cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
LGBT DALAM PERSPEKTIF ISLAM Ermayani, Tri
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.18569

Abstract

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan fenomena yangmerebak di era modern sebagai bentuk penyimpangan seks yang sangat dipengaruhi olehpola asuh yang salah, kurangnya peran seorang ayah, pendidikan agama Islam yang kurangmemadai, dan pornografi yang sangat mudah terakses semua kalangan.Pertumbuhan dan perkembangan anak mencakup aspek-aspek penting yang harusdiseimbangkan dan diarahkan secara proporsional. Aspek-aspek pertumbuhan danperkembangan anak meliputi: spiritualitas (keimanan), fisik (jasmani), kejiwaan (psikis),intelektual, emosi, moral, sosial, seksual, dan ekonomi. Jika orang tua dan guru mampumenyeimbangkan aspek-aspek pendidikan tersebut, maka akan tercapai pemahaman danpenyadaran tentang bahaya yang ditimbulkan perilaku LGBT. Oleh karena itu peranan orangtua dan guru dalam memahami bahaya LGBT bagi generasi muda.Penelitian ini dirancang untuk dapat memahamkan bahaya LGBT bagi orang tua danguru dalam pendidikan anak, dan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain. Harapan peneliti,penelitian ini dapat memperkaya pemahaman tentang LGBT dalam perspektif Islam danbahaya yang ditimbulkan sehingga bermanfaat untuk generasi dalam bidang pendidikan dankehidupan sosial sehingga dapat ditemukan dan diterapkan beberapa strategi penangananLGBT mulai dari mencegah/ menghindari sampai mengobatidari sisi ilmu jiwa danpendidikan agama Islam. Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) is a phenomenon that has spread in themodern era as a form of sexual deviation that is strongly influenced by wrong parenting, lackof a father's role, inadequate Islamic religious education, and pornography that is easilyaccessible to all groups .Child growth and development includes important aspects that must be balanced and directedproportionally. Aspects of child growth and development include: spirituality (faith), physical(physical), psychological (psychological), intellectual, emotional, moral, social, sexual, andeconomic. If parents and teachers are able to balance these aspects of education,understanding and awareness of the dangers posed by LGBT behavior will be achieved.Therefore the role of parents and teachers in understanding the dangers of LGBT for theyounger generation.This research is designed to be able to understand the danger of LGBT for parents andteachers in children's education, and can be a reference for other researchers. The hope of theresearchers is that this research can enrich understanding of LGBT in an Islamic perspectiveand the dangers posed so that it is useful for generations in the field of education and sociallife so that strategies and handling of LGBT can be found starting from preventing / treatingpsychology and Islamic education.
PENGINGKARAN HAK MASYARAKAT ADAT ATAS TANAH ULAYAT OLEH KEBIJAKAN KEHUTANAN Widihastuti, Setiati
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v8i1.21006

Abstract

Forest is the part of customary system of the tribe society. However, the forest management done by them is not facilitated in the forestry policy. The centralistic forestry policy causes the overlapping conception of the tribe forest to the state  forest. While it formal normative aspect causes the acces of the tribes to the forest closed and causes reduction of wisdom-based supervision conducted by them. In fact, the community wisdom-based supervision in the socio-culture potential needing a revitalization and  development as the new basis of the change of natural resources management policy which is recently controlled by the goverment proved to be the cause of law and economy harassment to the tribes society of Indonesia. Now we need to change the perception about the forest natural recource management policy controlled only by the government of the forestry instances. It should be the policy based on the community and its development principles to realize the regulation of the forest natural resources consumption. Therefore, the area division is needed to overcome the problems.
KIAI PESANTREN DAN PEMIKIRANNYA TENTANG NUSYUZ (STUDI KASUS DI KABUPATEN JEMBER) Ikrom, Mohamad
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.23122

Abstract

Kiai Pesantren tidak sekadar guru. Ia juga menjadi tempat berkeluh kesah semuapersoalan masyarakat. Termasuk dalam masalah perkawinan. Termasuk dalampersoalan perkawinan. Salah satu persoalan itu adalah tentang nusyuz. Nusyuzseringkali ditimpakan pada seorang perempuan (istri) yang seringkali meninggalkanpersoalan relasi gender. Penelitian lapangan ini memotret pandangan Kiai Pesantren diJember Jawa Timur tentang nusyuz. Penelitian kualitatif ini menemukan bahwakefariatifan berfikir Kiaia dapat dilihat dari cara-cara mereka berpendapat yangkemudian oleh peneliti dianalisis dengan menggunakan metode Bayani, Qiyasi,Istislahi. Dan dari hasil analisis tersebut ditemukan dua metode istinbath yangdigunakan oleh para kiai Jember, yaitu; istinbath bayani dan istinbath istislahi. Terkaitdengan adanya penafsiran ayat nusyuz, penelitian ini menemukan dua corak penafsiranyaitu (1) corak penafsiran tekstual yang terekam lewat kekakuan mereka ketikamenafsirkan ayat nusyuz, dan lebih menitik beratkan kepada kekuasaan seorang suamiuntuk melakukan sebuah tindakan kepada seorang istri. (2) corak penafsirankontekstual terlihat lewat penafsiran mereka yang lebih cenderung kepada pengkajianulang terhadap ayat-ayat nusyuz sehingga terkesan bahwa nusyuz tidak hanya dimilikioleh istri. Hal ini disebabkan karena adanya pro dan kontra terhadap pemikiran nusyuzyang lebih humanis.Head of boarding school (Kiai Pesantren) is not just a teacher. He also became a place tocomplain about all the problems of the community. Included in the issue of marriage. Includedin the issue of marriage. One of the problems is about Nusyuz. Nusyuz is often inflicted on awoman (wife) who often leaves the issue of gender relations. This field research portrays theviews of Kiai Islamic Boarding Schools in Jember, East Java, about Nusyuz. This qualitativeresearch found that the effectiveness of Kiaia's thinking can be seen from the ways they arguedthat the researchers then analyzed it using the Bayani, Qiyasi, Istislahi method. And from theresults of the analysis found two istinbath methods used by the Jember scholars, namely;istinbath bayani and istinbath istislahi. In connection with the interpretation of the nusyuzverse, this study found two interpretive features, namely (1) the style of textual interpretation recorded through their rigidity when interpreting the verse nusyuz, and more focused on thepower of a husband to take an action to a wife. (2) the style of contextual interpretation can beseen through their interpretation which is more inclined to a reassessment of the nusyuz versesso that it seems that nusyuz is not only owned by the wife. This is due to the existence of prosand cons of the more humanistic thoughts of Nusyuz.
Analisis wacana kritis dalam pembelajaran: Peran AWK pada pembelajaran literasi kritis, berpikir kritis, dan kesadaran berbahasa kritis Sarasati, Ruruh
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i1.30156

Abstract

Critical discourse analysis has been used to determine the power relations thatoccur in the process of production and reproduction of meaning. The structure ofknowledge influences the course of the practice of disclosure. The intendedknowledge is not only knowledge that is known by the speaker, but the knowledgeof the listener or reader. This places critical discourse analysis in a multidisciplinaryview. The multidisciplinary view is currently inherent in the analysis of criticaldiscourse and raises the potential for the involvement of critical discourse analysisin the discourses that arise in the classroom. Furthermore, critical discourse analysiscan also play a role in learning. This article conveys the potential role of CriticalDiscourse Analysis in critical literacy learning, critical thinking, and criticallanguage awareness.
Pengembangan nilai Islami peserta didik melalui integrasi Alquran dan Hadis dalam pembelajaran biologi Mualimin, Mualimin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v20i2.29299

Abstract

National education aims to shape people of faith and piety and noble character, not only to develop the potential of cognitive intelligence. One effort that can be done to realize these goals is to develop Islamic values of students through the integration of the Qur'an and Hadith in learning biology. Through the integration of the Qur'an and Hadith in biology learning, students can gain knowledge about the concept of biology while at the same time developing Islamic values. Integration of the Qur'an and Hadith in learning biology can be done by: 1) Recording and analyzing verses of the Qur'an and Hadith that are in accordance with the subject or biological material both implicitly or explicitly, 2) Implementing the integration of verses of the Qur'an and Hadith found in the process of learning biology by selecting certain appropriate learning models; 3) Evaluating the integration process that has been done in the biology learning process. The integration of Al-Qur'an and Hadith in learning biology needs to be done to foster Islamic values in students to achieve national education goals. 
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBENTUKAN BUDAYA ORGANISASI BAITUL ARQAM SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN BUDAYA ORGANISASI ALA KH AHMAD DAHLAN DI AMAL USAHA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA (Studi Kasus Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta) Fadillah, Dani
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v14i1.3327

Abstract

Abstrak: Budaya organisasi merupakan sebuah identitas yang dapat membedakan organisasisatu dengan organisasi yang lain. Salah satu strategi komunikasi dalam rangka membuatbudaya organisasi adalah dengan memberikan semboyan pada organisasi. Budaya organiasitidak mengacu pada hal-hal seperti suku, etnis atau latar belakang seseorang namun budayaorganiasi adalah cara hidup dari organisasi dan budaya organisasi bukan sekadar sebuahpotongan puzzle melainkan puzzle itu sendiri. Dalam pandangan kita, budaya bukan sesuatuyang dimiliki organisasi; budaya adalah organisasi itu (Pacanowsky dan Trijulo dalamMorisan, 2009: 101),Geertz (Morisan, 2009: 101) menulis bahwa "Manusia adalah hewan yang tergantungpada jaring-jaring yang telah dipintalnya sendiri." Jaring-jaring itu adalah budaya. Untukmenjelajahi jaring itu hingga ke pusatnya, orang luar harus mengetahui interpretasi yang bisamenyatukan jaring-jaring itu. Budaya adalah makna, pengertian, dan perasaan yang dibagibersama Begitu pula Pacanowsky mengatakan bahwa budaya terdiri atas jaringan-jaringanmakna yang dipintal orang. Pemintalan jaringan itu meliputi aktivitas memintal, maka kitatidak hanya memperhatikan struktur jaring-jaring budaya, tetapi kita juga harusmemperhatikan proses pemintalan jaring-jaring itu. Proses itulah yang dinamakankomunikasi, dan komunikasi menciptakan realitas taken-for-granted (yang diambil dandiberikan di dunia kita).Ada pun Universitas Ahmad Dahlan adalah sebuah institusi pendidikan tinggi denganstatus sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memiliki budaya organisasi yang harusdiinternalisasikan pada seluruh jajaran sumber daya manusia yang ada di dalamnya dariberbagai tingkatan dan status pekerjaan (dosen dan karyawan) agar sejalan dengan MKCH(Mukodimah Keyakinan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah) yang diajarkan oleh KHA Dahlan.Disini peran elemen yang ada di dalamnya sangat diperlukan untuk proses internalisasibudaya tersebut.Kata Kunci: Komunikasi, Budaya Organisasi, Universitas Ahmad Dahlan
PEMBINAAN AKHLAK MULIA DALAM BERHUBUNGAN ANTAR SESAMA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Marzuki, Marzuki
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v9i1.3781

Abstract

Fungsi kehadiran manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah Allah dan sebagai hamba Allah. Untuk melaksanakan kedua fungsi ini manusia harus membekali dirinya secara cukup, terutama bekal ilmu. Dengan bekal inilah manusia dapat memerankan dirinya dalam rangka membangun hubungan dengan Tuhannya (Khaliq) maupun dengan sesamanya (makhluq). Cara yang bisa ditempuh adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhkan diri dari seluruh larangan-Nya. Inilah konsep takwa dalam Islam yang dijabarkan dalam tiga kerangka dasar ajaran Islam, yakni aqidah, syariah, dan akhlak. Ketiga kerangka ajaran ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan. Aqidah menjadi fondasi yang menjadi tumpuan berdirinya bangunan syariah dalam mencapai tujuan akhir akhlak. Karena itu, penerapan akhlak mulia dalam berhubungan antar sesama manusia tidak bisa dilepaskan dari kerangka aqidah dan syariah. Ketika orang melakukan hubungan dengan sesamanya, baik dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya, maupun dengan masyarakatnya tetap harus didasari oleh aqidah dan syariah yang benar, sehingga tercapai akhlak mulia yang sebenarnya.
THE DIALECTICS OF JAVANESE AND ISLAMIC CULTURES: AN INTRODUCTION TO KUNTOWIJOYO'S THOUGHT ZTF, Pradana Boy
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v15i1.7638

Abstract

AbstractThe main idea of this paper is to show the attempts made by Kuntowijoyo, anIndonesian unrivalled great thinker, to synthesize Javanese and Islamic worldviews through his writings. Kuntowijoyoıs thought is much influenced by his social circumstances. This manifested in the values, philosophies, and worldviews he was attempting to synthesize. One of Kuntowijoyoıs concerns is demystification. In this context, it is not surprising that the presentation of mythical practices in Javanese society is somehow dominant. The presentation is not intended as an agreement, but rather as evidences on the irrationality of the myths.Another aspect that should be underlined is Sufism and transcendence. In this aspect, the synthesis of Javanese and Islamic elements are a bit more visible as represented in his novel Khutbah di Atas Bukit that is seen as that is seen as resemblance of Kisah Dewa Ruci in Javanese literature by many observers.Key words: Dialectics, Javanese Thought.
MANAJEMEN DAKWAH MAJLIS TAFSIR AL-QUR`AN Dermawan, Andy
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.18564

Abstract

Tulisan ini menelaah tentang manajemen dakwah yang dilakukan oleh MajlisTafsir Al-Qur`an Pusat di Surakarta. Dengan menggunakan pendekatan sosioantropologis,kajian ini menghasilkan temuan bahwa MTA telah melakukan proses danprosedur manajerial dalam melaksanakan kegiatan dakwah. Meski tidak tertulis secaraterencana, tetapi, praktik-praktik yang dilakukan mengindikasikan hal itu. Berikutnya,letak keberhasilan dakwah MTA justru pada pola asuh jamaah pasca perekrutan anggotadan pengukuhan cabang-cabangnya. Pimpinan MTA tergolong sumber daya manusiayang tekun, terampil, istiqamah, dan bertanggungjawab atas tindakan dakwahnya,sehingga kader-kader atau jamaah menjadi militant oleh karena pendampingan danpembinaan yang jelas, rinci dan berkelanjutan. Penting bagi organisasi sejenis, bahwapenerapan prinsip-prinsip manajemen dakwah yang dilakukan MTA menjadi contohmodel di dalam melakukan pemberdayaan masyarakat muslim di Indonesia. PREACHING MANAGEMENT IN MAJELIS TAFSIR AL QUR'ANThis paper examines the management of da'wah carried out by the Qur'anicInterpretation Center in Surakarta. Using a socio-anthropological approach, this studyproduced findings that MTA had carried out managerial processes and procedures incarrying out da'wah activities. Although not written in a planned manner, however, thepractices carried out indicate that. Next, the success points of MTA preaching areprecisely on the parenting style of the congregation after the recruitment of members andthe inauguration of its branches. MTA leaders are classified as human resources who arediligent, skilled, istiqamah, and responsible for their da'wah actions, so that cadresbecome militants because of clear, detailed and continuous mentoring and guidance. It isimportant for similar organizations, that the application of da'wah management principlescarried out by MTA is an example of a model in empowering Muslim communities inIndonesia.
CARA KERJA ILMU PENGETAHUAN DAN SIKAP KRITIS TERHADAP INFORMASI DALAM AJARAN ISLAM Syamsudin, Amir
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v10i1.21001

Abstract

Islam menganjurkan kepada para pemeluknya untuk bertindak adil. Salah satu indikasi keadilan dalam tindakan ialah membuat keputusan berdasarkan informasi yang benar dan akurat. Untuk mendapatkan akurasi informasi diperlukan tindak penelitian. Penelitian merupakan poros sekaligus proses menyusun ilmu pengetahuan yang muatan informasinya benar dan akurat. Sepanjang ilmu pengetahuan itu diartikan sebagai cara yang rasional dan empiris untuk mempelajari gejala alamiah yang terdapat pada diri manusia dan di luar diri manusia, maka tidak ada satu pernyataan ayat maupun hadis pun yang menentang apalagi mengharamkan aktivitas keilmuan. Realitas adalah segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, baik realitas kongkrit maupun realitas ghaib. Realitas kongkrit terdiri dari benda-benda mati, tumbuhan, hewan, manusia, dan benda-benda angkasa. Realitas ghaib meliputi setiap bentuk pewahyuan dari Tuhan kepada orang-orang yang terpilih (Nabi/ Rasul), baik Nabi yang tercantum dalam kitab suci maupun tidak. Realitas kongkrit dapat dibaca oleh pengalaman inderawi maupun akal budi, sedangkan realitas ghaib hanya dapat dikenali oleh manusia setelah pengalaman inderawi dan imajinasi akal budinya mencapai titik batas kemampuannya.

Page 7 of 21 | Total Record : 207


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue