cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators through capacity building training Maulana Maulana; Encep Sudirjo; Dadan Nugraha; Enjang Yusup Ali; Heri Ridwan
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.63225

Abstract

The Social Welfare Center-Integrated Service and Referral System (Puskesos-SLRT) is a community-based institution designed to improve access to social welfare services for poor and vulnerable populations at the village and sub-district levels. In practice, the implementation of Puskesos-SLRT services has encountered major challenges, particularly the limited capacity of facilitators in managerial skills, social service delivery, and social data management. Therefore, this community service program aimed to enhance the capacity of Puskesos-SLRT facilitators in Sumedang Regency to enable them to perform their roles more effectively. The program was implemented through structured training, continuous mentoring, and capacity-building activities involving facilitators from 277 villages and sub-districts. The evaluation of capacity improvement was conducted using a descriptive qualitative approach through observation, reflective discussions, and assessments of facilitators’ understanding of their roles and service functions before and after the program. The results indicate an improvement in facilitators’ understanding of social welfare service management, increased responsiveness to community needs, and strengthened coordination with local government institutions. Overall, this community service activity contributed to optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators in delivering more effective and integrated social welfare services at the local level   Abstrak Pusat Kesejahteraan Sosial-Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (Puskesos-SLRT) merupakan lembaga berbasis masyarakat yang berperan dalam mendekatkan layanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan di tingkat desa dan kelurahan. Dalam praktiknya, pelaksanaan layanan Puskesos-SLRT masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia fasilitator, khususnya pada aspek manajerial, keterampilan pelayanan sosial, dan pengelolaan data. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator Puskesos-SLRT di Kabupaten Sumedang agar mampu menjalankan perannya secara lebih optimal. Pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan terstruktur, pendampingan, dan pembinaan berkelanjutan yang melibatkan fasilitator dari 277 desa dan kelurahan. Metode evaluasi peningkatan kapasitas fasilitator dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi, diskusi reflektif, serta evaluasi pemahaman terhadap tugas dan fungsi layanan sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman fasilitator terhadap manajemen layanan kesejahteraan sosial, meningkatnya responsivitas dalam menangani kebutuhan masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan perangkat pemerintah daerah. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada optimalisasi peran fasilitator Puskesos-SLRT dalam penyelenggaraan layanan kesejahteraan sosial yang lebih efektif dan terpadu di tingkat lokal. Kata Kunci: fasilitator; peningkatan kapasitas SDM; pusat kesejahteraan sosial
Creative writing training as a therapeutic tool for individuals with bipolar disorder Dheka Dwi Agustiningsih; H. Halimah; Dine Hasya Dwifa; Nisha Nurhanisa; Anggun Kurnia Likawati
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.63235

Abstract

This community service is a collaborative activity carried out by the Indonesian Language and Literature Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia, together with Rumah Kita (Komunitas Peduli Bipolar Indonesia). The purpose of this community service is to build synergy in human resource development by providing literacy support to people with bipolar disorder. This community service takes the form of training for Rumah Kita members. The training materials covered expressive writing and creative writing as therapy, creative writing guidelines, and illustration as a complement to journaling. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about attending each session of this community service. The participants were actively involved in discussions and practices facilitated by the committee and each presenter. Based on pre-test and post-test measurements of participants' knowledge and awareness of “Writing Therapy sebagai Penyembuh” and “Menulis Kreatif sebagai Terapi Jiwa” assessed through 13 indicators, participants' average knowledge and ability increased after receiving training and lectures from resource persons. This shows that this community service activity had positive results for the participants.    Abstrak Pengabdian masyarakat ini sebagai kegiatan kolaboratif yang dilakukan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia bersama dengan Rumah Kita (Komunitas Peduli Bipolar Indonesia). Adapun tujuan pengabdian ini ialah membangun sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui dukungan literasi bagi orang dengan bipolar. Bentuk kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan yang menyasar anggota Rumah Kita sebagai partisipannya. Adapun dalam pelatihan, materi yang disampaikan yaitu terkait menulis ekspresif dan menulis kreatif sebagai terapi, panduan menulis kreatif, dan pembuatan ilustrasi sebagai pelengkap journaling. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipan memiliki antusias yang sangat tinggi untuk mengikuti setiap sesi pematerian dalam pengabdian ini. Partisipan terlibat aktif dalam diskusi dan praktik yang difasilitasi oleh panitia dan setiap pemateri. Berdasarkan pengukuran (pretest) dan (posttest) mengenai pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai “Writing Therapy sebagai Penyembuh” serta “Menulis Kreatif sebagai Terapi Jiwa” yang diukur melalui 13 indikator, rata-rata kemampuan dan pengetahuan peserta meningkat setelah diberikan pelatihan dan pematerian dari narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil positif bagi peserta. Kata Kunci: bipolar; menulis kreatif; pengabdian masyarakat; terapi menulis
Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE) di Kabupaten Subang E. Mulyana
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.39

Abstract

Proyek Pemberdayaan Daerah Dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE) dilatar belakangi oleh kondisi yang dialami masyarakat sebagai dampak dari krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia termasuk di dalamnya Indonesia, sehingga mengakibatkan rapuhnya perekonomian berbagai kegiatan ekonomi masyarakat mengalami kemunduran. Untuk mengatasi ini semua, pemerintah mengupayakan pemulihan keberdayaan masyarakat dalam menghadapi krisis tersebut, sehingga masyarakat menjadi survive untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan menumbuh kembangkan nilai tambah ekonomi serta sosial budayanya. Dampak positif dari kegiatan PDM-DKE adalah semakin tumbuhnya kepercayaan diri serta kemampuan masyarakat untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi kehidupannya, dan memfasilitasi masyarakat sasaran agar dapat melaksanakan fungsi dan peran masing-masing secara optimal. Maka Proyek PDM-DKE mensyaratkan partisipasi aktif dari masyarakat sejak dimulainya tahap perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan, yang sesuai dengan aspirasi serta kebutuhan masyarakat untuk menjamin keberlanjutan hasil-hasil pembangunan.
Inovasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2001 Ade Sadikin Akhyadi
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.40

Abstract

Restrukturisasi dan inovasi pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2001. Latar belakang perubahan ini didasari oleh adanya gejala "isolasionalistik" perguruan tinggi dan berbagai kendala dalam pelaksanaan KKN konvensional, seperti kejenuhan mahasiswa, ketergantungan desa yang tinggi, serta pengelolaan yang kurang profesional. Tujuan utama dari inovasi ini adalah mentransformasikan KKN dari sekadar formalitas akademik menjadi program strategis pemberdayaan masyarakat yang integral dengan Tridarma Perguruan Tinggi. Inovasi yang diterapkan meliputi: (1) Peninjauan ulang sistem manajemen KKN dari tahap persiapan hingga evaluasi; (2) Penguatan status KKN sebagai mata kuliah intrakurikuler wajib (2 SKS) dengan evaluasi akademik yang terukur; (3) Wacana rekrutmen Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tetap untuk menjaga kontinuitas kualitas bimbingan; serta (4) Pembekalan mahasiswa yang lebih komprehensif melalui kurikulum kelompok dasar dan operasional. Pelaksanaan KKN tahun 2001 dikonsentrasikan di Kabupaten Subang dan Kecamatan Lembang dengan melibatkan 1.918 mahasiswa. Pendekatan yang digunakan berbasis pada pemberdayaan masyarakat dengan prinsip "Dari, Oleh, dan Untuk Masyarakat" (DOUM). Hasil dari inovasi ini diarahkan pada terciptanya program yang lebih realistis, partisipatif, transparan, dan akuntabel guna merespons kebutuhan riil masyarakat serta meningkatkan kualitas akademik mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
Pemanfaatan limbah padat logam (SKRAP) sebagai tambahan penghasilan bagi industri kecil logam dan elektronika Iwa Kuntadi
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.41

Abstract

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini Adalah memberikan pemecahan praktis bagaimana menerapkan teknologi dalam mengantisipasi kendala-kendala yang terjadi pada industri kecil elektronika untuk meningkatkan kinerjanya serta produktifitas kerja. Mengelola sisa bahan produksi menjadi bahan bermanfaat yang mempunyai nilai jual. Mendukung upaya pemerintahan daerah setempat dalam mengembangkan kinerja industri kecil untuk siap menghadapi pangsa pasar bebas, dan sebagai bagian program pemerintah dalam membina industri yang berwawasan/peduli lingkungan. Mendukung pemerintah dalam upaya mengurangi pencemaran lingkungan. Program kegiatan ini cukup efektif dalam memberikan peningkatan kinerja dan produktifitas kerja. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan dari hasil evaluasi akhir di lapangan yaitu adanya peningkatan penghasilan bag! industri, yang secara langsung dapat memberikan nilai tambah bagi karyawan melalui proses manajemen yang baik.
Perencanaan dan reifikasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan Kota Bandung Ade Sadikin Akhyadi
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.42

Abstract

Pengembangan Ekonomi Rakyat pada dasamya adalah menumbuhkan demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi hanya dapat berjalan dengan didukung demokrasi politik. Berbagai kebijakan ekonomi rakyat saat ini masih dibuat sebagai tindakan koreksi yang juga masih bersifat sangat “Inkrementalis”. Artinya setiap tindakan yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi rakyat tidak pemah memecahkan masalahnya secara mendasar. Selama ini masih terjadi komitmen dan pemihakan nyata kepada pengembangan ekonomi rakyat patut diragukan. Banyak aktor yang terlibat dalam perumusan kebijakan pengembangan ekonomi rakyat walaupun tampaknya pemerintah tetap merupakan aktor yang terpenting. Aktor pendukung pengembangan ekonomi rakyat di luar pemerintah masih sangat lemah dan periu diperkuat eksistensinya sehingga diharapkan dapat ikut berperan melakukan fungsinya secara lebih efektif dan dirasakan kehadirannya di tengah-tengah kelompok usaha kecil koperasi.
Pemberdayaan ekonomi keluarga melalul pelatihan industri rumah tangga dalam bidang tata boga dan busana bagi wanita Korean PHK di Kecamatan Bale Endah Kabupaten Bandung Melly Sri Sulastri Rifai
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.43

Abstract

Penerapan IPTEKS kepada masyarakat di Kelurahan Manggahang Kec. Bale Endah Kabupaten Bandung beranjak dari permasalahan: (1) Terdapat sekitar 30 - 50 orang warga masyarakat yang kena PHK. (2) Sebagian besar yang terkena PHK termasuk kelompok usia muda dan keluarga muda. (3) Diperlukan upaya konkret dalam menanggulangi korban PHK dengan pelatihan yang diarahkan kepada pembekalan keterampilan fungsional dalam usaha boga dan busana. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini membekali keterampilan fungsional praktis ekonomis melalui keterampilan Tata Boga dan Tata Busana dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan ekonomi keluarga ke arah kehidupan masyarakat dengan tingkat ekonomi yang memadai. Pemecahan masalah diawali dengan bahan dan analisa kebutuhan warga masyarakat atau keluarga korban PHK seperti: (1) Materi umum dan kewirausahaan (2) Teori tentang pengetahuan Boga dan Busana (3) Praktik keterampilan bidang Boga dan Busana (4) Praktik keterampilan bidang kerajinan tangan. Khalayak sasaran adalah ibu rumah tangga korban PHK di Kelurahan Manggahang Kecamatan Bale Endah Kabupaten Bandung. Strategi pelatihan keterampilan usaha bidang Boga dan Busana digunakan pendekatan pembelajaran participatory learning yang lebih menekankan pada kegiatan learning by doing melalui metode demonstrasi, eksperimen dan simulasi penyelenggaraan usaha bidang Boga dan Busana. Evaluasi melalui produk nyata untuk mengukur keberhasilan sasaran maupun program. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan penuh antusias. Produk yang dihasilkan sudah memiliki nilai jual dan dapat dijadikan rintisan bidang usaha Bidang Boga dan Busana.
Peningkatan kualitas remaja putus sekolah dengan pemanfaatan perca kain dalam upaya merintis wirausaha baru di Desa Mengger Kec. Bandung Kidul sebagai program pengembangan wilayah terpadu DT. II Kotamadya Bandung Herni Kusantati
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.44

Abstract

Program ini bergerak dari permasalahan yang ada di Desa Mengger termasuk desa IDT dan merupakan pengembangan wilayah baru DT. II Kotamadya Bandung; terdapat sejumlah warga belajar potensial yang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan menjahit dan membuat kerajinan tekstil, tetapi belum memanfaatkannya pada pengembangan usaha produktif yang bernilai ekonomi dan layak jual sebagai sumber penghasilan keluarga dan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan warga lebih kreatif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta tertanamnya jiwa wirausaha. Yang menjadi khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja putus sekolah serta ibu-ibu sebanyak 34 orang. Hasil yang dicapai, di samping terjalinnya kerja sama antara warga belajar dengan instansi terkait, juga memiliki wawasan strategi komunikasi massa dalam wirausaha baru. Terbentuknya kelompok usaha baru yang memproduksi berbagai model kerajinan tekstil dengan nama kemasan produk “Rosalinda”. Untuk memotivasi kegiatan dilakukan kunjungan ke industri kecil yang memproduksi berbagai produk kerajinan tekstil. Dari hasil kegiatan sudah bisa memproduksi secara rutin produk unggulan yang telah dipasarkan melalui Koperasi Guru, Show room “Elizabeth”, arisan Dharma Wanita, perorangan, dan pameran-pameran.
Diklat keterampilan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai upaya pemberdayaan ekonomi keluarga bagi para istri korban PHK di Kec. Pameungpeuk Kabupaten DT II. Bandung Sunsrsih Sunsrsih
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.45

Abstract

Beranjak dari permasalahan warga masyarakat yang terkena PHK (30 - 50 orang) termasuk kelompok usia muda dan keluarga muda. Untuk itu diperlukan upaya konkret dalam menanggulangi korban PHK tersebut berupa pendidikan dan latihan keterampilan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) yang mengarah ke pembekalan keterampilan fungsional dalam usaha APE. Tujuan program ini untuk membekali keterampilan fungsional praktis ekonomis melalui pembuatan APE, dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan ekonomi keluarga ke arah kehidupan ekonomi yang memadai. Materi yang disampaikan antara lain materi umum dan kewirausahaan dan teori tentang APE serta praktik keterampilan pembuatan APE. Peserta atau sasaran kegiatan yaitu Ibu-ibu atau istri dari anggota keluarga korban PHK dari dua desa yaitu Desa Bojong Kunci dan Desa Ranca Tungku Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung sebanyak 15 orang. Strategi yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran participatory learning yang lebih menekankan pada kegiatan learning by doing dengan metode demonstrasi eksperimen dan simulasi penyelenggaraan usaha pembuatan APE. Evaluasi melalui produk nyata, peserta penuh antusias mengikuti kegiatan, sehingga alumni diklat lebih mengembangkan produk dan usahanya baik dalam bentuk usaha kelompok maupun perorangan.
Pengembangan dan peningkatan mutu desain produk pakaian wanita sistem konfeksi bagi para pengusaha kecil pedesaan Katiah Katiah
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.46

Abstract

Permasalahan prioritas yang dihadapi para pengusaha kecil yang memroduksi busana wanita sistem konfeksi di Desa Tegal Gubuk Kidul Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon adalah modal usaha dan pengembangan serta peningkatan mutu desain pakaian wanita sistem konfeksi yang disenangi, hemat menggunakan kain dan dapat dijual dengan harga murah. Program ini dilaksanakan melalui model pembinaan yang berkelanjutan dengan tujuan mengembangkan jaringan kemitraan, penyelusuran peminjaman modal usaha dan pengembangan serta peningkatan mutu desain busana yang sedang “trend". Manfaat yang diharapkan: (1) Dari sisi ekonomi produk meningkatkan gairah kewirausahaan dan skala usaha para pengusaha kecil di kawasan Desa Tegal Gubuk. 2. Warga memperoleh pengetahuan dan keterampilan, pengalaman teknis, serta mengembangkan kreativitas dan wawasan dalam pembuatan pola standar dan pemanfaatan kain. 3 Dari sisi sosial nasional; konsumen memperoleh pakaian dengan model yang tren dan berkualitas serta meningkatkan pendapatan pengusaha kecil. Kegiatan dilakukan dalam 3 bulan pelatihan dengan tiga tahapan program, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pembinaan lanjutan akan dilaksana-kan selama satu tahun. Materi yang disampaikan berupa teori dan praktik. Instrukturnya 6 orang dari Jurusan PKK FPTK Universitas Pendidikan Indonesia, dan satu orang dari Depperindag Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan selama pelatihan adalah: demonstrasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik langsung dan kunjungan ke garmen. Sedangkan untuk pembinaan lanjutan adalah praktik langsung, diskusi dan penjajakan pasar di luar Pasar Sandang Tegal Gubuk. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti secara terpadu oleh LPM UPl, Bappeda Kabupaten Cirebon, Depperindag Kabupaten Cirebon, dan pemerintah daerah setempat dengan jadwal rutin dan bimbingan khusus untuk kelompok kecil. Kegiatan lanjutan perlu penyelusuran dalam upaya pengembangan modal usaha dan tindak lanjut kemitraan dengan garmen.

Page 4 of 30 | Total Record : 299