cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
A participatory model through project-based learning in natural moringa oleifera soap production Nurul Febriani Putri; Fitri Handayani; Fitriagustiani Fitriagustiani; Muh. Chaeril Ikramullah; Pasmawati Pasmawati; Muh. Rizqy Firmansyah; Naziiha Maitsa
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.91943

Abstract

The widespread use of conventional soaps containing synthetic chemicals often poses risks of skin irritation and environmental pollution, necessitating the development of natural alternatives, such as soaps based on Moringa oleifera and Virgin Coconut Oil (VCO). At MAN 2 Parepare, abundant local resources remain underutilized due to the lack of integration of applied biotechnology into a predominantly theoretical curriculum. This community service program aimed to enhance students' competence in formulating natural soap using the cold process method through a Project-Based Learning (PjBL) approach. The implementation employed a participatory Service Learning method involving science students, encompassing saponification theory lectures, technical formulation training, and effectiveness evaluation through testing instruments. The results indicated a significant increase in cognitive and psychomotor competence, marked by a substantial improvement in participants' post-training understanding and high learning effectiveness. Beyond successfully creating eco-friendly antibacterial soap bars, the intervention substantially boosted participants' soft skills and entrepreneurial interest. It is concluded that PjBL effectively bridges the gap between biotechnology theory and practice and transforms students' knowledge into productive, economically valuable skills. The program recommends establishing a school entrepreneurship unit and further standardizing products to ensure the sustainability of educational impacts and economic empowerment grounded in local wisdom.   Abstrak Sabun konvensional berbahan kimia sintetik sering kali menimbulkan risiko iritasi kulit dan pencemaran lingkungan, sehingga mendorong urgensi pengembangan alternatif alami seperti sabun berbasis Moringa oleifera dan Virgin Coconut Oil (VCO). Di MAN 2 Parepare, potensi sumber daya alam lokal yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya integrasi bioteknologi terapan dalam kurikulum sekolah yang masih didominasi teori. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi murid dalam memformulasi sabun natural menggunakan metode cold process melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Metode pelaksanaan menerapkan Service Learning partisipatif yang melibatkan murid jurusan IPA, mencakup tahapan penyuluhan teori reaksi saponifikasi, pelatihan teknis formulasi, dan evaluasi efektivitas melalui instrumen tes. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan kompetensi kognitif dan psikomotorik yang signifikan, ditandai dengan peningkatan drastis pemahaman peserta pasca-pelatihan serta capaian efektivitas pembelajaran yang masuk dalam kategori tinggi. Selain berhasil menciptakan produk sabun padat antibakteri yang ramah lingkungan, intervensi ini terbukti meningkatkan soft skills dan minat wirausaha peserta secara substansial. Disimpulkan bahwa integrasi PjBL efektif menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik bioteknologi, sekaligus mentransformasi pengetahuan murid menjadi keterampilan produktif bernilai ekonomi. Program ini merekomendasikan inisiasi unit kewirausahaan sekolah dan pendampingan standardisasi produk lanjutan guna menjamin keberlanjutan dampak edukatif serta pemberdayaan ekonomi komunitas sekolah berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: bioteknologi; Moringa oleifera; pembelajaran berbasis proyek; proses dingin; sabun alami
Community engagement in sports events: contributing to public service through participant satisfaction Fadillah Nur Islami; Gita Siswhara; Caria Ningsih
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.26

Abstract

Over the past ten years, running events in Indonesia, particularly in Bandung, have evolved from a fitness activity into a significant urban phenomenon, fostering social cohesion, maximizing the utilization of public space, and strengthening community connections. This study investigates the impact of event experience, public space perception, and community engagement on participant satisfaction levels at running events in Bandung. Using a quantitative methodology with a sample of 160 respondents and multiple linear regression, the findings indicate that event experience and community engagement significantly influence participant satisfaction, whereas public space perception does not. The active participation of residents, volunteers, and small businesses emerged as key factors, highlighting their crucial role in fostering a positive event environment. Collectively, these three variables accounted for 51.1 percent of the variance in participant satisfaction. While public space perception is not a key determinant, effective management can enhance an event's overall image. This study proposes a comprehensive framework for event organizers and urban stakeholders, along with strategic recommendations to maximize participant experience, empower local communities, and enhance public space in line with Sustainable Development Goal 11.   Abstrak Selama sepuluh tahun terakhir, acara lari di Indonesia, terutama di Bandung, telah berubah dari kegiatan kebugaran menjadi fenomena perkotaan yang signifikan, memperkuat persatuan sosial, memaksimalkan pemanfaatan ruang publik, dan mempererat koneksi antar masyarakat. Studi ini menyelidiki dampak pengalaman acara, persepsi ruang publik, dan keterlibatan masyarakat terhadap tingkat kepuasan peserta pada acara lari di Bandung. Menggunakan metodologi kuantitatif dengan ukuran sampel 160 responden dan memanfaatkan analisis regresi linier berganda, temuan menunjukkan bahwa pengalaman acara dan keterlibatan masyarakat secara signifikan mempengaruhi kepuasan peserta, sedangkan persepsi ruang publik tidak menunjukkan efek yang signifikan. Partisipasi aktif penduduk lokal, relawan, dan usaha kecil muncul sebagai faktor utama, menyoroti peran penting mereka dalam membina lingkungan acara yang positif. Secara kolektif, ketiga variabel ini menyumbang 51,1 persen dari varians kepuasan peserta. Meskipun persepsi ruang publik tidak menjadi penentu utama, pengelolaannya yang efektif berpotensi meningkatkan citra keseluruhan acara. Studi ini mengusulkan kerangka kerja komprehensif untuk penyelenggara acara dan pemangku kepentingan perkotaan, bersama dengan rekomendasi strategis untuk memaksimalkan pengalaman peserta, memberdayakan komunitas lokal, dan meningkatkan ruang publik sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) Nomor 11. Kata Kunci: kepuasan peserta; keterlibatan komunitas; pengalaman acara; ruang publik 
Self-development through peer guidance for youth in Bandan Hurip Village in determining their careers Dian Nugraheni; Ghaza Fawwaz Ijlali Permana; Rohimansyah Rohimansyah
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.28

Abstract

The era of globalization, along with the lack of motivation and understanding among village youth in Laksana Mulya, Harapan Mulya, and Bandanpurwa hamlets regarding educational and career directions, is the main background for this community service. This Kuliah Kerja Nyata Berdampak (KKN-Berdampak) aims to provide insight, deepen adolescents' self-understanding, and equip them with basic skills in developing mature career plans. The implementation method uses a peer guidance approach that includes personal, social, learning, and career guidance. The implementation consists of three main stages: planning through observation, implementation through group discussions, and the creation of a "My Dream Map," and evaluation using Likert-scale pre-test and post-test instruments. This program involved 32 participants aged 13-18 years. The results of the community service showed a significant increase in understanding of self-potential and career plans. Participants' average understanding score increased in the post-test. In addition, the number of participants in the "very understanding" category increased. In conclusion, interventions through peer guidance have proven effective in facilitating peer support, increasing adolescents' self-confidence, and providing a strategic foundation for preparing for a more competitive future.   Abstrak Era globalisasi dan kurangnya motivasi serta pemahaman remaja desa di Dusun Laksana Mulya, Harapan Mulya, dan Bandanpurwa dalam menentukan arah pendidikan dan karier menjadi latar belakang utama pengabdian ini. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Berdampak (KKN-Berdampak) ini bertujuan untuk memberikan wawasan, memperdalam pemahaman diri remaja, serta membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam menyusun perencanaan karier yang matang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan peer guidance (bimbingan teman sebaya) yang mencakup bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier. Pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan utama: perencanaan melalui observasi, pelaksanaan melalui diskusi kelompok dan pembuatan "Peta Mimpiku", serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test berskala Likert. Program ini melibatkan 32 peserta berusia 13-18 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan tentang potensi diri dan rencana karier. Nilai rata-rata pemahaman peserta meningkat pada post-test. Selain itu, jumlah peserta pada kategori "sangat paham" meningkat. Kesimpulannya, intervensi melalui peer guidance terbukti efektif dalam memfasilitasi dukungan sebaya, meningkatkan kepercayaan diri remaja, serta memberikan landasan strategis untuk persiapan masa depan yang lebih berdaya saing. Kata Kunci: mentoring; peer guidance; pengabdian masyarakat; pengembangan pemuda; potensi diri
Implementation of egg incubator control system at La Tansa Firdaus Farm Purwakarta Diky Zakaria; Ade Gafar Abdullah; Ahmad Fauzi; Galura Muhammad Suranegara; Excel Thrive Valerian Haryanto; Muhammad Raihan Ramadhan; Edgard Altamerano Ferdinand; Rifki Destrizal Nugraha
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.29

Abstract

Chicken farming is a promising business opportunity, as most Indonesians enjoy chicken meat and eggs. This community service program aims to improve the hatching success rate of free-range chicken eggs at La Tansa Firdaus Farm through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based Egg Incubator Control System. Partners previously used conventional incubation methods with incandescent lamps, yielding a success rate of only 70-75%. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach through several stages, including problem identification, system design, material development, training, implementation, and monitoring and evaluation. Three modified incubators with automatic temperature control systems and a web-based monitoring dashboard were donated to partners and implemented. In addition to technical training on incubator use, digital marketing training was also provided to improve the competitiveness of livestock products. Evaluation results showed that partners gained increased technical capacity, understood how to operate and maintain the system, and expressed the hope that this technology could increase the hatching success rate to 80-85%. Partners also demonstrated a commitment to implementing and developing the technology sustainably. This program proves that simple IoT-based technological innovations can have a real impact on increasing the productivity of smallholder livestock farming.   Abstrak Peternakan ayam merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek bagus. Hal ini karena mayoritas masyarakat Indonesia menyukai daging dan telur ayam. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan telur ayam kampung di La Tansa Firdaus Farm melalui penerapan Egg Incubator Control System berbasis Internet of Things (IoT). Mitra sebelumnya menggunakan metode penetasan konvensional dengan lampu pijar yang hanya menghasilkan tingkat keberhasilan sekitar 70-75%. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui beberapa tahapan, meliputi identifikasi masalah, perancangan sistem, penyusunan materi, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Tiga unit inkubator yang telah dimodifikasi dengan sistem kendali suhu otomatis dan dashboard pemantauan berbasis web telah dihibahkan dan diimplementasikan kepada mitra. Selain pelatihan teknis penggunaan inkubator, diberikan pula pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing produk peternakan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mitra memperoleh peningkatan kapasitas teknis, memahami cara operasi dan perawatan sistem, serta memiliki harapan bahwa teknologi ini dapat meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan menjadi 80-85%. Mitra juga menunjukkan komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan teknologi tersebut secara berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa inovasi teknologi sederhana berbasis IoT dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas peternakan rakyat. Kata Kunci: Internet of Things; pemberdayaan masyarakat; sistem pengendalian inkubator telur; sistem penetasan
Improving literacy in Kapencar Village, Wonosobo, through the KKN Unsoed program Ridlwan Kamaluddin; Loliana Riski; Lutfi Ngatifah; Alya Sania Laili; Amanda Aura Putri; Leonardo Leonardo; Kautsar Ikraam Esalka
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.89251

Abstract

Such literacy practices are often unpopular with students, especially children, because they are considered monotonous and uninteresting. Universitas Jenderal Soedirman implemented the Thematic Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata or KKN) on Literacy in Kapencar Village to improve reading interest and literacy skills among the community, especially for children. The primary issue facing this village is a low literacy culture, mainly due to a lack of awareness about the importance of literacy. The program employed a participatory approach, utilizing the Participatory Action Research (PAR) model, which involved students, teachers, library managers, and village officials. Conducted over 35 days, the program engaged 435 kindergarten and elementary school students through five core activities: literacy visits, read-aloud sessions, book review exercises, story writing exercises based on reading materials, and empowering village libraries. The results indicated improvements in basic literacy skills, writing creativity, and students’ confidence in expressing ideas. Moreover, the village library became more actively visited by children for reading and borrowing books. Challenges included limited book collections, varying student abilities, and the short duration of activities. Nevertheless, the program successfully fostered a supportive literacy environment in Kapencar Village. For sustainability, it is recommended to establish literacy groups, strengthen collaboration with schools and libraries, and involve parents in encouraging reading habits at home.   Abstrak Praktik literasi seringkali kurang diminati oleh murid, khususnya anak-anak, karena dianggap monoton dan kurang menarik. Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi di Desa Kapencar, untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Permasalahan utama yang dihadapi desa ini adalah rendahnya budaya literasi akibat kurangnya kesadaran terhadap literasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui model Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan murid, guru, pengelola perpustakaan, dan perangkat desa. Selama 35 hari, program diikuti oleh 435 murid TK dan SD melalui lima kegiatan inti, yaitu kunjungan literasi, membaca nyaring, mengulas buku, menulis cerita berbasis bacaan, dan pemberdayaan perpustakaan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan literasi dasar, kreativitas menulis, serta kepercayaan diri murid dalam mengekspresikan gagasan. Selain itu, perpustakaan desa mulai aktif dikunjungi anak-anak untuk membaca dan meminjam buku. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan koleksi buku, perbedaan kemampuan murid, serta waktu pelaksanaan yang singkat. Meskipun demikian, program ini berhasil membangun lingkungan literasi yang lebih suportif. Untuk keberlanjutan, disarankan pembentukan kelompok literasi desa, kolaborasi rutin dengan sekolah dan perpustakaan, serta keterlibatan orang tua dalam membiasakan anak membaca di rumah. Kata Kunci: kuliah kerja nyata; membaca buku; menulis cerita; pengembangan literasi
The importance of increasing awareness among Cibarengkok villagers regarding stunting Dede Farhan Mubarok; Nabilah Fauziyah; Rheina Aldrini Putri
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.62233

Abstract

Stunting has become a significant national health issue in Indonesia, requiring the active participation of various parties, including university students, in prevention efforts. This community service activity was conducted in Cibarengkok Village, Bojongpicung District, Cianjur Regency, which has been identified as a stunting-prone village. The main objective was to determine the level of awareness of stunting among Cibarengkok Village residents and identify efforts to increase it. Participants in this community service activity were toddlers and pregnant women in the area. Using descriptive qualitative methods, data were collected through in-depth field observations. The results showed that community awareness of stunting in Cibarengkok Village remains relatively low. This is evident in the fact that many residents still do not understand the definition, causative factors, or long-term impacts of stunting on child health and development. As a solution, efforts were made to increase community awareness by implementing counseling programs at 7 integrated health posts (Posyandu), which serve as the main forum for preventing and addressing nutritional problems. Through the "YES Project" activities and educational seminars, it is hoped that behavioral changes and increased public understanding will lead to a healthier, stunting-free generation.   Abstrak Stunting telah menjadi isu kesehatan nasional yang signifikan di Indonesia yang memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa, untuk melakukan upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, yang diidentifikasi sebagai salah satu desa rawan stunting. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran warga Desa Cibarengkok terhadap stunting serta mengidentifikasi upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tersebut. Partisipan pada kegiatan pengabdian ini adalah anak balita dan ibu hamil di wilayah tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan yang mendalam. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Cibarengkok terhadap stunting masih tergolong cukup rendah. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya warga yang belum memahami definisi, faktor penyebab, maupun dampak jangka panjang stunting terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Sebagai langkah solusi, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga adalah dengan melaksanakan program penyuluhan di tujuh posyandu sebagai wadah utama pencegahan dan penanggulangan masalah gizi. Melalui kegiatan "YES Project" dan seminar edukasi, diharapkan terjadi perubahan perilaku dan peningkatan pemahaman masyarakat demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting di masa depan. Kata Kunci: edukasi gizi; kesadaran stunting; posyandu; upaya pencegahan
In-House Training on HOTS-based media literacy for EFL teachers in Pangandaran Regency Sri Setyarini; Rojab Siti Rodliyah; Lulu Laela Amalia; Pupung Purnawarman; Surya Aulia Sukarman
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.33

Abstract

The rapid development of digital technology has introduced new challenges in instructional practices, particularly in relation to media literacy. Empirical conditions in Pangandaran Regency indicate that many English teachers still utilize digital media primarily as instructional support tools, with limited integration of critical analysis and Higher Order Thinking Skills (HOTS) in classroom activities. This community engagement program aimed to enhance English teachers’ understanding and professional competence in implementing a HOTS-oriented media literacy instructional model. The program employed an action research approach conducted through four stages: preparation, implementation, evaluation, and follow-up. Data were collected qualitatively through in-depth interviews, participant observation, and analysis of training documents. The participants consisted of 60 individuals, including school supervisors, principals, and junior secondary English teachers affiliated with the teachers’ professional forum (MGMP). The findings demonstrate improvements in teachers’ conceptual understanding of media literacy, shifts toward more reflective and analytical instructional strategies, and increased awareness of ethical and social dimensions of media use. The program highlights that structured HOTS-based training contributes positively to strengthening teachers’ professional competence in responding to the demands of digital-era learning environments.   Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat menghadirkan tantangan baru dalam praktik pembelajaran, khususnya terkait literasi media. Kondisi empiris di Kabupaten Pangandaran menunjukkan bahwa sebagian besar guru Bahasa Inggris masih memanfaatkan media digital sebagai alat bantu penyampaian materi, dengan integrasi analisis kritis dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang masih terbatas dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi profesional guru Bahasa Inggris dalam menerapkan model pembelajaran literasi media berbasis HOTS. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan kaji tindak melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pelatihan. Partisipan kegiatan berjumlah 60 orang yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru Bahasa Inggris tingkat SMP yang tergabung dalam MGMP. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual guru terhadap literasi media, perubahan strategi pembelajaran yang lebih reflektif dan analitis, serta meningkatnya kesadaran terhadap dimensi etika dan sosial dalam penggunaan media. Program ini menegaskan bahwa pelatihan terstruktur berbasis HOTS berkontribusi positif dalam memperkuat kompetensi profesional guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital. Kata Kunci: HOTS; in-house training; kompetensi profesional guru; literasi media.
Training on organic waste processing into liquid fertilizer using EM4 in Tundagan Hamlet Putri Dzakiyya Lisdinawati
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.34

Abstract

Household waste management that remains suboptimal, particularly the practice of open waste burning, continues to pose environmental and public health challenges in rural areas. In Tundagan Hamlet, Batulawang Village, Banjar City, this habit contributes to air pollution and increases the risk of Acute Respiratory Infections (ARI). This community service program aimed to enhance community knowledge and skills in managing organic waste by converting it into liquid organic fertilizer using natural EM4 technology as an environmentally friendly alternative to burning. The novelty of this program lies in integrating technical training on organic waste processing with a promotive-preventive environmental health approach explicitly linked to ARI risk reduction, supported by quantitative evaluation through pre-test and post-test analyses. The program was implemented through lectures, interactive discussions, and hands-on practice integrated with the Field Learning Practice (PBL 2) of Public Health students, involving 25 participants. Wilcoxon test results indicated a significant increase in knowledge, with 17 participants showing improved scores and none declining. The program strengthens community capacity, promotes environmental health, and offers potential economic benefits through the use and marketing of liquid organic fertilizer.   Abstrak Pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, khususnya praktik pembakaran sampah secara terbuka, masih menjadi permasalahan lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan. Di Dusun Tundagan, Desa Batulawang, Kota Banjar, kebiasaan ini berkontribusi terhadap pencemaran udara dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik melalui pembuatan pupuk organik cair berbasis teknologi EM4 alami sebagai alternatif ramah lingkungan. Kebaruan (novelty) program ini terletak pada integrasi pelatihan teknis pengolahan sampah dengan pendekatan promotif-preventif kesehatan lingkungan yang secara spesifik dikaitkan dengan pencegahan risiko ISPA, serta pengukuran efektivitasnya menggunakan analisis kuantitatif pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung yang terintegrasi dengan Praktik Belajar Lapangan (PBL 2) mahasiswa Kesehatan Masyarakat, dengan jumlah peserta 25 orang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan 17 peserta mengalami peningkatan nilai tanpa penurunan skor. Program ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat, perbaikan kesehatan lingkungan, serta potensi manfaat ekonomi melalui pemanfaatan pupuk organik cair. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; pengelolaan sampah organik; pupuk organik cair; teknologi EM4
Developing graduate profiles through AI-based deep learning training for Social Studies teachers Neiny Ratmaningsih; Aim Abdulkarim; Diana Noor Anggraini; Pitria Sopianingsih
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.35

Abstract

Teachers often face several challenges in developing instructional materials, which can impact graduate profiles. The objective of this training is to enhance graduate profiles by implementing AI-based deep learning for social studies teachers. The community service program was implemented using an inductive approach in two phases: direct and indirect training, targeting social studies teachers who are members of the Social Studies teachers’ working group (MGMP IPS) in Bandung City, West Java. The training results indicate that AI-based deep learning through chatbots can integrate the principles of mindful, meaningful, and joyful learning, thereby creating a meaningful learning experience. The success of learning depends on teachers’ attention to students’ potential to ensure an efficient learning process, support self-development, and shape character. The training was conducted continuously by encouraging Social Studies teachers to plan, implement, reflect on, and select learning models, methods, and strategies appropriate to students’ characteristics and curriculum requirements. The outcome of this training is the development of graduate profile dimensions encompassing faith, piety, citizenship, critical thinking, creativity, collaboration, independence, health, and communication—all resulting from deep social studies learning oriented toward strengthening national character.    Abstrak Sering kali ditemukan guru menghadapi beberapa tantangan dalam menyusun perangkat pembelajaran, sehingga dapat berpengaruh pada profil lulusan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan profil lulusan melalui penerapan deep learning berbasis AI bagi guru-guru IPS. Program pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan induktif dalam dua tahap, yaitu pelatihan langsung dan tidak langsung, dengan sasaran guru IPS yang tergabung dalam MGMP IPS di Kota Bandung, Jawa Barat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam berbasis AI melalui chatbot mampu mengintegrasikan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning sehingga menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Keberhasilan pembelajaran bergantung pada perhatian guru terhadap potensi murid agar proses belajar efisien, mendukung pengembangan diri, serta membentuk karakter. Pelatihan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mendorong guru IPS untuk merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan memilih model, metode, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik murid dan tuntutan kurikulum. Hasil akhir dari pelatihan ini mengembangkan dimensi profil lulusan yang mencakup keimanan, ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi merupakan hasil dari pembelajaran mendalam IPS yang berorientasi pada penguatan karakter bangsa. Kata Kunci: artificial intelligence; guru IPS; pelatihan; pendekatan pembelajaran mendalam; profil lulusan
Community empowerment in sport tourism villages through action research Sufyar Mudjianto; Helmy Firmansyah; Jajat Darajat Kusumah Negara; Arif Wahyudi; Aceng Hilman; Salsa Eka Putri
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.92864

Abstract

This community service program was conducted in the Talaga Warna area, focusing on strengthening community capacity in developing a sport tourism-based rural destination. The program was initiated due to the underutilization of natural sport tourism potential and limited community understanding of sport tourism concepts, product diversification, and the use of supporting technologies. The activity aimed to enhance community knowledge, encourage active participation, and identify innovation and technological needs in rural tourism management. The study employed an action research approach with participatory methods, including problem identification, intervention planning, training implementation, and collective reflection. The results indicate an improvement in participants’ understanding of sport tourism-based rural tourism, identification of the potential of nature-based sport tourism, and increased awareness of the importance of technological integration, such as Geographic Information Systems (GIS) and digital platforms. Furthermore, the program produced tangible outputs in the form of innovative nature-based sport tourism packages. These findings highlight that community empowerment through capacity building and participatory approaches plays a crucial role in supporting sustainable rural tourism development.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di kawasan Talaga Warna dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis sport tourism. Program ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi wisata olahraga alam serta keterbatasan pemahaman masyarakat terkait konsep sport tourism, diversifikasi produk wisata, dan pemanfaatan teknologi pendukung destinasi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong partisipasi aktif, serta mengidentifikasi kebutuhan inovasi produk dan teknologi dalam pengelolaan desa wisata. Metode yang digunakan adalah action research dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi permasalahan, perencanaan intervensi, pelaksanaan pelatihan, serta refleksi bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep desa wisata berbasis aktivitas olahraga, identifikasi potensi wisata olahraga alam, serta kesadaran terhadap pentingnya integrasi teknologi seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) dan platform digital. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa inovasi produk wisata dalam bentuk paket wisata olahraga alam. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan pendekatan partisipatif berperan penting dalam mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan. Kata Kunci: desa wisata; pemberdayaan masyarakat; sport tourism; teknologi pariwisata

Page 3 of 30 | Total Record : 299