cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Manajemen Konflik Organisasi untuk Menjaga Komitmen dalam Unit Kegiatan Selam 387 Universitas Diponegoro Meisa Aulia Rahma; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.496 KB)

Abstract

Communication is a foundation in an organization to assist members in achieving goals both individual goals and organizational goals. But not infrequently there are obstacles in communication that result in a problem in the organization that results in conflict. Conflict is a natural thing in an organization, but if the conflict is not managed properly it will cause problems such as loss of member’s commitment. For conflict to have a positive impact on the organization, it must be managed using a specific strategy and known the causes. The purpose of this research is to find out the experience of individual organizations in organizational conflict management to maintain commitment in the Unit Kegiatan Selam 387 Diponegoro University. The theory used is the Conflict Management Style by Thomas and Killman to describe how conflict management is carried out by each member in the organization. This study uses a phenomenological approach to see individual experiences in organizational conflict management. The informants used in this study were 6 (six) people with characteristics who were members of Unit Kegiatan Selam 387 Diponegoro University, who had joined at least 1 year and could be interviewed. The results showed that the conflict in the organization originated from conflicts in individuals caused by a sense of saturation with organizational activities, interpersonal conflict caused by misunderstanding in communication, gaps between the forces and interventions from seniors and organizational conflict caused by unclear work status and overlapping responsibilities at work. Conflict resolution is done by informants, namely using compromising, collaborating, avoiding and the use of the third party involvement
Pengaruh Intensitas Bermain Game Online dan Pengawasan Orang Tua Terhadap Perilaku Agresif Anak Ananda Erfan Musthafa; Nurist Surayya Ulfa; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.255 KB)

Abstract

Tren game online yang sekarang banyak digandrungi lapisan usia tidakhanya memberikan dampak positif saja, namun juga dapat membawa dampaknegatif kepada anak. Di dalam permainan game online sekarang ini banyakmengandung adegan atau aksi-aksi kekerasan baik secara verbal maupun secarafisik. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran karena anak yang memainkan gameonline yang banyak mempertontonkan aksi-aksi kekerasan dan perilaku agresifbisa menjadi contoh yang buruk bagi perkembangan anak terutama perilaku anak.Disinilah peran orang tua dibutuhkan yaitu dengan memberikan pengawasankepada anak dalam bermain game online untuk meminimalisir dampak negatifdari game online.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas bermaingame online dan pengawasan orang tua terhadap perilaku agresif anak. Dasarpemikiran yang digunakan adalah social cognitive theory dan parental mediation.Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik non random sampling denganmetode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 50 responden denganusia 10-14 tahun di warnet atau game center yang ada di kecamatan Banyumanikkota Semarang.Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhanadengan bantuan SPSS 22. Uji hipotesis antara intensitas bermain game onlinemenunjukkan hasil yang sangat signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000dan berpengaruh positif terhadap perilaku agresif anak. Sedangkan variabelpengawasan orang tua terhadap anak dalam bermain game online menunjukkanhasil yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,013 dan memilikipengaruh yang negatif dengan perilaku agresif anak. Kesimpulan dari uji hipotesisini adalah semakin tinggi intensitas bermain game online maka semakin tinggiperilaku agresif anak dan semakin tinggi pengawasan orang tua maka perilakuagresif anak akan semakin rendah.Saran peneliti adalah orang tua sebaiknya mengarahkan anak untukmelakukan aktivitas yang lebih positif dan bermanfaat, serta untuk penelitianselanjutnya disarankan menggunakan variabel lain seperti inteeraksi peer groupatau pola asuh orang tua.
Pola Komunikasi Keluarga Beda Agama Dalam Membangun Keharmonisan (Studi Kasus Keluarga Beda Agama di Getasan, Semarang ) Haninda Rafi Windiastuti; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.763 KB)

Abstract

Interfaith family is a family formed from marriage of different religions where family members in it embraced a different religion. Interfaith family also has different communication with the another family. Communication pattern will influence in a relationship. Aim of this reser to describe how communication pattern in interfaith family applied to constructing harmony. Used the qualitative approach, the post-positivisme, and data analysis referring to the case study matching pattern.The subject of the research is three interfaith family in Getasan, Semarang. This research used Family Scheme Theory from Fitzpatrick and Relational Dialectica Theory from Leslie Baxter and Barbara Montgomery. The results showed that the pattern in line with the predicted earlier pluralistic pattern and consensual pattern found in this study. The consensual pattern is found in pairs 1 and 3 each of which is characterized by high conversation orientation and low compliance orientation. High conversation orientation is manifested through the involvement of all family members in communication activities with each other demonstrated through honest and open communication. While a low compliance orientation is characterized by giving decision-making authority to each family member, for example authorizing the child to choose a religion. The plural pattern found in pair 2 is characterized by high conversation orientation and high compliance orientation. Although all members engage in honest, open communication activities, decision-making authority is in the hands of parents. Despite having different communication patterns, the three pairs of different religious families can live a harmonious life that is marked by the fulfillment of harmony elements according to Dadang Hawari include running a good religious life, having time with family, having good communication, being able to respect fellow family members, the quantity of conflict is minimal and has a close bond between family members
PRODUKSI PROGRAM ACARA "MUSICAHOLIC" EDISI SPESIAL TALK SHOW METAL SEBAGAI PRODUCER Mahendra Zulkifli; Tandiyo Pradekso; Muchammad Bayu widagdo
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.419 KB)

Abstract

NAMA : Mahendra ZulkifliNIM : D2C007051JUDUL : PRODUKSI PROGRAM ACARA "MUSICAHOLIC" EDISISPESIAL TALK SHOW METAL SEBAGAI PRODUCERABSTRAKSIAcara yang bertajuk tentang musik hampir ada di semua stasiun televisi, namunprogram musik yang saat ini marak bukanlah sebuah produk jurnalistik dan hanyamenayangkan aliran musik mainstrem. Aliran musik non mainstream jarang diangkatkarena dianggap tidak mampu mendongkrak rating, oleh karean itualiran musik nonmainstream menjadi altenatif produk jusnalistik yang menarik dan segar untukdiangkat, karena tema yang diambil tidak terpaku kepada kebutuhan pasar.Program talk show tentang musik metal dibuat untuk mengangkat komunitas musikmetal dibuat dengan memadukan antara informasi dan entertainment atau lebihdikenal dengan edutaiment.Secara umum ada empat tahap dalam pembuatan talkshow yaitu pra produksi dimulaidari mencari ide produksi sampai mempersiapkan director treatment, dan melakukanpersiapan dan latihan yang bersifat teknis bersama dengan kerabat kerja, pada tahapproduksi tugas yg di lakukan antara lain mengarahkan acara dan memastikan seluruhgambar dapat digunakan, dan diakhiri dengan mengevaluasi hasil kerja sertamemastikan layak siar.Adapun kendala yang dihadapi selama proses produksi adalah adanya pergantiannarasumber karena salah satu narasumber berhalangan hadir, adanya perubahanjadwal pelaksanaan produksi, karena keterbatasan waktu liputan maka VT diambildari file yang sudah ada sebelumnya. Untuk anggaran justru terdapat penghematanuntuk sewa pick up, fee narasumber, fee presenter, namun ada penambahan anggaranuntuk biaya editing.Setelah kita mengkaji tugas dan tanggung jawab serta peran seorang produser, disebutkanbahwa seorang produser mempunyai andil yang sangat besar dalam terbentuknya suatu teamproduksi, selain itu seorang produser juga harus mengontrol secara teliti kerja team produksidemi lancarnya program acara yang telah direncanakan. Yang tidak kalah pentinya bahwaseorang produser adalah orang yang mendanai atau membiayai pada program acara yangdirencanakanKata Kunci: talk show, musik metal, produserABSTRACTThere is a lot tv program who use musik as it theme, but the musik program that iscurrently emerging is not a product of journalism and only broadcast mainstremmusik. Non-mainstream musik genre rarely broadcasted because they are not able toboost ratings, that is why non mainstream musik become an attractive alternativejusnalistik products which is interisting and fresh to be appointed, because the themeis taken is not glued to the needs of the market.Talk show programs about metal musik is made to lift the metal musik communitycreated with combination of information and entertainment, better known byedutainment.Generally there is three stage on talkshow production that is pre-production startedfrom ideas inquiry until preparing director treatment dan doing preparation andrehearsal which is technically with production crew, at production stage task that hasto be done are directing program and ensure every picture can be used and endedwith evaluate and ensure the program can be broadcastedThe obstacles encountered during the production process is a change of speaker asone speaker was unable to attend, a change in schedule of production, due to thelimited time of coverage, the VT derived from pre-existing file. For budget there is asaving that come from pick up rental, speaker fees, presenter fees, but no additionalbudget for the cost of editing.After reviewing duties and responsibilities of the role of a producer, it is stated that aproducer has contributed greatly to the establishment of a production team, other thanthat a producer must also carefully control production team work for programs thathave been planned. it Is no less important that a producer is a person who fund orfinance the programs plannedKeyword : talk show, metal musik, producerPRODUKSI PROGRAM ACARA "MUSICAHOLIC" EDISI SPESIAL TALK SHOWMETAL SEBAGAI PRODUCERKarya BidangDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikPenyusunNama : Mahendra ZulkifliNIM : D2C007051JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGSaat ini dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari televisi.Dengan televisi kita bisa mendapatkan banyak informasi baik politik, sosial, budaya,agama dan ekonomi. Dari sekian banyak media komunikasi massa seperti surat kabar,majalah, radio, televisi dan internet ternyata televisilah yang paling diminati banyakkhalayak. Karena kelebihan televisi yang mampu menampilkan informasi secaramenarik melalui audio visual memudahkan khalayak untuk menerima informasisecara cepat dan mudah.Televisi sangat berperan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya dalambidang pendidikan, pada waktu tertentu sesuai dengan masing-masing jadwal televisiswasta ataupun negeri, ditampilkan acara yang bertemakan pendidikan, seperti kuiscerdas cermat, debat ataupun seminar yang mendukung edukasi. Kemudian dalambidang ekonomi, kita bisa mendapatkan informasi tentang nilai kurs dollar dansebagainya. Sedangkan dalam bidang jurnalistik sendiri yang terus menyiarkan beritasesuai dengan perkembangan dunia. Apalagi dalam dunia entertainment yangsekarang mendominasi bisnis pertelevisian, begitu mudah untuk mengkomunikasikanapa saja yang dilakukan oleh para selebritis melalui acara infotainment.Musik adalah salah satu konten acara yang digemari oleh semua kalangan.Seiring dengan berkembangnya industri pertelevisian di tanah air, mulai bermunculanacara-acara yang bertajuk tentang musik hampir di semua televisi baik lokal maupunnasional seperti Inbox (SCTV), Dahsyat (RCTI), Spektakuler (Indosiar). Namunacara-acara musik tersebut dikemas sebatas dalam bentuk entertainment saja denganmenampilkan band, penyanyi dan juga video klip sehingga terkesan monoton dantidak variatif. Musik yang ditampilkanpun sebagian besar musik mainstream sepertipop, apalagi dengan adanya demam K-pop yang berasal dari Negara Korea membuatmusik-musik popular semakin sering ditayangkan.Bisa dibilang program musik yang saat ini marak bukanlah sebuah produkjurnalistik namun hanya sebagai pemuas kebutuhan masyarakat akan musik, karenadidalamnya tidak ada kegiatan menyiapkan berita, menulis, maupun mengedit sesuatuyang berupa catatan atau laporan sebuah kejadian. Seharusnya acara musik di televisidapat dikemas lebih menarik dengan memadukan unsur informasi, edukasi danhiburan yang sesuai dengan fungsi televisi itu sendiri .Pada dasarnya setiap manusia memiliki rasa keingintahuan yang cukup besarterhadap semua hal, tidak terkecuali terhadap aliran musik non mainstream yang saatini kurang diangkat oleh media, karena dianggap hanya disukai oleh segelintir orangdan kurang menguntungkan.Aliran musik non mainstream dapat menjadi altenatif produk jusnalistik yangmenarik dan segar untuk diangkat, karena tema yang diambil tidak terpaku kepadakebutuhan pasar dan memiliki tempat tersendiri dihati audiensnya khususnya bagipenggemar musik non mainstream. Mengingat selama ini musik-musik nonmainstream jarang diangkat pada produk-produk jurnalistik baik lokal maupunnasional, karena stasiun televisi maupun radio lebih fokus pada acara yang sesuaidengan kemauan pasar demi meraih rating tinggi atau sponsor dalam jumlah yangbesar.Musik metal diangkat sebagai tema acara karena selain memiliki penggemarfanatik juga mempunyai berbagai hal menarik yang belum diketahui oleh banyak,seperti: Musik metal yang rumit Tekhnik bermusik yang tinggi Aksi panggung yang eksploratif Jarangnya plagiarisme Lirik musik metal kebanyakan fiksional Musik metal mempunyai banyak sub-genre(http://www.jelajahunik.us/2012/06/6-hal-menarik-tentang-aliran-death.html)Seperti jenis musik ekstrim lainnya, keberadaan musik metal juga seringmemunculkan opini negatif dari masyarakat karena gaya hidup yang keras dan bebas,namun mereka tetap bisa bertahan dengan idealismenya hingga sekarang terutamadalam bermusik. Oleh karena itu musik metal menjadi layak dan menarik untukdiangkat sebagai tema program acara Musikaholic.1.2 TUJUANTujuan program talkshow dengan tema musik metal ini adalah inginmengangkat komunitas musik Metal di Semarang dan memberikan informasi kepadapemirsa mengenai perkembangan musik Metal di Semarang.Munculnya berbagai acara talkshow yang saat ini banyak digemari olehmasyarakat dan memiliki rating dan share yang cukup tinggi seperti Bukan EmpatMata (Trans 7), Hitam Putih (Trans 7), Kick Andy (Metro TV), Radio Show (TVOne) dan masih sedikit acara talkshow yang mengangkat musik sebagai tema utamaacara terutama musik non mainstream, melatar belakangi dibuatnya acara talkshowyang bertemakan musik metal.Acara ini memadukan antara informasi dan entertainment atau lebih dikenaldengan edutaiment. Secara konseptual program ini berisi informasi yang berguna danbermakna dibalut dalam konsep hiburan yang santai sehingga informasi lebih bisaditerima oleh pemirsa serta pemirsa tidak akan merasa jenuh. Kearifan lokal sebagaiunsur dari budaya nasional menjadi menarik untuk dipelajari jika dikemas dalamprogram yang menarik pula sehingga pemirsa memperoleh manfaat secara tidaklangsung dari program yang mereka lihat, dalam hal ini adalah masyarakat akan lebihmengetahui kehidupan komunitas musik metal di Kota Semarang pada khususnya,dengan informansi yang berimbang dari beberapa narasumber yang berkompeten,baik dari aspek positif dan aspek negatifnya. Hal ini sesuai dengan definisi dariprogram talkshow itu sendiri.Pesan yang ingin disampaikan program ini adalah agar audiens dapatmenikmati acara musik yang lebih variatif dengan memperhatikan fungsi jurnalistikdi dalamnya tanpa perlu memperlebar jurang perbedaan karena genre musik.1.3 SIGNIFIKANSI1.3.1 Akademis : Secara akademis, pembuatan acara Talk Show inidapat digunakan sebagai sarana untukmengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat selamaperkuliahan. Khususnya di bidang pemrogramanpenyiaran dan produksi studio. Talkshow ini menjadisalah satu kontribusi jurnalistik dalam bentuk audiovisual.1.3.2 Praktis : Sebagai rujukan bagi pekerja media televisi dalammengemas sebuah acara yang mengangkat sesuatubersifat lokal pada televisi lokal.1.3.3 Sosial : Membuka wawasan masyarakat mengenai musik danbudaya metal. Diharapkan setelah adanya acara inimasyarakat lebih memahami musik metal dan budayametal secara historis.1.4 KONSEP ACARAMetal adalah suatu aliran musik yang mulai berkembang di dunia pada awaltahun 1970 an. Genre ini muncul dari aliran musik rock yang dikembangkan padabeberapa unsurnya. Mulai dari tempo musik yang lebih cepat, komposisi musik yanglebih keras, serta lirik-lirik yang semakin berani. Musik jenis ini lantas berkembangpesat dan terbagi dalam beberapa sub genre musik diantaranya Heavy Metal, DeathMetal, Black Metal, Trash Metal dan Grindcore.Istilah musik metal dicetuskan pertama kali oleh band Hard Rock tahun 1960an, Steppenwolf. Salah satu lagu mereka yang berjudul " Born To Be Wild", terdapatlirik yang berbunyi "I like smoke and lightning heavy metal thunder racin with thewind and the feelin that I'm under." Namun istilah tersebut masih belum diterapkansecara tepat pada komposisi musik dan lagunya, hingga kemudian band rock asalInggris, yakni Black Sabbath, merilis album yang juga berjudul "Black Sabbath" ditahun 1970 an. Album inilah yang dianggap banyak pengamat sebagai album metalpertama di dunia.(http://seputarinfomusik.blogspot.com/2012/04/sejarah-musik-metal-dunia.html)Musik metal berakar pada jenis musik underground yang sering didefinisikansebagai musik non mainstream, dimana perkembangannya bukan lewat mediapopuler tapi lebih sering menggunakan jalan "bawah tanah". Karya-karya merekajuga dipentaskan melalui konser-konser yang sifatnya tertutup. Gaya musiknya yangekstrim serta lirik yang berani menjadikan musik jenis ini hanya digemari olehkalangan tertentu.Program ini akan menarik audiens karena program ini termasuk programlimited edition dimana tidak semua media eletronik mau untuk mengangkat musiknon mainstream sebagai tema suatu program, sehingga audiens diharapkan dapatmemanfaatkan kesempatan ini untuk mengetahui lebih jauh tentang perkembangankomunitas metal yang ada di Kota Semarang pada khususnya.Keberadaan televisi lokal mungkin bisa menjadi alternatif untuk memberiwadah bagi kreatifitas para musisi metal. Mengingat televisi lokal tidak mutlakberorientasi pada keuntungan, tapi lebih menonjolkan unsur kearifan dan budayalokal. Dengan mengadakan talkshow tentang komunitas SBS pada khususnya danmusik metal pada umumnya, diharapkan bisa memberikan dampak positif bagiperkembangan musik metal di Semarang dan sekitarnya.Untuk mengangkat musik dan komunitas metal di Jawa Tengah khususnya diSemarang. Kami akan bekerjasama dengan salah stasiun televisi lokal di Semarangdalam proses produksi dan penayangan acara talkshow kami. Karena televisi lokalmemiliki kedekatan (proximity) dan target audience yang sesuai dengan acara kami.Televisi lokal Semarang yang akan kami ajak untuk bekerja sama adalah PROTV, dengan berbagai pertimbangan antara lain televisi ini belum pernah membuatacara talkshow yang membahas musik metal ataupun komunitas metal. Sebagai salahsatu televisi lokal yang ada di Semarang, keberadaan PRO TV telah diakui olehmasyarakat Semarang dalam menyajikan tayangan yang berlandaskan pada nilai-nilaikebudayaan Jawa Tengah namun dikemas dengan tampilan dan sajian yang lebihmodern dan segar. Hal ini menjadi salah satu point tersendiri bagi PRO TV untukbisa betahan di dunia pertelevisian di Semarang, yang notabene juga telah banyakmemiliki televisi lokal yang sejenis.Sebagai televisi berjaringan yang tergabung dalam satu wadah MediaNusantara Citra, PRO TV memiliki akses ke televisi lain, seperti RCTI, MNCTV, danGlobal TV. Selain menjangkau lebih banyak khalayak, hal ini juga dapatmemudahkan penyebaran informasi berita. Di Semarang sendiri, PRO TV dapatmembuktikan eksistensinya sebagai salah satu televisi lokal yang memang bertahandi Semarang. Sebagai saluran televisi pilihan masyarakat Semarang menghadirkanberaneka ragam program yang memberikan informasi lengkap bagi warga Semarangdisertai berbagai program Feature dan Entertainment yang bersifat edukatif, sampaiberagam program Talkshow dengan isu-isu terkini dari fenomena yang terjadi disekitar kita.Dalam bidang pendidikan, PRO TV juga menunjukkan kepedulian yang besar.Hal ini dibuktikan dengan crew PRO TV yang sebagian besar adalah kaum muda ataufresh graduate yang masih memiliki ide dan kreativitas yang segar sehingga bisamemberikan tayangan yang original dan menarik.Keunggulan yang dimiliki PRO TV adalah kedekatan dengan pemirsa yangdijalin melalui muatan lokal yang tinggi, dimana budaya dan kedekatan (proximity)membuat PRO TV mampu memberi porsi yang lebih bagi hal-hal yang disukai danyang ingin diketahui oleh masyarakat setempat. Namun, bila dibandingkan dengantelevisi lokal lain yang berada di Kota Semarang, PRO TV memiliki jangkauan yanglebih luas, dengan program-program acara yang lebih variatif didukung pula dengankualitas produksi dan sumber daya manusia yang lebih unggul.Selain itu PRO TV memiliki program acara Musikaholic yang sesuai dengankonsep acara kami. Acara ini berdurasi tiga puluh menit yang terbagi dalam 4 segmendalam setiap episodenya berisi liputan event konser musik yang telah berlangsung diKota Semarang, lengkap dengan informasi konser yang akan dilangsungkan di kotatersebut. Ditambah dengan ulasan musik dan video klip band lokal, dan jugadilengkapi dengan profil band yang telah diliput dan beragam video klip lagu top dariband mancanegara.Pada awalnya acara ini ditayangkan pada hari minggu pukul 18.30 WIB. Akantetapi pada awal Agustus 2012 karena adanya kebijakan manajemen dari pusatmengingat PRO TV memiliki dua slot siaran yaitu lokal dan nasional maka secaraotomatis manajeman harus memilah program yang mungkin disiarkan siang hari ataumalam hari dan untuk acara Musikaholic pihak manajemen memandang sebagai acarayang sifatnya fleksibel artinya bisa ditayangkan malam hari atau siang hari makaacara ini akan pindah tayang pada hari kamis pukul 22.30. Oleh karena itu kami inginmencoba konsep Talkshow edisi spesial metal pada program acara Musikaholic.Selain agar lebih variatif dan tidak membosankan juga bertujuan untuk menyesuaikandengan perubahan jam tayang.1.5 KONSEP PRODUKSI1.5.1 Produksi Talkshowa. Lokasi di studio indoor yang terletak di lantai 3 kantor PRO TV.Studio berukuran 10 x 12 m dengan daya lighting lampu flourescent 4bank sebesar 200 watt dilengkapi dengan standar peredam suara untukproduksi acara televisi.b. Tinggi lighting dengan lantai 3 meter, jarak lighting denan kamera 1,5meter.c. Produksi akan menggunakan 3 kamera, yakni 2 kamera dengan merkJVC GY-DV550, serta 1 kamera dengan merk JVC KY-F560. Khususuntuk presenter, kamera akan dilengkapi dengan teleprompter denganLCD 15’ dengan software EZ PrompterXPd. Untuk perlengkapan audio, presenter dan narasumber masing-masingakan menggunakan clip on dengan merk SONY ECM 77Be. Pergerakan dan variasi angel kamera akan di mix menggunakanswitcher 8 channel.f. Seluruh kamera akan diposisikan kurang lebih 4 meter dari obyekbidikan. Kamera 1 dan 2 akan bergerak dinamis mengikuti alur dialog,kamera 3 akan berfungsi sebagai kamera master dan cenderung statis.g. Properti acara akan menggunakan satu set meja kursi dengandilengkapi karpet berukuran 3 x 4m, background set yang terbuat darikayu dan didesain khusus untuk acara talkshow.h. Talkshow akan dipandu dengan presenter wanita yang mempunyaikarakter muda dan ceria. Presenter akan mengenakan setelan baju alakomunitas musik metal.i. Narasumber berjumlah 3 orang, yakni Bambang Iss (Pengamat Musikdan Musisi Senior Semarang), Rudy Murdock (Vokalis band "RadicalCorps"), Imam Putre (Ketua SBS (Scattered Brains Society) dangitaris band Putre Faction).PEMBAHASANProgram acara Musikaholic Edisi Spesial Talkshow Metal ditayangkan pada19 mei 2013 pukul 22.30 WIB setelah program acara Kriminal Sepekan dan sebelumprogram acara Impact Musik Grace & favor di stasiun PRO TV. Program iniberdurasi 30 menit yang terbagi menjadi 4 segmen yaitu segmen pembukaan,pembahasan tema segmen pertama dan pembahasan tema segmen kedua, sertadiakhiri dengan pembahasan tema pada segmen ke tiga dan closing pada segmen ke4. Setiap segmen diakhiri dengan commercial break yaitu iklan Hotel GrasiaSemarang, iklan program acara Lestari Budaya, iklan program acara GebyarCampursari, iklan program acara Dibalik Kasus dan iklan program acara Jateng HariIni untuk segmen pertama, iklan program acara Cerita Muda, iklan program acaraBintang Atmo, iklan program acara Rono Rene, iklan program acara Prime Topicuntuk segmen kedua, dan untuk segmen ke tiga iklan program acara Gitaran Sore-Sore, iklan program acara Mungkin Magic, iklan program acara Jejak Jelajah Wisata.Program ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Bambang Iss sebagai tokoh musiksekaligus pengamat musik senior di Semarang, Imam Putre selaku ketua ScatteredBarins Society (SBS), dan Kancil sebagai pengganti Rudy Murdock yangberhalangan hadir, dengan Aliska sebagai host.Tujuan program acara Musikaholic Edisi Spesial Talkshow Metal ini adalahingin mengangkat komunitas musik Metal di Semarang dan memberikan informasikepada pemirsa mengenai perkembangan musik Metal di Semarang.Program talkshow ini diawali dengan penjelasan sejarah musik metal olehhost dimana host menjelaskan bahwa musik metal mulai masuk ke Kota Semarangpada akhir sekitar tahun 80 an, dengan berbagai sub genrenya seperti Heavy Metal,Trash Metal, ataupun Death Metal. Sebagai generasi pertama musik metal di KotaSemarang adalah Brutalator dan Syndrome, sampai akhirnya dibentuklah komunitasmusik metal dengan nama Scattered Barins Society (SBS) yang resmi berdiri padatanggal 25 April 1996 dengan basis di Semarang.Bambang Iss menyatakan bahwa istilah metal adalah perkembangan dariistilah Rock, pada tahun 60 an sampai 70 an muncul beberapa band yang mengusungaliran musik rock yang akhirnya disebut dengan istilah metal. Kancil menambahkanbahwa musik metal, rock dan trash mulai merambah Semarang pada tahun 90 an.Mulai masuk pembahasan tentang Scattered Barins Society (SBS), Kancilmenjelaskan bahwa Scattered Barins Society (SBS) muncul pada tahun 1995 – 1996an ketika aliran musik ekstrim mulai masuk ke Indonesia, setelah konser Spultura.Komunitas Scattered Barins Society (SBS) mulai terbentuk dari ajakan-ajakan untukngumpul yang dilakukan melalui selebaran, berawal dari ngobrol dan sharing yangdilakukan setiap jumat malam maka muncullah ide untuk untuk membentukkomunitas Scattered Brains Society (SBS). Kegiatan yang dilakukan Scattered BarinsSociety (SBS) meliputi gathering, live musik, dan workshop. Hal ini menunjukkanbahwa mereka jauh dari anggapan masyarakat bahwa komunitas metal lebihcenderung kearah negative seperti narkoba, kekerasan, dan lain-lain.Untuk keanggotaan Scattered Barins Society (SBS) Imam sebagai ketuamenyatakan tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota, hanya saja calon anggotaminimal mengerti apa yang disebut dengan ektrim metal. Beberapa anggota yangmemiliki band pernah merilis album baik indie maupun label seperti Morbiddustdengan label Jakarta, Syndrome dengan label Proton, Radical dengan label Bandung,The Killer of Gods, dan lain sebagainya.Sebagai penutup acara Imam menjelaskan tentang project selanjutnya dariScattered Barins Society (SBS) yaitu event bertema charity yang rencana akandilaksanakan pada tanggal 8 Juli yang hasilnya akan digunakan untuk membiayaianggota Scattered Barins Society (SBS) yang akan berangkat ke Eropa sebagai dutaseni.Acara ini diproduksi di dalam ruangan studio, setting studio menyesuaikandengan tema acara yang diangkat yaitu musik metal. Dengan menggunakan beberapaposter yang mempertegas unsur musik metal sebagai background, selain itumenggunakan properti lainnya seperti sofa untuk narasumber yang berwarna hitam,untuk tempat duduk host sendiri menggunakan kotak kayu agar memunculkan kesanbebas dan santai. Disamping itu terdapat sepasang gitar yang difungsikan sebagaipemanis dengan tujuan untuk menutupi ruang-ruang kosong yang menggangguestetika dan memperkuat kesan bahwa acara membahas mengenai musik.Untuk host dan narasumber dari awal disarankan menggunakan kaos berwarnahitam agar menimbulkan kesan yang “garang” karena hal tersebut bisa menjadi nilaiplus terkait dengan tema acara yaitu musik metal.Dalam pembuatan acara ini menggunakan 4 kamera yang bertujuanmemperkaya variasi gambar dan mendapatkan hasil yang maksimal, mengingat acaraini mengahdirkan tiga narasumber. Untuk mendapatkan gambar yang jernih tentunyadidukung dengan lightning lampu flourescent 4 bank sebesar 200 watt dilengkapidengan standar peredam suara untuk produksi acara televisi yang di posisikanmenyorot area panggung agar pada saat pengambilan gambar tidak terdapat bayanganyang menggangu agar gambar yang dihasilkan memuaskan. Penataan lampu sengajadibuat agak temaram atau remang namun tetap sesuai kaidah-kaidah penyiaran.Nuansa temaram dimaksudkan untuk mencerminkan musik metal yang merupakanmusik minoritas, tidak umum dan unik.PENUTUPPra Produksi Konsep acara yang ditawarkan menarik dan sesuai dengan fungsi PROTV sebagai televisi lokal, karena tema yang diangkat tidak terpakupada tren yang berkembang saat ini dan tidak semua media eletronikmau untuk mengangkat musik non mainstream khususnya musik metalsebagai tema suatu program. Apalagi dengan image PRO TV sebagaitelevisi lokal yang berkonsentrasi pada budaya lokal maka tema yangmengangkat komunitas metal asli kota semarang akan mempertegasimgae Pro TV sebagai televisi lokal yang mengutamakan konten dankearifan lokal. Hal ini sesuai dengan Visi PRO TV untuk membangundan menyuarakan kepentingan masyarakat Jawa Tengah dengan siarantelevisi yang profesional, menguntungkan, berkualitas, bertanggungjawab, beretika, berkeadilan yang berlandaskan keimanan danketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam proses produksi acara ini melibatkan banyak orang,denganberbagai pertimbangan seluruh kru produksi diambil dari pihak PROTV yang tentunya professional dibidangnya dan sudah terbiasabekerjasama dalam suatu tim sehingga lebih mudah dalam prosespedekatan dan pengintegrasian. Hal ini terbukti lebih efektif daripadamembentuk tim baru yang terdiri dari orang luar, karena belum tentuorang-orang tersebut memiliki pengalaman yang memadai dan dapatbekerjasama dalam tim Dengan perencanan yang matang dan negosiasi yang baik denganpihak televisi, sangat menetukan keberhasilan dalam memproduksisuatu acara Dari bugetingpun dapat kita lihat keberhasilan dalam memproduksiacara ini. terjadi penghematan biaya produksi dimana biaya yangdikeluarkan lebih kecil dari anggaran yang telah direncanakan.Produksi .Isi dari tayangan Musikaholic Edisi Spesial Talkshow Metal yangtelah diproduksi sesuai dengan tujuan awal dibuatnya acara ini.Dimana acara ini ingin mengangkat komunitas musik metal disemarang dan ingin memberikan informasi kepada pemirsa mengenaiperkembangan musik metal di semarang. Hal ini dapat kita lihat darihasil dialog dengan ketiga narasumber selama acara ini berlangsung.Para narasumber menjelaskan awal mula musik metal masuk kesemarang hingga dapat berkembang sampai sekarang, selain itumereka juga membahas bagaimana peran komunitas metal disemarang dengan berbagai kegiatanya dalam menghidupi danmempertahankan eksistensi musik metal di semarang. Setelah mengkaji tugas dan tanggung jawab serta peran seorangproduser, disebutkan bahwa sebagai produser mempunyai andil yangsangat besar dalam terbentuknya suatu team produksi, selain ituseorang produser juga harus mengontrol secara teliti kerja teamproduksi demi lancarnya program acara yang telah direncanakan.Yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang produser adalah orangyang bertanggung jawab terhadap kebutuhan dan biaya program acarayang direncanakan.Pasca ProduksiDengan telah ditayangkanya acara Musikaholic Edisi Spesial Talkshow Metaldi PRO TV pada 19 Mei 2013 pukul 22.30 dan tanggapan positif baik dari pihak PROTV maupun pemirsa, secara khusus merupakan representasi capaian keberhasilanseorang produser dalam menjalankan tugas dan kesuksesan acara ini secara umum.DAFTAR PUSTAKABukuBurton, Graeme. Membincangkan Televisi (Sebuah pengantar Kepada Studi televisi).Yogyakarta. Jalasutra. 2007Arifirii, Eva. Broadcasting to be broadcaster. Yogyakarta. Graha Ilmu. 2010Djamal, Hidajanto dan Andi Fachruddin. Dasar-Dasar Penyiaran (Sejarah,Organisasi, Operasional, dan Regilasi).Jakarta. Kencana. 2011Santana.K, Septiawan. (2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: Yayasan OborIndonesia.Subroto, Darwanto Sastro. Produksi Acara Televisi. Yogyakarta. Duta WacanaUniversity Press. 1994Team AnneAhira.com. Mengenal Dasar Jurnalistik Adalah Penting. Dikutip dariWahyudi.J.B. Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi.Jakarta: PT Pusaka Utama Grafiti.1996Wibowo, Fred. Dasar-dasar Produksi Program Televisi. Jakarta Rasindo. 1997InternetPujilaksono, Setiyo . Mengenal Lebih Jauh Tentang Televisi. Dikutip dariAsiaaudiovisualra09setiyopujilaksono’s BlogDwi Lestari, Kristina. Dasar-Dasar Jurnalistik. Dikutip darihttp://pelitaku.sabda.org/dasar_dasar_jurnalistik(Diakses tanggal 7 April2012)http://asiaaudiovisualra09setiyopujilaksono.wordpress.com/2009/07/06/mengenallebih-jauh-tentang-televisi/ (Diakses tanggal 8 April 2012)http://www.anneahira.com/jurnalistik-adalah.htm (Diakses tanggal 7 April 2012)http://www.indoreggae.com/artikel4.html (Diakses tanggal 7 April 2012)http://www.seputarinfomusik.blogspot.com/sejarah-musik-metal-dunia.html (diaksestanggal 7 April 2012) oleh Beje “Sejarah Musik Metal Dunia”Team AnneAhira.com. Dasar Sebuah Produk Jurnalistik. Dikutip dariwww.anneahira.com/produk-jurnalistik.htm (Diakses tanggal 7 April 2012)
Negosiasi Identitas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam Mengkomunikasikan Gagasan Alternatifnya kepada Kelompok Mayoritas Sicca, Shintaloka Pradita; Rakhmad, Wiwid Noor; Sunarto, Dr; Yulianto, M
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.961 KB)

Abstract

Jika masing-masing elemen bangsa (kelompok kebudayaan) melihat kepentingangolongan atau pribadinya sendiri, maka Indonesia akan mengalami disintegrasisosial yang berujung pada keruntuhan bangsa dan negara (Moesa, 2007: 231).HTI muncul dengan gagasan alternatif yang beranggapan tujuan ideal kehidupanterkait erat dengan religiositas di berbagai aspek. Tujuan HTI adalahmengembalikan kehidupan berasas hukum-hukum syara’ dengan khilafah sebagaiinstitusi yang menaungi dan khalifah sebagai pemimpin peradaban. Serta mertahistorisitas mengenai kejayaan masa kekhilafahan terdahulu menjadi kiblatoptimisme HTI mencapai tujuannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara HTI mengkomunikasikangagasan alternatifnya kepada kelompok masyarakat mayoritas yang memilikigagasan dominan mengenai konsep kebangsaan dan kenegaraan. Metodelogipenelitian yang digunakan adalah tipe kualitatif dengan pendekatan fenomenologiyang berupaya menjelaskan proses pengalaman aktivis dakwah HTI dalammengkomunikasikan gagasan alternatifnya kepada anggota kelompok mayoritas.Penelitian ini didukung dengan Teori Negosiasi Identitas dari Stella Ting-Toomeydan Teori Kelompok Pendamping (Co-Cultural Theory) dari Mark Orbe. Selainitu, terdapat penambahan konsep mengenai identitas dan pembentukan persepsi.Informan dalam penelitian ini adalah aktivis dakwah HTI yang memiliki statusstruktural yang berbeda.Hasil penelitin menunjukkan bahwa interaksi komunikasi yang dilakukanpara aktivis HTI kepada kelompok mayoritas terhadap gagasan alternatif HTImerupakan bentuk negosiasi identitas kultural yang dipengurahi oleh tujuanseparasi dalam berkomunikasi. Secara spesifik aksi separasi yang dilakukan HTImeliputi sifat tegas (assertive), agresif (aggressive), dan ketidaktegasan(nonassertive). Interaksi komunikasi negosiasi identitas dengan tujuan tersebutdilakukan para aktivis dilandasi oleh pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill),dan kesadaran (mindfulness) terhadap identitas kebudayaan HTI yang diperolehsejak menjadi murid (daris/ darisah) HTI. Ketiga komponen negosiasi identitastersebut digunakan oleh para aktivis untuk pembentukan persepsi baru anggotakelompok mayoritas.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) PELANGI DI SEMARANG Febi Eninta Br Munthe; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.757 KB)

Abstract

Forming a good brand image on one‟s brand is very important for consumers to distinguish it from from other brands and to increase their interest in said brand. One of Indonesia‟s water bottle brand, Pelangi, promotes their products to be one that „share love through every bottle‟. Using Facebook and Instagram to launch their #letslivetolove campaign, the Pelangi brand aimed to increase youth‟s and netizens‟ interest in buying their products. However, a preliminary survey on 96 consumers who came from their target audience showed that the #letslivetolove campaign was not the reason why they bought Pelangi water bottle. Thus, this study aimed to find out what factors formed consumers‟ decision in purchasing Pelangi bottled water. This is an explorative study aimed to quantitatively analyse factors that might affect consumers‟ decision in purchasing a specific product. Review on past research studies revealed 32 factors that might affect consumer‟s purchasing decision. These factors were used to create a survey conducted on 96 participants who, either, previously purchased Pelangi bottled water. Participants were within the age range of 18-40 years and lived in Semarang and data analysis were done using SPSS-15. The initial 32 factors were then summarised into 8 grouping factors: tangibility, perception, lifestyle, identity, image, risk, competition, and awareness. The conclusion of this study is that from the eight new factors formed, it was found that the awareness factor (component 8) is the most appropriate factor to summarize 32 variables (factors).
REPRESENTASI GAYA FASHION REMAJA METROPOLITAN DALAM SINETRON DIAM-DIAM SUKA Marliana Nurjayanti Nasoetion; Triyono Lukmantoro; M Bayu Widagdo; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.302 KB)

Abstract

Sinetron merupakan salah satu produk media massa yang keberadaannya memiliki kekuatan untuk menciptakan realitas sosial baru di masyarakat, melalui ideologi-ideologi yang dibawanya atas kehendak kelompok tertentu yang memiliki kekuatan besar, dalam hal ini adalah kelompok pengusaha media, praktisi, atau rumah produksi. Diam-Diam Suka merupakan sinetron yang menceritakan gaya fashiondalam kehidupan remaja metropolitan di Jakarta yang mempengaruhi berbagai aspek hingga akhirnya menimbulkan kesenjangan sosial diantara para remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membongkar dan memahami makna yang tampak maupun tidak tampak tentang gaya fashion remaja metropolitan dan gagasan dominan yang ada di dalam Diam-Diam Suka melalui analisis semiotika The Codes of Televisionmilik John Fiske.Hasil penelitian yang didapatkan adalah, bahwa gaya fashion menunjukkan citra diri dalam berpenampilan agar dapat dinilai atau dipahami orang lain melalui tanda-tanda non-verbal, selain itu remaja metropolitan cenderung mengutamakan kemewahan menjadi standar gaya fashion remaja di perkotaan. Analisis mendalam selanjutnya menemukan bahwa gaya fashion membentuk remaja-remaja ke dalam kelompok superioritas atau inferioritas yang kemudian menimbulkan kesenjangan sosial dalam pergaulan sehari-hari. Remaja yang tidak memiliki gaya fashion sesuai standar akan tergusur, terkucilkan, dan terpaksa menerima perlakuan semena-mena dari kelompok superioritas. Pada akhirnya Diam-Diam Suka memperlihatkan keberpihakan atas pembenaran untuk melihat kualitas remaja dari penampilan luar, bukan dari prestasinya.Lebih jauh lagi, selera fashion individu sering dipahami memiliki hubungan erat dengan tingkat ekonomi sehingga menciptakan kelas-kelas sosial yang berlanjut pada konflik dan kekerasan untuk menunjukkan supremasi kelas yang digambarkan sebagai sesuatu yang alamiah dan rasional. Keberadaan gaya fashion di kalangan remaja metropolitan akhirnya menjadi sebuah prestise dari ajang pamer kekayaan orangtua. Selain itu, ditemukan pula ketidaksetaraan gender dalam penggunaan fashion yang menyudutkan posisi perempuan. Gaya fashion remaja metropolitan berujung pada gagasan-gagasan tentang kehidupan mewah, kelompok superioritas, perbedaan kelas dapat mempengaruhi sistem kognitif masyarakat sehingga disarankan pemirsa televisi lebih kritis dalam menyikapi konten sinetron.Kata kunci: representasi, sinetron, fashion, remaja metropolitan, ideologi
Discourse Analysis of Mistress in Youtube Video “Deddy Corbuzier dan Mulan Jameela – A Deep Conversation” Juniati, Vitri; Dwiningtyas, S.Sos, MA, Dr. Hapsari
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.589 KB)

Abstract

Woman has always been the one to blame in infidelity. The woman is also the one who got stigmas from society as the mistress. When a woman who got stigmas trying to speak, it showed her fight against those stigmas through her voice. This research’s aim is to know about how woman’s voice presents to against the society's dominant mindset such as the label and stigma that given to woman. This descriptive-qualitative research uses feminism discourse analysis by Sara Mills to analyze dialog, video and comments in four elements which are character, fragmentation, focalization, and schemata. The outcome of this research showed that woman still cannot get away from stigma and label that given to her, even though she is already trying to speak up against it. Mulan Jameela, as a woman who is inferior to society, shows she fights through her voice but didn’t make it. She missed the chance to answer society’s judges towards her through this video because she is still in the same perspective as the commenters; how to be a good mother, how to be a supportive wife, her denial on the blame that given to her in infidelity, also the perspective she used to see how her relationship with Ahmad Dhani –her husband. Mulan Jameela is stuck in society dominant mindsets that make her to be the mistress who is indeed the only one to blame in infidelity. At the end, the fight that Mulan Jameela tried to do with her voice against society, didn’t make her out of the topics and the mindset of dominant thinking which society is believed in.
PR Campaign Klub Sepatu Roda di Bawah Porserosi Semarang Melalui Rangkaian event “Juara Bersama Sepatu Roda”dan “Fun Skate on Car Free Day” (Program Manager) Nisa Tunjung Hapsari; Yanuar Luqman; Nurist Surraya ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.861 KB)

Abstract

PENDAHULUAN Perkembangan sepatu roda di kota Semarang sedang mengalami peningkatan, animomasyarakat kota semarang akan permainan ini meningkat tajam. Peningkatan popularitasnya inidapat dilihat dengan adanya peminat sepatu roda di Simpang Lima setiap harinya. Hal ini jugadiikuti dengan maraknya para pemilik sepatu roda yang menyewakan sepatu roda kepadapengunjung. Permainan sepatu roda mulai banyak kita jumpai di kawasan pusat kota setiapharinya. Meningkatnya animo masyarakat akan olahraga ini seharusnya dapat dimanfaatkan olehPORSEROSI sebagai alat untuk menjaring bibit- bibit calon atlet sepatu roda kota Semarangdengan mengarahkannya tergabung ke dalam salah satu klub sepatu roda. Namun, hingga saat inikeberadaan klub – klub sepatu roda di bawah naungan PORSEROSI kota Semarang masihbelum diketahui oleh masyarakat kota Semarang. Sehingga, para penggemar sepatu roda belumterarahkan bakatnya.MasalahSebagai ibu kota Jawa Tengah, kota Semarang merupakan tempat lahirnya para atlet Sepaturoda. Prestasi yang ditunjukkan atlet kota Semarang pun cukup menjanjikan. Bahkan, di eventinternasional pun para atlet sepatu roda mampu bersaing dengan atlet manca negara dan mampumemberikan hasil yang memuaskan. Namun, berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa :a. Sepatu roda hanya memperoleh suara sebanyak 13 % sebagai olah raga yang diminatioleh anak – anak usia 7 – 12 tahun.b. Pengetahuan siswa siswi tentang klub sepatu roda juga terbilang masih rendah,kurang dari 50%, atau sekitar 48,3% responden yang mengetahui klub – klub sepaturodac. Rendahnya pengetahuan dan minat responden untuk bergabung dengan klub Sepaturoda di kota semarang pun masih sangat kurang. 61,67% responden menyatakanbahwa mereka tidak berminat untuk bergabung di klub Sepatu roda.TujuanTujuan umum : Meningkatkan awareness klub sepatu roda di kota Semarang sebagai saranamengembangkan minat dan bakat sepatu roda agar dapat berprestasi dengan cara yangmenyenangkan sebesar 15%TujuanKomunikasiinformingpersuadingremindingResponKhalayakEfekKognitifEfek AfektifEfekKonatifProsesPengambilankeputusanAttentionInterest &DesireDecision &ActionTujuan khusus : Meningkatkan minat masyarakat khususnya anak – anak usia 7 – 12 thuntuk bergabung kedalam klub-klub Sepatu roda di kota semarang. Dari 38 % menjadi 50 %,didalam klub-klub ini masyarakat khususnya anak-anak akan dibekali, diarahkan, dilatih dandibina dengan benar tentang olahraga Sepatu roda.Kerangka pemikiranKomunikasi persuasifPersuasi merupakan usaha untuk mengubah sikap melalui penggunaan pesan, berfokusterutama pada karakteristik komunikator dan pendengar. Sehingga komunikasi persuasif lebihjelasnya merupakan komunikasi yang berusaha untuk mengubah sikap receiver melaluipenggunaan pesan yang dilakukan sendiri. DeVito menjelaskan komunikasi persuasif dalambuku Komunukasi Antar Manusia sebagai berikut: “Pembicaraan persuasif mengetengahkanpembicaraan yang sifatnya memperkuat, memberikan ilustrasi, dan menyodorkan informasikepada khalayak.” Akan tetapi tujuan pokoknya adalah menguatkan atau mengubah sikap danperilaku, sehingga penggunaan fakta, pendapat, dan himbauan motivasional harus bersifatmemperkuat tujuan persuasifnya.“A procedure, from attention to action” atau dengan formula lain dengan slogan “AIDDA”.Proses penahapan komunikasi ini mengandung maksud bahwa komunikasi hendaknyadimulai dengan membangkitkan perhatian. Dalam hubungan ini, komunikator harusmenimbulkan daya tarik. Apabila perhatian komunikan telah terbangkitkan, sebaiknya disusuldengan upaya menumbuhkan minat atau interest. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yangmerupakan titik tolak bagi timbulnya hasrat atau desire untuk melakukan suatu kegiatan yangdiharapkan komunikator.Adapun keterkaitan antara tujuan komunikasi dan respon khalayakberkaitan dengan tahap-tahap dalam proses penerimaan pesan dapat dilihat pada gambar berikut :Gambar 1.1 skema teoritisBentuk strategi yang dapat dilakukan dalam kampanye adalah melakukan kegiatan persuasi(bujukan). Artinya, melakukan persuasi merupakan tujuan dari proses komunikasi yangdilakukan dan merupakan proses belajar yang bersifat emosional, atau bisa juga dikatakansebagai perpindahan anutan dari hal yang lama ke hal yang baru melalui penanaman suatupengertian dan pemahaman.Kampanye Public RelationsKampanye Public Relations (PR compaign) dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadarandan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) untuk merebut perhatian sertamenumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atauorganisasi agar tercipta suatu kepercayaandan citra yang baik dari masyarakat melaluipenyampaian pesan secara intensif dengan proses melalui penyampaian pesan secara intensifdengan proses komunikasi dan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan.Target AudiensTarget audiens dari event ini khususnya berasal dari Kota Semarang, dan dari Jawa Tengah padaumumnya. Target terbagi menjadi tiga (3) kelompok usia yang kami golongkan menjadi targetprimer, target sekunder, dan target tersier.a. Target Primer yaitu target utama dalam pelaksanaan event ini adalah anak-anakSekolah Dasar (SD) yang berusia 7-12 tahun.b. Target Sekunder merupakan kelompok target audiens yang terdiri dari anakanaksekolah yang berada dibawah maupun diatas tingkat Sekolah Dasar, usiadibawah 7 tahun dan diatas 12 tahun. SES A – C, pendidikan TK, SMP, SMA, S1dan umum.c. Target Tersier adalah kelompok target yang merupakan masyarakat umumseperti orangtua dari anak-anak tersebut diatas.DIVISI PROGRAM MANAGER RANGKAIAN EVENT“JUARA BERSAMA SEPATU RODA”“Juara Bersama Sepatu Roda” dan “Fun Skate on Car Free Day merupakan rangkaianacara yang dikemas Porserosi kota Semarang dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sertameningkatkan minat masyarakat, terutama anak usia 7 – 12 th untuk bergabung dengan klub –klub sepatu roda di bawah naungan Porserosi kota Semarang. Hal tersebut telah memberikanberbagai poin penting dalam melaksanakan sebuah event beserta efek yang ditimbulkan. DivisiProgram manager bertugas dalam hal perencanaan teknis event mulai dari perhitungan biayayang dibutuhkan, pemilihan talent, menyusun rundown acara hingga mempersiapkan segalasesuatu yang diperlukan dalam pelaksanaan event.Kendala Yang Dihadapi oleh Program ManagerTerselenggaranya dua rangkaian acara Road Show “Juara Bersama Sepatu Roda” dan “CoachingClinic on Car Free Day” tidak luput dari beberapa kendala yang menghambat jalannya acara.Adapun kendala yang dihadapi misalnyaa. Penetuan jadwal roadshowPerencanaan awal road show berlangsung ternyata bersamaan dengan ujiantengah semester, sehingga beberapa atlet sepatu roda tidak dapat ikut membantujalannya acara.b. Rundown acara sempat mundur dikarenakan perwaklian antar klub ada yangterlambat hadir. Namun hal ini tidaklah menjadi masalah, karena untuk mengisiwaktu yang kosong MC mengajak pengunjung untuk mengikuti games yangmenarik.c. Beberapa program awal yang dikonsepkan ditiadakan seperti live music daribrownshoes. Hal ini dikarenakan waktu yang terbatas, mengingat venue diadakandi Car Free Day, yang mengharuskan jalan dibuka pukul 09.00 WIBd. Panitia penyelenggara harus memproduksi kembali sticker sebagai gimmickevent, dikarenakan jumlah sticker yang telah diproduksi awal ternyata kurang,Evaluasi Program ManagerEvaluasi menjadi hal penting setelah kegiatan “Fun Skate on Car Free Day” berlangsung.Evaluasi digunakan untuk melihat hasil dari apa yang telah dilakukan apakah sudah memenuhitarget yang telah ditetapkan, kelebihan, dan kekurangan dari event tersebut. Sehinggakedepannya kekurangan tersebut dapat diperbaiki serta masukan-masukan yang bermanfaatuntuk kegiatan serupa dikemudian hari. Dengan evaluasi juga akan dapat terlihat kekurangandari kinerja Program Manager.Beberapa indikator yang terbukti menyatakan keberhasilan event ini adalah :a. Tujuan acara tepenuhi, hingga melebihi target dari yang ditetapkan. Informasidalam acara telah tersampaikan dengan baik. Peserta dapat mengingat danmengulang informasi secara umum seputar Klub sepatu roda kota Semarang,diantaranya adalah informasi tentang peralatan apa saja yang diperlukan untukbermain sepatu roda yang aman dan benar, nama – nama klub di bawah naunganPorserosi kota Semarang, tempat latihan masing – masing klub, nama – nama atletandalan setiap klubnya, dsb.b. Antusiasme audiens selama acara berlangsung sangat tinggi, terlihat dari:i. Jumlah Peserta coaching clinic yang melebihi targetii. Audiens tetap berada ditempat hingga acara selesai (pengundiandoorprize)Dari segi program manager, dapat dikatakan event terlaksana dengan baik. Hal ini dapatterlihat dari beberapa faktor-faktor berikut ini:a. Daftar kebutuhan produksi event terpenuhi, dapat terealisasi dan terpenuhi, hanyabeberapa item yang tidak dapat terpenuhi.b. Proses loading in dan loading out berjalan sesuai rundown yang telah dibuat.c. Ketersediaan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan konsusmsi selama acarad. Jumlah total biaya yang dikeluarkan tidak melebihi rencana awal, perencanaansemula dengan estimasi budget sebesar Rp.10.820.000,- dapat diminimalkanmenjadi Rp. 7.740.000,-. Sisa anggaran dialokasikan untuk pembayaran feepanitia yang ikut membantu jalannya acara dan disumbangkan kepada tiap-tiapklub sebagai dana pembinaan.e. MC selama rangkaian acara telah melakukan tugasnya dengan baik,dapatmemaparkan informasi yang bersifat persuasive sehingga audience tertarik untukbertanya lebih lanjut dan mengingat pesan yang telah disampaikanf. Bagian registrasi berjalan lancar. Peserta coaching clinic baik sewaktu roadshowdan Car free day telah tercatat, sehingga memudahkan dalam proses evaluasi(menghitung jumlah total partisipan).g. Gimmick dan doorprize didistribusikan dengan lancar. Pada saat roadshow,gimmick diberikan untuk siswa siswi yang dapat menjawab pertanyaan denganbenar (seputar sepatu roda) sedangkan pada saat Car Free Day, gimmick diberikansaat sesi games yang dipandu oleh mc dan doorprize diundi di akhir acaraParameter keberhasilan eventCommunicationObjectiveDari riset penyelenggara pasca event yang dilakukan melalui60 responden yang mengetahui Klub sepatu roda kotaSemarang, sebanyak 43, yang berminat gabung ke dalamklub sebanyak 41 responden dan yang mengetahui event“Fun Skate on CFD” sebanyak 53 responden. Data per klubmenunjukkan jumlah kenaikan anggota setelah acaraterselenggara. (Ikos mengalami kenaikan anggota sebanyak18 anak, Kairos 21 anak dan Eagle 14 anak)Konsep Acara Dari 34 responden yang mengikuti acara “Fun Skate on CarFree Day”, sebanyak 23 responden menyatakan bahwa acaratersebut “sangat menarik”, sisanya menyatakan “menarik”.Target Audience Total peserta coaching clinic “Juara Bersama Sepatu Roda”dan ‘Fun Skate on CFD” secara akumulatif mencapai 550peserta dari target minimal 200 peserta.Rundown dan Timeline a. Tidak terjadi pembatalan event. Event “Fun Skate onCFD” tetap dilaksanakan pada hari H, yaitu Minggu,28 Oktober 2012 sesuai dengan kesepakatan.b. Acara berjalan sesuai dengan rundown, meskipunterjadi delay selama 15 menit dan overtime selama 20menit, namun tetap masih dalam batas toleransi awalyaitu maksimal delay adalah selama 59 menit.Budgeting a. Tidak terjadi adanya pembengkakan budget selamaperencanaan hingga pelaksanaan eventb. Semua anggaran pelaksanaan acara” diperoleh darikegiatan sponsorshipc. Kegiatan “Fun Skate on CFD” mendapatkan surplussebesar Rp. 2.250.000,- dari sponsorshipSponsorship a. Kegiatan “Fun Skate on Car Free Day” berhasilmendapatkan pendanaan secara penuh dari pihak sponsor,yaitu PT KAI, Suara Merdeka group dan sponsor lainnyab. Kegiatan ini juga didukung oleh sponsor (dalam bentukproduk), yaitu Telkomsel, Aquaria, Horison,CocacolaPermit and Venue Kegiatan “Fun Skate on CFD” berhasil mendapatkan izinvenue di enam sekolah dasar dan area Car Free Day jalanpahlawan pada waktu yang telah ditentukan tanpamengeluarkan biaya.PENUTUPImplikasia. Kegiatan promosi melalui roadshow “Juara Bersama Sepatu Roda” ke enam sekolah dasardan event “Fun Skate on Car Free Day” berhasil meningkatkan pengetahuan target audienmengenai klub – klub sepatu roda di bawah naungan Porserosi ( Eagle, Kairos, Ikos)sebesar 23,47% serta meningkatkan minat sebesar 28,67%. Klub sepatu roda di bawahnaungan Porserosi kota Semarang seperti Ikos, Eagle dan Kairos menjadi lebih dikenal olehmasyarakat kota Semarang, khususnya sesuai target utama yang dituju yaitu anak usia 7 – 12tahun.b. Dalam publikasi event, media flyer merupakan tools yang paling efektif digunakan, terbukti50,94% responden mengetahui acara “Fun Skat on Car Free Day” melalui brosur (flyer)yang disebar. Srategy persuasif untuk mempengaruhi audiens tidak hanya dilakukan melaluilisan, melainkan juga dengan menggunakan media promosi seperti flyer dan poster.c. Kegiatan pencarian mitra pada event Fun Skate on Car Free Day menghasilkan kesepakatandengan pihak pengurus Porserosi tentang konsep acara, sponsor pendukung acara seperti PTKAI, Suara Merdeka,Bank BRI, Telkomsel, Hotel Horison, Aguaria, Cocacola serta mediapartner surat kabar Suara Merdeka , radio Trax FM, TV Ku Semarang,dan media onlineHallo Jateng. Hubungan kerja sama antara pihak penyelenggara, klien, sponsorship danmedia pun berjalan dengan baik.d. Rangkaian event PR campaign Juara Bersama Sepatu Roda dan Fun Skate on Car Free Daytelah menghasilkan publisitas dimana berita tentang event telah dimuat di :a. surat kabar lokal Suara Merdeka, tanggal 29 Oktober 2012b. Radio TraxFM,mulai tanggal 21 – 27 Oktober 2012, dengan sehari tiga kalipemutaran.c. stasiun tv lokal di Semarang yakni TV ku , pada tanggal 2 November 2012pukul 17.00 WIBd. media online yaitui. Kabar17.com, http://kabar17.com/2012/10/mahasiswa-undip-lakukancoaching-clinic-sepatu-roda/ii. Radioidola.com , http://radioidola.com/article-3839-libatkan-atletmahasiswa-undip-gelar-coaching-clinic-sepatu-roda.htmliii. cyber news Suara Merdekahttp://www.suaramerdeka.tv/view/video/33080/bersepatu-roda-jangansekedar-hobiSarana. Media publikasi yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan informatif ataupun persuasifdari sebuah event “lokal” sebaiknya menggunakan media yang dapat menyampaikan pesansecara langsung ke target sasaran dan memiliki sifat jangkauan sasaran yang tepat. Flyer,merupakan media yang efektif untuk disebar kepada target audiens secara langsung. Targetaudiens dapat membaca dengan rinci dan leluasa mengenai isi acara dari flyer yang disebar.b. Pemilihan venue sebuah event harus disesuaikan dengan target audiens yang dituju agarevent yang diselenggaran dapat tepat sasaran. Untuk event yang bertema olah raga di kotaSemarang, pemilihan venue di Car Free Day merupakan pilihan yang utama, karena di CFDinilah masyarakat kota Semarang mengisi Minggu pagi mereka untuk melakukan aktivitasolahraga, seperti: jogging, sepeda, senam, sepatu roda,dsb. Berbagai segmen usia,pendidikan,ekonomi berkumpul di area Car Free Day sehingga tidak sulit untuk menjangkausemua kalangan.c. Dalam penyelenggaraan sebuah event, pastikan segala macam perijinan telah terselesaikansebelum event berlangsung, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.Semuaperijinan yang meliputi perijinan tempat, perijinan keamanan, perijinan sewa berbagai alatyang dibutuhkan harus dipersiapkan jauh – jauh hari sebelum event berlangsung agarpenyelenggaraan event tidak berbenturan dengan event sejenis dengan skala yang lebihbesar.d. Strategy dengan menyelenggarakan roadshow, berinteraksi secara langsung danmengadakan permainan ringan menjadi cara yang efektif dalam menarik minat anak usia 7 –12 th untuk mengikuti rangkaian kegiatan.DAFTAR PUSTAKAWebsitehttp://ponriau2012.com/index.php?option=com_content&view=article&id=200&Itemid=149 diakses pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 21.45 WIBhttp://www.satlakprima.com/news/sepatu-roda-berpeluang-ukir-medali/)diakse pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 22.10 WIB(http://sports.okezone.com/read/2012/04/02/43/603974/sepatu-roda-jabar-gemilang-diselandia-baru) diakses pada tanggal 30 Mei 2012 pukul 22.17 WIB(http://wsmulyana.wordpress.com/2008/12/16/69).Diakses pada tanggal 2 juni 2012 pukul 23.10 WIBBukuBelch E.George and Belch A. Michael,2001, Introduction to Advertasing and Promotionsan Interegated Marketing Communications Perspective, New Yor; : Mc Graw HillDeVito,Joseph.1997.Komunikasi Antar Manusia. Jakarta : Professional BookEffendy, Onong Uchjana. 2002, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT.Remaja Rosda KaryaLarson,Charles U.2009.Persuasion: Reception and Responsibility.California:WadsworthPublishing CompanyLerbinger,Otto.2003.Design for Persuasive Communication. Yogyakarta;Pustaka PelajarLittlejohn, Stephen W.2009.Teori Komunikasi ( Theories of Human Communication).Jakarta: Salemba HumanikaSissors, Jack Z. and Bumba, Lincoln. (1996). Advertising and Media Planning, (5th ed.).USA: Ntc Business BooksSumberlainData Statistik kota Semarang tahun 2009Data keanggotaan klub Porserosi kota Semarang 2012
Pengaruh Terpaan Informasi tentang Performance Film dan Kredibilitas Selebriti Film terhadap Loyalitas Menonton Film Indonesia di Bioskop Wahyu Tri Oktaviani; Dwi Purbaningrum; M Bayu Widagdo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.278 KB)

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang memiliki fungsi sebagai media informasi dan hiburan. Seiring perkembangan waktu, jumlah film Indonesia yang beredar telah mengalami peningkatan.Akan tetapi peningkatan jumlah film yang beredar ini tidak sejalan dengan jumlah penonton film Indonesia yang menunjukkan penurunan.Penuruann jumlah penonton ini menunjukkan kurangnya loyalitas masyarakat untuk menonton film Indonesia di bioskop.Media massa sebagai sumber informasi selalu memberikan informasi mengenai film. Selain itu, kredibilitas selebriti film menjadi faktor lain yang mempengaruhi loyalitas khalayak untuk menonton film Indonesia di bioskop.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe penelitian eksplanasi.Populasi dari penelitian ini adalah khalayak yang pernah menonton film Indonesia di bioskop dengan range usia 17-24 tahun di Semarang. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 50 responden.Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji Regresi Linear Berganda.Pengujian hipotesis terpaan informasi tentang performance film dan kredibilitas selebriti film Indonesia terhadap loyalitas menonton film Indonesia di bioskop menunjukkan hasil f-hitung sebesar 4.732 dengan signifikansi 0.013. Karena f-hitung>f-tabel (4.732>3.195) dan signifikansi 0.013<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terpaan informasi tentang performance film dan kredibilitas selebriti film Indonesia secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap loyalitas menonton film Indonesia di bioskop sebesar 16,8%, sedangkan sisanya 83,2% dipengaruhi oleh variabel lainHasil uji T-hitung variabel X1 menunjukkan t-hitung<t-tabel (0.884<2.012) dan signifikansi 0.381>0.05.Hal ini menunjukkan X1 tidak berpengaruh secara langsung terhadap Y, sehingga teori Perubahan Sikap tidak dapat menunjukkan pengaruh antar kedua variabel ini.Hasil uji t-hitung variabel X2 menunjukkan t-hitung>t-tabel (2.047>2.012) dan signifikansi 0.046<0.05.Hal ini menunjukkan X2 berpengaruh secara langsung terhadap Y, sehingga sesuai dengan konsep Peran Pendukung (endorser). .Hal ini bermakna terdapat hubungan antara terpaan informasi tentang performance film dan kredibilitas selebriti film Indonesia terhadap loyalitas menonton film Indonesia di biskop dengan pengaruh yang kecil. Pengaruh yang lain dapat disebabkan oleh faktor lain seperti interaksi teman sebaya dan tayangan film Indonesia di Televisi.

Page 28 of 157 | Total Record : 1563