cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pengukuran harmonisa tegangan dan arus listrik di gedung Direktorat TIK Universitas Pendidikan Indonesia Elih Mulyana
Jurnal Abmas Vol. 8 No. 1 (2008): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v8i1.97

Abstract

Peralatan-peralatan seperti komputer, printer, scanner, inverter, konverter, dan lain sebagainya merupakan beban non-linier. Beban non-linier adalah beban di mana hubungan antara arus dan tegangannya tidak linier. Keberadaan beban non-linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan gangguan harmonisa. Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan (hanging up) bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sensitif termasuk komputer (Personal Computer). Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di Gedung TIK. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 438 selama 2 (dua) hari kerja berturut-turut pada jam-jam tertentu di mana intensitas pemakaian komputer di gedung besar. Sebagai perbandingan, pengukuran juga dilakukan pada saat intensitas penggunaan komputer kurang. Hasil pengukuran selanjutnya akan dibandingkan dengan standar yang ada (dalam hal ini standar IEEE), sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik di Gedung TIK. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan harmonisa tegangan (%THDV) di Gedung TIK pada jam sibuk berada pada rentang 5,5% – 8,3% dan pada jam kurang sibuk < 5% pada standar 5%, sedangkan kandungan harmonisa arus (%THDI) adalah 26,1% - 45,2% pada jam sibuk dan 23% - 31,3% pada jam kurang sibuk untuk standar 15%. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di Gedung TIK UPI berada di atas standar yang diizinkan.
Meningkatkan kemampuan tutor melalui apresiasi seni untuk menunjang akselerasi Wajar Dikdas 9 Tahun Ace lwan Suryawan
Jurnal Abmas Vol. 8 No. 1 (2008): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v8i1.98

Abstract

Penyelenggaraan program belajar paket A dan B dalam menunjang akselerasi Wajar Dikdas 9  Tahun perlu didukung secara nyata, agar berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk itu upaya meningkatkan kemampuan para tutor sebagai ujung tombak pelaksanaan pembelajaran di lapangan perlu mendapatkan perhatian yang signifikan. Pendekatan apresiasi seni dipandang perlu menjadi bekal bagi para tutor dalam melaksanakan tugasnya agar pembelajaran yang diberikan lebih variatif, inovatif, dan "menyenangkan". Tulisan ini adalah sebuah kerangka konseptual pendekatan apresiasi seni yang dapat memberikan stimulus pengetahuan dan pengalaman para tutor program paket A dan B.
Penerapan strategi Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran menulis bagi guru-guru SD Kabupaten Kuningan Nunung Sitaresmi; Isah Cahyani
Jurnal Abmas Vol. 8 No. 1 (2008): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v8i1.99

Abstract

Realitas kemampuan menulis para generasi muda saat ini sungguh tidak menggembirakan. Kondisi tersebut terjadi karena skenario pembelajaran yang diterapkan kurang mendukung terciptanya situasi belajar yang menyenangkan. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia lebih tidak menarik jika situasi pembelajaran bersifat monoton, sehingga bagi siswa mata pelajaran ini menjadi mata pelajaran yang membosankan. Dewasa ini penyajian dan pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL), dikenal sebagai salah satu satu strategi pembelajaran dengan konsep mengajar dan belajar yang membantu guna mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa mengaitkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, dan masyarakat.
Magang kewirausahaan sebagai upaya peningkatan manajerial bisnis mahasiswa Liunir Z Liunir Z; Astuti Astuti; Isma Widlaty; Ana Ana
Jurnal Abmas Vol. 8 No. 1 (2008): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v8i1.100

Abstract

Mengembangkan budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi merupakan salah satu pilihan yang sangat strategis. Magang Kewirausahaan (MKU) menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan budaya kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Tujuan umum dari kegiatan MKU agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari industri busana sebagai upaya meningkatkan kemampuan manajerial mahasiswa. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk bekal berwirausaha dalam bidang busana, setelah mahasiswa menyelesaikan studinya kelak. Pelaksanaan MKU telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu: (1) meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang usaha busana bagi mahasiswa, (2) meningkatkan kemampuan manajerial, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan karyawan dan pihak industri, (3) memotivasi mahasiswa untuk menjadi wirausaha di bidang busana, dan (4) meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara Program Studi, Jurusan dengan industri busana.
Pendidikan siaga bencana gempa bumi sebagai upaya meningkatkan keselamatan siswa (studi kasus pada SDN Cirateun dan SDN Padasuka 2 Kabupaten Bandung) Krishna S. Pribadi; Ayu Krishna Yuliawati
Jurnal Abmas Vol. 9 No. 1 (2009): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v9i1.101

Abstract

Dalam rangka membangun suatu budaya keselamatan dan ketahanan khususnya untuk generasi muda, Pengurangan Risiko Bencana perlu lebih lanjut dikembangkan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Sebanyak 113 negara di dunia sudah memasukkan Pendidikan Siaga Bencana ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di antaranya adalah Bangladesh, Iran, India, Mongolia, Filipina, Turkey, dan Tonga. Belajar dari pengalaman tentang kejadian bencana alam yang besar dan berbagai bahaya yang ada di Indonesia, maka dipandang perlu untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang Siaga Bencana di sekolah dan bagaimana menyelamatkan diri mereka saat bencana mengancam dan menghindari kecelakaan yang tidak perlu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sasaran yang ingin dicapai dengan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kewaspadaan (awareness) siswa dan komunitas sekolah dasar terhadap bahaya gempa bumi. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengetahuan siswa sekolah dasar sebelum memperoleh materi Pendidikan Siaga Bencana dan setelah memperoleh materi, (2) mengetahui tingkat pengetahuan orang tua siswa sebelum dan setelah memperoleh materi Siaga Bencana. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan sebab akibat antar variabel. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode survei, yaitu suatu metode yang menggunakan beberapa pertanyaan terstruktur untuk mendapatkan informasi secara spesifik. Hasil penelitian adalah terdapat peningkatan pengetahuan baik untuk siswa maupun orang tua siswa setelah diberikan materi pendidikan siaga bencana. Siswa antusias mempelajari siaga bencana dan dapat mempraktikkan kegiatan perlindungan diri dengan baik, sementara orang tua walaupun pengetahuannya tentang fenomena gempa bumi cukup baik tetapi tidak dipraktikkan di rumah.
Implementasi life skill bagi remaja putus sekolah dalam bidang teknologi informasi berbasis kewirausahaan di Pangalengan Kabupaten Bandung Hasbullah Hasbullah
Jurnal Abmas Vol. 9 No. 1 (2009): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v9i1.102

Abstract

Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah garapan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dijadikan peluang untuk berwirausaha salah satunya adalah usaha di bidang Teknologi Informasi seperti internet. Dari kegiatan pelatihan ini peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di daerah tersebut untuk meningkatkan taraf hidup dan menambah pendapatan (income) keluarga. Pelaksanaan kegiatan pelatihan life skill di bidang Teknologi Informasi berbasis kewirausahaan yang dilaksanakan pada tanggal 29-31 Oktober 2008 di Pangalengan Kabupaten Bandung diikuti oleh 40 peserta yang merupakan remaja dan pemuda putus sekolah dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda. Pelatihan ini berisi materi tentang konfigurasi komputer, jaringan komputer, komponen-komponen ICT, teknik jaringan, dan pemanfaatan internet dan wirausaha internet. Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan memberikan pengetahuan yang lebih luas bagi para pemuda tentang teknologi informasi dan memberikan motivasi bagi mereka untuk membuka lapangan usaha di bidang komputer yang dapat menambah pendapatan bagi keluarga. Di samping itu kegiatan ini diharapkan memiliki kontribusi yang besar bagi pembangunan ekonomi masyarakat terutama bagi daerah tertinggal untuk lebih meningkatkan taraf kehidupan dan pendapatan bagi keluarga sehingga mampu menopang ekonomi keluarga yang kurang mampu.
Penyuluhan kewirausahaan kepada generasi muda dan pengusaha dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung Simson Sembiring
Jurnal Abmas Vol. 9 No. 1 (2009): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v9i1.103

Abstract

Penyuluhan Kewirausahaan bagi generasi muda dan pengusaha ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kewirausahaan sekaligus guna meningkatkan taraf hidup dan menambah pendapatan (income) keluarga. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2009 di aula Kelurahan Babakan Surabaya Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Jumlah peserta sebanyak 30 orang generasi muda dan pengusaha dari Karang Taruna enam Kelurahan se-Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung dengan berbagai latar belakang keluarga yang berbeda, serta tingkat sosial dan ekonomi yang beragam. Metode yang digunakan: metode ceramah, tanya jawab dan metode diskusi. Penyuluhan kewirausahaan ini berisi materi tentang dasar-dasar kewirausahaan dan aplikasi kewirausahaan sehingga diharapkan memberikan pengetahuan yang lebih luas yang langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mengubah pola pikir generasi muda dalam berwirausaha. Harapan lebih jauh ke depan tentunya diperlukan tindak lanjut oleh Pemerintah Daerah Kecamatan Kiaracondong Kotamadya Bandung dan semua pihak yang terkait. Dan perlu dilakukan kerjasama yang lebih erat dan terencana antara Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah untuk menggali potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut.
Adopsi teknologi M-BI0 (pengajuan terdaftar paten nomor p20000939) sebagai upaya peningkatan produksi pertanian berkelanjutan Audi Priyadi; Rina Nuryati
Jurnal Abmas Vol. 9 No. 1 (2009): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v9i1.104

Abstract

Adopsi Teknologi M-Bio yang dipadukan dengan gerakan budidaya tanaman padi SRI, merupakan aplikasi teknologi pertanian ramah lingkungan yang mendukung program pembangunan berkelanjutan, karena secara teknis dilaksanakan dengan menggunakan sumber daya setempat dan pemanfaatan limbah, serta dihindari sama sekali penggunaan bahan kimia baik berupa pupuk maupun pestisida. Melalui beberapa pengujian lapangan sejak tahun 1998, teknologi ini terbukti telah mampu meningkatkan produksi dan produktivitas berbagai komoditas tanaman budidaya. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tahun 2007, teknologi ini telah disosialisasikan kepada para petani di Desa Setiawaras melalui penyelenggaraan Program KKN PPM 2007 yang kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan Program Penerapan Ipteks 2009. Pada kedua program tersebut digunakan metode penyuluhan dan pelatihan serta monitoring dan evaluasi yang diikuti dengan penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap teknologi yang diprogramkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setelah penyelenggaraan Program KKN PPM 2007 sebagian besar petani di Desa Setiawaras umumnya telah melaksanakan usaha budidaya tanaman padi organik dengan mengadopsi Teknologi M-Bio yang dipadukan dengan SRI. Adopsi teknologi ini telah mampu meningkatkan produktivitas usaha budidaya tanaman padi yang dilakukan petani sebesar 10-15 persen. Namun keberhasilan tersebut belum dicapai oleh semua petani yang ada di Desa Setiawaras, karena adanya perbedaan tingkat adopsi teknologi dari setiap individu petani. Oleh karena itu program KKN PPM 2007 ditindaklanjuti dengan Program Penerapan Ipteks 2009 untuk meningkatkan mutu pengetahuan dan khususnya keterampilan petani tertentu yang masih rendah tingkat adopsi teknologi M-Bionya sehingga keberhasilan peningkatan produksi, produktivitas dan keberlanjutan usahatani dari adopsi teknologi ini dapat dirasakan oleh seluruh petani di Desa Setiawaras.
Peningkatan dan pengembangan keterampilan membaca melalui teknik-teknik membaca dan pembinaan perpustakaan bagi guru-guru Sekolah Dasar Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat lsah Cahyani
Jurnal Abmas Vol. 9 No. 1 (2009): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v9i1.105

Abstract

Penerapan IPTEKS kepada masyarakat merupakan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun kegiatan penerapan IPTEKS kepada masyarakat ini berjudul "Peningkatan dan Pengembangan Keterampilan Membaca melalui Teknik-teknik Membaca dan Pembinaan Perpustakaan bagi Guru-guru Sekolah Dasar Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat". Pada kegiatan tersebut, materi disajikan dalam bentuk seminar dan latihan. Dalam seminar disajikan makalah-makalah, di antaranya (1) masyarakat literat dan motivasi membaca; (2) SQ3R dalam pengajaran membaca; (3) evaluasi membaca; dan (4) pembinaan perpustakaan. Sedangkan dalam latihan, para peserta dihimbau untuk mempraktikkan pola-pola membaca dan teknik frasa. Pola baca yang dilatihkan meliputi pola vertikal, diagonal, zigzag, spiral, blok, dan horizontal. Kesimpulan dari kegiatan penerapan IPTEK kepada masyarakat ini yaitu bahwa sesungguhnya para guru memiliki potensi dan kemauan untuk mengembangkan kreativitas sumber daya mereka oleh karena itu, daya dukung dan fasilitas penggerak bagi mereka perlu terus-menerus diaktifkan. Hal ini terutama berkaitan dengan peningkatan kemampuan melalui pelatihan dan penyediaan sarana belajar dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar di kelas.
Model pembelajaran e-learning melalui homepage sebagai media pembelajaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat dan kreativitas siswa B. Lena Nuyanti
Jurnal Abmas Vol. 9 No. 1 (2009): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v9i1.106

Abstract

Pelaksanaan proses belajar mengajar untuk mengaktifkan belajar siswa memang tidak mudah, karena dalam setiap metode pembelajaran pasti ada beberapa hambatan. Salah satu hambatan yang dihadapi guru adalah kurangnya minat belajar dari mahasiswa sehingga mahasiswa menjadi malas dan jenuh dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga guru seringkali mengalami kesulitan dalam merangsang kreativitas dan minat belajar. Penggunaan multimodel pembelajaran dan multimedia dapat dijadikan alternatif yang dilakukan untuk merangsang kreativitas dan minat belajar mahasiswa, salah satunya dengan melaksanakan model pembelajaran e-learning dengan menggunakan homepage sebagai media pembelajarannya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan model pembelajaran e-learning melalui homepage sebagai media pembelajaran kaitannya dalam meningkatkan kreativitas dan minat belajar mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Pendidikan Tata Niaga Angkatan 2003 dan 2004.

Page 10 of 30 | Total Record : 299