cover
Contact Name
Pharmascience
Contact Email
dita.sandi@ulm.ac.id
Phone
+6285189393438
Journal Mail Official
jps@ulm.ac.id
Editorial Address
https://pharmascience.ulm.ac.id/index.php/pharmascience/about
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : https://doi.org/10.20527/jps.v13i1
Core Subject :
ournal of Pharmascience accepts scientific articles as original reasearch articles and review articles on pharmacy and health. Journal of Pharmascience publishes various scientific articles covering Pharmacy and Pharmaceutical Sciences in the field but not limited to: Clinical Pharmacy Community Pharmacy Pharmacology Natural Pharmacy Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Technology Pharmaceutical Management Pharmaceutical Education Apart from the topics above, the Journal of Pharmascience also accepts other manuscripts in the health field, such as: Validation and development of analytical methods for a variety of samples, including food Implementation and analysis of a variety of surveys related to medical therapy, disease, health procedures, and other aspects of health
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Kandungan Total Fenolik, Total Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Khoerul Anwar; Liling Triyasmono
Journal of Pharmascience Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5838

Abstract

ABSTRAK  Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tanaman mempunyai khasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah, menurunkan glukosa darah, dan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah mengkudu. Serbuk kering buah mengkudu dimaserasi menggunakan etanol 70%.  Analisis kualitatif fenolik dan flavonoid dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Penetapan kadar total fenolik menggunakan pereaksi Folin-ciocalteau dengan pembanding pirogalol. Kadar total flavonoid ditetapkan dengan pembanding rutin menggunakan pereaksi FeCl3. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan uji penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil analisis kualitatif menunjukkan adanya kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Kadar total fenolik pada ekstrak etanol buah mengkudu sebesar 14,44+0,82 mg ekivalen  pirogalol  (PE)/g  ekstrak, sedangkan kadar total flavonoid sebesar 5,69+0,21  mg ekivalen rutin (RE)/g ekstrak. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan IC50 ekstrak etanol buah mengkudu sebesar 104,73+4,56  µg/mL. Kata kunci: Morinda citrifolia, total fenolik, total flavonoid, antioksidan  ABSTRACT Noni (Morinda citrifolia L.) is one of the plants have properties to increase endurance, lower blood pressure, lowering blood glucose, and as an antibacterial. The aim of this study is to determine the total phenolic content, total flavonoids and antioxidant activity of ethanol extract of noni. Dry powder of noni fruit macerated using 70% ethanol. Qualitative analysis of total phenolic and total flavonoid was done by thin layer chromatography (TLC). Total phenolic assay used Folin-ciocalteau reagent by pyrogallol as comparison. Levels of total flavonoids determined by comparison to the rutin use of FeCl3 reagent. The antioxidant activity was determined by 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). The results of the qualitative analysis showed that it contains phenolic compounds and flavonoids. Total phenolic content of the ethanol extract of noni at 14.44+0.82 mg pyrogallol equivalent (PE) / g extract, while the total flavonoid content of 5.69+0.21 mg equivalent routine (RE) / g extract. The test results of antioxidant activity with DPPH method showed IC50 ethanol extract of noni of 104.73+4.56 µg / mL.Key words: Morinda citrifolia, total phenolic, total flavonoids, antioxidant
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) Irvan Ipand; Liling Triyasmono; Budi Prayitno
Journal of Pharmascience Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5839

Abstract

ABSTRAK  Tumbuhan kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) merupakan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional seperti penurun panas dan anti diare. Tumbuhan kajajahi telah diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan sifat sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun kajajahi. Penelitian ini bersifat eksperimental. Sampel yang digunakan adalah daun kajajahi yang berasal dari desa Hulu Banyu Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu sungai Selatan. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri didasarkan pada kemampuan flavonoid membentuk kompleks dengan AlCl3 sedangkan Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kajajahi sebesar 6,14 ± 0,193 mg/g kuersetin dan aktivitas antioksidan sebesar  IC50  455,570 ppm. Sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan lemah.Kata kunci : Leucosyke capitellata Wedd, Antioksidan, DPPH,Flavonoid Total ABSTRACT Kajajahi Plant (Leucosyke capitellata Wedd.) a potent plant that may act as a traditional medicine such as antifever and anti-diarrhea. Kajajahi plant known contain flavonoid compounds that have properties as free-radical scavengers. The Purpose of this study was to determine the total flavonoid content and antioxidant activity of kajajahi leaves ethanol extract. The design of this research is experimental. The sample were kajajahi leaves from Hulu Banyu, Loksado, Hulu sungai Selatan.  The determination of total flavonoids done by spectrophotometry based on the ability of flavonoids to form complexes with AlCl3 while The antioxidant activity determined using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Results of this study showed the total flavonoid content of kajajahi leaves ethanol extract was 6.14  ± 0,193 mg/g of  quercetin and antioxidant of IC50 455.570 ppm. Which, may be classified as weak antioxidant. Keywords: Leucosyke capitellata Wedd, Antioxidant, DPPH, Total Flavonoids
Efektivitas Edukasi Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Pengetahuan dan Kontrol Glikemik Rawat Jalan di RS Anwar Medika Khurin In Wahyuni; Antonius Adji Prayitno; Yosi Irawati Wibowo
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6069

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin , kerja insulin atau kedua-duanya. Semakin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan pada dekade terakhir di bidang DM maka edukasi dianggap sebagai cara yang terpenting dalam perawatan pasien DM. Edukasi merupakan salah satu pilar pengelolaan DM yang bertujuan memberikan pengetahuan mengenai penyakit, pencegahan, penyulit dan penatalaksanaan diabetes kepada pasien dan keluarga. Farmasis merupakan salah satu tenaga kesehatan yang turut memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan pengetahuan pasien terhadap pengobatan salah satunya melalui pemberian edukasi. Penelitian ini menggunakan One – Group Pre test-Post test Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dari perbedaan nilai pengetahuan dan glikemik kontrol sebelum dan sesudah pemberian edukasi pada pasien rawat jalan RS Anwar Medika dari Januari-Maret 2018 dengan sampel 117 pasien Pengukuran peningkatan skor pengetahuan diukur dengan kuesioner pengetahuan, glikemik kontrol diukur dengan penurunan nilai GDA. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon signed rank menunjukkan terdapat perbedaan nilai pengetahuan dan glikemik kontrol dengan signifikansi sebesar 0.000 (p<0,005) sehingga dalam hal ini edukasi dapat berperan penting dalam peningktan pengetahuan dan glikemik kontrol Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi, Pengetahuan, Glikemik kontrol, Pasien Rawat Jalan   ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with characteristics of hyperglycemia that occur due to abnormal insulin secretion, insulin action or both. The more dvanced technology and science in the last decade in the field of DM, education is considered as the most important way in the care of DM patients. Education is one of the pillars of DM management which aims to provide knowledge about disease,prevention,complication and management of diabetes to patients and families. Pharmacist is one of the health workers who has responsibility in increasing the patient’s knowledge of treatment, one of which is through the provision of education. This research uses One – Group Pre Test Post Test Design. This study aims to determine the effectiveness of education from differences in the value of knowledge and glycemic control before and after giving education to outpatients in Anwar Medika Hospital from January to March 2018 with a sample of 117 patients. With a decrease in GDA value. Quantitative analysis carried out using the Wilcoxon signed rank test showed there were differences in the value of knowledge and glycemic control with a significance of 0.000 (p < 0.005) so that in this case education could play an important role in increasing knowledge and glycemic control. Keywords: Diabetes Mellitus, Education, Knowledge, Glycemic control, Outpatient 
Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Jeruk Siam Banjar (Citrus reticulata) Terhadap Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Dwi Rizki Febrianti; Yugo Susanto; Rakhmadhan Niah; Siti Latifah
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6070

Abstract

ABSTRAK Jeruk siam yang berkembang di Kalimantan Selatan telah dikukuhkan menjadi varietas unggul nasional dengan nama jeruk siam Banjar. Kulit jeruk belum dimanfaatkan secara optimal hanya dibuang sebagai limbah. Kulit jeruk mengandung beberapa senyawa salah satunya mengandung senyawa aktif minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar (Citrus reticulata) terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. metode penarikan minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar menggunakan metode destilasi air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar diperoleh sebanyak 10 mL (0,58%), berwarna kuning, aroma khas jeruk, bentuk cair, rasa getir dan tidak ada noda transparan. Hasil penelitian uji aktivitas menunjukkan minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar dapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Pada volume 50 µL, 75 µL, dan 100 µL minyak atsiri kontrol positif (ciprofloxacin) sedangkan kontrol negatif (aqua pro injection). diameter zona bening disekitar cakam  dengan rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan beturut-turut 3,55 mm, 4,54 mm, 5,14 mm, 22,38 mm, dan 0 mm. Kata kunci: Kulit jeruk siam Banjar (Citrus reticulata), Minyak atsiri,  Pseudomonas aeruginosa. ABSTRACT Jeruk siam that develop in South Kalimantan have been confirmed as national superior varieties by the name of jeruk siam banjars. Citrus skin has not been used optimally only as waste. Orange peel contains several compounds, one of which contains active compounds of essential oils. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of essential oils of jerk siam banjars skin (Citrus reticulata) to the growth of Pseudomonas aeruginosa. method of withdrawal of jeruk siam banjars essential oil using a water distillation method. Antibacterial activity test was carried out using the disc diffusion method against the bacterium Pseudomonas aeruginosa. The results showed that 10 mL (0.58%) of essential oil from the jeruk siam banjars, yellow, orange aroma, liquid form, bitter taste, and no transparent stains. The results of the activity test showed that the essential oil of the skin of the jeruk siam banjars could inhibit the growth of the bacterium Pseudomonas aeruginosa. At the volume of 50 µL, 75 µL, and 100 µL of essential oil control positive (ciprofloxacin) while the negative control (aqua pro injection). the diameter of the clear zone around the paper disk with the average diameter of the inhibition zone produced was 3.55 mm, 4.54 mm, 5.14 mm, 22.38 mm and 0 mm respectively.Keywords: jeruk siam banjar (Citrus reticulata), essential oil, Pseudomonas aeruginosa.
Evaluasi Pelayanan Resep Berdasarkan Pelaksanaan Standar Kefarmasian di Apotek Tempat Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Kota Yogyakarta Chynthia Pradiftha Sari; Okti Ratna Mafruhah; Rizki Nurul Fajria; Alia Meta
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6071

Abstract

ABSTRAK    Pemerintah Indonesia menetapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek berupa Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 35 tahun 2014, secara keseluruhan evaluasi terhadap pelayanan kefarmasian di apotek belum mencapai skor maksimal. Pada pelayanan resep kajian administrative dan penyampaian konseling obat jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan standar kefarmasian dalam pelayanan resep di apotek tempat PKPA wilayah Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah desktiptif observasional dengan rancangan potong lintang melibatkan 4 area apotek diwilayah Yogyakarta dengan total 108 resep yang diamati, 77 resep yang dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi, dan wawancara dengan apoteker pengelola apotek sejumlah 10 apoteker dan 11 TTK (tenaga teknis kefarmasian). Data hasil lembar observasi dianalisis dengan statistik deskriptif menggunakan Microsoft Excel, kemudian disimpulkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan, dalam melakukan pelayananan resep berupa pengkajian resep, peracikan dan pengemasan obat, serta penyerahan obat di tempat PKPA dilakukan oleh apoteker dan TTK, dengan rincian persentase rata-rata pengkajian resep oleh apoteker (77,84%) dan TTK (22,16%), peracikan dan pengemasan 64,99% dilakukan apoteker dan 35,01% dilakukan TTK, penyerahan obat 67,19% dilakukan apoteker dan 32,81% dilakukan TTK. Pelaksanaan standar kefarmasian dalam melakukan pelayanan resep terdapat aspek yang tidak dilakukan terkait pemeriksaan data (berat badan, tinggi badan, riwayat keluarga, riwayat penyakit, riwayat pengobatan, dan alergi) dan pemberian informasi obat (efek samping obat, cara penyimpanan, makanan dan minumamn yang harus dihindari). Kata Kunci: Standar pelayananan Kefarmasian, evaluasi pelayanan resep, apotekABSTRACT                The Indonesian government has set a pharmaceutical service standard in the pharmacy in the form of Minister of Health Regulation (PMK) Number 35 of 2014, as a whole the evaluation of pharmacy services at the pharmacy has not yet reached the maximum score. In prescription services administrative studies and delivery of drug counseling are rarely done. The purpose of this study was to evaluate the implementation of pharmaceutical standards in prescription services at the PKPA place in Yogyakarta. The research method used was observational desktiptif with a cross-sectional design involving 4 pharmacy areas in the Yogyakarta region with a total of 108 prescriptions observed, 77 prescriptions being used as research samples. Data collection was carried out by filling out the observation sheet, and interviewing pharmacists managing pharmacies with 10 pharmacists and 11 TTK (pharmaceutical technical personnel). Data from the observation sheet were analyzed by descriptive statistics using Microsoft Excel, then concluded in the form of a percentage. The results showed, in conducting prescription services in the form of prescription studies, compounding and packaging of drugs, and the delivery of drugs at the PKPA site conducted by pharmacists and TTK, with a detailed percentage of prescription studies by pharmacists (77.84%) and TTK (22, 16%), compounding and packaging 64.99% were carried out by pharmacists and 35.01% were performed TTK, drug delivery 67.19% was carried out by pharmacists and 32.81% were carried out TTK. The implementation of pharmaceutical standards in prescribing services contained aspects that were not carried out related to examining data (weight, height, family history, disease history, medical history, and allergies) and providing drug information (drug side effects, methods of storing, food and drinking). must be avoided).  Keyword: Pharmaceutical service standards, prescription service evaluation, pharmacy
Evaluasi Model Intervensi Apoteker Terhadap Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Obat Pada Ibu Rumah Tangga Di Bantaran Sungai Kemuning Banjarbaru Valentina Meta Srikartika; Difa Intannia
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6072

Abstract

ABSTRAK Praktik pengobatan sendiri atau swamedikasi di Kalimantan Selatan relatif tinggi. Masyarakat pelaku swamedikasi sangat rentan menggunakan obat tidak rasional disebabkan tidak adanya pemberian informasi penggunaan obat yang benar. Beberapa metode dapat diimplementasikan sebagai sarana Apoteker untuk mengedukasi masyarakat terkait penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga di daerah bantaran sungai Kemuning Banjarbaru akan penggunaan obat setelah diberikan intervensi oleh Apoteker dalam bentuk CBIA dan booklet. Penelitian ini merupakan penelitian non-ekperimental dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan terhadap 33 responden kelompok CBIA dan 30 responden kelompok booklet. Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi diukur dengan menggunakan kuisioner. Rata-rata skor pretest kelompok CBIA dan booklet adalah 3.67 dan 5.43, sedangkan rata-rata skor post-test kelompok CBIA dan booklet adalah 6.87 dan 8.97 (p<0.01). Perbandingan rata-rata peningkatan skor pengetahuan setelah intervensi CBIA adalah 3.21 ± 2.47 dan booklet adalah 3.53 ± 1.89 (p=0.567). Dapat disimpulkan bahwa model intervensi CBIA dan booklet dapat meningkatkan pengetahuan penggunaan obat secara signifikan, dan kedua metode tersebut sama baiknya untuk digunakan sebagai metode intervensi apoteker dalam meningkatkan pengetahuan pasien akan pengobatan. Kata kunci: CBIA, booklet, pengetahuan, obat, Apoteker  ABSTRACT The self-medication practice in South Kalimantan is relatively high. People who are self-medicated are very vulnerable to irrational drug use because there is no provision of information on the correct drug use. Several methods can be implemented by pharmacists to educate the public regarding drug use. This study aims to evaluate the increase in drug use knowledge of housewives in the Kemuning riverbank area of Banjarbaru after being given intervention by Pharmacists in the form of CBIA and booklets. This research is a non-experimental study with a cross-sectional research design conducted on 33 CBIA group respondents and 30 respondents booklet groups. The level of knowledge before and after the intervention was measured using a questionnaire. The average pretest scores of CBIA and booklet groups were 3.67 and 5.43, while the average post-test scores of CBIA and booklet groups were 6.87 and 8.97 (p <0.01). Comparison of the average increase in knowledge score after CBIA intervention was 3.21 ± 2.47 and the booklet was 3.53 ± 1.89 (p = 0.567). It can be concluded that CBIA and booklet intervention models can significantly improve knowledge of drug use, and both methods are equally good for use as pharmacist intervention methods in increasing patient knowledge of treatment. Keywords: CBIA, booklet, knowledge, medicine, pharmacist
Review: Aktivitas Farmakologi Dan Perkembangan Produk Dari Lidah Buaya (Aloe vera L.) Dian Kurnia; Prima Happy Ratnapuri
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6073

Abstract

ABSTRAK      Lidah buaya (Aloe vera L.) diketahui mengandung banyak senyawa kimia alami, seperti antrakuinon, asam amino, acemannan, aloesin, glukomanan yang bertanggungjawab memberikan efek teraupetik yang bermanfaat dalam dunia farmasi. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait aktivitas farmakologi dan perkembangan produk dari lidah buaya dalam bidang farmasi. Pada Review artikel ini data yang disajikan diperoleh dari literatur online berupa jurnal dan artikel ilmiah publikasi lokal maupun internasional dan literatur offline berupa buku dan ­e-book. Diketahui bahwa lidah buaya memiliki berbagai aktivitas farmakologi yaitu sebagai antiinflamasi, berperan dalam penyembuhan luka, antibakteri, antifungi, antivirus, antioksidan, antikanker, antitumor, antikolesterol, dan antiulcer. Penggunaan lidah buaya dalam produk farmasi juga telah mengalami perkembangan diantaranya yaitu sediaan nano partikel, tablet, suppositoria, gel dan krim.  Kata Kunci— Aloe vera L., Aktivitas farmakologi, Perkembangan produk  ABSTRACT Aloe vera L. contains many natural chemical compounds, such as anthraquinone, amino acids, acemannan, aloesin, glucomannan which are responsible for providing therapeutic effects that are useful in pharmaceutical. The aims of this review is to provide information about pharmacological activities and products development of Aloe vera. In this article review, online and offline literatures were used. Online literature such us journals and articles obtained from local and international, while the offline literature such us books and e-books. It is known that aloe vera has a variety of pharmacological activities, that act as antiinflammatory, wound healing, antibacterial, antifungal, antiviral, antioxidant, anticancer, antitumor, anticholesterol, and antiulcer. Pharmaceutical products of Aloe vera also have been developed such us nanoparticles products, tablets, suppositories, gels and creams.  Keywords— Aloe vera L., Pharmacological activities, Products development
Aktivitas Tabir Surya Sediaan Krim dan Lotion Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas comosus L.Merr) Elya Zulfa; M. Fatchurrohman
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6074

Abstract

ABSTRAK             Kulit buah nanas mengandung flavonoid dan terbukti memiliki aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya krim dan lotion ekstrak etanol kulit buah nanas (EEKBN) dengan menilai SPF sediaan. Krim dan lotion dibuat dalam 3 formula berdasarkan variasi konsentrasi ekstrak FI (15,0 %), FII (17,5 %), FIII (20,0 %), kontrol basis, dan kontrol positif digunakan sediaan tabir surya yang ada dipasaran. Krim yang diperoleh dilakukan pengujian aktivitas tabir surya dengan melihat nilai SPF. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai SPF ketiga formula krim berturut-turut 20,97, 24,32 dan 25,75, sedangkan pada sediaan lotion berturut-turut memiliki nilai SPF sebesar 9,796, 11,589 16,268. Jika dibandingkan dengan kontrol (+) ketiga formula krim dan lotion memiliki nilai SPF yang tidak setara (Sig<0,05). Kata Kunci: krim, lotion, kulit buah nanas, flavonoid, SPF  ABSTRACT Pineapple skin contains flavonoids and is proven to have sunscreen activity. This study aims to determine the activity of cream sunscreen and pineapple peel (EEKBN) ethanol extract lotion by assessing the preparation of SPF. Creams and lotions were made in 3 formulas based on variations in FI extract concentrations (15.0%), FII (17.5%), FIII (20.0%), base control, and positive control used in the market. The cream obtained was tested for sunscreen activity by looking at the SPF value. The data obtained were analyzed using ANOVA 95% confidence level. The results showed that the SPF values of the three cream formulas were 20.97, 24.32 and 25.75 respectively, while in the lotion preparations respectively had an SPF value of 9,796, 11,589 16,268. When compared to the control (+) the three cream and lotion formulas had unequal SPF values (Sig <0.05). Keywords: cream, lotion, pineapple skin, flavonoid, SPF
Potensi Antioksidan Vitex pinnata Linn Secara In Vivo Fatmaria Fatmaria; Angeline Novia Toemon; Trilianty Lestarisa; Dian Mutiasari; Dian Tri Yeni
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6075

Abstract

ABSTRAK Stres oksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan antioksidan dimana kadar radikal bebas lebih tinggi dibandingkan antioksidan. Di dalam tubuh, radikal bebas bersifat toksik dan dapat menimbulkan kerusakan sel. Senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan diperlukan untuk menangkal radikal bebas. Kulit batang laban (Vitex pinnata Linn) mengandung flavonoid dan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan potensi antioksidan kulit batang laban dalam menurunkan kadar malondialdehida (MDA) dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Metode penelitian sebagai berikut tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok antara lain kelompok normal, kelompok negatif (DMBA 20mg/kg BB), kelompok uji I (DMBA 20mg/kg BB dan ekstrak kulit batang laban 150mg/kg BB), kelompok uji II (DMBA 20 mg/kg BB dan ekstrak kulit batang laban 300mg/kg BB), kelompok uji III (DMBA 20mg/kg BB dan ekstrak kulit batang laban 600mg/kg BB). Pengukuran kadar MDA serum dan aktivitas SOD dilakukan setelah 30 hari pemberian perlakuan. Hasil yang diperoleh ekstrak kulit batang laban dosis 150mg/kg BB, 300mg/kg BB dan 600mg/kg BB secara signifikan dapat menurunkan kadar MDA sebesar 13,30%, 21,26%, 29,53%. Ekstrak kulit batang laban dosis 150mg/kg BB, 300mg/kg BB dan 600mg/kg BB secara signifikan dapat meningkatkan aktivitas SOD sebesar 64%, 72,31%, 77,50%. Hal ini menunjukkan ekstrak kulit batang laban memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid yang dapat mendonorkan atom hidrogen ke radikal bebas yang bersifat reaktif karena memiliki satu elektron tidak berpasangan sehingga mengurangi pembentukan radikal bebas seperti MDA dan meningkatkan aktivitas SOD. Kata kunci: Vitex pinnata, superoksida dismutase, malondialdehida, antioksidan, DMBA ABSTRACT Oxidative stress is a condition of an imbalance between the production of free radicals and demand of antioxidant. Free radicals are toxic and can cause cell damage. Antioxidant are compounds that can scavenging free radicals. Vitex pinnata Linn contain flavonoid compounds as antioxidant. The objective of research is proved antioxidant activity of Vitex pinnata Linn in decrease malondialdehyde (MDA) and increase activity of superoxide dismutase (SOD). The method as follows: Wistar rats were divided into 5 groups including normal group, negative group (DMBA dose of 20mg/kg body weight), group I test (DMBA dose of 20mg/kg body weight and extract Vitex pinnata dose of 150mg/kg body weight), group II test (DMBA dose of 20mg/kg body weight and extract Vitex pinnata dose of 300mg/kg body weight), group III test (DMBA dose of 20mg/kg body weight and extract Vitex pinnata dose of 600mg/kg body weight). The results obtained extract Vitex pinnata dose of 150mg/kg body weight, 300mg/kg body weight, 600mg/kg body weight significantly decreased MDA levels by 13,30%, 21,26%, 29,53%. Extract Vitex pinnata dose of 150mg/kg body weight, 300mg/kg body weight, 600mg/kg body weight significantly increased SOD activity by 64%, 72,31%, 77,50%. This shows that extract Vitex pinnata has an antioxidant activity because contain flavonoid compounds that can donate hydrogen atoms to free radicals which have one unpaired electron thus decreasing the production of MDA and increasing SOD activity. Keywords: Vitex pinnata, superoxide dismutase, malondialdehyde, antioxidant, DMBA
Perbandingan Efektivitas Terapi Zink dengan Tanpa Zink Pada Pasien Diare Anak Rawat Inap Di RSD Idaman Kota Banjarbaru Helmina Wati; Satrio Wibowo Rahmatullah; Muhamad Hepriatna
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6076

Abstract

ABSTRAK             Diare merupakan masalah utama  kesehatan masyarakat, WHO dan UNICEF merekomendasikan penatalaksanaan diare pada pasien anak dengan penambahan suplemen zink. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas terapi Zink dengan Tanpa zink terhadap pasien anak di rawat inap rumah sakit Idaman Banjarbaru. metode penelitian menggunakan dekriptif cross sectional dengan studi retrospektif. penelitian ini menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok I, pasien yang mendapatkan terapi standar tanpa diberikan zink, kelompok II, pasien yang mendapatkan terapi standar dengan pemberian zink. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktu diare pada kelompok I selama 3 hari dibandingkan dengan kelompok II selama 4.4 hari. Hasil Spps menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok I dan kelompok II (p<0,05). Kata kunci : Diare, Zink, tanpa Zink  ABSTRACT Diarrhea is a major public health problem, WHO and UNICEF recommend management of diarrhea in pediatric patients with the addition of zinc supplements. This study aims to determine the comparison of the effectiveness of Zink therapy with no zinc on pediatric patients inpatient in Banjarbaru ideal hospital. The research method uses cross sectional descriptive with a retrospective study. This study used 2 groups, group I, patients who received standard therapy without zinc, group II, patients who received standard therapy with zinc. The results showed that the average length of time for diarrhea in group I was 3 days compared to group II for 5 days. The Spps results stated that there were significant differences between group I and group II (p <0.05). Keyword: Diarrea, Zink, Without Zink 

Page 11 of 37 | Total Record : 362