cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISA PENGARUH JARAK CHOKE BEAN TERHADAP LAJU EROSI ALIRAN DUA FASA STEAM-SOLID DI DALAM ELBOW PADA PIPA VERTIKAL INJEKTOR UAP PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA (CPI) MENGGUNAKAN CFD Abrorul Fuady R.; MSK. Tony SU.; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.655 KB)

Abstract

Choke bean is essentially needed on hydrocarbon production system. The main function of this tool is to restrain and regulate flow rate of fluids in the pipe through a hole of the choke bean known as orifice. The use of the choke bean is very risky because of the relatively high velocity fluid that comes out of the choke due to the narrowing of the flow. High velocity may cause huge turbulence which affects the rate of erosion in the elbow. The purpose of this study is to determine the effect of distance variations of the choke bean with the elbow; and velocity of the fluid toward the erosion rate in the elbow using CFD. Distance variations of the choke bean  with elbow  are 12 in (0,3048 m), 24 in (0,6096 m)  and 36 in (0,9144 m) . Variations of the fluid velocity are 15,99 m/s, 22,39 m/s and 28,78 m/s. Simulation results shows that the greater the distance between the choke bean with the elbow causes a decrease in the erosion rate. The increased fluid velocity affects to the increasing the erosion rate.
¬PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT TEMPERING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE BAJA UIC-54 Ian Wiharja; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani; Agus Tri Hardjuno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.064 KB)

Abstract

Metode penyambungan menggunakan las thermite adalah metode penyambungan yang selalu digunakan, khususnya pada instalasi kereta api. Akan tetapi proses pengelasan yang tidak sesuai akan menjadikan material menjadi getas akibat pemanasan dan pendinginan yang tidak terkontrol. Hal tersebut dapat menimbulkan material mengalami keretakan pada sambungan las dan hal tersebut dapat membahayakan bagi penggunanya. Oleh karena itu diperlukan proses post weld heat treatment (PWHT) yang bertujuan untuk mengembalikan struktur material tersebut.Dengan dilakukannya post weld heat treatment – tempering ini bertujuan untuk memperbaiki struktur butiran akibat adanya tegangan sisa setelah terjadinya pengelasan thermite. Material yang digunakan dalam penelitian ini sendiri adalah baja UIC-54 yang merupakan high carbon steel (0.82%C).PWHT-Tempering dilakukan pada baja UIC-54 dengan variasi temperatur pemanasan 4250C, 4750C, 5250C, dan 5750C, dengan waktu penahanan 60 menit yang dilanjutkan dengan pendinginan ruangan. Setelah dilakukan proses tempering, didapat nilai kekerasan yang relatif turun, sebagai akibat pemanasan ulang yang diharapkan mampu menurunkan kegetasannya tetapi masih memiliki nilai kekerasan yang tinggi sesuai dengan standar yang berlaku
PENGARUH JENIS LAPISAN MATERIAL TERHADAP KETAHANAN BALISTIK BAJA Ahmad Zaedun; Rusnaldy Rusnaldy; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.867 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari tentang karakteristik ketahanan balistik baja dengan mengguanakan variasi tiga lapisan (triple layers). Material target yang digunakan yaitu baja dengan tebal 0,2 mm mempunyai  nilai kekerasan 481,7 VHN, serta menggunakan mika, kawat ram dan tembaga sebagai kombinasi lapisannya. Ada 4 variasi percobaan yang digunakan diantaranya baja-baja-baja, baja-mika-baja, baja-kawat ram-baja, dan baja-tembaga-baja. Pengujian menggunakan senapan angin berkompresi yang digunakan sebagai peluncur proyektil berkaliber 0,45 mm. Proyektil ini kekerasannya 82,63 VHN memiliki bentuk hidung ogival-nose  dengan 10x kokangan yang mewakili kecepatan peluru, yang melewati lintasan peluru menuju material target. Dari percobaan yang sudah dilakakukan bahwa variasi baja-baja-baja ketahanan balistikya paling bagus. Disini diketahui deformasi pelurunya paling besar dan memiliki kedalaman peluru masuk balok paling kecil yang mengindikasikan kecepatan sisa peluru tersebut. Sedangkan pada variasi baja-kawat ram-baja ketahanan balistiknya paling buruk, karena efek kerusakan crater yang sangat besar, namun memiliki deformasi peluru yang kecil sehingga tidak banyak energi peluru yang diserap oleh plat.
PERANCANGAN AWAL SUDU TURBIN ANGIN DENGAN KAPASITAS 3200 WATT Vito Andika Permana; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.694 KB)

Abstract

The energy need for is increasing from year to year in line with the depletion of non-renewable energy resources. Therefore it is necessary to explore the potential of renewable energy resources in order to meet a demand. Wind turbines can be an alternative generator by converting wind energy into electricity amid the global energy crisis in the 21st century. At selected locations, namely the pond location on the coast of Kulon Progo, the electrical energy needs still rely on diesel generators. The objective of this thesis is to design a wind turbine that can meet the needs of the electrical energy from the pond to replace generators that use diesel fuel. This study aimed to get an airfoil that has maximum  and configuration as well as dimensions of horizontal axis wind turbine blade with a minimum capacity of 3200 W. Simulation an analysis we conducted by using Qblade software. The result showed that airfoil which has  most of the 34 airfoil being compared is Giguere SG6043 airfoil. Blade configuration that is designed to have a diameter of 10 m, the pitch angle of 1 degree, and 25 degree twist in position 0.31-0.62 m, 11 degrees in position 0.62-1.25m, 6 degrees in position 1.25-2.50 m, 2 degrees in position 2.50-3.75 m, and 0.41 degrees in position 3.75-5.00 m with maximum power of 3657 Watts at 56 rpm.
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK JENIS PET(POLYETHILENE PEREPTHALATHE) MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Mahendra Aji Wicaksono; Arijanto Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.108 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendisain reaktor pirolisis, dan mengamati pengaruh temperature dan waktu tinggal terhadap kualitas produk pirolisis. Penelitian ini dilakukan juga untuk mengetahui berapa banyak produk minyak yang dihasilkan. Pada penelitian ini digunakan dua jenias aliran pada kondensor yaitu counter flow dan parallel flow dan menggunakan jenis plastik PET (Polyethilene Terepthalathe) yaitu dalam penggunaanya dapat ditemui dalam berbagai jenis botol plastik air mineral kemasan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor menggunakan plat besi dengan ketebalan sisi 3 mm dan ketebalan dasar 6 mm. Kondensor yang digunakan berbentuk silinder dengan ketebalan 1 mm pada bagian luar dan 2 mm pada bagian dalam. Pirolisis dilangsungkan pada temperatur 200-400 derajat C dan waktu reaksi selama 2700 detik. Dari semua variabel yang dipelajari suhu memberi pengaruh yang paling nyata. Konstante kecepatan reaksi dipengaruhi oleh suhu sesuai dengan persamaan Arrhenious. Dimana ada energi yang harus dilampaui agar reaksi kimia dapat terjadi.
PENGUJIAN DIRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI VERTIKAL DENGAN ALIRAN BERLAWANAN ARAH Ruben Ruben; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.544 KB)

Abstract

Direct evaporative cooling (DEC) merupakan sebuah mesin pendingin yang menggunakan media pendinginan air. Prinsipnya adalah mengontakkan air langsung ke udara dengan tujuan menurunkan temperatur dan menambah kelembaban. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan temperatur, kelembaban relatif dan efisiensi yang dihasilkan dari alat DEC ini. Sedangkan parameter seperti temperatur dan kelembaban relatif masuk divariasikan pada ruang pengkondisian udara. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa perubahan temperatur keluar berkisar antara 5-11oC dan kelembaban relatif yang dihasilkan berkisar antara 75-82%. Sementara efektifitas yang dicapai berkisar antara 30-100%. Pengujian ini dilakukan pada tiga variasi debit semburan yang menunjukan bahwa variasi debit semburan yang kecil tidak menunjukan perbedaan besar pada hasil pengujian.
ANALISIS STRESS CORROSION CRACKING LOGAM TEMBAGA DENGAN METODE U-BEND PADA MEDIA KOROSI NH4OH 1M Ardia Wanandi Suwarno; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.985 KB)

Abstract

Stress corrosion cracking adalah salah satu jenis korosi yang melibatkan kombinasi tegangan tarik dan pengaruh dari lingkungan yang korosif. Stress corrosion cracking sangat berbahaya karena sulit diprediksi kapan terjadinya. Sehingga material secara tiba-tiba dapat mengalami kegagalan tanpa kita dapat mencegahnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan strip tembaga dengan metode      U-Bend, dengan variasi ketebalan 3 mm dan 5 mm pada media korosif NH40H 1M. Parameter yang digunakan yaitu pengurangan berat spesimen, nilai kekerasan dan struktur mikro sebelum dan setelah proses stress corrosion cracking. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa material setelah mengalami proses stress corrosion cracking mengalami penurunan sifat mekanis, terlihat dari penurunan nilai kekerasan dan ukuran butir yang membesar. Dari varisasi ketebalan spesimen diperoleh bahwa laju korosi pada spesimen dengan ketebalan 3 mm lebih besar daripada laju korosi spesimen dengan ketebalan 5 mm
ANALISA KECEPATAN SISA PROYEKTIL BERHIDUNG TUMPUL YANG DITEMBAKKAN PADA BAJA WELDOX 460 E Prasetiyo Adi Prabowo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.468 KB)

Abstract

Pengujian balistik dimaksudkan untuk mengetahui fenomena yang terjadi akibat penetrasi peluru pada suatu material target. Pada saat ini pengembangan uji balistik ditujukan untuk merancang suatu material anti peluru agar mampu mereduksi semaksimal mungkin energi peluru yang dihasilkan oleh proses penembakan. Pada penelitian ini simulasi numerik tiga dimensi dilakukan untuk mempelajari ketahanan balistik pada target ulet yang bertumbukan dengan proyektil dengan tumbukan normal. Pelat target baja Weldox 460 E dengan diameter 500 mm dan tebal 12 mm disimulasikan bertumbukan dengan proyektil hardened Arne tool steel berhidung tumpul berdiameter 20 mm dan panjang 80 mm dengan kecepatan awal tumbukan antara 185 sampai 303.5 m/s. Permasalahan simulasi numerik ini diselesaikan menggunakan kode elemen hingga Abaqus-Eksplicit. Untuk menentukan perilaku thermoviscoplastic dari material pelat target digunakan model Johnson-Cook. Perilaku homogen ini telah digabungkan dengan kriteria kegagalan Johnson-Cook untuk memprediksi proses perforasi. Hasil simulasi numerik tiga dimensi berupa kecepatan batas balistik selanjutnya  dibandingkan dengan kecepatan batas balistik dari hasil eksperimen dan simulasi numerik dua dimensi LS-DYNA. Ditemukan bahwa kecepatan batas balistik simulasi tiga dimensi melebihi 22.7% terhadap hasil eksperimen dan 10.73% terhadap simulasi dua dimensi LS-DYNA. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk mempelajari dan menggunakan Arbitrary Lagrangian Eulerian (ALE) adaptive meshing pada simulasi Abaqus agar hasilnya dapat diharapkan mendekati hasil eksperimen.
ANALISA STATIS STRUKTUR WING BOX PESAWAT UDARA DENGAN EQUIVALENT PLATE MODEL Galih Gugus Setyoaji; Ismoyo Haryanto; Achmad Widodo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.702 KB)

Abstract

Sayap adalah salah satu bagian pesawat. Fungsi sayap adalah alat yang digunakan sebagai pembangkit Gaya aerodinamika untuk mengontrol gerakan benda sewaktu berada pada medium fluida. Maka dari itu struktur sayap pesawat haruslah memiliki kekuatan dan kemampuan yang baik untuk mengangkat pesawat, kriteria ini harus dipertimbangkan sejak dari tahap desain bentuk sayap pesawat. Desain sayap pesawat harus dibuat dengan sebaik mungkin untuk bisa menahan tegangan dan defleksi yang terjadi ketika terbang. Salah satu metode analisis desain sayap pesawat adalah menggunakan Finite Element Method (FEM). Namun nilai yang ditampilkan dari FEM hanya menghasilkan nilai yag terbatas pada nodal-nodal atau titik-titik yang tersebar pada permukaan benda. Metode lain untuk melengkapi FEM adalah Equivalent Plate Model, yaitu sebuah permodelan multi-plate berdasarkan metode Ritz dan teknik ini dikembangkan untuk memodelkan konfigurasi sayap kompleks yang dibentuk oleh segmen sayap pesawat yang berbeda. Dalam kasus ini, konfigurasi sayap terbang dimodelkan menggunakan dua pelat dan dari hasil yang diperoleh antara EPM dan FEM menghasilkan nilai error rata-rata 2.98% untuk defleksi yang terjadi dan 6.06% untuk tegangan. Berdasarkan hasil pengujian tadi dapat dikatakan bahwa EPM bisa menjadi metode alternatiif selain FEM
PENGARUH DEBIT ALIRAN AIR TERHADAP EFEKTIFITAS PENDNGINAN EVAPORASI DENGAN KONTAK LANGSUNG TANPA MENGGUNAKAN BANTALAN PENDINGIN Kharisma Syauqi Wildana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.57 KB)

Abstract

Teknologi evaporative cooler berawal dari konsep pendinginan udara dengan media air. Dimana udara di dinginkan dengan cara mengkontakkan langsung antara air dan udara, sehingga terjadi perpindahan kalor dari udara ke air yang mengakibatkan proses penguapan,sehingga temperatur udara turun dan nilai kelembabanya naik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit air  pada direct evaporative cooler. Penelitian dilakukan dengan eksperimen. Variabel penelitian adalah debit air yang dispray dengan variasi 0,8 L/m, 1,2L/m dan 1,45L/m. Data yang diambil meliputi data temperatur input , RH input, temperatur output dan RH output. Data-data tersebut digunakan untuk menentukan penurunan DBT(Dry Bulb Temperature), dan WBT(Wet Bulb Temperature). Hasilnya digunakan untuk menghitung efektifitas evaporative cooler. Hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisa berdasarkan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pendinginan evaporative cooling ini, dapat menghasilkan temperatur hingga 25,3 oC namun efektifitasnya rendah yaitu 56%. Sedangkan efektifitas tertinggi erjadi pada pengujian 1 pukul 13.00 pada variasi debit 1,2L/menit yaitu 80% dengan T lingkungan= 34,1 oC dan T out= 27,1 oC dan TWB=25,39. Dan rata-rata efektifitas terbaik dihasilkan pada variasi debit 1,2L/menit dan rata-rata efektifitas terburuk terjadi pada debit 0,8L/menit. Dan efektifitas tertinggi antara pukul 10.00-13.00.

Page 2 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue