cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 726 Documents
PERANCANGAN ALAT PENGUKUR LAJU KONSUMSI BAHAN BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN LOAD CELL Crysmas Labuan Rezeki Simbolon; Berkah Fajar TK; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar dalam kehidupan sehar-hari sangat banyak ditemukan. Kebutuhan manusia terhadap penggunaan bahan bakar sangatlah berhubungan bahkan hampir tidak dapat dilepaskan. Bahan bakar adalah senyawa kimia yang dapat menghasilkan energi melalui perubahan kimia yang terjada pada senyawanya. Energi yang dihasilkan akan digunakan sebagai kerja dari mesin atau alat lain yang menggunakan bahan bakar. Salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar dimana dapat digunakan di sektor transportasi dan industri. Adapun penggunaan bahan bakar terus mengalami peningkatan terutama pada tahun 2023 yang meningkat pesat hingga 2% yang mana konsumsi bahan bakar melebihi 100 juta bph yang mana ini terjadi untuk pertama kalinya. Hal itu menyebabkan pasokan cadangan bahan bakar semakin menipis akibat adanya peningkatan konsumsi bahan bakar tiap tahunnya. Selain itu, peningkatan konsumsi bahan bakar juga akan berdampak pada peningkatan emisi menjadi lebih dari 40 gigaton. Untuk itu diperlukan alat untuk mengukur konsumsi bahan bakar agar dapat meminimalisir kebutuhan akan hal tersebut yang mana mampu membantu sektor transportasi dan industri untuk melihat akan kebutuhan bahan bakar yang akan digunakan. Tujuan dari penelitia ini adalah untuk merancang sebuah alat pengukur laju konsumsi bahan bajar dengan menggunakan load cell, dengan menentukan kapasitas tangki, serta komponen-komponen penyusun alat pengukur laju konsumsi bahan bakar agar dapat tercipta sebuah rancangan yang efisien dan bagus. Tahapan terdiri dari mengidentifikasi masalah, membuat daftar masalah, membuat requirement list, membuat prinsip kerja, membangun struktur kerja, tabel morfologi hingga evaluasi ekonomis dan teknis. Dari hasil perancangan diperoleh  spesifikasi alat dimana terdiri dari tangki berkapasitas 235 liter dengan dimensi panjang 120 cm dan diameter 50 cm yang terbuat dari material stainless steel 304 dan 1 buah penyangga dengan panjang 73 cm, lebar 500 cm dan tinggi 45 cm terbuat dari material holo galvanized steel. Adapun komponen utama alat ini terdiri dari 1 buat load cell dan indicator CI-150A. Hasil pengujian dari penyangga tangki bahan bakar dengan material holo galvanized steel diperoleh tegangan Von-Mises maksimum sebesar 10,248601 Mpadan strain maksimum 0 serta nilai safety factor maksmum sebesar 133,85, yang mana dari nilai tersebut penyangga aman untuk digunakan dikarenakan tegangan maksimum tidak lebih besar dari tegangan luluhnya yaitu 203, 943 Mpa dan nilai safety factor yang lebih besar dari 10.
ANALISA PENGARUH VARIASI PENGELASAN FRICTION STIR WELDING PADA MATERIAL AA5083 Ilyasa Dimas Faza; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friction Stir Welding (FSW) merupakan metode pengelasan fase padat yang banyak digunakan untuk Aluminium 5083, yang memiliki ketahanan korosi tinggi tetapi sulit dilas secara konvensional. Penelitian ini menganalisis pengaruh kecepatan putaran alat (1100, 1400, dan 1800 rpm) serta sudut kemiringan (1° dan 3°) terhadap struktur mikro dan sifat mekanik hasil lasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter optimal adalah 1400 rpm dengan sudut 1°, menghasilkan pencampuran material lebih homogen, struktur mikro lebih halus, dan sifat mekanik lebih baik. Peningkatan kecepatan putaran memperhalus butir di zona las akibat rekristalisasi dinamis, sementara sisi retreating menunjukkan kekerasan lebih tinggi dibandingkan advancing side. Kombinasi parameter yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kualitas las Aluminium 5083 dengan metode FSW.
ANALISIS GEOMETRI FEMORAL HEAD TERHADAP TEKANAN KONTAK PCD-PCD HIP JOINT PROSTHESIS Shidnan Amir Shiddiq; Jamari Jamari; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Muhammad Imam Ammarullah
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur pada sambungan tulang pinggul adalah masalah kesehatan serius karena sambungan ini menghubungkan tulang femur dengan tulang pinggul. Ketika terjadi retak atau patah, cedera serius bisa terjadi. Berbagai metode tersedia untuk pengobatan fraktur tulang pinggul, tetapi metode penggantian dengan prostesis sambungan pinggul (hip joint prosthesis) dianggap sebagai opsi yang baik berdasarkan hasil uji klinis. Pemilihan geometri prostesis penting untuk mengurangi risiko kegagalan, di mana tekanan kontak menjadi faktor utama dalam menentukan geometri yang tepat. Kegagalan total hip prosthesis sering kali disebabkan oleh keausan. Penelitian ini mengevaluasi delapan jenis bantalan PCD-on-PCD hip joint prosthesis dengan variasi ukuran diameter femoral head. Simulasi komputasi dilakukan menggunakan model elemen hingga dua dimensi untuk menghitung tekanan kontak saat berjalan normal. Hasilnya menunjukkan bahwa bantalan dengan diameter femoral head 36 mm memiliki tekanan kontak terendah, yaitu 132,2 MPa, sedangkan tekanan kontak tertinggi ditemukan pada bantalan dengan diameter 22 mm, sebesar 250,9 MPa. Ini menunjukkan bahwa bantalan dengan diameter 36 mm memiliki risiko keausan paling rendah dibandingkan dengan ukuran lainnya.
ANALISIS PENGARUH PERLAKUAN NAOH DAN ASETIL ANHIDRAT TERHADAP KEKUATAN REKAT DAN KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Nasrul Hadi; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengurangi penggunaan bahan-bahan sintesis yang merusak lingkungan telah menjadi fokus banyak orang pada saat ini, maka dikembangkanlah material yang bersifat alami salah satunya komposit yang sedang banyak dikembangkan karena memiliki kelebihan seperti kekuatan yang baik dengan berat yang ringan, densitas rendah, dan memiliki fleksibilitas desain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi massa pada komposit dan treatment pada serat rami untuk nilai kekuatan lentur dan juga pengaruh plasticizer pada matriks gondorukem dan treatment pada serat rami untuk mengetahui nilai kekuatan rekat. Fraksi massa yang digunakan untuk pengujian bending adalah dengan variasi, 15%wt. Sedangkan variasi plasticizer yang digunakan adalah 10%wt. Treatment yang digunakan adalah alkalisasi menggunakan NaOH dengan dilakukan perendaman selama dua jam dan asetilasi menggunakan Asetil Anhidrat selama satu jam. Untuk mengetahui sifat mekanik, maka dilakukan pengujian bending dan pull-out. Dari hasil pengujian bending, disimpulkan semakin tingggi fraksi massa, maka nilai kekuatan lentur semakin tinggi. Selain itu, disimpulkan juga, nilai kekuatan lentur serat dengan treatment Asetil Anhidrat lebih tinggi dibanding dengan treatment NaOH. Secara berurutan nilai kekuatan lentur 15%wt adalah 7,39 N/mm2, 6,95 N/mm2, 6,6 N/mm2 untuk treatment serat Asetil Anhidrat dan 3,69 N/mm2, 3,75 N/mm2, 3,57 N/mm2 untuk treatment serat NaOH. Dari hasil pengujian bending, semakin tinggi presentase dari plasticizer, maka semakin kecil kekuatan rekat dari komposit. Untuk kekuatan rekat tertinggi dimiliki oleh serat dengan treatment Asetil Anhidrat yaitu 10%wt plasticizer dengan nilai 1,42 MPa dan menurun hingga 0,53 MPa di variasi 25%wt plasticizer. Untuk serat dengan treatment NaOH yaitu 10%wt plasticizer dengan nilai 1,11 MPa dan menurun hingga 0,473 MPa di variasi 25%wt plasticizer.
UJI EFEKTIVITAS GASIFIKASI BIOMASSA BATOK KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN JENIS GASIFIER DOWNDRAFT TERBUKA Ridho Abdullah Bahro; Muchammad Muchammad; M.S.K. Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa menjadi menarik untuk diteliti karena mudah didapatkan dan ramah lingkungan, serta dapat menggantikan bahan bakar fosil yang akan segera habis. Salah satu cara pemanfaatan biomassa untuk dikonversi menjadi energi listrik adalah melalui gasifikasi menjadi syngas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar tar, suhu reaktor, dan efisiensi kinerja gasifikasi biomassa batok kelapa dengan gasifier downdraft terbuka menggunakan variasi batok kelapa kering, kuyup, dan campuran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan reaktor gasifikasi biomassa jenis downdraft tanpa tutup yang dioperasikan dengan tekanan hisap 8-12 cmH₂O. Alat ini dilengkapi termokopel sebagai sensor suhu dan pengukur aliran yang terhubung ke data logger. Variasi yang digunakan adalah batok kelapa dalam kondisi kering, kuyup, dan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tar paling sedikit ketika menggunakan batok kelapa kering dengan nilai 100,277 mg/m³, suhu reaktor paling stabil ketika menggunakan batok kelapa kuyup dan campuran, dan efisiensi terbaik ketika menggunakan batok kelapa kuyup dengan nilai 3,85%. Eksperimen pada biomassa batok kelapa kuyup dan campuran menghasilkan suhu reaktor yang stabil dengan zona gasifikasi luas, tetapi hanya bertahan 4 jam pada kondisi kuyup karena suhu turun di bawah 700 °C. Kadar tar pada ketiga kondisi melebihi ambang batas ideal, dengan kondisi kering menghasilkan tar paling sedikit dan efisiensi termal tertinggi dicapai oleh batok kelapa kuyup.
ANALISIS FRAME CHASSIS TRUK MEDIUM DUTY DENGAN PEMODELAN 3D DAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK KEBUTUHAN INDUSTRI Alief Fernanda Al Yarham; Djoeli Satrijo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medium duty truck merupakan satu kendaraan komersial terkemuka dalam industri otomotif berat. Dalam klasifikasi internasional, truk ini termasuk dalam kelas 4 hingga 6, dengan Gross Vehicle Weight Rating (GVWR) berkisar antara 16.000 kg hingga 38.000 kg Dalam upaya untuk meningkatkan performa, keamanan, dan keandalan truk tersebut, penelitian ini difokuskan pada pemodelan 3D dan analisis statis frame chassis truk menggunakan metode elemen hingga. Variabel penelitian ini adalah deformasi, equivalent von misses stress, dan factor keamanan.  Pada penelitian ini, model yang digunakan adalah Hino 500 FM 2628 dengan jenis frame chassis yang digunakan adalah ladder frame dengan panjang bagian main member 7.446 mm dan lebar chassis adalah 804 mm. Bagian main member berbentuk beam C section dengan tinggi 298 mm, lebar flange 80mm, dan ketebalan 7mm. penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kekuatan frame chassis truck tersebut dengan analisis pembebanan berupa beban vertical bending, beban belok, beban pengereman, beban gaya dorong, dan beban torsional sebagai pembebanan statis. Dan untuk pembebanan low dynamic dibatasi pada modal analysis dengan 5 modus getar. Hasil dari analisis frame chassis medium duty ini akan digunakan untuk mengetahui apakah secara struktural, frame tersebut cukup kuat dan dapat diandalkan.
FINITE ELEMENT ANALYSIS KURSI RODA TRANSFER (TRANSFER WHEELCHAIR) Achmad Hari Febrianto; Rifky Ismail; Nia Budi Puspitasari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kursi roda merupakan alat bantu mobilitas yang dirancang untuk membantu pasien berpindah dari satu permukaan ke permukaan lain. Pengembangan desain kursi roda perlu mempertimbangkan aspek kekuatan struktur, kekakuan, serta tingkat keamanan agar mampu menahan beban pengguna secara aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembebanan terhadap respons struktural kursi roda transfer berupa von Mises stress, deformasi, dan safety factor. Pemodelan desain dilakukan menggunakan SolidWorks 2021, kemudian dianalisis metode Finite Element Analysis (FEA) pada ANSYS 2023 R1 dengan kondisi pembebanan statis sebesar 100 kg yang diberikan langsung pada rangka kursi roda menggunakan material AISI 304. Hasil simulasi menunjukkan nilai von Mises stress diperoleh pada desain 268,23 Mpa, deformasi terjadi sepanjang 10,315 mm, dan nilai safety factor sebesar 0,863. Dari hasil analisis von Mises stress, menunjukan material kursi roda tidak dapat menahan pembebanan yang terjadi dan mengalami kegagalan deformasi plastis. Sedangkan dari analisis safety factor menunjukkan desain tidak memenuhi kriteria safety factor desain untuk material ulet N = 1,25 hingga 2,0. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa desain desain kursi roda dengan material AISI 304 tidak memenuhi persyaratan keamanan struktur untuk diaplikasikan pada kursi roda.
ANALISA GETARAN MENGGUNAKAN AKSELEROMETER PADA SMARTPHONE Rahmad Abdul Wahid; Achmad Widodo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi mengalami kemajuan yang pesat, termasuk dalam bidang automasi mesin. Automasi mesin sangat berperan penting dalam dunia industri karena mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Salah satu komponen penting dalam sistem automasi adalah sensor, khususnya sensor getaran. Sensor getaran banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari deteksi gempa, monitoring kerusakan bangunan, hingga pemantauan kondisi mesin. Namun, sistem sensor tetap yang bersifat kompleks umumnya memiliki biaya yang tinggi dan memerlukan perawatan khusus. Sebagai alternatif, penggunaan sensor yang terintegrasi dalam smartphone dapat menjadi solusi yang lebih praktis dan ekonomis.Smartphone modern telah dilengkapi dengan berbagai sensor seperti akselerometer, giroskop, dan GPS, yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisis getaran secara efektif. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mendukung pemanfaatan smartphone sebagai alat analisis getaran, baik secara teoritis, numerik, maupun eksperimental. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek pengujian parameter yang perlu dikaji lebih lanjut untuk mengoptimalkan kinerja sensor akselerometer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis getaran menggunakan aplikasi smartphone dengan berbagai variasi pengujian. Proses pengolahan data dilakukan dengan metode Fast Fourier Transform (FFT) yang diolah menggunakan perangkat lunak MATLAB agar mendapatkan hasil analisis frekuensi getaran secara lebih akurat dan terstruktur.
PENGARUH VARIASI KEKASARAN PERMUKAAN GRAY CAST IRON PADA HASIL PELAPISAN HOT DIP GALVANIZING TERHADAP KETEBALAN LAPISAN DAN LAJU KOROSI Muhammad Ashwin Asyhari; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan curah hujan yang cukup besar mengakibatkan banyak benda logam mengalami karat dan korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh material logam gray cast iron yang telah dilapisi coating dengan metode hot dip galvanizing terhadap hasil tampilan, mikrografi, tebal lapisan, dan laju korosi pada situasi ekstrem. Perlakuan spesimen dilakukan dengan variasi kekasaran permukaan menggunakan amplas grid 100, 400, 800, dan 2000. Proses hot dip galvanizing menggunakan zinc ingot Nyrstar 99% dengan prosedur sesuai ASTM A123. Pengamatan Visual dilaksanakan untuk mengetahui tampilan terbaik dan cacat yang dihasilkan dari hasil hot dip galvanizing. Pengujian Mikrografi dilaksanakan sesuai dengan ASTM E3-11 untuk mengetahui zinc layer yang menempel pada spesimen. Pengujian tebal lapisan zinc (Zn) pada spesimen hasil hot dip galavanizing dilakukan menggunakan alat Coating Thickness Gauge UNI-T UT343D. Pengujian laju korosi dilaksanakan sesuai dengan prosedur ASTM B117 Salt Spray Test dengan peningkatan kadar larutan NaCl sebesar 8% menggunakan metode weight loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kekasaran pada permukaan spesimen, maka semakin besar ketebalan lapisan coating yang terbentuk. Namun, hal ini akan berbanding terbalik dengan laju korosi, di mana semakin rendah nilai laju korosi pada spesimen hasil hot dip galvanizing tersebut. Ketebalan pelapisan tertinggi diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 100 sebesar 45,38 μm, dengan laju korosi terendah sebesar 24,52 mpy. Sebaliknya, ketebalan pelapisan terendah diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 2000 sebesar 17,37 μm, dengan laju korosi tertinggi sebesar 169,97 mpy. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan material logam cast iron dalam dunia industri maupun konstruksi yang terpapar kondisi ekstrem dengan kadar asam yang tinggi.
PROSES HOT DIP GALVANIZING PADA GRAY CAST IRON DENGAN PENGARUH WAKTU PENCELUPAN TERHADAP LAJU KOROSI DAN PREDIKSI SISA UMUR Almirajan Ghani Salam; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam yang sering digunakan pada dunia industri hingga pembangunan infrastruktur adalah pasir besi. Salah satu hasil peleburan pasir besi yang digunakan untuk penjepit kabel pada tiang listrik adalah besi cor kelabu. Logam dengan unsur penyusun Fe tidak akan lepas dari masalah korosi sehingga terjadi penurunan kualitas material yang dapat memperpendek umur penggunaan material tersebut. Hal ini menyebabkan perlunya tindakan yang dapat mengatasi masalah korosi berupa coating. Hot dip galvanizing menjadi salah satu cara coating yang ekonomis untuk mengatasi masalah korosi. Proses hot dip galvanizing melibatkan pencelupan logam ke dalam zinc cair pada suhu sekitar 450ºC. Tujuan penelitian ini fokus pada analisis pengaruh waktu pencelupan dengan variasi waktu pencelupan 1 menit, 3 menit, 5 menit, dan 7 menit terhadap ketebalan coating, laju korosi, dan sisa umurnya. Standar yang digunakan dalam pengujian ini adalah ASTM B487-85 untuk pengukuran ketebalan coating, ASTM B117-11 untuk pengujian laju korosi dengan metode kehilangan berat, dan API 570 untuk prediksi sisa umur. Hasil pengujian didapatkan nilai rata-rata ketebalan coating berurutan sebesar 100,03 µm; 116,59 µm; 148,53 µm; dan 228,09 µm. Sedangkan nilai rata-rata laju korosi berurutan sebesar 75,3939 mpy; 53,1495 mpy; 37,9401 mpy; dan 22,5967 mpy. Prediksi sisa umur berurutan sebesar 2 hari, 8 hari, 23 hari, dan 90 hari.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2026): VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2026 Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026 Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026 Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025 Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue