cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pemanfaatan zeolit untuk pengelolaan limbah peternakan sapi perah milik rakyat di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung (kaji tindak di Desa Cibodas dan Desa Sukajaya) Dede Rohmat
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.47

Abstract

Berangkat dari kurang teperhatikannya penanganan limbah ternak sapi di masyarakat, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu masyarakat dalam menangani pencemaran lingkungan sekitar akibat limbah ternak melalui pemanfaatan Zeolit; dan mengembangkan metode pengelolaan limbah agar lebih efektif dimanfaatkan untuk bidang pertanian. Kegiatan dilakukan di Desa Cibodas Kecamatan Lembang dan Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung, dengan sasaran para peternak sapi perah dan para keluarga yang berada di sekitar desa tersebut. Aplikasi Zeolit ini dilakukan dengan cara memodifikasi penanganan limbah yang dilakukan oleh peternak. Hasil perlakuan secara fisik menunjukkan penampakan yang lebih baik dibandingkan dengan limbah tanpa perlakuan pada periode pemupukan yang sama, tidak berbau dan cukup matang untuk diaplikasikan pada lahan pertanian. Dengan kondisi demikian, maka pencemaran lingkungan akibat limbah ternak sapi dapat ditangani. Respon peternak sangat baik dan mereka dapat mentransfer ilmunya pada peternak lainnya. Terbentuknya kesadaran mengenai pentingnya penanganan limbah secara baik untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan aman. Dari hal tersebut sangat diharapkan perlu dilakukannya bentuk kaji tindak aplikasi kotoran sapi hasil perlakuan untuk beberapa jenis tanaman; yang hasil kegiatannya disebarluaskan kepada peternak-peternak lain. Oleh karena itu diperlukan kerja sama yang baik dengan para penyuluh peternakan di tingkat dinas, kecamatan dan desa.
Kuliah Kerja Usaha (KKU) memberdayakan kemball para petani jamur kayu dalam meningkatkan pendapatannya di Desa Karangmangu Kab. Kuningan dan Desa Sumbersari Kabupaten DT. II Bandung Elan Suherlan
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.48

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mahasiswa dan menumbuh kembangkan usaha jamur yang pernah atau masih ada di lokasi pelaksanaan di Desa Karang Mangu Kecamatan Keramat Mulya Kabupaten Kuningan dan Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Daerah tersebut merupakan daerah pembudidayaan jamur yang pernah maju tetapi kemudian mengalami krisis dan bahkan banyak yang gulung tikar. Permasalahan bagi petani jamur yang masih bertahan adalah bagaimana produksi dan menjaga agar hasil produksi tidak cepat membusuk, karena untuk pemasaran yang lebih luas memerlukan waktu yang relatif lama sedangkan sifat jamur kayu mudah membusuk. Peserta kegiatan sebanyak 31 orang dengan program uji coba melalui cara pengawetan dengan pengionan, pemanasan dan pengemasan maupun dalam bentuk penganan siap santap (olahan dalam bentuk keripik atau krispi). Respon masyarakat petani jamur di kedua desa binaan tersebut cukup baik, bahkan ada keinginan untuk meniru teknologi yang diperkenalkan terutama bila panen melimpah.
Pelatihan pembelajaran terpadu sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar Uyoh Sadulloh
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.49

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru-guru Sekolah Dasar, di samping masalah kesejahteraan, juga berkaitan dengan masalah mutu proses dan hasil belajar di sekolah dasar. Salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian adalah adanya pembelajaran yang dengan tegas memisahkan konsep-konsep yang dipelajari baik intra maupun antar mata pelajaran. Dengan demikian pembelajaran di Sekolah Dasar cenderung berlangsung dengan pengkotakan isi kurikulum yang ketat. Pembelajaran semacam itu tidak akan memberi kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk mengembangkan konsep yang sebenarnya saling berkaitan satu dengan lainnya, bahkan saling berkaitan dengan lingkungan kehidupan anak. Pembelajar seperti itu kurang memberikan makna bagi perkembangan murid Sekolah Dasar yang memandang lingkungan hidupnya sebagai suatu kesatuan yang utuh. Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut di atas adalah perlu dikembangkannya model pembelajaran terpadu oleh guru-guru Sekolah Dasar. Pada saat sekarang model tersebut belum dapat dilaksanakan, karena di samping adanya pengkotakan isi kurikulum yang ketat dalam GBPP, juga dikarenakan kurangnya pemahaman dan keterampilan guru mengenai prinsip dan prosedur penggunaannya dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan itu kepada para guru Sekolah Dasar perlu diberikan pelatihan dan sosialisasi penerapan model pembelajaran terpadu dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di Sekolah Dasar.
Kuliah Kewirausahaan (KWU) kria usaha boga dan busana Sunarsih Sunarsih
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.50

Abstract

Dalam upaya pengembangan budaya kewirausahaan di PT, maka perlu dicari model pembelajaran atau perkuliahan kewirausahaan yang memadai bukan untuk kepentingan pengelolaan PT itu sendiri maupun keluarannya. Model pengembangan perkuliahan kewirausahaan yang telah dicoba dikembangkan di UPl ialah model kewirausahaan (KWU) kria usaha Boga dan Busana.  Secara khusus model ini menawarkan hadirnya hubungan UPl yang memiliki jiwa wiraswasta untuk menciptakan pengusaha muda terdidik. Perkuliahan diselenggarakan dengan pengayaan kunjungan ke perusahaan Boga dan Busana, latihan praktik membuat produk Boga dan Busana dan simulasi usaha. Perkuliahan dikelola sedemikian rupa sehingga memungkinkan terjalin dan hadirnya mitra usaha atau induk semang di dalam berusaha.
Pembuatan mesin pencetak batako sistem hidrolik dengan enam cetakan Rudi Rudi; Tatang Mulyana; Komarudin Komarudin; Kardiana Kardiana
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.51

Abstract

Telah dihasilkan suatu penemuan baru dalam pembuatan bahan bangunan (batako) yang praktis dan efisien. Penemuan yang dimaksud adalah Mesin Pencetak Batako Sistem Hidrolik Dengan Enam Cetakan. Dalam sekali proses produksi, mesin ini dapat menghasilkan batako sebanyak enam buah, sehingga dilihat dari segi produksinya mesin ini lebih unggul dibandingkan mesin pencetak batako manual. Dengan basil produksi yang tinggi, tentunya upah para pekerja batako akan tinggi pula, sehingga keluhan para pekerja batako yang memperoleh upah kurang memadai dapat teratasi. Dalam proses operasinya, mesin ini menggunakan motor listrik dengan daya motor listrik 100 watt. Daya motor tersebut berfungsi untuk meningkatkan para pekerja batako ketika proses produksi berlangsung, sehingga tenaga yang dikeluarkan oleh pekerja batako tidak terlalu besar. Oleh karena itu, selain meningkatkan upah para pekerja batako, mesin ini juga dapat membantu para pekerja batako dalam mempermudah proses produksi batako.
Penyuluhan manajemen olahraga kesehatan dan rekreasi di obyek wisata Situ Ciburuy Kabupaten Bandung Yuda M. Saputra
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.52

Abstract

Manajemen dalam pengelolaan olahraga kesehatan dan rekreasi adalah suatu proses pengelolaan dalam membina individu atau kelompok agar mampu mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan nilai dari hidup sehat dan waktu melalui kegiatan fisik. Kegiatan konkret ini di dalam penyuluhan luang yang menyenangkan merupakan salah langkah mewujudkan kepedulian kampus terhadap eksistensinya dengan dunia luar kampus. Upaya setidaknya menjadi media pengembangan ilmu yang ada perguruan tinggi terhadap masyarakat yang menjadi penggunanya. Persoalan umum yang dihadapi pengelola obyek wisata Situ Ciburuy adalah belum di memilikinya struktur organisasi yang jelas. Hal ini dapat terlihat lapangan dengan belum padunya antara instansi terkait sebagai pengelola obyek wisata. Dari persoalan ini kami dapat memperoleh pelajaran mengenai bentuk pengelolaan suatu obyek wisata yang profesional. Khusus untuk obyek wisata Situ Ciburuy dinilai belum dikelola secara profesional oleh Dinas Pariwisata setempat. Sehingga pengelolaannya belum memberikan hasil yang optimal bagi para pengunjung domestik maupun mancanegara serta kemakmuran masyarakat di sekitar lokasi obyek wisata.
Pelatihan keterampilan fungsional (bekal hidup) bagi masyarakat di lokasi kegiatan Kuliah Kerja Nyata di pinggiran Kota Bandung Uyoh Sadulloh
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.53

Abstract

Pelepasan lahan pertanian oleh petani kepada pihak lain menyebabkan berubahnya lingkungan dari Pesawahan menjadi perumahan dan pabrik-pabrik Industri, sehingga lahan pertanian yang menjadi sumber pencaharian utama penduduk telah mengalami penyempitan. Berkurangnya lahan pertanian dan kegiatan pertanian di desa-desa perbatasan kota Bandung, menyebabkan banyak para petani yang beralih pekerjaan ke sektor non pertanian. Mereka yang beralih pekerjaan memerlukan jenis pekerjaan yang cocok dan menguntungkan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan yang dimiliki. Masa transisi yang dialami petani di pinggiran Kota Bandung memerlukan bantuan pembinaan, terutama yang berkaitan dengan alih pekerjaan dari petani ke sector non pertanian dan untuk memberdayakan petani yang tetap sebagai petani dengan kondisi lahan pertanian yang sempit, tetapi harus menghasilkan keuntungan yang memadai. Pemberian pelatihan keterampilan fungsional merupakan salah satu pemecahan masalah yang dihadapi para petani yang alih pekerjaan maupun yang meneruskan pekerjaan dalam pertanian dengan lahan yang makin berkurang. Beberapa jenis pelatihan keterampilan fungsional produktif yang diberikan, yaitu: Keterampilan menjahit (tata busana), keterampilan pengolahan kain perca, keterampilan pengolahan makanan, keterampilan sablon, keterampilan pembudidayaan jamur, keterampilan nata de coco. Selain materi keterampilan tersebut, setiap pelatihan dilengkapi dengan pemberian materi tentang: (1) manajemen produksi, pemasaran, dan keuangan, serta (2) pembinaan jiwa kewirausahaan
Teknik pembuatan warna Acrylic bagi guru-guru seni rupa sekolah menengah Indonesia Irin Tambrin; Band! Sobandl
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.54

Abstract

Di tengah-tengah resesi ekonomi yang belum berakhir ini hampir semua barang-barang yang datang dari luar negeri mengalami kenaikan yang tak terkendali, termasuk berbagai keperluan untuk berkarya seni rupa dua dimensi seperti cat air, cat minyak, cat pelekat dan lain-lainnya. Untuk mengatasi kesulitan di atas diantaranya perlu dilakukan workshop tentang teknik pembuatan warna acrylic dengan biaya relatif murah dan kualitas bisa bersaing dengan cat lainya yang biasa dijual di toko. Kegiatan workshop ini dibagi menjadi empat kegiatan utama, kegiatan pertama berupa pembukaan, penyampaian makalah .diskusi dan peragaan serta praktik sebanyak 10 jam. Kegiatan kedua berupa eksplorasi dan eksperimen warna baru sebanyak 40 jam, dikerjakan di jurusan dan di rumah masing-masing. Kegiatan ke tiga aplikasi warna pada karya seni rupa dua dimensi berbentuk kegiatan berkarya seni rupa yang dikerjakan di rumah masing-masing sebanyak 100 jam untuk dipamerkan pada bagian akhir kegiatan dan bagian ke empat pameran karya seni rupa dua dimensi yang akan diselenggarakan di aula SLTPN 13 Bandung pada akhir catur wulan ke tiga menjelang pembagian rapor sebanyak 50 jam, sehingga seluruh kegiatan memakan waktu 200 jam.
Optimasi kondisi proses pada pelapisan logam nikel dekoratif (elektroplating) untuk meningkatkan kualitas produk industri kecil pelapisan logam R. Sudigdo S; Enang Suma A; Agus Solehudin
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.55

Abstract

Elektroplating dilakukan dengan maksud memberi perlindungan terhadap bahaya korosi, membentuk sifat keras permukaan, dan sifat teknis atau mekanis tertentu, serta memberikan nilai dekoratif terhadap logam dasar. Pada kenyataannya kondisi optimum proses pelapisan logam, khususnya nikel dekoratif, belum diperhatikan oleh sebagian industri kecil. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dicari kondisi optimal proses pelapisan nikel dekoratif, sehingga ongkos produksi menjadi rendah dan laba perusahaan menjadi tinggi. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan bahan alteratif pengkilat yang diuji coba kan pada logam- logam sampel adalah NaCI dan NH4CI. Langkah percobaan meliputi variasi konsentrasi NaCI dan NH4CI terhadap variasi waktu proses pelapisan. Sedangkan kondisi temperatur, pH dan rapat arus pada kedua bahan pengkilat diambil konstan dengan masing- masing 20 - 30 °C, 3 dan 3 A/dm2. Hasil yang diperoleh adalah dari hasil percobaan dan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum proses pelapisan nikel dengan menggunakan campuran bahan pengkilat alternatif NaCI dan NH4CI adalah masing-masing dengan konsetrasi 20 g/lt, nikel sulfat NiSO4 120 g/lt, dan asam boric H3BO3 15 gr/lt pada waktu proses pelapisan 30 menit pada tempperatur kamar, pH 3 dan rapat arus 3 A/dm2.
Metode peningkatan keterampilan anak tuna netra mengaduk ransum ternak ayam petelur di SLB Tuna Netra Payakumbuh Yarmis Hasan; Armaini Armaini; Mindawati Mindawati; Irdamurni Irdamurni
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.56

Abstract

The blind children are hoped that they could solve their own life. They are prepared in order to be capable and live without any awkwardness in society, and also for helping the Social Department and all at once to face the changing of area autonomy. Along with the aim itself, so this training is given to the blind children including the teachers. One of the skills is in mixing the ration of chicken egg layer, so they are able to take care of it by concerning the composition of the chicken's food and appropriate with the needs. Strategy that is used is facing strategy, by visiting the object to be given an education and job training whether in the room or in the field. So, the method that is used is speech method as discussion and interview, and the method that is given to the blind children is especially in orientation and mobility. From this dedication activity can be summarized that by using the orientation and mobility method, the blind children could do the mixing of the ration of chicken egg layer.

Page 5 of 30 | Total Record : 299