Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Correlation Between Social Acceptance and Student Self Presentation and Implications in Guidance and Counseling Services Lia Mita Syahri; Daharnis Daharnis
Jurnal Neo Konseling Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00349kons2020

Abstract

The task of adolescent social development in peer relations can be said to be successful when there is social acceptance, namely a condition of being accepted or rejected by the social environment. In fact, there are still students who are not accepted by their social environment, such as not having close friends, choosing by themselves in doing various activities and often being ignored. This is presumably due to the students' self-presentation that is not appropriate, so that students cannot present their own picture of their social environment by giving a good impression. The purpose of this study was to describe the conditions of student self-presentation and social acceptance. The population in this study were students of SMAN 7 Padang totaling 648 students and the sample in this study were students of class XI and XII of SMAN 7 Padang, totaling 247 students. Sampling was done by using proportional stratified random sampling technique. The findings of this study are, (1) students' self-presentation is in the high category, (2) social acceptance is in the high category, (3) there is a significant positive relationship between student self-presentation and social acceptance.
Group counseling services with a Gestalt approach to coping with quarter life crisis Lia Mita Syahri
Counseling and Humanities Review Vol 1, No 2 (2021): Counseling and Humanities Review
Publisher : Counseling and Humanities Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00614kons2023

Abstract

As people get older, individuals will think about what their future state will be, each individual has a different view of the future, many individuals are trapped in a state of anxiety, fear and sadness even to the point of being stressed when they have to be faced with the question of how the future will be. , this is known as the quarter life crisis. The purpose of this study is to help individuals overcome the quarter life crisis by using the approach given in groups. This type of research is a literature study by utilizing articles or journals related to group counseling, the gestalt approach and the quarter life crisis. The findings of this study reveal that using the gestalt approach by means of group counseling is effective in helping individuals who are experiencing a quarter life crisis, one of the techniques used is the practice of being responsible.
Existential Logotherapy in Improving the Meaningfulness of Life of Pre-Prosperous Family Students Lia Mita Syahri; Firman
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 12 No 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v12i3.66829

Abstract

Problems related to poverty in Indonesia have increased every year, the government is trying to overcome poverty, namely the existence of PIP for students of pre-prosperous families, but the problems experienced by students of pre-prosperous families such as feeling unable to reach their goals because of dependence on this assistance. The perceived condition stems from the meaningfulness of life. This study aims to analyze the E-Book of existential logotherapy approach group guidance in improving the meaningfulness of life of pre-prosperous family students. The research method uses quantitative and qualitative, the type of Research and Development (R&D) research. The research subjects were 10 students from 93 students of pre-prosperous families. The result of the research results revealed that (1) the E-Book of group guidance with an existential logotherapy approach was considered feasible to use by counseling teachers, (2) the level of usability of the E-Book of group guidance with an existential logotherapy approach was feasible to use. It can be known the implications of research in the form of a prototype of E-Book group guidance of existential logotherapy approach in increasing the meaningfulness of life of students of pre-prosperous families, so that it can be utilized by counseling teachers in increasing the meaningfulness of life of students of pre-prosperous families.
MINORITY CULTURAL ADAPTATION AT DAARUT TAUHIID BOARDING SCHOOL FOR FEMALE STUDENTS Handani, Tri; Budiman, Nandang; Syahri, Lia Mita
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.823185

Abstract

This article aims to analyze the level o cultural adaptation owned by female students with minority cultures who are in Sundanese majority culture area. This study uses quantitative descriptive research methods. The research sample consists of 35 active students of SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putri who have cultures other than Sundanese culture. The instruments used was the Cross Cultural Adaptation Inventory (CCAI) questionnaire. Aspects of the instruments are about: 1) Emotional Resilience, 2) Flexibility/Openness, 3) Perceptual Acuity, and 4) Personal Autonomy. Data analysis using descriptive analysis. Based on the reliability test of the instrument, it was found that the Cronbach's alpha value was 0.73, which falls into the good category. Furthermore, based on the data analysis in the study, it was found that cultural adaptation among minority female students at Daarut Tauhiid High School was in the high category, with a percentage of 62.86%
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN GESTALT UNTUK MENGATASI QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA Lia Mita Syahri; Netrawati Netrawati; Syahrial Syahrial
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 1 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya usia, individu akan memikirkan terkait bagaimana keadaan masa depannya. Setiap individu memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang masa depannya. Banyak individu yang terperangkap dalam keadaan rasa cemas, takut, dan sedih, bahkan hingga menjadi stress ketika harus dihadapkan dengan pertanyaan bagaimanakah nanti masa depannya. Hal ini disebut dengan istilah quarter life crisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu individu mengatasi quarter life crisis dengan menggunakan pendekatan yang diberikan secara berkelompok. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan artikel atau jurnal yang terkait dengan konseling kelompok, pendekatan gestalt, dan quarter life crisis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan menggunakan pendekatan gestalt dengan cara konseling kelompok efektif untuk membantu individu-individu yang sedang mengalami quarter life crisis. Salah satu teknik yang digunakan yakni latihan saya bertanggung jawab.
KESIAPAN KONSELOR DALAM PROSES KONSELING YANG BERHASIL Lia Mita Syahri; Mudjiran Mudjiran; Dina Sukma; Syahrial Syahrial
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 2 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling merupakan suatu proses bantuan yang diberikan oleh konselor kepada klien dalam rangka membantu klien dapat mengatasi segala hal-hal yang dirasa menganggu kehidupan sehari-harinya. Sebelum memulai kegiatan konseling, seorang konselor yang terkenal dengan tenaga profesional maka konselor hendaknya memiliki kesiapan baik dari segi fisik, materi dan psikis sebelum memulai proses konseling. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan kesiapan konselor dalam proses konseling agar proses konseling dapat berjalan dengan baik dan berhasil. Metode penulisan artikel merujuk pada tinjauan kepustakaan (literature study) yaitu merujuk pada bahan-bahan bacaan sepertibuku dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kesiapan konselor dalam proses konseling yang berhasil. Berdasarkan tinjauan maka dapat disimpulkan empat faktor komponen yang mesti dipersiapkan oleh konselor dalam proses konseling yakni komitmen klien, kondisi fasilitas, keahlian konselor, dan pengasuhan konselor.
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Syahri, Lia Mita; Tri Handani; Afriza Media; Syahrial
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i2.823

Abstract

Permasalahan terkait dengan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah masih ditemukan dari berbagai sudut permasalahan, hal ini tergambarkan berdasarkan fenomena yang terjadi antara lain, tugas guru bimbingan dan konseling yang tidak sesuai, aturan terkait siswa asuh guru bimbingan dan konseling, pelaksanaan dari segi waktu bimbingan konseling di sekolah, sehingga permasalahan yang terjadi ini dapat membuat pelaksanaan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah tidak sesuai dengan tujuan atau visi misi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Maka dari itu perlu aturan yang berlaku dan struktur pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang sistematis menggunakan konsep manajamen pelayanan bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan secara naratif terkait urgensi/pentingnya manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Metode penelitian yang digunakan yakni tinjauan Pustaka (literature review) dengan metode naratif. Hasil pemabahasan bahwasanya pelaksanaan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling perlu menggunakan prinsip-prinsip manajemen yakni POAC, kemudian didukung oleh kerjasama seluruh stakeholder sekolah dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Saran dari hasil penelitian ini, agar peneliti selanjutnya yang ingin meneliti terkait manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat menggunakan jenis penelitian lainnya dan menjelaskan hasil temuannya dengan metode lain yang relevan dengan tujuan penelitian.
Turning Points dalam Perjalanan Identitas Profesional Konselor Indonesia: sebuah Studi Naratif Arafani, Adnan; Putra, Ade Herdian; Syahri, Lia Mita; Handani, Tri
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001275chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap turning points dalam proses pembentukan identitas profesional seorang konselor senior di Indonesia. Menggunakan pendekatan naratif dengan analisis tematik melalui NVivo 12 Pro, studi ini mengidentifikasi dua kategori besar turning point, yaitu internal (kesadaran spiritual, komitmen pribadi, dan refleksi identitas) dan eksternal (pengaruh tokoh signifikan, regulasi institusional, dan penugasan formal). Temuan menunjukkan bahwa proses perkembangan identitas profesional bersifat reflektif, kontekstual, dan sarat spiritualitas. Narasi partisipan memperlihatkan bahwa profesi konseling tidak hanya dipahami sebagai karier, tetapi juga sebagai panggilan hidup yang berakar pada nilai Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi desain pendidikan dan pengembangan diri konselor, wacana islamisasi konseling, serta menekankan pentingnya pendekatan naratif dalam memahami dinamika identitas profesional berbasis nilai lokal. Studi ini merekomendasikan ekosistem pengembangan identitas professional agar dikondisikan untuk terjatinya turning point secara organik dan  integrasi nilai spiritual dalam kurikulum pendidikan konselor di negara mayoritas Muslim.
The evaluation analysis of gender vocational students on traumatic experience in educational context Firman, Firman; Hafina, Anne; Suwarjo, Suwarjo; Karneli, Yeni; Tririzky, Reza; Asri, Robbi; Syahri, Lia Mita
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 14, No 4: August 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v14i4.32221

Abstract

Students, including vocational school students, are vulnerable to traumatic experiences (TE). Students still look normal but experience stress that interferes with learning activities. TE can be observed through positive psychological attributes such as self-love (SL), compassion, gratitude, and happiness. This study aimed to explore the gender-specific views of vocational school students regarding their TE to provide results that can be the basis for the implementation of gender-differentiated interventions in schools. A cross-sectional survey using quantitative methods was conducted and involved 498 vocational school students in West Sumatra, Indonesia. Data were collected using questionnaires with reliability from the range of 0.74-1 through reliability analysis and also analyzed in a multi-group setting through structural equation model (SEM) on SmartPLS 3 application. Importance-performance map analysis (IPMA) method was also used to assess the functionality of variables in the study. The results showed that positive psychological attributes interact, relate, and have a role in the TE of vocational students, including in the evaluation of gender analysis. The results of the study can be a reference to reduce the impact of TE for vocational students, especially by gender-specific vocational schools. For future research, TE can be studied with other positive psychological attribute variables over a longer period of time.
Hubungan Self-Regulated Learning dengan Disiplin Belajar Siswa Oktarina, Wulan; Sukma, Dina; Syukur, Yarmis; Zola, Nilma; Syahri, Lia Mita
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001258chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan disiplin belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Batang Anai tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional, melibatkan 152 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning siswa pada umumnya berada pada kategori sedang (53,95%) dan disiplin belajar siswa pada umumnya berada pada kategori sedang (51,32%). Analisis korelasi pearson menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel (r = 0,766; p < 0,05). Temuan ini menujukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-regulated learning, maka semakin tinggi pula disiplin belajar siswa. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan perlunya peran layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa meningkatkan self-regulated learning dan disiplin belajar. Layanan yang dapat diberikan antara lain meliputi  layanan informasi, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, dan layanan penguasaan konten.