cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip" : 13 Documents clear
Analisis Pengaruh Kerapatan Vegetasi Terhadap Suhu Permukaan Tanah Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 (Studi Kasus: Kabupaten Gresik Wilayah Daratan) Effendi, Anita Fatmawaty; Prabawa, Septa Erik; Mahardianti, Melisa Amalia
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.40876

Abstract

Kepadatan penduduk di Kabupaten Gresik pada tahun 2021 mengalami peningkatan. Peningkatan kepadatan penduduk akan memberikan dampak terhadap lingkungan seperti terjadinya penurunan persediaan air bersih, penurunan udara bersih, dan alih fungsi lahan untuk pemukiman. Kabupaten Gresik hanya memiliki Ruang Terbuka Hijau sebesar 13% dari keseluruhan luas wilayahnya pada tahun 2021. Suhu rata-rata tahunan di Kabupaten Gresik mencapai 28,17°C. Penentuan kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanah dapat diperoleh dari pengolahan Citra Satelit Landsat 8 dengan memanfaatkan metode penginderaan jauh menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index dan Land Surface Temperature. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi perubahan dan pengaruh kerapatan vegetasi terhadap suhu permukaan di Kabupaten Gresik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai rata-rata kerapatan vegetasi di Kabupaten Gresik tahun 2018 sebesar 0,31; tahun 2019 sebesar 0,32; tahun 2020 sebesar 0,37; tahun 2021 sebesar 0,32; tahun 2022 sebesar 0,38. Nilai rata-rata suhu permukaan tanah di Kabupaten Gresik tahun 2018 sebesar 26,20°C; tahun 2019 sebesar 26,24°C; tahun 2020 sebesar 24,55°C; tahun 2021 sebesar 26,52°C; tahun 2022 sebesar 22,92°C. Berdasarkan perubahan rata-rata kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanah di Kabupaten Gresik, didapatkan persamaan regresi: y=-44,892x+40,635 dengan korelasi 87% (korelasi negatif). Jadi, jika semakin tinggi/rapat nilai kerapatan vegetasinya maka semakin rendah suhu permukaannya dan sebaliknya.
Analisis Zona Nilai Tanah Tahun 2022 di Kecamatan Genuk, Kota Semarang Zakiyatin, Irna; Firdaus, Hana Sugiastu; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39494

Abstract

Kota Semarang memiliki permasalahan yaitu banjir dan banjir rob yang memberikan dampak kerusakan lingkungan, terhambatnya mobilitas masyarakat dan turunnya harga lahan di wilayah terdampak rob pada tahun 2000-an. Penanggulangan banjir dan rob dilakukan dengan membangun pompa air Kali Sringin dan Kali Tenggang tahun 2018. Harga lahan dipengaruhi juga oleh kondisi fisik dan lingkungannya sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Zona Nilai Tanah (ZNT) di Kecamatan Genuk. Metode yang digunakan adalah analisis ZNT berdasarkan harga pasar wajar dengan pengambilan sampel melalui survei di lapangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ZNT 2019, peta batas administasi Kecmatan genuk, peta jaringan jalan dan data survei harga tanah pasar wajar. Pada penelitian yang dilakukan Zona Nilai Tanah (ZNT) tahun 2022 terdiri dari 189 zona tetapi hanya 183 zona yang dilakukan pengambilan titik sampel sedangkan 6 zona lainnya tidak dapat diambil titik sampel karena wilayah zona tersebut merupakan kawasan perairan. Rata – rata zona nilai tanah tahun 2022 senilai Rp1.559.317. Nilai Indeks Rata – Rata (NIR) tertinggi berada di zona 78 senilai Rp6.321.200 dan nilai terendah di zona 171 senilai Rp521.900.
Analisis Estimasi Zonasi Nilai Tanah Di Kawasan Banjir Rob Dan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Fatimah, Bekty Nur; Wijaya, Arwan Putra; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.40991

Abstract

Kebutuhan terhadap tanah akan selalu mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah termasuk di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Kecamatan Sayung merupakan wilayah yang rawan terjadi banjir rob. Pada tahun 2022 terjadi pembangunan jalan tol Semarang – Demak Seksi II di sebagian wilayah Kecamatan Sayung. Hal tersebut tentunya menjadi penyebab perubahan penggunaan tanah yang berpengaruh terhadap nilai tanah. Terdapat beberapa variabel bebas dalam pembentukan zona nilai tanah seperti aksesibilitas, penggunaan tanah, fasilitas umum, dan banjir rob. Variabel bebas tersebut kemudian diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan overlay intersect. Hasil perhitungan AHP diperoleh bobot tertinggi adalah banjir rob sebesar 25%, jalan arteri sebesar 12%, permukiman dan jalan kolektor sebesar 9%, tambak sebesar 8%, perdagangan, industri, perkantoran sebesar 7%, jalan lokal sebesar 6%, serta fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan sebesar 5%. Hasil zona yang terbentuk berdasarkan metode AHP dan persebaran sampel harga tanah sebanyak 15 zona yang diklasifikasikan menjadi 8 kelas. Zona yang memiliki nilai tanah tertinggi terdapat pada kelas Rp 1.809.501,00 – Rp 2.068.000,00 yang berada di sekitar jalan arteri sedangkan nilai tanah terendahnya terdapat pada kelas < Rp 285.500,00 yang sebagian besar wilayahnya berupa tambak. Rata-rata NIR tertinggi berdasarkan radius terhadap pintu keluar tol Sayung berada pada radius 250 m – 500 m sebesar Rp 992.230,00 sedangkan radius dengan rata-rata NIR terendah pada radius 0 – 250 m yaitu sebesar Rp 665.000,00.
Analisis Potensi Penentuan Lahan Pembangunan Rumah Sakit Di Kabupaten Jepara Ditinjau Dari Aspek Fisik Dan Kebutuhan Demografis Gunawan, Andreas; Amarrohman, Fauzi Janu; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39497

Abstract

Kabupaten Jepara saat ini terdapat 6 rumah sakit baik negeri maupun swasta. Apabila didasari pada arahan World Health Organization (WHO), idealnya 1 unit rumah sakit melayani 100.000 penduduk. Saat ini dengan jumlah penduduk sebesar 1.205.800 jiwa, maka terdapat kekurangan kurang lebih 238 tempat tidur. Kekurangan jumlah tempat tidur terhadap jumlah penduduk menunjukan pelayanan rumah sakit masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode yang digunakan menentukan kebutuhan rumah sakit di Kabupaten Jepara. Data yang digunakan adalah peta kondisi wilayah Kabupaten Jepara, jumlah penduduk, data jumlah tempat tidur rumah sakit, data tingkat polusi udara, data tingkat kebisingan dan hasil survei kuesioner. Kriteria yang digunakan adalah jumlah penduduk, nilai tanah, luas tanah, kesesuaian lahan dengan tata guna lahan, kelas jalan, kemiringan jalan, tingkat kebisingan, bebas banjir, bebas longsor, jarak dengan TPA dan TPS. Kriteria tingkat polusi tidak digunakan dalam penelitian ini karena tidak banyaknya pengaruh terhadap lokasi pembangunan rumah sakit dengan dibuktikan adanya salah satu rumah sakit yang berdiri di daerah tingkat polusi tinggi seperti Rumah Sakit R. A. Kartini. Dalam menentukan lokasi peruntukan lahan rumah sakit, dilakukan perhitungan bobot dengan metode AHP dengan pertimbangan 9 kriteria yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi rumah sakit di Kabupaten Jepara. Dari analisis menggunakan metode AHP menunjukan besar bobot untuk masing – masing kriteria sebesar 9,065% untuk jumlah penduduk, 12,547% untuk nilai lahan, 10,927% untuk tata guna lahan, 8,826% untuk kelas jalan, 20,070% untuk kemiringan lahan, 2,323% untuk potensi banjir, 2,532% untuk daerah potensi tanah longsor, 9,282% untuk tingkat polusi udara, 17,573% untuk tingkat kebisingan, dan 6,855% untuk jarak TPA dan TPS. Rasio tempat tidur Rumah Sakit Di Kabupaten Jepara yaitu 1 : 1.238 penduduk. Rasio ideal 1 tempat tidur : 1.000 penduduk maka dapat dikatakan bahwa Kabupaten Jepara membutuhkan tambahan pembangunan rumah sakit baru untuk menurunkan rasio 1 tempat tidur ideal dengan kebutuhan setiap satuan 1000 jiwa.
Identifikasi Perubahan Lahan Terbangun dan Non Terbangun Menggunakan Metode Enhanced Built-Up And Berenecs Index (EBBI) di Kota Surabaya Wilayah Barat Rahmasari, Aurellia Nabilla; Prabawa, Septa Erik; Wijayanti, Regita Faridatunisa
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41010

Abstract

Perkembangan Kota Surabaya yang pesat mengakibatkan berkurangnya tutupan lahan. Sehingga, dibutuhkan pemetaan lahan terbangun dan non terbangun. Penelitian ini menggunakan 3 citra satelit Landsat 8 tahun perekaman 2018, 2020, dan 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pemetaan yang akurat tentang lahan terbangun dan non terbangun di Kota Surabaya Wilayah Barat melalui penerapan algoritma EBBI dan mengetahui perubahan lahan terbangun dan non terbangun Tahun 2018, 2020 dan 2022. Metode yang digunakan untuk memetakan lahan terbangun dan non terbangun dapat menggunakan algoritma EBBI. Algoritma EBBI memiliki kelebihan dalam membedakan antara lahan terbangun dan non terbangun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari hasil pengolahan EBBI tahun 2018 untuk pemetaan kawasan terbangun seluas 5.259,81 Ha dan non terbangun seluas 6.236,94 Ha. Hasil pengolahan EBBI tahun 2020 untuk pemetaan kawasan terbangun seluas 5.080,18 Ha dan non terbangun seluas 6.416,57 Ha. Hasil pengolahan EBBI tahun 2022 untuk pemetaan kawasan terbangun seluas 5.093,27 Ha dan non terbangun seluas 6.403,47 Ha. Nilai akurasi hasil pengolahan EBBI tahun 2018 sebesar 86%, sedangkan nilai akurasi hasil pengolahan EBBI tahun 2020 sebesar 84%, dan nilai akurasi hasil pengolahan EBBI tahun 2022 sebesar 82%. Nilai akurasi yang didapat dari setiap tahun telah melebihi ketentuan yang disepakati yaitu ≥ 75% sehingga hasil klasifikasi tersebut dapat digunakan. Menurut penelitian yang dilakukan algoritma EBBI dapat diterapkan dalam memetakaan kawasan terbangun dan non terbangun, hal ini terbukti dengan presentase perubahan luasan dari kawasan terbangun dan non terbangun mulai tahun 2018, 2020, dan 2022 cukup sesuai dengan adanya penurunan dan kenaikan yang cukup berbeda.
Analisis Kekritisan Lahan Sub DAS Rawapening Periode 2017-2022 dengan Sistem Informasi Geografis Putri, Novita; Sukmono, Abdi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39512

Abstract

Danau Rawapening merupakan bagian hilir dari Sub DAS Rawapening yang berada di Provinsi Jawa  Tengah. Danau Rawapening masuk kedalam danau prioritas I berdasarkan Kesepakatan Bali tahun 2009 tentang pengelolaan danau berkelanjutan. Permasalahan yang ada pada danau rawa pening adanya kerusakan lahan yang menyebabkan lahan kritis meluas, juga erosi yang semakin tinggi dan meningkat, penggunaan lahan yang tidak sesuai. Danau Rawapening termasuk dalam bagian Sub DAS Rawapening. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kekritisan lahan di wilayah Sub DAS Rawapening tahun 2017-2022 dan juga mengetahui perubahan dari parameter lahan kritis tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pembobotan dan overlay berdasarkan Peraturan Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Nomor P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018 tentang petunjuk teknis penyusunan data spasial lahan kritis dengan parameter penutupan lahan, tingkat bahaya erosi, kemiringan lereng dan fungsi kawasan hutan. Hasil dari analisis diperoleh terjadi penurunan kekritisan lahan di wilayah Sub DAS Rawapening. Kelas tidak kritis mengalami penurunan sebesar 345,721 ha, kelas potensial kritis mengalami peningkatan sebesar 418,953 ha, kelas agak kritis mengalami penurunan sebesar 86,866 ha, kelas kritis mengalami penurunan sebesar 418,441 ha dan kelas sangat kritis mengalami peningkatan sebesar 2,945 ha. Perubahan juga terjadi pada parameter lahan kritis yaitu tutupan lahan dan tingkat bahaya erosi. Perubahan tutupan lahan paling besar terjadi pada klasifikasi hutan yang mengalami peningkatan. Tingkat bahaya erosi di wilayah Sub DAS Rawapening juga mengalami peningkatan karena adanya peningkatan pada klasifikasi berat sebesar 601,343 ha. Perubahan tutupan lahan dan tingkat bahaya erosi tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan kekritisan lahan di Sub DAS Rawapening.
Desain Repositori Publik Untuk Data Training Site Klasifikasi Tutupan Lahan Berbasis WebGIS Mahmudi, Fakhry Nur; Hadi, Firman; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41076

Abstract

Klasifikasi tutupan lahan membutuhkan data training site atau daerah contoh untuk melakukan sebuah klasifikasi. Data ini diambil secara langsung di lapangan atau melalui citra yang jelas. Peneliti berupaya merancang sebuah repositori yang menyimpan data tersebut untuk mempermudah dalam mendapatkan data training site dan mendorong para surveyor untuk berkolaborasi dalam pegumpulan data trainig site. Repositori ini dibangun menggunakan framework streamlit dengan Leaflet JavaScript mapping library. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode prototyping untuk pembuatan WebGIS dan menggunakan pengujian usability dengan menggunakan metode system usability scale (SUS). Hasil dari repositori ini terdiri atas 8 halaman yaitu: home, map, contact us, login, register, upload, profile, dan profile admin. Hasil rata-rata skoring dari SUS terhadap 36 responden adalah 60,277778 sehingga dari sisi curve grading SUS, acceptability ranges, grade scale, dan adjective rantings didapatkan hasil bahwa curve grading SUS pengguna terhadap https://datatrainigsite.streamlit.app/ berada pada grade D, tingkat acceptability ranges pengguna berada pada tingkat marginal low, tingkat grade scale berada pada kategori D, dan tingkat adjective rantings berada pada kategori OK sehingga dapat disimpulkan bahwa WebGIS masih perlu pengembangan dan evaluasi yang lebih lanjut agar dapat digunakan lebih optimal.
Analisis Perkembangan Kerapatan Hutan Mangrove di Kota Semarang dengan Metode Normalized Difference Vegetation Index Tahun 2017 - 2022 Kusuma, Hafiizh Mega; Sukmono, Abdi; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika  lingkungan di Pesisir Utara Kota Semarang mengakibatkan perubahan luas dan kerapatan mangrove pada kawasan tersebut. Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekonomi. Namun, kerusakan dan degradasi hutan mangrove menjadi permasalahan serius sehingga diperlukan adanya pengelolaan yang tepat untuk menjaga keberadaan mangrove. Ekosistem mangrove merupakan salah satu objek yang dapat diidentifikasi menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh. Teknologi tersebut dapat memantau perkembangan luas dan kerapatan mangrove menggunakan perhitungan algoritma  indeks vegetasi. Pada  penelitian  ini, data citra satelit yang digunakan yaitu citra Sentinel-2A multitemporal tahun 2017 dan tahun 2022. Sedangkan algoritma indeks vegetasi yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index. Algoritma tersebut bertujuan untuk mengetahui luas dan tingkat kerapatan mangrove khususnya di Pesisir Utara Kota Semarang. Klasifikasi yang digunakan untuk mengetahui tutupan lahan pada daerah tersebut yaitu menggunakan klasifikasi terbimbing Maximum Likelihood. Uji Akurasi yang digunakan untuk keakuratan tutupan lahan yaitu menggunakan plugin AcATaMa didapatkan Overall Accuracy sebanyak 90% pada citra tahun 2017 dan 92% pada citra tahun 2022. Berdasarkan hasil pengolahan luas mangrove pada citra sentinel-2A, luas mangrove selama tahun 2017 – 2022 mengalami penurunan. Luas mangrove berdasarkan hasil klasifikasi tahun 2017 dan tahun 2022 sebesar 960,953 dan 809,539 hektar. Selain itu hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi (R) antara nilai NDVI dengan validasi data kerapatan mangrove yang cukup kuat yaitu 0,6225. Kelas kerapatan mangrove terbagi menjadi 3 yaitu kerapatan jarang, sedang, dan rapat. Selama 5 tahun kerapatan jarang  berkurang sebanyak 2,831 ha, kerapatan sedang bertambah sebanyak 184,320 ha dan kerapatan rapat berkurang sebanyak 275,476 ha. Sehingga terjadi penurunan kerapatan mangrove dari tahun 2017 ke tahun 2022, terutama pada kelas kerapatan rapat seluas 275,476 ha yang berubah menjadi kelas kerapatan sedang seluas 184,324 ha.
Analisis Pengaruh Curah Hujan Dan Sebaran Titik Panas Terhadap Luas Area Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Bengkalis Menggunakan Indeks Normalized Burn Ratio Widayanti, Eko; Sukmono, Abdi; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38086

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia, yang menyebabkan banyaknya kerugian mulai dari kerusakan lingkungan hingga tercemarnya polusi udara yang mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar lokasi terjadinya kebakaran. Salah satu wilayah yang sering mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan adalah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Banyaknya kerugian yang didapat menuntut perlu adanya upaya penanggulangan bencana kebakaran untuk mengurangi dampak yang dihasilkan seperti melakukan analisis terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya kebakaran. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh curah hujan yang menjadi salah satu factor alam yang dapat mempengaruhi peristiwa kebakaran, serta jumlah sebaran hotspot yang menjadi salah satu indicator dalam mendeteksi kebakaran pada suatu wilayah terhadap luasan area kebakaran yang dihasilkan. Proses identifikasi area terbakar dalam penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan teknik penginderaan jauh menggunakan Citra Sentinel-2 serta indeks kebakaran NBR (Normalized Burn Ratio) dengan lima model threshold dari pengambilan sampel area terbakar. Sedangkan proses analisis pengaruh antara curah hujan dan hotspot terhadap luas area kebakaran yang dihasilkan menggunakan pengujian regresi linier berganda. Hasil dari penerapan threshold  terbaik pada indeks dNBR yaitu model threshold µ - 2σ dengan tingkat akurasi mencapai 81,56% pada periode kebakaran Februari 2019, 73,53% pada periode kebakaran Maret 2019, 71,66% pada periode kebakaran Februari 2020, dan 68,76% pada periode kebakaran April 2020. Sedangkan pada hasil pengujian uji statistika regresi linier berganda menunjukkan bahwa curah hujan dan titik panas (hotspot) memberikan pengaruh sebesar 91,41% terhadap luas area kebakaran. Curah hujan berpengaruh negatif terhadap luas area kebakaran yang menunjukkan bahwa semakin rendah curah hujan di suatu wilayah maka semakin besar luas area kebakaran yang dihasilkan begitu pula sebaliknya, sedangkan hotspot berpengaruh positif terhadap luas area kebakaran yang menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah hotspot di suatu wilayah maka semakin besar luas area kebakaran yang dihasilkan begitu pula sebaliknya.
Analisis Lokasi Rawan Bencana Kekeringan Menggunakan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (FAHP) di Kabup Dewa, Kusuma Hangga; Awaluddin, Moehammad; Sabri, Laode M.
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41090

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan satu dari lima kabupaten pada provinsi jawa tengah yang dilewati oleh gugusan Pegunungan Kendeng. Gugusan Pegunungan Kendeng merupakan pegunungan kapur yang membentang dibagian utara Pulau Jawa. Pegunungan kapur ini sendiri membentuk morfologi daerah yang dilewatinya bertanah gersang dan tandus. Pada tahun 2020 berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Grobogan permintaan bantuan air mencapai total 107 kasus pada 15 kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran kekeringan dan tingkat kesesuaian daerah rawan kekeringan berdasarkan hasil pengolahan di Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) untuk membangun model kerentanan kekeringan dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Pada penelitian ini mempertimbangkan lima parameter untuk mendukung dalam analisis lokasi rawan bencana kekeringan, adapun kelima parameter tersebut antara lain jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, curah hujan dan jarak terhadap sungai. Tingkat kekeringan di Kabupaten Grobogan dibagi menjadi tiga kelas klasifikasi kekeringan yaitu kekeringan tinggi sebesar 25,74%, kekeringan sedang sebesar 40,69% dan kekeringan rendah sebesar 33,57%. Pola persebaran kekeringan berat berada dari timur ke arah barat Kabupaten Grobogan.   Kata Kunci: Kabupaten Grobogan, Kekeringan, FAHP, SIG

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue