cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DENGAN EXAMPLE NONEXAMPLE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Ajat Sudrajat; Linda Dwi Oktaviyani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/36h2b516

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexamplepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015. Rumusan Masalah: 1) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode problem based learning ?, 2) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode example nonexample ?, 3) Adakah perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexample pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015?. Metode: quasi eksperiment atau eksperimen semu. Simpulan: 1)Kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode problem based learningtermasuk kategori baik, hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai rata-rata 79,47 dengan jarak interval 71 – 85. Jadi hipotesis diterima. 2) Kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode example nonexampletermasuk kategori cukup, hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai rata-rata 65,87 dengan jarak interval 41 – 70. Jadi hipotesis diterima. 3) Terdapat perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexamplepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh t hit (5,686) > t daf (1,67), maka Hi diterima.
PERBEDAAN KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 CIWARU TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM MENENTUKAN UNSUR ISI DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN INKUIRI Yusida Gloriani; Ida Hamidah; Reni Febrianti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/9bq6h726

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Ciwaru Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Menentukan Unsur Isi Drama dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (Stad) dan Inkuiri. Rumusan Masalah: 1) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model Student Teams Achievement Divisions (STAD)? 2) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model inkuiri? 3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan siswa kelas XI IIS 1 dan IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan model inkuiri? Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Ciwaru Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Menentukan Unsur Isi Drama dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (Stad) dan Inkuiri sebagai berikut: 1) Kemampuan siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunkan model pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) hasilnya baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 61,95 (62). Dengan demikian, hipotesis nomor 1 yang penulis rumuskan diterima. 2) Kemampuan siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri hasilnya cukup dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 56,83 (57). Dengan demikian, hipotesis nomor 2 yang penulis rumuskan diterima. 3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) dan inkuiri pada siswa kelas XI IIS 1 dan 2.
PERBEDAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 CIAWIGEBANG TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI DAN MEDI TEKS NARASI Ifah Hanifah; Rian Permana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rbmdmk48

Abstract

Masalah Penelitian ini yaitu : 1) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 dalam Ciawigebang pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri? 2) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media teks narasi? 3)Adakah perbedaan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi? Metode: metode eksperimen sungguhan Simpulan: Berdasarkan data dan pengolahan data maka peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut. 1) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri, berkategori baik. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 66 berada pada rentang nilai 60-80. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 2) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media teks narsi, berkategori cukup. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 58 berada pada rentang nilai 50-60. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi pada siswa kelas XI IPS 4 dan XI IPS 5 SMA Negeri 1 Ciawigebang tahun ajaran 2014/2015. Hal tersebut dibuktikan dari hasil penghitungan dengan uji t yang menghasilkan t hitung lebih besar daripada t tabel, yaitu t hitung 4,12 > t tabel 1,66. Artinya, kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri lebih baik dari pada media teks narasi.
PERBANDINGAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TERBITAN ERLANGGA UNTUK SISWA SMP KELAS VII KURIKULUM 2006 DALAM MENJABARKAN SK DAN KD DENGAN BUKU TEKS MAHIR BERBAHASA INDONESIA TERBITAN ERLANGGA UNTUK SISWA SMP KELAS VII KURIKULUM 2013 DALAM MENJABARKAN KI DAN K Aan Sugiantomas; Asep Jejen Jaelani; Ridha Ramadhan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/gvqr2653

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbandingan Buku Teks Bahasa Indonesia Terbitan Erlangga untuk Siswa SMP Kelas VII Kurikulum 2006 Dalam Menjabarkan SK dan KD dengan Buku Teks Mahir Berbahasa Indonesia Terbitan Erlangga untuk Siswa SMP Kelas VII Kurikulum 2013 dalam Menjabarkan KI Dan KD dilihat dari Proporsi Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, Dan Ilmu Kesastraan. Rumusan masalah: (1) Bagaimana buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD; (2) Bagaimana buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga siswa SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dilihat dari proporsi ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan; (3) Bagaimana perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 dalam menjabarkan KI dan KD; (4) Bagaimana perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 dalam menjabarkan KI dan KD dilihat dari proporsi ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan. Tujuan: ingin mengetahui kelengkapan dan perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013. Metode: deskriftif kualitatif. Simpulan: perbandingan perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 sebagai berikut: keilmuan Berbicara, Sintaksis3 (kalimat), dan Puisi mendominasi penjabaran buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006. Sementara keilmuan Membaca, Sintaksis3 (kalimat), dan Cerpen mendominasi penjabaran buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013.
NILAI PSIKIS DALAM NOVEL BAIT SURAU KARYA RAKHA WAHYU (sebagai upaya alternatif pemilihan bahan ajar Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 di SMA) Asep Jejen Jaelani; Vini Rianti Sabanti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ap9zw104

Abstract

Judul penelitian ini adalah Nilai Psikis dalam novel Bait Surau karya Rakha Wahyu (sebagai alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013). Rumusan Masalah: 1) apakah tema yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 2) bagaimana tokoh dan perwatakan yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 3) bagaimana konflik yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 4) apakah amanat yang terkandung dalam Novel, “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 5) bagaimana nilai psikis yang ada dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 6) apakah Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu dapat dijadikan sebagai upaya alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA?; Tujuan: ingin mengetahui apakah tema yang terkandung dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, bagaimana tokoh dan perwatakan yang terkandung dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, bagaimana konflik yang terkandung dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, apakah amanat yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu, dan bagaimana nilai psikis yang ada dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, serta ingin mengetahui apakah dapat dijadikan sebagai upaya alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Simpulan: nilai psikis dalam novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu dapat dijadikan sebagai upaya alternatif pemilihan bahan ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA kelas XII dilihat dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta psikologi perkembangan.
Penggunaan Model Sinektik Untuk Meningkatkan Kemempuan Menulis Pada Pembelajaran Wacana Naratif Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014/2015 Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jae03979

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa, dari keempat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara,membaca dan menulis), menulis termasuk keterampilan berbahasa yang dianggap paling sulit. Menurut Tarigan (2008 : 22) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang dan grafik tersebut. Jika kita membaca tentang teori-teori cara menulis memang sepertinya mudah tetapi ketika mulai menulis muncullah berbagai kesulitan diantaranya sulit mengembangkan ide, gagasan atau cara menyampaikan pesan. Hal ini dirasakan oleh semua orang termasuk para siswa yang sedang belajar menulis. Salah satu cara meningkatkan keterampilan menulis yaitu dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu : 1). Bagaimanakan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015? 2). Bagaimanakah proses pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015? 3). Bagaimanakah hasil pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015?. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan yaitu observasi dan tes. Objek penelitian siswa SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014-2015 sebanyak 29 orang. Setelah dilaksanakan pembelajaran sebanyak tiga siklus, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pembelajran pada siklus I, sebanyak lima siswa mendapatkan nilai di atas 70 dan 24 siswa masih di bawah 70 artinya baru 17, 24% siswa yang memiliki kemampuan menulis wacana naratif. Hasil dari siklus II, mengalami peningkatan sebanyak Sembilan siswa mendapatkan nilai di atas 70, dan 20 siswa masih di bawah 70 artinya 31,03% siswa yang memiliki kemampuan menulis wacana naratif. Hasil dari siklus III, mengalami lagi peningkatan sebanyak 14 siswa mendapatkan nilai di atas 70 dan 15 siswa masih di bawah 70, rata-rata nilai keseluruhan siswa 70, 79, maka pembelajaran pada siklus III dianggap berhasil. Berdasarkan hasil yang dicapai oleh siswa, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran dengan model sinektik dapat meningkatkan kemampuan menuliswacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014-2015.
HUMOR JUI PURWOTO, CAK LONTONG, PANDJI PRAGIWAKSONO, DAN ERNEST PRAKAS DALAM STAND UP COMEDY (ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL, MAKNA KONSEPTUAL, DAN TEORI HUMOR DALAM KALIMAT HUMOR) Aan Sugiantomas; Asep Jejen Jaelani; Ayya Natashya Supriatna
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/b96abj21

Abstract

Judul penelitian ini adalah Humor Jui Purwoto, Cak Lontong, Pandji Pragiwaksono dan Ernest Prakasa Dalam Stand Up Comedy.Rumusan Masalah: 1)bagaimana kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy? 2) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy? 3) bagaimana kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy? 4) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy? 5) bagaimana kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy? 6) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy? 7) bagaimana kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy? 8) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy? Tujuan penelitian: 1) ingin mengetahui kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy; 2) ingin mengetahui makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor yang digunakan Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy; 3) ingin mengetahui kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy; 4) ingin mengetahui makna kontekstual, makna konspetual dan teori humor dalam kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy; 5) ingin mengetahui kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy; 6) Ingin mengetahui makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy; 7) Ingin mengetahui kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy; 8) Ingin mengetahui makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy. Metode: deskriftif analitik. Simpulan: 1) kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humornya. Yang telah dianalisis pada sudut pandang makna kontekstual, makna konseptual, dan teori humor. Dan menceritakan tentang kejadian pembunuhan gadis belia oleh mantan kekasihnya hingga ramainya tauran yang berawal dari tidak adanya kegiatan setalah pulang sekolah; 2)Makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor yang digunakan Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat humor yang dilihat pada makna kontekstual sangat berpengaruh terhadap situasi, kondisi, dan peristiwa dimana kalimat humor terucap. Pada kalimat humor Jui ini yang didalamnya tentang pembunuhan gadis belia oleh mantan kekasihnya sampai permasalahan tentang tauran yang sering terjadi. Kalimat humor Jui Purwoto yang dilihat pada makna konseptual ini tidak perlu adanya pengaruh diluar bahasa, situasi, kondisi, dan peristiwa. Tanpa mengetahui situasi, kondisi, dan peritiwa, kita dapat memahami makna yang terkandung, karena maknanya sudah terlihat pada konsep kalimatnya.Teori humor pada kalimat humor Jui Purwoto lebih banyak menggunakan teori ketidaksesuaian atau ketidakseimbangan. Selanjutnya teori kelegaan atau kebebasan, dan teori superioritas dan meremehkan; 3) kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humornya yang menceritakan tentang miskin dan sederhana menurut Cak Lontong; 4) makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat humor yang dilihat ada makna kontekstual ini sangat dipengaruhi oleh situasi, kondisi, dan peristiwa pada saat kalimat humor diucapkan oleh Cak Lontong. Dan kalimat ini diucapkan pada saat Cak melakukan stand up comedyyang didalamnya menceritakan tentang miskin dan sederhana. Sedangkan pada kalimat humor Cak Lontong yang dilihat pada makna konseptual tidak ada pengaruhnya oleh situasi, kondisi, dan peristiwa. Sebagai pembaca tanpa mengetahui pengaruh luar kebahasaan tetap akan memahami makna kalimat tersebut sesuai konsep kalimatnya. Dan pada teori humor dalam kalimat humor Cak lontong yang lebih unggul digunakannya adalah teori ketidaksesuaia, atau ketidakseimbangan; 5) kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humornya yang berisikan tentang Sea Games, dan kemenangan Indonesia dalam ajang Sea Games, serta adanya umpatan Pandji tentang Jakarta yang nyatanya terdapat kemunduruan; 6) makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat yang dianalisis pada makna kontekstual sangat berpengaruh terhadap luar kebahasaan yakni situasi, kondisi, dan peristiwa diman akalimat tersebut diucapkan. Danpada kalimat humor Pandji yang diucapkan saat penampilannya berstand up comedy di depan penonton yang menceritakan kedalam bentuk humor. Dan pada makna konseptual kalimat dapat dipahami tanpa adanya pengaruh dari situasi, kondisi, dan peristiwa. Kalimat humor pada teori humor yang digunakan Pandji lebih unggul dengan teori kelegaan dan kebebasan karena dalam kalimat humornya banyak sindiran dan umpatan yang dikeluarkan Pnadji dengan cara berhumornya; 7) kalimat humor Ernesr Prakasa pada penampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humor Ernest Prakasa yang berisikan tentang cerita saat dirinya membeli televisi, dan kisah tentang pembantu rumah tangganya yang memliki bahasa yang aneh; 8) makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat humor yang dianalisis pada makna kontekstual sangat berpengaruh terhadap situasi, kondisi, dan peritiwa dimana kalimat humor tersebut di ucapkan oleh Ernest. Dan pada saat itu, kalimat diucapkan pada saat Ernest berstand up comedy yang menceritakan tentang pengalamannya membeli televisi dan menceritakan pula pembantunya yang memiliki keunikan dalam berbahasa. Sedangkan pada makna konseptual, hanya dilihat dari konsep kalimat humornya itu sendiri, dan maknanya tidak akan berpengaruh dari situasi, kondisi, dan peristiwa. Dan kalimat humor Ernest yang lebih unggul dalam teori humor yang digunakan adalah teori ketidaksesuaia atau ketidakseimbangan.
PERBANDINGAN SK DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA KELAS XII DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KES Aan Sugiantomas; Asep Jejen Jaelani; Ovia Nur Aeniroh
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/yc47k715

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas XII Dilihat dari Taksonomi Tujuan Pembelajaran, Cakupan Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan. Rumusan Masalah: 1). bagaimana taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas XII? 2). bagaimana taksonomi tujuan pembelajaran dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas XII? 3). bagaimana perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran dalam SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII? 4). bagaimana perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa? 5). bagaimana perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan? 6). bagaimana perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan?. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII, 2) mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib, 3) mengetahui perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII, 4) mengetahui perbandingan SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib dilihat dari cakupan keterampilan berbahasa, 5) mengetahui perbandingan SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan, 6) mengetahui perbandingan SK dan KD dalam Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XII wajib dilihat dari cakupan ilmu kesastraan. Metode: kualilatatif. Simpulan: Taksonomi Tujuan Pembelajaran yang terdapat dalam SKKD Kurikulum 2006 dan KIKD Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas XII (wajib), ternyata sama-sama mendominasi kedalam ranah Kognitif. Cakupan keterampilan berbahasa secara merata terdistribusi ke dalam SKKD standar isi kurikulum 2006, sedangkan dalam KI-KI standar isi kurikulum 2013 lebih dominan pada keterampilan Berbicara dan menulis. Cakupan ilmu kebahasaan pada SKKD standar isi kurikulum 2006 didominasi ilmu kebahasaan sintaksis dan semantik, sedangkan dalam KI-KD standar isi kurikulum 2013 dapat didistribusikan ilmu kebahasaan secara merata. Cakupan ilmu kesastraan puisi lebih dominan dalam SK-KD standar isi kurikulum 2006, sedangkan dalam KI-KD didominasi oleh prosa fiksi.
PEBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MEMPRODUKSI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DARI CERITA PENDEK “PISPPOT” KARYA HAMSAD RANGKUTI DENGAN MENGGUNAKAN METODE TWO STAY TWO STRAY DAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS X IIS SMA NEGERI 3 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Ajat Sudrajat; Ade Irma
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pcsrzr54

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek tergolong rendah. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah metode pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebegai berikut. 1) Bagaimana hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015? 2)Bagaimana hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015? 3)Adakah perbedaan hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray dan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif, dengan menggunakan teknik studi pustaka, observasi, proses belajar mengajar, dan tes. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray dan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 kuningan , dilakukan uji t. Hasil analisis diperoleh simpulan bahwa : 1) hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerit pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2014/2015, baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 73,58, dapat dikategorikan baik. 2) hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerita pendek “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2014/2015, cukup. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 67,94, dapat dikategorikan cukup. 3) ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam memproduksi teks prosedur kompleks dari cerpen “Pispot” karya Hamsad Rangkuti dengan menggunakan metode two stay two stray dan metode inkuiri pada siswa kelas X IIS SMANegeri 3 Kuningan tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji perbedaan dengan uji t yang menyatakan bahwa pada taraf signifikansi 0,05 (tingkat kepercayaan 95%) hasil t tabel (2,000) < t hitung (2,45). Jadi hipotesis diterima.
ANALISIS BAHASA DIALEK VULGAR DAN SLANG PADA PENULISAN STATUS FACEBOOK SISWA SMA YANG BERGABUNG DENGAN FACEBOOK ANITA SETIARSIH Ajat Sudrajat; Anita Setiarsih
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/57n7wt49

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Bahasa Dialek, Vulgar, dan Slang pada Penulisan Status Facebook Siswa SMA yang Bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih. Rumusan Masalah 1) Bagaimana bahasa dialek pada penulisan status Facebook siswa SMA yang bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih? 2) Bagaimana bahasa vulgar pada penulisan status Facebook siswa SMA yang bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih? 3) Bagaimana bahasa slang pada penulisan status Facebook siswa SMA yang bergabung dengan Facebook Anita Setiarsih? Metode : metode deskriptif kulitatif. Simpulan : 1) penggunaan bahasa dialek pada penulisan status facebook siswa SMA, dalam penggunaan bahasa dialeknya, dialek yang digunakan adalah dialek Sunda, dimana dialek yang digunakan disesuaikan dengan tempat tinggal pemilik akun Facebook. Dialek-dialek yang digunakan pada setiap pemilik akun Facebok hampir sama, yang membedakan hanyalah dari bentuk kata yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama seperti pada kata aing - uing, bae - wae, oge - keding, we - weh, boga - gaduh, miluan - iluan, siga - jiga, perbedaan ini disesuaikan dengan dialek masing- masing tempat tinggal pemilik akun Facebook, selain itu ada pula kata mah, asa, da, bae ah, atuh, pan, aih, dan sebagainya. 2) penggunaan bahasa vulgar pada penulisan status facebook siswa SMA, dalam penggunaan bahasa vulgarnya, pilihan kata yang digunakan cenderung lebih bersifat kasar dan tidak sopan, dan lebih banyak menggunakan nama binatang seperti anjing, dan monyet. Selain itu, ada pula dengan menggunakan kata iblis, setan, goblok, tai dan najis. Kata ini digunakan oleh pemilik akun Facebook, bukan berarti mereka tidak terpelajar, tetapi kata ini digunakan sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan kemarahannya. 3) penggunaan bahasa slang pada penulisan status Facebook siswa SMA, dalam status Facebooknya bahasa slang yang digunakan banyak dalam bentuk singkatan, seperti : LDR ( Longdistance Relation Ship), BM ( Blackberry Messenger), DC (Delete Contact), FB (Facebook), OTW (On The Way), GWS (Get Well soon), selain dalam bentuk singkatan adapula dengan menggunakan angka 2 di belakangnya seperti: mudah2n, lebih2, serta dalam bahasa slang lainnya yaitu : gw, gua, gue, lo, lu, luh, pengent, binggow, brohh, dolo, tidor, ngape-ngape, delcont dan sebagainnya.

Page 10 of 35 | Total Record : 341