cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
IDENTIFIKASI KAWASAN UPWELLING BERDASARKAN VARIABILITAS KLOROFIL-A, SUHU PERMUKAAN LAUT DARI DATA CITRA AQUA MODIS TAHUN 2003-2015 DAN ARUS (Studi Kasus: Perairan Nusa Tenggara Timur) Hestiningsih Hestiningsih; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1554.858 KB)

Abstract

ABSTRAKKeberadaan laut Indonesia yang luas dan posisi Indonesia yang strategis menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia sehingga Indonesia memiliki sumber daya alam laut yang sangat potensial, salah satunya yaitu perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mempunyai potensi ikan yang melimpah. Banyaknya potensi ikan tidak lepas dari keberadaan fitoplankton yang dapat diketahui dari kandungan klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut (SPL) melalui teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra aqua MODIS dan didukung dengan arah dan kecepatan angin citra QuickScat di perairan NTT.Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman untuk mengolah data SPL, klorofil-a dan arus dari tahun 2003-2015 sehingga didapatkan pola spasial sebaran SPL, klorofil-a, arah dan kecepatan angin untuk mengidentifikasi fenomena upwelling di perairan NTT yang terbukti kaya akan nutrisi dan banyak mengandung fitoplankton sebagai pakan alami ikan sehingga memberikan banyak pengaruh dalam peningkatan produktivitas ikan di perairan NTT. Pengujian data dilakukan dengan menganalisis spasial sebaran data klorofil-a, SPL dan angin terhadap daerah potensi ikan di perairan NTT.Hasil penelitian ini diperoleh peta sebaran SPL, klorofil-a dan arus secara klimatologi untuk mengetahui sebab akibat fenomena upwelling di perairan NTT. Fenomena upwelling di perairan NTT terjadi pada bulan Mei sampai bulan September. Pada waktu upwelling, nilai sebaran klorofil-a berkisar 0,223-0,413 mg/m3 dengan rata-rata 0,329 mg/m3, sebaran klorofil-a tertinggi pada bulan September. Nilai sebaran SPL berkisar 26,768-28,689 ⁰C dengan rata-rata 27,548 ⁰C, sebaran SPL terendah pada bulan Agustus dan kecepatan angin pada saat upwelling berkisar 3,654-5,351 m/s dengan rata-rata 4,715 m/s, kecepatan angin tertinggi pada bulan Juli. Oleh karena itu, teradi keterlambatan waktu upwelling di perairan NTT.Kata Kunci : Aqua MODIS, Klorofil-a, Penginderaan Jauh, Suhu Permukaan Laut (SPL), Upwelling. ABSTRACTThe existence of Indonesian sea which is widely and strategic becoming Indonesia as the world  maritime axis that is why Indonesia have potential sea natural resources, one of them is East Nusa Tenggara (NTT) where have great fish potential. A lot of  fish potential is related to fitoplankton existence which can know from chlorophyll-a and sea surface temperature by remote sensing with using Aqua MODIS imagery and also complemented with the wind vector and wind velocity from QuickScat Imagery in NTT sea.The data processing method in this research was used IDL to process sea surface temperature, chlorophyll-a and tide from 2013 until 2015, therefore sea surface temperature distribution spatial pattern, chlorophyll-a, vector and speed of wind to identify upwelling phenomenon in NTT sea which proven a lot of nutrition and  a lot of fitoplankton as natural feed for fish therefore it can get impact for rising fish productivity in NTT sea. The test of data is required by analyzed  distribution of clorophyll-a, Sea Surface Temperature (SST) and wind to fish potential area in NTT sea.This research product are sea surface temperature distribution map and tide map, based on climatology this is to know cause and effect of upwelling in NTT sea. Upwelling phenomenon in NTT sea is happened on May until december. When the upwelling happens, chlorophyll-a value is about 0,223 until 0,413 mg/m3with the average is 0,329 mg/m3, the highest distribution of chlorophyll-a is on September. Sea surface temperature value distribution between 26,768-28,689 ⁰C with the average is 27,548 ⁰C, and The lowest distribution is on August and wid speed when upwelling happens is about 3,654-5,351 m/s with the average is 4,715 m/s, The highest wind speed is on July. Therefore, it makes upwelling time late in NTT sea. Keywords : Aqua MODIS, Chlorophyll-a, Remote sensing, Sea Surface Temperature (SST), Upwelling.
ANALISIS AREA LUAPAN BANJIR AKIBAT KENAIKAN DEBIT AIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Das Banjir Kanal Timur Kota Semarang) Mia Anggorowati Karomah; Arief Laila Nugraha; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.54 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap bencana banjir. Kondisi ini  di perparah dengan adanya penurunan tanah / land subsidence dan fenomena Rob (banjir pasang surut). Selain itu, adanya kenaikan debit air yang terjadi ketika musim penghujan, menyebabkan banjir di sepanjang muara Banjir Kanal Timur.Penelitian ini menggunakan software ArcGIS versi 10 untuk mengetahui sebaran area luasan banjir dan HEC-RAS 4.1.0 untuk simulasi hidraulika. Teknik yang digunakan adalah memodelkan geometri sungai  dan membentuk model hidraulika berdasarkan data kontur dan penampang melintang sungai sehingga didapat sebaran area luapan banjir. Analisis unsteady flow digunakan untuk membuat peta debit rencana banjir 5,10, dan 25 tahun.Dari hasil penelitian di dapat area luapan banjir terbesar yaitu Desa Terboyo Kulon Kecamatan Genuk, pada debit banjir rencana 5, 10, dan 25 tahun berturut turut sebesar 116,449 Ha, 117,520 Ha, dan 119,153 Ha. Tata guna lahan terdampak banjir terbesar adalah  tambak dengan luas berturut-turut 217,128 Ha, 218,851 Ha, dan 221,116 Ha. Hasil area luapan banjir disajikan dalam peta area luapan banjir dan peta area luapan banjir pada tata guna lahan debit banjir rencana 5, 10, dan 25 tahun.Kata Kunci : SIG, HEC-RAS, Banjir Kanal Timur ABSTRACTSemarang is one of the areas in Indonesia that are prone to catastrophic flooding. This condition is getting worse with a decrease in land / land subsidence and the phenomenon of Rob(tide and gauge flood). In addition, an increase in water discharge that occurs during the rainy season, causing flooding along the Banjir Kanal Timur.Study using ArcGIS software  version 10 to find out the distribution of flood area and HEC-RAS hydraulics simulation for hydraulics simulation.The technique used is to model the geometry of rivers and form a model based on the hydraulics contours and transverse cross section of the river that had spread in the flood overflow area. Analysis unsteady flow used for making maps of discharge flood plan 5, 10, and 25 years.From the results of research in the area of the largest flood overflow is Kecamatan Genuk Terboyo Kulon Village, on flood discharge plan 5, 10, and 25 years of successive became one of 116,449 Ha, 117,520 Ha, and 119,153 Ha. Land use is the largest flood affected farm with an area of 217,128 Ha, respectively, 218,851 Ha, and 221,116 Ha. Results of the flood overflow areas presented in the overflow area flood maps and overflow area flood maps on land use of discharge flood plan 5, 10, and 25 years.Keywords : GIS, HEC-RAS, Banjir Kanal Timur
ANALISIS KETELITIAN HUMMINBIRD HELIX 5 CHIRP SI GPS G2 DENGAN MENGGUNAKAN USV (Unmanned Surface Vehicle) (Studi Kasus: Waduk Pendidikan Diponegoro, Semarang) Rachaditya Pradipta; Bambang Darmo Yuwono; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.319 KB)

Abstract

Kegiatan pengukuran dan pemetaan batimetri sangat dibutuhkan untuk area-area penelitan perairan. Informasi batimetri ini dapat dipasok oleh peta yang menunjukkan gambaran kedalaman perairan, mirip dengan peta topografi yang mewakili ketinggian permukaan bumi. Namun pemetaan batimetri di daerah perairan dangkal sulit dilakukan karena keterbatasan alat, alat yang tersedia saat ini banyak digunakan untuk air dalam seperti di laut.Penelitian ini bertujuan memetakan perairan dangkal yang bertempat di Waduk Pendidikan Diponegoro dengan menggunakan wahana tanpa awak atau USV Quadramaran yang dilengkapi oleh echosounder HUMMINBIRD HELIX 5 CHIRP SI GPS G2. Dilakukan juga validasi titik kedalaman di beberapa area waduk menggunakan metode sounding poleuntuk mengkoreksi ketelitian dari pemeruman. Ketelitian kedalaman dikoreksi dalam orde khusus dengan SNI 7646:2010.Dari hasil pemeruman yang dilakukan pada 30 Agustus 2017 diperoleh kedalaman waduk dari permukaan air ke sedimen terdangkal sebesar 0,27 meter dan terdalam sebesar 7,07 meter. Berdasarkan hasil dari selisih titik-titik pemeruman diperoleh nilai standar deviasi sejumlah 0,060 meter yang menjadikannya diterima pada orde khusus. Hasil perbandingan data titik pemeruman dan pengukuran sounding polediperoleh standar deviasi sejumlah 0,187 meter yang menjadikannya diterima pada orde khusus. Dilakukan 90 uji ketelitian akurasi kedalaman  titik pemeruman dengan 47 titik sounding poledan 90 titik pemeruman.Berdasarkan 90 uji tersebut dinyatakan 44 titik diterima pada orde khusus dan 46 ditolak pada orde khusus.
ANALISIS HARMONIK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KUADRAT TERKECIL UNTUK PENENTUAN KOMPONEN-KOMPONEN PASUT DI WILAYAH LAUT SELATAN PULAU JAWA DARI SATELIT ALTIMETRI TOPEX/POSEIDON DAN JASON-1 Jaka Gumelar; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.469 KB)

Abstract

ABSTRAK Laut selatan Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah perairan yang dimiliki oleh Indonesia. Merupakan bagian dari Samudra Hindia, perairan ini memiliki banyak potensi baik dari segi ekologi, fisika, maupun kerawanan terjadinya bencana alam. Pasang surut air laut merupakan salah satu fenomena yang bisa dijadikan referensi dalam penentuan kebijakan perihal pengelolaan sumber daya alam dan sebagai data pelengkap untuk menggambarkan kondisi laut pada masa mendatang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen-komponen pasang surut dan tipe pasang surut di perairan selatan Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah Sea Level Anomaly (SLA) dari data Satelit Topex/Poseidon tahun 1992-2002 dan data Satelit Jason-1 tahun 2002-2011. Metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW) digunakan untuk menentukan besar SLA pada titik normal yang kemudian dilanjutkan dengan proses analisis harmonik menggunakan teknik kuadrat terkecil dengan pembobotan untuk menentukan komponen pasang surut. Proses pengolahan analisis harmonik ini menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010 yang dikombinasikan dengan aplikasi Matlab 7.6.0 untuk proses interpolasi data.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 21 komponen yang berpengaruh dalam pembentukan pasang surut air laut pada perairan Cilacap, Sadeng, dan Prigi yang terdiri dari 4 komponen periode panjang, 8 komponen diurnal, dan 9 komponen semidiurnal. Sedangkan tipe pasang surut yang terbentuk pada perairan selatan Pulau Jawa yaitu campuran condong harian ganda. Kata Kunci : Analisis harmonik, Inverse Distance Weight, Komponen pasang surut, Pasang surut ABSTRACT South Java’s sea is one of Indonesia’s territorial waters which is part of Indian Ocean. It has a lot of potentials in terms of ecology, physics, and vulnerability to natural disasters. Tide is one phenomenon that can be used as a reference in policy decisions regarding the management of natural resources and as supplementary data to describe the condition of the sea in the future.The aim of this research was to determine the components and south Java’s sea tide types. The data used is Sea Level Anomaly (SLA) data from satellites Topex/ Poseidon in 1992-2002 and data satellite Jason-1 in 2002-2011. Inverse Distance Weight (IDW) interpolation method is used to determine the SLA at the normal point followed by harmonic analysis process using least squares with weighted technique to determine the components of the tides. Calculation of harmonic analysis process was using Microsoft Excel 2010 combined with Matlab 7.6.0 application for the interpolation of data.The result of this research showing there are 21 components that influence the formation of the tide in waters Cilacap, Sadeng, and Prigi which is consists of 9 long period component, 8 diurnal component, and 9 semidiurnal components. While the type of tidal formed in the waters south of the island of Java, which is a mixed tide prevailing semidiurnal. Keywords : Components of tide, Harmonic analysis, Invers Distance Weight, Tide *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS HUBUNGAN VARIASI LAND SURFACE TEMPERATURE DENGAN KELAS TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT LANDSAT (Studi Kasus : Kabupaten Pati) Anggoro Wahyu Utomo; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.093 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi penginderaan jauh ditandai dengan semakin banyaknya satelit yang digunakan untuk keperluan studi sehingga mendorong pemanfaatannya dalam berbagai bidang. Satelit Landsat milik NASA dalam perkembangannya telah menghasilkan beberapa generasi, di antaranya adalah Landsat 7 dan yang terbaru Landsat 8. Satelit Landsat 8 merupakan misi kelanjutan dari Landsat 7, karakteristik kedua satelit tersebut hampir sama dalam hal resolusi spasial, spektral dan temporalnya serta karakteristik sensornya. Sensor pada satelit ini dilengkapi inframerah thermal yang dapat mendeteksi suhu permukaan.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pati. Adapun data yang digunakan adalah data Landsat 7 dan Landsat 8. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variasi antara land surface temperature dengan kelas tutupan lahan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh yaitu metode klasifikasi terbimbing dan pengolahan suhu permukaan menggunakan metode mono-window brightness temperature. Hasil dari pengolahan tersebut akan dilakukan analisis spasial menggunakan zonal statistic, dimana hasilnya adalah nilai minimal, maksimal, rata-rata dan range serta standar deviasi dari suhu permukaan di setiap satuan pemetaan tutupan lahan yang dihasilkan. Kemudian hasil dari nilai tersebut dilakukan perbandingan antara standar deviasi terhadap range, sehingga hasil dari perbandingan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui variasi hasil olahan suhu permukaan terhadap tiap tutupan lahan yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan suhu permukaan didapatkan hasil suhu permukaan rata-rata pada wilayah penelitian untuk bulan Mei 2016 berkisar antara 29,020C; bulan Juni 2016 berkisar antara 23,000C dan bulan Juli 2016 berkisar antara 20,920C. Sedangkan hubungan antara land surface temperature dengan kelas tutupan lahan didapatkan hasil suhu tertinggi pada lahan terbangun dan suhu terendah pada kelas non pertanian. Untuk hasil variasi suhu permukaan paling rendah terdapat pada kelas Perairan, hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata rasio antara 2σ terhadap range sebesar 17,16%. Sedangkan hasil variasi suhu permukaan paling tinggi terdapat pada kelas Non Pertanian, hal ini berdasarkan hasil dari rata-rata rasio antara antara 2σ terhadap range sebesar 22,23 %.Kata Kunci: Land Surface Temperature, Penginderaan Jauh, Satelit Landsat, Tutupan Lahan ABSTRACT                    The continued development of remote sensing technology is characterized by the increasing by number of satellites used for purposes of study that encourages utilization in a variety of fields. NASA Landsat satellite in its development has resulted in several generations, including the most recent Landsat 7 and Landsat 8. Satellite Landsat 8 is a continuation of the Landsat 7 mission, characteristics of the both satellites are almost the same in terms of spatial resolution, spectral and temporal as well as the characteristics of the sensor. Sensors on the satellite is equipped with thermal infrared that can detect surface temperatures.This research conducted in Pati regency. The data used are Landsat 7 and Landsat 8. The purpose of this research was to determine correlation between the variations of land surface temperature with the land cover classes by utilizing remote sensing technology that the method is supervised classification and surface temperature using mono-window brightness temperature method. The results of the processing will be analyzing spatial with zonal statistics, where the output is a minimum value, maximum, average, standard deviation and range of the surface temperature on each unit generated land cover mapping. The results of that value be conducted a comparison between the standard deviation of the range, so the results of these comparisons can be used to determine variations in the surface temperature of the processed results of each land cover generated. The results showed that the surface temperature in the area of research for the month of May 2016 ranged between 29,02°C; in June 2016 ranged between 23,00°C and in July 2016 ranged from 20,92°C. While the correlation between land surface temperatures with land cover classes is performed at the highest temperature encountered on building area and the lowest temperature in the non-agricultural classes. For the lowest surface temperature variations found in waters class, this is indicated by the value of the average ratio between 2σ of the range is 17.16%. While variations in surface temperature is highest on Non-Agricultural class, it is based on the results of the average ratio of between 2σ of the range is 22.23%.Keywords:  Land Cover, Land Surface Temperature, Landsat Satelite, Remote Sensing
PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR KOTA SEMARANG Faizana, Fina; Nugraha, Arief Laila; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.487 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia  yang menjadi salah satu kota besar di Indonesia. Struktur geologi yang cukup mencolok di wilayah Kota Semarang berupa kelurusan-kelurusan dan kontak batuan yang tegas merupakan pencerminan struktur sesar baik geser mendatar dan normal cukup berkembang di bagian tengah dan selatan kota. Sehingga sering terjadi bencana alam salah satunya tanah longsor. Dengan itu maka di buat pemetaan bencana tanah longsor guna mengurangi kerugian akibat bencana melalui peta.            Pada pembuatan peta risiko bencana tanah longsor ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pemodelan peta ancaman, pemodelan kerentanan, pemodelan kapasitas, serta pemodelan risiko. Pemodelan ancaman dihasilkan dari pembobotan menggunakan overlay. Pemodelan kerentanan dan kapsitas dihasilkan mengacu pada telaah dokumen dengan penilaian kerentanan menggunakan pembobotan. Sedangkan pada pemodelan peta risiko diproses dengan menggunakan rumusan Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam (PERKA BNPB) No. 2 Tahun 2012 dan VCA (Vulnerability Capacity Analysis) modifikasi untuk mementukan klasifikasi risiko bencana tanah longsor.Hasil penelitian untuk menentukan pemodelan risiko bencana tanah longsor menggunakan metode matriks penentuan kelas sesuai dengan rumusan VCA modifikasi menghasilkan risiko rendah seluas 126,003 hektar di delapan kelurahan, tingkat risiko sedang seluas 323,141 hektar di sepuluh kelurahan dan lima belas kelurahan pada 475,127 hektar ditingkat risiko tinggi.Kata Kunci : Bencana Tanah Longsor, Peta Risiko, VCA ABSTRACTSemarang city is the capital province of Central Java, Indonesia, which is one of the major cities in Indonesia. Geological structure that is quite striking in the Semarang city is in the form of straightness and firm rock contact that is the reflection of the fault structure both horizontal and normal shear are fairly developed in the central and southern parts of the city. So it frequently occur natural disasters one of them is landslides. So they developed a mapping of landslides in order to reduce disaster losses through the map.In the making of landslide risk map, it is done in several stages, namely the threat map modeling, vulnerability modeling, capacity modeling, and risk modeling. Threat modeling result from the weighting using the overlay.  Vulnerabilities and capacities modeling refer to the study of documents generated by the vulnerability assessment using weighting. While in risk map modeling, it is processed by using the Regulation Head of Disaster Management (Perka BNPB) No. 2 In 2012 formula and the VCA (Vulnerability Capacity Analysis) modifications to determine the risk classification of landslides.The results of the study is to determine the risk of landslides using the grading matrix formulation in accordance with the VCA modification produces a low risk area of 126,003 hectares in eight villages, the level of risk covered 323,141 hectares in ten villages and fifteen villages in 475,127 hectares of high risk level.Keyword : Landslide Disaster, Risk Map, VCA
PEMETAAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTER ANALYSIS (STUDI KASUS : KECAMATAN BANYUMANIK DAN TEMBALANG) ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.464 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan di kota besar di Indonesia. Sulit untuk mengetahui daerah yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas tinggi, karena kecelakaan lalu lintas bisa terjadi di tempat dan waktu yang berbeda. Untuk mengatasi masalah kecelakaan lalu lintas, dibutuhkan upaya pencegahaan maupun penanganan. Pada penelitian ini akan dibuat suatu analisis terhadap daerah rawan kecelakaan di Kota Semarang dengan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan untuk memetakan daerah rawan kecelakaan adalah Cluster Analsysis menggunakan Algoritma K-Means dan Fuzzy C-Means. Dalam metode K-Means, tingkat kemiripan anggota diukur dengan kedekatan objek terhadap nilai rata-rata pada cluster. Sedangkan dalam Fuzzy C-Means, pengklasteran data ditentukan oleh tingkat derajat keanggotaan. Hasil pengelompokkan cluster dari kedua algoritma tersebut ditumpang susunkan , kemudian divisualisasikan dengan perangkat lunak SIG. Dari penelitian ini didapatkan 249 kejadian kecelakaan yang tersebar di 33 ruas jalan Kecamatan Banyumanik dan Tembalang. Tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas paling tinggi untuk Kecamatan Banyumanik berada di ruas jalan Perintis Kemerdekaan, sedangkan Kecamatan Tembalang berada di ruas jalan Kedungmundu Raya. Dari Fuzzy C-Means Clustering dihasilkan 10 segmen jalan kategori rawan dan 18 segmen jalan kategori cukup rawan dengan tingkat kesesuaian sebesar 69,697%, dan dari K-Means Clustering dihasilkan 39 titik pusat rawan kecelakaan dengan rata-rata jarak titik kejadian kecelakaan ke titik pusat cluster sebesar 51,539 meter.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP ZONA NILAI TANAH (STUDI KASUS : KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDALTAHUN 2010-2015) Sondang Artania Sidauruk; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.573 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan suatu daerah adalah hal yang tak bisa dihindari, dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan penduduk menyebabkan meningkatnya aktivitas suatu daerah. Persediaan lahan yang terbatas menyebabkan terjadinya kompetisi antar aktivitas untuk memperoleh lahan, sehingga memicu terjadinya perubahan penggunaan lahan. Tingkat permintaan lahan berpengaruh juga pada pola kenaikan harga nilai tanah sehingga diperlukanlah pembaruan data perubahan penggunaan lahan yang mengacu terhadap zona nilai tanah yang mencerminkan kondisi nilai pasar wajar. Dan Kecamatan Kaliwungu merupakan salah satu contoh nyata telah terjadinya perubahan penggunaan lahan tersebut. Untuk menentukan perubahan penggunaan lahan yang mengacu terhadap zona nilai tanah dapat dilakukan dengan overlay peta penggunaan lahan tiap tahunnya dengan peta zona nilai tanah pada tahun tersebut sehingga diperoleh peta perubahan penggunaan lahan dan zona nilai tanah.Perubahan penggunaan lahan tertinggi pada zona 3, yaitu penggunaan lahan belukar/semak menjadi pemukiman sebesar Rp.1.797.000 /m² dan perubahan penggunaan lahan terendah terdapat pada zona 70, yaitu penggunaan lahan empang menjadi gedung sebesar Rp. 16.000/m². Berdasarkan penelitian di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal terdapat 107 Zona Nilai Tanah. Berdasarkan survei transaksi tahun 2010 harga rata-rata tertinggi terdapat pada zona 3 yaitu sebesar Rp  1,907,000/ m² terletak di Desa Karang Tengah. Harga rata-rata tanah terendah yaitu terdapat pada zona 70, yaitu sebesar Rp. 16,000/m² terletak di desa Mororejo. Berdasarkan survei transaksi tahun 2015 harga rata-rata tanah tertinggi di Kecamatan Kaliwungu  terdapat pada zona 7, yaitu sebesar Rp 3,652,000 /m² terletak di Desa Krajan Kulon. Untuk zona yang memiliki harga rata-rata terendah yaitu pada zona 70 sebesar Rp. 32.000 /m² terletak di desa Mororejo. Dari Perubahan Harga Rata-rata Nilai Tanah Tahun 2010 dan 2015 kenaikan harga rata-rata tanah tertinggi berada pada zona 7 sebesar Rp 1,840,000 per m² dan kenaikan harga rata-rata tanah terendah terdapat pada zona 70 sebesar Rp. 16.000 per m².Kata Kunci : Kaliwungu, Perubahan Lahan, Zona Nilai Tanah  (ZNT) ABSTRACT Development of an area is unavoidable, it is influenced by economic and population growth so that the activity in a region increase. The limited supply of land is causing the competition between activities to get land, so that it have impact to change the use of land. The demand level of land also have effect to the increase values of land use pattern. So it requires change of land use data update which refers to the land value zone. The land value zone reflects to the condition of fair market value. The changes of  use of land that refers to the zone of land value  is determined by overlaid maps the use of land value  every years so that we get the maps of changes the use of land  and the value land zone.The highest changes of land use in zone 3 is bush into residential of Rp.1.797.000 / m² and the lowest changes of land use for the zone 70 is fishpond into buildings Rp. 16,000 / m². Based on research in Kaliwungu District Kendal Regency there were 107 Land Value Zone. Based on a survey of transactions in 2010 the average of the highest price in three zones, is Rp 1,907,000 / m² located in Karang Tengah village. The average of the lowest price is found in the zone 70, which amounted to Rp. 16,000 / m² located in Mororejo village. Based on a survey of transactions in 2015 the average of the highest price in the District Kaliwungu contained in zone 7, which amounted to Rp 3,652,000 / m² located in Krajan Kulon village. Zone has the lowest average price is in a zone 70 Rp. 32,000 / m² located in Mororejo village. The Change Price Average Value of Land in 2010 and 2015 the average price increase is the highest ground in zone 7 of Rp 1,840,000 per m² and the increase in the average price of land was lowest for the 70 zones of Rp. 16,000 per m².Keywords : Change Of Land, Land Value Zone (ZNT), Kaliwungu *) Penulis Penanggung Jawab
APLIKASI PERSEBARAN LOKASI PENELITIAN MAHASISWA TEKNIK GEODESI UNDIP BERBASIS WEBGIS Ramadhan Susilo Utomo; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.717 KB)

Abstract

ABSTRAK Setiap mahasiswa yang ingin melaksanakan tugas akhir sehingga mencari sumber-sumber, studi literatur yang ingin dikaji mempunyai peranan penting dalam upaya memberikan informasi mengenai penelitian. Penyediaan informasi mengenai persebaran penelitian dan sistem jurnal penelitian kepada mahasiswa sangat dibutuhkan maka dibuatlah sebuah aplikasi yang dapat mempermudah dalam mencari referensi-referensi penelitian dan mengetahui persebaran lokasi penelitian tersebut. Aplikasi Persebaran Lokasi Penelitian Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (selanjutnya akan disebut LPTG yang dapat diakses pada www.lptg.xyz) diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan tersebut. Aplikasi ini dibuat menggunakan framework Laravel, database menggunakan MySQL dan peta dasar CartoDB. Hasil akhir penelitian berupa aplikasi persebaran lokasi penelitian mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro dan sistem jurnal Geodesi berbasis WebGIS. Persebaran penelitian sebanyak 580 lokasi terdiri dari lingkup ruang lingkup kabupaten persebaran penelitian sebanyak 78 lokasi dengan 251 jumlah penelitian, pada kota persebaran penelitian sebanyak 20 lokasi dengan 288 jumlah penelitian, pada perairan persebaran penelitian sebanyak 11 lokasi dengan 16 jumlah penelitian, kedua ruang lingkup provinsi persebaran penelitian sebanyak 8 lokasi dengan 15 jumlah penelitian, ketiga ruang lingkup pulau persebaran penelitian sebanyak 4 lokasi dengan 6 jumlah penelitian dan keempat ruang lingkup nasional terdapat 4 jumlah penelitian. Hasil uji usability didapatkan dengan hasil penilaian efektivitas sebesar 88,40% dan efisiensi sebesar 88,57% dan hasil uji sistem bahwa aplikasi dapat diakses pada Google Chrome, Mozilla Firefox dan Internet Explorer. Kata Kunci : Tugas Akhir, Jurnal, Lokasi penelitian, WebGIS, CartoDB, LPTG, Uji Usability. ABSTRACT Every college student who wants to carry out the final project looking for sources, the study of literature to be studied has an important role in efforts to provide information about research. Providing information about the distribution of research and the research journal system to college students is needed so an application made that can facilitate the search for research references and find out the distribution of the research location. Application distribution of research location Diponegoro University Geodetic Engineering (hereinafter referred to as LPTG which can be accessed at www.lptg.xyz) is expected to meet all these needs. This application was created using the Laravel framework, a database using MySQL and CartoDB base maps. The final result of the research is the application distribution of research locations Diponegoro University Geodesy Engineering students and the Geodesy journal system based WebGIS. The distribution of research as many as 580 locations, consist from  scope of the Regency distribution of research as many as 78 locations with 251 number of studies, in the City of the research distribution as many as 20 locations with 288 number of studies, in the waters of the research distribution as many as 11 locations with 16 number of studies, secondly the scope Province of the research distribution as many as 8 locations with 15 the number of studies, third the scope Island of the research distribution as many as 4 locations with 6 the number of studies and fourth National scope there are 4 the number of studies. Usability test obtained with result  88.40% effectiveness, 88.57% efficiency and system test results that applications can be accessed on Google Chrome, Mozilla Firefox and Internet Explorer.
PEMBUATAN PETA MODEL UNDULASI LOKAL (STUDY KASUS : KECAMATAN RAO, KABUPATEN PASAMAN-SUMATERA BARAT) M. Khaeru Reza; Sutomo Kahar; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.459 KB)

Abstract

Pembuatan model undulasi lokal dari pengukuran gravitasi serta ketinggian orthometric bumi. Gaya berat yang digunakan adalah gaya berat relatif. Gaya berat relatif adalah gaya berat yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya berat di suatu tempat yang diikatkan dengan gayaberat absolut. Untuk memperoleh nilai gaya berat absolut dilakukan pengukuran gaya berat yang diikatkan dengan sistem yang sudah ada yang dikenal sebagai Sistem Postdam. Sistem ini merupakan jaringan stasiun gaya berat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengkuran gaya berat relatif di suatu tempat di permukaan bumi ini. Penelitian ini dilaksanakan di daerah pengukuran gaya berat relative yang telah dilakukan di kecamatan Rao kabupaten Pasaman Sumatra Barat.Dari penelitian yang dilakukan untuk pembuatan model undulasi lokal diperlukan beberapa tahapan pengolahan. Tahapan-tahapan yang dilakukan tersebut meliputi tahapan penentuan anomali dari data gravity yang diperoleh dilapangan, yang terdiri dari : bacaan alat gravimeter, dikoreksi pasut, perhitungan G observasi, perhitungan gaya berat normal, koreksi udara bebas, koreksi terrain, serta koreksi bouger hingga diperoleh nilai anomaly bouger.Sedangkan untuk perhitungan undulasi dilakukan tahap-tahap perhitungan stokes serta perhitungan spherical harmonic serta kontribusi geoid global (N1) dari Nico Sneew. Untuk perhitungan N0 untuk penentuan titik nol pusat bumi serta trunsection error (€N) tidak perlu dilakukan perhitungan karena tidak signifikan pengaruhnyaKata Kunci : Gayaberat ,Undulasi, Geoid.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue