cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Antara padalarang dan rajamandala (meningkatkan mutu estetik cengcelengan cinderamata dari Bandung Barat) Taswadi Taswadi
Jurnal Abmas Vol. 5 No. 1 (2005): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v5i1.77

Abstract

Cengcelengan salah satu hasil seni kria tradisional, yang telah lama hidup secara turun temurun. Cengcelengan kini keberadaannya semakin tersisih bahkan hampir dilupakan oleh masyarakat. Ini disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah faktor pergeseran budaya menabung. Menabung yang dulunya menggunakan cengcelengan kini berubah ke bank sebagai penggantinya. Antara Padalarang dan Rajamandala di sepanjang jalan sebelah kiri dan kanan berderet kios-kios yang menyediakan sejumlah oleh-oleh, berupa berbagai cindera mata, makanan, dan benda-benda kerajinan lainnya. Di samping Peuyeum Bandung yang sudah terkenal, hampir di setiap kios menyediakan cindera mata benda kria yaitu cengcelengan. Timbul keluhan dari sejumlah pedagang, sebab jarang pengunjung yang tertarik terhadap cengcelengan, akibatnya barang menjadi tertumpuk dan tidak menguntungkan. Untuk mencari faktor penyebab dan sekaligus memberikan tawaran solusi bagaimana cara mengatasinya, di antaranya dengan meningkatkan mutu estetik dari benda tersebut, di samping menghimbau instansi pemerintah dan pihak yang sangat berhubungan dengan masalah tersebut, supaya ikut peduli, agar keberadaan cengcelengan tersebut dapat bertahan, lestari dan tetap digemari masyarakat.
Pembelajaran bidang boga sebagai upaya perintisan home industri bagi mahasiswa program studi spesialisasi pendidikan tata boga jurusan PKK FPTK UPI Agnes Sri Warsitaningsih
Jurnal Abmas Vol. 5 No. 1 (2005): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v5i1.78

Abstract

Jurusan PKK Program Studi Spesialisasi pendidikan Tata Boga tidak dapat selalu mengandalkan pada profesi guru sebagai bidang pekerjaan yang ditekuninya, tetapi ternyata upaya penciptaan lapangan kerja dengan merintis usaha Home Industry bidang boga merupakan peluang yang cukup menjanjikan. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PKK Program Studi Spesialisasi Pendidikan Tata Boga, sedangkan yang dijadikan sebagai sampel penelitian adalah angkatan 2003 yang berjumlah 41 orang. Instrumen penelitian menggunakan teknik angket untuk memperoleh data pendapat mahasiswa tentang manfaat setelah menyelesaikan pembelajaran bidang boga selama 4 semester dan teknik observasi untuk memperoleh data tentang mahasiswa yang merintis usaha Home Industry bidang boga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: mahasiswa Program Studi Spesialisasi Pendidikan Tata Boga merasakan manfaat pembelajaran bidang boga yang telah diterimanya karena lebih dari setengahnya sudah mulai merintis usaha home industry. Kurang dari setengahnya, walaupun berminat merintis usaha home industry namun merasa belum berani dan kurang percaya. Oleh karenanya salah satu rekomendasi yang ditujukan pada Jurusan PKK adalah menambahkan mata kuliah Kewirausahaan dalam struktur kurikulumnya agar dapat menumbuhkan jiwa wirausaha pada mahasiswa.
Program kuliah entrepreneurship Masitoh Masitoh; Euis Kurniati; Ali Nugraha; Hany Yulindrasari
Jurnal Abmas Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v6i1.79

Abstract

Program Kuliah Entrepreneurship merupakan perkuliahan intensif yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. Penyelenggara kegiatan ini adalah PGTK FIP Kampus Bumi Siliwangi dan diikuti oleh 62 orang peserta. Program ini berlangsung dari tanggal 22 Agustus — 10 Oktober 2005. Program Kuliah Entrepreneurship ini menggunakan pendekatan 3 Learning System, yaitu; (1) Learning To Know yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa mengenai konsep, manajemen, strategi berwirausaha. (2) Learning To Do yang bertujuan untuk memberikan pengalaman dan memberikan keterampilan kepada mahasiswa dalam menyusun rancangan usaha, membuat kerajinan tangan, dan menjalankan usaha kecil. (3) Learning To Learn and To Live Together yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam mengidentifikasi peluang-peluang usaha serta menelusuri jejak para pengusaha sukses dengan melakukan studi lapangan. Program ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat berwirausaha, untuk selanjutnya program ini dapat dijadikan paket pilihan mata kuliah umum yang ada di UPI.
Pelayanan dan manfaat koperasi, serta pengaruhnya terhadap partisipasi anggota (suatu kasus pada koperasi produsen tahu tempe Kabupaten Tasikmalaya) A. Jajang W. Mahri
Jurnal Abmas Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v6i1.80

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah menurunnya kinerja Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, antara lain ditandai dengan menurunnya pelayanan, menurunnya jumlah anggota dan menurunnya simpanan-simpanannya. Masalah ini dirumuskan satu rumusan masalah, yaitu: Seberapa besar kualitas pelayanan dan manfaat Koperasi secara simultan berpengaruh terhadap tingkat partisipasi anggota?. Penelitian dilakukan terhadap responden dengan mengambil sampel sebanyak 80 orang dari populasi anggota KOPTI Tasikmalaya yang berjumlah 397 orang, berdasar versi Taro Yamane, penentuannya didasarkan atas Stratified Proporsional Sampel Random Sampling. Metode yang digunakan explanatory survey method dengan menggunakan data primer dan sekunder. Variabel yang dianalisis yaitu faktor kualitas pelayanan Koperasi dan variabel manfaat Koperasi. Sedangkan pengujian validitas digunakan teknik korelasi melalui Koefisien Korelasi Product Moment dari Pearson. Uji reliabilitas digunakan adalah teknik korelasi belah dua (split-half) dengan formula Spearman-Brown. Sedangkan teknik analisis data, digunakan analisis korelasi dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan manfaat Koperasi berpengaruh positif terhadap partisipasi anggota pada Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Tasikmalaya. Berarti semakin tinggi kualitas pelayanan dan manfaat yang diberikan oleh Koperasi, maka partisipasi anggota juga akan semakin meningkat.
Penyuluhan kesehatan gizi dan pencegahan penyakit pada masyarakat Desa Cisitu Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Parman Parman; Dadan Djuanda; Tatang Muhtar
Jurnal Abmas Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v6i1.81

Abstract

Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kekurangan gizi dan tidak sehat dapat merusak kualitas SDM. Urusan kesehatan merupakan urusan lingkungan, sikap, dan perilaku masyarakat. Di Sumedang, gizi buruk dan yang terjangkit penyakit setiap tahunnya terus meningkat. Masalah tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut: (1) masyarakat memerlukan penyuluhan tentang gizi. (2) Masyarakat perlu pemahaman, pengertian, pencegahan penyakit yang dapat menjadi wabah dalam keluarganya. Adapun hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: (1) Masyarakat bukan tidak peduli masalah kesehatan tetapi terkadang terlupakan oleh kesibukannya dalam kehidupan, dengan demikian penyuluhan secara berkala melalui pendekatan kekeluargaan perlu terus dilanjutkan. (2) Banyak faktor yang mempengaruhi keadaan kesehatan dan gizi masyarakat, tidak sekadar persoalan kelemahan ekonomi, tetapi multifaktor yang sangat erat jalinannya. Oleh karenanya pemerintah harus dapat mengatasi permasalahan dengan berbagai pendekatan, dan multipandang. Sehingga dapat diselesaikan secara komprehensif dan tepat guna. (3) Masyarakat umumnya lebih memerlukan contoh dan pembuktian daripada sekadar teori. (4) Faktor keengganan masyarakat untuk melaporkan kejadian menyangkut kesehatan dan gizi kepada kader, merupakan hambatan tersendiri di masyarakat. Demikian juga perilaku aparat yang sering menutupi keadaan masyarakat yang mengalami kekurangan gizi dan kesehatan merupakan kendala yang perlu disadari oleh semua pihak. Masyarakat harus dibiasakan berani mengadu dan bertanya bila ada permasalahan gizi dan kesehatan. Pemerintah pun tidak perlu takut bila mendapati warganya menderita sakit atau kurang gizi untuk sesegera mungkin ditanggulangi.
Pelatihan strategi pembelajaran Guru PKn dalam implementasi Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) di SD/MI - SMP/MTs di Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang Endang Danial
Jurnal Abmas Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v6i1.82

Abstract

Sosialisasi dan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK = Kurikulum 2004) kepada para guru sebagai pelaksana pendidikan di sekolah, masih terbatas. Oleh karena itu menuntut semua pihak untuk berperan serta dalam meningkatkan kemampuan guru di sekolah. Sejalan dengan pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) dan partisipasi masyarakat (community based participation), program sosialisasi KBK sekaligus sebagai usaha peningkatan pendidikan di sekolah. Fokus pelatihan ditujukan pada mata pelajaran Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) sesuai dengan keahlian Tim Pengembangan. Dengan pendekatan dialogis, diskusi, berkelompok dan eksebisi, maka pelatihan berjalan sesuai dengan rencana. Pelaksanaan dipusatkan di Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang dan mendapatkan respon yang baik dari Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan, para Kepala Sekolah, guru-guru SD/MI dan SMP/MTs. Mereka dapat memahami konsep dan mencoba operasionalisasi KBK di sekolah dengan bersimulasi bersama dengan teman dan fasilitator pada waktu pelatihan. Setelah mencoba menjabarkannya ke dalam perencanaan pembelajaran dan pendekatan beberapa metode (portofolio, PAKEM, CTL) sampai pada cara penilaian (portfolio assessment), para peserta memahami esensi IPS/PKN Kurikulum 2004 (KBK). Guru merasa diberikan peluang sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan pembelajaran bersama siswa dalam koridor meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan demikian pelatihan ini amat membantu pembelajaran guru dalam upaya meningkatkan pembelajaran di sekolah.
Optimalisasi perkembangan anak usia dini melalui kegiatan penyuluhan deteksi dini tumbuh kembang anak Vina Andriany
Jurnal Abmas Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v6i1.83

Abstract

Perkembangan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan seorang individu. Agar seorang anak memiliki perkembangan yang baik, maka perlu ada deteksi dini tumbuh kembang anak yang memiliki tujuan tercapainya optimalisasi perkembangan seorang anak. Sangat disayangkan masih sedikit orang tua yang memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak ini, seperti orang tua di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung. Melalui metode penyuluhan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak, orang tua diharapkan orang tua memiliki kesadaran dan keahlian dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pasca penyuluhan, orang tua memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak sebagai upaya optimalisasi perkembangan anak.
Model pembelajaran kewirausahaan sablon dalam menumbuhkan minat wirausaha santri di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Bandi Sobandi
Jurnal Abmas Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v6i1.84

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk tindak lanjut kegiatan yang direkomendasikan dari hasil KKN UPI tahun 2004 tentang perlunya keterampilan pada sistem pendidikan pesantren sehingga menjadi "pesantren plus". Kegiatan yang dilakukan merupakan model pembelajaran kewirausahaan dalam bentuk latihan dan bimbingan wirausaha sablon bagi para santri yang berada di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, praktek, dan bimbingan kewirausahaan. Metode ceramah, demonstrasi, dan praktek dilakukan pada saat kegiatan pelatihan dilaksanakan. Bimbingan kewirausahaan dilaksanakan dengan penyediaan kesempatan layanan berkonsultasi kewirausahaan dan membawanya ke pusat industri sablon di Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki kemampuan teknis dan wawasan kiat berwirausaha sablon. Selain itu, diperoleh data melalui angket yang sangat menggembirakan yaitu tumbuhnya minat kewirausahaan peserta dengan muncul ciri-ciri mental kewirausahaan seperti: percaya diri, berorientasi tugas dan hasil, pengambil resiko, kepemimpinan, dan berorientasi masa depan.
Pengaruh motivasi diri terhadap kinerja belajar mahasiwa (studi kasus pada mahasiswa Universitas Paramadina) Mohamad Rangga Wiranatakusumah; Prima Naomi
Jurnal Abmas Vol. 7 No. 1 (2007): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v7i1.85

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi yang mendorong mahasiswa Universitas Paramadina untuk belajar. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui variabel motivasi mana yang paling mempengaruhi prestasi belajar serta apakah ada perbedaan motivasi berdasarkan perbedaan jenis kelamin dan uang saku. Penelitian dilakukan terhadap 134 responden yang dipilih berdasarkan kluster sebesar 15% dari tujuh jurusan yang ada di Universitas Paramadina. Teori Vroom dan teori motivasi dari David McClelland serta beberapa penelitian sebelumnya dijadikan landasan untuk membangun hipotesa penelitian. Peneliti melakukan uji reliabilitas dan faktor analisis untuk menguji validitas. Analisis multiregresi digunakan untuk melihat apakah ada pengaruh antara variabel. Analisa kluster dan uji beda digunakan untuk melihat apakah ada perbedaan motivasi antara responden laki-laki dan perempuan serta perbedaan motivasi pada responden dengan uang saku yang berbeda. Hasil penelitian membuktikan bahwa kebutuhan sosial (need of affiliation) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja mahasiswa, akan tetapi secara keseluruhan motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja mahasiswa. Selain itu hasil penelitian ini juga menemukan tidak ada perbedaan motivasi berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Namun demikian ditemukan perbedaan yang signifikan pada n/PWR dan n/AFF pada mahasiswa Paramadina berdasarkan perbedaan uang saku.
Peningkatan minat belajar siswa tentang Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) melalui kegiatan layanan laboratorium Asep Sutiadi
Jurnal Abmas Vol. 7 No. 1 (2007): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v7i1.86

Abstract

Telah dirancang suatu pembelajaran IPBA untuk membelajarkan siswa secara aktif dengan dukungan fasilitas laboratorium Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI. Kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat siswa terhadap materi IPBA dan memberikan salah satu alternatif pembelajaran Fisika materi IPBA pada jenjang SMA. Tujuan lainnya adalah membina hubungan kerjasama antara Jurusan Pendidikan Fisika dengan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran IPBA. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pembelajaran IPBA melalui kegiatan layanan laboratorium dapat meningkatkan minat siswa terhadap materi IPBA. Hal ini dilihat dari antusiasme dan keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran. Hubungan kemitraan dengan sekolah juga dapat dibina dengan baik.

Page 8 of 30 | Total Record : 299