cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
RANCANG BANGUN MAINAN MEKANIKAL LUNCURAN KELERENG MENGGUNAKAN SISTEM PENGANGKAT TANGGA BERJALAN DAN KINCIR SILANG Andrean Rizky Agung Maulana; Dwi Basuki Wibowo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mainan adalah salah satu sarana pembelajaran yang sangat efektif, salah satunya adalah mainan mekanikal yang memiliki nilai edukatif dan terdapat unsur science dan teknologi. Tujuan dari mainan mekanikal ini adalah untuk memperkenalkan fisika mekanika kepada masyarakat melalui media mainan. Produk mainan ini mensimulasikan gerak kelereng berupa siklus yang secara umum terdiri dari 2 komponen yaitu: (1) pengangkat kelereng berbentuk kombinasi kincir dan tangga berjalan, dan (2) panel lintasan turun berupa down rail dan screw drop. Setiap komponen dirancang dari beberapa modul dan setiap modul disimulasikan dan di lakukan analisa posisi dan kecepatan agar pergerakan kelereng bisa terus meluncur ke modul      berikutnya tanpa hambatan. Dari hasil simulasi dan analisa pada mainan mekanikal kelereng luncur, kelereng membutuhkan waktu tempuh 25,33 detik serta kecepatan kelereng tertinggi pada mainan mekanikal luncuran kelereng berada di panel lintasan screw drop, dengan kecepatan kelereng 0,526 m/s dengan waktu tempuh 1,77 s, saat posisi kelereng terdapat pada sumbu x = 0,088 y = 0,199 z = 0,238 pada saat kelereng bergerak menuruni panel screw drop.
ANALISIS PENGARUH PERLAKUAN PANAS TEHADAP LAJU KOROSI BAJA SKD-11 DALAM LARUTAN 3% NACL Alfitra Bin’arya Putratama; Agus Suprihanto; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi adalah salah satu masalah yang menjadi perhatian saat ini karena dapat menyebabkan kerusakan logam. Baja karbon tinggi adalah salah satu jenis logam yang telah banyak digunakan di industri, Baja SKD-11 merupakan salah satu baja karbon tinggi yang digunakan sebagai baja perkakas yang sering diaplikasikan dalam industri manufaktur, diantaranya sebagai cutting, stamping tools, punching, shear blades, dies dan lain-lain. Untuk mengetahui perbedaan laju korosi dari baja SKD-11, maka dilakukan beberapa perlakuan panas pada baja tersebut dengan memberikan proses annealing, normalizing, quenching dan tempering 550°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju korosi dari baja SKD-11 hasil dari beberapa perlakuan panas yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam pengujian laju korosi adalah elektrokimia, sesuai standard ASTM G59-97 (2009). Dari hasil penelitian, nilai laju korosi tertinggi pada spesimen uji tanpa perlakuan panas yaitu 0.057792, 0.06082 dan 0,069595 (mmpy). Sedangkan nilai laju korosi terendah pada spesimen perlakuan panas annealing 0.011651, 0.013038 dan 0,013795 (mmpy). Ada dua hal yang mempengaruhi laju korosi, yang pertama tegangan dalam. Bila tegangan ini tidak dihilangkan, menyebabkan timbulnya stress corrosion cracking. Yang kedua, fasa pearlite. Pearlite memiliki susunan cementite dan ferrite. Ketika terhubung elekrolit kedua fasa tersebut akan mengalami korosi microgalvanik. Karena efek microgalvanik menyebabkan spesimen uji dengan fasa perlite lebih banyak akan lebih cepat terkorosi. 
PENGARUH DAYA MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT BEHBAHAN CANGKANG RAJUNGAN Samsul Alamsyah Perwiranegara; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu biokeramik yang sudah banyak dikembangkan untuk pengobatan dalam kerusakan tulang dan bahan pelapisan implan yaitu hidroksiapatit. Hidroksiapatit merupkan kalsium fosfat, bahan penyusun jaringan keras manusia ditinjau dari morfologi dan komposisi kimianya. Hasil terbaik yang didapatkan pada sintesis hidrotermal dengan kemurnian 97.46% dan ukuran kristal 141.44 nm dengan waktu penahanan 16 jam dan suhu 160oC. Metode sintesis dengan gelombang mikro merupakan salah satu metode sintesis yang efisien karena meningkatkan kinetika reaksi dengan waktu reaksi yang lebih rendah dibandingkan dengan metode pemanasan konvensional menggunakan furnace. Penelitian ini juga membandingkan hidroksiapatit hasil sintesis menggunakan metode microwave dengan hidroksiapatit dengan metode hidrotermal milik CBIOM3S dan hidroksiapatit komersial. Pada penelitian ini hidroksiapatit disintesis dari bahan cangkang rajungan (portunus pelagicus) dengan metode microwave dengan daya 400 watt dan waktu penahanan selama 3 menit.
PENGERINGAN UDARA DENGAN SISTEM DRYER FLUIDIZED MENGGUNAKAN MATERIAL DESICCANT SILLICA GEL Eka Setya Budi; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan udara/dehumidifikasi merupakan proses menghilangkan kelembaban atau uap air di udara. Kandungan uap air yang tinggi di udara dapat menimbulkan sejumlah masalah seperti yang ditimbulkan ketika uap air tinggi atau lembab salah satunya adalah dapat menurunkan kemampuan fisik tubuh dan dapat menyebabkan keletihan terlalu dini pada aktivitas seseorang sehingga dilakukan pengeringan udara. Udara orang Indonesia pribumi yang memakai pakaian harian biasa, batas nyaman optimal adalah adalah 28⁰C dan kelembaban relatif 70% atau 25,8⁰C temperatur efektif, dan batas baawah adalah 24⁰C dan kelembaban udara relatif 80% atau 22,8⁰C temperatur efektif. Pengeringan udara yang dilakukan menggunakan desiccant dengan system fluidized bed dryer. Ada 2 jenis desiccant yang dapat digunakan, yaitu desiccant cair dan padat. Salah satu desiccant padat sendiri yang paling umum yaitu sillica gel yang akan digunakan dalam pengujian ini, dikarenakan selain sillica gel yang mudah dicari, juga strukturnya sangat berpori dan permukaan dalamnya per satuan volume sangat tinggi, kira-kira 250 m²/cm³. Sillica gel menyerap uap air dari udara dikarenakan perbedaan tekanan uap dan mampu menyerap uap air sampai 20-30% dari berat keringnya. Untuk fluidized bed dryer secara luas digunakan di berbagai industri karena cocok untuk skala yang besar, biaya konstruksi yang rendah, pengoperasian yang mudah, dan efisiensi termal yang tinggi. Dalam pengeringan udara untuk dapat melihat hasil menggunakan arduino uno dan sensor DHT22 yang terhubung dengan computer, kemudian data yang dihasilkan diolah melalui proses akuisi data. Didapatkan nilai pengujian penurunan rasio kelembaban hasil penurunan yang terbaik terjadi pada variasi kecepatan udara 3m/s pada temperature udara 40ºC dengan ketebalan material silica gel 4 cm, yaitu sebesar 0.00495 kg/kg.
KARAKTERISASI ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) HASIL PEMBAKARAN SEKAM PADI Rafikhul Fatah; Sulistyo Sulistyo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani sehingga produktivitas padi sangat tinggi. Namun limbah sekam padi yang dihasilkan juga sangat melimpah sehingga dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Limbah sekam padi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber silika. Silika pada sekam padi dapat diperoleh dengan cara pembakaran pada suhu yang terkontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi Rice Husk Ash (RHA) hasil pembakaran sekam padi. Metode yang dilakukan adalah sekam padi diambil dari wilayah Meteseh, Kota Semarang. Sekam padi dicuci menggunakan air dan larutan HCl kemudian dikeringkan pada udara terbuka selama tiga hari dilanjutkan pengeringan menggunakan oven pada suhu 110 °C selama 3 jam. Sekam padi yang sudah kering dibakar pada tungku dengan suhu 700 °C selama 4 jam. Abu sekam padi atau Rice Husk Ash (RHA) dikarakterisasi menggunakan pengujian X-Ray Flourescence (XRF). Hasil karakterisasi RHA yang diperoleh dari wilayah Meteseh, kota Semarang menunjukan komposisi kimia RHA hasil pembakaran yaitu didominasi kandungan silika (SiO2) sebesar 56,4%, dan beberapa senyawa oksida.  
ANALISIS PENGARUH RPM, KEDALAMAN POCKET, DAN KEKASARAN PERMUKAAN TERHADAP KARAKTERISTIK THERMOHYDRODYNAMIC THRUST BEARING DENGAN MENGGUNAKAN CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS) M Agam Julianpatria Adhi; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa industri modern saat ini, kebutuhan akan mesin industri yang mumpuni dan efisien semakin meningkat termasuk komponen-komponen di dalamnya. Salah satu komponen penting dalam mesin adalah bearing, yang berfungsi untuk mengurangi gesekan/friksi antar dua benda yang bergerak relatif satu sama lain. Gesekan yang terjadi pada komponen mesin ini dapat menurunkan efisiensi mesin, meningkatkan suhu, deformasi pada komponen, dan efek negatif lainnya. Antar permukaan pada bearing dipisahkan oleh suatu fluida atau komponen lain seperti ball. Salah satu bearing yang menggunakan pemisah berupa fluida adalah thrust bearing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kecepatan Putar pada thrust bearing dengan menggunakan variasi nilai RPM yaitu: 2000, 3000, 4000, 5000, dan 6000 RPM terhadap peforma thrust bearing yang dilihat dari nilai distribusi tekanan, load support dan friction force. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemberian nilai kecepatan putar yang lebih tinggi pada thrust bearing menghasilkan nilai dari tekanan, load support, dan friction force yang lebih tinggi. Selain itu untuk hasil dari pemberian kekasaran yakni hasil terbaik didapat dari kekasaran high level pada bagian pocket saja dan kekasaran low level pada bagian full.
PENGARUH VARIASI TINGGI STEP PADA FORWARD-FACING STEP TERHADAP SEPARASI DAN RESIRKULASI ALIRAN DENGAN Re = 9,0 x 104 Bima Putra Redanno; Khoiri Rozi; Berkah Fajar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan geometri step terhadap karakteristik aliran dalam forward-facing step. Perubahan geometri dari ketinggian step h/H = 0,33; h/H = 0,47; dan h/H = 0,60 pada bilangan Reynolds sebesar 9,0 x 104 disimulasikan. Simulasi dalam studi ini menggunakan software ANSYS Fluent 2019 R3 dengan model turbulen menggunakan k-ε realizable. Hasil-hasil penetian didapatkan bahwa perubahan bentuk berupa variasi ketinggian step dapat mempengaruhi karakteristik aliran fluida diantaranya ukuran zona resirkulasi pada daerah upstream yang semakin dapat memperpendek titik reattachment pada sisi downstream seiring bertambahnya kenaikan step. Ketinggian step yang bertambah juga menyebabkan distribusi aliran tekanan tinggi semakin luas serta energi kinetik turbulen pada daerah downstream turun. Koefisien friksi pada bagian upstream didapati menurun seiring bertambahnya ketinggian step namun pada bagian downstream cenderung uniform.
ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN KRITIS MENGGUNAKAN METODE WEIBULL DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA HYDRAULIC AXIAL PUMP BERKAPASITAS 350 LPS Fidrioza Althaf Ferdinand; Gunawan Dwi Haryadi; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang sangat besar. Hampir setiap musim hujan di Kota Semarang terjadi banjir, terdapat beberapa hal yang menyebabkan banjir yaitu pendangkalan sungai karena sampah atau sedimentasi, gorong-gorong yang tersumbat serta debit air yang terlalu tinggi. Salah satu upaya mencegah dan mengurangi dampak dari bencana banjir yaitu diperlukannya pompa untuk memindahkan air yang tergenang menuju sungai. Salah satu pompa yang dipergunakan pada daerah rawan banjir yaitu Genuk Babon adalah Hydraulic Axial Pump berkapasitas 350 lps. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui keandalan dari setiap komponen kerusakan pada pompa. Fault Tree Analysis adalah metode yang tepat untuk menentukan penyebab kerusakan, kemudian menggunakan metode distribusi kerusakan untuk menentukan tingkat kegagalan atau kerusakan dari pola data yang terbentuk. Hasil yang diperoleh dari pengujian pompa dengan kapasitas 350 liter per detik terdapat tujuh komponen kritis dengan nilai keandalan (reliability) dan MTTF, beberapa daintaranya yaitu hose – AP.350.83 dan AP.350.84 adalah 53,49% pada 764,508 jam, hose – AP.350.85 dan AP.350.86 adalah 54,00% pada 980,08 jam. Sehingga dapat ditentukan jadwal periodic maintenance komponen-komponen pompa tersebut.
PENGARUH PERSENTASE BINDER TANAH LIAT TERHADAP DENSITAS PELET KATALIS ZEOLIT ALAM Aditya Ardiyanto; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis heterogen merupakan alternatif pengganti penggunaan katalis homogen yang menghasilkan masalah tidak dapat digunakan berulang dan susah dipisahkan dari hasil reaksi. Penggunaan katalis heterogen berbentuk pelet adalah pilihan terbaik karena dapat digunakan berulang, stabil pada suhu tinggi, mudah dipisahkan dari hasil reaksi dan dapat divariasikan dalam bentuk dan campuran sesuai kebutuhan. Salah satu bahan pembuatan pelet katalis untuk biodiesel adalah zeolit alam yang merupakan mineral berpori yang banyak memiliki kegunaan dan mudah ditemukan di Indonesia. Kekuatan dan keseragaman dari suatu pelet dapat diperoleh dengan memperhatikan proses pembuatan, metode pembuatan dan bahan baku awal dari pelet katalis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh densitas dari pelet katalis zeolit alam yang ditambahkan binder tanah liat. Untuk mengetahui pengaruh densitas dari pelet katalis, dalam penelitian ini dilakukan pengujian densitas menggunakan pycnometer ultrapyc-quantachrome dan metode analisis yang digunakan yaitu analysis of variance. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa, persentase binder tanah liat tidak berpengaruh signifikan terhadap densitas pelet katalis zeolit alam.
PENGARUH PERSENTASE BINDER BENTONIT TERHADAP DENSITAS PELET KATALIS ZEOLIT ALAM I Gede Putu Pratama Mahendra Putra; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk mempercepat reaksi mencapai kesetimbangan tanpa mengubah struktur kimia pada akhir reaksi. Katalis sesuai dengan sifatnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu katalis heterogen dan katalis homogen. Katalis heterogen dalam bentuk pelet sering digunakan pada aplikasi produksi biodiesel karena memiliki kelebihan dalam aspek kekuatan mekanis, penggunaan berulang, bentuk variatif, dan mudah dalam kontrol. Salah satu pengaplikasian pelet katalis dalam produksi biodiesel adalah dengan menggunakan bahan zeolit alam yang berasal dari batuan yang sumber dayanya melimpah di Indonesia, sehingga pemanfaatan zeolit harus digiatkan. Proses produksi dan pemilihan bahan baku dari pelet katalis zeolit alam akan mempengaruhi karakteristik dan sifat-sifat pelet tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase bahan yang diterapkan pada produksi pelet terhadap densitas pelet katalis zeolit alam asal Bandung. Produksi pelet katalis dilaksanakan dari proses penghancuran batuan zeolit, pengayakan serbuk, pencampuran serbuk zeolit dan bahan pengikat, hingga kompaksi serbuk menjadi pelet. Pengujian densitas pelet katalis dilaksanakan dengan menggunakan alat pycnometer, serta data hasil pengujian densitas dianalisis dengan metode analysis of variance (ANOVA). Dari penelitian yang dilaksanakan, dihasilkan kesimpulan bahwa persentase kandungan bahan pengikat bentonit pada pelet katalis memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik, dimana peningkatan persentase bahan pengikat bentonit dari 20% hingga 30% memiliki pengaruh terhadap nilai densitas pelet katalis.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue