cover
Contact Name
Jufri
Contact Email
jufriwabula1987@gmail.com
Phone
+6285145001684
Journal Mail Official
jufriwabula1987@gmail.com
Editorial Address
Jl. Betoambari 36 Kota Baubau Propinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Syattar; Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
ISSN : 30314976     EISSN : 27470350     DOI : https://doi.org/10.35326/syattar.v1i2.1185
SYATTAR merupakan Jurnal Ilmiah. Nama SYATTAR merupkan penggabungan dari kata Syari’ah (Hukum Islam ) dan Tarbiyah (Pendidikan Islam). Jurnal SYATTAR akan memuat Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan dengan kategori keilmuannya adalah “Agama”. Bahasa yang digunakan dalam artikel adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Frekuensi terbitan Jurnal “SYATTAR” adalah Tahunan (2 kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei dan November dan waktu pertama kali terbit adalah bulan Mei 2020 dengan media terbitan Online. Jurnal SYATTAR bernaung pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Buton Dimana Rektor sebagai Pelindung dan Dekan sebagai Penanggungjawab. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam, dengan Alamat Penerbit: Fakultas Agama Islam Gedung B. Lt. 2 Jl. Betoambari No. 36 Kota Baubau Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93712.
Articles 53 Documents
PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN GAME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA La Jusu
SYATTAR Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan Peneliti tentang aktivitas bermain game siswa MTs Swasta Lapandewa. Aktivitas bermain game dimaksud mereka lakukan pada waktu luang diluar jam pembelajaran sekolah dengan menggunakan gadget (Hp) mereka. Berdasarkan pada hasil pengamatan tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan pada diri Peneliti bahwa “apakah aktivitas bermain game siswa tidak berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. Berdasarkan pada hasil pengamatan tersebut sehingga menyebabkan Peneliti untuk mengangkat judul penlitian “Pengaruh Aktivitas Bermain Game terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Swasta Lapandewa Swasta Lapandewa Kabupaten Buton Selatan”. Subyek penelitian adalah siswa Kelas VIII MTs Swasta Lapandewa Swasta Lapandewa Kabupaen Buton Selatan, yang berjumlah 24 orang dan seluruhnya dijadikan sebagai obyek penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pengaruh aktivitas bermain game terhadap motivasi belajar siswa Kelas VIII MTs Swasta Lapandewa Kabupaten Buton Selatan”. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah aktivitas bermain game siswa tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa Kelas VIII MTs Swasta Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan angket sebagai instrument penelitian. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah menggunakan rumus korelasi product moment untuk mengetahui pengaruh diantara dua variable penelitian yakni aktivitas bermain game dan motivasi belajar siswa. Setelah Peneliti melakukan analisa data, diperoleh hasil dengan nilai “r” sebesar 0,04. Nilai “r” sebesar 0,04 tersebut, jika diinterpretasi analisa data berdasarkan korelasi Product Moment (rxy), maka dapat diinterpretasikan bahwa variable X dan variable Y terdapat korelasi, namun korelasinya rendah sehingga diabaikan dan dianggap tidak ada korelasi antara variable X dan variabel Y. Berdasarkan hasil analisa tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa “Tidak ada pengaruh aktivitas bermain game terhadap motivasi belajar siswa Kelas VIII MTs Swasta Lapandewa Kabupaten Buton Selatan
KEWENANGAN BAWASLU DALAM PENANGANAN PELANGGARAN PEMILU OLEH APARTUR SIPIL NEGARA La Hudia; Marten Arie; La Ode Bariun
SYATTAR Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ILmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pemilu di Indonesia mempertegas eksistensi dan kewenangan Bawaslu dalam implementasi amanat konstitusi dan peraturan kepemiluan yang dilaksanakan melalui tahapan penyelenggaraan pemilu, baik melalui strategi pencegahan maupun strategi penindakan guna penegakan hukum kepemiluan di Indonesia. Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai jajaran Bawaslu RI di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara memperoleh kewenangan secara atrubutif dari UU Pemilu dalam menangani pelanggaran Pemilu oleh Aparatur Sipil Negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kewenangan dan kendala Bawaslu dalam penanganan pelanggaran Pemilu oleh ASN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara dalam penanganan pelanggaran Pemilu oleh ASN meliputi: Temuan/ penerimaan laporan; pengumpulan alat bukti; klarifikasi; pengkajian, Penerusan hasil kajian atas Temuan/Laporan kepada instansi yang berwenang, serta Pemberian rekomendasi. Sedangkan kendala pelaksanaan kewenangan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara dalam penanganan pelanggaran Pemilu oleh ASN adalah: Adanya permasalahan hukum berupa pembatasan waktu dalam penerimaan Temuan dan Laporan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh ASN, Keterbatasan dalam menerapkan delik tindak pidana Pemilu kepada ASN, serta Terdapat pengaturan yang tidak singkron tentang pengaturan kajian penanganan pelanggaran pemilu oleh ASN dalam regulasi (Perbawaslu 6 tahun 2018 dan Perbawaslu 7 Tahun 2018)
KEDUDUKAN HUKUM POLIGAMI TANPA IZIN DAN IMPLIKASINYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 DAN HUKUM ISLAM La Hanuddin
SYATTAR Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ILmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan Hukum Poligami Tanpa Izin Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Hukum Islam merupakan suatu pelanggaran dan tidak sah oleh hukum negara karena tidak memenuhi persyaratan yaitu tidak ada izin yang diberikan oleh lembaga pengadilan sebagaimana telah ditetapkan oleh undang-undang perkawinan dan kompilasi hukum Islam sehingga implikasi Poligami Tanpa Izin menurut Undang-undang perkawina Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 nantinya akan berdampak pada keabsahan perkawinan, serta gugatan dan pembatalan perkawinan, perceraian, pembagian harta gono gini, hak waris jika suaminya meninggal, bahkan bisa berujung pidana
PENYELENGGARAAN JENAZAH ADAT BUTON DITINJAU DARI PERSPEKTIF SYARIAT ISLAM (STUDI KOMPARASI) Irma Purnamayanti
SYATTAR Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ILmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengurusan jenazah yang terbaik adalah sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Namun di tengah-tengah masyarakat masih terjadi penyimpangan dalam penyelenggaraan jenazah. Pada masyarakat di Buton yang masih melakukan kebiasaan yang tidak sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Dalam Hukum Islam jika seorang muslim meninggal dunia maka, hukumnya fardhu kifayah atas orang-orang muslim yang masih hidup untuk menyelenggarakan 4 perkara, yaitu memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan. Penelitian Ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subyek penelitiannya adalah Tokoh Agama sebagai Pelaksana dalam penyelenggaraan Jenazah. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yakni: 1) Observasi (pengamatan), baik dilakukan dengan cara observasi parsitifant maupun non parsitifant. 2). Wawancara. 3). Dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan tehnik analisis data model Miles and Hubermen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Proses pengurusan jenazah menurut Hukum Adat pada Masyarakat Buton adalah masih mentaati aturan adat dan budaya yang diwariskan leluhur mereka karena kesakralan aturan adat atau budaya yang dilakukan secara turun temurun dan masih dilakukan sampai saat ini. 2) Kesesuaian pengurusan jenazah di Masyarakat Buton adalah tidak sesuai bahwa pengurusan jenazah dalam masyarakat Buton mempunyai banyak proses dan sebagiannya yang bertentangan dengan syari’at Islam
PENTINGNYA PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN GENERASI MILENIAL Darma Darmayanti; Maudin Maudin
SYATTAR Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ILmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian library research atau penelitian dengan menggunakan metode kepustakaan. Adapun tehnik pengumpulan datanya yaitu dengan melalui tehnik dokumentasi, yaitu yang bersumber pada buku-buku, jurnal yang berkaitan dengan moderasi, data juga diperoleh dari kitab tafsir Al-Qur’an yang selanjutnya data dianalisa dengan menggunakan tehnik analisis deskriptif (Descriptive Analysis). Jenis Penelitian ini adalah merupakan penelitian kualitatif, yaitu mendeskripsikan bagaimana moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini juga membahas tentang paham radikalisme dan paham intoleransi yang berkembang di Indonesia. Memberikan pemahaman terhadap generasi muda tentang nilai moderasi untuk menghadapi keragaman yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman untuk tidak berperilaku intoleransi dan penting untuk memberikan pemahaman terkait dengan moderasi beragama kepada generasi penerus bangsa agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga
MAJELIS TA’LIM SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA MASYARAKAT KELURAHAN LAKOLOGOU KOTA BAUBAU Muhamad Ridwan
SYATTAR Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini penulis mendiskripsikan Keberadaan Majelis Ta’lim Sebagai Sarana Pembentukan Nilai-Nilai Agama Islam Pada Masyarakat Kelurahan Lakologou Kecamatan Kukalukuna Kota Baubau dengan jumlah sampel 53 orang dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian dengan adanya Majelis Ta’lim telah merubah kebiasaan masyarakat yang di buktikan dengan timbulnya kesadaran melaksanakan nilai-nilai agama Islam berupa; melaksanakan pengajian yasinan yang di laksanakan pada setiap malam jum’at yang di laksanakan secara bergiliran di rumah anggota Majelis Ta’lim, sifat sosial untuk bekerja bakti dengan bergotong royong melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW., sebagian banyak Ibu-ibu dan remaja putri sudah lebih cenderung memakai jilbab dan melaksanakan pengajian pada setiap sabtu sore di Masjid.
EFEKTIFITAS KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERIBADAH MURID SD NEGERI 2 TOPA KOTA BAUBAU Maudin Maudin
SYATTAR Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian lapangan adalah suatu penelitian yang dalam pengumpulan datanya dilakukan secara lansung kelapangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran tentang efektivitas kegiatan ekstrakurikuler bermuatan imtaq terhadap peningkatan kesadaran beribadah murid SD Negeri 2 Topa Kota Baubau. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: Bagaimana bentuk kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bimbingan dan pembinaan dan Bagaimana efektivitas kegiatan ekstrakurikuler dalam meningktkan kegiatan beribadah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa: Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Topa kota Baubau, meliputi: kegiatan pramuka, taman pengajian Al-Qur’an, dan praktek Sholat, dilaksanakan pada sore hari dan pagi hari sebelum pelajaran dimulai. Efektivitas kegiatan ekstrakurikuler bermuatan imtaq terhadap peningkatan kesadaran beribadah murid, menunjukan capaian yang berarti seperti banyaknya murid wanita mengenakan jilbab, sholat berjamaah, taat terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh guru dan lain-lain
PERAN TAHFIDZUL QURAN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH BAUBAU Abdul Rahim
SYATTAR Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianzini bertujuanzuntuk mengetahuizbagaimana peranztahfidz al-Qur’anzterhadap pembentukanzkarakter santrizdi Pondok Pesantren Hidayatullah Baubau. Penelitianzini menggunakanzdeskriptif kualitatifzyaitu prosedurzdata deskriptifzberupa ucapanzatau tindakanzdari subyekzyang diamati, dataztersebut dideskripsikanzuntuk memberikanzgambaran umumztentang subyekzyang diteliti. Dalamzpengumpulan datazmenggunakan metodezobservasi yaituzpengamatan langsungzdi lapangan tentangzpermasalahan yangzditeliti, danzmelakukan wawancara. Hasilzpenelitian menunjukkanzbahwa Karakter yang kuat biasanya dibentuk oleh pembentukan nilai yang menekankan tentang baik dan buruk. Nilai ini dibangun melalui penghayatan dan pengalaman, membangkitkan rasa ingin dan bukan menyibukkan diri dengan pengetahuan. Karakter seseorang pada dasarnya terbentuk melalui prosesipembelajaran yang cukup panjang. Karakter manusia tidaklah dibawa sejak lahir, karena karakter terbentukboleh faktor lingkungan dan juga orang yangpada disekitar lingkungan tersebut. Prosesipembentukan karakter adalah tahapan untuk membentuk sifat seseorang menjadi lebihibaik. Prosesitersebut tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan harus bertahap agarsapa yang ingin dicapai berjalan secara maksimal sesuai dengan yang diinginkan yaitu: 1) ProsesiPembentukan Karakter terhadap anak hendaknya menjadikan mereka terbiasa untuk berperilaku baik, sehingga ketika anak tidak melakukan kebiasaan baik itu yang bersangkutan akan merasa rendah, dan 2) Bentuk karakter santri seperti Disiplin, Qonaah dan sederhana, Mandiri, Berakhlaqul Karimah, dan Jujur
MODERASI UMAT BERAGAMA PADA MASYARAKAT KECAMATAN WOLIO KOTA BAUBAU La Samsu
SYATTAR Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam yang moderat adalah Islam yang pemahaman keagamaan sangat relevan dalam konteks keberagamaan disemua aspek kehidupan. Pemahaman keagamaan adalah sebuah fakta sejarah dalam membangun moderasi beragama yaitu membangun moderasi umat dalam kehidupan beragama pada masyarakat Kecamatan Wolio Kota Baubau dengan menjaga kebersamaan umat merupakan bagian dari hak hidup, hak dalam pemeliharaan kehormatan. Dengan demikian, perlu dukungan dari berbagai kalangan, sehingga dapat meningkatkan paradigma berfikir yang fundamental dengan berprinsip pada keberagamaan yang dimaksudkan adalah suatu kegiatan untuk melakukan peninjauan dalam kegiatan kehidupan beragama, agar tidak menyimpang dari aturan yang berlaku yang telah ditetapkan oleh syariat agama dari masing-masing pemeluknya terutama moderasi umat beragama dalam bidang akidah, bidang ibadah, dan morderasi dalam bidang hukum sehingga dapat terwujud sifat keterbukaan, toleransi dan menghormati agama-agama merupakan aspek terpenting dalam kehidupan umat manusia.
KEDUDUKAN HUKUM TERHADAP UPAYA PENYELESAIAN PERKARA BERDASARKAN HUKUM ADAT La Syarifuddin
SYATTAR Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian perkara berdasarkan hukum adat sebagai alternatif pilihan dalam upaya penyelesaian perkara diluar pengadian. Keberadaannya merupakan legitimasi dari nilai-nilai yang lahir dari masyarakat Indonesia yang hingga sekarang masih konsisten dipertahankan dibanyak komunitas. Secara hukum telah diakui dan dihormati terhadap kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya termasuk peradilan dalam upaya penyelesaian perkara baik pidana maupun perdata yang ada dan dimiliki oleh masyarakat hukum adat.