cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
MISALIGNMENT KOPLING DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN KONDISI STEADY STATE MENGGUNAKAN METODE REVERSE Deni Dwi Darmawan; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.416 KB)

Abstract

Diantara mesin – mesin yang ada, mesin rotasi merupakan salah satu yang banyak digunakan pada pabrik–pabrik industri karena kuat, handal, perawatannya mudah dan efisiensi. Bila terjadi kerusakan pada mesin sehingga mesin berhenti bekerja, yang biasa disebut shutdown, proses produksi akan terhenti. Karena permintaan terus meningkat, kerugian finansial yang tinggi akan terjadi karena penundaan tersebut. Sekitar 70% dari penyebab kerusakan mesin rotasi dikarenakan misalignment, yang dapat menyebabkan gaya yang berlebihan pada bearing, sehingga menyebabkan kerusakan bearing sebelum waktunya. Satu hal lain yang sangat berpengaruh pada getaran yaitu penggunaan kopling pada mesin rotasi. Dari masalah ini, penelitian tentang misalignment dilakukan dengan variasi kopling love joy, roda gigi, dan beam untuk menganalisis karakteristik sinyal spektrum getaran kerusakan mesin rotasi karena misalignment. Untuk mengatasi misalignment, proses alignment dilakukan dengan menggunakan dial indikator dan seperangkat alat tes lainya.Data sinyal getaran diambil pada kondisi misalignment dan kondisi alignment dengan kecepatan putar poros 1800 rpm. Kerusakan misalignment memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran tinggi pada frekuensi 1x, 2x dan 3x amplitudonya tinggi. Pada kopling jaw amplitudo tertinggi pada frekuensi  yaitu sebesar 0,5105 in/s, pada kopling roda gigi frekuensi tertinggi pada frekuensi amplitudo sebesar 0,03769 in/s, sedangkan pada kopling beam frekuensi tertinggi pada frekuensi amplitudo sebesar 0,04664 in/s. Pada penelitian ini masing – masing kopling memiliki karakteristik dalam pendeteksian dengan sinyal getaran dan diketahui bahwa penggunaan kopling yang paling sedikit menibulkan getaran yaitu kopling beam.
DESAIN PROTOTIPE MESIN RECOVERY DAN RECYCLE PORTABLE (JINJING) SEBAGAI PERALATAN PERBAIKAN PADA MESIN PENDINGIN DENGAN REFRIGERAN R22 Billy Andang Baruna; Berkah Fajar TK.
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.497 KB)

Abstract

One of the environmental issues in this century that becomes the world’s concern is global warming and the destruction of the ozone layer. The cause of the damage or depletion of the ozone layer is by the emitted Bahan Perusak Ozon (BPO) from a variety of activities, either in using or producing goods that contain BPO. An example of BPO that is made by human is synthetic substances, the synthetic substances that have a quite high effect in polluting the environment is the refrigerant. Refrigerant R22 is a refrigerant that has Ozone Depletion Potential (ODP) value of 0.06 and Global Warming Potential (GWP) value of 1700. The value of the ODP and GWP is quite high and affects the environmental destruction. Therefore, it is designed a recovery and recycling machine of refrigerant R22. The purpose of this study is to design a recoveryrecycle machine (2R) and calculate and determine the components of the recovery and recycling prototype machine that are easy to be carried and to be used. The design process of 2R machine uses VDI 2221 and VDI 2225 guidelines. Identify the problem, make a list of needs (requirements list), make the working principle, build working structures, make morphology tables, make technical and economic evaluation, as well as make sketches of 2R machine, are the steps of 2R machine design process. 2R machine design is aimed at cooling machine Air-Conditioner vapor compression cycle and the type of refrigerant used is R22. The current existing recoveryrecycle machine is only for refrigerant R12 and R134. Therefore, 2R machine is designed for refrigerant R22 which has much smaller weight and size than 2R existing machine with a weight target of 20 kg and a volume of 0,036 m3. From the calculation result and tools selection, it is generated 2R machine with specifications of 20 kg of weight, length of 40 cm, width of 30 cm, height of 30 cm, hermetic compressor of 0.25 HP (186.5 Watts) 1 piece, condenser of 2050 btu/hr 1 piece, a piece of 1 ½ inch oil separator brand EMERSON, ¼ inch copper pipe, 2 pieces of filter dryer brand EMERSON and 2 pieces of pressure gauge. With the use of recycled R22 that was wasted to the atmosphere and potentially damage the ozone layer, now it can be reused. This supports the world's commitment to reduce and stop the use of bahan perusak ozon (BPO) for both household and industrial needs in the long run
SIMULASI DEFLEKSI BEBAN STATIS DAN ANALISIS PERILAKU DAMPING KONSTRUKSI KAYU UNTUK PENGEMBANGAN BED MESIN PERKAKAS Azzaro Hafidz Ramadhan; Susilo Adi Widyanto; Achmad Widodo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.677 KB)

Abstract

Mesin perkakas CNC (Computer Numerical Control) merupakan salah satu jenis mesin perkakas yang dewasa ini banyak digunakan dan juga dikembangkan baik dari performa kerja hingga bahan utamanya. Besi cor kelabu atau baja masih menjadi bahan utama yang digunakan dalam kontruksi mesin perkakas. Namun beberapa kelemahan dari besi cor yaitu massanya yang lebih besar dan juga harganya yang lebih tinggi. Dalam penelitian ini, akan diteliti karakteristik dinamik dari material kayu sebagai material alternatif peredam getaran dari mesin CNC, yang bertujuan sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan  mesin CNC komersil yang harganya lebih terjangkau. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yang pertama adalah simulasi dengan menggunakan  software ANSYS 14 APDL dan yang kedua adalah pengujian eksperimental. Melalui simulasi dianalisa hubungan antar volume konstruksi terhadap kemampuan meredam getaran, nilai redaman pada setiap titik dan pengaruh besarnya impuls terhadap kemampuan redaman konstruksi. Sedangkan melalui uji eksperimental dianalisa nilai faktor redaman untuk kedua konstruksi. Hasil simulasi pembebanan statis adalah deformasi yang terjadi pada struktur. Pengurangan massa pada struktur berpengaruh terhadap deformasi yang terjadi pada struktur dimana struktur yang memiliki pengurangan massa yang lebih besar memiliki deformasi yang lebih besar. Hasil analisis dinamik adalah berupa grafik antar jarak dengan waktu yang jaraknya dihitung dengan menggunakan metode Logarithmic decrement untuk menentukan nilai faktor redaman. Dari analisis mengindikasikan bahwa faktor redaman pada setiap bagian pada struktur memiliki nilai yang sama dan besarnya impuls tidak berpengaruh terhadap besarnya faktor redaman struktur
PENGARUH PROSES NORMALIZING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE SIMILLAR BAJA UIC-54 (Union Internasionale des Chemins de fer -54) Adityo Ristyanto; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.863 KB)

Abstract

Salah satu penerapan metode pengelasan saat ini adalah pengelasan thermite yang merupakan pengembangan dari proses pengelasan yang umum dilakukan. Penerapannya terutama dalam bidang yang besar seperti rail crane, rel kereta api, gear yang besar, atau patahan pada komponen-komponen peralatan yang ukurannnya besar, ataupun perbaikan instalasi rel kereta api. Namun di Indonesia sendiri masih jarang digunakan. Pengelasan thermite adalah reaksi eksotermik antara alumunium dan besi oksida yang menghasilkan baja lebur yang kemudian dituangkan ke dalam suatu cetakan yang akan di-las. Dari pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa adanya penyetaraan nilai kekerasan dari base metal, HAZ (Heat Affected Zone), dan weld metal yang disebakan adanya pengaruh post weld heat treatment normalizing. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah base metal terletak pada temperatur 850 ˚C, kekerasan tertinggi pada daerah HAZ (Heat Affected Zone) terletak pada temperatur 850˚C, dan kekerasan tertinggi pada daerah weld metal terletak pada temperatur 775 ˚C. Hasil pengelasan dari kedua sisi bahan baja UIC-54 (Union Internasionale des Chemins de fer-54) menghasilkan tiga daerah utama yaitu daerah logam dasar, daerah terpengaruh panas HAZ (Heat Affected Zone), dan daerah logam las. Dalam proses pengelasan thermite, bagian sambungan yang di las menerima panas pengelasan setempat dan selama proses berjalan suhunya terus berubah sehingga distribusi menjadi tidak merata. Karena panas tersebut, maka pada bagian terjadi pengembangan thermal, sedangkan bagian yang dingin tidak berubah sehingga terbentuk penghalang pengembangan yang menyebabkan terjadinya peregangan. Akibat peregangan ini akan timbul tegangan tetap yang disebut tegangan sisa.
UJI KARAKTERISTIK SPONGE IRON HASIL REDUKSI MENGGUNAKAN BURNER LAS ASITELIN DARI PASIR BESI PANTAI NGEBUM KENDAL Sigit Seno Anguntoro; Sugeng Tirta Atmadja
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.13 KB)

Abstract

Pasir besi merupakan endapan pasir yang mengandung partikel bijih besi (magnetite) yang terdapat di sepanjang pantai. Besi sponge adalah besi yang diperoleh dari reduksi bijih besi secara langsung pada temperatur dibawah titik lelehnya, menggunakan reduktor gas alam atau gas dari batubara atau reduktor padat misalnya batubara. Sponge disebut juga sebagai DRI (Directly reduced Iron) atau pengganti scrap (scrap substitute) sesuai dengan fungsinya menggantikan scrap dalam industri besi-baja. Sponge merupakan produk dalam pembuatan besi baja melalui proses reduksi langsung, Alur proses pembuatan baja melalui jalur sponge dengan burner las asitelin. Dalam penelitian ini dibuat sponge iron dari bahan baku pasir besi pantai Ngebum, Kendal. Proses ini menggunakan bahan baku pellet komposit yang dibuat dari campuran bijih besi halus, batubara, bahan pembentuk slag dan bahan perekat. Dari pengambilan 10 kg pasir pantai, didapat pasir besi 4,828 kg, persentase  48,28%. Pengayakan 100 mesh, didapatkan 3,637 kg, persentase 36,37%. Briket dibuat sebanyak 3 kg, dengan komposisi pasir besi 75% sebanyak 2,25 kg, arang 20% sebanyak 0,6 kg, dan aci 5% sebanyak 0,15 kg. Dihasilkan briket dengan berat 44,47 gr per briket. Carbon digunakan arang yang berfungsi sebagai reduktor.  Reduksi burner las asitelin didapatkan sponge iron dengan berat yang bervariasi, 14,13 gr, 13,83 gr, dan 14,43 gr. Hasil pengujian komposisi dengan metode AAS, komposisi raw material didapatkan 50,68 % Fe, 4,12 % C, 2,43 % Si, dan 2,47 % Mg. Sedangkan pada sponge iron terdiri dari 63,70 % Fe, 1,15 % C, 1,13 % Si, dan 1,25 % Mg. Dari data tersebut terlihat peningkatan kadar Fe yang signifikan sebesar 13,02 %, dan disertai dengan penurunan kadar zat pengotor dalam pasir besi.
ANALISIS STRESS CORROSION CRACKING AUSTENITIC STAINLESS STEEL (AISI 304) DENGAN METODE U-BEND PADA MEDIA KOROSIF HCL 1M Chrisman Chrisman; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.766 KB)

Abstract

Stress corrosion cracking merupakan salah satu mekanisme kegagalan dari material stainless steel yang melibatkan tegangan tarik dan dampak dari lingkungan yang korosif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan laju korosi, mengevaluasi ketahanan, serta menganalisa perubahan nilai kekerasan dan struktur mikro pada stainless steel AISI 304 setelah pengujian stress corrosion cracking pada media korosif HCL 1M. Penelitian ini menggunakan variasi dari ketebalan material uji, yaitu 3 mm dan 6 mm dengan waktu pengujian selama 360 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kehilangan berat spesimen 2 dengan tebal 6 mm lebih tinggi dibandingkan spesimen 1 dengan tebal  3 mm setelah dilakukan pengujian SCC yaitu sebesar 23,99 gram dan 4,1 gram. Dari nilai kehilangan berat tersebut berbanding lurus dengan nilai laju korosinya yaitu sebesar 4,57 mm/y pada spesimen 2 dan 1,08 mm/y pada spesimen 1. Pada hasil pengujian kekerasan diketahui bahwa terjadi penurunan nilai kekerasan spesimen setelah dilakukan pengujian SCC dengan media asam klorida 1M, baik pada spesimen 1 maupun spesimen 2. Dari gambar struktur mikro menunjukkan kenaikan grain size setelah pengujian SCC jika dibandingkan dengan grain size pada material awal sebesar 0,759 mm. Pada daerah pengamatan A, B, dan C, spesimen 1 memiliki grain size sebesar 0.930 mm, 0.959 mm, dan 1.052 mm. Sedangkan pada spesimen 2 sebesar 0.923 mm, 0.952 mm, dan 0.992 mm.
ANALISA REMAINING LIFE PADA HIGH SPEED DIESEL OIL STORAGE TANK ASTM A283 GRADE C DENGAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN ULTRASONIC THICKNESS Hocky Adiatmika; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.298 KB)

Abstract

Storage tank merupakan bagian penting dari industri pembangkit listrik. Umumnya storage tank terbuat dari baja. Baja merupakan bahan yang sangat rentan terhadap korosi. Korosi pada storage tank merupakan kerusakan material  logam, yang merupakan hasil dari reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya. Proses korosi dipercepat oleh faktor luar meliputi interaksi tangki dengan komponen yang saling berhubungan, kondisi lingkungan korosif, dan arus listrik liar. Seiring dengan berjalannya waktu, korosi yang tidak terkendali dapat melemahkan atau menghancurkan komponen dari sistem tangki. Kondisi ini kemungkinan akan menimbulkan lubang atau mungkin kegagalan struktural tangki. Akibat kegagalan tangki menyebabkan pelepasan produk yang disimpan ke lingkungan. Metode pengujian penelitian dilakukan dua metode. Metode pertama adalah dengan melakukan pengamatan visual pada storage tank yang akan diuji. Metode kedua adalah melakukan pengujian dengan alat ultrasonic thickness pada storage tank dengan ketentuan 8 titik pengujian pada setiap course storage tank. Data hasil pengujian digunakan untuk menentukan corrotion rate, dan remaining life pada titik-titik pengujian storage tank pada setiap course. Hasil pengujian dan perhitungan, didapat bahwa corrotion rate tertinggi pada storage tank terdapat pada course 1 di section 2700 dengan nilai 0,05409 mm/tahun, dan corrotion rate  terendah terdapat pada course 6 di section 1350 dengan nilai corrotion rate 0,0277 mm/tahun. Sedangkan untuk nilai remaining life tertinggi terdapat pada course 6 di section 900 dengan perkiraan remaining life 659,3 tahun, dan yang terendah terdapat pada course 1 di section 1350 dengan perkiraan remaining life 43,13  tahun
EVALUASI KOMPOSIT SERAT BIJI KAPUK RANDU BERPENGUAT EPOXY RESIN UNTUK PRODUK KAMPAS REM PABRIKAN FREE ASBESTOS DENGAN PEMBANDING BRAKE SHOES DAN BRAKE PAD PABRIKAN Stefanus Prasetyo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.122 KB)

Abstract

Brake is a vehicle component that serves to slow or stop the vehicle comfortably. Composite is a kind of new material engineered consisting of two or more materials where each material properties different from each other both chemical and physical properties and remain separate from each other and the material. The purpose of this study to determine the effect of weight percent of the epoxy resin added to the ash kapok seed as the composite material is applied to the motor vehicle brake shoes in the review of the nature of the wear rate, flexibility, and hardness. The results of testing the hardness of composite brake shoes kapok seed is highest at A1 specimens with epoxy resin composition ratio of 5:3 between gray with epoxy resin, the lowest hardness of the specimen B2 with a ratio 7:3 between gray with epoxy resin. In comparison to the violence smallest specimens contained in the specimen K is equal to 47.01 HV and greatest violence contained in a specimen that is equal to 112.14 HV. Value wear rate is highest in B4 specimens with epoxy resin composition ratio is 7: 3, the lowest wear rate is the specimen A1 with epoxy resin composition ratio is 5:3 ash and epoxy resins. In comparison to the rate of wear of the smallest specimens contained in the specimen A with the wear rate of 2.44 x10-7 mm2 / kg and the highest wear rate on the specimen F with a wear rate by 2.82 x10-7 mm2 / kg. Value flexibility composite brake shoes kapok seed is highest at B3 specimen with a composition ratio of 3:2 between Abu B3 + Epoxy Resin, low flexibility is the specimen without treatment with epoxy resin composition ratio is 3:2. In comparison to the flexibility of the smallest specimens contained in the specimen K with the flexibility of 15.85 N / mm2 and l the highest flexibility in specimen F with the flexibility of 27.48 N / mm2 slightly higher than the specimen A which has the flexibility of 27.24 N/mm2.
PENGUJIAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADASAMBUNGAN PENGELASAN GESEK SAMA JENIS BAJA ST 60, SAMA JENIS AISI 201, DAN BEDA JENIS BAJA ST 60 DENGAN AISI 201 Hermawan Widi Laksono; Sugiyanto Sugiyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.048 KB)

Abstract

Direct friction welding is a welding material that is able to connect without the use of filler and have a good quality connection strength. This study was conducted to determine the friction welding process and the rotation to determine the quality of the connection with tensile testing, micro hardness and microstructure. The process is to do the similar of friction welding of steel ST 60 with 2.757 MPa friction pressure, upset pressure of 4.136 MPa with friction time 10 seconds and 3350 rpm rotational speed, friction welding similar AISI 201 with 3.447 MPa frition pressure, upset pressure of 4.136 MPa with friction time 10 seconds, rotational speed of 3350 rpm, and the dissimila of friction welding steel ST 60 and AISI 201 with a friction pressure of 3.447 MPa, upset pressure 4.136 MPa, friction time 10 seconds, and rotational speed of 3350 rpm. The results showed that when friction and compression force effect on the tensile strenght of friction welded joint. Highest tensile strenght at the similar steel ST 60 670.78 MPa, the similar friction welding of AISI 201 915.31 MPa and dissimilar of friction welding steel ST 60 with AISI 201 598.31 MPa. Micro hardness Vickers values in the weld area at the highest similar steel ST 60 243.8 HVN, the highest similar of weld area AISI 201 220.6 HVN, and on dissimilar of steel weld area ST 60 with AISI 201 593.4 HVN. While the grain boundary microstructure visible from the outside of the meeting to the center of the weld
PENGARUH PROSES EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING (ECAP) TERHADAP FORMABILITY ALUMINIUM Wisnu Tri Erlangga; Rusnaldy Rusnaldy; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.082 KB)

Abstract

Equal channel angular pressing (ECAP) merupakan suatu proses penghalusan ukuran.butir, spesimen diberikan gaya regangan plastis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah laluan pada proses equal channel angular pressing (ECAP) terhadap sifat mampu bentuk pada aluminium. Batang aluminium  dengan ukuran diameter 12mm dan panjang 50 mm diberikan perlakuan 1, 3, 5, dan 7 kali proses ECAP pada cetakan ECAP dengan sudut alur cetakan 120°. Rute yang digunakan adalah rute A atau tanpa pemutaran sampel. Sifat mampu bentuk aluminium sebelum dan sesudah proses ECAP diperiksa dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah proses ECAP, rata-rata nilai sifat mampu bentuk aluminium  mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai sifat mampu bentuk non-ECAP

Page 3 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue