cover
Contact Name
Siti Rokhmah
Contact Email
penerbithellowpustaka@gmail.com
Phone
+6282316484975
Journal Mail Official
info@hellowpustaka.id
Editorial Address
Jl. Dampuawang No. 9 Simpang Tiga Utara Karangampel Indramayu Jawa Barat 45283
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam
ISSN : -     EISSN : 30900611     DOI : https://doi.org/10.61166/lpki.v1i1.7
Core Subject : Religion, Education,
Lentera Pendidikan, Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam is a peer reviewed academic journal published by Hellow Pustaka Publisher in Collaboration with Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya. The journal dedicated to publishing high quality research and scholarly articles in the fields of education and teaching in Islam. The journal serves as a platform for scholars, educators, researchers, and policymakers to share innovative ideas, empirical findings, and theoretical perspectives on contemporary educational issues.
Articles 32 Documents
The Nature of Human Beings in Islamic Perspective A Philosophical Analysis of Djumransyah’s Thought and Its Implications for Islamic Education Achmad A’la Derajat; Edi Supriyadi; Farhan
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i1.62

Abstract

This article explores in depth the concept of the essence of human beings in Islamic perspective as formulated by Djumransyah, a modern Indonesian Islamic education thinker. The study highlights the dimensions of humans as physical and spiritual beings, both individual and social, endowed with innate religiosity (fitrah), and entrusted with the responsibility as God’s vicegerent (khalifah) on earth. Using a descriptive-analytical approach based on literature review, this research finds that Djumransyah developed a holistic paradigm of Islamic education rooted in the Qur’an and Sunnah while remaining responsive to contemporary challenges. The findings emphasize the importance of an Islamic education system that fosters balanced human development spiritual, intellectual, moral, and social in order to achieve insan kamil as the ultimate goal of Islamic education.
Implementation of the Merdeka Curriculum in Early Childhood Education: A Comprehensive Literature Review Irwanto Arsyim; Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.66

Abstract

Kurikulum Merdeka (KM) hadir sebagai kebijakan pendidikan terkini yang bertujuan mentransformasi proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan kontekstual. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), implementasi KM berlandaskan filosofi "merdeka bermain, merdeka belajar" yang menekankan pada penguatan literasi dini, pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila, dan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi KM di PAUD, mengidentifikasi tantangan utama, dan merumuskan rekomendasi strategis melalui metode kajian literatur. Sumber data utama diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan resmi yang relevan dengan KM pada PAUD. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi KM meliputi tiga aspek kunci: perencanaan pembelajaran yang fleksibel (melalui Capaian Pembelajaran/CP dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila), pelaksanaan yang berpusat pada anak (melalui bermain dan eksplorasi), dan asesmen yang holistik (sebagai bagian tak terpisahkan dari proses). Meskipun memberikan dampak positif signifikan terhadap motivasi dan kreativitas anak, tantangan utama yang dihadapi adalah adaptasi guru terhadap paradigma baru, keterbatasan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran berbasis proyek, serta perlunya sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Disimpulkan bahwa keberhasilan KM di PAUD sangat bergantung pada peningkatan kompetensi profesional guru, dukungan infrastruktur, dan peran aktif komunitas belajar sekolah.
Artificial Intelligence, Academic Ethics, and the Transformation of Learning in Higher Education (Kecerdasan Artifisial, Etika Akademik, dan Transformasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi) Rifqi; Faiz Musthofa Abbas
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.68

Abstract

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif telah membawa perubahan signifikan dalam praktik penulisan akademik di pendidikan tinggi. Meskipun sering dipromosikan sebagai solusi efisiensi, penggunaan AI oleh mahasiswa memunculkan persoalan pedagogis, etis, dan epistemik yang serius. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis implikasi ketergantungan mahasiswa terhadap AI dalam penulisan akademik, dengan menempatkan menulis sebagai proses pembentukan berpikir kritis, kejujuran intelektual, dan relasi pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap karya ilmiah, laporan media akademik, dan tulisan teoretis di bidang pedagogi kritis, psikologi pendidikan, dan etika akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI berpotensi menimbulkan ilusi kompetensi akademik, menggeser orientasi belajar dari proses ke hasil, melemahkan integritas akademik, serta mengikis dimensi kemanusiaan dalam relasi dosen–mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa persoalan AI dalam penulisan akademik bukan semata isu teknologi, melainkan tantangan filosofis dan pedagogis terkait makna belajar dan tujuan pendidikan tinggi. Integrasi AI perlu diarahkan untuk mendukung, bukan menggantikan, proses berpikir dan pembelajaran manusia.
Rekonstruksi Epistemologi Hukum Islam: Analisis Pemikiran Fazlur Rahman sebagai Fondasi Kurikulum Pendidikan Syariah Modern Dinata Firmamansyah; Sumarta; Rosidin; Kusyana
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.69

Abstract

Contemporary Islamic legal education faces serious epistemological challenges due to the dominance of normative–doctrinal approaches that tend to be ahistorical and insufficiently responsive to modern social dynamics. This condition limits the capacity of Sharia education graduates to formulate Islamic legal solutions that are contextual and oriented toward public welfare (maslahah). This article aims to critically examine Fazlur Rahman’s thought on the epistemology of Islamic law and to formulate its implications for the reconstruction of modern Sharia education curricula. Employing a qualitative approach with a philosophical–critical orientation, this study is based on library research drawing upon Fazlur Rahman’s major works, classical uṣūl al-fiqh literature, Islamic legal philosophy, and relevant contemporary studies. The analytical methods applied include content analysis and hermeneutics, with Fazlur Rahman’s Double Movement theory serving as the main analytical framework. The findings indicate that Rahman’s epistemology particularly his distinction between normative Islam and historical Islam, as well as his contextual approach to revealed texts offers an alternative paradigm capable of overcoming the stagnation of Islamic legal hermeneutics. The Double Movement theory is shown to be epistemologically relevant as a foundation for designing Sharia education curricula that are methodologically oriented, integrative, and context-sensitive. This article contributes to the discourse on the epistemology of Islamic legal education by proposing a conceptual framework for reconstructing Sharia curricula that are adaptive to the challenges of modernity without compromising their normative authority.
Kecerdasan Emosional Berbasis Kemampuan dalam Pengambilan Keputusan: Analisis Dimensi Intrapersonal dan Implikasinya bagi Pendidikan Karakter Muhammad Saefudin; Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.70

Abstract

Kecerdasan emosional (emotional intelligence/EI) telah lama dipandang sebagai faktor penting dalam keberhasilan individu. Namun, perdebatan teoritis masih berlangsung terkait dimensi EI mana yang paling berperan dalam pengambilan keputusan, khususnya pada situasi berisiko tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis temuan empiris penelitian Sambol, Suleyman, dan Ball (2025) mengenai peran kecerdasan emosional berbasis kemampuan (ability emotional intelligence) dalam pengambilan keputusan afektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis artikel jurnal psikologi dan pendidikan yang relevan, serta membandingkannya dengan teori-teori EI sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berfungsi sebagai konstruk tunggal yang homogen. Dimensi kemampuan memahami emosi diri sendiri (understanding emotions) terbukti memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kualitas pengambilan keputusan yang adaptif dan strategis, terutama dalam kondisi tekanan dan ketidakpastian. Temuan ini menantang pandangan populer yang menekankan kemampuan interpersonal sebagai inti EI, serta menegaskan pentingnya kecakapan intrapersonal dalam konteks pengambilan keputusan. Secara pedagogis, artikel ini menekankan perlunya integrasi pendidikan kecerdasan emosional yang berfokus pada refleksi diri, kesadaran emosi, dan pengelolaan tekanan psikologis sebagai bagian dari pengembangan karakter peserta didik. Dengan demikian, kecerdasan emosional berbasis kemampuan perlu ditempatkan sebagai kompetensi inti dalam kebijakan dan praktik pendidikan kontemporer.
Rethinking Broken Homes: Teachers' Perceptions and Their Implications for Islamic Education Counseling Sapari; Yusuf MZ; Khorotul Anizah; Salsabila Nabila; Laila Nur Sa’adah
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i1.71

Abstract

This qualitative study examines educators' perceptions of the meaning of Broken Home and its impacts at SMA Negeri 1 Astanajapura Cirebon. Employing interviews and documentation studies with five teachers, the research reveals that Broken Home is perceived not merely as parental divorce, but encompasses broader family dysfunctions including disharmony, parental loss, and lack of affection. The observed educational impacts involve juvenile delinquency, learning disengagement, declining academic performance, social withdrawal, and intense jealousy. Consequently, the study underscores the necessity for a holistic Islamic guidance and counseling approach, prioritizing emotional support and spiritually-grounded interventions.
Fundamental Concepts Of Islamic Education: Integrating Knowledge, Faith, And Practice Natasya Shelamitha; Rifqi Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i2.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep dasar pendidikan Islam sebagai upaya integrasi antara ilmu, iman, dan amal dalam membentuk manusia seutuhnya. Pendidikan Islam memiliki orientasi yang tidak hanya terbatas pada pengembangan aspek intelektual, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial yang menjadi pilar keseimbangan kehidupan manusia. Melalui pendekatan studi literatur (library research), penelitian ini mengkaji berbagai sumber primer dan sekunder yang meliputi buku-buku klasik maupun kontemporer, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan tema integrasi nilai-nilai keislaman dalam sistem pendidikan. Analisis dilakukan dengan menelusuri pemikiran para ulama dan cendekiawan Muslim yang menekankan pentingnya keterpaduan antara pengetahuan rasional, keyakinan spiritual, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam menempatkan hubungan yang integral antara ilmu (pengetahuan), iman (keyakinan kepada Allah SWT), dan amal (tindakan nyata) sebagai landasan fundamental dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik menuju insan kāmil. Ketiga unsur tersebut tidak hanya memiliki hubungan konseptual, tetapi juga fungsional dalam membangun kesatuan epistemologis dan aksiologis yang kokoh. Sinergi antara ilmu, iman, dan amal diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang tidak terjebak pada rasionalitas semata, melainkan juga berakar pada nilai-nilai keimanan dan moralitas. Selain itu, integrasi ini menjadi solusi terhadap persoalan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih sering terjadi dalam dunia pendidikan Islam kontemporer, sekaligus menawarkan paradigma pendidikan yang holistik, humanis, dan transendental dalam menghadapi tantangan zaman modern.
The Nature of Human Beings in Islamic Perspective and Its Implications for the Design of Islamic Education Hudallah; Putri Dewi Yanti; Cinta Cica Cahaya; Alfian
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i2.31

Abstract

Pendidikan Islam berpijak pada pandangan Islam tentang hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki dimensi jasmani, akal, dan ruhani serta berfungsi sebagai hamba (‘abd) dan khalifah di bumi. Namun, praktik pendidikan modern cenderung menekankan aspek kognitif dan keterampilan teknis semata, sehingga mengabaikan dimensi spiritual dan moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep hakikat manusia dalam perspektif Islam serta implikasinya terhadap desain pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber-sumber primer berupa Al-Qur’an dan hadis, serta sumber sekunder berupa karya para ulama dan pemikir pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang memiliki potensi fitrah, akal, nafs, dan ruh yang harus dikembangkan secara seimbang melalui pendidikan. Implikasi dari konsep tersebut menuntut desain pendidikan Islam yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mencetak manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab sosial.
The Objectives Of Islamic Education As An Effort To Develop Morality And Spiritual Intelligence Faiz Musthofa Abbas; Muhammad Alfareza Reza; Mohammad Azis Nurudin Zuhri Azis
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tujuan pendidikan Islam sebagai upaya pembentukan akhlak dan kecerdasan spiritual peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, meliputi Al-Qur’an, hadis, karya para pemikir pendidikan Islam, serta artikel ilmiah kontemporer. Analisis dilakukan melalui proses reduksi data, kategorisasi tematik, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam dibangun atas empat komponen utama, yaitu tauhid sebagai landasan filosofis pendidikan, akhlak sebagai tujuan utama pembentukan karakter, kecerdasan spiritual sebagai fondasi kesadaran moral dan religius, serta tazkiyah dan ta’dib sebagai proses pembinaan kepribadian. Keempat unsur tersebut membentuk kerangka integratif yang menghubungkan ilmu, iman, dan amal dalam satu kesatuan yang utuh. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan nilai tauhid, akhlak, dan kecerdasan spiritual menjadi kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pendidikan modern yang ditandai oleh globalisasi, perkembangan teknologi, dan krisis moral. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu terus mengembangkan pendekatan yang holistik untuk mewujudkan insan kamil yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan peradaban.
The Role of Islamic Religious Education in Shaping Student Character in the Digital Era An-nisya Rosyana; Rifqi Rifqi; Farhan Farhan
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i2.39

Abstract

The digital era has brought serious challenges to the character development of students in schools and madrasahs, particularly in terms of communication ethics, responsibility, and spiritual awareness. Various negative behaviors in digital spaces indicate moral issues that require educational intervention. In this context, Islamic Religious Education (IRE) plays a strategic role in shaping students’ character based on akhlaq al-karimah. This study addresses the following research questions: (1) the position of Islamic Religious Education within the education system in the digital era; (2) the current condition of students’ character in the digital era; (3) the influence of the position of Islamic Religious Education on students’ character formation; and (4) the supporting and inhibiting factors affecting its role in the digital era. The study aims to examine in depth the position and influence of Islamic Religious Education on students’ character development amid technological advancement. This qualitative research employs a Systematic Literature Review (SLR) of academic publications from 2020 to 2025. The findings indicate that Islamic Religious Education functions as a value filter through the internalization of the concepts of ihsan and tabayyun in students’ digital activities. The study also proposes the “Digital Akhlakul Karimah” model, which integrates Islamic character values with digital competencies in schools and madrasahs

Page 3 of 4 | Total Record : 32