cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
APLIKASI ECHOSOUNDER HI-TARGET HD 370 UNTUK PEMERUMAN DI PERAIRAN DANGKAL (STUDI KASUS : PERAIRAN SEMARANG) Kautsar, Muhammad Al; Sasmito, Bandi; Hani'ah, Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.044 KB)

Abstract

Wilayah pantai di kepulauan Indonesia memiliki potensi pembangunan yang sangat bagus. Kawasan laut memiliki dimensi pengembangan yang lebih luas dari daratan karena mempunyai keragaman potensi alam yang dapat dikelola. Kawasan pantai adalah wilayah yang paling berpotensi untuk dikembangkan, sedangkan wilayah tersebut memiliki kedalaman yang dangkal.Untuk perencanaan pembangunan di wilayah perairan, maka dibutuhkan survei hidrografi. Salah satu alat yang digunakan untuk survei hidrografi adalah echosounder. Echosounder menggunakan prinsip akustik untuk merekam kedalaman dasar laut. Terdapat dua tipe echosounder, yaitu Echosounder Multi Beam dan Echosounder Single Beam. Echosounder Hi-Target HD 370 merupakan jenis Single Beam.Berdasarkan pengolahan data hasil, Echosounder Hi-Target HD 370 memiliki akurasi kedalaman yang teliti sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Semakin rapat titik-titik pemeruman, maka akurasi data semakin teliti.Kata Kunci    : Kawasan Pantai, Echosounder, Standar Nasional Indonesia
PETA SEBARAN WISATA KABUPATEN KENDAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus Kabupaten Kendal) Wisnu Hanggoro; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.054 KB)

Abstract

ABSTRAK            Sebagai salah satu wilayah yang ada  di Provinsi Jawa Tengah, Kendal adalah salah satu Kabupaten yang juga dikenal dengan kota santri, Kabupaten Kendal memiliki beraneka ragam tempat wisata dengan bergbagai keunikan seni budaya ,kuliner dan kerafian lokal masyarakat, dari berbagai macam wisata tersebut terdapat beberapa tempat wisata yang masih tersembunyi yang artinya akses menuju tempat - tempat wisata tersebut masih ada yang belum mengetahui, oleh karena itu di perlukan Peta Sebaran Wisata Kabupaten Kendal Berbasis Sistem Informasi Geografis yang bertujuan memudahkan masyarakat untuk mengetahui lokasi tempat wisata di Kabupaten Kendal.         Pembuatan Peta Persebaran tempat wisata alam yaitu dengan software SIG Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan SIG dan melakukan survei lapangan berupa pengambilan koordinat menggunakan GPS.          Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui tempat - tempat wisata alam di Kabupaten Kendal . Dan juga untuk memberikan informasi yang didapat dari instansi pemerintah terhadap lokasi tempat wisata yang didapat dari observasi di lapangan dari lokasi tempat wisata yang ada sehingga dapat diakses oleh khalayak umum.
APLIKASI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMANTAUAN DEFORMASI BANGUNAN (STUDI KASUS : TANGKI KLARIFIER PDAM KOTA SEMARANG) Muzaka, Rifqi Najib; Suprayogi, Andri; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.144 KB)

Abstract

ABSTRAK Teknologi Terrestrial Laser Scanner saat ini telah berkembang di bidang pemetaan. Dengan kelebihan yang ditawarkan oleh alat tersebut adalah kecepatan pengambilan data yang tinggi, tingkat akurasi yang tinggi dan ekonomis. Salah satu pemanfaatan teknologi Terrestrial Laser Scanner ini adalah untuk pemantauan terhadap deformasi dari bentuk bangunan. Dengan memanfaatkan data As Built Drawingsebagai data awal dan data Terrestrial Laser Scanner sebagai data terbaru.Pemantauan deformasi bentuk dilakukan dengan mengkaji perbandingan bentuk dari keadaan lampau bangunan dengan kondisi existing bangunan.Pada penelitian ini menggunakan FARO Laser Scanner Focus 3D Dengan dimensi 24x20x10 cm dan berat hanya 5 kg. Alat ini memiliki sudut ukuran horizontal sebesar 305o dan vertikal 360o. Pada penelitian ini scanning dilakukan terhadap salah satu aset dari PDAM Tirta MoedalKotaSemarang yakni tangki klarifier yang dikelola oleh divisi produksi PDAM Tirta MoedalKotaSemarang. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan scanning sebanyak 23 kali scanning terhadap dua tangki yang diberi kode IPA III dan IPA IV. Kemudian setelah data scanning diperoleh,  data tersebut diolah dengan menggunakan software Scene 5.2. Dengan berdasarkan pada gambar desain As Built Drawing yang dimiliki oleh PDAM Tirta MoedalKotaSemarang kemudian dapat dilakukan pengolahan sebagai pembanding mengenai kajian deformasi bangunan.Deformasi bentuk bangunan yang terjadi pada tangki yang di deteksi pada tangki PDAM Tirta MoedalKotaSemarang adalah rata-rata tinggi tangki 0,062m lebih panjang dan memiliki diameter rata-rata 0,092 m lebih panjang daripada gambar rencana As Built Drawing nya pada tangki unit IPA III. Serta, pada tangki unit IPA IV memiliki perbedaan tinggi rata-rata lebih pendek 0,025m diameter rata-rata lebih panjang 0,003 m, Serta pada tabung tangki IPA IV lainnya tinggi rata-rata lebih tinggi 0,054 m dan diameter rata-rata 0,022 m lebih pendek dari desain rencana atau As Built Drawing nya.Kata Kunci : Terrestrial Laser Scanner, As Built Drawing, Deformasi BangunanABSTRACTTerrestrial Laser Scanner technology has developining on mapping sector now. With high speed recording data, high accurate, and economical it was offered the advantage. One of terrestrial laser scanner utilization is for monitoring deformation shape of building. Usage the as built drawing data monitoring of deformation shape can detected. With inspecting past shape building and existing shape building condition. This research was using FARO Laser Scanner Focus 3D with dimension 24x20x10 cm and weight only 5 kg. This instrument has horizontals angle measurement in the around of  305o and 360 o at the vertical angle. At this research scanning process has been done toward one of Tirta Moedal Semarang City Water Company asset, the klarifier water tank has been managed by production division of Tirta Moedal Semarang City Water Company. Collecting research data has been scanning almost 23 times towards both of the tank wich has been coded IPA III and IPA IV. Then after scanning data was obtained, and processed by Scene 5.2 software. And then based on as built drawing design was obtained from Tirta Moedal Semarang City Water Company can do comparison processed related building deformation study. Deformation of building shapes have occurred on klarifier tank and detected on klarifier tank of Tirta Moedal Semarang City Water Company. Building deformation has detected high about 0,062 m longer than as built drawing and has diameter about 0,092 m longer than the as built drawing design of IPA III unit. At IPA IV tank unit has different high 0,025 m shorter than the as built drawing, and about 0,003 m longer than  as built drawing of IPA IV unit. And at the other IPA IV tank has height about 0,054 m and diameter about 0,022 m shorter than the as built drawing design.Keywords : Terrestrial Laser Scanner, As Built Drawing, Building deformation
ANALISIS DESAIN JARING GNSS BERDASARKAN FUNGSI PRESISI (STUDI KASUS : TITIK GEOID GEOMETRI KOTA SEMARANG) Reza Nur Hidayat; L M Sabri; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.682 KB)

Abstract

Salah satu tahapan untuk mendapatkan jaring GNSS yang optimal adalah melakukan desain jaring.  Terdapat empat tahapan dalam desain jaring GNSS yaitu Zero Order Design, First Order Design, Second Order Design, dan Third Order Design.  First Order Design merupakan desain jaring untuk mendapatkan bentuk geometri jaring GPS yang optimal. Pada First Order Design terdapat 2 kriteria untuk menentukan tingkat optimal jaring yaitu presisi dan kehandalan, penelitian ini berfokus pada analisis desain jaring dari fungsi presisi. Penelitian ini menggunakan pengukuran GNSS metode rapid static yang dilakukan pada 20 titik geoid dan geometri di Kota Semarang. Titik control yang digunakan dalam pengukuran ini adalah titik GRAV 11, CORS BIG Kota Semarang, dan CORS Universitas Diponegoro. Penelitian ini dilakukan dengan mendesain lima buah jaring pengukuran GNSS untuk kemudian dihitung tingkat presisi jaring dari nilai simpangan baku dan fungsi presisinya. Desain jaring yang optimum dari segi presisi dilihat dari nilai kriteria yang dimiliki dimana jaring dikatakan lebih optimum dari segi presisi jika nilai simpangan baku dan fungsi presisinya semakin kecil. Desain jaring yang paling presisi berdasarkan analisis fungsi presisi dan standar deviasi adalah desain jaring nomor 1 dengan jumlah baseline 60. Desain jaring nomor 1 memiliki nilai fungsi tujuan akurasi A-optimality paling kecil 17,6095 yang menggunakan baseline paling banyak dan desain jaring nomor 1 memiliki nilai fungsi tujuan akurasi E-optimality 4,6567, ini menunjukkan bahwa desain jaring nomor 1 memiliki jaring yang paling isotropik. Desain jaring nomor 1 memiliki nilai standar deviasi paling kecil sebesar 0,03845m dibanding dengan desain lainnya, hal ini menunjukan desain jaring 1 merupakan desain jaring paling presisi.
ANALISIS SPASIAL KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP JUMLAH PENDUDUK DI KOTA SOLO Muhammad Danny Rahman; Moehammad Awaluddin; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.747 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan peraturan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menetapkan bahwa presentasi Ruang Terbuka Hijau pada wilayah perkotaan minimal sebesar 30% dari luas kota. Penyediaan RTH di wilayah perkotaan sedikit mengalami kesulitan dikarenakan permintaan akan pemanfaatan lahan kota yang terus tumbuh untuk pembangunan berbagai fasilitas perkotaan. Hal ini umumnya merugikan keberadaan RTH yang sering dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis. Dengan demikian perlu adanya analisis untuk mengetahui kondisi RTH di Kota Solo masih sesuai atau tidak.RTH dapat diidentifikasi dengan beberapa cara, salah satunya yaitu dengan menggunakan citra satelit. Karena citra satelit mampu menampilkan permukaan bumi secara luas, sehingga bisa digunakan untuk mengidentifikasi tutupan lahan salah satunya yaitu RTH. Sebelum melakukan pemrosesan data menggunakan citra satelit, langkah awal yang dilakukan adalah uji ketelitian citra, karena proses ini sangat penting untuk menentukan kualitas dari citra satelit. Setelah itu dilakukan Registrasi peta, Registrasi peta sendiri merupakan proses transformasi koordinat dari yang belum ada menjadi ada. Baru kemudian dilakukan interpretasi dan digitasi sesuai dengan jenis ruang terbuka hijau sampai dengan penghitungan luasnya.Analisis dengan cara digitasi bertujuan untuk mengetahui ketersediaan, luas, dan lokasi persebaran ruang terbuka hijau. Adapun hasil dari analisis tersebut didapatkan luas Ruang Terbuka Hijau Kota Solo Tahun 2015 sebesar 581,101 Ha atau sekitar 12,458% dari total luas Kota. Sehingga dapat disimpulkan bahwa luas ruang terbuka hijau belum memenuhi jumlah yang ditentukan dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan juga berdasarkan jumlah penduduk dan prediksi pertumbuhan penduduk dari tahun 2014 sampai tahun 2019. Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Citra IKONOS, Pertumbuhan Penduduk   ABSTRACT According to the regulations of Law No. 26 Year 2007 on Spatial Planning determines that the presentation of green open space in urban areas of at least 30% of the area of the city. The provision of green space in urban areas little difficulty because demand for land use of the city continue to grow for the construction of various urban facilities. It is generally detrimental to the presence of green space which is often regarded as reserve lands and uneconomical. Thus the need for analysis to determine the condition of the green space in the city of Solo are still appropriate or not.RTH can be identified in several ways, one of which is by using satellite imagery. Because satellite imagery is able to show the earth's surface area, so that it can be used to identify land cover one of them is green space. Before performing the processing of data using satellite images, the first step to do is test the accuracy of the image, because the process is very important to determine the quality of satellite imagery. Once that was done Register maps, maps Registration itself is a coordinate transformation process from which no be no. Only later do the interpretation and digitization accordance with the type of green open space up to the counting extent.Analysis by means of digitization aims to determine availability, spacious, and the location of the distribution of green open space. The results of the analysis obtained vast green open space the city of Solo in 2015 amounted to 581.101 ha, or approximately 12.458% of the total area of the City. It can be concluded that the vast green open space not meet the amount specified in Law No. 26 Year 2007 on Spatial Planning and also based on population and population growth forecasts from 2014 to 2019. Keywords: green open space, IKONOS Imagery, Population Growth  *) Penulis Penanggung Jawab
Analisis Distribusi Klorofil A Dengan Pengaruhnya Terhadap Hasil Perikanan Menggunakan Metode Penginderaan Jauh ( Studi Kasus Pesisir Pantai Pesawaran Lampung ) ., Henndry; Suprayogi, Andri; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.197 KB)

Abstract

Indonesia memiliki bermacam-macam kekayaan alam yang melimpah, diantaranya adalah kekayaan sumber daya ikan baik di laut, sungai, maupun danau. Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten Pesawaran merupakan daratan dengan ketinggian yang bervariasi. Umumnya nelayan yang ada di perairan selatan Kabupaten Pesawaran  masih cenderung menggunakan intuisi yang didapat secara turun temurun untuk menentukan daerah penangkapan ikan. Nelayan seringkali pulang membawa hasil tangkapan yang sedikit bahkan terkadang kosong. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan mereka. Kelemahan tersebut pada prinsipnya telah menjadi perhatian para ahli, terutama untuk memaksimalkan upaya penangkapan di negara berkembang (Mustapha et al., 2010).Penelitian ini bersifat analisis deskriptif yaitu menjelaskan tentang persebaran klorofil A di wilayah pesisir pantai Kabupaten Pesawaran dan melakukan perbandingan dengan data statistik perikanan di daerah tersebut dalam kurun waktu tiga tahun pengamatan menggunakan citra Aqua-Modis tahun 2011, 2012 dan 2013. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah perubahan klorofil dari tahun 2011 hingga tahun 2013 memiliki suatu pola yaitu selalu mengikuti perubahan musim yang terjadi di Indonesia seperti adanya musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kemarau yang terjadi antara januari 2011 dan juni 2011, jumlah klorofil dalam bentuk luasan  berjumlah 6.318,620 km2 Sedangkan pada musim penghujan yang terjadi pada bulan juli 2011 hingga desember 2011 berjumlah 12.725,120 km2Kata kunci: Klorofil, Perikanan, Aqua-Modis, Penginderaan Jauh
ANALISIS PENGOLAHAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK MB-SYSTEM DAN CARIS HIPS AND SIPS BERDASARKAN STANDAR S-44 IHO 2008 Sendy Brammadi; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono; Imam Mudita
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.808 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengolahan data multibeam echosounder memiliki proses yang kompleks karena memerlukan beberapa koreksi untuk mendapatkan nilai kedalaman yang akurat, selain itu perangkat lunak yang digunakan untuk pemrosesan data multibeam memiliki harga lisensi yang mahal. MB-System sebagai perangkat lunak pengolah data multibeam berbasis open source dapat menjadi alternatif bagi yang mengalami kendala dalam memperoleh lisensi perangkat lunak berbayar seperti Caris HIPS and SIPS. Setiap perangkat lunak memiliki prosedur, kemampuan dan keterbatasan masing-masing, sehingga perlu dikaji perbandingan proses pengolahan data, visualisasi hasil setelah pemrosesan serta ketelitian yang dihasilkan dari pemrosesan menggunakan kedua perangkat lunak tersebut.Proses pengolahan data multibeam echosounder menggunakan perangkat lunak MB-System dan Caris HIPS and SIPS, hasil pengolahan menghasilkan titik kedalaman terkoreksi. Titik kedalaman selanjutnya divisualkan ke dalam model permukaan 2D menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan model 3D menggunakan perangkat lunak Surfer. Titik kedalaman hasil pengolahan dilakukan uji ketelitian berdasarkan standar IHO S-44 tahun 2008 orde 2 untuk mengetahui kualitas data multibeam dan uji statistik menggunakan uji-Z untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara kedua data hasil pengolahan.Dari pengolahan data multibeam menggunakan MB-System dan Caris HIPS and SIPS secara visual tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Ketelitian hasil pengolahan data multibeam menggunakan kedua perangkat lunak berada di dalam batas toleransi yang mengacu pada standar IHO S-44 tahun 2008 orde 2. Nilai kedalaman hasil pengolahan secara numerik memiliki perbedaan pada titik yang sama, namun secara statistik menggunakan uji-Z dengan tingkat kepercayaan 95% didapat nilai Z0 sebesar 0,099611 yang berarti nilai kedalaman hasil pengolahan tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga kedua model permukaan tersebut dianggap telah mewakili kondisi permukaan dasar laut yang sebenarnya. Kedua perangkat lunak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Caris HIPS and SIPS memiliki tampilan antarmuka yang profesional serta mudah digunakan, sedangkan MB-System memiliki fitur untuk menyajikan peta batimetri hasil pengolahan data multibeam serta kebebasan untuk menggunakan.
APLIKASI PERSEBARAN ALUMNI TEKNIK GEODESI UNIVERSITAS DIPONEGORO BERBASIS WEBGIS Anarullah, Rizqie; Yuwono, Bambang Darmo; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.38 KB)

Abstract

ABSTRAKProgram Studi Teknik Geodesi Universitas Diponegoro yang berdiri sejak tahun 2005 telah menghasilkan alumni yang memiliki kemampuan dalam bidang survei dan pemetaan. Alumni tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Untuk menunjang sistem pendataan alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro maka dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat mempermudah dalam mendata dan mengetahui persebaran alumni tersebut. Sehingga dapat memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan dengan cara berinteraksi secara langsung antar alumni.Aplikasi Persebaran Alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (selanjutnya akan disebut PATG) diharapkan dapat mencakup semua kebutuhan tersebut. Dalam pembangunan aplikasi ini dimulai dengan studi literatur dimana mempelajari penelitian dengan kajian yang sama, kemudian mengumpulkan data atribut dari alumni, mengolah data, pembuatan basis data MySQL untuk menampilkan peta persebaran alumni.  Hasil dari penelitian berupa aplikasi persebaran alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro berbasis webGIS yang menampilkan persebaran alumni Teknik Geodesi yang tersebar di seluruh wilayah. Pengujian aplikasi ini menggunakan dua pengujian yaitu uji program dengan hasil bahwa aplikasi ini berhasil diakses dengan web browser Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Internet Explorer. Berikutnya adalah uji usability menggunakan kuisioner dengan hasil bahwa aplikasi ini mendapat penilaian 77,2%  untuk keefektifan, 78,25%  untuk kemudahan, dan 76,5% untuk kepuasan. Dengan demikian aplikasi ini dikategorikan aplikasi yang efektif, mudah dan memuaskan.  Kata Kunci : Alumni Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, Uji Usability, Webgis ABSTRACTGeodetic Engineering Diponegoro University established since 2005 has produced graduates who have skills in the field of surveying and mapping. Graduates are spread throughout Indonesia and worked in various government and private agencies. To support the data collection system Geodesy Diponegoro University graduate then needed an application that can simplify the record and determine the distribution of the graduates.  That would give information about a vacancy by means of interact directly betweben graduates.Application Distribution Graduates Geodetic Engineering Diponegoro University (called PATG) is expected to cover all these needs. Development of this application begins with a literature study from research with the same study then collected data an attribute of graduates, process data and manufacturing MySQL database to display a map of the distribution of graduates.Results from this research is an application of alumni spread geodetic engineering based Diponegoro University webGIS that displays the distribution of geodetic engineering graduates are scattered throughout the region. This application was tested using two kind tests. First is a test program with the result that the application is successfully accessed with a web browser Google Chrome, Mozilla Firefox and Internet Explorer. Next is a usability test using a questionnaire with the result that the application is assessed for effectiveness 77,2% , 78,25%  for convenience and 76,5% for satisfaction. Thus this application categorized effective application , easy and satisfying. Keywords : Graduates Geodetic Engineering University Diponegoro, Usability Test, WebGIS  *) Penulis, Penanggungjawab
STUDI PERBANDINGAN METODE ARVI, EVI 2 DAN NDVI UNTUK PENENTUAN KERAPATAN TAJUK DALAM IDENTIFIKASI LAHAN KRITIS DI KABUPATEN BOYOLALI (Studi Kasus: Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo, Kecamatan Selo dan Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali) Alfi Dian Ranu Wijaya; Hani’ah Hani’ah; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.67 KB)

Abstract

Pemanfaatan lahan yang tidak memperhatikan lingkungan disekitarnya dan peruntukan penggunaan lahan menjadikan lahan yang ada menjadi lahan kritis. Beberapa lahan kritis di Kabupaten Boyolali terletak di kawasan lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang wilayahnya cukup luas dan memiliki topografi yang beragam. Lahan kritis ditentukan dengan Peraturan Direktur Jendral Bina Pengelolaan Daerah Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor : P.4/V-SET/2013 tentang petunjuk teknis penyusunan data spasial lahan kritis. Pada peraturan tersebut terdapat 5 parameter yang menjadi acuan dalam penentuan lahan kritis dan penutupan lahan menjadi indikator terpenting dalam penentuan lahan kritis. Pemetaan penutupan lahan dapat menggunakan metode ARVI, EVI 2 dan NDVI. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan indeks vegetasi terbaik antara metode ARVI, EVI 2 dan NDVI. Indeks vegetasi terbaik diperoleh dari perbandingan hasil pengolahan citra Sentinel-2A dengan hasil validasi lapangan menggunakan 72 titik yang tersebar diseluruh wilayah penelitian. Indeks vegetasi terbaik digunakan lebih lanjut dalam penentuan lahan kritis dengan metode scoring dan pembobotan sesuai dengan Peraturan Direktur Jendral Bina Pengelolaan Daerah Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor : P.4/V-SET/2013. ARVI hanya menyajikan 4 kelas kerapatan tajuk yaitu tanpa kelas sangat rapat dengan didominasi kelas kerapatan buruk (77,27%). NDVI didominasi kelas kerapatan sangat rapat (59,92%). EVI 2 didominasi kelas kerapatan sedang (48,37%). NDVI menjadi metode terbaik dengan tingkat kesesuaian mencapai 59,92%, diikuti oleh EVI 2 sebesar 27,77% dan ARVI 13,8%. Hasil lahan kritis per fungsi kawasan didapatkan hasil bahwa kawasan hutan lindung didominasi oleh kelas potensial kritis dengan luas total 2447,19 ha. Lahan kritis di kawaasan budidaya pertanian didominasi kelas agak kritis dengan 9.367,80 ha. Lahan kritis di kawasan lindung diluar kawasan hutan didominasi kelas agak kritis dengan luas 13,9 ha.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN INVENTARIS ASET TANAH DAN BANGUNAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDRAL SUMBER DAYA AIR BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO (Studi Kasus : Kabupaten Wonogiri) Theodorus Satriyo Singgih; Bambang Sudarsono; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.875 KB)

Abstract

ABSTRAK             Kabupaten Wonogiri, secara geografis berlokasi di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bendungan Gajah Mungkur adalah salah satu ikon Kabupaten Wonogiri yang berada dalam tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Bukan hanya Bendungan Gajah Mungkur, kantor-kantor pendukung, gudang alat berat, aset tanah dan bangunan lainnya yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri perlu dipetakan keberadaan lokasi dan kondisinya.            Inventarisasi aset tanah dan bangunan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ini dapat dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem Informasi Geografis merupakan terobosan pemetaan modern. Dengan perkembangan teknologi pemetaan dan teknologi komputer/informatika memungkinkan dibuat sistem informasi persebaran aset tanah dan bangunan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dengan basis SIG.            Dari hasil penelitian dapat diketahui persebaran lokasi aset terdapat pada 5 (lima) kecamatan yang berbeda. Aset tanah dan bangunan yang tersebar tersebut kondisinya dikategorikan dalam 3 (tiga) golongan yaitu baik, rusak ringan dan rusak berat. Sistem informasi Geografis memliki peranan yang penting untuk inventarisasi aset BBWSBS khususnya di Kabupaten Wonogiri dalam menampilkan peta lokasi persebaran aset tanah dan bangunan karena akan mempermudah dalam melakukan analisa kondisi aset dan monitoring.           Kata Kunci : Aset, Bendungan Gajah Mungkur, Inventarisasi, Sistem Informasi Geografis, Monitoring ABSTRACT          Wonogiri District, geographically located in the southeast part of Central Java, had Gajah Mungkur DAM well-known as one of notable icons which was being responsible by Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) under Kementrian Pekerjaan Umum and Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Not only does Gajah Mungkur DAM, the locations and conditions of supported offices, heavy equipment warehouses, field assets, and other buildings are also needed to be mapped.            Inventory of field and building assets of Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo can be conducted by Geographic Information System (GIS). By sophistication of mapping and information technologies, GIS appears as a modern mapping system which is enable to create the distribution of information system.            According to the result, it was known that the distribution of asset location was divided into five districts. Those distributed field and building were categorized into three types; proper, slight broken, and weight broken. GIS has an important roles in order to invest the BBWSBS’ asset particularly in Wonogiri District. It is related to display the location map of field asset’s distribution in order to easily analyze the condition of monitoring and asset. Keywords: Asset, Gajah Mungkur DAM, Inventory, Geographic Information System, Monitoring

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue