cover
Contact Name
Dr. Ismail, S.Ag., M.Pd.I
Contact Email
jspai@iaialkhairat.ac.id
Phone
+6281937300656
Journal Mail Official
jspai@iaialkhairat.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan Jl. Palenggaan (Palduding) Email: jspai@iaialkhairat.ac.id Phone: (0234) 3515042 Fax. 3515024 Pamekasan, Jawa Timur, 69362
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 31235441     DOI : https://doi.org/10.32806/jspai.v2i1.1654
Core Subject :
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam (JSPAI) adalah Jurnal ilmiah dengan ISSN 3123-5441 yang memuat kajian-kajian akademik, teoretis maupun praktis, dalam bidang pendidikan agama Islam. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada Bulan Maret dan September oleh Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan yang bekerjasama dengan LP2M IAI Al-Khairat pamekasan, yang memiliki fokus terhadap pengembangan studi keislaman, khususnya dalam konteks pendidikan. Tujuan utama jurnal ini adalah menjadi wadah publikasi bagi para akademisi, Mahasiswa, peneliti, guru, dan praktisi pendidikan untuk mempublikasikan hasil penelitian, kajian pustaka, maupun pengembangan model dan strategi pembelajaran yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam (PAI). Ruang lingkup kajian jurnal ini mencakup Pendidikan Agama Islam (PAI) yang meliputi filsafat, kurikulum, metode, media, penilaian, lingkungan, pendidik, dan peserta didik pada lembaga pendidikan formal (madrasah, sekolah, perguruan tinggi), nonformal (pesantren, madrasah diniyah), serta informal (keluarga dan masyarakat). Kajian dapat dilakukan dari perspektif filosofis, sosiologis, psikologis, pedagogis, yuridis, maupun teknologis. Naskah artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa yang diutamakan. Jurnal ini menerapkan proses peer-review yang ketat untuk menjamin kualitas ilmiah serta mendukung pengembangan keilmuan PAI yang adaptif, moderat, dan berwawasan global.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Implementasi Model Pendidikan Islam Multikultural sebagai Strategi Pencegahan Kekerasan dalam Lingkungan STAI Al-Furqan Makassar Muhammad Tang; Nur Syarifuddin; Muh Natsir
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i1.911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pendidikan Islam multikultural sebagai strategi pencegahan kekerasan di lingkungan kampus STAI Al-Furqan Makassar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kekerasan dalam bentuk fisik, verbal, dan simbolik di ruang akademik, terutama dalam era Society 5.0 yang ditandai dengan interaksi sosial yang tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Pendekatan multikultural berbasis nilai-nilai budaya lokal Bugis-Makassar, khususnya sipakatau, menjadi fondasi dalam membangun karakter mahasiswa yang toleran, inklusif, dan berakhlak mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sipakatau, seperti saling menghargai, menasehati, gotong royong, kasih sayang, menopang, menghormati hak asasi, dan menjaga kebersihan telah berhasil diinternalisasi melalui strategi uswah hasanah, pembiasaan, penguatan, kajian rutin, dan penugasan. Proses implementasi ini memperkuat budaya damai dan menurunkan potensi konflik antar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam multikultural yang diintegrasikan dengan nilai budaya lokal memiliki efektivitas tinggi dalam membentuk ekosistem kampus yang aman, harmonis, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis terhadap pengembangan model pendidikan Islam berbasis multikultural dan kearifan lokal dalam rangka membangun peradaban yang damai dan adil. Model ini layak diadaptasi oleh lembaga pendidikan tinggi Islam lainnya di Indonesia.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Humanistik dalam Meningkatkan Spiritualitas Santri di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Ach. Sahrowi; Surdi Harianto; Ach. Sayyi
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i1.912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan pembelajaran berbasis humanistik dalam meningkatkan spiritualitas santri di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari isu global tentang krisis spiritualitas akibat dominasi materialisme dan pendekatan pendidikan modern yang cenderung menekankan aspek kognitif semata. Dalam konteks Indonesia, upaya penguatan karakter dan spiritualitas melalui pendidikan formal sering kali tidak berjalan secara internal dan berkelanjutan. Pesantren, dengan pendekatan pendidikan yang holistik, muncul sebagai alternatif penting dalam menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap elemen-elemen pendidikan di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren ini telah menerapkan pendekatan humanistik secara konsisten, ditandai dengan relasi pendidik-santri yang dialogis, penguatan nilai-nilai spiritual melalui keteladanan, serta pembelajaran yang memberi ruang bagi pengembangan potensi santri secara menyeluruh—baik kognitif, afektif, maupun spiritual. Temuan ini memperkuat relevansi teori humanistik dari Abraham Maslow dan Carl Rogers, bahwa aktualisasi diri dan pembelajaran bermakna hanya dapat tercapai dalam lingkungan yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren dapat berperan strategis dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional dan mengintegrasikannya dalam pendekatan pendidikan yang adaptif dan transformatif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan Islam berbasis humanistik dan menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan pendidikan berbasis nilai di lingkungan pesantren maupun lembaga pendidikan Islam lainnya.
Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama dan Nilai Budaya Lokal di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lamongan Ahmad Hanif Fahruddin; Indhra Musthofa; Hepi Ikmal
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i1.913

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran pendidikan Islam berbasis moderasi beragama dan nilai budaya lokal di MTsN 1 Lamongan sebagai respons terhadap tantangan intoleransi dan lunturnya identitas budaya di era global dan Society 5.0. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model ini dirancang dengan mengintegrasikan nilai-nilai moderasi seperti tawasuth, tasamuh, dan i’tidal ke dalam konteks budaya lokal Lamongan seperti tradisi kupatan, haul, selamatan, dan Grebeg Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku moderat siswa serta memperkuat identitas mereka terhadap budaya Islam lokal. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan wawancara terhadap siswa kelas VII dan VIII. Sebanyak 85% siswa menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya toleransi dan keberagaman, serta 78% siswa mengaku lebih menghargai nilai-nilai budaya lokal. Implementasi model juga melibatkan kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan pada pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman langsung. Penelitian ini memperkaya kajian teoritis tentang integrasi antara nilai agama dan budaya lokal serta memberikan kontribusi praktis berupa model pembelajaran kontekstual yang dapat direplikasi di madrasah lain di Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran berbasis moderasi beragama dan budaya lokal tidak hanya relevan untuk konteks lokal Lamongan, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam membangun pendidikan Islam yang damai, inklusif, dan responsif terhadap tantangan multikultural di tingkat nasional.
Integrasi Konsep Ta'dib dalam Pengembangan Teori Pembelajaran: Perspektif Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas Masrufah Masrufah; Ulfiyatus Sholihah; Mufiqur Rahman
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i1.925

Abstract

Fenomena degradasi moral dan disorientasi nilai dalam sistem pendidikan modern mendorong perlunya rekonseptualisasi teori pembelajaran Islam berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep ta’dib yang dikembangkan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas ke dalam kerangka teori pembelajaran modern sebagai upaya membangun pendidikan yang holistik dan transformatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang berfokus pada karya-karya al-Attas serta kajian akademik terkait pendidikan Islam dan teori pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ta’dib, yang menekankan kesatuan antara ilmu, adab, dan spiritualitas, memiliki relevansi tinggi untuk mengisi kekosongan etis dalam paradigma pembelajaran kontemporer. Integrasi ta’dib memperkaya teori pembelajaran seperti konstruktivisme, kognitivisme, behaviorisme, dan humanisme, dengan memberikan dasar nilai dan orientasi transendental. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kerangka konseptual dan aplikatif dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran di era digital dan Society 5.0, serta memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan insan beradab (al-insān al-ṣāliḥ) yang seimbang secara intelektual, moral, dan spiritual.Kata Kunci: Integrasi, Ta’dib, Teori pembelajaran
Pendekatan Spiritual Islam sebagai Upaya Preventif Gangguan Mental Santri Era Society 5.0 di Madrasah Diniyyah Tanwirul Qulub Pamekasan Roro Nofita Nofi; Imaniyatul Fithriyah
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i1.1036

Abstract

This study aims to formulate a model of Islamic spiritual approach as a preventive effort against mental health disorders among students (santri) at Madrasah Diniyyah Tanwirul Qulub Pamekasan in the context of Society 5.0. The increasing psychological pressure faced by santri stemming from academic demands, adaptation to the pesantren environment, and uncontrolled use of digital technology serves as the key background of this research. Employing a qualitative-descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed thematically. Findings indicate several symptoms of mental disorders such as anxiety, insomnia, overthinking, and decreased learning motivation. However, various Islamic spiritual practices, including dhikr (remembrance of God), tazkiyatun nafs (soul purification), Sufi-oriented studies, and the active involvement of kiai and ustadz as spiritual mentors, have been proven effective in stabilizing the emotional condition of the students. Based on these findings, the study proposes a Preventive Islamic Spiritual Approach Model consisting of five core components: integration of worship and spiritual counseling, habitual dhikr and soul purification, Islamic digital mindfulness, the role of psycho-spiritual mentors, and a spiritually supportive environment. This model is contextually relevant, adaptive to the challenges of Society 5.0, and potentially replicable in other Islamic boarding schools. The study contributes conceptually to strengthening mental health based on Islamic values and opens new perspectives for transformative Islamic education in addressing the psychosocial challenges of the younger generation.
Internalisasi Nilai Pendidikan Islam dalam Menumbuhkan Kesadaran Multikultural Siswa: Studi Kasus di MAN 1 Pamekasan Abdul Halim
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i2.1390

Abstract

This study aims to analyze the process of internalizing Islamic education values in fostering students' multicultural awareness at MAN 1 Pamekasan. Using a qualitative case study design, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with 13 informants (the principal, teachers, and students), and documentation studies of lesson plans, policies, and activity archives. The findings reveal that the internalization occurs effectively through integrative and reflective strategies that go beyond the formal curriculum, where teachers act as transformative murabbis (educators) who connect maqashid sharia principles with the context of diversity. The co-curricular ecosystem functions as a social laboratory for practicing values such as shura (deliberation) and ‘adl (justice). Consequently, the transformation of students' awareness progresses from passive tolerance to active roles as peacebuilding agents. This research yields a conceptual framework called the Maqashid-based Integrative Internalization Model (MIIM), which synthesizes four pillars: maqashid as a theological foundation, the integration of Islamic, national, and local wisdom values, critical-reflective learning, and structured action spaces. This model offers a contextual operational framework for madrasahs and other Islamic educational institutions to strengthen their contribution in building social cohesion within pluralistic societies.
Pendidikan Islam Berbasis Adab Dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter Kontemporer Khairul Abdillah Harahap; Nelly Setia Wati
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i2.1394

Abstract

This study examines the concept of Islamic education as articulated by Imam al-Zarnuji in Ta’lim al-Muta’allim and analyzes its relevance to contemporary Islamic education. The purpose of this study is to systematically map educational goals, the roles of teachers and students, and the ethical foundations of learning formulated by al-Zarnuji in response to moral and character-related challenges in modern education. This research employs a qualitative descriptive approach with a library research design. Primary data are derived from Ta’lim al-Muta’allim, while secondary data are obtained from various scholarly works on Islamic education and character education, which are analyzed using content analysis techniques.The findings indicate that al-Zarnuji conceptualizes education as a holistic process oriented toward moral development, spiritual closeness to Allah, and the social usefulness of knowledge. Knowledge is understood not as an end in itself, but as a means of worship that must be grounded in sincere intention and proper conduct (adab). Students are positioned as active moral agents who are required to cultivate perseverance and self-discipline, whereas teachers are regarded as primary moral exemplars whose authority is rooted in ethical and spiritual integrity. Learning ethics such as sincerity, respect for knowledge and teachers, and consistency constitute the foundation of educational success. This study affirms the continued relevance of al-Zarnuji’s educational thought for strengthening character education within contemporary Islamic education.
Meaning Resilience dalam Perspektif Pendidikan Islam Telaah Konseptual di Tengah Krisis Eksistensial Modern Rizkiah Kasim; Muh. Mukmin Passa; Patma Patma
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i2.1396

Abstract

The development of modern society, characterized by technological advances, rapid social change, and the dominance of instrumental rationality, has given rise to an existential crisis in the form of a void in the meaning of life, especially among the younger generation. This condition poses a serious challenge to the world of education, which tends to be oriented towards cognitive achievement and academic performance, while the dimension of the meaning of life receives less attention. This study aims to examine and conceptualize meaning resilience as a response to the existential crisis from the perspective of Islamic education. This study uses a qualitative approach with a literature review through conceptual analysis and content analysis of various literature relevant to the themes of meaning of life, resilience, and Islamic education. The results of the study show that Islamic education has a strategic role in building resilience of meaning through the integration of the values of tawhid, strengthening the orientation of life goals, and the holistic internalization of spiritual, moral, and intellectual values. Meaning resilience in Islamic education not only functions as psychological resilience but also as an existential capacity that enables individuals to interpret the reality of life in a meaningful and goal-oriented manner. Thus, Islamic education has the potential to become a transformative educational paradigm capable of shaping individuals who are resilient, meaningful, and ready to face the complexities of life.
Pendidikan Karakter dalam Perspektif Tasawuf: Studi Konseptual Atas Pemikiran Al-Junaid Al-Baghdadi Hafiz Hafiz; Muhammad Afdal
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i1.1403

Abstract

This study is motivated by the moral and ethical crisis affecting the younger generation due to the weakening of spiritually-based character education. The article aims to formulate a modern character education model grounded in Sufi teachings, particularly the thought of Imam Al-Junaid Al-Baghdadi, as a solution to moral degradation. The scope covers character education concepts from a Sufi perspective, foundational values underlying character formation, and their implementation in contemporary education. The method employed is a conceptual study with a textual and critical approach to Al-Junaid’s works and literature on Sufism and character education. Findings reveal that character education according to Al-Junaid emphasizes heart purification, controlling base desires, and instilling tauhid as the main foundation. The implementation of values such as patience, sincerity, contentment, and asceticism can shape morally upright individuals with spiritual-social balance, relevant to overcoming modern educational challenges. This model offers a holistic alternative for shaping today’s generation's character.
Analisis Daycare sebagai Alternatif Pengasuhan Anak dalam Prespektif Islam di Era Digital Rochmatul Muna
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i2.1404

Abstract

Changing times and the dynamics of modern life make parents play a dual role as productive workers and caregivers for their children. They are faced with a dilemma regarding the upbringing of their children. The role and influence of daycare as a childcare option is a very important thing to consider. The aim of the research is to provide a more comprehensive understanding of the process of caring for and developing children in daycare, the advantages and disadvantages of daycare for parents and children, and the impact of daycare on parents and children. The type of method that researchers use in this case is a qualitative method. The type of approach used is a qualitative descriptive approach. The informants in this research included daycare managers, parents or guardians of students, and children who were involved in the daycare program. Data collection techniques are observation, interviews. The data analysis technique uses Miles and Huberman interactive analysis. The results of this research show that the process of caring for and developing children in daycare has advantages and disadvantages. The important benefits of daycare for children are cognitive development, social development, interpersonal skills. The impact of daycare on parents and children, namely the parents' experience, the emotional impact on children, the advantages and disadvantages of daycare on parents and children.

Page 1 of 3 | Total Record : 30