pembacaan baru terhadap cerpen ini, yang menampilkan kritik terhadap formalistik dan fatalistik religius, serta rendahnya kepedulian sosial. Ketegangan antara tradisi lama dan keberagamaan progresif yang digambarkan melalui tokoh dan narasi, mengisyaratkan perubahan kesadaran kolektif menuju agama yang lebih kontekstual, sosial, dan humanistik sebagai respons atas realitas Indonesia tahun 1950-an. Analisis ini menunjukkan bagaimana karya sastra dapat menjadi cerminan dari dinamika sosial dan intelektual di masyarakat. KATA KUNCI: Kritik Sosial; Praktik keagamaan; Sosiologi  Sastra; Sztrukturalisme genetik   SOCIAL CRITICISM OF RELIGIOUS PRACTICES IN THE SHORT STORY “ROBOHNYA SURAU KAMI”: A GENETIC STRUCTURALISM STUDY   ABSTRACT: This study is based on the assumption that religion in Indonesia plays an important role in shaping social ethics and human values. However, current religious practices tend to shift towards being more formalistic and ritualistic, eroding social aspects and empathy. This reality is also portrayed in literary works, which raise socio-religious issues. This study aims to analyze social criticism of religious practices in the short story  “Robohnya Surau Kami” by A.A. Navis using a sociological approach to literature based on Lucien Goldmann's Genetic Structuralism theory. The method used is descriptive qualitative with a focus on analyzing the intrinsic structure of the story, the postcolonial social context, and the characters' worldviews as a reflection of collective consciousness. The results of the study reveal a new reading of this short story, which presents a critique of religious formalism and fatalism, as well as a lack of social awareness. The tension between old traditions and progressive religiosity, as depicted through the characters and narrative, suggests a shift in collective consciousness toward a more contextual, social, and humanistic religion in response to the realities of 1950s Indonesia. This analysis demonstrates how literary works can reflect the social and intellectual dynamics of society. KEYWORDS: Social criticism; Religious practices; Sociology of literature; Genetic structuralism Diterima: 23 September 2025 Direvisi: 28 September 2025 Disetujui: 1 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Kulsum, D. U., Widyatwati, K., & Suryadi, M. (2025). Kritik sosial praktik keagamaan dalam cerpen "Robohnya Surau Kami": Kajian strukturalisme genetik. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 566-580.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
PERAN TEKNOLOGI DALAM IMPLEMENTASI MODEL DIRECTED READING-THINKING ACTIVITY (DR-TA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA: SEBUAH PENDEKATAN SISTEMATIS TINJAUAN PUSTAKA Aneng Aisyah; Diana Rochintaniawati; Rama Wijaya Abdul rozak
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v21i2.63

Abstract

ABSTRAK: Kemajuan teknologi telah mendorong transformasi pembelajaran membaca berbasis strategi. Salah satu model yang terbukti efektif adalah Directed Reading-Thinking Activity (DR-TA). Artikel ini menyajikan tinjauan pustaka sistematis terhadap peran teknologi dalam implementasi model DR-TA untuk meningkatkan hasil belajar membaca. Metode penelitian mengikuti protokol PRISMA, dengan telaah terhadap 25 artikel ilmiah dari database terindeks Scopus dan Google Scholar (periode 2018–2024). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi seperti LMS, multimedia interaktif, dan platform berbasis AI memperkuat efektivitas DR-TA dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran membaca. Implikasi hasil studi ini menawarkan panduan integratif bagi pendidik untuk mengembangkan strategi DR-TA berbasis teknologi secara efektif KATA KUNCI: Kata Kunci 1; DR-TA 2; teknologi pendidikan 3; hasil belajar 4; membaca pemahaman ;5 systematic literature review THE ROLE OF TECHNOLOGY IN IMPLEMENTING THE DIRECTED READING-THINKING ACTIVITY (DR-TA) MODEL TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES IN READING LEARNING: A SYSTEMATIC APPROACH TO LITERATURE REVIEW   ABSTRACT: Technological advances have driven the transformation of strategy-based reading learning. One model that has proven effective is Directed Reading-Thinking Activity (DR-TA). This article presents a systematic literature review of the role of technology in implementing the DR-TA model to improve reading learning outcomes. The research method follows the PRISMA protocol, with a review of 25 scientific articles from Scopus and Google Scholar indexed databases (period 2018–2024). The results indicate that the integration of technologies such as LMS, interactive multimedia, and AI-based platforms strengthens the effectiveness of DR-TA in improving student comprehension, motivation, and participation in reading learning. The implications of this study offer integrative guidance for educators to develop effective technology-based DR-TA strategies. KEYWORDS: 1; DR-TA 2; educational technology 3; learning outcomes 4; reading comprehension 5; systematic literature review Diterima: 24 September 2025 Direvisi: 3 Oktober 2025 Disetujui: 3 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Aisyah, A., Rochintaniawati, D., & Rozak, R. W. A. (2025). Peran teknologi dalam implementasi model Directed Reading-Thinking Activity (DR-TA) untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran membaca: Sebuah pendekatan sistematis tinjauan pustaka. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 581-605.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
KILIR LIDAH PADA PODHUB #CLOSETHEDOOR DI YOUTUBE Nadila Devi Tsabita; Fitri Amilia; Astri Widyaruli Anggraeni
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7zt4va44

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena kilir lidah dalam percakapan spontan pada podcast Podhub #CloseTheDoor di YouTube dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik. Fokus utama penelitian diarahkan pada jenis-jenis kilir lidah yang muncul, disertai penjelasan singkat mengenai faktor penyebabnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori utama kilir lidah. Pertama, kilir lidah seleksi yang mencakup semantik dan malapropisme. Kilir lidah semantik muncul karena pemilihan kata yang masih berada dalam medan makna yang sama, sedangkan malapropisme terjadi akibat kemiripan bunyi antar kata. Kedua, kilir lidah assembling yang terdiri atas antisipasi, transposisi, dan perseverasi. Antisipasi ditandai dengan kemunculan bunyi lebih awal, transposisi berupa pertukaran posisi bunyi atau suku kata, dan perseverasi ditandai pengulangan bunyi dari segmen sebelumnya. Faktor pemicu utama meliputi spontanitas percakapan, kedekatan semantik, kemiripan fonologis, serta tekanan kognitif. Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa kilir lidah merupakan fenomena sistematis yang merefleksikan mekanisme produksi bahasa lisan dalam komunikasi digital. KATA KUNCI: kilir lidah, psikolinguistik, youtube   SLIPS OF THE TONGUE IN PODHUB #CLOSETHEDOOR ON YOUTUBE   ABSTRACT: This study aims to analyze the phenomenon of slips of the tongue in spontaneous conversations on the Podhub #CloseTheDoor podcast on YouTube using a psycholinguistic approach. The main focus is on identifying the types of slips of the tongue, with additional notes on their causes. The study employed a descriptive qualitative method with observation and note-taking techniques. The findings reveal two main categories of slips of the tongue. The first is selection slips, including semantic slips and malapropism. Semantic slips occur when words from the same semantic field are mistakenly selected, while malapropism arises from phonological similarity. The second is assembling slips, consisting of anticipation, transposition, and perseveration. Anticipation occurs when a sound appears too early, transposition involves exchanging the position of sounds or syllables, and perseveration is marked by the repetition of a previous sound. Contributing factors include conversational spontaneity, semantic proximity, phonological resemblance, and cognitive pressure. These findings confirm that slips of the tongue are systematic phenomena reflecting the mechanisms of spoken language production in digital communication. KEYWORDS: slips of the tongue, psycholinguistics,, youtube Diterima: 1 Oktober 2025 Direvisi: - Disetujui: 1 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Tsabita, N. D., Amilia, F., & Anggraeni, A. W. (2025). Kilir lidah pada PodHub #CloseTheDoor di YouTube. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 606-623.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

Page 2 of 35 | Total Record : 341