cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 726 Documents
ANALISIS PENGARUH JENIS AIR RADIATOR DAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLIEFERA) SEBAGAI INHIBITOR ALAMI TERHADAP LAJU KOROSI STAINLESS STEEL 304 Farid Prasetyo; Agus Suprihanto; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendingin kendaraan beroperasi pada lingkungan yang korosif, sehingga menuntut penggunaan inhibitor untuk melindungi komponen berbahan Stainless Steel 304 (SS 304). Penggunaan bahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan mendorong perlunya transisi menuju green inhibitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) sebagai inhibitor korosi organik pada SS 304 dan membandingkan kinerjanya secara komparatif dengan air radiator komersial. Pengujian korosi dilakukan melalui metode polarisasi potentiodinamik menggunakan variasi media uji berupa aquades, air radiator komersial, serta penambahan larutan ekstrak kelor pada konsentrasi 10% hingga 50%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan penurunan laju korosi. Laju korosi terendah dicapai pada konsentrasi 50% sebesar 0,000102 mmpy, turun secara signifikan dibandingkan media aquades murni tanpa inhibitor (0,000839 mmpy). Nilai ini juga terbukti setara dengan performa tiga jenis air radiator komersial yang diuji (0,0001–0,00011 mmpy). Analisis kurva Tafel membuktikan bahwa ekstrak daun kelor bertindak secara dominan sebagai inhibitor anodik, dengan efisiensi perlindungan maksimum mencapai 87,84%. Keberhasilan pembentukan lapisan pasif ini didukung oleh pengamatan mikrografi optik yang memperlihatkan absennya indikasi korosi sumuran (pitting corrosion) pada permukaan material. Secara keseluruhan, ekstrak Moringa oleifera terbukti efektif dan prospektif untuk diaplikasikan sebagai alternatif pelindung korosi yang ramah lingkungan pada sistem pendingin otomotif.
ANALISIS KEANDALAN BERBASIS RISIKO PADA SISTEM ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS DAN PENDEKATAN PRIORITAS INSPEKSI Nofal Dzaki Taqiy; Yusuf Umardani; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrical Submersible Pump (ESP) merupakan salah satu sistem artificial lift yang banyak digunakan dalam industri minyak dan gas untuk meningkatkan produksi fluida pada sumur bertekanan rendah. Meskipun memiliki kapasitas produksi yang tinggi, sistem ESP rentan mengalami kegagalan akibat kondisi operasi yang kompleks seperti temperatur tinggi, tekanan tinggi, kandungan pasir, gas bebas, serta fluida korosif. Kegagalan komponen ESP dapat menyebabkan penurunan produksi, peningkatan biaya perawatan, serta downtime yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keandalan sistem ESP melalui identifikasi komponen kritis dan analisis risiko kegagalan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan pendekatan Risk-Based Inspection (RBI). Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur dan analisis sistem dengan mengidentifikasi komponen utama ESP, menyusun diagram pohon kesalahan, menghitung Probability of Failure (PoF), serta menentukan tingkat risiko berdasarkan kombinasi probabilitas dan konsekuensi kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan sistem kelistrikan dan kondisi fluida sumur merupakan faktor dominan yang berkontribusi terhadap kegagalan sistem dengan probabilitas kegagalan sebesar 98,2%. Selain itu, penurunan kinerja pompa memiliki probabilitas kegagalan sebesar 97,8%, protector atau seal section sebesar 97,0%, serta motor listrik sebesar 96,4%. Analisis menunjukkan bahwa kabel daya, isolasi listrik, gas lock, scaling, dan produksi pasir merupakan penyebab utama yang memengaruhi keandalan operasi ESP. Berdasarkan hasil tersebut, strategi inspeksi berbasis risiko difokuskan pada komponen dengan tingkat risiko tinggi melalui pemantauan parameter operasi seperti arus listrik, tegangan, temperatur, getaran, dan karakteristik fluida sumur.
ANALISIS KEGAGALAN PADA CONNECTING ROD AKIBAT BUCKLING DI MESIN PEMBAKARAN DALAM MOBIL 1300 CC Gilbert Maruli Tua Pakpahan; Sri Nugroho; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Connecting rod merupakan komponen vital dalam mesin pembakaran dalam yang berfungsi mentransmisikan gaya dari piston ke crankshaft. Kendaraan yang beroperasi di Indonesia kerap menghadapi kondisi banjir sehingga dapat menyebabkan fenomena water hammer, yakni kondisi di mana air masuk ke ruang bakar dan menimbulkan tekanan mendadak yang sangat tinggi. Tekanan ekstrem tersebut diteruskan ke connecting rod sehingga menyebabkan kegagalan buckling pada bagian shank. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik material connecting rod, menentukan penyebab kegagalan, serta menganalisis mekanisme terjadinya buckling pada connecting rod mobil 1300 cc. Metode yang digunakan meliputi pengujian spektrometri untuk mengidentifikasi komposisi material, pengujian metalografi untuk mengamati struktur mikro, pengujian kekerasan Vickers untuk mengetahui distribusi kekerasan, serta simulasi numerik menggunakan metode elemen hingga (FEA) dengan perangkat lunak ANSYS Workbench 2025. Model tiga dimensi komponen dirancang menggunakan SolidWorks 2022. Hasil pengujian menunjukkan struktur mikro didominasi fasa ferit dan perlit tanpa martensit, mengindikasikan proses quenching dan tempering tidak dilaksanakan secara memadai. Nilai kekerasan rata-rata sebesar 285,2 HV (dekat buckling) dan 291,1 HV (jauh dari buckling). Simulasi numerik menunjukkan tegangan von Mises maksimum pada beban normal (30 kN) sebesar 384 MPa masih di bawah kekuatan luluh material (415 MPa), namun pada beban 35 kN telah melampaui kekuatan luluh. Analisis eigenvalue buckling menunjukkan Mode 2 paling mendekati pola kegagalan aktual, yaitu buckling lateral pada bagian shank di daerah penampang terkecil. Kombinasi antara beban kejut akibat water hammer, kualitas material yang tidak memenuhi standar, serta geometri shank yang ramping menjadi faktor utama yang memicu kegagalan buckling pada connecting rod tersebut.
EKSPLORASI MODEL PREDICTIVE MAINTENANCE UNTUK PREDIKSI KEAUSAN PAHAT PADA PROSES MILLING MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING (STUDI KASUS: DATASET NASA) Akmal Fathurohman Pratama
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri 4.0 mendorong integrasi sistem digital untuk mengurangi kegagalan produksi yang tidak terduga, di mana keausan pahat (tool wear) menjadi tantangan signifikan karena sulit diprediksi secara real-time. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi model prediksi keausan pahat menggunakan machine learning berbasis dataset NASA Milling guna mendukung strategi predictive maintenance. Metodologi meliputi akuisisi data, preprocessing, dan feature engineering untuk mengekstraksi indikator fisik seperti wear rate, total vibration, total acoustic emission, dan cutting intensity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Logistic Regression adalah model terbaik dengan akurasi 76,5% dan nilai recall mencapai 93,3%. Tingginya recall membuktikan keandalan model dalam meminimalkan risiko false negative yang berpotensi merusak benda kerja. Penelitian menyimpulkan bahwa melalui feature engineering yang tepat, model linear sederhana mampu memberikan prediksi yang lebih stabil dibandingkan model kompleks pada dataset industri yang terbatas.
ANALISIS THERMOELASTO-HYDRODYNAMIC PENGARUH VARIASI SURFACE ROUGHNESS LEVEL TERHADAP PERFORMA TRIBOLOGI PADA DOUBLE LINER JOURNAL BEARING Ferdita Bayu Aji; Mohammad Tauviqirrahman; Budi Setiyana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Journal bearing merupakan elemen mesin yang berfungsi menopang poros berputar dan mengurangi gesekan melalui pembentukan film pelumas. Performa double liner journal bearing dipengaruhi oleh fenomena thermoelasto-hydrodynamic (TEHD) yang melibatkan interaksi aliran fluida, distribusi tekanan, dan karakteristik permukaan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi surface roughness level terhadap performa tribologi pada double liner journal bearing menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis fluid-structure interaction (FSI) kondisi steady-state. Parameter evaluasi yang digunakan meliputi load carrying capacity (LCC) dan friction force. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan kekasaran permukaan menyebabkan penurunan nilai LCC dari 2,898.52 N pada kondisi smooth menjadi 2,176.02 N pada Ra 12.5 μm. Friction force juga mengalami penurunan dari 44.21 N menjadi 33.11 N seiring meningkatnya kekasaran permukaan. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan surface roughness mempengaruhi distribusi tekanan hidrodinamik dan karakteristik pelumasan pada double liner journal bearing.
ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN KRITIS ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY BLOCK DIAGRAM DAN FAULT TREE ANALYSIS Nabiel Nausal Putra; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrical Submersible Pump (ESP) merupakan peralatan penting dalam sistem drainase dan pengendalian banjir karena mampu memindahkan fluida berkapasitas besar. Kegagalan komponen ESP dapat menghentikan proses pemompaan dan meningkatkan waktu henti, sehingga diperlukan analisis keandalan untuk menentukan komponen kritis dan prioritas inspeksi. Penelitian ini menggunakan metode Reliability Block Diagram (RBD), Fault Tree Analysis (FTA), Probability of Failure (PoF), Risk Level Justification (RLJ), dan Risk Based Inspection (RBI). Data penelitian terdiri atas 346 catatan harian breakdown dari enam unit ESP dengan total waktu henti 8.304 jam, yang dikelompokkan menjadi sembilan kejadian kegagalan aktual. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pump 2 merupakan unit paling kritis dengan waktu henti 2.520 jam (30,35% dari total). Melalui RBD dan FTA, komponen kritis yang teridentifikasi meliputi bearing assembly, shaft/joint shaft, dan impeller, dengan bearing assembly memiliki PoF tertinggi sebesar 0,3960 dan keandalan 0,6040 pada horizon operasi 720 jam. Berdasarkan Risk Level Justification, ketiga komponen tersebut dikategorikan dalam risiko tinggi hingga kritis. Strategi RBI yang direkomendasikan berfokus pada pemantauan kondisi operasi, inspeksi komponen rotating, pengendalian debris, dan penyediaan spare part kritis guna menekan waktu henti dan meningkatkan keandalan operasi ESP.
FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) PROSTESIS SKAPULA ORANG INDONESIA Muhammad Akhlis Ananta; Gana Adyaksa; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reseksi bedah akibat sarkoma tulang skapula sering mengakibatkan hilangnya struktur anatomi yang berdampak pada penurunan fungsi biomekanis bahu secara drastis, mengingat skapula merupakan tumpuan bagi 17 otot penggerak bahu. Prostesis kustom berbasis teknologi Additive Manufacturing (AM) menjadi solusi untuk memulihkan integritas struktural dan estetika tubuh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan mekanis prostesis skapula kustom pasien orang Indonesia melalui Finite Element Analysis (FEA). Geometri prostesis direkonstruksi dari citra CT berformat DICOM menggunakan Materialise Mimics Medical 21.0 melalui metode segmentasi dan mirroring dari skapula sehat, kemudian dikonversi menjadi solid body menggunakan ANSYS SpaceClaim 2023 R1. Simulasi FEA dilakukan pada ANSYS Mechanical 2023 R1 dengan metode mesh tetrahedron linear berukuran 0,8–1,5 mm dan kondisi pembebanan elevasi 90° setara pengangkatan beban 2 kg secara lateral. Material prostesis yang digunakan adalah Stainless Steel 316L (yield strength 210 MPa). Hasil simulasi menunjukkan kualitas mesh sangat baik (element quality 0,4–1,0; skewness 0,00–0,61; aspect ratio 1,2–5,0). Tegangan von-Mises maksimum sebesar 144 MPa, masih di bawah kuat luluh material. Deformasi total maksimum sebesar 0,2 mm terjadi di area akromion. Faktor keamanan minimum bernilai 1,5, mengindikasikan desain prostesis aman secara mekanis di bawah kondisi pembebanan yang diujikan.
MANUFAKTUR TANGKI GAS HIDROGEN TIPE I BERBAHAN BAJA KARBON SCHEDULE 160 Daniel Alexander Graciado Siregar; Sulistyo Sulistyo; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrogen merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berpotensi mendukung transisi menuju sistem energi berkelanjutan. Pemanfaatannya memerlukan sistem penyimpanan yang mampu menahan tekanan tinggi dengan tingkat keamanan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi tangki gas hidrogen tipe I menggunakan baja karbon ASTM A106 Grade A Schedule 160 serta mengevaluasi penerapan proses manufaktur yang digunakan. Perancangan tangki dilakukan berdasarkan ASME Boiler and Pressure Vessel Code (BPVC) Section VIII dengan konfigurasi badan silinder dan dua buah dome elipsoidal. Material ASTM A106 Grade A Schedule 160 dipilih karena memiliki kekuatan mekanik yang memadai, kemampuan las yang baik, serta ketebalan dinding yang sesuai untuk aplikasi bejana bertekanan. Proses manufaktur meliputi pembuatan badan silinder, dome, dan nozzle. Dome dan nozzle diproduksi menggunakan metode turning karena mampu menghasilkan geometri yang sesuai dengan desain dan memiliki ketelitian dimensi yang baik. Selanjutnya, seluruh komponen dirakit melalui proses fit-up dan disambung menggunakan metode Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) sesuai Welding Procedure Specification (WPS) yang mengacu pada ASME Section IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manufaktur berhasil menghasilkan komponen tangki sesuai dengan geometri rancangan. Metode turning mampu menghasilkan dome elipsoidal dan nozzle dengan dimensi yang sesuai, sedangkan proses GTAW berhasil menyatukan seluruh komponen menjadi satu kesatuan tangki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi material ASTM A106 Grade A Schedule 160, metode turning, dan proses GTAW dapat diterapkan secara efektif dalam manufaktur tangki gas hidrogen tipe I untuk aplikasi penyimpanan gas bertekanan tinggi.
ANALISIS PEMBEBANAN PADA SASIS MOBIL HEMAT ENERGI DENGAN VARIASI MATERIAL LOGAM DAN KOMPOSIT Maulana Ahmad Muqodas; Mohammad Tauviqirrahman; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 3 (2026): VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasis merupakan komponen struktural utama kendaraan yang berfungsi menopang seluruh beban operasional, sehingga pemilihan material yang tepat menjadi sangat krusial, terutama pada kendaraan hemat energi yang dituntut untuk memiliki bobot seringan mungkin tanpa mengorbankan keamanan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi tegangan dan defleksi pada sasis mobil hemat energi tipe tubular melalui simulasi metode elemen hingga (FEM) menggunakan perangkat lunak SolidWorks 2020, dengan menguji delapan variasi material, yaitu AISI 1020 Steel, AISI 4130 Steel, ASTM A36 Steel, Aluminium 6061-T6, Aluminium 7075-T6, CFRP 1, CFRP 2, dan Titanium Ti6Al4V. Pembebanan yang diterapkan meliputi berat pengemudi sebesar 58 kg, berat komponen kendaraan, dan gaya gravitasi dengan kondisi tumpuan tetap pada keempat roda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan von Mises maksimum berkisar antara 39,27 MPa hingga 43,81 MPa, jauh di bawah kekuatan luluh seluruh material uji, dengan titik konsentrasi tegangan tertinggi secara konsisten terjadi pada sambungan tubular bagian belakang sasis dan rangka penopang pengemudi. Defleksi maksimum berkisar antara 0,439 mm (AISI 4130 Steel) hingga 1,205 mm (Aluminium 6061-T6), sedangkan faktor keamanan berkisar antara 5,71 hingga 21,07, mengindikasikan seluruh material memenuhi kriteria keamanan statis. Analisis trade-off menunjukkan bahwa CFRP 1 unggul dalam efisiensi massa dengan pengurangan hingga 81,9% dibandingkan baja referensi, sementara Aluminium 6061-T6 menjadi pilihan paling optimal secara keseluruhan karena mampu mereduksi massa sebesar 65,8% dengan tetap mempertahankan faktor keamanan yang memadai dan kemudahan fabrikasi yang lebih baik dibandingkan CFRP.
ANALISIS INTERAKSI FLUIDA–STRUKTUR DUA ARAH PADA FLAPPING WING MENGGUNAKAN UNSTEADY VORTEX LATTICE METHOD (UVLM) DAN COROTATIONAL FINITE ELEMENT METHOD (CR-FEM) Bagus Setyawan; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan kerangka simulasi interaksi fluida–struktur (FSI) dua arah untuk menganalisis karakteristik aeroelastis flapping wing pada Micro Air Vehicle (MAV) sekaligus mengevaluasi potensi pemanenan energi piezoelektrik. Kopling dibangun antara Unsteady Vortex Lattice Method (UVLM) sebagai solver aerodinamika tak tunak dan Corotational Finite Element Method (CR-FEM) dengan elemen pelat MZC, dikelola oleh algoritma IQN-ILS. Sayap dimodelkan sebagai pelat polikarbonat rektangular (chord 80 mm, span 200 mm, AR = 2,5, tebal 1 mm) dengan gerak flapping sinusoidal 12 Hz pada amplitudo 15° di rentang kecepatan V = 5–17 m/s. Validasi model menghasilkan deviasi frekuensi natural bending pertama −2,5% terhadap teori Blevins dan MAE = 0,0296 N pada gaya angkat UVLM. Kecepatan flutter kritis teridentifikasi pada V_flutter = 11,2 m/s melalui tiga metode independen: analisis Hilbert envelope, Short-Time Fourier Transform, dan pelacakan amplitudo per pita frekuensi. Mekanisme instabilitas berupa single-DOF bending flutter akibat negative aerodynamic damping pada regime highly unsteady — bukan classical bending–torsion flutter — karena konfigurasi CG = EA menghilangkan inertial coupling. Pemanenan energi menggunakan patch PVDF menghasilkan P_avg ≈ 7,6–7,8 mW, di mana tegangan puncak V_peak terbukti sepuluh kali lebih sensitif terhadap transisi flutter dibandingkan V_rms.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2026): VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2026 Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026 Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026 Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025 Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue