cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "vol. 10 no. 2 (2025)" : 17 Documents clear
Eksplorasi Model Pembelajaran Bahasa di Sekolah Unggul Setyawan Pujiono; Sulis Triyono; Kastam Syamsi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.9778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru. Subjek penelitian ini adalah guru Sekolah Menengah Pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia sekolah unggul di Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu identifikasi, klasifikasi, reduksi, serta simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menyusun perencanaan model pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi teks surat dinas dan teks nonfiksi. Komponen model sudah dilengkapi dengan sintak, sistem pendukung (media), dan dampak instruksional (kompetensi dasar dan tujuan). Model pembelajaran yang ditemukan meliputi lima jenis, yakni tiga model sesuai Kurikulum 2013, yang berisi Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning, serta dua model dari teori Joyce, Weil & Calhoun (2016), yaitu sistem konseptual, dan instruksi langsung. Implementasi model pembelajaran bahasa sekolah unggul di Yogyakarta sudah variatif dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi aktif, kritis, dan kreatif.Language Learning Model Exploration for Excellent SchoolThis study aims to describe the implementation of learning models in the planning and implementation of Indonesian language learning by teachers. The subjects of this study were Junior High School teachers of Indonesian language subjects at superior schools in Yogyakarta. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used were identification, classification, reduction, and conclusions. The results of the study showed that teachers had prepared learning model plans in the form of Learning Implementation Plans (RPP) on official letter texts and non-fiction texts. The model components were equipped with syntax, support systems (media), and instructional impacts (basic competencies and objectives). The learning models found included five types, namely three models according to the 2013 Curriculum, which contained Project Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), and Cooperative Learning, and two models from the theory of Joyce, Weil & Calhoun (2016), namely conceptual systems, and direct instruction. The implementation of the language learning model at superior schools in Yogyakarta was varied and was able to increase students' learning motivation to be active, critical, and creative.
Linguistic Landscape to Shape Citizens’ Consumptive Behavior: A Case Study of the Pamulang Protocol Line M Wildan; Ulfa Julianti; Nahoras Bona Simarmata
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16723

Abstract

The paper's core issue is the domination of the commercial word on store and restaurant signboards created by corporate actors, which has repercussions for developing citizens' consumer behavior. This essay seeks to clarify how language presentation, language preferences, and language signs employed by business actors are the foundation for developing citizens' consumer behavior. This essay uses a sequential explanatory design and mixed approaches. Data were gathered through photography techniques, interviews, and the distribution of questionnaires via Google Forms. Both narrative analysis and data interpretation techniques were used to analyze the data. The findings of this study revealed that 66.34% of presentations were in Indonesian, and that preference was due to similar speech communities among business actors and consumers, as well as the language signs being understood by the majority of shoppers and diners. This study concluded that inhabitants understand the language signs offered and preferred by business actors along the Pamulang protocol line, which also contributes to the creation of residents' consumer behavior.Lanskap Linguistik untuk Membentuk Perilaku Konsumtif Warga: Studi Kasus Jalur Protokol Pamulang Masalah utama tulisan ini adalah terdapatnya dominasi kata yang mengarah pada ranah komersial di papan nama toko dan restoran yang dibuat oleh aktor perusahaan sehingga memiliki dampak pada pengembangan perilaku konsumtif warga. Tulisan ini berusaha mengklarifikasi bagaimana penyajian bahasa, preferensi bahasa, dan tanda-tanda bahasa yang digunakan oleh pelaku usaha adalah sebagai dasar untuk mengembangkan perilaku konsumtif warga. Tulisan ini menggunakan desain penelitian sekuensial dan pendekatan campuran. Data dikumpulkan melalui teknik fotografi, wawancara, dan penyebaran kuesioner melalui Google Forms. Dalam rangka menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis naratif dan teknik interpretasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa 66,34% presentasi dalam bahasa Indonesia dan preferensi itu disebabkan oleh komunitas tutur yang serupa di antara pelaku usaha dan konsumen serta tanda-tanda bahasa yang dipahami oleh mayoritas pembeli dan pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa warga memahami rambu-rambu bahasa yang ditawarkan dan disukai oleh pelaku usaha di sepanjang jalan protokol Pamulang, yang juga berkontribusi pada terbentuknya perilaku konsumtif warga.
Bagaimana Etika Bicara Melayu Membentuk Gaya Komunikasi Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Riau? Roziah Roziah; Sudirman Shomary; Alvi Puspita; Tri Yuliawan; Hermaliza Hermaliza; Juli Yani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika bicara dalam budaya Melayu dan relevansinya bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Riau. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial. Tahap kualitatif dilakukan terlebih dahulu untuk mengungkap etika berbicara dalam perspektif budaya Melayu, dilanjutkan dengan tahap kuantitatif untuk mengukur pemahaman pemelajar BIPA. Penelitian dilakukan di Universitas Islam Riau dengan studi kasus terhadap pemelajar BIPA dari Thailand, Nigeria, dan Kamboja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbicara perspektif budaya Melayu, meliputi: 1) berbicara untuk beramah-tamah dan mendapat berkah, 2) berlembut lidah untuk menegakkan tuah, 3) bermulut manis bercakap lemak, 4) berbicara ingat amanah, 5) berkata lurus bercakap benar, 6) larangan menyergah saat bersedekah, 7) jangan bicara sembarangan dalam gelanggang, dan 8) salah nasihat kepala berulat. Penelitian ini juga mengusulkan strategi pengajaran BIPA berbasis diagnostik budaya untuk meningkatkan kompetensi pragmatik pemelajar. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multikultural dalam pengajaran bahasa. How Do Malay Speech Etiquettes Shape the Communication Style of Indonesian Language Learners for Foreign Speakers in Riau?This study aims to analyze the etiquette of speaking in Malay culture and its relevance for Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) learners in Riau. This study uses a mixed method with a sequential explanatory design. The qualitative stage was carried out first to reveal the etiquette of speaking in a Malay cultural perspective, followed by a quantitative stage to measure the understanding of BIPA learners. The study was conducted at the Islamic University of Riau with case studies of BIPA learners from Thailand, Nigeria, and Cambodia. The results of the study indicate that the etiquette of speaking in a Malay cultural perspective includes: 1) speaking to be friendly and get blessings, 2) being soft-tongued to uphold good fortune, 3) being sweet-spoken to speak well, 4) speaking remembering the mandate, 5) speaking straight to speak correctly, 6) prohibition of attacking when giving alms, 7) do not speak carelessly in the arena, and 8) wrong advice will have a caterpillar head. This study also proposes a BIPA teaching strategy based on cultural diagnostics to improve learners' pragmatic competence. The implications of this study emphasize the importance of a multicultural approach in language teaching.
Karcis-Delay sebagai Media Terapi Wicara pada Anak dengan Gangguan Keterlambatan Bicara Afrinar Pramitasari; Ariesma Setyarum; Aji Cokro Dewanto; Firda Aulia Hafizha
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16888

Abstract

Keterlambatan berbicara pada anak jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan benar dapat menjadi suatu gangguan serius yang bisa mempengaruhi perkembangan lain baik kognitif, kemandirian, maupun sosial. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui analisis kebutuhan media karcis-delay dan 2) mendeskripsikan desain karcis-delay sebagai alternatif terapi wicara pada anak dengan gangguan keterlambatan berbicara. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket, wawancara, dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) media karcis-delay sangat dibutuhkan sebagai stimulus untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan gangguan keterlambatan berbicara 2) berdasarkan hasil analisis, diperoleh kebutuhan konten media karcis-delay yaitu kartu emosi dan penyebabnya. Kartu emosi yang disusun berupa emosi marah, sedih, bahagia, takut, terkejut, dan jijik beserta penyebabnya.Delay-Ticket as a Speech Therapy Media for Children with Speech Delay DisordersSpeech delays in children are left untreated and not handled properly, they can become a serious disorder that can affect other developments, including cognitive, independence, and social development. The aims of this research are 1) to understand the analysis of the need for delay-ticket media and 2) to describe the delay-ticket design as an alternative speech therapy for children with speech delay disorders. This research method is research and development. Data collection techniques include observation, questionnaires, interviews, and FGD. The results of the research show that 1) ticket-delay media is really needed as a stimulus to improve the speaking ability of children with speech delay disorders. 2) Based on the results of the analysis, it was found that the content needed for ticket-delay media was emotional cards and their causes. The emotion cards are arranged in the form of emotions of anger, sadness, happiness, fear, surprise, and disgust, along with their causes.
Muatan Ekologi dalam Bahan Literasi Sekolah Dasar pada Website Kemendikbud: Analisis Korpus Iqbal Jefiza; Pratomo Widodo; Titik Sudartinah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.17701

Abstract

Masalah lingkungan menjadi perhatian penting belakangan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui muatan ekologi dalam bahan literasi sekolah dasar pada website Kemendikbud. Data penelitian kualitatif ini berupa 47 buku literasi sekolah dasar tahun 2016 sampai 2019 pada laman Kemendikbud. Analisis data menggunakan metode software korpus berupa AntConc. Penelitian ini mengevaluasi tema-tema ekologi berdasarkan teori Greg Gerrard, seperti: pencemaran, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, dan binatang. Hasil penelitian menunjukkan muatan ekologi dalam bahan bacaan literasi sekolah didominasi oleh ekologi hutan belantara. Ekologi pencemaran memiliki jumlah sangat rendah. Jumlah dan kualitas bahan bacaan literasi yang mengandung muatan ekologi perlu ditingkatkan agar dapat lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada siswa.Ecological Content in Materials Elementary School Literacy Materials on the Ministry of Education and Culture Website: A Corpus AnalysisEnvironmental issues have become an important concern lately. The purpose of this study was to determine the ecological content in elementary school literacy materials on the Ministry of Education and Culture website. The data for this qualitative study were 47 elementary school literacy books from 2016 to 2019 on the Ministry of Education and Culture page. Data analysis used the corpus software method AntConc. This study evaluated ecological themes based on Greg Gerrard's theory, such as pollution, wilderness, disaster, shelter, and animals. The results showed that the ecological content in school literacy reading materials was dominated by wilderness ecology. Pollution ecology has a very low number. The number and quality of literacy reading materials containing ecological content need to be increased so that they can be more effective in instilling environmental values in students. 
Makna Religiusitas dalam Puisi Ebbhu Karya Sugik Muhammad Sahar: Studi Hermeneutika Paul Ricoeur Moh. Tabarok; Ari Ambarwati; Akhmad Tabrani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar yang berhubungan dengan masyarakat Madura serta interpretasi nilai-nilai religius berdasarkan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Analisis data mengikuti prosedur hermeneutika Ricoeur yang meliputi: (1) distansiasi (pembacaan objektif teks); (2) interpretasi (pemaknaan simbol dan metafora); (3) apropriasi (kontekstualisasi makna); dan (4) referensi (penemuan makna di balik teks). Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai religiusitas dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar. Nilai-nilai religius ini berhubungan dengan nilai keagamaan yang terdapat pada masyarakat Madura seperti ketaatan dalam beribadah (ubudiyah), penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual (ta’dzim), pencarian ilmu pengetahuan (tholabul ’ilmi), dan keteguhan dalam menjalankan ajaran agama (istiqomah).The Meaning of Religious in The Poetry Ebbhu by Sugik Muhammad Sahar: Poul Ricour's Hermeneutic StudiesThis study aims to describe the religious values in Sugik Muhammad Sahar's Ebbhu poem related to Madurese society and the interpretation of religious values based on Paul Ricoeur's hermeneutic approach. Data collection was conducted through literature study. Data analysis followed Ricoeur's hermeneutic procedures which included: (1) distanciation (objective reading of the text); (2) interpretation (meaning of symbols and metaphors); (3) appropriation (contextualization of meaning); and (4) reference (discovery of meaning behind the text). The results of the study showed the existence of religiosity values in Sugik Muhammad Sahar's Ebbhu poem. In addition, these religious values are related to religious values found in Madurese society such as obedience in worship (ubudiyah), respect for spiritual values (ta'dzim), seeking knowledge (tholabul 'ilmi), and steadfastness in carrying out religious teachings (istiqomah).
Numerical Wordplay in Digital Communication: A Corpus Linguistic Study on Cyber-pragmatics Kunjana Rahardi; Wahyudi Rahmat
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18656

Abstract

This research aims to elucidate the pragmatic significance of employing numerical wordplay with humorous undertones from a cyber-text semio-pragmatics perspective. Social media serves as the primary data source, with textual content featuring instances of numerical wordplay with comedic elements constituting the substantive data. Data collection involved reading and note-taking techniques, followed by identification, selection, classification, and typification to distinguish between suitable and unsuitable data for analysis. Triangulation was employed to validate the data, involving both experts in the field and relevant theoretical frameworks. Contextual analysis was utilized as the analytical method to uncover the pragmatic meanings embedded within the use of numerical wordplay. The findings reveal various pragmatic functions, including concealing speech intent, maintaining secrecy, easing speech delivery, playful engagement, manipulation of speech intent, and inviting humor with speech partners. This research contributes theoretically to the advancement of pragmatics and cyber-pragmatics as interdisciplinary fields within linguistics, particularly in the realm of digital communication. Furthermore, it offers practical implications for fostering further research in pragmatics, especially in the emerging field of cyber-pragmatics, which warrants further exploration and scholarly attention.   Permainan Kata Numerik dalam Komunikasi Digital: Sebuah Studi Linguistik Korpus tentang Pragmatik SiberPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan signifikansi pragmatis dari penggunaan permainan kata numerik dengan nada humor dari perspektif semio-pragmatik teks siber. Media sosial berfungsi sebagai sumber data utama, dengan konten tekstual yang menampilkan contoh permainan kata numerik dengan elemen komedi yang merupakan data substantif. Pengumpulan data melibatkan teknik membaca dan mencatat, diikuti oleh identifikasi, pemilihan, klasifikasi, dan tipifikasi untuk membedakan antara data yang sesuai dan tidak sesuai untuk analisis. Triangulasi digunakan untuk memvalidasi data, melibatkan para ahli di lapangan dan kerangka teoritis yang relevan. Analisis kontekstual digunakan sebagai metode analisis untuk mengungkap makna pragmatis yang tertanam dalam penggunaan permainan kata numerik. Temuan tersebut mengungkapkan berbagai fungsi pragmatis, termasuk menyembunyikan maksud ujaran, menjaga kerahasiaan, memudahkan penyampaian ujaran, keterlibatan yang menyenangkan, manipulasi maksud ujaran, dan mengundang humor dengan mitra tutur. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis terhadap kemajuan pragmatik dan pragmatik siber sebagai bidang interdisipliner dalam linguistik, khususnya dalam bidang komunikasi digital. Lebih jauh, penelitian ini menawarkan implikasi praktis untuk mendorong penelitian lebih lanjut dalam pragmatik, khususnya dalam bidang cyber-pragmatik yang sedang berkembang, yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut dan perhatian ilmiah.
Komparasi Frekuensi Kemunculan Bentuk Standar dan Bentuk Tidak Standar Bahasa Indonesia Berbasis Korpus Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar; Hasanuddin Chaer; Agusman Agusman; Mohammad Fakhri Rahman Setiawan Putra
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan gambaran frekuensi kemunculan bentuk standar dan tidak standar dalam korpus. Korpus yang digunakan adalah korpus LCC Indonesian 2023 yang terdapat dalam situs web https://cqpweb.lancs.ac.uk/. Korpus ini mencakup berbagai teks dari tahun 2008 sampai dengan 2022. Data yang diperbandingkan dalam penelitian ini terdiri dari 12 kategori yang secara keseluruhan terdiri dari 150 bentuk. Analisis data dilakukan dengan membandingkan angka frekuensi antara bentuk standar dan tidak standar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan bentuk standar dalam korpus lebih banyak dibandingkan dengan bentuk tidak standar, yakni 76,46% berbanding 23,44%. Ditemukan pula jumlah bentuk tidak standar lebih banyak dibandingkan bentuk standar pada kategori tertentu serta masih terdapat penggunaan bentuk lewah/mubazir. Penggunaan bentuk tidak standar masih dilakukan oleh penutur bahasa Indonesia sehingga diperlukan langkah strategis untuk mereduksinya.Comparison of Occurrence Frequency of Standard and Nonstandard Forms of Corpus-Based Indonesian LanguageThis study aims to describe the frequency of occurrence of standard forms and nonstandard forms in the corpus. The Indonesian 2023 LCC corpus is found on the website https://cqpweb.lancs.ac.uk/. This corpus includes various texts from 2008 to 2022. The data compared in this study consisted of 12 categories, which in total consisted of 150 forms. The data was analyzed by comparing the frequency rate between standard and nonstandard forms. The results revealed that the use of standard forms in the corpus was more than the nonstandard forms, 76.46% versus 23.44%. It was also found that the number of nonstandard forms is more than the standard forms in certain categories, and redundant forms are still used. It is necessary to take strategic measures to decrease the use of nonstandard forms by Indonesian speakers.
Mendisplai Perilaku Masyarakat Jawa Timur melalui Teks di Ruang Publik Masjid Agung: Kajian Lanskap Linguistik Sugeng Susilo Adi; Dany Ardhian; Mohammad Hasbullah Isnaini
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18845

Abstract

Masjid agung tidak hanya menjadi sarana beribadah, tetapi juga menunjukkan eksistensi simbol-simbol Islam, sejarah, aktivitas masyarakat, dan ikon suatu kota. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi (1) bentuk dan pola penggunaan bahasa, (2) fungsi informasi-simbolis (3) karakter, perilaku, motivasi, gaya hidup,  budaya, dan ekonomi melalui pesan teks. Sejumlah 1818 data foto diambil dari teks-teks pada masjid-masjid agung di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Pengambilan data menggunakan observasi dan dokumentasi (fotografi). Analisis data menggunakan pendekatan Lanskap Linguistik Landry dan Bourhis (1997) disertai wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 bahasa yang terlibat  dalam teks di ruang publik sekitar masjid agung di Jawa Timur. Dominasi bahasa Indonesia terlihat dalam pola monolingual, bilingual, multilingual. Teks-teks yang terdapat pada masjid agung di Jawa Timur memperlihatkan berbagai aktivitas masyarakat, yaitu ibadah, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pelestarian sejarah. Akan tetapi, teks-teks tersebut juga menunjukkan perilaku masyarakat yang kurang baik, seperti isu kesehatan, keamanan, dan lingkungan.Displaying East Javanese Community Behavior through Texts in the Public Space of the Great Mosque: A Linguistic Landscape StudyThe grand mosque serves not only as a place of worship but also as a symbol of Islamic icons, history, community activities, and the identity of a city. This study aims to investigate (1) the forms and patterns of language use, (2) the symbolic-informational functions, (3) the character, behavior, motivation, lifestyle, culture, and economy through text messages. A total of 1,818 photo data were collected from the texts found on the grand mosques in 38 cities/regencies in East Java. Data collection was conducted through observation and documentation (photography). Data analysis employed the Linguistic Landscape approach by Landry and Bourhis (1997), accompanied by interviews. The findings reveal that 13 languages are involved in the texts found in public spaces around the grand mosques in East Java. The dominance of the Indonesian language is evident in monolingual, bilingual, and multilingual patterns. The texts on the grand mosques in East Java reflect various community activities, including worship, health, education, economics, and historical preservation. However, these texts also highlight undesirable behaviors in the community, such as health issues, security concerns, and environmental issues.
Deviasi Sosial pada Anomali Perilaku Waria dalam Novel Taman Api Karya Yonathan Rahardjo Lusy Novitasari
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan deviasi sosial pada anomali (penyimpangan) perilaku waria yang terdapat dalam novel Taman Api karya Yonathan Rahardjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Taman Api karya Yonathan Rahardjo, cetakan pertama tahun 2011 dan diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Alvabet Jakarta. Penelitian ini berfokus pada permasalahan yang berkaitan dengan penyimpangan perilaku waria. Data penelitian berupa teks yang terdapat dalam novel. Pengumpulan data dengan menggunakan analisis konten, teknik dokumen, dan dijelaskan dari segi isi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ditunjukkan dalam novel ini anomali perilaku waria, antara lain: kegamangan identitas gender, berperangai serta berhias layaknya perempuan, perubahan kodrat, dan penyuka sesama jenis. Implikasi penelitian ini secara teoretis memperkaya kajian sosiologi sastra dengan menganalisis representasi penyimpangan gender dalam karya sastra Indonesia. Implikasi secara sosial dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat untuk memahami kompleksitas identitas waria tanpa prasangka, sekaligus mendorong diskusi tentang inklusivitas gender.Social Deviation in Transvestite Behavioral Anomalies in the Novel Taman Api by Yonathan RahardjoThis study aims to describe and explain social deviations in the anomaly (deviation) of transvestite behavior contained in the novel Taman Api by Yonathan Rahardjo. This study employs a qualitative descriptive method, drawing on a sociological approach to literature. The data source for this study is the novel Taman Api by Yonathan Rahardjo, first published in 2011 by Penerbit Pustaka Alvabet Jakarta. This study focuses on problems related to the deviation of transvestite behavior. The research data is in the form of texts contained in the novel. Data collection using content analysis, document techniques, and explained in terms of content. The data analysis technique uses an interactive analysis model. The results of the study are shown in this novel the anomaly of transvestite behavior, including: uncertainty of gender identity, behaving and dressing like women, changes in nature, and liking the same sex. The implications of this study theoretically enrich the study of the sociology of literature by analyzing the representation of gender deviation in Indonesian literary works. Social implications can be a reflection material for society to understand the complexity of transvestite identity without prejudice, while encouraging discussions about gender inclusivity.

Page 1 of 2 | Total Record : 17