cover
Contact Name
Siti Rokhmah
Contact Email
penerbithellowpustaka@gmail.com
Phone
+6282316484975
Journal Mail Official
info@hellowpustaka.id
Editorial Address
Jl. Dampuawang No. 9 Simpang Tiga Utara Karangampel Indramayu Jawa Barat 45283
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam
ISSN : -     EISSN : 30900611     DOI : https://doi.org/10.61166/lpki.v1i1.7
Core Subject : Religion, Education,
Lentera Pendidikan, Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam is a peer reviewed academic journal published by Hellow Pustaka Publisher in Collaboration with Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya. The journal dedicated to publishing high quality research and scholarly articles in the fields of education and teaching in Islam. The journal serves as a platform for scholars, educators, researchers, and policymakers to share innovative ideas, empirical findings, and theoretical perspectives on contemporary educational issues.
Articles 26 Documents
The Nature of Human Beings in Islamic Perspective A Philosophical Analysis of Djumransyah’s Thought and Its Implications for Islamic Education Achmad A’la Derajat; Edi Supriyadi; Farhan
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i1.62

Abstract

This article explores in depth the concept of the essence of human beings in Islamic perspective as formulated by Djumransyah, a modern Indonesian Islamic education thinker. The study highlights the dimensions of humans as physical and spiritual beings, both individual and social, endowed with innate religiosity (fitrah), and entrusted with the responsibility as God’s vicegerent (khalifah) on earth. Using a descriptive-analytical approach based on literature review, this research finds that Djumransyah developed a holistic paradigm of Islamic education rooted in the Qur’an and Sunnah while remaining responsive to contemporary challenges. The findings emphasize the importance of an Islamic education system that fosters balanced human development spiritual, intellectual, moral, and social in order to achieve insan kamil as the ultimate goal of Islamic education.
Implementation of the Merdeka Curriculum in Early Childhood Education: A Comprehensive Literature Review Irwanto Arsyim; Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.66

Abstract

Kurikulum Merdeka (KM) hadir sebagai kebijakan pendidikan terkini yang bertujuan mentransformasi proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan kontekstual. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), implementasi KM berlandaskan filosofi "merdeka bermain, merdeka belajar" yang menekankan pada penguatan literasi dini, pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila, dan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi KM di PAUD, mengidentifikasi tantangan utama, dan merumuskan rekomendasi strategis melalui metode kajian literatur. Sumber data utama diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan resmi yang relevan dengan KM pada PAUD. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi KM meliputi tiga aspek kunci: perencanaan pembelajaran yang fleksibel (melalui Capaian Pembelajaran/CP dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila), pelaksanaan yang berpusat pada anak (melalui bermain dan eksplorasi), dan asesmen yang holistik (sebagai bagian tak terpisahkan dari proses). Meskipun memberikan dampak positif signifikan terhadap motivasi dan kreativitas anak, tantangan utama yang dihadapi adalah adaptasi guru terhadap paradigma baru, keterbatasan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran berbasis proyek, serta perlunya sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Disimpulkan bahwa keberhasilan KM di PAUD sangat bergantung pada peningkatan kompetensi profesional guru, dukungan infrastruktur, dan peran aktif komunitas belajar sekolah.
Artificial Intelligence, Academic Ethics, and the Transformation of Learning in Higher Education (Kecerdasan Artifisial, Etika Akademik, dan Transformasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi) Rifqi; Faiz Musthofa Abbas
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.68

Abstract

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif telah membawa perubahan signifikan dalam praktik penulisan akademik di pendidikan tinggi. Meskipun sering dipromosikan sebagai solusi efisiensi, penggunaan AI oleh mahasiswa memunculkan persoalan pedagogis, etis, dan epistemik yang serius. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis implikasi ketergantungan mahasiswa terhadap AI dalam penulisan akademik, dengan menempatkan menulis sebagai proses pembentukan berpikir kritis, kejujuran intelektual, dan relasi pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap karya ilmiah, laporan media akademik, dan tulisan teoretis di bidang pedagogi kritis, psikologi pendidikan, dan etika akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI berpotensi menimbulkan ilusi kompetensi akademik, menggeser orientasi belajar dari proses ke hasil, melemahkan integritas akademik, serta mengikis dimensi kemanusiaan dalam relasi dosen–mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa persoalan AI dalam penulisan akademik bukan semata isu teknologi, melainkan tantangan filosofis dan pedagogis terkait makna belajar dan tujuan pendidikan tinggi. Integrasi AI perlu diarahkan untuk mendukung, bukan menggantikan, proses berpikir dan pembelajaran manusia.
Rekonstruksi Epistemologi Hukum Islam: Analisis Pemikiran Fazlur Rahman sebagai Fondasi Kurikulum Pendidikan Syariah Modern Dinata Firmamansyah; Sumarta; Rosidin; Kusyana
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.69

Abstract

Contemporary Islamic legal education faces serious epistemological challenges due to the dominance of normative–doctrinal approaches that tend to be ahistorical and insufficiently responsive to modern social dynamics. This condition limits the capacity of Sharia education graduates to formulate Islamic legal solutions that are contextual and oriented toward public welfare (maslahah). This article aims to critically examine Fazlur Rahman’s thought on the epistemology of Islamic law and to formulate its implications for the reconstruction of modern Sharia education curricula. Employing a qualitative approach with a philosophical–critical orientation, this study is based on library research drawing upon Fazlur Rahman’s major works, classical uṣūl al-fiqh literature, Islamic legal philosophy, and relevant contemporary studies. The analytical methods applied include content analysis and hermeneutics, with Fazlur Rahman’s Double Movement theory serving as the main analytical framework. The findings indicate that Rahman’s epistemology particularly his distinction between normative Islam and historical Islam, as well as his contextual approach to revealed texts offers an alternative paradigm capable of overcoming the stagnation of Islamic legal hermeneutics. The Double Movement theory is shown to be epistemologically relevant as a foundation for designing Sharia education curricula that are methodologically oriented, integrative, and context-sensitive. This article contributes to the discourse on the epistemology of Islamic legal education by proposing a conceptual framework for reconstructing Sharia curricula that are adaptive to the challenges of modernity without compromising their normative authority.
Kecerdasan Emosional Berbasis Kemampuan dalam Pengambilan Keputusan: Analisis Dimensi Intrapersonal dan Implikasinya bagi Pendidikan Karakter Muhammad Saefudin; Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.70

Abstract

Kecerdasan emosional (emotional intelligence/EI) telah lama dipandang sebagai faktor penting dalam keberhasilan individu. Namun, perdebatan teoritis masih berlangsung terkait dimensi EI mana yang paling berperan dalam pengambilan keputusan, khususnya pada situasi berisiko tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis temuan empiris penelitian Sambol, Suleyman, dan Ball (2025) mengenai peran kecerdasan emosional berbasis kemampuan (ability emotional intelligence) dalam pengambilan keputusan afektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis artikel jurnal psikologi dan pendidikan yang relevan, serta membandingkannya dengan teori-teori EI sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berfungsi sebagai konstruk tunggal yang homogen. Dimensi kemampuan memahami emosi diri sendiri (understanding emotions) terbukti memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kualitas pengambilan keputusan yang adaptif dan strategis, terutama dalam kondisi tekanan dan ketidakpastian. Temuan ini menantang pandangan populer yang menekankan kemampuan interpersonal sebagai inti EI, serta menegaskan pentingnya kecakapan intrapersonal dalam konteks pengambilan keputusan. Secara pedagogis, artikel ini menekankan perlunya integrasi pendidikan kecerdasan emosional yang berfokus pada refleksi diri, kesadaran emosi, dan pengelolaan tekanan psikologis sebagai bagian dari pengembangan karakter peserta didik. Dengan demikian, kecerdasan emosional berbasis kemampuan perlu ditempatkan sebagai kompetensi inti dalam kebijakan dan praktik pendidikan kontemporer.
Rethinking Broken Homes: Teachers' Perceptions and Their Implications for Islamic Education Counseling Sapari; Yusuf MZ; Khorotul Anizah; Salsabila Nabila; Laila Nur Sa’adah
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i1.71

Abstract

This qualitative study examines educators' perceptions of the meaning of Broken Home and its impacts at SMA Negeri 1 Astanajapura Cirebon. Employing interviews and documentation studies with five teachers, the research reveals that Broken Home is perceived not merely as parental divorce, but encompasses broader family dysfunctions including disharmony, parental loss, and lack of affection. The observed educational impacts involve juvenile delinquency, learning disengagement, declining academic performance, social withdrawal, and intense jealousy. Consequently, the study underscores the necessity for a holistic Islamic guidance and counseling approach, prioritizing emotional support and spiritually-grounded interventions.

Page 3 of 3 | Total Record : 26