cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISIS LAJU ALIRAN DAN KEKUATAN MAGNETIC TRAP PADA HOPPER MESIN PENGGILING PADI Satrio Gumilar; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri penggilingan padi adalah satu tahapan yang sangat penting untuk mendapatkan mutu beras yang baik, dikarenakan terdapat titik temu antara proses produksi, pasca panen pengolahan dan juga pemasaran beras, sehingga dalam industri penggilingan padi menjadi sangat penting dalam berkontribusi penyediaan beras dari segi kualitas maupun kuantitas. Masalah utama yang terdapat pada penggilingan padi tradisional adalah kurangnya kualitas hasil penggilingan dan juga kerusakan mesin grinding atau pemecah kulit yang disebabkan karena adanya benda asing seperti paku, batu, potongan kawat, baut dan beberapa jenis logam lain yang terbawa gabah dari proses penjemuran yang kurang baik dan kemudian masuk ke mesin penggilingan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan rancangan magnetic trap yang akan dibuat, persentase bagian hopper yang tertutup magnetic trap, dan membandingkan kecepatan laju aliran gabah saat proses penggilingan sebelum dan sesudah dipasang magnetic trap dan didapatkan hasil nilai maksimum tegangan von-Mises sebesar 31,579MPa dan nilai faktor keamanan minimal di 7,91. Kemudian pada perhitungan luas permukaan didapatkan jika pada desain magnetic trap terpilih mengurangi luas permukaan aliran gabah sebesar 33,17% atau sekitar 1/3. Dan jumlah perbedaan kecepatan antara hopper kosong dan hopper dengan magnetic trap yaitu sekitar 0,003 m/s atau sekitar 15 % lebih cepat pada hopper dengan magnetic trap.
Rancang Bangun Mainan Mekanikal Luncuran Kelereng Menggunakan Sistem Pengangkat Jungkat Jungkit Muhamad Wildan Maulana; Dwi Basuki Wibowo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mainan mekanikal adalah mainan yang bisa bergerak atau digerakkan baik secara manual maupun dengan motor listrik. Mainan mekanikal edukatif bentuknya di bagian atas adalah obyek mainan yamg digerakkan dan bagian bawah adalah mekanisme penggeraknya. Contohnya adalah mainan automata. Istilah automaton (bahasa inggris plural: automata) diartikan sebagai perangkat yang bergerak dengan sendirinya (a selfoperating machine).Produk mainan ini mensimulasikan gerak kelereng berupa siklus yang secara umum terdiri dari 2 komponen yaitu: (1) pengangkat kelereng berupa jungkat jungkit, dan (2) panel lintasan turun berupa three hole drop dan down rail & modul jungkitan. Suatu mainan luncuran kelereng dirancang dari beberapa modul dan setiap modul disimulasikan dan di lakukan analisa posisi dan kecepatan agar pergerakan kelereng dapat meluncur dari satu modul ke modul      berikutnya dengan baik. Dari hasil simulasi dan analisa pada mainan mekanikal kelereng luncur, kelereng membutuhkan waktu tempuh 30,87 detik serta kecepatan kelereng tertinggi pada mainan mekanikal luncuran kelereng berada di panel lintasan three hole drop, dengan kecepatan kelereng 0,948 m/s dengan waktu tempuh 27,592 s, saat posisi kelereng terdapat pada sumbu x = 0,165 y = 0,244 z = 0,194 pada saat kelereng bergerak jatuh dari lubang three hole drop.
ANALISIS KEKUATAN TARIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM PADA FRAKSI MASSA 15% DAN 30% Vegy Panca Aesha; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran akan pentingnya lingkungan dan pembangunan keberlanjutan disektor industri manufaktur, telah memicu minat untuk menggunakan serat penguat alami dan matriks alami dalam pembuatan komposit biodegradable. Komposit ini juga bisa disebut greencomposit yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat komposit dari serat rami dan matrik gondorukem, serta untuk mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan tarik. Variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 15%, dan 30%. Pada penelitian ini, dilakukan percobaan dengan menggunakan dua proses pembuatan yaitu hand lay-out diikuti dengan compression moulding. Metode pengujian dilakukan sesuai dengan ASTM D 3039. Komposit berhasil dibuat, namun pada spesimen dengan fraksi massa 30%, matriks tersebar tidak sempurna, dan masih ada void dalam komposit. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik komposit mengalami peningkatan kekuatan tarik rata-rata ketika fraksi massa meningkat sampai batas tertentu kemudian akan turun. Peningkatan kekuatan tarik dari 162,27 MPa pada fraksi massa 15%, dan 244,35 MPa pada fraksi massa 30%.  Patahan yang terjadi merupakan patahan brush type, disertai dengan, serat terlepas dari matriks yang pecah (debonding), fiber pull out, dan delaminasi.
ANALISIS KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM PADA FRAKSI MASSA 15% DAN 30% Tricho Hermawan; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan komposit didasari pada gagasan mengenai greencomposite. Greencomposite adalah komposit yang ramah lingkungan yang dibuat dari gabungan resin alami (gondorukem) dengan penguat diperoleh dari alam (serat rami). Tujuan dari penelitian ini untuk membuat komposit dengan menggunakan penguat serat rami dan matriks gondorukem. Perbedaan variasi massa diterapkan dalam pembuatan material komposit ini, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh fraksi massa seratterhadap kekuatan impak dari material komposit. Variasi persentase fraksi massa serat yang digunakan adalah 15 dan 30 wt%. Spesimen dibuat dengan dua metode yaitu hand lay-up dan compression molding. Pengujian dilakukan dengan menggunakan standar ASTM E23-18. Diperoleh hasil bahwa kekuatan impak komposit mengalami peningkatan dan seiring bertambahnya fraksi massa serat. Kekuatan impak cenderung mengalami peningkatan pada fraksi massa 15 wt% ke 30 wt%. Kekuatan impak tertinggi berada pada fraksi massa serat 30 wt% sebesar 4,90 J/cm2. Sementara itu kekuatan impak terendah berada pada spesimen dengan fraksi massa serat 15 wt% sebesar 2,53 J/cm2. Analisis visual yang dilakukan pada patahan spesimen uji impak diketahui bahwa semakin besar fraksi massa dari matriks gondorukem yang dioleskan dapat membuat spesimen memiliki sifat lebih getas (brittle) dan mudah untuk mengalami kerusakan setelah dikenakan beban impak.
ANALISIS KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM PADA FRAKSI MASSA 15% DAN 30% Syafri Arya Budiman; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit yang ada saat ini masih banyak terbuat dari bahan polimer sintetis dimana produk habis pakai (limbah) menimbulkan banyak masalah seperti masalah lingkungan dan sebagainya. Maka dari itu mulai banyak dikembangkan produk komposit berbasis alam (green composite) yang bersifat biodegradable. Komposit yang berbasis alam dapat berupa material serat dan resin yang berasal dari alam yang tersedia berlimpah di sekitar kita sebagai contoh adalah serat rami. Dalam penelitian kali ini dilakukan percobaan pembuatan komposit berpenguat serat rami dengan matriks gondorukem. Tujuan dari penelitian yang hendak dilakukan adalah untuk mengetahui nilai kekuatan lentur pada komposit yang dipengaruhi oleh variasi fraksi massa. Variasi fraksi massa yang digunakan yaitu 15 dan 30 %wt serat. Metode pengujian lentur yang digunakan berdasarkan ASTM D7264. Pembuatan dilakukan menggunakan dua metode yaitu metode hand lay-up dan dilanjutkan dengan metode compression molding. Dari hasil pengujian secara garis besar nilai kekuatan lentur mengalami kenaikan seiring bertambahnya fraksi massa serat. Nilai kekuatan lentur terbesar yaitu sebesar 3063,25 MPa dengan fraksi massa 30%wt serat, sedangkan nilai kekuatan lentur terkecil yaitu sebesar 2492,03 MPa dengan fraksi massa 15%wt serat. Pada analisis makro spesimen uji terdapat delaminasi yang terjadi pada spesimen uji kekuatan lentur.
ANALISA PENGARUH TEKANAN DAN SUHU TERHADAP PENGUJIAN HASIL PEMBUATAN INSOL SEPATU DARI MATERIAL KOMPOSIT SILICONE RUBBER DAN TALC MENGGUNAKAN CETAKAN ALUMINIUM DENGAN PROSES INJECTION MOLDING Gilbert Fedrick Purba; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan insol sepatu pada penelitian ini menggunakan proses injection molding. Insol sepatu dibuat dengan menggunakan material silicone rubber. Alasan digunakannya material silicone rubber atau karet silikon adalah bahannya yang elastis, tingkat kekerasan yang rendah, tahan air, dan tahan lama terhadap aus ketika penggunaan yang sangat lama. Proses injeksi molding adalah metode pembentukan material termoplastik dengan cara penginjeksian material yang meleleh karena pemanasan oleh heater ke dalam bentuk cetakan yang sudah dirancang. Jenis cetakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah aluminium. Dilihat dari proses yang dilakukan, hasil dari pembuatan insol sepatu dipengaruhi oleh suhu dan tekanan yang diberikan. Suhu yang terlalu panas mengakibatkan adanya porositas sehingga suhu paling optimal untuk pembuatan insol sepatu dengan metode injection molding adalah adalah 75⁰C. Adapun tekanan yang terlalu kecil dapat membuat material tidak mengeras secara merata disebabkan oleh lamanya material silicone rubber menyebar ke permukaan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, tekanan yang optimal atau dianjurkan dalam pembuatan insol sepatu berbahan dasar silicone rubber RTV 497 adalah 150 bar. Pada penelitian ini sudah dilakukan beberapa pengujian dan dapat diketahui bahwa rata-rata kekerasan insol sepatu setelah melakukan 36 kali pengujian adalah 14.9. Dari pengujian ini dapat dilihat bahwa semakin besar tekanan dan suhu yang diberikan, maka semakin  besar juga nilai kekerasan yang didapat. Densitas rata-rata insol sepatu dari 4 kali pengujian yang sudah dilakukan adalah 1,25 gram/Tear strength rata-rata insol sepatu adalah 0,575 N/mm dan regangan rata-rata dari insol sepatu tersebut adalah 1,43. Dapat diketahui bahwa semakin tinggi nilai regangan suatu material, maka semakin tinggi juga nilai tear strength dari material tersebut. Selain itu, semakin besar gaya yang diputuhkan untuk membuat material putus, maka semakin besar juga nilai regangan yang didapat. Secara menyeluruh, waktu yang digunakan untuk membuat insol sepatu berbahan dasar silicone rubber dengan metode injection molding adalah 50 menit.
Analisis Dinamis Frame Sepeda Lipat Ahmad Herjuno Satrio W; Achmad Widodo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda lipat cukup banyak diminati akhir-akhir ini karena desainnya yang fleksibel dan ringan sehingga mudah dibawa bahkan saat menaiki transportasi umum. Bagian sepeda lipat yang paling utama adalah bagian rangka (frame). Frame sepeda harus bisa menahan beban yang bervariasi. Oleh karena itu diperlukan agar frame dapat menahan beban dinamis untuk bergerak. Penelitian ini berfokus pada analisis dinamis untuk struktur frame sepeda lipat dari material chromoly (AISI 4130), dengan tujuan untuk menghindari permasalahan beban pada struktur dan untuk memastikan struktur aman ketika beban diterapkan di atasnya. Analisis dinamis frame sepeda lipat dilakukan dengan menggunakan metode analisis elemen hingga (FEA). Untuk memastikan bahwa sepeda lipat dapat dilakukan simulasi dinamis, terlebih dahulu dilakukan analisis statis. Jika hasil simulasi statis dinyatakan aman, selanjutnya dapat dilakukan simulasi dinamis dengan cara simulasi frekuensi (modal) dan simulasi pembebanan dinamis (menggunakan test-rig). Dari uji statis yang dilakukan dengan pembebanan 100 kg pada sadel dan 2 kg pada handlebar diperoleh nilai tegangan von mises maksimum sebesar 155,2 MPa. Dan didapat nilai safety factor sebesar 2,956. Dari hasil simulasi pembebanan dinamis sepeda lipat dengan beban 100 kg pada sadel dan 2 kg pada handlebar, dan melaju dengan kecepatan 9 km/jam melintasi speedbump diperoleh nilai minimum safety factor rata-rata yang diperoleh sebesar 1,367.
PERANCANGAN OBJECT DETECTION AYAM BROILER MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING Yohan Ananta Fajar Pramudya; Munadi Munadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan kandang merupakan kesesuaian antara luas kandang dengan jumlah ayam per 1 m2. Ayam akan mudah stres akibat tingginya gas amonia di dalam kandang, sirkulasi udara menjadi buruk serta suhu dan kelembapan meningkat di kandang. Suhu dan kelembapan yang tinggi mengakibatkan konsumsi pakan akan berkurang sehingga hal ini berpengaruh terhadap pencapaian bobot yang tidak maksimal. Untuk mengatasi kepadatan ayam dalam kandang, dapat dilakukan proses penjarangan. Penjarangan ayam selama ini dilakukan secara manual dimana sering menyebabkan ayam stres. Dengan memanfaatkan deep learning, dapat dibuat suatu program object detection dan object measurement yang dapat membantu proses penjarangan ayam semakin efektif karena dapat mengukur ukuran ayam secara otomatis sehingga membantu mempercepat proses penjarangan. Pada penelitian ini dirancang sistem object detection yang dapat mendeteksi dan memprediksi ukuran ayam broiler menggunakan Raspberry Pi 4B sebagai komputer utama, kamera Logitech C930E, frameworks Darknet dan algoritma deteksi YOLO (You Only Look Once) sebagai sistem deteksi utama. Training data dilakukan pada Google Colab sebanyak 6000 iterasi dan menggunakan algoritma deteksi objek Yolov4-tiny. Pengujian jarak optimal kamera menunjukkan bahwa sistem object detection optimal pada jarak 100 cm. Hasil pengujian sistem object detection pada ayam broiler umur 3-25 hari menunjukkan eror, ayam 3 hari (5,19%), 14 hari (2,76%), 21 hari (3,23% dan 6,10%), 25 hari (5,05% dan 5,81%). Pengelompokan ukuran ayam berdasarkan pengamatan selama 25 hari secara berturut-turut kecil (18 – 22 cm), sedang (23 -27 cm), besar (28 - 32 cm).
Analisia Perhitungan Kehandalan Dengan Metode Fishbone Serta Lifetime Prediction Untuk Kapasitas Pompa 1000 Liter Per Detik Muhammad Ali Yafi; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kota Semarang hampir setiap musim hujan mengalami bencana banjir yang disebabkan karena tidak terkendalinya aliran sungai akibat kenaikan debit, adanya kerusakan lingkungan pada daerah hulu (wilayah atas Kota Semarang, atau daerah tangkapan air). Dalam menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan pompa yang digunakan untuk memindahkan suatu fluida dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara mengalirkan fluida. Salah satu pompa yang digunakan di Kota Semarang adalah Hydraulic Axial Pump berkapasitas 1000 liter per detik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari masing-masing komponen kritis pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode probability plot dan fishbone root cause analysis untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah enam komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.600.83 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.600.84 adalah 54,41% pada 787,898 jam, hose – AP.600.85 adalah 55,81% pada 945,149 jam, hose – AP.600.86 adalah 55,81% pada 945,149 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN SPESIMEN PIN ON DISC BERBASIS TEMBAGA UNTUK APLIKASI HIGH SPEED TRAIN Agustinus Dimas Krisna Adi Nugroho; Rusnaldy Rusnaldy; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu moda transportasi yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia adalah kereta api. Badan pusat statistik menyebutkan bahwa pengguna kereta api mencapai angka 15.735 penumpang untuk wilayah Jabodetabek, 3.398 penumpang untuk wilayah Non Jabodetabek (Jawa), dan 305 untuk wilayah Sumatra, dengan total penumpang mencapai 19.438 (data bulan Maret 2022). Kebutuhan akan moda transportasi baru di dunia sangat memungkinkan untuk terbentuknya sebuah kereta cepat. Beberapa negara yang telah menggunakan moda transportasi kereta api cepat diantaranya adalah China, Jepang, Korea Selatan dan Prancis. Di Indonesia sendiri, kereta api cepat masih dalam tahap pengembangan. Target capaian sampai dengan tahun 2024 untuk inovasi teknologi perkeretapian di Indonesia adalah dapat terbangunnya prototipe kereta api antar kota kecepatan 220 km/jam. Kinerja dari kampas rem memiliki pengaruh penting pada kemampuan pengereman dan keselamatan operasional pada kereta api cepat. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai pembuatan spesimen pin kampas rem dengan metode pembuatan yang menggunakan skala lab karena keterbatasan peralatan. Spesimen pin kampas rem dibuat dengan metode powder metallurgy dengan material serbuk yang digunakan meliputi serbuk tembaga (Cu), serbuk besi (Fe), serbuk grafit, serbuk ferokrom (Cr-Fe), serbuk molybdenum disulfida (MoS2), dan serbuk silikon  dioksida (SiO2). Variasi dalam penelitian ini terdapat pada komposisi serbuk molybdenum disulfida dan grafit dengan interval sebesar 0,5% dan dibagi menjadi spesimen A, B, C, D, dan E sesuai dengan variasinya. Spesimen yang telah dibuat kemudian dilakukan pengujian densitas, kekerasan dan keausan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses produksi spesimen pin kampas rem menggunakan skala lab berhasil dilakukan. Proses produksi dengan metode powder metallurgy menghasilkan spesimen dengan densitas tertentu yang akan berhubungan dengan hasil kekerasan maupun keausannya. Spesimen terbaik dengan porositas serta keausan terendah dan kekerasan tertinggi adalah spesimen E.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue