cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 27988260     DOI : https://doi.org/10.53697/iso.v6i2
Jurnal ISO: Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora publishes scientific papers on the research and scientific studies in the scope of humanities and social studies, such as anthropology, studies, business, communication studies, corporate governance, criminology, the study of cross-cultural, demographic, economic studies of development, the study of education and ethics, social geography, the study of information technology management, industrial relations, international relations, legal studies, media studies, political science, the study of population dynamics, the study of psychology, the study of public administration, social welfare, religious studies and linguistics.
Articles 690 Documents
Analisis Alternatif Kebijakan Reaktivasi Jalur Kereta Api Kertalaya Dalam Upaya Mengatasi Keterbatasan Transportasi Mahasiswa Unsri Yang Aman dan Terjangkau Muhammad Prayoga Irawan; Muhammad Adhitya Prasetya; Junaidi; Adelia Anggraini; Melly Sagita Abelia; Ihwan Nuddin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3550

Abstract

Permasalahan Penelitian ini bertujuan menganalisis alternatif kebijakan transportasi yang aman dan terjangkau bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui telaah dokumen, observasi lapangan, dan wawancara informal. Evaluasi alternatif kebijakan dilakukan dengan menggunakan kerangka Patton & Sawicki yang meliputi efektivitas, efisiensi, ekuitas, kelayakan politik, dan kelayakan administratif. Tiga alternatif kebijakan dianalisis, yaitu optimalisasi layanan DAMRI, reaktivasi jalur Kereta Api Kertalaya yang terintegrasi dengan feeder kampus, serta penerapan Kawasan Akses Terpadu dan Aman Pendidikan (KATAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktivasi KA Kertalaya merupakan alternatif paling layak dengan perolehan skor evaluasi tertinggi. Alternatif ini dinilai mampu meningkatkan keselamatan perjalanan, menekan biaya transportasi mahasiswa, serta menyediakan kapasitas angkut yang lebih besar dibandingkan moda transportasi darat lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reaktivasi jalur Kereta Api Kertalaya yang terintegrasi dengan feeder kampus merupakan solusi kebijakan paling strategis dan berkelanjutan bagi mobilitas mahasiswa Universitas Sriwijaya.
Strategi Kerja Sama Sister City Bandung-Melbourne dalam Mewujudkan Kota Layak Huni di Kota Bandung Syifa Destiany; Dina Husaini
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3554

Abstract

Kerja sama sister city Kota Bandung dengan Kota Melbourne adalah bentuk dari paradiplomasi pemerintah daerah yang bertujuan untuk mendukung pembangunan perkotaan, khususnya dalam mewujudkan kota layak huni (liveable city). Penelitian ini memperlihatkan kondisi empiris yang menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan strategis kerja sama sister city yang bersifat normatif dengan implementasinya di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kerja sama sister city Bandung–Melbourne pada bidang kota layak huni dan menjelaskan bagaimana implementasi kerja sama tersebut dapat berjalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui, studi pustaka, wawancara dengan Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Bandung serta studi dokumentasi yang tercantum dalam Momerandum of Understanding (MoU). Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif para ahli Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama sister city Bandung–Melbourne dalam bidang kota layak huni telah menghasilkan capaian implementatif berupa transfer pengetahuan (knowledge), transfer teknologi, peningkatan sumber daya manusia, serta adaptasi kebijakan kota pintar melalui inisiatif Bandung Smart City. Meskipun implementasi belum sepenuhnya terealisasi dan masih bersifat bertahap dan berkelanjutan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan antara perencanaan dan implementasi dijembatani melalui proses adaptasi kebijakan yang bertahap dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kerja sama sister city tidak hanya diukur dari hasil jangka pendek, tetapi dari kemampuan pemerintah daerah dalam mengadaptasi strategi kerja sama internasional ke dalam konteks lokal secara fleksibel. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan kebijakan paradiplomasi pemerintah daerah dalam pembangunan kota layak huni yang berkelanjutan.
Gastrodiplomasi Indonesia-Jepang Melalui Rumah Tempe Azaki Dalam Meningkatkan Perekonomian Indonesia Shofianty Dewy; Dina
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Rumah Tempe Azaki dalam mendorong ekspor tempe ke pasar Jepang serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional Indonesia melalui pendekatan gastrodiplomasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai strategi yang diterapkan serta dampaknya terhadap hubungan ekonomi bilateral dan citra Indonesia di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Tempe Azaki memiliki peran strategis dalam penerapan gastrodiplomasi melalui upaya standarisasi kualitas produk yang menyesuaikan dengan ketentuan dan regulasi pangan di Jepang, adaptasi produk terhadap preferensi konsumen lokal, serta penguatan kemitraan dengan distributor dan pelaku usaha setempat. Implementasi strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan ekspor tempe ke Jepang dan memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui perluasan akses pasar bagi produk pangan berbasis budaya. Selain memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan nilai ekspor dan kontribusi terhadap devisa negara, aktivitas Rumah Tempe Azaki juga berperan dalam membangun citra positif Indonesia di kalangan masyarakat Jepang dengan memperkenalkan tempe sebagai produk kuliner sehat yang memiliki nilai budaya. Meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perbedaan standar produksi, regulasi impor, dan dinamika persaingan pasar, praktik gastrodiplomasi yang dijalankan terbukti efektif dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional serta memperluas pengaruh budaya Indonesia di tingkat internasional.
Peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai Aktor Diplomasi Budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI Sekar Rahayu; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3566

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai aktor diplomasi budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola program, dosen pengajar, serta mahasiswa Darmasiswa asal Australia yang mengikuti pembelajaran seni dan budaya di ISBI Bandung. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep soft power, diplomasi budaya, dan peran aktor non-negara dalam hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISBI Bandung berperan sebagai aktor non-negara yang efektif dalam pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia melalui pendekatan pembelajaran seni berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Program Darmasiswa RI tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran budaya, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk persepsi positif mahasiswa Australia terhadap Indonesia, khususnya terkait nilai-nilai budaya, identitas nasional, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Melalui interaksi intensif antara mahasiswa asing, pengajar, dan lingkungan lokal, ISBI Bandung menciptakan ruang interkultural yang mendukung pemahaman lintas budaya. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain hambatan komunikasi lintas budaya, keterbatasan fasilitas pendukung, serta strategi promosi program yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan seni sebagai aktor non-negara dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Kerjasama Amorepacific dan Waste4change Dalam Pengelolaan Sampah di Sungai Citarum 2024 Syalwa Natasya; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3568

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kerja sama serta menilai efektivitas kolaborasi antara Amorepacific dan Waste4Change dalam pengelolaan sampah plastik di Sungai Citarum pada tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, analisis dokumen program, laporan organisasi, publikasi media, serta wawancara dengan pihak terkait, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari peraktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mengadopsi pendekatan ekonomi sirkular dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program yang dijalankan meliputi aksi bersih - bersih sungai, edukasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah bernilai tinggi dan rendah, serta pemanfaatan sampah plastik menjadi produk alternatif seperti papan plastik. Kolaborasi ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat, pengurangan sampah plastik di kawasan Sungai Citarum, serta penguatan praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala, antara lain keterbatasan dukungan pemerintah, rendahnya keberlanjutan program, fluktuasi nilai ekonomi sampah daur ulang, serta belum adanya indikator capaian jangka panjang yang terukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama antara sektor swasta dan organisasi lingkungan memiliki potensi strategis dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan diplomasi lingkungan di Indonesia, tetapi memerlukan penguatan kebijakan, koordinasi multipihak, dan kesinambungan program agar memberikan dampak yang lebih optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sampah kolaboratif yang melibatkan perusahaan multinasional, organisasi lingkungan, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal guna memperkuat tata kelola lingkungan dan keberlanjutan program.    
Gastro Diplomasi Indonesia dalam Memperkuat Citra Mie Sedaap di Korea Selatan Haura Rachman; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan citra produk Mie Sedaap di Korea Selatan pasca-isu penarikan produk di sejumlah pasar internasional, serta memahami respons konsumen dan upaya perusahaan dalam mempertahankan citra merek di tengah persaingan dengan produk mi instan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi media sosial serta studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel daring yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi gastrodiplomasi yang dijalankan Mie Sedaap melalui kolaborasi dengan idol Korea Selatan, Choi Siwon, sebagai duta merek memiliki peran signifikan dalam meningkatkan visibilitas dan memperkuat citra produk di pasar Korea Selatan. Kehadiran figur publik dengan tingkat popularitas dan kredibilitas tinggi mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumen lokal serta meningkatkan kepercayaan terhadap produk mi instan asal Indonesia. Selain itu, strategi komunikasi merek yang adaptif, terutama melalui pemanfaatan platform digital dan media sosial, memungkinkan Mie Sedaap merespons isu penarikan produk secara cepat dan terukur. Respons tersebut berkontribusi dalam meredam persepsi negatif serta menjaga stabilitas citra merek di tengah dinamika opini publik. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan diplomasi publik berbasis konsumen yang dilakukan Mie Sedaap mampu memperkuat loyalitas konsumen dan mempertahankan eksistensi merek di pasar Korea Selatan. Strategi gastrodiplomasi yang terintegrasi dengan pemasaran global dan komunikasi krisis terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing Mie Sedaap terhadap produk mi instan lokal. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa gastrodiplomasi menjadi instrumen strategis dalam penguatan citra merek dan pengelolaan reputasi produk Indonesia di pasar internasional.
Peran Budaya Organisasi dalam Mendorong Inovasi Birokrasi Sektor Publik Syafriandi Syafriandi; Aldri Frinaldi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3582

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian serta perkembangan konsep inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Indonesia melalui pendekatan kajian literatur berbantuan analisis bibliometrik. Penelitian ini menggunakan metode literature review naratif yang dipadukan dengan analisis bibliometrik terhadap 548 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2020–2025, diperoleh dari basis data jurnal nasional dan internasional. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan pola publikasi, jaringan kolaborasi penulis, serta klaster tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus kajian didominasi oleh isu digitalisasi pelayanan publik, inovasi birokrasi, tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, serta partisipasi dan kolaborasi multipihak. Meskipun demikian, temuan juga mengindikasikan masih terbatasnya integrasi antar kebijakan, ketimpangan kapasitas sumber daya manusia, serta kesenjangan infrastruktur digital sebagai tantangan utama dalam implementasi inovasi. Artikel ini menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan birokrasi, sinergi kebijakan, dan pelibatan masyarakat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berkelanjutan.
Pengembangan Hukum Perjanjian di Indonesia: Dalam Kekuatan Hukum Perjanjian Tidak Tertulis atau Perjanjian Lisan Arwin Ardianto Sunardi; Fendi Setyawan; Firman Floranta Adorana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3583

Abstract

Penelitian ini hendak memotret mengenai pengaturan perjanjian menurut hukum perjanjian di Indonesia (KUHPerdata) yang kemudian menganalisis kekuatan hukum perjanjian yang dibuat secara lisan serta pembuktiannya di pengadilan. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang dilakukan dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian diatur secara khusus dalam KUHPerdata, Buku III, Bab II tentang “Perikatan-perikatan yang Dilahirkan dari Kontrak atau Perjanjian” dan Bab V sampai dengan Bab XVIII yang mengatur asas asas hukum dan norma-norma hukum perjanjian pada umumnya, serta norma-norma hukum perjanjian yang mempunyai karakteristik khusus yang lebih dikenal dengan istilah perjanjian bernama. KUHPerdata sendiri tidak menyebutkan secara tegas mengenai “perjanjian secara tertulis”. Apabila suatu perjanjian lisan telah memenuhi syarat sahnya perjanjian sesuai dengan rumusan Pasal 1320 KUHPerdata, maka tetaplah sah dan memiliki kekuatan hukum untuk menyatakan seseorang melakukan wanprestasi. Namun apabila perjanjian lisan tersebut disangkal/tidak diakui oleh pihak yang diduga melakukan wanprestasi, perjanjian lisan tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum untuk menyatakan seseorang melakukan wanprestasi, karena perjanjian tersebut bisa benar adanya dan bisa juga tidak ada, tergantung dari pembuktian para pihak. Proses pembuktian di pengadilan terkait perjanjian lisan tidak dapat menggunakan alat bukti surat, sebab tidak ada dokumen tertulis dari perjanjiannya. Para pihak dapat mengajukan alat bukti saksi, yakni minimal dua orang saksi atau satu orang saksi disertai dengan alat bukti yang lain.
Pernikahan Sesama Jenis dari Perspektif Feminis Radikal (Studi Pemikiran Siti Musdah Mulia) Andri Yurinta
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3586

Abstract

Studi ini meneliti pemikiran Siti Musdah Mulia tentang pernikahan sesama jenis, sebuah topik yang telah menimbulkan perdebatan signifikan dalam wacana publik Indonesia, khususnya mengenai dasar teologis dan implikasinya terhadap keadilan gender. Analisis ini menggunakan perspektif feminis radikal untuk mengeksplorasi bagaimana kritiknya terhadap struktur patriarki dan relasi kekuasaan membentuk argumennya tentang seksualitas dan hak asasi manusia. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif berbasis pustaka dengan meninjau tulisan-tulisan utama Musdah Mulia, literatur sekunder, artikel ilmiah, interpretasi Al-Qur'an, dan studi tentang feminisme radikal. Analisis ini menggunakan pembacaan hermeneutik dan analisis wacana untuk mengidentifikasi kerangka konseptual utama dalam pemikirannya. Temuan menunjukkan bahwa Musdah Mulia membedakan secara tajam antara orientasi seksual dan perilaku seksual, menafsirkan narasi Al-Qur'an tentang kaum Luth sebagai penghukuman terhadap tindakan yang melibatkan paksaan dan kekerasan, bukan orientasi homoseksual itu sendiri. Ia mengkonseptualisasikan orientasi seksual sebagai aspek identitas manusia yang inheren dan tidak dipilih, yang seharusnya tidak menjadi dasar diskriminasi sosial atau hukum. Dalam konteks kebijakan negara, ia tidak menganjurkan legalisasi pernikahan sesama jenis, tetapi menekankan kewajiban negara untuk menegakkan nondiskriminasi, kesetaraan di hadapan hukum, dan perlindungan semua warga negara, termasuk mereka yang memiliki orientasi non-heteroseksual. Studi ini juga mengungkapkan kesamaan epistemologis antara pemikirannya dan prinsip-prinsip feminisme radikal, khususnya mengenai kritik terhadap patriarki dan penegasan otonomi tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hermeneutik Musdah Mulia memberikan kontribusi yang berarti bagi reformasi hukum keluarga Islam kontemporer dan diskusi yang lebih luas tentang seksualitas, hak minoritas, dan kesetaraan gender. Namun, beberapa dimensi argumennya—terutama konseptualisasi orientasi seksual sebagai bawaan—membutuhkan elaborasi lebih lanjut melalui keterlibatan dengan psikologi modern dan yurisprudensi Islam kontemporer. Karyanya pada akhirnya membuka jalan yang produktif untuk wacana teologis inklusif yang mengedepankan martabat manusia, keadilan, dan kesetaraan gender dalam masyarakat Muslim.
Peran Media Sosial dalam Membentuk Partisipasi Politik Pada Generasi Z dalam Pemilu Serentak 2024 Fitra Khaz; Siti Aisyah; Amelia Fitriani; Ayu Ambarwati; Cici Sari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial berperan dalam membentuk partisipasi politik Generasi Z pada Pemilu Serentak 2024, khususnya dalam konteks penggunaan media digital sebagai sumber informasi dan ruang interaksi politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam pengalaman, pandangan, serta bagaimana partisipasi politik Generasi Z yang berlangsung di ruang digital. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan Generasi Z berusia 17–28 tahun yang berdomisili di Kota Dumai dan aktif menggunakan berbagai platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, X, dan YouTube. Analisis penelitian ini didasarkan pada teori peran yang memandang media sosial sebagai ruang sosial tempat terbentuknya kedudukan, harapan, dan pelaksanaan peran dalam aktivitas politik generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi saluran utama bagi Generasi Z dalam memperoleh dan memahami informasi politik selama tahapan Pemilu 2024. Informasi politik lebih banyak diakses melalui konten visual dan narasi singkat yang dianggap mudah dipahami dan relevan dengan keseharian mereka, sehingga platform seperti TikTok dan Instagram digunakan secara lebih intensif dibandingkan media lainnya. Partisipasi politik Generasi Z cenderung diwujudkan melalui aktivitas digital, seperti mengakses, membagikan, dan menanggapi konten politik, serta menggunakan tagar untuk merespons isu yang sedang berkembang. Pola partisipasi tersebut berlangsung terutama dalam bentuk komunikasi dan simbolisasi di ruang daring, sementara keterlibatan dalam aktivitas politik secara langsung relatif lebih terbatas. Temuan ini menggambarkan bahwa media sosial telah menjadi ruang partisipasi politik yang penting bagi Generasi Z khususnya dalam konteks demokrasi digital menjelang Pemilu Serentak 2024 dalam perkembangan politik digital Indonesia saat ini.