cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Percepatan ketrampilan membaca Al-Qur’an di sekolah melalui metode Bil Hikmah Udin Supriadi; Munawar Rahmat
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.57

Abstract

Banyaknya siswa yang buta huruf Al-Qur'an, tidak adanya metode cepat membaca Al-Qur'an, dan tidak adanya model manajemen pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, merupakan masalah akut sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Belakangan terdapat metode Bil-Hikmah, suatu metode cepat membaca Al-Qur'an bagi segala umur. Metode Bil-Hikmah mengambil keunggulan dua metode induknya. Dari Baghdadiyyah diambil keunggulan "struktur huruf dan bacaan", dan dari Shautiyyah diambil keunggulan "bacaan langsung tanpa mengeja". Dengan menggunakan prinsip pedagogis, psikologi belajar, dan manajemen model Kutab, hasilnya terbukti sangat efektif dan efisien. Dalam waktu yang relatif singkat, para siswa terbukti cepat pintar membaca Al-Qur'an.
Pelatihan dasar teknik refrijerasi (kulkas) untuk SDM pencari kerja Ricky Gunawan
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.58

Abstract

Wirausaha digalakkan pemerintah saat ini untuk mengatasi dan menanggulangi pengangguran di tanah air kita. Salah satu jenis wirausaha adalah dalam bidang jasa yang berhubungan dengan keterampilan. Dengan menguasai keterampilan teknik, seseorang dapat menciptakan suatu usaha dalam penjualan jasa berupa servis/perbaikan. Perkembangan teknologi yang maju sedemikian cepat menghasilkan suatu barang/produk yang memerlukan perawatan agar dapat tahan lama dalam pemakaiannya. Untuk itu, diperlukan orang-orang yang mampu melakukan perawatan. Salah satu produk yang banyak digunakan masyarakat di rumah tangga adalah refrigerator (kulkas). Perawatan kulkas hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki keterampilan. Agar dapat melakukannya, diperlukan suatu pelatihan yang mengarah pada keterampilan yang relevan. JPTM FPTK UPI dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi menawarkan keterampilan tersebut. Pelatihan itu dimaksudkan untuk membantu para pemuda yang belum bekerja agar memiliki keterampilan dasar kulkas sehingga kelak dapat dimanfaatkan untuk bekerja. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi SDM yang tidak memiliki keterampilan khusus.
Dukungan lingkungan sosial terhadap aktivitas peran-ganda perempuan kelas menengah etnik Sunda (studi kasus di Kabupaten Garut) Ieke Sartika Iriany
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.59

Abstract

This research forms the case study of the middle-class Sundanese women's multiplied roles in Garut Regency. This research analyzes aspects of married women's perception of work activities in the domestic and public sectors, their husbands' perception of women's multiplied roles, and the Sundanese social environment's support for women's multiplied roles. The research question is: "Why Sundanese women's multiplied roles, as women's self-actualization in family and society, cannot contribute to development?". The method used in this research is the case study with a qualitative-descriptive approach. Data gathering techniques used observation-participation and in-depth interviews involving twenty-three general informants and eighteen key informants selected via the snowball technique. The result of the research shows that the Sundanese ethnic women (the wife) and the husbands of the middle class have a positive perception toward women's multiplied roles, so that the activities in implementing domestic roles and public roles are purposed to build a prosperous family, "Sakinah, mawaddah, warokhmah" ("peaceful, quiet, and merciful"), and have support from the social environment. Women's multiplied roles of Sundanese get significant support either from the family environment, the occupational environment, or their social environment. The women's multiplied roles model are the "ideal-roles model" or "equilibrium model," which means role differentiation in the family has integrated with the proportion of women's roles in the domestic sector (PSD) being equal to women's roles in the public sector (PSP). In another word, PSD is the same as PSP; with the "Trimatra Fungsional" paradigm (functional of three-dimensions paradigm) to perceive interaction dimensions of wife, husband, and children; so that role-structure differentiation according to functional goals can integrate.
Pengembangan sektor kepariwisataan melalui peningkatan profesionalisme tenaga dan pengelola kepariwisataan di daerah Jawa Barat Yuliarti Mutiarsih
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.60

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan hasil Pengabdian Masyarakat di lokasi wisata Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari hasil survei diketahui bahwa para pedagang hanya memiliki kemampuan bahasa asing yang terbatas, dan cenderamata yang dihasilkan oleh perajin lokal masih dalam bentuk desain yang sederhana. Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan para pelaku pariwisata, Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FPBS Universitas Pendidikan Indonesia merasa perlu dan berkepentingan membantu masyarakat melalui tiga kegiatan, yaitu: penyuluhan bahasa Prancis bagi para pemandu wisata amatir, pedagang tetap dan asongan cenderamata; pelatihan desain cenderamata bagi para perajin; dan penyusunan serta sosialisasi buku saku survival language dalam bahasa Prancis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, memberikan keterampilan bahasa Prancis kepada para pemandu wisata amatir dan pedagang cenderamata agar mampu berkomunikasi dalam bahasa tersebut. Kedua, meningkatkan kemampuan perajin cenderamata, terutama dalam menciptakan dan mengembangkan desain. Ketiga, membantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang kepariwisataan. Keempat, meningkatkan peranan perguruan tinggi, dalam hal ini Program Studi Bahasa Prancis UPI, dalam masyarakat melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat. Disadari benar bahwa kegiatan pengabdian dalam periode yang singkat ini tidak akan mampu mengakomodasi seluruh permasalahan yang ada di lapangan. Namun, diyakini pula bahwa kerja lapangan ini telah memberikan banyak pemecahan terhadap hal-hal yang sifatnya kognitif, afektif, maupun manajerial.
Magang kewirausahaan pada industri keramik sebagai model pembelajaran kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi akademis mahasiswa Maman Tocharman
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.61

Abstract

Magang Kewirausahaan (MKU) dalam konteks pendidikan merupakan suatu upaya untuk menjembatani adanya kesenjangan antara dunia akademis dengan realitas yang ada dan berkembang di masyarakat, dalam hal ini dunia industri. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mewujudkan relevansi sistem pendidikan dengan lapangan kerja (link and match). Penyelenggaraannya merupakan kolaborasi yang harmonis antara mitra dunia industri dengan perguruan tinggi. Dalam proses pendidikan, sistem magang (apprenticeship) merupakan sistem yang paling tua di dunia. Sistem ini banyak menghasilkan pakar-pakar bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan. Program magang bagi insan akademisi yang relevan dengan disiplin ilmu dan keterampilan yang dimiliki akan sangat berarti dalam rangka peningkatan jiwa entrepreneurship (kewirausahaan), yaitu sikap mental atau jiwa seseorang untuk meningkatkan karyanya/penghasilan yang berorientasi pada tindakan, percaya diri, memiliki motivasi tinggi, kreatif, berjiwa pembaharu, dan berani mengambil risiko dalam meraih tujuannya, serta memiliki self-reliance (kemandirian) yang mampu memberikan kecakapan untuk hidup, dalam kehidupan dan penghidupan. Tujuan kegiatan magang kewirausahaan pada industri keramik hias adalah agar mahasiswa dapat memiliki wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kewirausahaan dalam bentuk karya nyata. Kegiatan ini bermanfaat bagi dunia industri sebagai mitra untuk menjalin kerja sama dengan dunia akademik. Selain itu, bagi perguruan tinggi, khususnya Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS UPI, kegiatan ini meningkatkan kualitas dan model pembelajaran yang terintegrasi antara pengetahuan teoritis dengan praktik. Metode pembelajaran yang digunakan berupaya memberikan kesempatan para peserta untuk ikut terlibat aktif secara langsung dalam proses kegiatan pembelajaran yang dipadukan dengan metode umum pembelajaran seperti metode ceramah, tanya jawab, resitasi, demonstrasi, latihan, dan eksperimentasi. Teknis pelaksanaannya mencakup tugas terstruktur dan mandiri. Selain itu, kegiatan bimbingan dilakukan secara individual maupun secara kelompok.
Dampak pemanfaatan lahan terhadap kualitas air permukaan dan air tanah Wahyu Wibowo
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.62

Abstract

Pemanfaatan lahan yang dilakukan untuk berbagai kepentingan, termasuk di dalamnya perumahan, industri, dan pertanian, seringkali tidak memperhatikan dampak yang muncul secara jangka panjang. Pencemaran dan limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, industri, dan pertanian seringkali baru disadari setelah timbul berbagai gangguan kesehatan pada manusia. Limbah-limbah logam berat, senyawa-senyawa organo-halogen, hidrokarbon petroleum, dan lain-lain memasuki air permukaan serta air tanah melalui berbagai cara, di antaranya pembuangan langsung, leaching (pencucian), airborne dispersal (penyebaran melalui udara), dumping (pembuangan), dan karena kecelakaan. Penanggulangan dampak akan memakan biaya besar, maka cara yang paling murah adalah mencegah terjadinya pencemaran tersebut. Hal ini diawali dengan pemahaman terhadap dampak yang mungkin timbul akibat pemanfaatan lahan yang kurang terencana dengan baik, serta pencegahan pencemarannya secara langsung di lapangan melalui penerapan penggunaan instalasi pengolahan limbah rumah tangga ataupun industri, serta menyusun dan melaksanakan program-program lingkungan yang lebih baik.
Model pembelajaran tematik makanan untuk hidup dengan mengembangkan kemampuan bekerja ilmiah di Sekolah Dasar Mimin Nurjhani Kusumastuti; Sri Redjeki; Ammi Syulasmi; Hernawati Hernawati
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.63

Abstract

Model pembelajaran tematik merupakan model pembelajaran yang menggunakan tema sebagai fokus pembahasan. Materi pelajaran SD kelas 5 cawu 1 dianggap sesuai untuk diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran tematik dengan tema "Makanan untuk Hidup" sebagai fokus pembahasan. Beberapa masalah yang dihadapi oleh guru, seperti target penyampaian materi pembelajaran yang tidak tercapai karena kekurangan waktu, menentukan cara mengajar yang membangkitkan motivasi belajar siswa, serta meningkatkan kebermaknaan pengalaman belajar dan menerapkan kerja ilmiah, dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran ini. Pengenalan model dilakukan kepada 15 orang guru SD yang mengajar di kelas 3, 4, dan 5 di FPMIPA UPI. Pada pertemuan antara staf pengajar Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI dengan para guru, banyak terjadi pertukaran pengalaman, ide, serta perbaikan terhadap model yang diperkenalkan sehingga model tersebut menjadi lebih baik dan lebih mudah diterapkan. Dari kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat penambahan wawasan guru tentang model pembelajaran serta pengalaman dalam mengonstruksi model. Para guru menyarankan agar kerja sama dengan pihak UPI dapat diperluas dalam bentuk yang lain.
Lokakarya pendidikan seni tari berbasis apresiasi seni tradisi dan kontemporer bagi guru-guru seni tari se-Jawa Barat Tati Narawati
Jurnal Abmas Vol. 3 No. 1 (2003): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v3i1.64

Abstract

Pada kurikulum baru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang direncanakan berlaku tahun 2004, materi seni daerah setempat dan Nusantara mendapat porsi yang cukup banyak. Tujuan yang terkait dengan pokok bahasan seni daerah setempat dan seni daerah lain adalah: "Siswa dapat berekspresi dan berapresiasi musik, tari, dan teater daerah setempat dan daerah lain, serta mengenal sejarah dan estetikanya." Untuk mencapai tujuan tersebut, para guru sering mendapat kesulitan. Kendala utama di antaranya adalah sebagai berikut: Pertama, ketiadaan bahan ajar. Buku yang ada biasanya bersifat teoretis saja sehingga mudah dihafal dan hanya diuji pada akhir semester. Kedua, kemampuan guru yang terbatas. Kemampuan guru dalam mengolah seni daerah setempat dan Nusantara sebagai bahan pelajaran seni dirasakan masih kurang, sehingga materi yang diberikan kepada siswa cenderung tidak mengalami perubahan. Ketiga, latar belakang pendidikan. Kurangnya ketersediaan guru pendidikan seni yang memiliki latar belakang pendidikan seni yang sesuai. Mengingat persoalan tersebut, dirasakan sangat perlu diadakan lokakarya pendidikan seni berbasis apresiasi. Dalam hal ini, tari tradisi (setempat) dan tari kontemporer (daerah lain) dijadikan sebagai menu utama. Prinsip learning by seeing, learning by thinking, dan learning by doing adalah langkah kerja tim untuk mencapai tujuan, yaitu menghasilkan para guru yang memiliki kompetensi apresiasi terhadap seni tari tradisi dan kontemporer.
Efektivitas Cooperative Academic Education Program (Co-op) dalam menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Yadi Ruyadi
Jurnal Abmas Vol. 4 No. 1 (2004): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v4i1.65

Abstract

Co-op merupakan Work Based Learning (Work Integrated Learning) yang berbeda dengan praktik kerja lapangan atau magang yang sifatnya wajib dan terikat oleh suatu mata kuliah (practice-based learning / subject-based learning). Co-op mengharuskan mahasiswa bekerja secara penuh waktu; mahasiswa tidak menerima gaji, tetapi kompensasi baik berupa uang maupun fasilitas lainnya. Pelaksanaan Co-op di UKM telah memberikan manfaat bagi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan UKM. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman sebagai pekerja, pemahaman tentang dunia UKM yang meningkat, serta kemampuan menyusun Business Plan yang feasible dan realistis. Bagi UKM, program ini memberikan efisiensi, peningkatan, dan pemecahan masalah yang selama ini dihadapi, serta merupakan akses yang dapat mengembangkan UKM dan terjalinnya kemitraan dengan UPI dan mahasiswa. Serta bagi UPI, adanya feedback bagi perbaikan dan peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan terbukanya kerja sama dengan UKM.  
Pengembangan entrepreneur university Universitas Pendidikan Indonesia Iwa Kuntadi
Jurnal Abmas Vol. 4 No. 1 (2004): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v4i1.66

Abstract

Transformasi UPI menjadi PT BHMN pada awalnya didasari oleh pertimbangan bahwa kredibilitas UPI sebagai Perguruan Tinggi Negeri akan sulit dicapai ketika otonomi dan akuntabilitas belum sepenuhnya dimiliki oleh lembaga. Makna status UPI menjadi BHMN dan entrepreneur university mempunyai kesamaan visi, yaitu keduanya mengkonsepsikan suatu lembaga menuju kemandirian. Perubahan status PTN menjadi PT BHMN tidak berarti menjadikannya sebagai badan usaha yang hanya berorientasi mencari keuntungan sebesar-besarnya dan mengabaikan tujuan dan misi sosialnya. Entrepreneur university adalah universitas yang memiliki jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) di mana aktivitas yang dilakukan berorientasi profit tanpa menghilangkan fungsinya sebagai lembaga pendidikan.

Page 6 of 30 | Total Record : 299