cover
Contact Name
Lindesi Yanti
Contact Email
desirozak@gmail.com
Phone
+62711368191
Journal Mail Official
stikes@hestiwirasriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jl Sultan Mahmud Badaruddin II No.1 (Benteng Kuto Besak), Kel.19 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30113
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23020911     EISSN : 26851040     DOI : https://doi.org/10.63323/jkes
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is an open access scholarly journal published by the Department of Nursing of STIKES Hesti Wira Sriwijaya, serving as a platform for the publication of research findings and the sharing of advancements in health sciences. With ISSN 2302-0911 and e-ISSN 2685-1040, this journal includes articles that have not been previously published, encompassing research studies, case reports, review articles, and other scientific paper related to developments in the fields of Nursing, Midwifery, and Public Health. Information regarding article submission guidelines and procedures can be found in each publication. All submitted articles undergo a peer-review process upon meeting the requirements outlined in the submission guidelines. The journal is published biannually, in April and October. Jurnal Kesehatan welcome high-impact manuscripts from a diverse array of interprofessional health colleagues. Manuscripts reflect the diversity of our journal sections, which include: 1. Original article (including meta-analysis) 2. Review article 3. Editorials 4. Letters to the Editor 5. Brief Reports 6. Policy brief, Ethics, and Public Policy
Articles 191 Documents
PENERAPAN EDUKASI TERBIMBING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMIHIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TUGU MULYO: PENERAPAN EDUKASI TERBIMBING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMIHIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TUGU MULYO Dindi paizer
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan, Oktober 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Hipertensi menjadi salah satu penyakit tertinggi didunia, Hipertensi yangtidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal bahkan kematian, Pengetahuan yangkurang mengenai hipertensi dapat memperburuk penyakit ini, oleh karena itu pentingnyapendidikan kesehatan bagi penderita hipertensi. Tujuan: memperoleh pengalaman dan pengetahuan secara nyata serta dapat mendokumentasikan dalam penerapan edukasi terbimbing terhadap tingkat pengetahuan anggota keluarga yang mengalami hipertensi. Metode: jenis KARYA ILMIAH AKHIR NERS ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan studi kasus mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada klien denganHipertensi. Asuhan keperawatan dilakukan pada pada tanggal 10 Juli 2023. Hasil: daritindakan edukasi terbimbing Pada Ny. N dengan diagnosa Defisit pengetahuanberhubungan dengan kurang terpapar informasi ditandai dengan Ny.N mengatakan kurangmengerti tentang masalah penyakit Hipertensi, hasil evaluasi pada klien didapatkan peningkatan pengetahuan dari kategori cukup (skor 60%) menjadi kategori baik (skor 100%) setelah diberikan edukasi, masalah Defisit pengetahuan teratasi, dan intervensi dihentikan. Kesimpulan: hasil evaluasikeperawatan pada Ny.N masalah teratasi intervensi dihentikan. Dapat disimpulkan bahwa terapi edukasi terbimbing dapat meningkatkan pengetahuan pada pasien hipertensi.Kata kunci: Defisit Pengetahuan, Edukasi, HipertensiABSTRACTBackground: Hypertension becomes one of the highest diseases in the world, untreated hypertension can result in fatal even death, Lack of knowledge about hypertensive can worsen the disease, therefore the importance of health education for people with high bloodpressure. Objective: Acquire experience andknowledge effectively as well as be able todocument in the application of guidance education to the level of knowledge of family members suffering from hypertension. Method: type OF SCIENTIFIC FINAL WORK NERS This uses descriptive method with a case study approach to explore the problem of nursingcare in clients with Hypertensive. Nursing Care was carried out on July 10, 2023. Results:from guidance educational action In Ny. N with a diagnosis of knowledge deficit related tothe family’s inability to know the issue of hypertensive disease, The results of the evaluationon the client obtained anincrease in knowledge from a sufficient category (score 60%) to a good category (score 100%) after given education, the problem Knowledge Deficit wasovercome, and the intervention was stopped. Conclusion: the results of nursing assessment on the Ny.N problem was addressed intervention ceased. It can be concluded that guideeducational therapy can improve knowledge in hypertensive patients.Keywords: Knowledge Deficit, Education, Hypertension
EDUKASI KESEHATAN PADA KELUARGA DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PEMELIHARAAN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF: EDUKASI KESEHATAN PADA KELUARGA DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PEMELIHARAAN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF Muhammad Alfreyzal; Dindi Paizer; Dessy Anggraini; Ria Dilla Syahfitri; M. Hasan Azhari
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus adalah peningkatan kadar glukosa darah dari rentang kadar puasa normal 80-90 mg/dl, atau rentang non puasa 140-160 mg/dl. Jika diabetes Melitus tidak cepat ditangani maka, dapat menyebabkan komplikasi seperti penglihatan kabur, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan gangguan pada kulit dan syaraf. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan bagi penderita tentang penyakit Diabetes Melitus. Metode pada studi kasus ini menggunakan pre test dan post test dengan cara mengumpulkan data pengkajian dan hasil pengisian kuesioner yang diberikan sebelum edukasi dan sesudah edukasi, kemudian bandingkan hasil pre test dan post test selama 1 hari. Setelah dilakukan edukasi Kesehatan pada klien, hasil Ny.F dari 24 soal yang diberikan mampu menjawab 20 pertanyaan dengan benar yang artinya tingat pengetahuan meningkat. Pada Ny.S dari 24 pertanyaan yang diberikan pada hari pertama 9, pada hari kedua 13, dan pada hari ketiga 20. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehaan tentang Diabetes Melitus dapat meningkatkan pengetahuan bagi penderita Diabetes Melitus ialah sangatlah efektif. Kata kunci: Penyakit Diabetes Melitus, Edukasi, Tingkat Pengetahuan HEALTH EDUCATION FOR FAMILIES WITH DIABETES MELLITUS WITH INEFFECTIVE HEALTH MAINTENANCE NURSING PROBLEMS ABSTRACT Diabetes Mellitus is an increase in blood glucose levels from the normal fasting range of 80-90 mg/dl, or non-fasting range of 140-160 mg/dl. If diabetes mellitus is not treated quickly, it can cause complications such as blurred vision, heart disease, kidney disease, and skin and nerve disorders. The purpose of this study was to obtain an overview of the level of knowledge for patients about Diabetes Mellitus disease. The method in this case study uses pre test and post test by collecting assessment data and the results of filling out questionnaires given before education and after education, then comparing the results of pre test and post test for 1 day. After conducting health education on clients, the results of Mrs.F of the 24 questions given were able to answer 20 questions correctly, which means that the level of knowledge increased. In Mrs.S out of 24 questions given on the first day 9, on the second day 13, and on the third day 20. It can be concluded that health education about Diabetes Mellitus can increase knowledge for people with Diabetes Mellitus is very effective. Keywords: Diabetes Mellitus, Education, Level of Knowledge
PEMANTAUAN INTAKE OUTPUT CAIRAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN HIPERVOLEMIA Fedzel Albarokah; Fermata Sari; Masniati Arafah
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyakit ginjal kronik mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif. Penurunan fungsi ginjal mengakibatkan retensi air dan natrium yang selanjutnya menimbulkan hipervolemia. overload cairan yang dapat menimbulkan masalah Kesehatan lainnya bahkan dapat berujung pada kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan pemantauan Intake Output cairan untuk mencegah komplikasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mencegah overload cairan pada pasien Penyakit Ginjal Kronik dengan Hipervolemia. Metode : Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah subjek sebanyak 2 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dilakukan selama 3 hari pemantauan. Instrument yang digunakan yaitu Tabel pemantauan cairan, gelas ukur, timbangan berat badan, kalkulator untuk menghitung jumlah asupan cairan. Hasil : Setalah dilakukan pemantauan Intake Output cairan pada subjek terdapat adanya pengurangan edema pada wajah dan ekstremitas, sesak berkurang, keluhan sulit tidur berkurang dan pengetahuan subjek tentang jumlah asupan cairan dalam 24 jam meningkat. Kesimpulan : Penerapan pemantauan Intake Output cairan efektif dalam mencegah adanya komplikasi dan overload cairan pada pasien penyakit ginjal kronik.
PEMBERIAN KOMPRES TEPID SPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DEMAM TIFOID Salmiah salmiah; Lindesi Yanti; Weni Apriyani
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Demam tifoid merupakan penyakit saluran pencernaan dengan gejala hipertermia yang akan mengakibatkan terjadinya komplikasi seperti kejang, dehidrasi dan sinkope sehingga mengakibatkan tingginya angka kematian pada anak. Studi literatur ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pemberian kompres tepid sponge untuk menurunkan suhu tubuh pasien anak dengan demam tifoid. Metode yang digunakan dalam pengumpulan jurnal ini menggunakan google scholar, Researchgate, Garuda yang diterbitkan dari tahun 2018-2019. Kata kunci yang digunakan adalah “ tepid sponge”, “ hyperthermia ”, “ tifoid” sehingga diperoleh 5 artikel untuk di review. Berdasarkan 5 jurnal yang telah di review hasil yang didapat setelah melakukan identifikasi dan analisis pemberian terapi tepid sponge menunjukkan lebih efektif dalam penurunan suhu tubuh dikarenakan mekanisme vasolidatasi pembuluh darah perifer yang cepat karena kompres dilakukan di beberapa tempat yang memiliki pembuluh darah besar, seperti : pada frontalis, axila, abdomen, inguinalis. Simpulan pemberian Tepid Sponge dapat menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam tifoid. Disarankan agar perawat memberikan edukasi Tepid Sponge agar orangtua anak dapat mengerti dan melakukan kompres tepid sponge.
PENERAPAN POSISI LATERAL PADA PASIEN CHF (CONGESTIVE HEARTH FAILURE) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR DI RS TK II Dr AK GANI PALEMBANG Engga Putri Anjalni; Dwi Apriani; Tri Febrianti
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung merupakan salah satu kondisi patofisiologisnya jantung tidak mampu mempertahankan aliran darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan meskipun tekanan pengisian cukup, dengan penyakit gagal jantung akan mengganggu kualitas tidur, dan untuk mengatasi kualitas tidur itu dengan cara diberikan posisi lateral untuk memberikan gambaran tentang penerapan posisi lateral pada pasien chf untuk meningkatkan kualitas tidur. desain studi kasus ini penulis menggunakan metode deskriptif.: penggunaan terapi posisi lateral dalam kedua klien menunjukan pengukuraan skor yang dibuktikan hasil skor PSQI dimana Ny”N” sebelum diberikan terapi posisi lateral skornya 10( buruk) dan sesudah diberikan terapi posisi lateral hasil skornya 6(baik). dibuktikan bahwa setelah diberikan penerapn terapi posisi lateral secara bertahap, mampu menurunkan tingkat kualitas tidur kedua klien yang mengalami penyakit gagal jantung.
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MILITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAKRAYU PALEMBANG Tiven Afanda; M. Yamin; Aris Teguh Hidayat
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus ialah suatu penyakit metabolic jangka Panjang bisa disebabkan adanya beberapa keadaan. Ini juga ditandai adanya peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal system insulin tidak berfungsi. Tujuan Penelitian: Tujuan studi kasus ini adalah memberikan gambaran tentang Pendidikan Kesehatan keluarga tentang pencegahan resiko jatuh pada lansia diabetes militus. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan desain diskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan klien Diabetes Militus, data didapatkan melalui wawancara dan observasi dan dilakukan selama 2 kali pertemuan. Hasil: setelah dilakukan edukasi mengenai resiko jatuh, dari hasil evaluasi pada klien pertama dari 6 menjadi 9 dan pada klien kedua dari 4 menjadi 9 dihari kedua klien pertama dari 9 menjadi 10 dan pada klien kedua dari 7 menjadi 10. Kesimpulam: Dapat disimpulkan bahwa edukasi tentang pencegahan resiko jatuh pada lansia, dapat mengatasi kurangnya pengetahuan keluarga serta klien dan keluarga sudah mengetahui faktor penyebab terjadinya resiko jatuh seperti mengganti alat-alat rumah tangga yang sudah tua, memberikan tongkat kepada orang tua saat berolahraga, menghindari karpet yang licin, memastikan pencahayaan yang cukup dirumah, klien diabetes militus.
EDUKASI PENCEGAHAN BABYBLUES SYNDROME PADA IBU POSTPARTUM DENGAN MASALAH KEPERWATAN DEFISIT PENGETAHUAN Sentia Clourresa; Susanti Susanti; Leni Joice
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Periode postpartum merupakan keadaan dimana pada wanita setelah melahirkan mengalami perubahan termasuk dalam hal fisik, emosional, spiritual dan sosio-kultural. Wanita secara tiba-tiba mengalami perubahan ditandai dengan fluktasi emosi, rasa sakit selama proses pemulihan pasca melahirkan, kualitas tidur menurun akibat mengasuh bayi, dan merasa tidak menarik dihadapan suami. Tujuan penelitian ini memberikan edukasi pencegahan babyblues syndrome untuk meningkatkan pengetahuan pada ibu postpartum. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif untuk mengeksplorasi edukasi pencegahan babyblues syndrome dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan. Hasil penelitian terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum setelah dilakukan edukasi, pengetahuan responden 1 pre edukasi 58% dan post menjadi 83%, pengetahuan responden 2 pre edukasi 50% dan post edukasi menjadi 91%. Kesimpulan bahwa edukasi pencegahan babyblues syndrome ini dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat dilihat dari nilai skoring kuesioner edukasi. Disarankan pada penelitian ini perawat dapat memberikan edukasi pencegahan babyblues syndrome pada ibu postpartum untuk meningkatkan pengetahuan.
PENGARUH KONSEP SUSTAINED NATURAL APOPHYSEAL GLIDE MULLIGAN DAN LATIHAN SCAPULAR STABILIZATION DALAM MEREDAKAN SAKIT KEPALA POSTUR KEPALA DEPAN Muhamad Meirino; Dyah Esti Pranawengrum
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan, April 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah postur tubuh yang paling umum adalah postur kepala ke depan (FHP). Karena kita hidup di dunia yang menghadap ke depan, penggunaan komputer, TV, video game, trauma, dan bahkan ransel secara berulang-ulang telah memaksa tubuh untuk beradaptasi dengan postur kepala ke depan. Gerakan berulang ke arah tertentu akan memperkuat jalur saraf dan otot agar lebih mudah bergerak ke arah tersebut. Posisi abnormal ini juga menyebabkan banyak sakit kepala tegang, yang sering disebut sakit kepala cervicogenik. Untuk meningkatkan FHP, umumnya digunakan latihan yang bertujuan memperkuat fleksor serviks dalam dan meregangkan ekstensor serviks atas. Jull dkk. menyarankan bahwa latihan fleksi craniocervical beban rendah (CCFE) secara efektif melatih fleksor serviks dalam pada tahap awal rehabilitasi. Reid dkk. al telah memberikan bukti bahwa untuk pasien yang mengalami pusing cervicogenik kronis, sejumlah kecil perawatan terapi manual yang dikombinasikan dengan rekomendasi untuk melakukan latihan sederhana di rumah dapat membuat perbedaan yang signifikandalam jangka panjang. Mulligan Sustained Natural Apophyseal Glide (SNAGs) telah terbukti memiliki efek langsung dan berkelanjutan (selama 12 minggu) dalam mengurangi pusing, nyeri leher, dankecacatan yang disebabkan oleh disfungsi tulang belakang leher. Pelatihan stabilisasi skapula menghasilkan penggunaan otot serratus anterior dan trapezius atas yang paling terkontrol, dan membuatposisi skapula dan torakoskapular mendekati normal dari postur kepala ke depan.
PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN IAP PADA STABILITAS EXERCISE MENINGKATKAN KEMAMPUAN STABILITAS, FUNGSIONAL KASUS CERVICAL SPONDYLOTIC MYELOPATHY Muhamad Meirino; Devi Siswani; M.Hasan Azhari
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan, Oktober 2024
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cervical spondylotic myelopathy (CSM) merupakan penyakit degeratif progresif dan merupakan penyebab tersering dari spinal cord dysfunction. CSM dapat terjadi dari kompresi langsung pada spinal cord, atau pembuluh darah disekitarnya, dengan hasil yang berfariasi dalam berbagai gejala klinis. Spondylosis telah ditunjukkan sebagai etiologi paling umum untuk kasus cervical myelopathy pada orang yang berusia 55 tahun atau lebih. Prevalensi dan kejadian pada kasus cervical spondylitic myelopathy dilaporkan bervariasi karena beragamnya klasifikasi dari proses degenerative (Cohen,2015). Untuk mengetahui tingkat efektivitas pada penggunaan intervensi METS, IAP, dan neck stabilization exercise pada gangguan Cervical Spondylotic Myelopathy. Pengujian ini bersifat eksperimental dimana dibandingkan tingkat stabilitas dan fungsional sebelum dan sesudah treatment. Alat ukur berupa JOAscore untuk fungsional Intervensi yang digunakan berupa stability exercise seperti chin tuck exercise, Scapula retraction exercise, Penggunaan IAP intra abdominal pressure, Stretching pada otot-otot fleksor dan ekstensor dengan penggunaan metode MET muscle energy technique.
The Association Between Demographic Factors and Quality of Life in Indonesian Older Adults with Hypertension Attending Outpatient Unit Rosida; Nga Thi Thuy Nguyen; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Kesehatan: Volume 14, Issue 01, April 2025
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63323/jkes.v14i01.206

Abstract

Introduction: Aging process often results in functional declines in various bodily systems, one of which is the cardiovascular system. Hypertension is a major risk factor for cardiovascular diseases, characterized by an increase in systolic blood pressure > 140 mmHg and diastolic blood pressure > 90 mmHg. This aging process affects older adults and subsequently requires efforts to improve their quality of life in order to achieve well-being. Quality of life refers to an individual's perception of their position in life in relation to cultural and societal norms, values, goals, desires, standards, and interests. This study aims to examine which demographic variables are associated with the quality of life among older adults with hypertension in the outpatient unit of a private hospital. Method: The research employed a non-probability sampling method, specifically total sampling, with 32 respondents, using a cross-sectional approach based on pre-established inclusion and exclusion criteria. Results: The results indicated that demographic variables such as age (p-value 0.066), gender (p-value 0.593), employment status (p-value 1.000), education (p-value 0.057), marital status (p-value 0.295), income (p-value 1.000), and residence (p-value 0.238) were not significantly associated with the quality of life of older adults with hypertension. Conclusion: In conclusion, there were no significant associations between age, gender, employment status, education, marital status, income, and residence with the quality of life of older adults with hypertension in the outpatient unit.