cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
IDENTIFIKASI DAERAH PRIORITAS REHABILITASI LAHAN KRITIS KAWASAN HUTAN DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS: KABUPATEN PATI) Heri Setiawan; Bambang Sudarsono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.421 KB)

Abstract

Kerusakan Hutan masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Banjir bandang yang sering penambangan karst liar di kawasan hutan pegunungan Kendeng Utara sehingga hutan terdegradasi dan akan menadi lahan kritis. Faktor yang mempengaruhi terjadinya lahan kritis kawasan hutan  antara lain; kerapatan vegetasi, kelerengan hutan, erosi lahan dan manajemen hutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran lahan kritis kawasan hutan dan berapa luas daerah prioritas rehabilitasinya. Pengolahan dilakukan dengan metode overlay tiap parameter; peta kelas vegetasi, peta kelas lereng, peta kelas erosi dan peta kelas manajemen. Pembuatan peta kelas kerapatan vegetasi dibuat dari klasifikasi NDVI citra Landsat 7 ETM+. Kemudian analisis tiap kecamatan, Kesatuan Pemangkuan Hutan, Bagian Hutan dan fungsi hutan dilakukan dengan overlay data vektor.Berdasarkan hasil pengolahan data, kawasan hutan Kabupaten Pati didominasi oleh kriteria potensial kritis seluas 14.351,74 ha (62,67%) dari luas hutan di Kabupaten Pati. Kerusakan hutan tertinggi berada di kecamatan Margorejo dan Sukolilo. Lahan kritis paling banyak berada di kecamatan Margorejo 252,02 ha. Sedangkan lahan agak kritis paling banyak terdapat di kecamatan Sukolilo 1.492,22 ha.Kata Kunci: Lahan kritis, Hutan, Kabupaten Pati
PENENTUAN NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA BUKIT LOVE, PANTAI TANJUNG GELAM, PENANGKARAN HIU BERDASARKAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGEN VALUATION METHOD MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( Studi Kasus : Pulau Karimun Jawa) Maharditya Yoga Pramudyono; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.098 KB)

Abstract

ABSTRAK Taman Nasional Karimun Jawa merupakan kawasan budidaya bahari alam yang merupakan salah satu tempat wisata bahari yang sering dikunjungi di Indonesia. Tiga tempat wisata yang sering dikunjungi di kawasan Pulau Karimun Jawa adalah Bukit Love, Pantai Tanjung Gelam, Penangkaran Hiu. Pengukuran nilai ekonomi menggunakan metode Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method pada penelitian ini dimaksudkan sebagai referensi untuk pemerintah Kota Jepara dalam pemanfaatan kawasan dan sebagai referensi bagi masyarakat untuk mengembangkan kawasan Pulau Karimun Jawa.Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan TCM adalah jumlah pengunjung objek wisata tahun 2015 dan populasi CVM adalah populasi yang dianggap relevan, dalam hal ini adalah jumlah populasi masyarakat Pulau Karimun Jawa. Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability Sampling, dengan teknik Purposive Sampling. Pada penelitian ini digunakan 60 sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method.Berdasarkan hasil perhitungan nilai total ekonomi kawasan (TEV) Bukit Love diperoleh hasil TEV Domestik sebesar Rp 58.723.568.800,- dan TEV Mancanegara Rp 1.104.974.850.000,-. Kawasan Pantai Tanjung Gelam diperoleh hasil TEV Domestik sebesar Rp 28.382.135.880,- dan TEV Mancanegara Rp 6.012.059.826.000,-. Kawasan Penangkaran Hiu diperoleh hasil TEV Domestik sebesar Rp 482.875.587.400,-  dan TEV Mancanegara Rp 301.811.385.000,-.
PEMBUATAN APLIKASI MOBILE GIS BERBASIS ANDROID UNTUK INFORMASI PARIWISATA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Rizki Putra Agrarian; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.891 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Wonosari. Sebagai kota yang dipenuhi berbagai fasilitas dan objek wisata menarik, Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu tujuan wisata dari wisatawan lokal maupun asing. Maka dari itu sudah seharusnya Kabupaten Gunungkidul memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata sehingga dapat memudahkan para wisatawan lokal dan asing yang akan berkunjung.Penelitian ini memanfaatkan data koordinat dan deskripsi dari masing-masing objek wisata yang dilakukan dengan survey langsung ke lapangan dengan menggunakan GPS handheld. Langkah selanjutnya adalah membangun sebuah aplikasi berbasis Android dengan menggunakan software MIT App Inventor 2. Pada tahap akhir dilakukan pembandingan kecepatan koneksi saat menggunakaan aplikasi pada jaringan WLAN, 2G dan 3G.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi mobile GIS tentang pariwisata di Kabupaten Gunungkidul yang diharap dapat membantu wisatawan lokal maupun asing dalam berpariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Fitur aplikasi antara lain penunjuk arah ke lokasi yang dituju, jarak ke lokasi dan informasi umum seperti trayek angkutan umum dan daftar hotel.Kata Kunci: Android; Gunungkidul; MIT App Inventor 2; mobile GIS; pariwisata  ABSTRACT Gunungkidul Regency is one of many regencies in Yogyakarta Special District, Indonesia. The central of the government is at Wonosari Subdistrict. As a town filled with interesting facilities and tourism objects, Gunungkidul Regency became one of many traveling destinations for domestic and foreign tourists. And because of that, Gunungkidul Regency should have a supproting facility like a guide about its tourism objects so it could ease the tourists who will be coming there.This study utilizes coordinate data and descriptions of each tourism object which is done by a direct field survey using handheld GPS. The next step was building an Android-based application using MIT App Inventor 2 software. And on the last phase, it compares connection speed when the application is being used at WLAN, 2G and 3G network.This study produced a mobile GIS application about tourism in Gunungkidul Regency that hopefully could help domestic and foreign tourists when they travel there. The application features the direction and the distance to the tourism objects, and common information like public transportation routes and hotel list.Keywords: Android; Gunungkidul; MIT App Inventor 2; mobile GIS; tourism
ANALISIS ANCAMAN MULTI BENCANA DI KABUPATEN KENDAL BERBASIS FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Rahmat Randy Valdika; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.759 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa tengah yang mengalami tingkat kebencanaan tinggi di tahun 2017. BPBD Kendal pada tahun 2017 mencatat terjadi 154 kejadian bencana yang didominasi oleh Banjir dan Tanah Longsor. Kompas juga melansir terjadi bencana kekeringan yang melanda 20 desa di Kabupaten Kendal pada bulan September 2017. Salah satu cara untuk menanggulangi tingginya ancaman bencana di Kabupaten Kendal adalah dengan pendeteksian ancaman bencana menggunakan pemetaan ancaman multi bencana. Pemetaan multi bencana dapat menunjukkan lokasi kritis dimana salah satu bencana atau lebih mendominasi peristiwa-peristiwa bencana yang terjadi di daerah tersebut. Berdasarkan hasil dari pemetaan multi bencana, pemerintah dapat merencanakan sistem mitigasi bencana dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Pemetaan ancaman multi bencana di Kabupaten Kendal yang akan diteliti terdiri dari ancaman bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tumpeng tindih (overlay) dan metode penilain dan pembobotan. Parameter setiap kriteria dan penilaian ancaman bencana dipilih mengikuti dan Katalog Methodologi Penyusunan Peta Geo Hazard. Pada metode pembobotan masing-masing kriteria bencana dilakukan variasi menggunakan metode pembobotan Fuzzy Analytic Hierarchy Process dan Katalog Methodologi Penyusunan Peta Geo Hazard. Pembobotan pada peta ancaman multi bencana di Kabupaten Kendal disusun menggunakan metode pembobotan Fuzzy Analytic Hierarchy Process. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tingkat akurasi dari hasil pemodelan ancaman bencana di Kabupaten Kendal berbasis FAHP untuk ancaman bencana banjir adalah 75%, untuk ancaman bencana tanah longsor 85% dan untuk ancaman bencana kekeringan adalah 82,5%. Sebaran wilayah kelas ancaman multi bencana rendah pada peta ancaman multi bencana di Kabupaten Kendal berbasis FAHP diperoleh luas ancaman sebesar 28773,774 Ha dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal. Pada kelas ancaman multi bencana sedang diperoleh luas ancaman sebesar 69112,504 Ha dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal . Pada kelas ancaman multi bencana  tinggi, diperoleh luas ancaman sebesar 2846,631 Ha dan tersebar di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Limbangan, Patean, Plantungan, Singorejo, dan Sukorejo.
SURVEI PEMANTAUAN DEFORMASI MUKA TANAH KAWASAN PESISIR MENGGUNAKAN METODE PENGUKURAN GPS DI KABUPATEN DEMAK TAHUN 2016 (Studi Kasus : Pesisir Kecamatan Sayung, Demak) Lutfi Eka Rahmawan; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.406 KB)

Abstract

ABSTRAKDemak adalah sebuah kabupatenyang terletak di sebelah utara pulau Jawa. Letaknya berbatasan langsung dengan Kota Semarang di sisi timur. Menurut sejarah, sebagian besar wilayah di kabupaten Demak, terutama di pesisir pantai utaranya memiliki struktur tanah yang labil, karena pada mulanya adalah rawa – rawa. Sehingga pada musim hujan pesisir utara Demak sering tergenang air dan pada saat musim kemarau karakteristik tanahnya pecah – pecah karena berasal dari struktur tanah berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar deformasi yang terjadi di pesisir pantai Kecamatan Sayung dengan melakukan survei menggunakan metode pengamatan GPS. Deformasi adalah perubahan bentuk, posisi dan dimensi dari suatu benda (Kuang,1996). Penelitian ini memanfaatkan patok – patok pengamatan yang berada di sekitar objek penelitian. Nilai deformasi diperoleh dengan acuan data penelitian tahun 2015, sedangkan pengolahan data menggunakan perangkat lunak ilmiah GAMIT 10.6.Hasil pengolahan menunjukkan bahwa perubahan tinggi berkisar antara +2,078 sampai -8,376 cm/tahun dengan metode pengolahan jaring IGS. Metode jaring lokal CSEM menghasilkan perubahan tinggi +1,341 hingga -5,822 cm/tahun. Sedangkan metode radial berkisar antara +0,130 hingga -8,546 cm/tahun. Penurunan didominasi disebelah barat laut pesisir Sayung. Hal ini sesuai dengan penurunan muka air, kondisi geologi dan persebaran sumur di daerah tersebut. Uji statistik Fisher menunjukkan ketiga metode memiliki ketelitian yang sama.Kata Kunci : Demak, Deformasi, GPS dual frequensi, dan GAMIT  ABSTRACTDemak is a district located in the northern part of Java Island. It is located adjacent to the city of Semarang on the east side. Historically, most of the areas in Demak district, particularly on the northern coast have unstable soil structure because it was originally a swamp. Therefore, in the rainy season, the north coast of Demak is often flooded and in the dry season, the soil is broken because it comes from the muddy soil structure.In order to study and comprehend how big the deformation occurs in the coastal area of Sayung sub-district, the writer conducts a survey using GPS observation method. Deformation is a change of the shape, position and dimension of an object (Kuang, 1996). The writer use stakes observation around the research sites. The value of deformation is obtained from the research data in 2015 while the data is processed using the software of GAMIT 10.6.The result shows that the change is ranging from +2,078 to -8,376 cm/year by using IGS method. CSEM method produces high changes from +1,341 to -5,822 cm/year. Meanwhile radial method ranges from +0,130 to -8,546 cm/year. The subsidence is dominated in the North West coast of Sayung. This is consistent with the decrease of the groundwater level, geological condition and the distribution of wells in that area. From the Fisher statistical tests, it shows that the three methods have no significant differences.Keywords: Demak, Deformation, GPS dual frequency, and GAMIT  *)Penulis, PenanggungJawab
Pembuatan Program Perataan Parameter Jaring Poligon Dengan Menggunakan Visual Basic For Application (VBA) Microsoft Excel Eva Suci Lestari; L. M. Sabri; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.512 KB)

Abstract

Least square method is one method most popular to problem-solving count flattening. The ordinal least quadrat in cases of the count of geodesy which simple, e.g. cutting measurement of angles, levelling and measurement of distances the base. A traverse do the count based on error angle of a polygon and distance results size reference to the terms of geometric polygons measured. Within adjustment required leveling high Count in the process of calculation. Therefore, the required computer technology  in the process of doing the calculation so that the result is more precision. With the progress of the current process of computer calculations can be done quickly through programming. Program used as thesis harnesses Program macros with visual basic for application (VBA) programming language in microsoft Excel by using the polygon mesh data.Keyword : Least square method , Macro or VBA, Ms. Excel
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH TAHUN 2009 DAN 2017 (Studi kasus : Kabupaten Boyolali) Merpati Dewo Kusumaningrat; Sawitri Subiyanto; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.336 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan lahan merupakan hasil akhir dari setiap bentuk campur tangan kegiatan (intervensi) manusia terhadap lahan di permukaan bumi yang bersifat dinamis dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup baik material maupun spiritual. Lahan yang sebelumnya merupakan lahan kosong atau lahan tidak terbangun, banyak mengalami perubahan fungsi menjadi lahan terbangun dengan berbagai macam bentuk penggunaan dan pemanfaatan lahan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat peta perubahan penggunaan dan pemanfaatan lahan tahun 2009-2017 yang bertujuan untuk melihat perubahan dan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Boyolali serta mebandingkannya dengan peta pola ruangnya. Hasil dari perbandingan peta pola ruang dengan peta penggunaan lahan didapatkan kesesuaian penggunaan lahan. Berdasarkan analisis perubahan penggunaan dan pemanfaatan lahan didapatkan Kecamatan Simo mengalami perubahan penggunaan lahan paling luas yaitu 248,24 hektar.  Perubahan pemanfaatan lahan mendapatkan hasil, kegiatan ekonomi mengalami penurunan sebesar 1275,9 hektar, kegiatan sosial mengalami peningkatan sebesar 91,41 hektar, pemanfaatan tempat tinggal naik 1363,16 hektar dan klasifikasi tidak ada pemanfaatan turun sebesar 210,61. Perubahan kesesuaian lahan selama kurun waktu 8 tahun mengalami peningkatan sebesar 1291,19 hektar atau 1,18%.
ANALISIS DAMPAK PENURUNAN MUKA TANAH TERHADAP TINGKAT EKONOMI MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE DINSAR DAN SIG (Studi Kasus : Kota Semarang) Tengku Oki Al Akbar; Yudo Prasetyo; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.238 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah yang secara geografis terletak pada koordinat 110o16’20”- 110o30’29” BT dan 60o55’34”-70o7’04” LS dengan luas wilayah sekitar 391,2 km2. Kota Semarang merupakan salah satu kota pesisir yang secara umum terbentuk dari endapan aluvial. Adapun karakteristik dari endapan aluvial ini adalah tanahnya masih mengalami proses konsolidasi. Proses konsolidasi ini mengakibatkan terjadinya penurunan muka tanah pada daerah tersebut. Selain itu, pengambilan air tanah dan pengaruh beban permukaan juga berkontribusi dalam terjadinya penurunan muka tanah di Semarang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan muka tanah di Kota Semarang dengan metode DInSAR. DInSAR adalah metode pencitraan radar ke samping yang memanfaatkan informasi fasa, amplitudo, dan panjang gelombang pada pengolahannya untuk mendapatkan topografi dan deformasi. Data yang digunakan adalah citra satelit ALOS PALSAR level 1.0 dengan akuisisi data Juni 2007 (20070608),  Juli 2008 (20080726), dan September 2008 (20080910). Metode DInSAR yang digunakan adalah two-pass interferometry dengan Shuttle Radar Topography (SRTM) sebagai Digital Elevation Model (DEM) referensi untuk topografi. Proses DInSAR ini diproses dengan menggunakan software SARScape dan menggunakan kombinasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk analisis kerugian ekonomi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadi penurunan muka tanah di kota Semarang kecepatan penurunan muka tanah rata-rata tertinggi dari pasangan citra 20070608-20080910 adalah sebesar 9,059±1,89 cm/tahun dan 20080726-20080910 adalah sebesar 1,979±1,24 cm/tahun. Dan luas wilayah yang terkena dampak penurunan muka tanah paling tingggi adalah seluas 69,58 km2 serta menunjukkan hasil kerugian ekonomi terhadap dampak penurunan muka dari sektor infrastruktur jalan sebesar Rp. 70,983 Miliyar, fasilitas umum sebesar Rp. 16,472 Miliyar, pertanian sebesar Rp. 1,563 Miliyar, dan pemukiman sebesar Rp 57,238Miliyar. Kata Kunci : ALOS PALSAR, DInSAR, Penurunan Muka Tanah, SARScape, SIG ABSTRACTSemarang city is the capital city of Central Java Province which is geographically located in 110o16’20”- 110o30’29” E and 60o55’34”- 70o7’04” N, and it is about 391,2 km2. Semarang is a city in a coastal area which was formed alluvial sediment. It has it’s characteristic process where the land is still through the consolidation process. It causes a land subsidence in those area. Moreover, explorations of land water and the burden of the surface of the land also contribute the land subsidence in Semarang.The purpose of this research is to find out the land subsidence in Semarang by using DInSAR method. DInSAR is a side scan radar technology which uses a phase information, amplitudo, and the wave length to get topography and deformation data. The data which was used in the process is ALOS PALSAR level 1.0 images with the acquisition data in June 2007 (20070608), July 2008 (20080726), and September 2008 (20080910). DInSAR method which was used to process the data was two-pass interferometry with Shuttle Radar Topography (SRTM) as Digital Elevation Model (DEM) to give the topography reference. The DInSAR Process was processed with SARScape software and use a combination of Geographic Information Systems (GIS) for the analysis of economic losses.The result of this research showed the land subsidence in Semarang has got the maximum velocity rate is about 9.059±1.89 cm/year in 20070608-20080910 and it’s about 1.979±1.24 cm/year in 20080726-20080910. The area which got the worst impact of the land subsidence is around 69.58 km2 and showed the results in economic losses to the effects of subsidence from the infrastucture sector amounted to idr. 70.983 billion, public facilities idr.16.472 billion, agriculture idr. 1.563 billion and idr. 57.238 billion for settlement.Keywords: ALOS PALSAR, DInSAR, Land Subsidence, SARScape, GIS  *) Penulis, Penanggungjawab
DESAIN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEDAGANG PASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC DAN DOTSPATIAL (STUDI KASUS: PASAR BINTORO KABUPATEN DEMAK) Ibrohim Shiddiq; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.093 KB)

Abstract

Keberadaan pasar mempunyai fungsi yang sangat penting. Bagi konsumen, adanya pasar akan mempermudah memperoleh barang dan jasa kebutuhan sehari-hari. Secara umum, pasar mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai sarana distribusi, pembentukan harga, dan sebagai tempat promosi. Pasar bintoro sebagai pasar terbesar di Kabupaten Demak menjadi penunjang sektor perekonomian termasuk sektor UMKM, pertanian, dan pariwisata. Lokasi Pasar Bintoro relatif dekat dengan Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijaga. Seiring berkembangnya teknologi, dapat dibuat sistem informasi berbasis Geographic Information System (GIS) desktop dengan bantuan kontrol dari dotSpatial dan diprogram dengan aplikasi bahasa pemrograman visual basic. Penelitian ini memiliki tiga tahap proses awal, yaitu pengolahan data spasial, pengolahan data aribut, dan pembuatan aplikasi. Pengolahan data spasial diawali dengan observasi lapangan kemudian melakukan proses digitasi pada denah peta dan dihasilkan peta kios pasar. Pada pengolahan data atribut, data yang diolah ialah data informasi pedagang kios dan data pendukung seperti fasilitas umum dan fasilitas tiap kios, kemudian disusun menjadi basis data. Pembuatan aplikasi dengan melakukan desain pada tampilan aplikasi sehingga sudah terlihat bentuk dari Graphical User Interface (GUI). Kemudian dilakukan integrasi antara data atribut dan data spasial ke dalam aplikasi. Penelitian ini menghasilkan aplikasi berbasis GIS desktop yang mudah digunakan (user friendly) yang bertujuan untuk mempermudah dalam pengeolaan informasi pedagang dan pasar. Kegunaan aplikasi ini antara lain menampilkan data spasial yang terdiri dari kios pasar, fasilitas umum, dan akses jalan. Kemudian menampilkan informasi atribut yang berisi informasi pedagang pasar, informasi kios, dan informasi fasilitas umum. Hasil pengujian aplikasi yang dilakukan pada beberapa responden, antara lain pegawai pasar, pedagang pasar, pengunjung pasar, dan masyarakat umum terbilang cukup memuaskan dengan total nilai baik yaitu 70% pada alur kerja aplikasi dan kemudahan dalam pengoperasian aplikasi, kemudian 80% baik pada informasi yang tersedia di aplikasi, 85% untuk tampilan antar muka aplikasi, dan yang terakhir 90% cukup untuk uji kelayakan aplikasi .
APLIKASI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMODELAN TAMPAK MUKA BANGUNAN (STUDI KASUS: GEDUNG PT. ALMEGA GEOSYSTEMS, KELAPA GADING-JAKARTA) Pitto Yuniar Maharsayanto; Sutomo Kahar; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.461 KB)

Abstract

Perkembangan dunia survei dan pemetaan sangatlah pesat. Di era sekarang ini, pemanfaatan teknologi Terrestrial Laser Scanner  dapat memberikan solusi untuk pendokumentasian suatu bangunan maupun pengukuran topografi. Teknologi ini dinilai sangat efisien jika dibandingkan dengan teknologi pengukuran lainnya. Hasil pengukuran Terrestrial Laser Scanner berupa point clouds yang mempunyai koordinat 3 dimensi.  Dalam tugas akhir ini, metode pengukuran  Terrestrial Laser Scanner   digunakan untuk pemodelan  tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Proses akuisisi  data di lapangan dan pengolahan data menggunakan software Cyclone V.7.4 (compatible with Leica Scan Station 2). Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Pengujian hasil pengolahan model dilakukan dengan dua pengujian, yaitu perbandingan jarak antar sisi gedung hasil  pengukuran Electronic Total Station dan laser disto meter. Nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi mengunakan Electronic Total Station sebesar 0.00527 meter dan nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi dengan laser disto meter sebesar 0.00708 meter.  Kata Kunci : Terrestrial Laser Scanner, Point Cloud, Pemodelan Tampak Muka Bangunan, Cyclone V.7.4

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue